RADIO SINGOSARI TOPFM || 95.1 MHz ||MORE THAN JUST RADIO ||INSPIRING RADIO ||

Live Radio Streaming


KLIN MORE PLAYER





Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Deswitasari, dan  Pemerintah Desa  Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Platform Indonesiana menggelar Festival Remojong Budaya yang dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 15 – 17 Oktober 2021.


Kepala Desa Pandansari Irwan Susanto, ST menyampaikan, dengan adanya event platform Indonesiana menjadi cikal bakal kebangkitan kebudayaan dan nguri-uri kebudayaan yang ada di Kabupaten Brebes secara umum dan khususnya di Desa Pandansari

Remojong budaya yang akan dilaksanakan selama tiga hari ini dengan kegiatan berupa Workshop Etnik Musikalitas, Workshop Tata Kelola Pagelaran Seni, Musik Etnik Kolaborasi, Karawitan Cilik dan Pagelaran Wayang Kulit. Semoga  pandemi ini cepat berlalu, sehigga event kebudayaan yang biasa diselenggarakan bisa dilaksanakan kembali dan dengan adanya event platform Indonesiana ini akan meningkatkan kapasitas pegiat-pegiat kesenian sehingga event kebudayaan kedepan lebih meningkat lagi, “harapnya.

Kabid Kebudayaan Kabupaten Brebes
Wijanarto, S.Pd,. M.Hum mengatakan, kegiatan ini merupakan suatu sensasi Budaya Kabupaten Brebes yang kebetulan bertempat di Desa Pandansari, yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes.

Kami sampaikan terima kasih kepada semua peserta yang telah mendukung dan menjunjung tinggi kebudayan di Kabupaten Brebes, semoga kedepan kita tetap melaksanakan kebudayaan kita terutama di desa desa, karena kebudayaan merupakan titipan dari leluhur kita, dan  kebudayaan yang sudah ada jangan sampai punah.

Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti SE MH melalui Plt Dinas Perhubungan Kabupaten Brebes Laode Pindar Aris Nugroho dalam sambutannya menyampaikan terima kasih apresiasi yang setinggi-tingginya, dalam kegiatan event platform Indonesiana Remojong Budaya yang dilaksanakan dengan penuh cinta dan kasih sayang dalam rangka mewujudkan pelestarian dari budaya dan kesenian lokal.

Kabupaten Brebes merupakan bagian yang begitu kaya bukan hanya sumber alam tapi dengan keragaman budaya , sehingga potensi besar dan peluang ini akan menggelorakan kita senantiasa menjaga budaya lokal agar tetep terjaga yang menjadikan Negara Indonesia menjadi negara adidaya budaya dalam bidang kebudayaan.

Atas nama Ibu Bupati mari bersama-sama
dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim acara Indonesiana Platform Kebudayaan di Telaga Ranjeng Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes Resmi dibuka. Jum’at, 15/10/2021.

Usai pembukaan yang ditandai dengan pemukulan gong, Laode Pindar Aris Nugroho menambahkan Desa Pandansari peraih juara pertama desa wisata tingkat Kabupaten Brebes untuk diikutkan lomba desa wisata ditingkat provinsi. Laode berharap sinergitas seluruh komponen yang ada baik OPD dilingkungan pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha dan masyarakat untuk mengangkat nama desa wisata Pandansari untuk sampai ke tingkat nasional dan juga kalangan mancanegara.

Lanjut Laode Pindar Aris Nugroho untuk kemajuan pariwisata kita akan bantu dengan sepenuh hati, kita akan buka akses pariwisata mulai dari desa Pandansari dan desa Igir klanceng kecamatan Sirampog yang akan tembus sampai ke Guci, mudah-mudahan dengan sinergitas dan  kerjasama ini akan membawa kemajuan Kabupaten Brebes,

Acara dilaksanakan dengan protokol kesehatan, dan tampak hadir Forkompinda Kabupaten Brebes, Camat Paguyangan, Danramil 11 Paguyangan, Kapolsek Paguyangan

 


 

Berpijak dari nilai tradisi dan kekuatan ethinicity territory, musik etnik lahir dari kesadaran itu khususnya wilayah Pandansari Paguyangan yang berpadu dengan kekuatan alam dan genealogi historis. 

