RADIO SINGOSARI TOPFM || 95.1 MHz ||MORE THAN JUST RADIO ||INSPIRING RADIO ||

Live Radio Streaming


KLIN MORE PLAYER


 




Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Erma Rini mengaku heran dengan anjlognya harga Bawang di Brebes. Seharusnya Bawang Brebes menjadi juara, baik dalam persoalan harga maupun kualitas produk bawang merah itu sendiri.

Demikian disampaikan Anggia saat kunjungan ke Brebes bersama Tim Panitia Kerja Komisi IV DPR RI tentang Holtikultura, di PT Sinergi Brebes Inovatif, Desa Sidamulya Brebes, Kamis (25/11).

Untuk itu, kata Anggia, pihaknya sengaja terjun langsung ke Brebes untuk mendengarkan, menggali dan melihat apa yang sebenarnya terjadi di Brebes. Kenapa berkali-kali harga bawang merah sering anjlok?

Dari hasil kunjungan tersebut, Anggia berjanji akan mencari solusi yang akan disampaikan kepada pemerintah agar harga bawang bisa stabil dan naik untuk mengurangi kerugian di tingkat petani.

Anggia mengaku perihatin mendengar harga bawang merah saat ini anjlog hingga kisaran Rp 7000 perkilogram. Menurut Anggia, Bawang Merah Brebes harusnya menjadi juara karena sudah menjadi idola, bukan hanya di pasar dalam negeri tapi juga luar negeri.

Kunjungan kerja diterima Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH beserta Ketua Kelompok Tani Sidomakmur Juwari dan beberapa pihak terkait lainya.

Narjo mengatakan, Kabupaten Brebes terkenal sebagai sentra Bawang Merah terbesar di Indonesia. Kontribusinya sebesar 18,5 persen dari total produksi nasional, atau 57 persen dari total produksi Jawa Tengah. Bawang merah Brebes pun tak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga luar negeri.

Narjo melaporkan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat, jumlah produksi bawang merah di Kabupaten Brebes sebesar 3,8 juta kuintal dengan luas panen 38,9 ribu hektare pada 2020. Produksi ini meningkat 26,6 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 3,03 juta kuintal.

Terkait anjlognya harga Bawang Merah Narjo berharap ada campur tangan pemerintah pusat dalam hal ini Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian untuk dapat mendukung upaya penstabilan harga, agar Petani tidak merugi.

Tampak hadir Kepala Badan Litbang Pertanian, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Kadin Jateng, Perum Bulog, BPTP Jateng, PT Pupuk Indonesia Holding Company dan undangan lainnya.

Penulis : Yaser Arafat

Editor : Wasdiun

 





 

Meski belum menjadi yang terbaik, Kabupaten Brebes berhasil memboyong dua piala kejuaraan Pelayanan Informasi dan Kebijakan Daerah tingkat Jawa Tengah. Brebes berhasil menjadi juara Harapan 2 Lomba Film Pendek Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan juara harapan 3 Lomba Pertunjukan Rakyat Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra). Prestasi ini sangat membanggakan, sebagai pemicu untuk peningkatan prestasi di masa mendatang.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Dinkominfotik) Kabupaten Brebes Drs Tataq Koes Adianto MSi melalui Kepala Bidang Komunikasi dan Kehumasan, Lusiana Indira Isni MIkom usai menerima piala kejuaraan di Studio 1 TVRI Jawa Tengah, di Semarang Kamis (25/11). 

 

Lusi menjelaskan, Film pendek KIM diwakili Kelompok Informasi Desa Jatibarang Lor yang menampilkan tentang penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. Dalam penerapan protokol kesehatan mendapat pertentangan dari ibu-ibu rempong dan gosip hangat tentang janda muda akibat salah tafsir tentang 7 M.

