LPPL SINGOSARI TOPFM || 95.1 MHz ||MORE THAN JUST RADIO ||INSPIRING RADIO ||

Live Radio Streaming


KLIK WINAMP
KLIN MORE PLAYER
KLIN MORE PLAYER


Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalur pantura Brebes, mereka menyaksikan Kirab Budaya, bukti kemuliaan Brebes dari sisi kesenian dan kebudayaan yang adiluhung.  Kirab Budaya dalam rangka Peringatan Hari Jadi Ke-342 Kabupaten Brebes tersebut mengambil Start dari halaman Gedung DPRD Kabupaten Brebes dan finish Alun-alun Brebes, Sabtu (18/1) siang.

Tumpah ruah warga terlihat di sejumlah  sepanjang jalan yang dilalui rute kirab.  Yakni di depan Gedung DPRD Brebes, sepanjang Jalan Gajah Mada hingga Jalan Jenderal Sudirman, jalan Tritura, jalan Slamet hingga alun alun alun. Mereka sengaja datang dari berbagai daerah dan kalangan, mulai dari orang tua hingga anak-anak.

Rombongan kirab diawali Pasukan Pembawa Bendera Merah Putih, Pasukan  Drumband dan iring-iringan kereta kencana yang ditumpangi Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH beserta suami Drs H Warsidin MH, serta Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, beserta istri Sri Legiastuti Narjo. Kemudian rombongan anggota Forkopimda beserta istri, Kepala SKPD se-Kabupaten Brebes, camat se-Kabupaten Brebes, Pimpinan BUMN dan BUMD.

Selanjutnya iring-iringan disusul oleh rombongan kesenian dari 17 kecamatan se-Kabupaten Brebes yang menampilkan berbagai atraksi dan seni budaya. Di antaranya tarian khas Brebes seperti Sintren, kirab hasil bumi, hingga penampilan kostum batik carnival.

Tak ketinggalan, penampilan marching band dari berbagai sekolah hingga penampilan dari BUMD dan BUMN, ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes.

Kirab digelar setelah pelaksanaan rapat Paripurna Hari Jadi Kabupaten di Gedung DPRD Kabupaten Brebes.

Di depan anggota Dewan,  Bupati minta dukungan dewan dan masyarakat luas terutama dengan adanya loncatan pembangunan Kawasan Industri Brebes (KIB) dan Kawasan Peruntukan Industri Brebes (KPIB). Pasa hakekatnya, program Pemkab ke depan adalah upaya menyejahterakan masyarakat.

Hadirnya KIB dan KPIB akan didukung dengan normalisasi sejumlah waduk, seperti Waduk Malahayu dan Waduk Penjalin. "Dan juga akan segera dibangun Bendungan Karet di 4 sungai yakni Cisanggarung, Kabuyutan, Babakan dan Pemali,"  ucap Idza Priyanti.

Selain itu, akan membangun Politeknik Vokasi dan BLK untuk mendukung kawasan industri dan lain-lain. "Mudah-mudahan dengan kemajuan pembangunan itu, Brebes ke depan akan semakin mulya, amin," pungkasnya. (spt/wsd/topfm)

