RADIO SINGOSARI TOPFM || 95.1 MHz ||MORE THAN JUST RADIO ||INSPIRING RADIO ||

Live Radio Streaming


KLIN MORE PLAYER




Di motori Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes, Pemerintah Kabupaten Brebes kembali mencanangkan Gerakan Jumat Bersih. Gerakan ini sebagai upaya membersihkan wilayah Brebes dari sampah yang terdapat di perkotaan maupun pedesaan. Sehingga terhindar dari banjir maupun genangan air demi tercapainya kehidupan yang indah dan sehat, baik lahir maupun batin. Dalam pencanangan Jumat Bersih, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH memimpin ratusan relawan yang beraksi bersih-bersih Kalikamal, di Desa Kedunguter Kecamatan Brebes, Jumat (13/5).

Dalam aksinya, Bupati didampingi Ketua Dekranasda AKBP Dr Warsidin MH membaur bersama ratusan relawan membersihkan Kalikamal dari sampah, tanaman gulma, seperti Kangkung, Eceng Gondok yang menutupi saluran.

Bupati Idza mengatakan, Jumat Bersih akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan diseluruh wilayah Kabupaten Brebes yaitu di setiap Jumat, pekan ketiga. Jumat Bersih melibatkan seluruh elemen penthahelix dengan harapan dapat mengatasi permasalahan seputar banjir yang sering melanda Brebes.

Kepala DPU Kabupaten Brebes Sutaryono mengakui kalau penanganan drainase belum optimal. Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, salah satunya perilaku masyarakat yang tidak peduli lingkungan, diantaranya membuang sampah tidak pada tempatnya. Untuk itu, pihaknya telah membentuk Forum Sistem Jejaring Jaga Banjir (Si Jaga Banjir) yang merupakan kolaborasi pentahelix yang diharapkan dapat menggugah kesadaran dan prilaku masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungan.

Forum Si Jaga Banjir, kata Taryono, juga akan mengedukasi masyarakat agar tidak mendirikan bangunan di atas saluran dan tidak membuang sampah di saluran air. Dengan demikian, sungai dan saluran air lainnya tidak tersumbat dan banjirpun bisa dicegah sejak dini.

Aksi bersih sungai, melibatkan ratusan relawan dari berbagai elemen masyarakat seperti TNI, Polri, ASN, Pelajar dan Forum Si Jaga Banjir serta unsur masyarakat lainnya.
Pencanangan ditandai dengan apel bersama, pemakaian rompi Pengurus Forum Si Jaga Banjir, pelepasan balon dan pengguntingan pita oleh Bupati Brebes yang didampingi Ketua Dekranasda AKBP Dr Drs Warsidin MH dan Kepala DPU Brebes Sutaryono MSi.
Penulis: Yaser Arafat
Editor: Wasdiun




Untuk menyegarkan suasana dan memperkenalkan obyek wisata baru, pemkab Brebes menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) di Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tuk Sirah Kali Pemali Winduaji, Paguyangan (Kamis (12/5). Rakor POK Tri Wulanan tersebut, sebagai upaya pembinaan dan pengendalian pelaksanaan pelaporan realisasi APBD Kab Brebes, agar bisa tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH memimpin rakor sebagai evaluasi pelaksanaan kegiatan di masing-masing OPD tahun anggaran 2022. Idza berharap ada percepatan pelaksanaan kegiatan pembangunan tahun anggaran 2022, juga meningkatkan koordinasi antar OPD terkait dengan permasalahan dan upaya pemecahan masalah dalam pelaksanaan kegiatan.

Idza menjelaskan, realisasi fisik dan keuangan yang tercatat pada aplikasi Siapbang sampai 11 Mei 2022, dari total anggaran Rp 3,179 Trilyun, terdapat realisasi keuangan sebesar Rp 1,017 Trilyun. Bila diprosentase, penyerapan sudah mencapai 31,98 persen dengan pencapaian fisik rata-rata mencapai 35,05 persen.

Dibandingkan dengan tahun 2021, lanjutnya, pada periode yang sama terdapat kenaikan pencapaian realisasi keuangan dan fisik. Untuk realisasi keuangan terdapat kenaikan sebesar +13,44 persen yaitu dari 18,65 persen menjadi 31,98 persen dan realisasi fisik sebesar 14,9 persen yaitu dari 20,15 persen menjadi 35,05 persen.