Sedangkan Seni Pertunjukan rakyat yang diwakili seniman pertunjukan dari Bantarkawung bersama Dewan Kesenian Kabupaten Brebes menampilkan pesan Kedisiplinan Lock Down Lokal dan Jogo Tonggo. Pertunjukan dengan penyajian seni tari tradisonal tersebut dikemas dalam bentuk drama komedi. Dikisahkan, akibat persekongkolan jahat dan nepotisme dari salah satu oknum tim Jogo tonggo mengakibatkan desa tersebut geger karena hoaks tentang penyebaran Covid-19.

 

Lusi berterima kasih kepada seluruh tim yang telah bekerja keras mengikuti lomba. Dia berharap semoga prestasi ini dapat ditingkatkan dan menjadi inspirasi bagi FK-Metra dan KIM seluruh Kecamatan untuk terus berkreasi dan berinovasi mengemas pesan, dalam upaya penyampaian informasi kepada masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno SE MM mengucapkan selamat dan apresiasi yang tinggi kepada para peserta. Dia berharap FK Metra dan KIM dapat menjadi agen terdepan dalam memberikan informasi yang faktual, aktual dan mampu menangkal hoaks.

Perlombaan yang diikuti 35 utusan Kabupaten/Kota Se Jawa Tengah, digelar secara virtual. Adapun juara selengkapnya, untuk lomba Seni Pertunjukan FK Metra, yakni : Juara 1 diraih Kabupaten Karanganyar, Juara 2 Kota Tegal, juara 3 Kabupaten Temanggung. Untuk juara harapan 1 Kota Semarang, harapan 2 Kota Surakarta, dan harapan 3 Kabupaten Brebes.

Selanjutnya untuk pemenang Lomba Film Pendek KIM, Juara 1 diraih KIM Sendang Kuncara Kabupaten Wonogiri, Juara 2 KIM Kelurahan Secang Magelang, dan Juara 3 KIM Manteb Kabupaten Karanganyar. Untuk Juara harapan 1 KIM Desa Penggarit Kabupaten Pemalang, harapan 2 KIM Desa Jatibarang Lor Kabupaten Brebes, dan harapan 3 KIM Desa Kapencar Wonosobo.

Penulis : Ibnu M.

Editor : Wasdiun

 




Jiwa korsa seorang anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) bisa dipupuk dengan mengetahui dan menghafalkan serta mengamalkan isi Panca Prasetya Korpri. Lima janji anggota Korpri tersebut perlu dihafalkan agar bisa diejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian disampaikan Ketua Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) Korpri ke-50 Sutrisno saat membuka lomba Pengucapan Panca Prasetya Korpri di Gedung Korpri jalan MT Haryono Brebes, Rabu (24/11).

Sutrisno menjelaskan, anggota Korpri harus mengejawantahkan butir-butir yang terkandung dalam Panca Prasetya Korpri. Kalau kenal saja tidak, bagaimana akan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Maka lomba pengucapan Panca Prasetya Korpri sangat penting dan bermanfaat agar setiap anggota Korpri ingat dan mematuhi akan janjinya sebagai anggota Korpri.

Lomba yang diikuti 36 peserta perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kecamatan di Kabupaten Brebes berlangsung dengan penjurian yang ketat. Dari hasil lomba yang dibacakan oleh perwakilan Dewan Juri Lusiana Indira Isni, akhirnya juara 1 diraih Hendro Aji P dari Polres Brebes, juara 2 Son Haji (Dinas PSDAPR Brebes, Juara 3 Imam S (Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan).

Sedang juara Harapan secara berurut diraih M Ilham Amrul Arifin (Setda), Yosi (Kecamatan Jatibarang) dan Akhirudin A (Dindikpora).

Hadiah lomba akan diserahkan pada saat upacara HUT Korpri 29 November 2021 di Pendopo Bupati Brebes.

Dalam rangkaian HUT Korpri, selain perlombaan juga dilakukan bakti sosial dengan pemberian bantuan kepada LKSA Oemah Bocah di Klampis, Jatibarang berupa box container 5 buah dan uang tunai sejumlah Rp 1 jt, Taman Cahaya di Ketanggungan berupa selimut 43 buah dan uang tunai Rp 1 jt, dan Panti Asuhan Putri Aisyiyah di Pasarbatang, Brebes berupa tas sekolah 18 buah, setrika 2 buah dan kipas angin 2 buah.

