RADIO SINGOSARI TOPFM || 95.1 MHz ||MORE THAN JUST RADIO ||INSPIRING RADIO ||

Live Radio Streaming


KLIN MORE PLAYER

 




www.topfm951.net (Brebes) - Juru sembelih halal (Juleha) se Provinsi Jawa Tengah menggelar Silaturahmi wilayah dan Musyawarah wilayah (Silatwil dan Muswil) kali pertama, Kabupaten Brebes jadi tuan rumah. Dibuka Pj Bupati Brebes Iwanuddin Iskandar SH MHum di Pendopo Brebes, Sabtu (13/7/2024).

“Saya merasa bangga dan terhormat Brebes menjadi tuan rumah untuk acara penting ini. Apalagi Silatwil dan Muswil ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah Juleha,” kata Pj Bupati Brebes dalam sambutannya dibacakan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Brebes, drh Ismu Subroto.

Iwan mengatakan, intinya peningkatan kompetensi Juleha, hal tersebut bukan hanya memperkuat kapasitas individu para juru sembelih, tetapi juga memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa daging yang mereka konsumsi telah memenuhi standar kehalalan.

“Peran juleha tidak hanya sebatas memastikan kehalalan dari sisi syariat, tetapi juga turut serta dalam menjaga aspek kesehatan dan kebersihan proses penyembelihan. Ini sangat penting mengingat semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya pangan yang sehat dan berkualitas,” terangnya.

Iwan menekankan, peningkatan kompetensi dan sertifikasi bagi para juru sembelih harus terus dilakukan melalui program pelatihan dan uji kompetensi sesuai standarnya. Kepatuhan terhadap prosedur penyembelihan halal juga harus menjadi prioritas utama dengan pengawasan ketat untuk memastikan seluruh proses sesuai syariat dan peraturan.

“Inovasi dan teknologi juga harus dimanfaatkan untuk mendukung kebersihan, kesehatan, dan kehalalan produk, kolaborasi antara pemerintah, lembaga sertifikasi, institusi pendidikan, dan pelaku usaha dapat menciptakan ekosistem industri penyembelihan profesional dan berdaya saing tinggi,” tuturnya.

Iwan berharap, hasil dari musyawarah ini dapat memberikan rekomendasi dan keputusan yang konstruktif untuk kemajuan juleha di masa mendatang.

“Semoga melalui acara ini, kita juga dapat mempererat tali silaturahmi dan memperkuat kerja sama demi kemaslahatan umat,” tutupnya.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Juleha Moh Ali Subarkah mengucapkan terima kasih kepada Pemda Brebes, DPD Juleha Brebes juga seluruh peserta dari DPD se Jawa Tengah. Dia merasa senang bisa hadir pada Silatwil dan Muswil.
“Harapan kami kegiatan ini menghasilkan program kerja dalam tata kelola keorganisasian dalam kegiatan edukasi pelatihan praktisi penyembelihan agar terbangun penerapan penyembelihan sar’i sesuai tuntunan agama islam dan memiliki standar produk yang aman, sehat, utuh dan halal (asuh),” ucapnya.

Juleha, kata Moh Ali, tujuannya adalah mensyiarkan syariat Allah, jadi dalam berorganisasi jangan sampai ada konflik. Delapan tahun Juleha berdiri, banyak tantangan dan tak sedikit di wilayah provinsi Indonesia terpecah belah karena egoisme pribadi.

“Juleha sudah dibentuk di 22 provinsi, keberadaan dan kesabaran ini bukti nyata bahwa dengan kekompakan, teman-teman ini terpelih semata-mata karena dipilih Allah,” tandasnya.

Moh Ali berharap, Silatwil dan Muswil dapat berjalan sesuai harapan, serta dapat melahirkan program kerja yang memajukan organisasi di seluruh DPD Jawa Tengah.

Silatwil dan Muswil digelar selama dua hari, 13 sampai 14 Juli, hari pertama pembukaan dan hari kedua pelantikan DPW Jateng. Pada kesempatan tersebut, diserahkan pemenang lomba logo dan maskot Juleha.

Penulis: Bayu Arfi
Editor: Wasdiun

 


www.topfm951.net (Brebes) - Keaktifan generasi muda Desa Grinting dalam kegiatan Pramuka, menjadikan Kepala Desa Grinting Suhartono SH MH selaku Ketua Majelis Pembimbing Desa menyambut baik dan menggagas Desa Grinting menjadi Desa Pramuka. '

"Saya selaku Ketua Mabisa Gudep Teritorial Desa Grinting sangat bangga melihat generasi muda kita khususnya Pramuka Gudep Teritorial Desa Grinting sangat luar biasa," kata Hartono saat membuka Musyawarah Gugus Depan (Mugus) IX Gudep Teritorial Grinting di Balai Desa setempat, Minggu (14/7/2024).

Aktivitas generasi muda  Grinting dalam Pramuka telah membawa nama baik desa serta dampak yang baik untuk perkembangan desa.  

"Bangun dan wujudkan Desa Grinting menjadi Desa Pramuka, Desa yang penuh dengan prestasi dan karya yang membanggakan warga Desa Grinting," pungkasnya.

MUGUS IX Gudep Teritorial Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes dihadiri kurang lebih 100 peserta yang terdiri dari peserta didik dan anggota dewasa Gugus Depan Teritorial Desa Grinting.

Musyawarah Gugus Depan mengagendakan Laporan Pertanggung Jawaban Gugus Depan masa bakti sebelumnya dan pemilihan Ketua Gugus Depan Teritorial masa bakti 2024-2026.

Dengan Tema ''Regenerasi Kepemimpinan Untuk Kesinambungan Organisasi' besar harapan bisa mewujudkan kaderisasi yang baik, berkesinambungan dengan kegiatan-kegiatan Kepramukaan dan Pemerintah desa untuk membuat Desa Grinting lebih baik.

Kegiatan berlangsung dengan sangat meriah dan sangat baik. Terpilih Tyas Nandya Audyna sebagai Ketua Gugus Depan Teritorial 14.177--14.178 Desa Grinting masa bakti tahun 2024-2026

''Matursuwun sanget kakak-kakak serta temen-temen atas segala kepercayaan yang telah diberikan kepada saya, mohon bimbingan dan arahan untuk kedepan Gudep kita lebih baik, sinergi dengan segala elemen membangun Gerakan Pramuka dan Desa Grinting lebih baik," ujar kak Tyas. 


