RADIO SINGOSARI TOPFM || 95.1 MHz ||MORE THAN JUST RADIO ||INSPIRING RADIO ||

Live Radio Streaming


KLIN MORE PLAYER



Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Brebes menggelar Festival Desa Wisata. 

Festival tersebut untuk mengukur seberapa kencang geliat desa wisata yang diapresiasi dengan Anugerah Festival Desa Wisata yang dilombakan secara virtual atau berupa konten video kreatif. Penganugerahan diberikan secara sederhana di Hotel Grand Dian Brebes, Rabu (22/9). 

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes Slamet Arjono SH MM menyampaikan festival tersebut digelar guna mendorong desa wisata di Kabupaten Brebes untuk terus berkembang dan lebih maju.  

"Meski di tengah pandemi Covid 19, pengembangan wisata harus tetap dilakukan. Kali ini, melalui festival yang diikuti beberapa desa wisata di Kabupaten Brebes," ucap Slamet. 

Menurut Slamet, desa wisata menjadi ujung tombak sektor pariwisata untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Dari situ, tumbuh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). 

Selain itu, fasilitas wisata juga harus diperhatikan agar menarik banyak kunjungan wisata. "Saya pernah mengunjungi salah satu desa wisata di Gunung Kidul, banyak geliat UMKM yang secara langsung meningkatkan pendapatan masyarakat, kini desa wisata itu telah berkembamg pesat," tuturnya. 

Slamet berharap, ke depan objek wisata di Brebes bisa menjadi kawasan wisata. Seperti halnya Ancol, masuk dengan tiket terusan dan banyak wahana wisata di dalamnya. 

"Sektor wisata kita menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 2,1 Miliar pertahun. Untuk menjadi kawasan wisata tentu harus ada Perda maupun Perbub serta sinergitas dengan para pelaku wisata," terangnya. 

Kabid Pariwisata Agus Ismanto melaporkan, dari sepuluh desa wisata yang ada di Kabupaten Brebes, hanya delapan yang mengikuti festival. Keseluruhannya menampilkan potensi yang ada di desa setempat. 

"Video yang ditampilkan berisi seputar informasi desa wisata, selain bisa dilihat juga menggugah minat masyarakat untuk mengunjunginya," katanya. 

Lanjut Agus, kriteria penilaian ada tiga, mencakup pengemasan video konten, pengelolaan desa wisata serta manajemen dan Amenity dan CHSE. 

Untuk dewan juri merupakan orang-orang berkompeten di bidangnya, yaitu Kabid Komunikasi dan Kehumasan Dinkominfotik Lusiana Indira Isni M Ikom sebagai juri video konten, Mantan Kepala Dinbudpar Ir Amin Budi Raharjo M Pi sebagai juri pengelolaan desa wisata serta Dr Ahmad Hanfan MM sebagai juri manajemen, Amenity dan CHSE. 

Sedangkan delapan desa wisata penerima anugerah yaitu, Juara I Desa Wisata Pandansari, Juara II Desa Wisata Winduaji, Juara III Desa Wisata Kaliwlingi. Harapan I Desa Wisata Ciseureuh, Harapan II Desa Wisata Malahayu, Harapan III Desa Wisata Sawojajar. Desa Wisata Winduasri dan Desa Wisata Bandungsari sebagai partisipan. Salah satu juri, Ir Amin Budi Raharjo memberi saran, agar diperbaiki lagi karena keseluruhan belum menggambarkan secara utuh desa wisata. Seperti letak geogarafis, aksesibilitas atau akses jalan. Juga daya tarik lainnya semisal pertanian, perikanan dan kebudayaan. Selain itu, kesenian lokal juga harus ditampilkan ketika menyambut wisatawan, dengan welcome dance dan suguhan minuman dan makan. "Home stay juga perlu, terpenting yaitu kebersihan lingkungan. 