“Untuk penentuan target fisik dan keuangan agar lebih diperhatikan lagi, sehingga deviasi antara target dan realisasi tidak terlalu besar,” tandas Idza.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Brebes Budhi Darmawan mengusulkan, agar di Ketanggungan kembali di bangun Terminal lagi pasca pembangunan RSUD Ketanggungan. Dadang-demikian panggilan akrabnya, beralasan setelah tidak ada terminal Ketanggungan Pendapatan Asli Daerah dari retribusi angkot dan bus menurun drastis.

Atas perintah Bupati, Kepala Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Edy Kusmartono memberi solusi sebenarnya penarikan retribusi bisa disiasati. Kenapa di bangun RSUD, karena terminal Ketanggungan tidak optimal terbukti tidak ada Angkot maupun Bus yang masuk atau ngepool.  

Mendatang, perlu kajian mendalam bila ketersediaan tanah milik Pemkab memadai untuk dibangun terminal C yang pengelolaannya adalah Dishub Brebes.

 

 

Usai Rakor, Bupati dan peserta Rakor mengunjungi gerai UMKM untuk memborong produk-produk UMKM setempat.


Pengelola DTW Tuk Sirah Kali Pemali Winduaji Handoko mengaku senang tempat wisatanya digunakan Rakor POK yang nota bene pesertanya adalah Kepala OPD se Kab Brebes. Dia berharap sepulang Rakor bisa mengabarkan keelokan, kenyamanan dan berbagai pelayanan yang dimiliki Tuk Sirah.

Handoko menjelaskan, DTW Tuk Sirah Kali Pemali dibangun diatas tanah seluas 21 hektar dengan sistem perjanjaian kerja sama dengan Perhutani dan Bumdes Berkah Makmur Winduaji.

Utama wisata alam ini, lanjutnya, menawarkan berbagai spot-spot menarik seperti taman edukasi anak, taman kelinci, warung souvenir produk UMKM, cafe, karaoke, kuliner, pendopo meeting room, taman ikan hias koi dengan suhu yang sejuk.

Ke depan, sambung Handoko, akan dibangun kolam renang anak, camping ground (bumi perkemahan), sirkuit motor cross/trail. Fasikitas parkir luas, mushola dan toilet juga tersedia.

DTW yang dibuka sejak 28 Oktober 2021 ini gampang dijangkau karena bisa dilalui dengan kendaraan roda 4 maupun roda 2, yang berjarak lebih kurang 8 Kilometer dari kota Bumiayu. Tiket murah hanya Rp 5 ribu sedangkan di hari libur atau besar Rp 10 ribu. (Wasdiun)





Bupati meminta pada seluruh pihak terkait seperti camat, kepala desa, ketua RT/RW  bersama warga sekitar untuk lebih peduli pada kondisi ibu hamil. Steak holders yang ada di tingkat kecamatan untuk segera mungkin menggelar pertemuan dengan jajaran pemerintah desa untuk kawal wong meteng. Sehingga mengetahui perkembangan ibu hamil yang ada di wilayahnya hingga ke tingkat RT/RW.


Ajakan tersebut disampaikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH saat Cofee Morning terkait melonjaknya kasus Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan di Brebes, di Pendopo Bupati, Selasa (29/3).


Kata Idza, kasus AKI di Brebes sudah mencapai 14 kasus hingga akhir Maret 2022. Rekapitulasi tersebut, menjadikan Kabupaten Brebes menempati peringkat 5 terbawah di Jawa Tengah. Penyebabnya masih didominasi perdarahan preeklampsia dan komplikasi yang belum tertangani secara optimal. 


“Untuk itu, Saya mengajak seluruh pihak untuk saling peduli,” ajaknya.


Dia menyampaikan, masih tingginya kasus AKI pada tiga bulan pertama 2022 harus menjadi perhatian penting. Terutama bagi semua tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas, klinik bersalin dan rumah sakit. Fokusnya untuk lebih meningkatkan layanan kesehatan melalui program terintegrasi yakni Grebek Wong Meteng.


Idza menandaskan kepada semua Puskesmas, klinik bersalin dan rumah sakit agar lebih optimal lagi dalam pelayanan. Terutama kepatuhan terhadap SOP dan regulasi pasien persalinan.


Faktor penyebab AKI, lanjut Idza, terbagi menjadi dua yakni internal ibu hamil dan eksternal. Yakni masih banyak ibu hamil yang mempunyai riwayat penyakit beresiko seperti gagal jantung, hipertensi, dan TBC.


Kemudian perdarahan hebat saat proses persalinan, infeksi saat kehamilan atau setelah persalinan. Selanjutnya hipertensi dalam kehamilan yang mengarah ke preeklampsia dan eklampsia serta komplikasi pada masa nifas.


