LPPL SINGOSARI TOPFM || 95.1 MHz ||MORE THAN JUST RADIO ||INSPIRING RADIO ||




2900 Nelayan Brebes Diasuransikan


Sebayak 2900  nelayan di Kabupaten Brebes diansuransikan oleh Pemerintah Kabupaten Brebes yang bersumber dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Mereka memiliki kartu asuransi nelayan Jasindo setelah diverifikasi Dinas Perikanan Kabupaten Brebes. Kartu asuransi nelayan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH.


“Kartu asuransi nelayan, memberikan banyak manfaat bagi kehidupan nelayan karena kartu ini berfungsi sebagai jaminan keselamatan ketika berlayar,” ujar Bupati saat Sosialisasi Daerah Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGaR) satker Dinas Perikanan Kabupaten Brebes Tahun 2019 di Gudang Garam Desa Pangaradan Kecamatan Tanjung Brebes, Kamis (21/3).


Idza menjelaskan, manfaat yang akan dirasakan antara lain apabila nelayan mengalami musibah pada saat melakukan aktifitas menangkap ikan hingga meninggal dunia akan mendapatkan nilai manfaat sebesar Rp 200 juta. Kematian akibat diluar aktivitas penangkapan ikan mendapat nilai manfaat maksimal Rp 160 juta. Kecelakaan yang mengakibatkan cacat permanen, mendapatkan nilai manfaat maksimal sebesar Rp 100 Juta, dan masih banyak lagi manfaat yang didapatkan oleh nelayan pemegang kartu asuransi tersebut.


Namun demikian Idza berpesan meski sudah memiliki proteksi diri berupa asuransi tersebut para nelayan diharapkan tetap mengutamakan keselamatan diri dalam melakukan aktifitasnya.


“Dalam bekerja, harus tetap utamakan keselamatan diri yah, ingat di rumah ada keluarga yang menunggu,” ujar Idza disambut tepuk tangan hadirin.

Sementara, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Brebes Ir Gatot Rudiono MM menambahkan, Asuransi Nelayan merupakan  Program Pemerintah Pusat melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan yang diberikan sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat nelayan se Indonesia.


Gatot menjelaskan jumlah nelayan Kabupaten Brebes yang menerima manfaat dari program tersebut sejumlah 2900 jiwa. Mereka tersebar di sepanjang wilayah Pantura Brebes dan sekitar Waduk Penjalin Paguyangan dan Waduk Malahayu Banjarharjo.


Selain Bupati Brebes dan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten brebes Hadir dalam acara tersebut Kasubdit BioFarmakologi Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan Dan Perikanan M Zaki Mahasin Spi Msi yang hadir sebagai narasumber. (ys, wsd/topfm).




Bagi Bagi Alsintan,  Upaya Tingkatkan Produksi Pertanian


Kabupaten Brebes memiliki potensi yang begitu besar di sektor pertanian. Dari situ, banyak memproduksi beberapa komoditas pertanian, mulai tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan. Oleh karenanya, dukungan alat mesin pertanian (Alsintan) menjadi kebutuhan mendesak guna meningkatkan produksi hasil pertanian , yang pada muaranya adalah peningkatan kesejahteraan petani.

Disampaikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH saat melakukan Pembinaan, Monitoring, dan Evalusi Bantuan Pemerintah Program Kegiatan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, di Balai Desa Bulakamba, Kecamatan Bulakamba. Rabu (20/3).

“Kabupaten Brebes telah mendukung ketahanan pangan regional dan nasional. Utamanya komoditas padi dan bawang merah yang menjadi ikon Kabupaten Brebes, terpenuhinya Alsintan tentu akam lebih meningktan hasil pertanian," ujar Idza.

Menurutnya,  Brebes telah menyumbang sekitar 20 persen dari produksi bawang merah nasional.

Pemberian bantuan Alsintan, kata Idza, sesuai anggaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2017-2022. Ada lima program utama berkaitan langsung dengan masyarakat petani.

Di antaranya, program peningkatan ketahanan pangan, program pemberdayaan penyuluh pertanian/perkebunan, program peningkatan produktivitas tanaman pangan, program peningkatan produktivitas hortikultura dan perkebunan, serta program pengelolaan sumber daya lahan dan sarana prasarana pertanian.

“Pemberiaan bantuan Alsintan juga dalam rangka efisiensi usaha tani pertanian dan menjawab kelangkaan tenaga kerja yang bergerak di pertanian,” ungkap Idza.

Idza berharap, dengan bantuan Alsintan, petani akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar dan efisiensi waktu. Karenanya, pemerintah daerah telah bekerja sama dengan pemerintah provinsi maupun pusat, guna memajukan serta meningkatkan hasil produksi pertanian di Indonesia.

“Kepada petani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) Kabupaten Brebes, saya jiga berharap untuk lebih memaksimalkan katu tani. Selain itu, pemerintah juga akan membantu modal petani, salah satunya yaitu program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP),” pungkas Idza.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes Ir Yulia Hendrawati MSi, menyampaikan ada beberapa isu dan persoalan stategis bidang pertanian. Di antaranya belum optimalnya produksi dan produktivitas, belum optimalnya infrastruktur, perubahan iklim yang memicu bencana alam dan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Selain itu, lanjut Yulia, Penggunaan pupuk dan pestisida anorganik yang belum sesuai anjuran. Masih lemahnya kapasitas kelembagaan petani dan terbatasnya pengetahuan, keterampilan dan sikap petani. Terbatasnya tenaga kerja terampil dan produktif yang mau bekerja di sektor pertanian dan perkebunan. Semakin tinggi kesadaran masyarakat, sehingga menuntut produk pertanian dan perkebunan yang semakin aman dikonsumsi.

“Jumlah penerima bantuan kurang lebih 700 orang, dari beberapa kelompok petani yang ada. Kali ini, penyerahan bantuan di wilayah Brebes Pantura yaitu Kecamatan Brebes, Jatibarang, Wanasari, Bulakamba, serta Losari,” kata Yulia.

Yulia juga melaporkan bantuan bersumber dari APBD dan APBN Tahun 2019. Total pagu belanja langsung APBD sebesar Rp 14.606.165.000. Total bantuan hibah kepada kelembagaan petani sebesar Rp 7.381.168.000, dengan rincian Rp 526.500.000 untuk kegiatan tanaman pangan, Rp 850.068.000 untuk hortikultura, Rp 5.026.600.000 untuk pembangunan infrastruktur pertanian dan alsintan, dan Rp 950.000.000 untuk lumbung dan pangan.

“Kemudian, total pagu APBN sebesar Rp 6.777.000.000. Terdiri atas empat Satuan Kerja (Satker) yaitu Ditjen Tanaman Pangan, Ditjen Hortikultura. Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, dan Badan Ketahanan Pangan,” terang Yulia. (By,  Wsd/TOPFM)
PROGRAM ACARA UNGGULAN : 05-06 INFO PAGI*07-09 INDONESIA DANGDUT*09-11 LAGU JAWA* 11-13 KENANGAN*13-15 DANGDUT NGETOP*15-17 TREN MUSIK INDO* 19-21 MUSIK TO ORANG MUDA*21-00 TOPREQUEST

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online : 085602037951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj | WA|085326111234
Email: topfm951@yahoo.co.id
Copyright 2010 | topfm951 | bumiayu | Radio