Bantuan diserahkan Ketua Darma Wanita Persatuan Dra Sri Amini Djoko Gunawan beserta pengurus lainnya.

Penulis : Suprapto

Editor : Wasdiun

 


Keamanan dan ketertiban perlu dukungan organisasi masyarakat (Ormas). Untuk itu, perlu koordinasi dengan berbagai pihak terkait, demi terciptanya kondusifitas di Kabupaten Brebes. Sehingga berbagai masalah yang timbul bisa diatasi bersama, dan ormas sangat diperlukan untuk berperan serta mendukungnya.

Demikian disampaikan Plt Asisten Sekda bidang Pemerintahan Drs Khaerul Abidin MM saat membuka kegiatan peran serta ormas dalam mendukung keamanan dan ketertiban di Kabupaten Brebes di Hall Hotel Dedy Jaya, Brebes, Kamis (25/11).

Kata Khaerul, ormas perlu mendapat pembinaan dan pengawasan secara masif agar tidak keluar dari koridor prinsip keorganisasian. Diharapkan, ormas yang ada di Kabupaten Brebes menjalankan organisasinya sesuai dengan hak dan kewajibannya sesuai dengan AD/ART Ormas yang bersangkutan. Oleh karena itu, jalinan kerja sama yang baik antara ormas dan pemerintah daerah perlu diperkuat untuk mencapai cita-cita pembangunan.

Dalam menjalankan peran sebagai sosial kontrol, ormas juga harus mampu menciptakan harmonisasi sesama organisasi, agar tidak terjadi perselisihan. Ormas hendaknya menjadi juru damai dan penjaga keamanan dari kemungkinan konflik-konflik antar kepentingan dalam masyarakat.

Khaerul menyakini, dengan adanya silaturahmi saat ini, dapat menguatkan kembali komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten, TNI, Polri, ormas serta unsur masyarakat lainnya agar senantiasa menciptakan kondisi kemanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Brebes.

 


Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Brebes Mohammad Sodiq mengatakan, ormas harus waspada dengan masuknya paham atau ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Ormas harus membentengi diri dari pengaruh radikalisme dalam kehidupan sehari-hari dan dunia maya.

Kata Sodik, menjelang pemilu 2024 pihaknya mengundang perwakilan ormas untuk menerima pencerahan dari narasumber agar saling akur demi terciptanya keamanan dan ketertiban.

Kegiatan diikuti perwakilan organisasi kemasyarakatan se Kabupaten Brebes dengan nara sumber dari FKUB, Kodim 0713/Brebes, Polres Brebes, dan Kejaksaan Negeri.

Penulis : Agus Awaludin

Editor : Wasdiun




Ajib, siswa kelas 8E SMP Negeri 1 Bumiayu, Kabupaten Brebes Bhakti Sukma Jati berhasil menjadi juara 1 Menulis Geguritan pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Provinsi Jateng di Hotel Lor In Solo 19-21 November 2021 lalu. Lomba Geguritan yang menggunakan bahasa Jawa Alus itu biasanya dimenangkan oleh siswa-siswi dari Solo, namun kali dimenangkan anak Brebes yang terkenal dengan bahasa ngapaknya.

Bhakti mengaku senang, karena sudah bisa menorehkan prestasi terbaiknya menyingkirkan 34 peserta lainnya se Jawa Tengah. Dia tidak percaya kalau dirinya bisa meraih juara Tulis Geguritan. Sebab, lawan-lawannya tergolong berat terutama yang berasal dari daerah Solo Raya yang bahasanya alus, sedangkan dirinya dalam kesehariannya berbahasa ngapak.

“Alhamdulillah, akhirnya saya juara meski bahasa kesehariannya ngapak,” ungkap Bhakti Sukma Jati saat ditemui di ruang Kepala SMP 1 Bumiayu, Selasa (23/11).