"Termasuk kurangnya pendidikan seputar kesehatan reproduksi yang belum maksimal, sistem transportasi yang kurang baik, serta kurangnya partisipasi masyarakat meningkatkan kesehatan ibu," terangnya.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Inneke Tri Sulistyowaty mengaku sudah melakukan solusi konkret untuk menekan kasus AKI dengan merumuskan secara menyeluruh dan terintegrasi. Yakni, dengan cara mendongkrak kesadaran dan peran aktif masyarakat untuk melakukan pendampingan ibu hamil.


"Optimalisasi rujukan dan analisis pemeriksaan kehamilan. Juga menjadi prioritas dalam pemetaan ibu hamil dengan resiko sehingga semua potensi komplikasi persalinan bisa diminimalisir dan tertangani dengan baik," pungkasnya.


Turut hadir dalam rakor tersebut Direktur RSUD Brebes, Plt Direktur Bumiayu, kepala Puskesmas se Kabupaten Brebes, para camat, perwakilan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan se Kabupaten Brebes. 

Penulis: Suprapto

Editor: Wasdiun




Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH memacu kreativitas generasi muda Kabupaten Brebes dalam penciptaan inovasi baru. Sebab, karya-karya inovasi sangat dibutuhkan masyarakat untuk mempermudah dan menambah produktivitas manusia dalam menghadapi tantangan masa depan.


Motivasi tersebut disampaikan Bupati saat memberikan hadiah pemenang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) Tahun 2022 Tingkat Kabupaten Brebes, di Pendopo Bupati, Kamis (31/3).


“Teruslah mengasah kemampuan dengan berinovasi menciptakan karya-karya yang membawa manfaat bagi kehidupan manusia,” ajaknya.


Kepada para peserta yang karya inovasinya menjadi juara, agar disempurnakan sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.  Dalam artian, bisa memberikan keuntungan bagi Sang Penemu, sekaligus dapat bersaing dengan temuan lain ketika diajukan dalam lomba serupa di tingkat provinsi maupun nasional.


“Ayo sempurnakan, agar bisa menang di tingkat provinsi, syukur bisa menang ditingkat nasional,” tutur Idza memotivasi. 


Ketua Panitia Nurul Hidayat SH MT menjelaskan, lomba Krenova digelar sebagai upaya Pemkab Brebes untuk mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat membudayakan kreatifitas dan inovatif dalam bidang iptek. Diharapkan, penerapannya tepat guna di masyarakat sehingga muncul produk-produk unggulan yang bisa bersaing dipasaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Kata Yayat, demikian sapaan akrab Nurul Hidyat, minat generasi muda pada Lomba Krenova cukup tinggi setiap tahunnya. Namun, akibat didera pendemi, untuk tahun 2022 lomba hanya diikuti 18 karya untuk Kategori Pelajar dan 20 karya untuk Kategori Mahasiswa dan Umum.


Pemenang lomba, selain mendapat piagam dan uang pembinaan juga akan diikutsertakan dalam lomba serupa di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Pemenang juga akan diusulkan Hak Patennya setelah studi kelayakan, agar mendapatkan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) 


Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, pemenang lomba Krenova 2022 adalah sebagai berikut: Untuk Kategori Pelajar, Juara 1 diraih Rahmatika Umara Widodo dan Faisha Dewi Humaira dari SMA N 1 Brebes dengan judul Optimalisasi Sifat Antiseptik Pada Lumut Hati Sebagai Salep Untuk Mengobati Luka Luar.  Juara 2 Najwa Hilda Safira, Muhamad Ilham Ilahia dan Ziedan Arya Ashari dari SMA N I Sirampog (Pemanfaatan Daun Terong, Daun Belimbing Wuluh Dan Daun Tembelekan Menjadi Pestisida Alami Ramah Lingkungan) juara 3 Alya Arinalhaq, Najwa Queen Arsyita dan Aifa Cahya Rahmatika dari SMA 1 Brebes (Pemanfaatan Biji Buah Nangka (Artocaprus Heterophyllus) Dalam Sajian Jackfruit Seed Flour Sebagai Sumber Karbohidrat Alternatif Dan Protein Tinggi. Untuk harapan 1 Irfan Nur Dwi Razzaq, Firyal Suneva dan Rona Nisrina Ningrum dari SMA I Brebes (Daur Ulang Limbah Kulit Pisang Menjadi Alternatif Sumber Arus Listrik Searah Dalam Produk Smansa Battery) dan harapan 2 Faiz Aly, Nabila Syifa Zahira Dan Ellenia Diah Ningrum Pelajar SMA I Brebes (Pemanfaatan Sisa Pembakaran Telur Asin Menjadi Eco Friendly Fertilizer).