Untuk itu, koordinasi dengan Pokdawis sangat dibutuhkan agar desa wisata bisa dikemas dengan baik," jelasnya. Amin mengatakan, pengembangan desa wisata harus melibatkan segenap unsur desa agar bisa lebih maju. Semoga desa wisata yang ikut festival bisa terus berbenah. Sehingga bisa mengikuti festival desa wisata di tingkat provinsi. 

 Penulis : Bayu Arfi Editor : Wasdiun


  


Sejak Virus Corona mewabah, interaksi komunikasi dilakukan secara daring dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). 

Oleh karena itu, masyarakat harus mampu menguasai TIK, tak terkecuali, bagi pengurus koperasi. Terutama dalam pembukuan dan pemasaran produk dengan menggunakan TIK maka jangan sampai gagap teknologi. 

Demikian disampaikan Kepala Dinas Koprasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Dinkumdag) Kabupaten Brebes Drs Zaenudin MSi saat tasyakuran dan seminar Hari Koperasi Ke-74 Tahun 2021di gedung Korpri, Jalan MT Haryono Brebes, Rabu (22/9). 

Zaenudin menjelaskan, masyarakat cenderung memanfaatkan teknologi dalam melakukan segala aktifitasnya. Teknologi informasi itu, bisa dimanfaatkan pengurus koperasi guna mensosialisasikan, mempromosikan produk dan eksistensi koperasi di media sosial. 

Untuk mempertahankan eksistensi koperasi, lanjut Zaenudin, ada beberapa langkah yang harus dilakukan antara lain memperbanyak pembinaan internal, perketat pengawasan penggunaan keuangan dan memperluas cakupan keanggotaan. Zaenudin menambahkan, di Kabupaten Brebes terdapat 384 koperasi dengan status masih aktif sejumlah 310 koperasi dan 74 koperasi non aktif. 

Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH melalui Asisten Sekda bidang Ekonomi Pembangunan Tety Yuliana menyampaikan terima kasih kepada para pegiat koperasi karena telah merawat koperasi hingga 74 tahun. 

Bertambahnya usia, semoga koperasi di Kabupaten Brebes semakin tumbuh, berkembang, dan maju. Sehingga memberikan nilai penguatan ekonomi masyarakat terutama di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Bupati juga mengingatkan, agar koperasi semakin meningkatkan kemampuan dalam membaca berbagai perubahan. 

Seperti adanya kebijakan pasar bebas, yang mengharuskan kita mengambil langkah bijaksana. Karena di satu sisi tantangan yang cukup berat, di sisi lain merupakan peluang emas untuk membuka pasar baru. 

Bupati juga berpesan agar tetap waspada di masa pandemi Covid-19 karena masih pada level 3 PPKM. Masyarakat harus selalu berhati-hati, disiplin melaksanakan protokol kesehatan sebagai upaya melindungi diri dan lingkungan sekitar dengan selalu menjaga 5 m. Yakni, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. 

Seminar yang diikuti 50 Ketua Koperasi di Kabupaten Brebes mendatangkan narasumber Praktisi LSP KJK yang juga mantan Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM RI Setyo Heriyanto. 

Penulis : Yaser Arafat Editor : Wasdiun

 



Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH meresmikan Lapakemane sebagai rumah jajanan berbagai produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Brebes. 

Dibukanya lapakemane sebagai wujud umpan balik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) kepada para pelaku untuk mendorong inovasi, kreatifitas dan produktivitas yang tinggi. 

Diharapkan, Lapakemane bisa meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM karena terbangun UMKM yang sinergis. 

Demikian disampaikan Bupati, saat launching Lapakemane di Komplek Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Brebes, Jalan Singosari Pranotoyudo, Selasa (21/9). 

Launching ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatangan prasasti oleh Bupati Brebes yang dibarengi dengan pembelian jajanan tradisional asli Brebes yang dijajakan, Bupati mengaku sangat bangga dengan geliat ekonomi di tengah Pandemi yang dilakuka para pelaku UMKM Brebes. 

Idza berharap, pelaku UMKM menjadikan Lapakemane menjadi sentra UMKM tidak hanya menjadi wadah untuk pemasaran produk, namun dapat menjadi sentra pemulihan ekonomi di tengah pandemi covid-19. 

