RADIO SINGOSARI TOPFM || 95.1 MHz ||MORE THAN JUST RADIO ||INSPIRING RADIO ||

Live Radio Streaming


KLIN MORE PLAYER


Guna membangun komitmen peningkatan Sumber Daya Manusia di Kabupaten Brebes, Universitas Terbuka (UT) meneken Memorandum of Understanding (MoU) atau perjanjian kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Brebes.
Penandatanganan naskah kesepahaman bersama tersebut dilakukan melalui media daring di Kantor Bupati Brebes dan Kantor Rektorat UT Pusat, Jalan Pondok Cabe Jakarta. Penandatangan dilakukan Wakil Bupati Brebes Narjo SH.MH dan Wakil Rektor Bidang Pengembangan Institusi dan Kerja Sama Dr Liestyodono B Irianto MSi, Rabu (21/10).
"Kami, Universitas Terbuka diberikan kepercayaan dari pemerintah kabupaten Brebes untuk penandatanganan kerjasama dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM dan kami siap untuk menindak lanjuti kerjasama," ujar Wakil Rektor Bidang Pengembangan Institusi dan Kerjasama Dr Liestyodono B Iriant MSi
Setidaknya, kata Liestyo, bisa mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi berupa pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Nantinya, akan ditindaklanjuti oleh Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Purwokerto.
Kesepakatan bersama ini, lanjutnya, dimaksudkan untuk membangun komitmen yang dapat mensinergikan dan menyelaraskan program pembangunan dan pendidikan formal perguruan tinggi di Kabupaten Brebes. Peningkatan kualitas pembangunan SDM melalui jenjang pendidikan tinggi, dan pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) melalui kegiatan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat.
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Narjo SH MH berterima kasih kepada UT yang turut memperhatikan kondisi pendidikan di Brebes.
Kata Idza, telah banyak ASN maupun masyarakat Brebes yang menempuh pendidikan di UT dan pada tahun ini ada 104 warga Brebes yang di wisuda Sarjana lewat pendidikan UT.
"Semoga, setelah dilakukan penandatanganan kesepahaman bersama ini, akan menjadi langkah awal untuk terjadinya transfer teknologi, informasi, inovasi untuk meningkatkan pembangunan dan kemajuan Kabupaten Brebes dan Universitas Terbuka," pungkas Bupati. (Bambang Sugiarto/Wasdiun/topfm) 


Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH turut gembira dengan kesuksesan pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler ke-109 di Desa Kalinusu Bumiayu, Brebes. Dengan kemanunggalan TNI, Polri dan Masyarakat telah menghasilkan program-program pembangunan baik fisik maupun non fisik yang langsung dinikmati masyarakat setempat. Untuk itu, Idza mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran TNI dan semua pihak yang turut mensukseskan kegiatan TMMD. Pelaksanaan itu sendiri, berlangsung sejak 22 September hingga 21 Oktober 2020
“Kepada Pak Kades, ayo saling menjaga dan merawat hasil kegiatan TMMD sehingga apa manfaatnya bisa dirasakan masyarakat lebih lama,” tutur Bupati saat menerima penyerahan Hasil TMMD dari Komandan Kodim 0713/brebes Letkol ARM Mohammad Haikal Sofyan selaku Dansatgas TMMD, di Pendopo Bupati Brebes, Rabu (21/10).
Betapa banyak tenaga dan pikiran yang sudah dicurahkan untuk membangun Kalinusu lewat TMMD. Diarena ini juga telah terjalin silaturahmi, guyub rukun, gotong royong, dan juga penambahan ilmu dan pertolongan kemanusiaan.
“Meski di tengah Pandemi Covid-19, kegiatan TMMD bisa berlangsung sukses dengan mematuhi protokol kesehatan,” ungkap Bupati.
Senada, Kepala Desa (Kades) Kalinusu Wasid mewakili warganya menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran TNI Kodim 0713/Brebes yang telah melaksanakan TMMD reguler ke-109 di wilayahnya. Warga merasakan desanya bertambah bagus, dan langsung dirasakan utamanya dengan dibangunannya jalan tembus sehingga tidak terisolir lagi.
Wasid mengatakan Masyarakat Desa Kalinusu pada umumnya dan masyarakat Dusun Kedung Kandri pada khususnya, berbahagia dan bersyukur karena terealisasi pembukaan akses jalan.
“Masyarakat kami sangat senang karena saat ini aktivitas mereka semakin mudah, 28 warga yang sudah menghibahkan tanahnya untuk akses jalan tersebut juga telah ikhlas bahkan mereka sangat bersyukur daerahnya tidak lagi terisolir,” tandas Wasid
Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol ARM Mohammad Haikal Sofyan menjelaskan, dalam kegiatan TMMD reguler ke-109 telah dilaksanakan berbagai kegiatan fisik dan non fisik. Dalam kegiatan fisik, telah menyelesaikan berbagai infrastruktur seperti pembukaan dan pengerasan badan jalan dengan sirtu, pembuatan talud, plat deker dan gorong-gorong, rehab rumah tidak layak huni serta pembangunan sarpras sanitasi yang dibutuhkan Masyarakat.
Secara non fisik, lanjut Haikal, TMMD menjadi momentum yang sangat baik untuk menggelorakan kembali semangat gotong royong di dalam kehidupan bermasyarakat. TMMD memperkuat kemanunggalan antara TNI dan masyarakat yang merupakan wujud dari salah satu jati diri TNI sebagai Tentara Rakyat. TNI meyakini bahwa kebersamaanya dengan rakyat adalah inti kekuatan TNI
Pelaksanaan kegiatan Non fisik, diantaranya pelayanan KB kesehatan, sosialisasi revolusi mental, pelayanan akta kelahiran, sosialisasi undang-undang perkawinan, penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan hukum, penyuluhan program pertanian, sosialisasi bank sampah, sosialisasi bahaya Narkoba, sosialisasi kebencanaan, pelayanan SKCK, Samsat keliling, sosialisasi tentang cukai dan kegiatan lainnya.
TMMD, kata Haikal, telah membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka menyiapkan ruang juang, alat juang dan kondisi juang yang tangguh.
Haikal juga berpesan agar pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat mau menjaga dan memelihara seluruh hasil pelaksanaan TMMD. Sehingga apa yang telah dilaksanakan dan dianggarkan tidak sia sia.
Hadir dalam acara tersebut jajaran Forkopimda Kabupaten Brebes, Asisten I Sekda, para Kepala OPD, Camat Bumiayu, para Danramil serta Kepala Desa Kalinusu. (Yaser Arafat/Wasdiun/topfm) 


Jaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kabupaten Brebes tetap aman dan kondusif Kepala Desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa gelar apel bersama di halaman Mapolres Brebes, Senin (19/10).

Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto selaku Pembina Apel menyampaikan keamanan tidak akan dapat terwujud tanpa adanya peran serta TNI, Polri dan Pemerintah Daerah serta masyarakat setempat.

Oleh karena itu melalui apel tiga pilar antara Kepala Desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa diharapkan selalu bersinergi terutama didalam melaksanakan deteksi dini terhadap segala bentuk ancaman dan gangguan kamtibmas di wilayah tugasnya masing masing.

Kapolres mengatakan saat ini banyak sekali aksi-aksi terkait Undang-undang Cipta Kerja yang berujung anarkis, untuk itu Polri berharap kepada pemerintah daerah hingga tingkat desa untuk selalu menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan unjuk rasa yang anarkis, aspirasi hendaknya disalurkan melalui cara-cara yang baik yaitu bisa dengan audiensi, diskusi atau cara yang lain yang tidak menjadikan situasi kamtibmas tidak kondusif.

Kapolres mengajak Kepala Desa, Bhabinkamtibmas dan babinsa untuk secara bersama-sama melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang prinsip dan substansi dari Undang-undang Cipta Kerja.

“Mari kita luruskan informasi yang kurang tepat sehingga masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh berita Hoax terkait Undang Undang-undang Cipta Kerja," ajak Kapolres

Kapolres juga menyampaikan bahwa Kita semua tahu Brebes sudah dicanangkan sebagai Kawasan Industri, oleh sebab itu Gatot mengajak semua pihak untuk sama-sama menjaga Kabupaten Brebes agar tetap aman dan kondusif sehingga investor akan semakin banyak yang datang ke Brebes.

Wakil Bupati brebes Narjo SH MH di sela sela Apel berharap agar seluruh masyarakat Kabupaten Brebes hendaknya ikut menjaga agar Brebes tetap aman dan kondusif, dengan tidak melakukan tindakan tindakan-tindakan anarkis dalam menyampaikan suatu unjuk rasa.

Narjo mengajak Masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan berita bohong atau Hoax tanpa terlebih dahulu mencari kebenarannya.

“Sampaikan permasalahan dengan duduk bersama akan lebih lebih baik,” ujar Narjo

Nampak hadir dalam Apel tersebut Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, Kepala Kesbangpol Brebes Slamet Arjono SH MH, para petinggi  Polres Brebes serta Beberapa kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes. (Yaser Arafat/Wasdiun/topfm) 


Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH mengajak camat se Kabupaten Brebes ke Desa Kaligiri Kecamatan Sirampog, yang telah berhasil mengimplementasikan penanganan ibu hamil. Hal demikian dilakukan agar dapat menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Brebes.

"Saya sengaja mengajak para camat untuk mendengar serta melihat langsung strategi dan langkah penanganan ibu hamil serta pasca kelahiran, sebagai implementasi gerebek wong meteng," ungkap Idza saat kunjungan di Balai Desa Kaligiri, Sabtu (17/10).

Kata Idza, dalam implementasi gerebek wong meteng, ternyata Desa Kaligiri telah melaksanakan sejak lama. Sehingga diharapkan bisa menjadi percontohan di 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Brebes.