Penulis Ahmad
Editor: Wasdiun

 

www.topfm951.net (Brebes) - Ribuan warga Brebes antusias mengikuti senam bersama dan jalan sehat memeriahkan Hari Koperasi Nasional ke-77 tingkat Kabupaten Brebes Tahun 2024. Mereka tumpah ruah di halaman Stadion Karangbirahi untuk mengambil start yang dilepas Pj Bupati Brebes yang diwakili Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT, Jumat (12/7/2024).

Berbarengan dengan itu, usai sambutan Sekda Brebes Djoko Gunawan memberikan surprise yang kebetulan juga bertepatan dengan hari ulang tahun Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Dinkopumdag) Brebes Sumarno yang ke 56.

Dalam sambutannya Sekda Brebes Djoko Gunawan, atas nama pemerintah kabupaten Brebes menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta senam bersama dan jalan sehat pagi hari ini, yang menunjukkan tetap tingginya semangat berolahraga melalui berbagai kegiatan yang positif dan menggembirakan.

Dengan mengusung tema "Koperasi Maju, Indonesia Emas". sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana koperasi diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Dikatakan Djoko, memasuki era industrialisasi koperasi, dihadapkan pada tantangan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas koperasi agar mampu bersaing di pasar global.

"Koperasi diharapkan dapat mengadopsi teknologi industri 4.0, yang meliputi penggunaan Internet Of Things (IOT), big data, kecerdasan buatan (AI), dan otomatisasi dalam operasionalnya. Hal ini penting agar koperasi dapat bertransformasi menjadi lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan zaman," harap Djoko.

Selain itu, lanjut Djoko, dalam menyongsong 100 tahun Indonesia Emas pada 2045, koperasi harus mampu memainkan peran strategis dalam menciptakan kesejahteraan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi. Oleh karena itu, penting bagi koperasi untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, mengembangkan produk dan jasa yang inovatif, serta memperkuat tata kelola yang baik.
 
Senam bersama dan jalan sehat menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat kebersamaan di antara masyarakat Indoensia.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Dinkopumdag) Brebes Sumarno menyampaikan, dalam rangka hari ulang tahun Koperasi Indonesia ke 77 tingkat Kabupaten Brebes tahun 2024 ada beberapa rangkaian kegiatan yang sudah dilaksanakan yaitu bakti sosial bagi warga kurang mampu, lomba video pendek perkoperasian, lomba mars koperasi, dan seminar perkoperasian.

"Puncaknya adalah senam bersama dan jalan sehat," ucap Sumarno.

Sumarno berharap, moment yang baik ini bisa menjadikan koperasi berdaya terus, berani bersaing, agar bisa melayani serta mensejahterakan anggota koperasi dan masyarakat Brebes pada umumnya.

Terkait habisnya kupon undian berhadiah, di luar dugaan panitia. Panitia mencetak kupon sebanyak lima ribu lembar, dan ternyata warga masyarakat Brebes sangat antusias untuk mengikuti jalan sehat.

"Ini di luar dugaan dan prediksi kami selaku panitia mengingat masih dalam suasana libur sekolah khususnya, jadi dari panitia hanya mencetak 50 persen kupon undian tidak seperti tahun sebelumnya dan ternyata masih kurang," pungkasnya.

Pihaknya meminta maaf dan akan  mengevaluasi agar tahun depan bisa lebih baik lagi atas animo masyarakat yang sangat luar biasa.

Turut hadir jajaran Forkopimda Kab Brebes, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, para kepala OPD, Kepala Bagian di lingkungan pemkab Brebes, Ketua Dekopinda kabupaten Brebes, perwakilan Koperasi, BUMD, serta tamu undangan lainnya. 


Penulis: Suprapto
Editor: Wasdiun

 



www.topfm951.net (Brebes) - Kebahagiaan dirasakan pasangan Hadi Purwanto (53) dan Nur Hidayati (51) saat keluar dari Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Brebes. Pasalnya keduanya menjadi pasangan sah setelah melangsungkan akad nikah di Balai Nikah MPP, Jumat (12/7/2024).

"Pada siang ini kita bersama-sama menyaksikan akad nikah Bapak Hadi Purwanto dan Ibu Nur Hidayati, ini kali kedua pernikahan dilaksanakan di sini setelah melayat balai nikah beberapa waktu lalu," ucap Kepala DPMPTSP Brebes Tety Yuliana.

Tety mengatakan, balai nikah merupakan wujud keberadaan Pemkab Brebes dalam rangka mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat. Ini juga inovasi MPP sinergi bersama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Brebes.

"Ke depannya saya berharap layanan ini dapat bermanfaat dan membantu masyarakat yang ingin melangsungkan pernikahan khususnya warga Brebes," terangnya.

Lanjut Tety, untuk tahapannya warga yang ingin menikah mendaftarkan pernikahan di KUA masing-masing, selanjutnya dapat berkoordinasi dengan pihak MPP untuk pelaksanaan akad nikah secara gratis.

"Pernikahan merupakan ibadah yang membahagiakan, semoga kedua mempelai dapat menjadi keluarga yang Sakinah Mawaddah Wa Rohrnan hingga maut memisahkan," tutupnya.

Diketahui Hadi Purwanto merupakan warga Desa Kemukten dan Nur Hidayati merupakan warga Desa Lemahabang Kecamatan Tanjung. Akad nikah disaksikan Kasdim 0713/Brebes Walikota Inf Drs Abdul Azis Lallo, Camat Tanjung dan keluarga masing-masing mempelai.

Penulis: Bayu Arfi

Redaktur : Wasdiun

 


www.topfm951.net (Brebes) - Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) merupakan upaya pelaksanaan rencana tata ruang wilayah secara umum menjadi lebih aplikatif dan operasional. Demikian untuk memudahkan proses perizinan oleh pemerintah untuk tingkatkan perekonomian lebih cepat sekaligus untuk pengendalian pemanfaatan ruang yang lebih ketat.

Demikian disampaikan Pj Bupati Brebes IwanudDin Iskandar SH MHum dalam sambutan yang dibacakan Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT saat membuka Konsultasi Publik (KP) 1 RDTR Kawasan Perkotaan Brebes, di Aula Kecamatan Brebes, Selasa (9/7/2024).

"Dalam peraturan daerah nomor 13 tahun 2019 tentang rencana tata ruang wilayah Kabupaten Brebes, bahwa kawasan perkotaan Brebes merupakan salah satu kawasan perkotaan yang harus disusun RDTRnya," ucap Iwan.

Dalam konteks itu, kata Iwan, kawasan perkotaan Brebes harus direncanakan secara cermat untuk memastikan pemanfaatan ruang yang efisien, penataan infrastruktur yang terencana dengan baik, serta keberlanjutan lingkungan dapat terjaga.