Morfologi wilayah, ekologi adat dan tradisi memberikan inspirasi dan mengeksplorasi melalui keunikan irama musik. 

Untuk itulah bekerja sama dengan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes bersama komunitas seni menghadirkan Platform Indonesiana Remojong Budaya berupa Lokakarya Etnik Musikalitas dan Performance Musik Etnis bersama Gendra Wisnu Buana dari Komunitas Jong Gamelan dan Abink Kabir Birowo.

 



Greysia Polii mengalami masalah di bahunya, yang membuat kemarin saat Indonesia melawan Perancis namanya tidak ada di Line Up dan membuat Apriyani harus berduet dengan Putri Syaikah. 

Kemungkinan untuk nanti malam Indonesia melawan Japan, Greysia Polii masih akan diistirahatkan untuk menghindari cedera berlanjut. 

Sumber : Djarumbadminton[A6]




Kementerian Agama akan menggelar Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) tahun 2021. STQH XXVI tingkat Nasional akan berlangsung di Maluku Utara, 14 – 23 Oktober 2021.

Ajang dua tahunan ini akan diikuti 589 peserta dari 34 provinsi. Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan bahwa STQH akan berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

“Kami telah menyusun SOP Protokol Kesehatan STQH 2021. Juga telah dibuat panduan pelayanan kesehatan. Ajang ini juga akan mengoptimalkan barcode QR PeduliLindungi untuk dapat mengantisipasi potensi terjadinya penularan pada seluruh peserta dan kafilah selama even ini berlangsung,” tegas Kamaruddin di Jakarta, Senin (11/10/2021).

“Kami berharap semua  kafilah, peserta, panitia, panitera disiplin prokes sejak keberangkatan dari daerahnya masing-masing. Sehingga, penyelenggaraan STQH Nasional XXVI ahun 2021 dapat berjalan lancar, tertib, dan sukses,” sambungnya.

STQH tingkat Nasional tahun 2021 mengusung tema “Melalui STQH Nasional, Kita Tingkatkan Pemahaman dan Pengamalan Nilai – Nilai Al-Qur’an untuk Mewujudkan Generasi Milenial Qur’ani yang Unggul, menuju Indonesia Hebat dan Maju”. Tema ini, kata Kamaruddin, memiliki makna bahwa tujuan penyelenggaraan STQH tidak hanya untuk mencetak juara pada setiap cabang dan golongan lomba, tapi juga mampu membentuk yang berwawasan iqra’. Yaitu, manusia yang secara terus-menerus mampu mengembangkan pemikiran dan wawasan untuk tujuan memahami rahasia ciptaan Allah, dan memiliki wawasan global.

STQH 2021 mempertandingkan empat cabang dan sepuluh golongan sebagai berikut:

1. Cabang Tilawah Al-Qur’an
a. Golongan Dewasa (Putera dan Puteri)
b. Golongan Anak Anak (Putera dan Puteri)

2. Cabang Tahfidz Alquran
a. Golongan 1 Juz dan Tilawah (Putera dan Puteri)
b. Golongan 5 Juz dan Tilawah (Putera dan Puteri)
c. Golongan 10 Juz (Putera dan Puteri)
d. Golongan 20 Juz (Putera dan Puteri)
e. Golongan 30 Juz (Putera dan Puteri)

3. Cabang Tafsir (Golongan Bahasa Arab, Putera dan Puteri)
4. Cabang Hadits
a. Golongan Hafalan 100 hadits dengan sanad (Putera dan Puteri)
b. Golongan Hafalan 500 Hadits tanpa sanad (Puteri dan Puteri)

(Humas) by@topfm2021





Guna meningkatkan kompetensi penyiar agama islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI menyelenggarakan Pembinaan Kompetensi Penyiaran Agama Islam, di Hotel Aston Inn Semarang, 6 – 8 Oktober 2021 di ikuti 76 penyiardari 35 kabupaten/kota sejawa tengah.

Ketua Panitia Penyelenggara Dr. Nur Kumala Dewi S.Kom M.Pd dalam laporannya mengatakan, kegiatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi penyiar agama Islam dalam hal public speaking dan penyampaian pesan khususnya moderasi beragama.

“Berkaca dari hal itu, Direktur Penerangan Agama Islam, Ditjen Bimas Masyarakat, Ditjen Biman (Bimbingan Masyarakat Islam) Kementerian Agama memandang perlu melaksanakan kegiatan pembinaan ini,” tuturnya.

