Live Radio Streaming
Kabupaten Brebes kembali meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA)
2021, dan tetap mempertahankan peringkat penghargaan yakni meraih
Predikat Nindya. Penghargaan tersebut disampaikan oleh Kementerian
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) melalui zoom
meeting.
Jajaran Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak,
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) Brebes turut
mengikuti Zoom Meeting di Aula setempat, Kamis (29/7) Siang.
Berdasarkan
urutan penghargaan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak (KPPPA) yang tiap tahun diberikan pada event KLA, yakni dari rendah
ke tinggi, dimulai dari Pratama, Madya, Nindya, Utama dan KLA.
Menteri
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia
(RI) I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyampaikan apresiasi dan terima
kasih kepada Kepala Daerah yang telah melindungi anak Indonesia. Ucapan
selamat dan apresiasi untuk para pejabat pemerintah daerah atas
sumbangsih dan kerja kerasnya atas anak, di daerahnya masing-masing.
“Perlindungan anak menjadi urusan wajib dan dilindungi Undang-undang nomor 23 tahun 2014,” tandas menteri.
Adapun
pelopor kabupaten layak anak yaitu Provinsi Layak Anak (Provila) yang
meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, kepulauan Riau, DKI Jakarta,
dan Yogyakarta.
Direncanakan, anugerah penghargaan akan diberikan kepada daerah penerima KLA pada minggu kedua bulan September 2021.
Bupati
Brebes Hj Idza Priyanti SE MH mengaku bangga dengan penghargaan yang
telah diberikan oleh Kementerian PPPA. Karena perlindungan dan perhatian
kepada anak di Kabupaten Brebes telah mendapat pengakuan dari
Kementerian.
“Ini penghargaan buat anak-anak Kabupaten Brebes dan
masyarakat Kabupaten Brebes yang telah melindungi dan memperhatian
anak-anak Indonesia,” pungkasnya.
Penulis : Ahla
Editor : Wasdiun
Meski berasal dari Desa Kaligadung, Penggarutan, Kecamatan Bumiayu, Brebes Azzah Dwisantya bisa bersaing dalam blantika musik Indonesia. Terbukti, gadis gunung ini lolos di Panggung Pilih-pilih Bintang Pantura 5 Indosiar 2018 dan Juara 2 New Kilau DMD MNC TV 2018 saat dirinya masih berusia 17 tahun.
Berparas yang menawan hati dengan berhiaskan suara merdu, menjadi bekal Azzah dalam dunia tarik suara. Bahkan sekarang lebih sering nginep di Jakarta untuk melakukan perekaman berbagai lagu-lagu dangdut untuk mengisi konten aplikasi.
Anak pasangan dari Bapak Zaenal Arifin dan Ibu Tamara Linda bakal mencatatkan diri sebagai biduan profesional pendatang baru, yang bakal menghentak di tengah kerapuhan industri musik tanah air sejak sepuluh tahun belakangan.
“Aku mulai nyanyi dari panggung ke panggung sejak kelas 2 SMA,” ungkap Azzah yang alumni 2018, SMA 1 Bumiayu.
Secara materi Azza Dwisantya memiliki bekal cukup untuk bernyanyi dengan baik. Maka tak menyia-nyiakan kesempatan diri untuk masuk dapur rekaman.
“Menjadi penyanyi profesional recording, impian ku sejak duduk di bangku sekolah, sejak dulu sudah belajar tampil dari panggung ke panggung. Mengawali manggung tanpa honor, kemudian mendapat honor Rp 150-200 ribu, sampai kini jadi penyanyi Live Performance Artist dengan hornor yang tinggi,” ungkap dara kelahiran Brebes 25 Agustus 2000 kepada Humas TV.
Azzah mengaku tidak mulus dalam meniti kariernya, aral melintang selalu menghadang dihadapan. Sebagai seorang yang pemberani, tekadnya kuat dengan bolak balik Brebes-Jakarta tanpa seorang temanpun. Termasuk saat mengikuti audisi, tak didampingi hanya berteman dengan panas teriknya Jakarta.
“Aku udah biasa bolak-balik Bumiayu-Jakarta sendirian, jadi enjoy aja naik bis umum,” tuturnya dengan senyum merekah.