"Kawasan perkotaan memiliki peran strategis dalam pengembangan wilayah, karena merupakan Pusat Kegiatan Lokal (PKL), dan PKL berfungsi untuk melayani kegiatan skala kabupaten atau beberapa kecamatan, sehingga kawasan perkotaan Brebes harus dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap," tuturnya.

Iwan menjelaskan, kawasan perkotaan Brebes khususnya wilayah Kecamatan Wanasari terdapat kawasan peruntukkan industri yang memberikan konstribusi terbesar kedua terhadap PDRB. Adapun lokasi kegiatan dalam penyusunan RDTR kawasan perkotaan Brebes meliputi lima kelurahan dan tujuh desa di Kecamatan Brebes serta tujuh desa di Kecamatan Wanasari.

"Dalam merencanakan tata ruang kawasan perkotaan perlu memperhatikan pengembangan zona-zona yang berbeda. Misalnya, zona permukiman harus dipisahkan dengan zona perdagangan dan jasa serta zona peruntukkan industri untuk mengurangi potensi konflik penggunaan lahan," jelasnya.

Lanjut Iwan, dalam rencana penyusunan RDTR kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, profesional, akademisi, bisnis serta partisipasi masyarakat sangat diperlukan. Demikian sebagai salah satu upaya untuk menggali informasi isu strategis.

"Konsultasi publik sangat penting dalam menyusun RDTR kawasan perkotaan Brebes, karena melalui konsultasi publik memperkaya beragam perspektif perencanaan, memastikan bahwa rencana yang akan disusun benar-benar mengakomodasi kebutuhan lokal serta lebih holistik dan berkelanjutan," pungkasnya.
Kepala Dinas PSDAPR Kabupaten Brebes Abdul Majid menyampaikan, konsultasi publik merupakan salah satu kewenangan kabupaten, RDTR Kawasan Perkotaan Brebes disusun sebagai pendetailan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk mengatur kegiatan fungsional sesuai dengan rencana pola ruang dan dilengkapi dengan peraturan zonasi.

"Kegiatan ini dilaksanakan untuk menggali potensi dan masalah di kawasan perkotaan Brebes dalam rangka memberikan arahan pengembangan dan penataan kawasan dan mengarahkan dan mengakomodasikan kegiatan yang akan tumbuh atau ditumbuhkan," ucapnya.

Abdul Majid mengatakan, adanya konsultasi publik akan terumuskan diantaranya gambaran umum kawasan perkotaan Brebes dari berbagai perspektif, pemetaan potensi kawasan perkotaan yang dapat menjadi dasar pengembangan kawasan, pemetaan isu dan permasalahan yang dapat menghambat pengembangan kawasan, serta usulan dan masukan untuk pengembangan kawasan dan mengatasi permasalahan.

"Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya sosialisasi kepada masyarakat bahwa saat ini sedang disusun materi teknis RDTR kawasan perkotaan Brebes," tutupnya.


Penulis: Bayu Arfi
Editor: Wasdiun


www.topfm951.net (Brebes) - Puluhan kaum milenial dipapar agar menjadi bos dengan wirausaha mandiri. Mereka dibekali Teknik Penumbuhan dan Pengembangan Kewirausahaan "Mencetak Generasi Muda Menjadi Wirausaha Mandiri". Para wirausaha muda itu berasal dari Kabupaten Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Batang sebanyak 40 orang.

" Sekecil apapun usaha anda, kalian adalah Bos. Mendadak jadi bos, siapa takut?," papar Kepala Bidang Restrukturisasi Usaha dan Pembiayaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah Endah Ariyanti SH saat membuka pelatihan di Hotel Grand Dian Brebes, Rabu (10/7/2024).

Kata Endah, kegiatan ini merupakan salah satu upaya menyiapkan generasi muda yang mandiri dan berdaya saing tinggi ditengah dinamika perekonomian global. Melalui bimbingan teknis ini dapat memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai bagi para peserta agar mampu menciptakan peluang usaha, mengelola bisnis dengan baik, serta memberikan kontribusi positif bagi perekonomian masyarakat.


Plt Sekretaris Dinkopumdag Kabupaten Brebes Lusiana Indira Isni SSos MIKom memberikan materi tentang Pengembangan Usaha bagi Wirausaha Muda.
Menurutnya, bakat, kemampuan dan keterampilan tidak ada artinya jika dilakukan tanpa adanya konsistensi. Begitu pula saat terjun ke dunia usaha, agar tetap bisa bertahan dan menjadi sumber penghidupan maka wajib hukumnya untuk memiliki sikap konsisten.

"Memang tidak mudah, namun bukan berarti tidak bisa dilatih dan dibentuk. Yuk bangkit dan terapkan,' tutur Lusi.

Terkait dengan pemasaran produk yang dilakukan di Kabupaten Brebes, telah disediakan rumah UMKM Lapakemane.

Salah seorang peserta Lukman dari Tegal mengaku senang bisa mengikuti Bintek selama tiga hari. Dirinya bertekad akan menerapkan ilmu yang telah diraihnya agar usahanya makin moncer. (Wasdiun)

 


www.topfm951.net (Bumiayu) - Sebanyak 75 Warga Miskin Desa Bumiayu Kecamatan Bumiayu menerima bantuan paket sembako dalam rangka Hari Koperasi Nasional ke 77 Tahun 2024 di Aula Kantor Kepala Desa Bumiayu Senin, (8/7/2024).

Ketua Panitia Hari  Koperasi Nasional Tingkat Kabupaten Brebes Sunoto Mardi Siswoyo SH MH usai kegiatan mengatakan bahwa memperingati Hari Jadi Koperasi Nasional ke 77 Tahun 2024 menjadi momentum untuk para anggota koperasi khususnya yang ada di Kabupaten Brebes untuk  terus saling bergotong royong menjadi solusi penyelamatan anggota koperasi untuk keluar dari himpitan permasalahan ekonomi, sosial dan aspek kehidupan lainnya.

"Kegiatan ini tak lepas dari keguyuban anggota koperasi dalam bergotong royong melakukan iuran," ungkap Sunoto.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Brebes H Sumarno SPd MPd melalui Kepala Bidang Koperasi Sapto Aji Pamungkas SE  menjelaskan, peringatan Hari Koperasi ke-77 tahun 2024 di motori seluruh Koperasi yang ada di Brebes. Hal ini dilakukan untuk menunjukan bahwa Koprasi di Brebes masih eksis dan aktif.