Nur Kumala Dewi yang juga Kasi Siaran Keagamaan Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag RI berharap setelah kegiatan itu, para penyiar dapat menindak-lanjuti untuk mensyiarkan agama Islam melalui penyiaran agama Islam khususnya radio dan televisi lokal masing-masing.

Sementara itu  Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Jawa Tengah  H.Musta’in Ahmad  SH MH, mengatakan  berharap, penyiar islam yang menjadi ujung tombak penyiaran Agama Islam harus memiliki kompetensi penyiaran yang baik, sehingga bisa memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara.

Senada dengan  Musta’in Ahmad , menurut  Dr. Syamsul Bahri MPd  Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Kementerian Agama RI,  penyiar harus mampu memberikan informasi yang benar dan tidak terjebak pada informasi HOAKS,isu sara dan memicu konflik.serta mengemas materi dan konten dengan sebaik mungkin sehingga masyarakat tertarik dan menerima.

Dalam acara tersebut para insan media se Jawa Tengah  diberikan pembekalan oleh para pemateri diantaranya Faizzawahir  Munataha, M.SI Wasekjen PP Majelis Dzikir Hubbul Wathan tentang moderasi beragama, fauzi  ishak owner dan founder  startup  e-Guards Indonesia tentang pengenalan aplikasi E-Guards, dan Communi Action tentang public speaking serta  pembuatan konten di media sosial.
Tidak hanya itu Panitia juga telah mengumumkan 2 orang perwakilan peserta yakni Sekar dan Azis  yang akan mewakili Provinsi Jawa Tengah sebagai duta Millenial Moderasi Agen (MMA).

Kegiatan pembinaan  ditutup oleh  Sayid Alwi Fahmi Kasubdit Seni Budaya dan Siaran Keagamaan Kementerian Agama RI yang  berharap  usulan  untuk penyampaian modul atau topik bahasan yang perlu disampaikan kepada khalayak tentang moderasi beragama ini, akan segera disusun dan di sampaikan kepada para penyiar  kedepan  tetap menjalin komunikasi yang berkelanjutan. (Rep.Yunie  zahrana)





Untuk menghindarkan diri dari sifat sombong, iri dan dengki, sebagai manusia harus selalu tahu diri. Karena tidak ada orang yang sempurna, apalagi sebagai mahluk sosial yang harus berinteraksi antara yang satu dengan yang lain.

Demikian disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah 1 Benda Sirampog, Brebes, KH Labib Sodiq Suhaemi saat mengisi Bimbingan Mental bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Brebes, di Pendopo Bupati Brebes, Jumat (8/10).

KH Labib Sodiq mengatakan, Allah menciptakan mahluk-Nya saling berhubungan dan saling membutuhkan. Maka sifat sombong, iri dan dengki jangan sampai bercokol di dalam hati.  Manusia di dalam menjalankan kehidupannya tidak bisa seorang diri tapi pasti butuh bantuan orang lain.

“Bupati butuh rakyat, rakyat butuh bupati, kiai butuh santri dan santri pun butuh kiai, semuanya saling membutuhkan. Sepintar apapun, sekaya apapun, setinggi apapun jabatanya jangan sampai kementhus atau sombong karena masih butuh bantuan orang lain,” ujar Kiai Labib.

Kiai Labib menandaskan, manusia harus tahu diri untuk menghindari sifat-sifat tercela tersebut. , Dan selalu berupaya memperbaiki diri dengan perbanyak Ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kiai Labib juga mengingatkan, jangan rajin ibadah, rajin shalat, rajin puasa hanya pada saat ditimpa masalah maupun sedang berharap sesuatu saja.

“Pengen jadi pejabat, lalu shalatnya rajin, deket dengan ulama. Tapi setelah kesampaian lupa segalanya. Jangankan sama kiai, ibadah Kepada Allah SWT saja dilupakan. Itu namanya lupa diri,” tutur kiai disambut tertawa hadirin.

Dihadapan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes KH Labib Sodiq Suhaimi mengatakan, ibadah kepada Allah SWT jangan sampai dilupakan. Jangan sampai kalah dengan handphone (HP) yang selalu dibawa ke sana ke mari, dimanapun  dan kapan saja.