Untuk kategori Mahasiswa dan Umum, Juara 1 diraih M Rizki, Musnadil Firdaus, Aji Bagus Setiawan dan Nurlaela dengan judulu Numplate (Number Plate) Si Aplikasi Pendeteksi Nomor Plat Kendaraan Secara Otomatis. Juara 2 Maulana Ismail dan Mochamad Iftah Riziq (Variasi Tiga Destilat Terhadap Hasil Pengolahan Oli Bekas Menjadi BBM), Juara 3 Irkham A SPd dan Ellok P SPd (Pemanfaatan Daun Pucuk Merah Sebagai Herbal Tea). Sedangkan harapan 1 Nurhikmah SE dan Adnan Sakuro S.Pt Al Fatih Natural Cream) dan harapan 2 Eko Fajar Setiawan (Web Based Community App, Upgrading UMKM Toko/Cafe/ Wisata Berbasis Workshop).


Lanjut Yayat, peserta mendapatkan hadiah total Rp 27 juta dengan rincian kategori pelajar juara 1 sebesar Rp 2,5 juta, juara Rp 2 juta, juara 3 Rp 1,75 juta. Harapan 1 Rp 1,5 juta dan harapan 2 sebesar Rp 1,25 juta.

Kategori mahasiswa dan umum juara 1 sebesar Rp 5 juta, juara 2 sebesar Rp 4 juta dan juara 3 sebesar Rp 3,5 juta. Harapan 1 sebesar Rp 3 juta dan harapan 2 sebesar Rp 2,5 juta.


Piagam dan uang pembinaan diserahkan Bupati, Wakil Bupati Narjo SH MH, Wakil Ketua DPRD Teguh Wahid Turmudi SH, Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT dan Kepala Baperlitbangda Apriyanto Sudarmoko disela Musrembang Kabupaten di Pendopo Bupati, Kamis (31/3).

Penulis: Yaser Arafat

Editor: Wasdiun




Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Brebes bakal memiliki Rumah Sehat Baznas (RSB) yang diperuntukan bagi masyarakat kurang beruntung. Layanan yang diberikan RSB adalah gratis demi peningkatan derajat kesehatan dan kesejahteraan mustahik.


Hal tersebut disampaikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH usai peletakan batu pertama di titik lokasi pembangunan, Jalan Yos Sudarso KM 1 Islamic Center Brebes, Rabu (30/3).


Idza menyambut baik pembangunan RSB di Kabupaten Brebes karena sangat bermanfaat bagi masyarakat dan sejalan dengan misi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes. Terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan dan peningkatan kesehatan masyarakat yang bermuara pada kebangkitan produktivitas masyarakat, dalam memperbaiki kualitas hidupnya.


Bentuk dukungan Pemkab Brebes yang diberikan untuk pembangunan RSB yaitu dengan menghibahkan lahan milik Pemkab seluas 4.783 meter persegi kepada Baznas Brebes. Dengan hibah tersebut, maka pembangunan RSB akan segera terwujud, dan membawa manfaat yang sangat besar bagi masyarakat.


Idza juga menuturkan kalau Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Brebes yang semula menyalurkan zakatnya sebesar 1,5 persen, tetapi mulai 2022, ASN Brebes yang berjumlah 9.500 orang membayar zakat ke Baznas sebesar 2,5 dari gaji mereka.


Ketua Baznas Kabupaten Brebes Abdul Haris menjelaskan, RSB membutuhkan anggaran sebesar Rp 1,8 milyar yang bersumber dari dana Zakat, Infak dan Sodaqoh Baznas RI. Sedangkan dana perencanaan, alat kesehatan dan mebelair sebesar Rp 1 milyar dari Baznas Brebes.


Abdul Haris juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Brebes, Ketua DPRD Brebes Mohamad Taufik, Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT dan seluruh pihak terkait yang sudah mendukung terealisasinya pembangunan RSB di Brebes.


Wakil Ketua 4 Baznas Provinsi Jawa Tengah KH Ahmad Hadlor Ihsan menegaskan, Baznas merupakan lembaga resmi pemerintah yang mengelola zakat, infak dan sodakoh dari kaum muslimin wal muslimat. Dia wanti-wanti agar masyarakat waspada dengan lembaga-lembaga penghimpun zakat yang tidak jelas. Karena dikhawatirkan dana tersebut untuk mendanai teroris dan penyelewengan lainnya.

“Baznas benar-benar memenuhi Syar’i dan mendukung keutuhan NKRI,” tandasnya.