Sejalan dengan upaya pemerintah untuk terus membantu dan menghidupkan geliat ekonomi UMKM di masa pandemi. Bupati juga menghimbau kepada para ASN Kabupaten Brebes, untuk membeli barang dagangan yang dijajakan para pelaku UMKM sebagai bentuk solidaritas, kepeduliian kepada sesama. 

Sebagaimana dihimbau Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan gerakan “Ayo jajan produk UMKM”. 

“Semoga sentra produk UMKM Lapakemane ini dapat memberikan manfaat sebaik-baiknya untuk keberlangsungan dan eksistensi UMKM di Kabupaten Brebes,” harap Idza. 

Lebih lanjut dikatakan, untuk dapat meningkatkan akses pemasaran produk UMKM tidak bisa dipungkiri harus melibatkan pihak lain atau kemitraan. 

Dia yakin, lewat kemitraan kendala terkait masalah pendistribusian dan pemasaran produk bisa diatasi. Kemitraan memberikan ruang serta jaringan yang luas. 

Kesempatan melebarkan sayap, harus ditangkap sebagai upaya pemasaran produk, karena tidak semua pelaku UMKM di Kabupaten Brebes mempunyai akses pemasaran yang baik,” pungkas Idza. 

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Dinkopumdag) Zaenudin menjelaskan, Lapakemane mengandung filososi Lapake Money sehingga diharapkan tempat ini menjadi sumber uang bagi pelaku UMKM dalam pemasaran produk–produknya. 

Kemudian filosofi yang kedua yaitu Lapakemane dalam artian lapaknya ibu, karena Bupati Brebes seorang ibu dan juga banyak pelaku UMKM mayoritas ibu–ibu rumah tangga. 

Sehingga menjadi semangat pelaku UMKM dan jadi tauladan untuk meningkatkan pendapatan keluarga. 

Ketua Paguyuban UMKM Brebes M Firdan Fahrudin ketua UMKM Brebes berterima kasih karena telah difasilitasi dan dibukanya sentra UMKM Lapakemane. 

Diharapkan, Lapakemane menjadi nilai tambah bagi pelaku UMKM di Kabupaten Brebes. Dan untuk masyarakat umum dapat mengenal dan membeli produk UMKM dalam satu tempat saja represntatif yang sangat mudah dijangkau. 

Turut hadir Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, Ketua Dekranasda Brebes AKBP Warsidin, para Kepala OPD Kabupaten Brebes dan undangan lainnya. 

Penulis : Agus Awaludin Editor : Wasdiun





Para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kabupaten Brebes tak luput dari vaksinasi. Bahkan mereka diminta untuk mengajak seluruh keluarganya untuk vaksinasi di berbagai fasilitas kesehatan terdekat. Sehingga dapat meningkatkan capaian vaksinasi untuk menciptakan herd imunnity para pelaku IKM dan keluarganya.

Wujud dari itu, sebanyak 110 orang pelaku IKM se Kabupaten Brebes divaksin dan mendapatkan paket bahan dasar produksi, di Pendopo Bupati, Selasa (14/9). 

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Kasi Pengembangan SDM Industri Agro Dinas Perdagangan  Provinsi Jateng Devita Ayu Mirandati SE MSi  kepada Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH yang selanjutnya diserahkan kepada pelaku IKM.

Paket bahan dasar produksi berisi 15 kg gula, 15 liter minyak goreng dan 10 kg tepung terigu per pelaku IKM industri Agro.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH mengajak para pelaku IKM agar segera divaksin karena bisa menyehatkan. Dengan vaksinasi, menjadikan badan terlindungi dan tidak merasa canggung dalam melakukan aktivitas. Apalagi sebagai pelaku IKM setiap hari bersinggungan dengan banyak orang.

“Kita harus ikhtiar untuk mendapatkan kesehatan dan kekebalan tubuh,” ujar Idza.