Bangun tidur pegang HP, kerja pegang HP, sebelum tidur egang HP, makan pegang HP, bahkan buang air besar aja HP dibawa. Kiai mengatakan, HP memang penting dan dapat membantu tapi ya jangan sampai mengganggu aktifitas lainnya, terlebih mengganggu waktu ibadah kita kepada Allah SWT.

Kyai juga mengingatkan, sebagai manusia harus memiliki suatu kebanggaan yang dimiliki malaikat. Yakni dapat beribadah dengan baik, bangga egonya hilang, bangga tidak sombong.

Jangan memiliki kebanggan hewan, seperti bangga yang penting kenyang makan, minum, tidur dan wanita. Apalagi memiliki kebanggan milik setan yakni selalu bangga bisa bikin hoax, bangga melihat perbuatan maksiat, keji dan bangga kepada perbuatan perbuatan yang jelek.

Hadir mengikuti bintal tersebut antara lain Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah 1 Benda Sirampog KH Labib Sodiq Sukhaemi, Staf Ahli Bupati Bidang Kesra Ahmad Makmun, Kabag Kesra Ahmad Sekhu dan seluruh jajaran pejabat dan staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes.

Penulis, foto : Yaser Arafat, Bambang Sugiarto

Editor : Wasdiun

 



Pembina Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI)  Kecamatan Brebes Asip Fauzan menandaskan, masa pensiun bukanlah akhir sebuah pengabdian kepada bangsa dan negara. Justru dengan pensiun, pengabdiannya makin luas dan tak terbatas, karena terdorong oleh keinginan yang tulus, hanya mengharap keridloan-Nya.

Hal tersebut disampaikan pembina PWRI Kecamatan Brebes Asip Fauzan usai melantik pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) dan Kerukunan Wanita (Kerta) Wredatama Kecamatan Brebes masa bakti 2021-2026 di Gedung Korpri Jalan MT Haryono Brebes, Sabtu (9/10).

Pengurus tersebut disahkan dengan Surat Keputusan Pengurus PWRI Kecamatan Brebes Nomor : 09/XI-Bb/01/IX/2021 Tanggal 4 September 2021. Adapun yang dilantik yakni pengurus Kecamatan Brebes dan Kerta Wredatama Brebes. Untuk Pengurus Kecamatan Brebes, terpilih sebagai Ketua Poerwinto Soeboro, Wakil Ketua Hj Matoyah Ramdhon, Sekretaris Drs H Mardiyanto, Wakil Sekretaris Suwitno SE, Bendahara Hj Amik Sukarmi SPd, Wakil Bendahara Hj Uripah.

Asip mengatakan, sangat tepat bila para pensiun bergabung di organisasi PWRI untuk menentukan arah dan tujuan pengabdian yang tulus dan ikhlas. Dalam wadah PWRI bisa dijadikan ajang silaturahmi antar sesama pensiunan ASN dan berbagi pengalaman kepada aparat sipil yang masih aktif.

PWRI memiliki peran besar dalam membangun daerah, karena peran mereka tidak bisa dianggap enteng karena wredatama memiliki pengalaman dan pengetahuan dalam pengelolaan kegiatan pembangunan.

“Pensiun dari sebuah aktivitas kepegawaian, bukan berarti berhentinya sebuah pengabdian untuk bangsa negara dan daerah. Ingatlah, usia boleh terus bertambah, namun semangat harus tetap muda,” ungkapnya.

Selain menjadi ajang silaturahmi dan komunikasi para anggota, dalam programnya agar menyentuh kepentingan sosial kemasyarakatan. Karena keberhasilan pembangunan Brebes menuntut kerja sama dan peran serta dari seluruh komponen, termasuk juga dari PWRI.

Diceritakan Asip, PWRI yang didirikan pada tanggal 24 Juli 1961 di Yogyakarta, adalah organisasi kemasyarakatan pensiunan sipil yang bersifat nasional, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, hak asasi manusia, mandiri, demokratis dan nirlaba bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup anggota Wredatama dan keluarganya.

Asip mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Brebes, terutama bapak, ibu pengurus PWRI Brebes untuk terus mematuhi protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Terlebih, Kabupaten Brebes Masih dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.