Kiai Hadlor Ihsan mengaku salut dengan ASN Brebes yang membayar zakat lewat Baznas sebesar 2,5 persen dari gaji mereka. Kelihatannya kecil, tetapi setelah dihimpun menjadi besar dan sangat bermanfaat untuk umat.


“Bila diasumsikan seorang ASN gajinya Rp 8 juta, maka hanya berkewajiban zakat Rp 200 ribu saja. Kelihatannya kecil, tapi manfaatnya sangat besar kalau dihimpun dari seluruh ASN di Brebes,” tandasnya.


Kepala Divisi Kesehatan Baznas RI dr Reza Ramdhani menjelaskan, RSB tetap mematuhi aturan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes. Termasuk menjalin kemitraan dengan RSUD, Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya.


Dokter Reza mengungkapkan, kalau RSB sudah ada 13 provinsi seluruh Indonesia dan sudah melayani 320 ribu penerima manfaat. Setelah berdirinya RSB Brebes, Baznas RI menargetkan menjadi 350 ribu penerima manfaat yang terlayani.


RSB, lanjut Reza, tidak hanya menangani persoalan kuratif kesehatan saja. Tetapi juga bisa menjadi pusat konsultasi dan solusi sosial kemasyarakatan yang menimpa mustahik. Sehingga persoalan yang mengemuka bisa diselesaikan oleh Baznas seperti pemberian beasiswa dan modal pengembangan ekonomi kreatif. 


”Kalau uluran tangan Baznas diterima para mustahik maka diharapkan para penerima manfaat, suatu saat akan berubah nasibnya menjadi Munfiq maupun Muzakki,” harap Reza.


Selain Bupati Brebes, peletakan batu pembangunan RSB Brebes dilakukan Ketua DPRD Brebes Muhammad Taufik SSn, Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT, Kepala Divisi Kesehatan Baznas RI dr Reza Ramdhani, Wakil Ketua 4 Baznas Provinsi Jawa tengah KH Ahmad Hadlor Ihsan, Ketua Baznas Brebes H Abdul Haris SAg, Forkopimda, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Penulis: Yaser Arafat

Editor: Wasdiun



Kemiskinan ekstrem yang melanda Kabupaten Brebes diantaranya akibat tingkat pengangguran yang tinggi. Untuk itu, mereka perlu dibekali ketrampilan yang berbasis kompetensi sehingga mampu bersaing didunia kerja. Pasalnya, tidak semua penduduk usia kerja di Kabupaten Brebes memiliki bekal ketrampilan yang dibutuhkan perusahaan.

Demikian disampaikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH saat membuka Pelatihan berbasis kompetensi bagi pencari kerja di Kabupaten Brebes, di gedung Islamic Center Jalan Yos Sudarso Brebes, Selasa (29/3).


“Pelatihan keterampilan ini, menjadi solusi untuk mengurangi angka pengangguran, khususnya di lokasi penanggulangan kemiskinan ekstrem,” ungkap Idza. 


Idza mengatakan saat ini masih banyak penduduk usia kerja di Kabupaten Brebes tidak semuanya memperoleh keterampilan dan keahlian tertentu. Dikarenakan faktor ekonomi masyarakat yang tidak mampu memberikan pendidikan ketrampilan kepada anak-anaknya. Akibatnya saat anak usia kerja yang hanya mengenyam pendidikan formal, tidak memiliki keterampilan atau keahlian khusus dan susah untuk mencari kerja. Sehingga berdampak pada peningkatan pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Brebes.


Selain itu, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka angka pencari kerja di Kabupaten Brebes terus meningkat. Persaingan antara pencari kerja sangat ketat. Perusahaan, dalam merekrut tenaga kerja tidak hanya melihat ijazah pendidikan formal saja sebagai syarat dalam bekerja. Tetapi juga keterampilan yang merupakan persyaratan lain yang dibutuhkan oleh perusahaan sesuai dengan bidang kerja yang tersedia.


“Saya berharap setelah mengikuti pelatihan ini, peserta bisa disandingkan dengan perusahaan yang ada di Kabupaten Brebes sesuai kompetensinya,” tandas Idza.


Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Brebes Eko Warsito Putra, SSos MSi mengatakan, sesuai data Badan Pusat Statistik Kabupaten Brebes, angka kemiskinan Kabupaten Brebes mengalami kenaikan selama pandemi covid-19 sebanyak 0,81 persen. Tahun 2019 angka kemiskinan di Kabupaten Brebes mencapai 16,22 persen atau setara 293,180 jiwa. Di tahun 2020 naik menjadi 17,03 persen atau setara 308.780 jiwa. 