Bhakti yang lahir di Brebes, 25 Oktober 2008 mengaku menulis Geguritan sejak SD. Bhakti semakin matang setelah mendapat bimbingan dari guru Bahasa Jawa setelah di SMP N 1 Bumiayu.

“Saya setiap saat mendapat bimbingan dari Pa Guru Bahasa Jawa,” terang anak dari pasangan Ngadina-Winarni itu. 


Kepala SMP N 1 Bumiayu Ina Purnamasari SPd tidak menyangka kalau anak didiknya yang mewakili Kabupaten Brebes berhasil meraih juara 1. Sebab, selama ini lomba geguritan selalu di raih anak-anak Solo Raya. Makanya dia mengaku ajib memiliki siswa yang mahir menulis geguritan.

Untuk itu, Ida mengucapkan selamat dan terima kasih atas prestasi yang telah ditorehkan Bhakti Sukma Jati. Dengan prestasi tersebut, Bhakti telah mengharumkan SMP Negeri 1 Bumiayu, mengharumkan Kabupaten Brebes.

Ida juga berpesan kepada para siswa, meski berada di pegunungan jangan sampai lelah dalam meraih prestasi. Sebab, dengan semangat dan tekad yang kuat, maka Insya Allah bisa meraih prestasi.

Dengan keberhasilan ini, lanjutnya, semoga menjadi pemicu bagi pelajar Brebes sehingga semakin banyak siswa dari Kabupaten Brebes yang meraih prestasi. Baik ditingkat provinsi maupun nasional untuk mengharumkan sekolah dan Kabupaten Brebes.

Dengan mencintai Geguritan, Ina juga berharap semoga generasi muda semakin mencintai budaya daerah yang adiluhung agar tumbuh nasionalisme dan patriotismenya. (Wasdiun)





Aparatur Desa se Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes ditingkatkan kesadaran hukumnya, agar tidak menyalahi hukum saat melakukan pekerjaan. Jangan sampai akibat awam hukum, aparatur desa tersandung persoalan hukum.  Untuk itu, perlu peningkatan kapasitas dibidang hukum bagi aparatur desa sehingga lebih melek hukum.


Demikian disampaikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH saat membuka penyuluhan hukum bagi perangkat desa se Kecamatan Jatibarang, di Hotel Anggraeni Jatibarang, Rabu (24/11).
Kata Idza, dengan penyuluhan yang menggandeng Aparatur Penegak Hukum (APH) dan unsur terkait lainnya, harapannya pemahaman tentang hukum bagi perangkat desa semakin meningkat. Seperti dalam pengelolaan dana desa, pengadaan barang dan jasa dan berbagai kegiatan lainnya tidak melenceng dari hukum yang berlaku di Indonesia.


“Penyuluhan hukum ini, semoga menjadi jalan menuju terwujudnya good governance,” tandas Idza.
Bupati juga mengingatkan kembali kepada aparatur desa untuk terus meningkatkan capaian vaksinasi di desanya masing-masing. Aparatur desa sebagai ujung tombak dalam penerapan protokol kesehatan dan peningkatan capaian vaksinasi jangan sampai kendur. Karena pandemi Covid-19 belum berakhir, dan perlu dilawan dengan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan, 


Camat Jatibarang Imam Tauhid menjelaskan, penyuluhan hukum diinisiasi Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Jatibarang. Menurutnya, penyuluhan hukum bukan berarti perangkat desa belum maksimal dalam melayani masyarakat. Tetapi bertujuan untuk merefresh atau penyegaran kembali bagi aparat desa tentang hukum karena tuntutan masyarakat makin meningkat dalam kualitas pelayan publik.


“Perkembangan yang muncul di pedesaan, antara lain tentang bantuan sosial dan pengentasan kemiskinan ekstrem yang lagi ngetren, untuk itu perlu disikapi dengan bijak agar tidak melenceng dari hukum yang berlaku,” kata Imam Tauhid.