"Koprasi yang ada tersebut menaungi ribuan UMKM dari berbagai sektor usaha," ucap Aji.

Selain itu para pelaku UMKM juga dilibatkan dalam kegiatan tersebut untuk secara langsung memasarkan produk yang dimiliki.



Hadir dalam acara tersebut Ketua Panitia Hari Koperasi Nasional Tingkat Kabupaten Brebes, Kasie Kesos Kecamatan Bumiayu, Kapolsek Bumiayu, Danramil Bumiayu, Kepala Desa Bumiayu dan warga penerima bantuan dari desa Bumiayu.

Penulis: Bayu Ahmad
Editor: Wasdiun

 


www.topfm951.net (Brebes) - Sekretaris DPC Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI) Kabupaten Brebes Syaefudin Trirosanto SH mengaku senang dengan penambahan masa jabatan kepala desa 2 tahun. Karena hal ini bisa menambah gairah kerja dan kesempatan berbakti lebih lama di desa. Meski demikian, Kades harus instrospeksi diri dengan meningkatkan kapasitas dirinya sehingga bisa membangun dan mensejahterakan masyarakat desa.

Demikian disampaikan Asep-demikian sapaan akrabnya-saat menggelar tasyakuran dan sosialisasi Satu Dasawarsa Undang-undang nomor 3 tahun 2024 tentang Desa di Grand Dian Hotel, Bumiayu, Sabtu (5/7/2024).

Dia menyakini para kepala desa berkomitmen lebih baik kinerjanya untuk pengabdian di maysarakat. Pihaknya juga akan melanjutkan pengawalan hingga terbit PP hingga Perda yang terus ber pihak kepada desa

“Bila Desa Bersatu, Brebes Maju. Sebab, kekuatan desa menjadi power bagi Pembangunan di desa maupun Pembangunan nasional,” ungkap Asep.

 Asep memotivasi kepada rekan-rekan Kades, bila sudah melepas lepaskan tali perahu di Pelabuhan maka terus kembangkan jangan takut akan gelombang karena Allah Bersama Kita.

Penjabat Bupati Brebes Iwanuddin Iskandar SH MHum menyampaikan, Undang-undang desa merupakan salah satu produk kebijakan strategis pemerintah yang memberikan jaminan bagi desa atas dasar kebutuhan secara keseluruhan. Terkait penyelenggaraan pemerintahan desa mengenai pengaturan pengelolaan keuangan desa, kewenangan desa, kewajiban dan hak aparatur pemerintahan desa, pendirian badan usaha milik desa dan lainnya.

“Desa tidak hanya penting sebagai kerangka regulasi tetapi juga sebagai lem perekat bangsa dan juga sebagai kerangka kebijakan pemerintah,” ujar Iwan.

Sebagai Pj Bupati, lanjutnya, telah dikukuhkannya masa perpanjangan jabatan 287 kepala desa di Kabupaten Brebes 27 Mei 2024 lalu. Pengukuhan ini merupakan salah satu amanat yang di atur dalam undang-undang nomor 3 tahun 2024 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 6 tahun 2024 tentang desa.

“Selain hal tersebut, amanat yang di atur dalam undang-undang nomor 3 tahun 2024 juga memperpanjang masa jabatan keanggotaan Badan Permusyawaratan Desa di Kabupaten Brebes yang seharusnya berakhir di tahun 2024, diperpanjang dua tahun sampai dengan tahun 2026,” ungkapnya.

Berkaitan dengan urusan pemilihan kepala desa, pemilihan badan permusyawaratan desa dan pengisian perangkat desa akan segera diatur lebih teknis dalam peraturan pemerintah pelaksana undang-undang desa dan atau surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri.

Untuk itu, Pemerintah desa untuk segera melakukan perubahan dan atau penambahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes). Hal ini untuk menyesuaikan dengan penambahan masa jabatan kepala desa 2 tahun, dan disesuaikan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam rangka peringatan satu dasawarsa undang-undang desa, Iwan mengajak untuk saling bersinergi guna mengoptimalkan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan desa dan pembangunan perdesaan. Termasuk didalamnya pemberdayaan kemasyarakatan desa dan pembinaan kemasyarakatan desa.

Peringatan Satu Dasawarsa UU Desa mengundang narasumber Kapolda Jateng Ahmad Luthfi dihadiri seluruh Kades dan perangkat desa se kabupaten Brebes. (Wasdiun)


www.topfm951.net (Brebes) - Pj Bupati Brebes Iwannudin Iskandar SH MHum melepas kontingen dari dua kompetisi yakni Pekan Olahraga dan Seni Wilayah Perbatasan (Porsenitas) ke XI Kunci Bersama di Cilacap, dan Festival Olahraga Daerah (Forda) diselenggarakan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Jateng di Banyumas. Dua kontingen tersebut dilepas secara bersamaan di Aula Lantai 5 KPT Brebes, Jumat (5/7/2024).

"Ada dua event olahraga yang saya lepas hari ini yaitu Porsenitas Kunci Bersama dan Forda Kormi, saya titip pesan para atlet sebarkan informasi serta hal baik terkait Brebes, ini bukan tentang kompetisi saja, tapi juga ajang silaturahmi," ucap Iwan.

Iwan mengatakan, Porsenitas olahraga yang dikemas dengan kerukunan daerah perbatasan Jateng dengan Jabar. Sedangkan Forda Kormi olahraga kesenangan atau hobi yang membuat masyarakat menjadi guyub, karena suatu prestasi harus dimulai dengan kebahagiaan, salah satunya melalui olahraga.

"Saya apresiasi untuk semua atlet maupun official, jangan lupa jaga kesehatan, jaga kebahagiaan di Cilacap dan Banyumas, dan tak kalah penting promosikan produk UMKM Brebes," tuturnya.

Untuk reward, lanjut Iwan, menghendaki yang juara satu dua tiga nantinya akan dikoordinasikan dengan Dindikpora.



Ketua Kontingen Porsenitas Caridah menyampaikan, Porsenitas dilaksanakan satu tahun sekali diikuti para ASN daerah perbatasan Jateng dan Jabar.

"Tahun ini, ada 11 cabor yang dipertandingkan, jumlah peserta atlet beserta official dari Brebes 78 orang, kegiatan dilaksanakan tanggal 9 sampai 12 Juli," terangnya.

Caridah melaporkan, Brebes mengikuti 9 cabor, ada cabor baru yang diikuti yakni sepeda, hanya cabor muatan lokal Cilacap yang tidak bisa diikuti. Dia memohon doa dan dukungan agar Brebes bisa meraih prestasi seperti prestasi yang sudah pernah diraih.