“Ayo, kita semua taati protokol kesehatan, mengingat Covid-19 masih ada disekitar kita,” imbauannya.

"Selamat atas dilantiknya pengurus PWRI dan Kerta Wredatama Kecamatan Brebes. Semoga amanah. dan bisa menjalankan tugas dengan baik" pungkasnya.

Ketua PWRI Kabupaten Brebes H Sudigyo SIP mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerjasama serta memfasilitasi kegiatan. Sehingga pelantikan kepengurusan PWRI Kecamatan dan Kerta Wredatama Brebes berjalan lancar tanpa halangan suatu apapun.

“Kami mengharapkan bimbingan Pemkab Brebes dan Pembina PWRI Kecamatan Brebes, agar kegiatan kami dapat berjalan sebagaimana mestinya,” ucap Sudigyo.

Lanjut Sudigyo, dalam kegiatannya, PWRI Kabupaten Brebes juga setiap bulannya mengadakan pertemuan rutin dan Rapat Kerja PWRI yang dilaksanakan setiap bulan di minggu kedua.

“Permasalahan yang dihadapi PWRI ini salah satunya adalah semakin berkurangnya anggota. Dari 202 anggota jumlah anggota PWRI Brebes sekarang tinggal 180 dikarenakan sudah terlebih dahulu mendahului kita, dan ada pula yang keluar sebagai anggota,” kata Sudigyo.

Oleh karena itu, Digyo berharap, para anggota untuk dapat memotivasi para pensiunan yang belum tergabung dalam wadah PWRI ini untuk bergabung untuk mengaktualisasikan potensi, bakat, dan semangat baru setelah menjalani purna tugas sebagai abdi negara.

Ketua PWRI Kecamatan Brebes Poerwinto Soeboro mengucapkan, terima kasih atas nama pengurus PWRI dan Kerta Wredatama Kecamatan Brebes pada Pembina PWRI Kecamatan Brebes dan Ketua PWRI Brebes atas amanah yang telah diberikan. Semoga dengan pelantikan ini, kepengurusannya bisa mengemban tugas dan menjalankan kewajiban untuk lima tahun mendatang.

Turut hadir, dalam acara tersebut Camat Brebes Asip Fauzan SIP selaku Pembina PWRI Kecamatan Brebes, Ketua PWRI Kabupaten Brebes H Sudigyo SIP, jajaran Pengurus PWRI Kabupaten, serta Pengurus PWRI dan Kerta Wredatama Kecamatan Brebes yang baru saja dilantik.

Penulis : Suprapto

Editor : Wasdiun





Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menargetkan, kemiskinan ekstrem di Kabupaten Brebes tuntas di 2024. Target tersebut disampaikan saat rapat kordinasi (Rakor) virtual Penuntasan Penanganan Kemiskinan Ekstrem dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Selasa (5/10). 

Menteri mengatakan, data yang diperoleh Kemendes PDTT masih harus dikonsolidasikan dengan Pemkab Brebes agar diperoleh data yang valid. Namun untuk penentuan program penanganan yang tepat hingga 2024 kemiskinan ekstrem di Kabupaten Brebes tuntas. 

"Saya optimis, kemiskinan ekstrim nol persen hingga tahun 2024 dilevel desa bisa terwujud. Karena desa bisa. Desa itu pasti bisa," kata Doktor Honoris Causa dari UNY ini. 

Menteri Halim mengatakan, warga miskin itu ada dua yakni pertama, warga miskin ekstrem yang memiliki hampir seluruh kompleksitas multidimensi kemiskinan. Kedua, warga miskin ekstrem yang masih dimungkinkan dapat melakukan aktualisasi diri untuk bertahan hidup. 

Menteri Halim Iskandar menjelaskan, tahapan penanganan keluarga miskin ekstrem, yaitu dengan cara penuntasan data SDGs Desa; fokus implementasi kegiatan untuk warga miskin ekstrem; pendampingan mustahil desa; pendampingan penyusunan APBDes; peningkatan kapasitas warga miskin ekstrem; dan penguatan posyandu kesejahteraan. 

"Semua strategi dan tahapan itu dapat didukung dengan dana desa, sebagaimana disampaikan Presiden Jokowi, yakni pemanfaatan dana desa ada dua yaitu untuk pertumbuhan ekonomi dan peningkatan SDM," kata Menteri Halim Iskandar. 