"Saya melihat, keberhasilan Kaligiri karena konsistensi pendamping ibu hamil, juga keterlibatan elemen masyarakat dalam penanganan sangat dirasakan manfaatnya meskipun apa yang mereka lakukan secara sukarela," terangnya.

Lanjut Idza, mereka mengalokasikan dana desa, urunan, serta penggunaan mobil pribadi untuk operasional desa. Itu sangat membantu, karena hanya ada satu mobil siaga desa. Sehingga cepat dalam pelayanan ibu hamil.

"Kita harus tetap memperhatikan AKI dan AKB, meskipun saat ini masih konsentrasi dengan covid 19. Ke depan akan dilakukan rakor camat serta musyawarah desa untuk memetakan ibu hamil di wilayahnya masing masing," pungkasnya.

Kepala Desa Kaligiri Rosidi mengatakan, kegiatan pendampingan ibu hamil dilakukan sejak 2013, dan dibentuk Forum Kesehatan Desa (FKD), yang salah satu kegiatannya mengawal ibu hamil dalam rangka menekan AKI maupun AKB.

"Saat itu dana desa belum bisa digunakan. Namun kegiatan pendampingan tetap berjalan. Setelah dana desa bisa digunakan, maka kami suport kegiatan kesehatan, termasuk kegiatan pendampingan ibu hamil,” tutur Rosidi.

Sementara itu, Sekretaris Desa Kaligiri Tarsono mengatakan, pihaknya terus mengusahakan pendampingan termasuk mengoptimalkan peran kader posyandu. Satu ibu hamil satu pendamping, bila masih tidak terpenuhi, dia menggunakan sistem wali Ibu hamil dengan resiko tinggi.

"Ada 19 kader posyandu di desa kami, peran masyarakat juga puskesmas juga turut membantu, termasuk menjadi wali Ibu hamil dengan resiko tinggi," jelas Tarsono yang juga Ketua FKD.

Menurut Tarsono, pernah ada kasus kematian ibu terjadi yang disebabkan karena salah penanganan dan itu yang menjadi pelecut FKD untuk terus bergerak. FKD terus melakukan sosialisasi kepada ibu hamil, karena mereka makhluk langka yang harus didampingi sampai pasca melahirkan. (Bayu Arfi/Wasdiun/topfm) 


Guna menambah ilmu dan mengasah kemampuan diri dalam menaklukan segala tantangan dan hambatan saat terjadi bencana, Winduaji Pecinta Alam (Wipala) menggelar latihan gabungan (Latgab). Latgab ni diikuti empat Kabupaten, yakni WIPALA Brebes, Basarnas Semarang, Basarnas Wonosobo dan Basarnas Cilacap. Latgab yang bertajuk Jungle Rescue dibuka Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, di lapangan Desa Winduaji, Paguyangan, Brebes, Selasa (20/10).
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Brebes mengapresiasi kegiatan Latgab karena selain menambah persaudaraan. Bupati berterima kasih karena kerja sama ini bisa terjalin. Apalagi Basarnas telah menunjukan kiprahnya dalam setiap kebencanaan selalu hadir dengan cepat dan tanggap.
“Basarnas selama ini telah terbukti berperan aktif dalam penanggulangan bencana. Untuk itu melalui latihan gabungan diharapkan bisa menambah ilmu dan kemampuan para peserta. Sehingga ketika terjadi Bencana, meski bukan yang dikehendaki, akan lebih sigap melakukan pertolongan kemanusiaan.
Namun demikian, mengingat masih dalam situasi Pandemi Covid-19 diharapkan seluruh kegiatan yang dilaksanakan harus senantiasa menerapkan Protokol Kesehatan. Yakni selalu 3M, Memakai Masker, Mencuci tangan pakai Sabun dan Menjaga jarak.
“Baik peserta maupun panitia harus menerapkan 3M,” ajak Bupati.
Kegiatan diikuti 52 peserta dengan durasi waktu latihan hingga lima hari, mulai 19-23 Oktober 2020 dengan pusat latihan di Lapangan Desa Winduaji Kecamatan Paguyangan Brebes.
Hadir dalam pembukaan, Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, Kalakhar BPBD Banjarnegara Aris Sudaryanto, Koordinator Pos Basarnas Wonosobo Hardi Amanurijal, Kalakhar BPBD Brebes Nushy Mansur, Camat Paguyangan Asip Fauzan, Danramil dan Kapolsek Paguyangan, Kepala Desa Winduaji serta jajaran Pelatih dari Basarnas Semarang dan Cilacap dan Wonosobo.  (Yaser Arafat/Wasdiun/topfm)

PROGRAM ACARA UNGGULAN : 05-06 NGAJI PAGI * 06-07 INFO PAGI*07-09 INDONESIA DANGDUT*09-11 LAGU JAWA* 11-13 KENANGAN*13-15 DANGDUT NGETOP*15-17 TREN MUSIK INDO* 19-21 MUSIK TO ORANG MUDA*21-00 TOPREQUEST

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online | WA : 0856 0203 7951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj |085326111234
Email: topfm951@yahoo.co.id