Terkait bantuan yang sudah diberikan dari Disperindag Provinsi Jateng agar dimanfaatkan dengan baik demi pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya IKM Agro di Brebes.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Brebes Eko Warsito Putro SSos MSi, menjelaskan, Brebes mendapat kuota 110 IKM dari total IKM yang diusulkan ke Provinsi sebanyak 2.615 IKM.

Diharapkan, dukungan dari IKM Brebes dapat membantu pemerintah mensukseskan program vaksinasi demi kesehatan masyarakat, sehingga akan terwujud herd imunnity.

Penulis : Bambang Sugiarto

Editor : Wasdiun

 




Setelah melakukan roadshow selama sebulan, akhirnya bisyaroh (uang pembinaan) sebesar Rp 13,8 selesai ditasyorufkan (didistribusikan) kepada 22.321 pegiat agama se Kabupaten Brebes. Mereka yang terdiri dari guru ngaji, guru madrasah, imam masjid, imam musholah, hafidz/hafidzah, dai/daiyah dan pengasuh pesantren telah menerima bisyaroh sesuai jumlah yang telah ditetapkan. 

Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH melakukan pembinaan dan pentasyarofan sejak 25 Agustus hingga 15 September 2021 dengan mengambil sample beberapa desa di 17 Kecamatan se Kabupaten Brebes. Narjo mengaku senang karena para pegiat agama juga menjadi contoh dalam hal vaksinasi. Mereka yang datang mengambil bisyaroh sekaligus mengikuti vaksin.

“Ini contoh yang baik, kalau pegiat agamanya sudah vaksin nanti umat juga akan mengikuti vaksin dengan senang hati,” kata Narjo disela pembinaan, di Jatibarang beberapa waktu lalu.

Kata Narjo, vaksinasi merupakan ikhtiar yang harus dijalankan, ibarat turun hujan maka sedia payung agar tidak kehujanan. Dengan vaksin kekebalan tubuh akan terbentuk, sehingga bisa terhindar dari ganasnya serangan Virus Corona yang sedang mewabah.

Narjo menegaskan, kalau vaksin sudah dinyatakan aman dan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Oleh karena itu sebagai tokoh agama akan menjadi contoh tersendiri dalam pelaksanaan vaksin.


 

“Dawuh ulama, lebih dipatuhi oleh umatnya sehingga bisa menjadi contoh dalam pelaksanaan vaksinisasi,” tandas Narjo.

Terkait bisyaroh bagi pegiat agama, Narjo menjelaskan, bahwa pemberian bisyaroh merupakan program unggulan Pemkab Brebes yang tertuang dalam visi-misi Bupati Idza Priyanti SE MH dan Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH sejak periode pertama. Hal ini diberikan sebagai wujud perhatian dan penghargaan kepada  para pegiat agama karena turut serta dalam proses pembangunan Kabupaten Brebes, terutama membangun mental spiritual.


 

Umat Islam di Kabupaten Brebes makin taat beribadah, anak-anak bisa baca Qur’an, rajin Sholat, menunaikan rukun Islam dan rukum iman, atas tuntunan para pegiat agama.

Kepala Bagian Kesra Setda Brebes H Ahmad Sekhu memaparkan, bisyaroh yang ditasyorufkan untuk tahun 2021 sebesar Rp 13.874.350.000,- untuk 22.321 orang pegiat agama. Dengan rincian 8.521 imam masjid/musholah, 8.576 guru ngaji, 3.499 guru madin, 768 dai/daiyah, 833 hafidz/hafidzah, dan 124 pengasuh pesantren.

Adapun bisyaroh yang diterima masing-masing imam masjid/musholah, guru ngaji dan guru madin sebesar Rp 600 ribu. Untuk hafidz/hafidzah Rp 750 ribu sedangkan untuk dai/daiyah dan pengasuh pesantren masing-masing sebesar Rp 1 Juta.

Penulis : Yaser Arafat

Editor : Wasdiun




Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH mengajak kepada seluruh pejabat fungsional melaksanakan pekerjaan dengan semangat dan tanggung jawab penuh dalam tugas. Dalam menjalankan tugas juga harus lebih berhati-hati demi menjaga nama baik diri, keluarga, dan institusi.