Halim mengatakan, penanganan ini bisa dilakukan dengan konsolidasi antara Pemerintah Daerah hingga Tingkat Kementerian agar terwujud rencana Nol Persen Kemiskinan Ekstrem tahun 2024. 

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH berharap bimbingan dan arahan dari Kemendes maupun dari Kementerian lain agar Brebes bisa lepas dari belenggu kemiskinan. Dalam pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Brebes sampai dengan 2024 target adalah nol persen. 

Didukung dari Dana Desa, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Brebes, Provinsi, dan bantuan dari pusat. “Dengan perencanaan program kegiatan pengentasan kemiskinan, dan anggaran yang sudah disampaikan detailnya, kami optimis di tahun 2024 kemiskinan ekstrem di Kabupaten Brebes bisa nol persen,” pungkas Idza. 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Baperlitbangda) Brebes Drs Edy Kusmartono MSi mengatakan, data penduduk miskin di Kabupaten Brebes ada 300.800 atau 17,03 persen. Namun yang masuk miskin ekstrem hanya 197.520 atau 10,34 persen. Selain Brebes, di Jawa Tengah masuk kategori miskin ekstrem dan menjadi intervensi pemerintah pusat, yakni Pemalang, Banjarnegara, Banyumas, dan Kebumen.

Penulis : Suprapto Editor : Wasdiun by@topfm2021

 



Karya Tunai Desa (PKTD) menjadi salah satu upaya mengentaskan kemiskinan dari Kabupaten Brebes. Apalagi, Kota Bawang ini menjadi salah satu Kabupaten dengan intervensi kemiskinan ekstrim. Untuk itu, pengentasan kemiskinan harus dilakukan sedini mungkin lewat desa karena desa itu sendiri yang mengetahui secara detail, siapa saja yang menderita kemiskinan. 

PKTD, merupakan skala prioritas program Dana Desa yang dimiliki oleh masing-masing desa. Sehingga Kepala Desa bisa mendayagunakan masyarakat desa melalui PKTD dengan pengalokasian DD yang tepat sasaran untuk mengentaskan kemiskinan. 

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH mengatakan hal itu kepada para Kepala Desa Kecamatan Banjarharjo, Kersana dan Ketanggungan saat Sosialisasi Percepatan Penyaluran Dana Desa di Gedung Serba Guna MTs Negeri 1 Brebes, di Ketanggungan, Brebes, Selasa (5/10). Bupati juga menyampaikan arahan agar penyaluran Dana Desa ditahun 2022 mendatang jangan ada keterlambatan SPJ lagi. 

Untuk itu seluruh kepala desa supaya segera menyusun PerDes APBDes maksimal di Bulan Desember 2021 dan di bulan Januari nya sehinga penyaluran sudah dapat dimulai. Idza mengatakan dengan adanyan Percepatan penyaluran Dana Desa maka penyerapan anggaranya bisa lebih Maksimal dan Silva dapat diminimalisir. penerapan anggaran Dana Desa harus bisa maksimal. 

Selain percepatan Penyaluran Dana Desa, Idza juga mengajak seluruh Kades melakukan percepatan Vaksinasi di desanya masing masing. “Nanti, saat penyaluran BLT Dana Desa, Penyerahan Sertipikat Proda dan Prona serta kegiatan lainya, harus dibarengi dengan vaksinasi. Kades berkoodinasilah dengan Dinkes atau Puskesmas untuk menggelar vaksinasi bagi penerima yang belum di vaksin,” ujar Idza 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Baperlitbangda) Kabupaten Brebes Edy Kusmartono membenarkan pentingnya penyelenggaraan Padat Kerya Tunai Desa. 

Sehingga masalah kemiskinan Ekstrem yang sedang ramai diperbincangkan, segera bisa diatasi. Edi menjelaskan, kemiskinan ekstrim terjadi hampir diseluruh desa hal tersebut terlihat dari banyak indikator. Seperti Kepala Keluarga tidak memiliki pekerjaan, masyarakat yang memiliki pendapatan cukup rendah yaitu dibawah garis kemiskinan. 

Untuk itu, lanjut Edy, Baperlitbangda beserta dinas terkait membentuk Tim Pendampingan guna menuntaskan kasus kemiskinan ekstrim. Diharapkan, tahun 2022 kemiskinan ekstrim di Brebes dapat dituntaskan sesuai dengan arahan Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar. 