Dia percaya, kalau berjalan diatas kebaikan Gusti Allah akan melindungi hamba-Nya. Azzah mengaku masih terus belajar dalam tarik suara dan mulai belajar acting juga. Berbagai audisi dia ikuti dan ketemu artis-artis terkenal dan dari situ dia menimba ilmu secara autodidak.
“Aku sadar, belum bisa menggapai sukses maka belajar dan terus belajar tiada henti. Aku ingin membahagiakan keluarga dan daerah kelahiranku dengan berkarir sebagai penyanyi,” ungkapnya.
Ditengah Pandemi yang belum usai hingga kini, dia eksis mengadu nasib sebagai pendatang baru di Blantika Musik Tanah Air. Azzah yang memiliki nana asli Azzah Fakriyah Arifin ini pandai memanfaatkan berbagai platform digital sebagai marketplacenya. Azzah konsentrasi mengisi konten menyayi di aplikasi live streaming dengan penghasilan hingga puluhan juta rupiah. Karena panggung hiburan tidak diperbolehkan maka dirinya sejak November 2020 memanfaatkan media sosial untuk mendapatkan penghasilan.
“Alhamdulillah, meski pandemi, aku masih punya penghasilan dari nyanyi live streaming sekitar Rp 10 juta perbulannya,” ujar Azzah.
Selain menyanyi, Azzah Dwisantya juga disibukan dengan shooting film serial bergenre misteri-thriller pabrikan OTT terkenal. Dalam film tersebut, Azzah akan berperan sebagai sosok gadis tuna rungu yang mengalami serangan kejahatan dan teror dari sekelompok orang tak di kenal di tempat tinggalnya.
Di tanya sampai kapan akan lajang, Azzah hanya tersenyum. Menurutnya, karena masih kecil dan jalan masih panjang untuk membahagiakan keluarga dan mengharumkan nama Brebes.
“Aku belum berpikir untuk nikah dulu, karena jalan masih panjang untuk menggapai cita-cita sebagai artis penyanyi profesional,” pungkasnya. (Wasdiun/topfm)
Penyerahan dilakukan lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang dilakukan setelah Sholat Ied.
Bupati menyampaikan, penyerahan hewan kurban ini merupakan wujud kepedulian dan perhatian Pemkab Brebes kepada masyarakat di masa Pandemi.
"Alhamdulillah, tahun ini ada penambahan hewan qurban yang diserahkan dari tahun kemarin, " ucap Idza.
Idza berpesan agar penyembelihan hewan qurban dilaksanakan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) saja. Karena lebih aman, efisien dan tidak menimbulkan kerumunan. Disamping itu, daging qurban bisa segera dibagikan ke masyarakat.
Idza mengingat panitia, agar memperhatikan distribusi daging qurban supaya langsung mendatangi rumah warga.
“Jangan ada kerumunan, mari pembagian daging qurban dengan mendatangi langsung ke rumah-rumah warga. Nanti panitia yang keliling, tidak ada pembagian di masjid atau mushola," tandas Idza.
Plt Kabag Kesra Drs Ahmad Mamun MSi melaporkan, sebanyak 10 ekor hewan qurban dari Pemkab Brebes. Yakni 5 ekor Sapi, 1 ekor Kerbau, dan 4 ekor Kambing.
Pembagiannya, yakni 5 ekor Sapi diserahkan kepada Masjid Agung Baiturrahim Bumiayu, Masjid Nurul Hamid Pesantunan Wanasari, Masjid Besar Nurul Hidayah Bantarkawung, Mushola Baitul Mukminin Desa Sutamaja Kersana.
Sedangkan Seekor Kerbau untuk Masjid Arrobi'ah Grinting Bulakamba, dan empat ekor kambing untuk Masjid Al Istiqomah Pasarbatang Brebes, Mushola Al Mu'niah, Prapag Kidul Losari, Mushola Al Ittihad Saditan Brebes, dan yang terakhir Rumah Tahfidz Zawiyah Qur'aniyah Brebes.
Turut hadir dalam penyerahan hewan qurban, Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, para Asisten Sekda, Kepala Dinas Peternakan dan kesehatan Hewan drh Ismu Subroto, Plt Kabag Kesra Drs Ma'mun MSi, serta para pengurus Masjid dan Musholla penerima bantuan hewan qurban.
Penulis : Suprapto
Editor : Wasdiun