Sementara itu, Ketua Kormi Fajar Adi Widiarso menyampaikan, tim Brebes telah melakukan persiapan matang dalam menghadapi Forda Jateng.

"Para atlet telah mengikuti serangkaian pelatihan intensif dan program pembinaan yang terstruktur, kami yakin para atlet memiliki kemampuan dan mental juara yang cukup untuk bersaing," tuturnya.

Lanjut Adi, kegiatan dari 5 sampai 7 Juli, jumlah atlet 38 orang dari 9 nomor lomba. Dia menargetkan prestasi yang maksimal dalam Forda dengan semangat juang yang tinggi dan dukungan masyarakat Brebes.

"Kami berharap mendapatkan tambahan mendali, karena kemarin pada Fornas alhamdulilah kami menyumbang mendali emas yaitu cabang Induk Organisasi Olahraga (Inorga) Kontingen Sepeda Tua Indonesia (Kosti)," pungkasnya.

Penulis: Bayu Arfi
Editor: Wasdiun

 







 

www.topfm951.net (Brebes) - Angka kematian ibu (AKI) merupakan salah satu indikator utama yang mencerminkan derajat kesehatan masyarakat di suatu daerah. Tingginya AKI di Kabupaten Brebes menjadi perhatian serius dan menuntut kita untuk bekerja lebih keras dan cerdas dalam menemukan strategi yang efektif untuk menurunkannya. 

“Upaya menurunkannya, tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kerja sama dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, masyarakat, dan berbagai pihak terkait lainnya,” ujar Penjabat Bupati Brebes Iwanudin Iskandar SH MH saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam upaya menurunkan kematian ibu tingkat Kabupaten Brebes di Aula Dinas Kesehatan Brebes, Kamis (4/7/2024).

Kata Iwan, diperlukan forum peduli kesehatan ibu yang diharapkan dapat menjadi platform efektif untuk mengonfrontasi berbagai pemangku kepentingan dalam upaya menurunkan AKI di Kabupaten Brebes. FGD ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan coffee morning bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah beberapa waktu yang membahas permasalahan tingginya angka kematian ibu di Kabupaten Brebes. 

“Melalui diskusi ini, kita berupaya membentuk forum peduli kesehatan ibu yang akan berperan sebagai wadah kolaborasi antar-berbagai pihak untuk mengatasi masalah AKI,” ucap Iwan.

Lanjut Iwan, masalah kesehatan ibu di Kabupaten Brebes tak bisa dipandang sebelah mata, berdasarkan data yang ada, masih banyak ibu hamil yang tak mendapatkan pelayanan kesehatan memadai. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain terbatasnya akses pelayanan kesehatan, rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kehamilan, serta kurangnya tenaga kesehatan yang terlatih di daerah-daerah terpencil. 

Melalui FGD, Iwan berharap peserta dapat menggali ide-ide dan strategi yang inovatif dan aplikatif untuk menurunkan AKI di Kabupaten Brebes. Peningkatan akses pelayanan kesehatan perlu dipastikan agar seluruh ibu hamil di Kabupaten Brebes memiliki akses yang mudah dan cepat ke pelayanan kesehatan. Ini dapat dilakukan dengan memperbanyak fasilitas kesehatan di daerah-daerah terpencil, serta meningkatkan ketersediaan transportasi untuk ibu hamil yang membutuhkan perawatan segera. 



Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Ineke Tri Sulistyowaty SKM MKes melaporkan, pada dua tahun terakhir yakni tahun 2022 terlapor 50 kasus, tahun 2023 ada 54 kasus. Sedangkan pada tahun 2024 sudah dilaporkan sampai bulan Juli ada 36 kasus. 

Dari angka tersebut, Brebes sebagai penumbang AKI tertinggi di Jawa Tengah selama hampir sepuluh tahun. Penyebab langsung kematian ibu yang terbanyak adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi sekitar 38 persen, penyakit jantung dan gagal ginjal 38 persen dan karena pendarahan ada sekitar 29 persen. 

Ineke menghimbau kepada Puskesmas yang merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama ini tentunya perlu penguatan untuk pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED). Puskesmas yang sudah mampu PONED harus sering dievaluasi dalam penanganan kegawatdaruratan. Dan untuk Rumah Sakit sebagai Faskes rujukan PONED diharapkan mampu memberikan pelayanan secara konferhensif. 

Hadir pada kegiatan ini para Kepala OPD, Ketua Baznas Kabupaten Brebes, Direktur RSUD dan para Kepala Puskesmas di Kabupaten Brebes.

Penulis: Agus Awaludin

Redaktur : Wasdiun

 

www.topfm951.net (Paguyangan) - Program Studi Ilmu Komunikasi dan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Peradaban (UP) mengadakan kerjasama Implementasi Agreement atau IA dengan Radio Top FM Paguyangan, Radio Kasihku FM Bumiayu, Penerbit Rayaz Media dan juga dengan Portal Pantura, Kamis ( 4/7/24).

Kerjasama ini mencakup kerjasama di berbagai bidang yang bertujuan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri, baik terkait dengan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), maupun kerjasama lain yang menguntungkan kedua instansi.

Acara ini juga dihadiri oleh oleh Kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Peradaban, dan dihadiri oleh puluhan mahasiswa Ilmu Komunikasi serta Pendidikan Bahasa Indonesia.

Kaprodi Ilmu Komunikasi Aan Herdiana, S.I.Kom., M.Sos menyampaikan bahwa dengan adanya kerja sama ini semoga ada harapan dan gambaran profesi kedepannya agar mahasiswa dapat mempersiapkan skill dan bekal dengan benar sesuai dengan minat dan keterampilannya.

"Jadi Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi mahasiswa, baik dalam hal pengetahuan, keterampilan, maupun pengalaman," katanya.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yaitu Rifqi Isnaeni Yusuf, S.Hum., M.A juga memberi sambutan yaitu ada dua hal yang dibutuhkan dalam dunia kerja, yang pertama profesionalisme dan kedua kepakaran. Dalam profesionalisme kita sudah mempelajarinya dalam perkuliahan, dan kepakaran kalian akan dapatkan dari ahlinya langsung dengan adanya kerja sama ini.

"Semoga dengan ini menjadi jembatan antara dunia praktisi dengan kampus menjadi sinergi. Harapannya agar langsung menyerap ilmu dan tips dari praktisi profesional di bidang penerbitan buku, radio dan media online," ungkap dia.