Kado Hari Jadi ke-342 Kabupaten Brebes berupa pembebasan biaya retribusi tanda masuk obyek wisata menarik minat ribuan wisatawan yang berkunjung ke Brebes. Tidak hanya dari Brebes saja yang datang ke berbagai obyek wisata yang digratiskan. Tapi juga dari luar kota, yang sengaja berkunjung ke Brebes setelah melihat informasi dari teman, saudara maupun media sosial.
Wisatawan asal Kota Tegal Topan misalnya, mengaku sebelumnya tidak tahu bahwa tiket masuk gratis. Dia merasa senang setelah mengetahui bahwa di Hari Jadi Kabupaten Brebes masuk ke wisata ternyata gratis.
"Saya sengaja, setiap akhir pekan mengisi waktu dengan jalan-jalan, kemarin saya ke Hutan Mangrove dan kebetulan hari ini ke pantai, ternyata digratiskan," ucap Topan dengan senyum lebar saat berada di Pantai Randusanga Indah (Par’In), Sabtu (18/1).
Senada, Yuswanto dari Magelang mengaku senang adanya kado spesial hari jadi Brebes. "Saya merasa senang adanya tiket masuk gratis, tapi untuk menarik wisatawan masih kurang," ucap pengunjung Waduk Malahayu Yuswanto yang juga pengelola Bumdes Borobudur Magelang.
Dia mengetahui tiket gratis dari temannya yang asli orang Brebes. Yuswanto juga memberi masukan serta harapan kepada tempat wisata ini, seperti belum adanya pemandian dan gasebo untuk istirahat pengunjung. Seharunya wisata ini bisa dimaksimalkan karena memiliki potensi besar.
"Tadi kami masuk tidak dipungut biaya, alkhamdulillah anak-anak senang bisa berwisata alam di sini. Kami berharap pariwisata Brebes semakin maju, dan pantainya bersih," ujar pengunjung lain, Tohidin Guru SD N 3 Tengki, Brebes.
Pengunjung lainnya Soni, bersama teman-temannya memanfaatkan tiket gartis untuk jalan-jalan. Dia berharap muncul tempat wisata baru di Brebes, harus lebih bagus dan terjaga kebersihannya, jangan kalah dengan daerah tetangga.
Ketua Panitia Hari Jadi ke-342 Tatag Koes Adiyanto menjelaskan, bahwa ada kado istimewa di sejumlah Daya Tarik Wisata (DTW) yang dikelola Pemkab Brebes tiket masuknya digratiskan. DTW yang dimaksud diantaranya Pantai Randusanga Indah (Par’In), Waduk Malahayu Banjarharjo, Pemandian Air Panas Cipanas Buaran Bantarkawung, serta Tirta Husada Kedungoleng Paguyangan.
Sebagian masyarakat memanfaatkan tiket gartis yang berlaku satu hari tersebut, untuk berwisata dan menikmati pesona alam di Brebes. Ada yang sekedar mengisi akhir pekan, ada juga Sekolah Dasar (SD) memanfatkan untuk mengenalkan alam kepada anak-anak. (ba/wsd/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/01/bupati-ingatkan-masyarakat-agar-siapkan.html#more
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH menginginkan masyarakat agar menyiapkan mental dalam menyambut Kawasan Industri Brebes (KIB). Hal tersebut disampaikan Bupati saat
Sarasehan hari jadi ke-342 Kabupaten Brebes 2020 di pendopo Kabupaten Brebes,  Kamis (16/7).

Kata Idza, keberadaan Kawasan Industri Brebes (KIB) merupakan suatu keniscayaan yang benar benar akan terjadi. Untuk itu bupati mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Brebes untuk menyiapkan mental dan keterampilan diri guna menghadapinya.
Menurut Idza dijadikanya Brebes sebagai kawasan Industri sedikit banyak akan membawa perubahan dan pengaruh yang bermacam macam, baik pengaruh yang bersifat positif maupun negatif.
“Saya minta seluruh masyarakat siapkan mental dan keterampilan diri," ujar Idza.
Sementara itu Kepala Baperlitbangda Kabupaten Brebes Drs Edy Kusmartono MSi menyampaikan berbagai hal terkait Kawasan Industri dan Kawasan Peruntukan Industri. Salah satunya terkait akan terbukanya banyak lowongan pekerjaan yang sudah secara khussus diminta untuk diisi oleh masyarakat Brebes sendiri.
Sementara itu untuk menjawab kehawatiran banyak pihak akan terjadinya pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh suatu industry, Edy menyampaikan bahwa pabrik pabrik yang masuk di Brebes diutamakan adalah pabrik yang padat pekerja dan minim limbah.
“ Tenang saja, sudah ada Tim Khusus yang bertugas untuk mengawasi maslah limbah, sehingga pabrik dengan limbah tidak aman maka tidak akan di izinkan berdiri di Brebes," terang Edy.
Narasumber lain Cendekiawan Muda yang juga merupakan ahli sejarah dan  Editor sebuah media Online asal Kecamatan Ketanggungan Ivan Aulia Akhsan SS mengingatkan keberadaan Kawsan Industri Brebes memang akan menjadikan perubahan besar terhadap Kabupaten Brebes. Baik perubahan sosial budaya maupun taraf hidup dan perekonomian masyarakat sekitar.
Namun demikian menurut Ivan masyarakat diminta jangan terus bergantung pada Kawasan Industri yang ada sehingga kemudian anak muda Brebes enggan untuk menempuh pendidikan lebih tinggi lagi.
“Jangan sampai anak muda kita selesai tamat SMA/SMK kemudian stop untuk mempunyai niat melanjutkan kuliah, karena lulus SMA saja sudah bisa kerja di pabrik,” ujar Ivan mengingatkan.
Selasin itu Ivan juga mengingatkan agar adanya KIB harus bisa lebih mensejahterakan masyarakat, untuk itu perlu adanya peningkatan UMK. Sehingga dapat meningkatkan daya beli masyarakatnya.
Sementara itu Ketua Pengadilan Agama Brebes Abdul Basyir yang juga hadir dalam acara tersebut berpesan kepada pemerintah Kabupaten Brebes agar dapat memperhatikan dampak dampak yang ditimbulkan dari KIB, baik yang berupa dampak sosial dan dampak Kamtibmas.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH, Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, Ketua Pengadilan Agama Brebes Abdul Basyir, Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes, Camat se Kabupaten Brebes Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pelajar dan Mahasiswa. (ya/wsd/topfm)

Lomba gerak jalan dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-342 Kabupaten Brebes 2020, berbeda dari biasanya. Karena peserta diajak kesadarannya untuk menanam pohon sebagai upaya pencegahan banjir dan reboisasi. Kegiatan ini sekaligus menindaklanjuti instruksi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, agar pegunungan di wilayah Brebes kembali ditanami pohon akibat banyak yang gundul.