Penulis : Yaser Arafat Editor : Wasdiun by@topfm2021




Ketua Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU Hj Nur Nadlifah SAg MM membantah kalau masyarakat Brebes masuk dalam 5 kabupaten di Jawa Tengah kategori miskin ekstem dan menjadi intervensi pemerintah pusat. Lima kabupaten tersebut adalah Brebes, Pemalang, Banjarnegara, Banyumas, dan Kebumen.

“Aku rasa salah data, datanya perlu dirapikan lagi. Masyarakat Brebes tidak dalam posisi itu kemiskinannya,” bantah Nur Nadlifah usai memberikan materi Edukasi Keamanan Obat dan Makanan PAC Fatayat NU Jatibarang, di Aula Kecamatan setempat, Sabtu (2/10).

Mba Nad, demikian sapaan akrabnya, menunjukan bukti kalau Brebes tidak miskin ekstrem.  Pertama bahwa dalam masa pandemi tidak ada masyarakat Brebes yang kekurangan artinya tidak miskin kritis, tidak miskin ekstrem.

Kedua, rumahnya permanen. Kata Mba Nad, rumah permanen bagian dari indikator dia mampu.  Terlepas dari angka stunting yang tinggi di Brebes bukan berarti miskin tapi karena pola hidup orang tuanya dalam memperlakukan asupan gizi anaknya yang kurang seimbang.

Sebagai wakil rakyat di Dapil IX DPR RI, Mba Nad mengaku tahu betul kondisi masyarakat Brebes. Masyarakat Brebes yang tangguh dalam bertani, guyub dalam gotong royong, kehidupan beragamanya juga benar benar Islami dan sudah tumbuh puluhan pabrik skala nasional.

Hal senada disampaikan Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH saat memberikan pembinaan kepada anggota Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) di rumah makan Kampung Sawah, Dukuhwaru, Tegal, Sabtu (2/10). Narjo juga membantah kalau Kabupaten Brebes miskin ekstrem. Narjo mensinyalir adanya kekeliruan data yang asal comot.

Dalam pembagian dana sosial misalnya, Narjo melihat data dari pusat belum sinkron dengan kondisi riil di masyarakat. Sehingga sering ditemui, orang kelas menengah ke atas masih ada yang menerima bantuan dari pemerintah.

Kata Narjo, lebih baik di bilang miskin tapi atas jerih payah sendiri. Daripada terlihat kaya tetapi kekayaan tersebut didapatkan dari hasil korupsi.

Pemkab Brebes, lanjutnya, pihaknya tengah memetakan desa-desa yang masuk kategori miskin ekstrem. Pemetaan dilakukan di 5 kecamatan yakni Kecamatan Larangan, Losari, Bulakamba, Bantarkawung, dan Ketanggungan. Intervensi dilakukan dengan indikator dari banyaknya warga miskin yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Indeks Desa Membangun (IDM).

Namun sejauh ini Pemkab Brebes sudah melakukan berbagai upaya penanganan kemiskinan. Penanganan itu di antaranya program padat karya proyek APBD senilai Rp 216 miliar.

Dari pemerintah pusat juga sudah banyak seperti BPNT, PKH dan lainnya. Gerakan Satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Satu Desa Dampingan juga sudah dilakukan. Termasuk dana desa juga bisa dialokasikan untuk pengentasan kemiskinan.

Ketua PAC Fatayat NU Jatibarang Dewi Setianingrum menjelaskan, Edukasi Keamanan Obat dan Makanan diikuti 80 pengurus ranting dan anggota Fatayat NU Jatibarang. Materi kegiatan disampaikan Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Dra Sandra  MP Linthin, Apt  Menkes,  (Wasdiun)

 

PROGRAM ACARA UNGGULAN : 05-06 NGAJI PAGI * 06-07 INFO PAGI*07-09 INDONESIA DANGDUT*09-11 LAGU JAWA* 11-13 KENANGAN*13-15 DANGDUT NGETOP*15-17 TREN MUSIK INDO* 19-21 MUSIK TO ORANG MUDA*21-00 TOPREQUEST

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online | WA : 0856 0203 7951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj |085326111234
Email: topfm951@yahoo.co.id