Manager Top FM Bayu Akhmad  berharap dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam mendukung pertumbuhan serta pengembangan mahasiswa di UP, dan optimis akan memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat.

“Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dalam memfasilitasi mahasiswa UP serta memberikan kontribusi yang positif bagi kemajuan kampus. Semoga kerjasama ini berjalan baik dan memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat,” ujarnya.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan penandatanganan Kerjasama oleh Manager Radio Top FM Bumiayu Bayu Akhmad, Station Manager Radio Kasihku FM Bumiayu Rosita Indah Utami, S.I.Kom, Direktur Penerbit Rayaz Media Lisnawati, M.Si, Pimpinan Perusahaan Portal Brebes Yudhi Prasetyo beserta Kaprodi Ilmu Komunikasi dan Kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia.

Penulis : Ifa Rifqia

 


www.topfm951.net (Paguyangan) -  Launching PMT dan Makan Bareng Bupati dan Ketua TP. PKK Kabupaten Brebes bertempat di Aula Obyek Wisata Tuk Sirah Pemali Winduaji, Paguyangan, Rabu (3/7)

Acara tersebut digelar dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada ibu hamil dan ibu Balita terkait stunting, agar dapsr memperbaiki pola makanannya supaya memenuhi gizi seimbang.


Dalam sambutannya, Camat Paguyangan Salamun S. IP memaparkan terkait hasil pendampingan dalam rangka penurunan stunting yaitu " Gaspol" Pendampingan kecamatan Paguyangan dari lima desa yaitu di antaranya desa Taraban, Pagojengan, Cipetung, Krajan, Kedungoleng dengan total 114 angka stunting. 


PJ Ketua TP PKK Kabupaten Brebes Ny Dewi Iwanuddin Iskandar dalam sambutannya menceritakan pengalaman pribadi nya terkait pentingnya memperhatikan banyaknya gizi yang masuk, bukan banyaknya makanan yang masuk. Supaya ibu ibu semakin semangat untuk memberikan pola makan yang baik untuk dirinya sendiri dan untuk anak anak, ujarnya.



Adapun bentuk dari keseimbangan yang dimaksud berupa protein, karbohidrat, buah, lauk pauk, dan sayuran.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Dinkes Kabupaten Brebes, penggerak PKK kecamatan Paguyangan, Forkopinca Paguyangan, Dp3KB kecamatan Paguyangan, Kepala Puskesmas, & Kades Winduaji.

 


www.topfm951.net (Brebes) - Sayonara, Roadshow Bus KPK 2024 Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi meninggalkan Brebes setelah bersukaria memapar 30 ribu orang selama lima hari menebar virus antikorupsi ke warga Masyarakat dari segala lapisan. Aksi pendidikan antikorupsi di Kabupaten Brebes tersebut akhirnya berakhir setelah dilepas oleh Pj Bupati Iwanuddin Iskandar dari Alun-alun Brebes, Minggu (30/6/2024).

Bus KPK meluncur menuju Kabupaten Wonosobo yang sebelumnya bertengger di Brebes sejak 26-30 Juni 2024. Selama kurang lebih lima hari itu, sejumlah agenda kegiatan telah sukses diselenggarakan. Diawali dengan sambutan kedatangan Bus KPK, Studium General, Podcast, Pendidikan antikorupsi, temu komunitas, seminar antikorupsi hingga nonton bareng dan Senam Hajar Serangan Fajar, yang dipusatkan di Pendopo dan alun-alun Brebes.

Penjabat Bupati Brebes usai melepas Bus KPK mengatakan, pihaknya sangat mendukung program roadshow Bus KPK karena pendidikan antikorupsi harus terus digalakkan, tidak hanya saat KPK ada di Brebes saja.

"Nantinya sejumlah pendidik akan kita fasilitasi dalam memberikan edukasi. Apa lagi Brebes wilayahnya luas dengan jumlah penduduk yang sangat besar," jelas Iwanuddin.

Selain membuat program pendidikan antikorupsi yang berkelanjutan, Iwan berharap ada output dari semua ini bukan hanya Survei Penilaian Integritas (SPI) saja, namun dengan penerapan bahwa publik betul-betul mendapat kepuasan atas pelayanan dari pemerintah.

"Jadi indikatornya bukan hanya SPI saja, tapi lebih kepada pelayanan masyarakat yang lebih pasti, lebih murah, lebih akuntabel dan tidak ada indikasi koruptif," tandas Iwan.

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK RI Amir Arief memberikan apresiasi yang cukup tinggi kepada Pemkab dan masyarakat Brebes atas apresiasinya dalam pendidikan antikorupsi tersebut.

"Karena pendidikan antikorupsi tidak bisa hanya dilakukan oleh KPK, melainkan seluruh lapisan masyarakat. Itulah yang kita lakukan selama di Brebes. Dengan edukasi yang sifatnya menarik, menghibur hingga yang serius," jelas Amir.

Amir mengungkapkan, selama tiga hari lebih di Brebes, pihaknya berhasil menjangkau, menyuluh dan mendidik sekitar 30.000 orang yang dapat dijangkau melalui agenda Roadshow tersebut. Tak hanya itu, pelayanan publik yang bertengger di Alun-alun Brebes juga nyatanya telah melayani ratusan warga Brebes yang ingin mengurus keperluannya.

"Selama tiga hari saja, kita mampu memuaskan masyarakat. Pelayanan publik jadi lebih cepat, lebih mudah dan lebih baik, untuk Dindukcapil misalnya telah melayani 719 orang, DPMPTSP ada 77 penerbitan ijin, ATR/BPN ada 65 konsultasi bidang tanah," ungkapnya.

Untuk outcome yang bisa didapat dari agenda tersebut, Amir menjelaskan nantinya SPI akan meningkat, kesadaran masyarakat Brebes tentang antikorupsi juga terdongkrak, yang pada muaranya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Brebes.

Acara pelepasan Roadshow Bus KPK diawali dengan senam bersama Hajar Serangan Fajar di Alun-alun Brebes yang diikuti oleh ribuan warga Brebes. Pada kesempatan itu juga diserahkan penerbitan ijin berusaha kepada pelaku UMKM dan Sertipikat tanah oleh Kantor Pertanahan Brebes.


Penulis: Radit
Editor: Wasdiun

 



www.topfm951.net (Brebes)  - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menggelar temu komunitas antikorupsi di Pendopo Brebes, Sabtu (29/6/2024). Acara dikemas dalam agenda Talkshow Penguatan Komunitas dalam rangkaian Roadshow Bus KPK di Kabupaten Brebes.