“Sesuai instruksi Pa Gubernur saat berkunjung ke Brebes kemarin (14/1), hari ini kita langsung melakukan tanam pohon,” ajak Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH sebelum melepas peserta gerak jalan di SMK Maarif NU Sindangjaya, Ketanggungan, Brebes, Rabu (15/1).

Langkah antisipasi terjadinya banjir, lanjut Idza, antara lain dengan melakukan penanaman pohon di wilayah hulu Kecamatan  Ketanggungan. Maka kegiatan gerak jalan pun dipindahkan lokasinya, yang semula di Kecamatan Bulakamba pindah ke Kecamatan Ketanggungan, di daerah pegunungan.

Bupati mengaku prihatin melihat hutan diperbukitan banyak yang gundul sehingga menyebabkan bencana banjir, seperti yang terjadi di Ketanggungan, Rabu (8/1) lalu. Untuk itu, seluruh peserta gerak jalan dan warga masyarakat menanam 15 ribu batang bibit pohon.

“Mudah-mudahan, dengan makin banyaknya pohon yang tumbuh besar, air tidak langsung turun ke sungai tetapi diserap ke tanah sehingga tidak terjadi bencana banjir lagi dikemudian hari,” harapnya.

Idza juga berpesan agar masyarakat selalu menjaga alam antara lain dengan menanam Pohon.

“Masyarakat harus memanfaatkan lahan, dengan ditanami tumbuhan besar,” ujar Idza.

Pemindahan lokasi lomba gerak jalan secara mendadak, tidak menyurutkan langkah peserta. Terbukti, sebanyak 151 Regu mengikuti gerak jalan dan tanam pohon dengan antusias.

Dengan semangat, ribuan peserta gerak jalan melakukan penanaman pohon di beberapa desa yang ada di Kecamatan Ketanggungan bagian selatan, antara lain desa Cikeusal Lor, Cikeusal Kidul, Jemasih, dan Pamedaran.

Usai penanaman pohon dan penyerahan hadiah pemenang lomba gerak jalan, Bupati Brebes di damping suami Kompol Warsidin, Wakil Bupati Narjo SH MH dan para Kepala OPD menyempatkan meninjau beberapa titik longsor dan meminta untuk dinas terkait agar secepatnya melakukan penanganan secepatnya. (ya/wsd/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/01/tanggul-darurat-di-pasang-di-bendungan.html#more
Brebes – Puluhan orang yang terdiri dari masyarakat Dukuh Purbanala RT. 03 RW. 04, Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bersama TNI, BPBD, RAPI dan Dinas PSDA Kabupaten Brebes UPTD Pemali Hulu, bekerja bakti membuat tanggul darurat guna mencegah longsor tebing di talud Bendungan Duta tidak meluas.
Ini juga merupakan upaya pengamanan akses selebar 2,5 meter antar dusun (Purbanalan-Kalisalak), yang berada di atas Sungai Laren. Rabu siang (15/1/2020).
Dibenarkan Kepala Desa Jatisawit, Sukarto, bahwa pihaknya sengkuyung membantu dinas terkait dalam penanganan darurat talud Sungai Laren di wilayah kerjanya. Pasalnya, jika dibiarkan dan longsor memakan pintu irigasi, dikhawatirkan berdampak pada pasokan air pertanian yang akan melewati saluran irigasi menuju Dukuh Purbanala RT. 03 RW. 04.
Sementara disampaikan Danramil 08 Bumiayu Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Ngadino, bahwa pekerjaan yang dilakukan adalah memasang tanggul darurat dengan karung yang diisi pasir guna mengantisipasi longsor susulan.
“Pekerjaan hari ini baru mencapai 40 % karena material habis. Pekerjaan selanjutnya akan dilanjutkan secepatnya agar tidak semakin parah,” ucapnya.
Dijelaskannya singkat, longsor tebing sepanjang 15 meter dan dengan tinggi sekitar 6 meter tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB (14/1). Pemicunya adalah talud yang sudah mulai lapuk dan tidak mampu lagi menahan tanah dan resapan air hujan.
Peninjauan dari dinas terkait juga telah dilakukan untuk mengkalkulasi kisaran anggaran yang diperlukan untuk perbaikan secara permanen. (Aan/topfm)

Setelah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, kini giliran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau tanggul yang jebol di Sungai Babakan, Ketanggungan, Kabupaten Brebes.