Hal tersebut terjadi karena meningkatnya faktor kemiskinan dan kerentanan, sehingga Kabupaten Brebes saat ini masuk kategori daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem dari lima kabupaten di Jawa Tengah. 

Dinperinaker, kata Eko, membantu masyarakat agar terentas dari kemiskinan dengan transformasi penanggulangan kemiskinan berupa pelatihan keterampilan bagi pencari kerja. Wujud dari itu, sebanyak 120 peserta dibekali ketrampilan selama 5 hari berupa menjahit untuk garmen dan sepatu. 


Dinperinaker berinovasi dengan tema "yuh ngasab lur" dalam upaya mengajak bekerja untuk sedulur. Didalamnya, banyak program-program terkait dengan ketenagakerjaan diantaranya home industri, komunitas Industri Kecil Menengah (IKM) Milenial dan komunitas IKM senior. 


“Nanti dua komunitas ini akan berkolaborasi untuk membranding IKM, bahwa mereka punya produksi khas Brebes. Pemasarannya melalui teknologi informasi media social,” pungkas Eko.

Tampak hadir Kepala Baperlitbangda Kabupaten Brebes Apriyanto Sudarmoko dan Ketua Lembaga Pelatihan Kerja Langgen Mulyo Eri Iwang Wahyudi.

Penulis: Agus Awaludin

Editor: Wasdiun



Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1443 Hijriyah, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama dan Keluarga besar Masjid Jami Walisanga Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes menggelar pengajian umum. Daiyah kondang dari Cilacap Ustadzah Mumpuni Handayayekti, memberi tausiyah dengan penampilan yang humoris, Ahad (27/3).


Ribuan jamaah dari Desa Tanjung maupun sekitarnya, nampak begitu antusias mendengarkan siraman rohani ustadzah kondang asal Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang enak didengar. Apalagi dengan logat Ngapak-nya yang kocak yang digandrungi para jamaah.


Dalam ceramahnya, Ustadzah Mumpuni menceritakan kisah hidupnya. Di mana, sejak usia  5 tahun ia sudah menggembala kambing dan berjualan es lilin di kampungnya.


Ustadzah Mumpuni yang pernah tampil di kontes Aksi Asia 2017 ini, ternyata sudah berceramah sejak kelas 3 SD.


Selain menceritakan kisah hidupnya, Ustadzah Mumpuni, juga memberikan wejangan-wejangan kepada ribuan jamaah yang menghadiri. Di antaranya terkait dengan keutamaan bulan syaban.


Dalam kesempatan itu, Ustadzah Mumpuni, juga mengingatkan kepada para jamaah tentang pentingnya menjaga lisan, dan menjaga sholat. Beberapa lantunan sholawat merdu juga mengiringi ceramah yang diikuti para jamaah yang sangat antusias mendengarkannya.


Ketua Panitia, Agus Supriyanto mengatakan, pengajian umum itu, diawali dengan penampilan tim hadroh "Tanwirul Qulub" Desa Tanjung. Kemudian, pembacaan ayat suci Al-Quran Surat An-Naba yang dibawakan oleh Siswa-siswi SD Takhasus Quran Walisanga.


Dilanjutkan, pembacaan sholawat bersama jamaah yang dipandu oleh tim hadroh " Tanwirul Qulub" dan diakhiri dengan pemberian santunan kepada 20 anak yatim piatu.


Pihaknya mengucapkan banyak terimakasih kepada para panitia bersama Takmir Masjid Walisanga Tanjung dan pihak terkait lainnya yang telah bekerjasama dalam kegiatan pengajian umum ini, sehingga acara dapat berjalan dengan lancar.


"Terimakasih juga kepada para donatur yang telah memberikan santuanan kepada yatim piatu. Termasuk kepada para jamaah yang telah hadir dari mulai anak-anak, remaja, kaum perempuan juga kaum laki, dewasa hingga para sepuh yang begitu antusiasnya mendengarkan ceramah Ustadzah Mumpuni Handayayekti," ucapnya. 

Penulis: Supendi

Editor: Wasdiun



Olahraga masyarakat, menjadi bagian dari kearifan lokal yang mampu meningkatkan geliat pariwisata maupun kuliner. Untuk itu perlu dikembangkan semaksimal mungkin agar olahraga tersebut bisa membawa perubahan terhadap kesehatan, budaya, dan kesehatan masyarakat.


Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH menyampaikan hal tersebut saat melantik Pengurus Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Brebes periode 2021-2025, di Pendopo Bupati Brebes, Selasa (29/3).


Kata Bupati, agar semakin meningkat maka keberadaannya harus bisa bermitra dengan Pemerintah Kabupaten, dunia usaha dan lain-lain stake holder. Tanpa saling bergandengan tangan, sulit untuk mencapai suatu kemajuan.