Pj. Bupati Brebes Iwanuddin Iskandar yang diwakili Plt Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Brebes M Reza Prisman mengatakan, komunitas yang ada dalam naungannya cukup banyak, sehingga bisa dikumpulkan untuk bincang bersama dalam talkshow antikorupsi tersebut.

"Ada sekitar 300 komunitas baik LSM maupun ormas, ini menjadi kegiatan yang cukup baik dalam rangka penyampaian sosialisasi antikorupsi," jelas Reza.

Adapun talkshow dibawakan oleh moderator, Wakro dengan pembicara Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Amir Arief dan dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Jawa Tengah Yoga.

Dalam paparannya, Amir Arief mengatakan bahwa sumber kejahatan korupsi diibaratkan dengan kasus demam berdarah. Bahwa pencegahan tidak hanya dengan fooging saja, namun kebersihan lingkungan juga diperlukan. Perlu adanya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dari masing-masing individu dan lingkungan.

"Maksudnya adalah, bagaimana memberantas sumber kejahatan korupsi. Bukan hanya sekedar menangkap yang korupsi saja," ungkap Amir.

Untuk itu dibutuhkan sistem yang baik dengan cara mengubah semua budaya yang menjurus korupsi dengan cara edukasi untuk kembali mengingat nilai kebenaran dan itulah yang saat ini dilakukan tim Roadshow Bus KPK di Brebes.

"Jadi pendidikan ini juga merupakan sebuah upaya pencegahan sekaligus pemberantasan, ini yang kita lakukan di Brebes," terang Amir.

Diskusi berlangsung seru yang diwarnai antusias dari komunitas yang hadir. Mereka bertubi-tubi melemparkan pertanyaan kepada pihak KPK.

Acara dipungkasi dengan pembacaan dan penandatangan Deklarasi dan Komitmen Antikorupsi Komunitas Masyarakat Brebes.


Penulis: Radit
Editor: Wasdiun

 


www.topfm951.net (Brebes) - Pendidikan antikorupsi mulai digelar pada rangkaian Roadshow Bus KPK Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi di Kabupaten Brebes. Sasarannya siswa SD dan SMP, mereka diberi edukasi tentang antikorupsi di Pendopo Brebes, Jumat (28/6/2024).

Para penyuluh KPK memberi contoh terkait disiplin, jujur dan tangung jawab di sekolah. Kegiatan sengaja dibuat rekreatif dengan diselingi senam bersama siswa dan guru.

Selanjutnya KPK mengenalkan peran profesi dalam mengedukasi siswa. Menghadirkan dr Muh Fuad sesi pertama untuk siswa SD dan dr Shella Vina Putri sesi kedua untuk siswa SMP.

dr Fuad memberikan paparan terkait 9 nilai antikorupsi, yaitu jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, adil dan berani.

"Kita mesti memiliki sikap sederhana, walaupun sudah nanti sukses menjadi dokter kita hendaknya tampil sederhana, semisal cukup memiliki satu motor saja, jangan berlebihan," ucap dr Fuad.

dr Fuad berpesan, anak-anak harus mulai memahami nilai-nilai antikorupsi, itu nantinya akan menjadi bekal di kemudian hari terutama saat sudah bekerja dan menggeluti suatu profesi.

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Amir Arief menyampaikan tim Roadshow Bus KPK memang menyasar kalangan generasi muda terutama pelajar dan anak usia dini.

"Hal ini kami lakukan untuk memberikan pendidikan antikorupsi sejak dini pada para generasi muda di Bangkalan dengan menanamkan sikap jujur, disiplin, mandiri, tanggung jawab dan bekerja keras," ucap Arief.

Melalui penanaman sikap-sikap tersebut Amir berharap akan tumbuh generasi-generasi muda yang beretika dan memilki fondasi integritas.
Amir juga menjelaskan untuk metode penyampaian materi kampanye anti korupsi bagi pelajar dan anak usia dini di kemas dengan edukasi yang interaktif dan menyenangkan.

"Melalui metode edukasi seperti ini akan lebih menarik dan menyenangkan bagi anak-anak, sehingga meskipun waktu pemberian materi cukup singkat akan membekas dan akan menjadi pengalaman yang terus diingat," tutupnya.

Di sela acara Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Caridah memberikan semangat kepada anak-anak sekaligus memberi pertanyaan dan hadiah.


Penulis: Bayu Arfi/Daniar
Editor: Wasdiun

 

www.topfm951.net (Brebes)  - KPK RI melakukan roadshow bus 2024 di Kabupaten Brebes. Beragam kegiatan dilakukan untuk memeriahkannya, salah satunya dengan pendidikan antikorupsi yang digelar di Pendopo Brebes pada Jumat (28/6/2024) 

Pendidikan antikorupsi ini menyasar sejumlah tingkat pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA. Sebagai strategi menyalurkan ilmu antikorupsi kepada satuan pendidikan setingkat PAUD, tim Roadshow bus KPK menggunakan teknik mendongeng. Virus antikorupsi ini disebar ke anak-anak Paud/TK lewat media mendongeng sehingga anak-anak dapat menangkap apa yang disampaikan pendongeng.

Sejak pagi, anak-anak dari sejumlah TK di Brebes sudah berkumpul di Pendopo Brebes. Mereka bersenang-senang sambil bernyanyi dan menari. Hingga saatnya dongeng pendidikan antikorupsi ditampilkan oleh Kak Teddy.

Ditemui di Pendopo usai memberikan sambutan, Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT menjelaskan, kegiatan dongeng tersebut bertujuan untuk menanamkan tradisi antikorupsi sejak dini.

"Agar budaya ini tertanam, sehingga sampai dewasa akan terus diingat oleh mereka," jelas Djoko.




Adapun pemilihan dongeng sebagai media penyampaian tak lain untuk membantu agar pendidikan antikorupsi ini bisa relevan untuk anak-anak usia PAUD dan TK. 

"Jadi dengan mendongeng, akan lebih bisa masuk kedalam ingatan mereka," ungkap Djoko.

Selain mendengarkan dongeng antikorupsi, anak-anak juga diberi edukasi tentang fire resque atau pemadam kebaran dari Damkar Satpol PP Brebes. Antusias semakin tampak ketika anggota Damkar mempertontonkan ular hasil tangkapannya. Bahkan, mereka menikmati hujan dari semprotan mobil pemadam kebakaran.