“Jangan lengah, beri pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ajak Idza Priyanti saat melantik dan mengambil sumpah 106 Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Jabatan Fungsional, di Pendopo Bupati, Jumat (17/9).

Menjadi pejabat fungsional, lanjutnya, tentu harus profesional sesuai dengan bidang tugas pokok dan fungsinya. Semakin profesional, maka masyarakat semakin merasakan pelayanan yang diberikan untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Brebes.

Selain itu, Idza juga mengajak kepada seluruh ASN untuk membantu percepatan vaksinasi.  Ajaklah seluruh anggota keluarga dan lingkungan untuk segera mengikuti vaksin di wilayahnya masing-masing



“Mari kita segera selesaikan vaksinasi agar wabah Corona bisa segera berakhir,” ucap Idza.

Pelantikan dan pengambilan sumpah hanya diikuti perwakilan ASN sedangkan peserta lainnya mengikuti secara daring di kantor mereka masing-masing.

Pelantikan dan pengambilan sumpah mendasari Surat Keputusan (SK) Bupati Brebes nomor 821.2/316 Tahun 2021 tentang pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional melalui perpindahan dari jabatan lain pada Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes.

SK Bupati nomor 821.2 /300 tahun 2021 tentang pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional tertentu, SK  Bupati nomor 821.2 /307 tahun 2021 tentang pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional Penguji Kendaraan Bermotor pada Dinas Perhubungan,  dan SK  Bupati nomor 821.2 / 308 tentang pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional Bidan pada Dinas Kesehatan.

Tampak hadir Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT, Inseptur Kabupaten Brebes Nur Ari HY, Kepala BKPSDMD Tahroni, dan beberapa Kepala OPD lain yang diundang hadir.

Penulis : Yaser Arafat

Editor : Wasdiun

 

 



Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Brebes Tahroni mengingatkan, agar Aparatur Sipil Negara (ASN) meningkatkan prestasinya seiring dengan kenaikan pangkat. Jangan sampai tingginya pangkat malah kinerjanya kendur bahkan melalaikan tugas.

Kata Tahroni, tingginya pangkat merupakan amanat untuk memberi pelayanan yang lebih baik lagi sesuai kompetensinya. Pada perspektif kenaikan pangkat, eforia kenaikan pangkat bukan untuk membangun sistem baru. Sistem baru dalam artian kadang-kadang ada sistem baru disimpan di bank yang baru.  Kadang terjadi penyimpanan eror, orang tidak akan mampu bekerja padahal sedang dilakukan percepatan dalam masa tertentu.

Seperti finger print, yang merupakan salah satu keharusan, keniscayaan, perintah dari KPK untuk menilai kinerja kita. Kalau tidak pernah apel, dinilai sebagai salah satu bentuk korupsi waktu disiplin.

“Terkait isu jual beli jabatan, saya selalu mengingatkan tidak ada konteks jual beli jabatan dalam kepegawaian. Kalau percaya, berarti telah terjebak pada oknum,” tandas Tahroni saat menyerahkan SK Kenaikan Pangkat golongan IV, di aula BKPSDMD, Kamis (16/9).

Dalam waktu dekat, lanjutnya, ada rotasi, mutasi jabatan jangan sampai percaya melalui seseorang bisa menaikan derajat menjadi pejabat. Itu, tipu daya syetan yang tidak akan ada berkah dalam meraih penghasilan. Bekerja sebaik-baiknya, dengan menjaga ekosistem.

Tahroni menyerahkan 126 Petikan SK Kenaikan Pangkat PNS golongan IV terdiri dari golongan IV/a sebanyak 116 orang,  IV/b ada 1 orang dan IV/c ada 9 orang.

Kepala Bidang Mutasi BKPSDMD Brebes Dra Sriatun MSi meminta maaf karena tidak menghadirkan Bupati atau Wakil Bupati karena kondisi yang tidak memungkinkan. Di saat PPKM Brebes masih pada level 3, maka Satgas Kecamatan Brebes membatasi perkumpullan di atas 100 orang. Untuk itu, pada penyerahan petikan SK Kenaikan pangkat digelar secara sederhana yang dibagi menjadi dua sesi.