“Kormi harus bersinergi, bergandeng tangan dengan seluruh pihak,” kata Bupati.


Bupati juga berharap, KORMI bisa ikut mengenalkan Kabupaten Brebes melalui berbagai olahraga yang dinaunginya. Sehingga seluruh potensi yang dimiliki Brebes, baik itu wisata maupun kuliner dan kearifan lokalnya semakin dikenal masyarakat luas. 


Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH melantik Pengurus KORMI Kabupaten Brebes periode 2021-2025 yang ditandai dengan pengucapan janji dan sumpah pengurus serta penyerahan Bendera Pataka KORMI. Adapun pengurus yang dilantik, antara lain Ketua Fajar Adi Widiyarso, Sekretaris Ade Asegaf dan Bendahara Deni Setiawan. 


Sekretaris Umum KORMI Provinsi Jawa Tengah Edi Purwanto, berharap kepengurusan KORMI Brebes segera mengakomodir seluruh komunitas dan cabang olahraga rekreasi masyarakat yang ada di Kabupaten Brebes. Sehingga bisa berkiprah dalam setiap event yang digelar di tingkat provinsi maupun nasional.

 “Selamat untuk KORMI Brebes, Alhamdulillah sudah dilantik semoga menjadi titik awal untuk kepengurusan KORMI Brebes. Segeralah berkoordinasi membentuk induk-induk cabang olahraga rekreasi masyarakat yang ada,” ajak Edi Purwanto.


Edi Purwanto menjelaskan, KORMI dan KONI adalah saudara yang sama sama mengurusi olahraga. Namun ada perbedaan sedikit, yakni kalau KONI berfokus kepada prestasi di bidang event, sedangkan KORMI berfokus pada bagaimana menggerakkan masyarakat untuk berolahraga yang nantinya akan memunculkan SDM yang sehat serta unggul serta bisa berprestasi di bidang olahraga.


Jenis olahraganya antara lain permainan tradisional seperti gobag sodor, glatik, trabas, sepeda ontel dan lain-lain kegemaran masyarakat yang menyehatkan dan menyenangkan. Bukan olah raga prestasi.

Ketua KORMI Kabupaten Brebes Fajar Adi Widiarso menyampaikan terima kasih Kepada Bupati Brebes beserta seluruh pihak terkait yang telah mendukung pelantikan Pengurus KORMI Kabupaten Brebes.


Adi berjanji akan membawa KORMI Brebes menjadi olahraga yang semakin digemari. Dia akan fokus pada promosi sektor industri kreatif. Diyakininya, olahraga tradisional sarat filosofi leluhur pada setiap permainanya.


Turut hadir Dewan Penashat KORMI Kabupaten Brebes AKBP Dr Drs Warsidin SH MH, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Brebes Rofiq Qoidul Adzam, Ketua KONI Brebes Ahmad Zaeni, dan perwakilan Kepala OPD terkait serta undangan lainnya.

Penulis: Yaser Arafat

Editor: Wasdiun




Penyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited Tahun Anggaran 2021 Kabupaten Brebes oleh Bupati Hj Idza Priyanti SE MH, yang diterima Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah Ayub Amali, di aula Kantor BPK RI Perwakilan Semarang, Jumat (25/3).


Dalam penyerahan tersebut Bupati didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Brebes Djoko Gunawan, Inspektur Kabupaten Brebes Nur Ary Haris Yuswanto, Kepala Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Brebes Edy Kusmartono.


Penyerahan LKPD dilakukan sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, khususnya pada Pasal 56 ayat (3).


Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH mengatakan, penyerahan LKPD tersebut merupakan bagian dari pertanggungjawaban terhadap pengelolaan keuangan Pemerintah Kabupaten pada tahun 2021.


Sesuai regulasi, LKPD disampaikan kepada BPK paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir alias hingga akhir bulan Maret.


“Alhamdulillah, sebelum batas akhir tersebut, kami pemerintah daerah Kabupaten Brebes telah menyerahkan LKPD tahun 2021 kepada BPK,” jelasnya.


Jika mendapat rekomendasi demi peningkatan tata kelola keuangan daerah yang berujung pada peningkatan kualitas dari BPK segera ditindaklanjuti.


Laporan keuangan yang telah diserahkan ini sesuai dengan jumlah aspek, seperti kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan, kepatuhan terhadap peraturan perundangan, dan efektivitas sistem pengendalian internal.