Penulis: Radit

Editor: Wasdiun

 



www.topfm951.net (Brebes) - Pj Bupati Brebes Iwannudin Iskandar SH MHum ingin sosialisasi antikorupsi sampai ke tingkat desa, mengingat wilayah Kabupaten Brebes yang luas dan banyaknya jumlah penduduk. Upaya preventif tindak korupsi harus dilakukan secara masif dan kolaboratif.

Demikian disampaikan Iwan saat pembukaan Roadshow Bus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi, di Pendopo Brebes, Kamis (27/6/2024).

"Kami ingin berkolaborasi dengan KPK, kami punya banyak SDM, masyarakat ingin dibina dan dijadikan pilot projek Tim Penyuluhan Antikorupsi, dengan demikian kejadian pelanggaran penyelewengan dana desa misalnya, bisa diminimalisir," ucapnya.

Iwan mengatakan, kalau sering melakukan pendidikan, sering memberikan pemberitahuan informasi-informasi maka masyarakat akan sadar, sehingga masyarakat otomatis akan melakukan tindakan pencegahan bersama Pemkab dan pihak terkait apabila ada indikasi korupsi.

"Kenapa Brebes terpilih sudah sesuai kriteria dari KPK, dan saya memastikan tidak ada kaitannya dengan Brebes sebagai target Operasi Tangkap Tangan (OTT) ataupun apa, kegiatan ini memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa korupsi ciri ciri kaya apa, cara mengantisipasinya, paling penting yakni pendidikan," tandasnya.



Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK RI Amir Arif menyampaikan, Roadshow Bus KPK rutin dilakukan setiap tahun keliling di Pulau Jawa dan Sumatera, tujuannya ingin sebanyak-banyaknya menyambangi dan memberikan pendidikan di daerah.

"Di Jawa Tengah sebenarnya tahun 2018 sudah pernah kami datangi, kebetulan Brebes belum, dan kami pilih untuk didatangi, melihat daerah mana yang prioritas dan dijadikan mitra," terangnya.

Lanjut Amir, daerah dipilih Roadshow Bus KPK ukurannya yaitu tiga indeks Monitoring Center for Prevention (MCP), Survei Penilaian Integritas (SPI), dan kerawanan politik uang. Ini penting karena mengatasi indeks semua itu bukan pekerjaan KPK sendirian, butuh Pemkab, masyarakat, forum dan semua stakeholder.

"Esensinya adalah jadikan momen ini bersama-sama meningkatkan pendidikan antikorupsi," tandasnya.

Terkait masih terjadi kades tersandung kasus korupsi dana desa, kata Amir, mengatasi risiko pelanggaran dengan tiga cara yakni pendekatan, penididikan yang harus dibarengi dengan pencegahan. Jadi mengatasi risiko pelanggaran dipengelolaan dana desa dapat dilakukan bersama.

"Penegak hukumnya iya, juga penegasan dari jajaran Pemkab dan kita semua bersama membangun sistem dan ekosistem pengelolaan dana desa yang baik, paling utama meningkatkan kesadaran masyarakat dari segala macam elemen masyarakat umum, pelajar ASN agar sadar antikorupsi," pungkasnya.

Penulis: Bayu Arfi
Editor: Wasdiun



 


www.topfm951.net (Brebes) - Dua ratus mahasiswa di Kabupaten Brebes mendapatkan makanan segar tentang budaya anti korupsi dari Komisi Pemberantasan Korupsi. Mereka mendapatkan ilmu anti korupsi dalam bentuk Kuliah Umum di Auditorium Unversitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, Kamis (27/06). Ini merupakan rangkaian kegiatan Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi Road Show Bus KPK 2024 di Kabupaten Brebes.

Kuliah Umum dengan tema “Gerakan Hajar Serangan Fajar” diisi dengan ceramah dan diskusi yang di moderatori Muamar MPdI dengan narasumber Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) Amir Arief SST.

Amir mengatakan bahwa pendidikan anti korupsi harus dimulai sejak dini, oleh karenanya KPK RI melalui kegiatan ini menyasar ke Mahasiswa di Kabupaten Brebes. Kita bisa ambil gambaran dari Si A adalah perokok tapi sudah berhenti merokok dan Si B tidak pernah sama sekali merokok, dua-duanya rentan akan merokok begitu juga dengan korupsi.

Faktor-faktor penyebab korupsi diantaranya Rasionalisasi, pembenaran atas perbuatan yang dilakukan, Sikap superioritas, angkuh, serakah, dan self-interest (prosedur tidak berlaku untuk dirinya), Tekanan dari internal (personal&perusahaan) maupun eksternal, Kemampuan (jabatan, wewenang, otoritas, kedudukan, pengetahuan atas sistem) dan Kesempatan (sistem yang lemah).

“Makanya sering kita lihat Pejabat sekelas Menteri, BUMN, Kepala Daerah sering terlihat pemberitaan tertangkap melakukan tindakan Korupsi,” lanjut Amir.

Makanya melalui kegiatan ini menjadi salah satu Strategi Pemberantasan Korupsi. Selain dengan cara Pendidikan, Pencegahan, Penindakan juga harus ada peran masyarakat  sesuai Pasal 1 UU no 19 Tahun 2019 tentang KPK.

“Pemberantasan tindak pidana korupsi adalah serangkaian kegiatan untuk mencegah dan memberantas terjadinya tindak pidana korupsi melalui upaya koordinasi, supervisi, monitor, penyelidikan, penyidikan, penuntutan, pemeriksaan di sidang pengadilan, dengan peran serta masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” pungkas Amir.

Hadir dalam acara tersebut Sekertaris Daerah Kabupaten Brebes Ir Djoko Gunawan MT,  Inspektur Kabupaten Brebes Nur Ari Haris Yuswanto MSi, Rektor UMUS Brebes Dr Roby Setiadi SKom MM, serta Akademisi dan Mahasiswa Umus Brebes, STAI Brebes, Universitas Widya Manggalia, Stikes YPBHK, Universitas Peradaban Bumiayu, AKBID Alhikmah dan beberpa perguruan tinggi lainya di Kabupaten Brebes.


Penulis: Agus Awaludin
Editor: Wasdiun

PROGRAM ACARA UNGGULAN : 05-06 NGAJI PAGI * 06-07 INFO PAGI*07-09 INDONESIA DANGDUT*09-11 LAGU JAWA* 11-13 KENANGAN*13-15 DANGDUT NGETOP*15-17 TREN MUSIK INDO* 19-21 MUSIK TO ORANG MUDA*21-00 TOPREQUEST

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online | WA : 0856 0203 7951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj |085326111234
Email: topfm951@yahoo.co.id