Sekretaris BKAD Jatibarang Rudi Hartono menjelaskan, kegiatan diikuti 88 peserta utusan dari 22 Desa se Kecamatan Jatibarang. Mereka mendapatkan materi penyuluhan dari Kejaksaan Negeri Brebes, Inspektorat, Pengadilan Negeri Brebes, Dinpermades, Polres Brebes, Kodim Brebes, dan Kecamatan jatibarang.
Turut mendampingi Bupati Brebes, Plt Asisten Sekda Bidang Pemerintahan Khaerul Abidin, Staf Ahli Bupati bidang Ahmad Makmun dan pejabat lainnya.


Penulis : Bambang Sugiarto
Editor : Wasdiun




Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) harus menjadi garda terdepan dalam menciptakan kedamaian dan keharmonisan. OKP jangan hanya sekadar komunitas yang serta merta menjadi pelengkap saat ada acara di daerah. Tetapi harus bisa memberikan masukan ide-ide pembangunan demi terwujudnya pembangunan daerah yang berkualitas, khususnya di Kabupaten Brebes.

Demikian disampaikan Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH melalui Plt Asisten Sekda bidang Pemerintahan dan Kesra Khaerul Abidin saat membuka Rapar Kordinasi (Rakor) OKP di Aula Islamic Center Jalan Yos Sudarso, Brebes, Rabu (24/11).

Kata Idza, peran pemuda saat ini sangat kompleks dan multidimensional. Untuk itu, sebagai penerus bangsa, pemuda juga harus berperan sebagai kekuatan moral. Dalam artian, pemuda harus turut terlibat dalam upaya peningkatan iman dan takwa serta kesadaran hukum.

Selain itu, pemuda juga bisa bertindak sebagai pengontrol sosial, yang diharapkan bisa memperkuat wawasan kebangsaan, membangkitkan sikap kritis terhadap lingkungan dan penegakan hukum. Dan pemuda sebagai agen perubahan, dengan cara mengembangkan pendidikan dan sumber daya ekonomi yang ada. Apabila semua itu dapat dijalankan, niscaya cita-cita bangsa akan terwujud.

Kasubid Organisasi Kemasyarakatan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Kabupaten Brebes Warseno mengajak, OKP harus bergandengantangan menangkal paham radikalisme dan terorisme. Sebab paham tersebut sangat berbahaya bila merasuki generasi muda, terbukti telah merongrong kewibawaan bangsa dan negara berdaulat.
Kata Warseno, dari sharing pengalaman para mantan Napi Teroris menceritakan, awal mula mereka terjerumus kedalam jaringan Radikal yaitu melalui perkenalan dimedia sosial. Untuk itu, perlu kewaspadaan agar tidak terjerumus kedalamnya dengan mengenali ciri-ciri paham radikalisme.

Salah satu ciri yang diusung yakni selalu menyebarkan berita hoax dan propaganda yang memecah belah kerukunan dan memicu kekacauan. Paham radikalisme sangat berbahaya, karena mereka menganggap semua orang yang tidak sepaham dengannya adalah musuhnya.

“Jangankan dengan orang lain, dengan keluarganya sendiri saja, bila tidak sepaham dianggapnya sebagai musuh. Radikalisme hanya ingin menghancurkan NKRI,” tandas Warseno.

Rakor OKP yang diinisiasi Bagian Kesra Setda Brebes diikuti 100 peserta, perwakilan dari 25 OKP Se Kabupaten Brebes. Turut memberikan materi Ketua Baznas Kabupaten Brebes Abdul Haris dan Kabid Pora Dindikpora Kabupaten Brebes Fajar Adi Wisiarso.


Penulis : Yaser Arafat
Editor : Wasdiun

PROGRAM ACARA UNGGULAN : 05-06 NGAJI PAGI * 06-07 INFO PAGI*07-09 INDONESIA DANGDUT*09-11 LAGU JAWA* 11-13 KENANGAN*13-15 DANGDUT NGETOP*15-17 TREN MUSIK INDO* 19-21 MUSIK TO ORANG MUDA*21-00 TOPREQUEST

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online | WA : 0856 0203 7951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj |085326111234
Email: topfm951@yahoo.co.id