Setelah LKPD Unaudited diserahkan, pemeriksaan terinci atas LKPD Kabupaten/Kota akan segera dilaksanakan. Kepala BPK Jateng Ayub Amali berharap agar komunikasi tim pemeriksa dan pemerintah daerah berjalan dengan baik, sehingga proses pemeriksaan berjalan lancar. Bupati Brebes Hj Idza Priyanti pun menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung kelancaraan proses pemeriksaan.


Idza berharap, agar nantinya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang sudah diraih Kabupaten Brebes bisa dipertahankan lagi tahun ini. 

“Tentunya saya berharap, capaian opini WTP yang sudah diraih tahun sebelumnya bisa kita pertahankan, dan kita optimis bisa raih lagi di tahun ini,” ungkapnya. 

Penulis: Suprapto

Editor: Wasdiun




Kelembutan hati dan tangan anggota Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menjadi salah satu faktor yang mampu mempercepat kesembuhan pasien. Untuk itu perawat agar lebih responsif dalam menampung berbagai keluhan serta terus berupaya memberikan pelayanan yang tulus ikhlas guna menjaga citra sosial kemanusiaan yang dimiliki. 


Hal tersebut disampaikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH melalui Asisten Sekda bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Brebes Drs Khaerul Abidin saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-10 PPNI Kabupaten Brebes tahun 2022 di Grand Dian Hotel Brebes, Sabtu (26/3).


Bupati percaya, perawat era sekarang sudah menerapkan prinsip prinsip humanisme yang tinggi meski kadang datang keluhan dari pasien. Dengan kematangan dan pengalaman yang telah dimiliki perawat dalam mengemban tugas maupun dalam berorganisasi telah menunjukan kinerja yang semakin bagus. Lewat PPNI, Bupati optimis para perawat mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dalam menjabarkan visi dan misi organisasi. 


Kata Idza, keberadaan PPNI yang beranggotakan seluruh perawat di Kabupaten Brebes telah dirasakan besar peran dan manfaatnya. Terutama kaitannya dalam membantu Pemerintah Kabupaten Brebes dalam melayani masyarakat umum demi mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik.


Idza menyampaikan rasa salut dan penghargaan yang tinggi, kepada para perawat maupun tenaga kesehatan yang lain di masa pandemi covid-19.  Karena kinerja perawat sangat dibutuhkan dalam perawatan maupun penyembuhan masyarakat yang terpapar covid-19. 


Melalui pelaksanaan Musda, Idza berharap, para aktivis PPNI di Kabupaten Brebes semakin meningkatkan inovasi, kinerja, pelayanan dan koordinasi dengan seluruh stake holder dalam upaya mewujudkan keluarga sehat.


Ketua DPD PPNI Kabupaten Brebes Prawoto SKep MKes dalam laporannya mengatakan, Musda X dihadiri utusan dan peninjau dari seluruh struktur DPD. Sebagai pengurus, Prawoto mengucapkan terima kasih kepada anggota PPNI yang banyak berkiprah di kegiatan vaksinasi, dan berharap per 1 April 2022 capaiannya 70 persen.

Dalam Musda tersebut, terpilih sebagai Ketua DPD PPNI Kabupaten Brebes periode 2022-2027 adalah H Edi Purwanto Skep Ns setelah meraup 21 suara. Sedangkan rivalnya Johan Asanni meraih 16 suara dari 37 suara yang diperebutkan.


Ketua terpilih langsung dilantik oleh Ketua DPW PPNI Provinsi Jawa Tengah Ibu Ners Kumia Yuliastuti MKep. Sebelumnya, dilakukan prosesi penyerahan tongkat kepemimpinan dari Ketua lama Prawoto SKM Skep Ns M Kes (Epid) kepada Ketua Terpilih.


Edi Purwanto, dalam programnya akan melakukan digitalisasi bagi para tenaga perawat, terutama dalam pelayanan kepada masyarakat.


Tampak hadir Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Ineke Tri Sulistyowati M Kes, Kabag Organisasi Setda Brebes Dra Julining Pirula Dewi, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PPNI Ners Kurnia Yuliastuti MKep, Forkopimda dan undangan lainnya.

Penulis: Agus Awaludin

Editor: Wasdiun

PROGRAM ACARA UNGGULAN : 05-06 NGAJI PAGI * 06-07 INFO PAGI*07-09 INDONESIA DANGDUT*09-11 LAGU JAWA* 11-13 KENANGAN*13-15 DANGDUT NGETOP*15-17 TREN MUSIK INDO* 19-21 MUSIK TO ORANG MUDA*21-00 TOPREQUEST

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online | WA : 0856 0203 7951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj |085326111234
Email: topfm951@yahoo.co.id