Dalam kunjungannya, gubernur tiba di Koramil Ketanggungan menanyakan lokasi tanggul yang jebol serta kondisi tanggul yang sedang diperbaiki. Selain itu, Ganjar juga memberikan masukan kepada Pemerintah Kabupaten Brebes untuk mengantisiapsi banjir dengan menanam pohon atau reboisasi.

Melalui instruksi tersebut, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, segera mengambil tindakan yaitu penaman pohon yang rencananya akan dilakukan besok setelah kegiatan gerak jalan HUT ke 342 Kabupaten Brebes.

"Rabu besok, kita akan melaksanakan perintah gubernur, menaman pohon di desa-desa rawan banjir untuk mencegah banjir terjadi lagi," ucap Idza saat meninjau tanggul sungai Desa Cikeusal Lor, Ketanggungan, Selasa (14/1).

Dikatakan Idza, rute gerak jalan akan diubah yang sebelumnya dipusatkan di Rest Area Banjaratma, besok diubah ke Kecamatan Ketanggungan melewati desa terkena banjir, terutama Cikeusal untuk penanaman pohon.

Selain penanaman pohon, Ganjar memberi masukan untuk membentuk tim Jaga Kali untuk mengantisipasi kerusakan tanggul sungai yang jadi penyebab utama banjir di beberapa wilayah di Jawa Tengah. Tim tersebut melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai, Pemprov dan Pemkab ataupun Pemerintah Kota.

"Tanggul ini jangan dicangkul dan diotak-atik untuk apapun. Jangan ditanami, jangan bikin pintu air dan jangan ngambil air dengan membuat gorong-gorong. Ini harus kita rawat. Karena begitu ini rentan jika curah air hujan tinggi akan langsung dihajar. Kita bentuk tim Jaga Kali untuk patroli," kata Ganjar.

Untuk itu, lanjut Ganjar, tim Jaga Kali mesti segera dan sesering mungkin melakukan patroli untuk mengecek apakah ada kemungkinan kerusakan tanggul atau tidak.

"Kita perlu sosialisasi dan patroli jaga kali. Kenapa? Air mesti kita jaga terus dan semua menggunakan. Tapi selalu saja ada daerah rawan yang di situ perlu tanda peringatan dan sesekali ada patroli apakah di situ ada gangguan atau tidak," ucapnya.

Untuk jangka panjang, Ganjar mengatakan dari pemerintah pusat hingga daerah saat ini terus menggalakkan penanaman massal di hulu. (BA/WSD/TOPFM)

Memperingati Hari Jadi ke-342 tahun 2020 Kabupaten Brebes, panitia menyerahkan bantuan sosial ke Pondok Pesantren dan Panti. Mewakili Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Drs Masfuri MM Selasa (14/1) menyerahkan bantuan secara simbolis.
Bakti sosial berupa pemberian paket sembako, antara lain diberikan kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Panti Asuhan Fastabiqul Khoirat Desa Grinting Kecamatan Bulakamba dan Pondok Pesantren Al Hasaniyah Desa Rengaspendawa Kecamatan Larangan.
Masfuri menerangkan, jangan dilihat dari besaran material, karena jumlahnya tidak seberapa jika dibanding dengan kebutuhan yang ada. Namun demikian apa yang diberikan membuktikan  adanya perhatian Pemerintah Kabupaten Brebes kepada pihak yang telah berperan dalam memberikan pendidikan perlindungan dan pengasuhan kepada anak-anak yatim piatu.
“Besaranya tidak seberapa, tapi mudah mudahan bisa bermanfaat,” ucap Masfuri.
Ketua LKSA Panti Asuhan Fastabiqul Khoirat Desa Grinting Kecamatan Bulakamba Solikhin Abdullah menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Brebes yang selalu memberikan perhatian lebih kepada lembaga yang dipimpinnya.
Solikhin juga mengucapkan selamat Hari Jadi ke-342 Kabupaten Brebes, dan berharap Brebes akan lebih baik, lebih maju serta seluruh masyarakatnya sejahtera lahir dan batin.
Turut hadir mendampingi Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Drs Masfuri MM, Kabid Bantuan, Perlindungan dan Pemberdayaan Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Brebes Evaroni Aflahah MPd. (ys/wsd/topfm)
PROGRAM ACARA UNGGULAN : 05-06 NGAJI PAGI * 06-07 INFO PAGI*07-09 INDONESIA DANGDUT*09-11 LAGU JAWA* 11-13 KENANGAN*13-15 DANGDUT NGETOP*15-17 TREN MUSIK INDO* 19-21 MUSIK TO ORANG MUDA*21-00 TOPREQUEST

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online | WA : 0856 0203 7951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj |085326111234
Email: topfm951@yahoo.co.id