Penulis : Bambang Sugiarto

Editor : Wasdiun

 



Permasalahan sampah bukan hanya mejadi tanggung jawab pemerintah semata, karena telah menjadi permasalahan manusia di seluruh dunia. Bila dibiarkan, sampah akan menjadi bencana namun bila ada proses Pilih, Pilah dan Olah (PPO) akan mendatangkan berkah. Oleh karena itu perlu peran serta seluruh elemen masyarakat dalam mengolah sampah agar berbuah berkah.

Demikian disampaikan Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH saat memimpin apel peringatan World Cleanup Day atau Hari Pembersihan Dunia tingkat Kabupaten Brebes di kompleks Sekretariat BUMDes Pandawa Jaya, Desa Rengaspendawa Kecamatan Larangan, Brebes, Selasa (14/9).

Perilaku membuang sampah sembarangan, kata Idza, janganlah menjadi budaya. Masyarakat harus menata diri, mampu memilih, memilah dan mengolah sampah untuk mengurangi produksi sampah di Kabupaten Brebes.

‘’Jagalah kebersihan, jangan buang sampah sembarangan. Mari pilih, pilah dan olah sampah sesuai jenisnya agar menjadi barang yang lebih berguna sehingga mendatangkan berkah,” ajak Idza.

Dengan langkah PPO, kata Idza, sampah akan menjadi lebih bermanfaat karena bisa didaur ulang seperti dijadikan kompos, pakan ikan dan burung.

Idza mengaku senang atas kreativitas warga dengan mendayagunakan Bank Sampah yang dipadukan dengan agrowisata oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Seperti yang dilakukan BUMDes Pandawa Jaya, Desa Rengaspendawa, telah memadukan antara pengolahan sampah dengan agrowisata.

Selain permasalahan sampah yang menjadi tanggung jawab bersama, Bupati juga mengingatkan kembali agar masyarakat senantiasa melaksanakan Protokol Kesehatan menginggat Pandemi Corono belum berakhir.

“Jangan sepelekan prokes, maskernya dipakai, yang belum vaksin ikutilah. Ingat Pandemi belum berakhir,” ajak Idza.

Apel World Cleanup Day yang dilaksanakan Di komplek Sekretariat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pandawa Jaya Desa Rengaspendawa Kecamatan Larangan tersebut. Bupati Brebes di dampingi suami dan beberapa Kepala OPD melihat berbagai kegiatan diantaranya tukar sampah dengan bibit pohon, peninjauan budidaya Mangot, tanam pohon, hingga tebar benih ikan dilahan seluas 12 hektar yang akan dijadikan tempat agro wisata keluarga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Budi Darmawan menjelaskan, produksi sampah di Kabupaten Brebes mencapai 166 ton perhari. Bila tidak ada pengelolaan dan kesadaran masyarakat untuk mengolahnya maka akan menjadi persoalan besar. Untuk itu Budi Darmawan menargetkan penambahan Bank Sampah di setiap desa dan pemukiman.

Peran Bank Sampah, menurut Dadang panggilan akrab Kepala DLHPS itu, sangat signifikan dalam pengolahan sampah. Terbukti, Bank Sampah BUMDes Pandawa Jaya, Desa Rengaspendawa Kecamatan Larangan telah memanfatkan dan memadukan sampah dengan agrowisata.

Penulis : Yaser Arafat  Editor : Wasdiun 

PROGRAM ACARA UNGGULAN : 05-06 NGAJI PAGI * 06-07 INFO PAGI*07-09 INDONESIA DANGDUT*09-11 LAGU JAWA* 11-13 KENANGAN*13-15 DANGDUT NGETOP*15-17 TREN MUSIK INDO* 19-21 MUSIK TO ORANG MUDA*21-00 TOPREQUEST

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online | WA : 0856 0203 7951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj |085326111234
Email: topfm951@yahoo.co.id