LPPL SINGOSARI TOPFM || 95.1 MHz ||MORE THAN JUST RADIO ||INSPIRING RADIO ||


http://www.topfm951.net/2019/04/ingin-lebih-dipercaya-masyarakat-bpn.html#more


Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Brebes berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang baik kepada seluruh masyarakat sebagai upaya mendukung terwujudnya pemerintahan yang good governance sekaligus menyatakan diri untuk menjadi instansi  yang bebas dari korupsi.

Sikap tersebut dibuktikan dengan Deklarasi dan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di kantor setempat, Kamis (18/4).

Deklarasi diikuti seluruh jajaran pejabat, staf dan karyawan BPN Kabupaten Brebes. Deklarasi disaksikan Penjabat Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT, Kepala Kejaksaan Negeri Brebes, Kepala Pengadilan Agama Brebes, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil BPN Jawa Tengah, serta perwakilan Forkompimda Kabupaten Brebes lainya.

Kepala Kanwil BPN Jawa Tengah melalui Kepala Bagian Tata Usaha Pratomo Adi Wibowo mengatakan, untuk mensinergikan kegiatan pencegahan korupsi, reformasi birokrasi, dan peningkatan kualitas pelayanan public terutama yang ada di jajaran Badan Pertanahan Nasional maka ditetapkan kebijakan pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Zona integritas ini dimaksudkan untuk menciptakan sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif dan efisien dan yang utama adalah untuk mendapatkan kepercayaan lebih dari masyarakat.

Sementara Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Brebes Triyono menjelaskan,  pencanangan zona Integritas ini sebagai bentuk publisitas komitmen Kantor Pertanahan Kabupaten Brebes untuk menjadi lebih baik.

Pencanangan yang dilakukan ini merupakan salah satu langkah awal untuk melakukan penataan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif dan efisien yang ada di instansi yang dipimpinnya.

Dia menambahkan, BPN Brebes tahun 2019 tengah menargetkan 70 ribu bidang BPT dan 55 ribu bidang SHT di 46 desa dari 297 desa dan kelurahan se Kabupaten Brebes.

Sedangkan program Proda  yang dibiayai Pemkab Brebes tahun 2019 sebanyak 4100 bidang atau lebih banyak dibandimg 2018 yang hanya 3800 bidang. (ys, wsd/TOPFM)


http://www.topfm951.net/2019/04/bupati-resmikan-masjid-multazam-laren.html#more

Jelang Ramadhan 1440 Hijriyah, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH meresmikan Masjid Multazam Dukuh Karangjati, Desa Laren, Kecamatan Bumiayu Brebes.  Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati dan penyerahan kunci masjid serta penyerahan sertifikat tanah wakaf, Jumat (19/4) sore.

Bupati mengatakan, masjid merupakan tempat ibadah kaum muslimin yang memiliki peran strategis dalam pertumbuhan peradaban umat islam. Masjid bukan hanya sebagai tempat menunaikan ibadah shalat saja, tetapi juga berperan sebagai pusat penyebaran syiar islam,  dan juga bisa didayagunakan untuk membina dan mendidik anak-anak dalam pendalaman agama.   Bahkan masjid pada masa rasulullah, disamping digunakan sebagai tempat menyelesaikan berbagai persoalan umat, juga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat.
“Ini menunjukan adanya keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan mental,” ucapnya.
Selaku  pemerintah daerah mengucapkan, Idza mwngucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar besarnya pada keluarga besar H Ahmad Gozali yang telah mewakafkan tanahnya untuk membangun masjid Multazam. Juga kepada seluruh warga masyarakat Dukuh Karangjati yang sudah berpartisipasi dalam pembangunan masjid Multazam.
Ketua Panitia Widagdo menceritakan, awal sejarah perencanaan pembangunan masjid Multazam diprakarsai H Ahmad Gozali sejak 1988 saat menunaikan ibadah haji. Ketika bermunajat kepada Allah SWT di depan Kabah, H Ghozali. pengin membangun masjd.
Tujuan dibangun masjid, kata Widagdo, antara lain sebagai upaya  turut serta membangun jiwa bangsa dan mewujudkan syiar islam secara nyata.
Tahun 1998, H Ahmad Gozali mengganti dan merubah nama sertifikat tanah tidak atas nama dirinya tetapi langsung menggunakan nama masjid Multazam  dan di wakafkan kepada pemerintah desa. “Alhamdulillah, sekarang sudah resmi sertifikatnya menjadi  masjid Multazam," ujar Widagdo.
Lanjut Widagdo, H Ahmad Ghozali beserta keluarganya berikhtiyar untuk membangun masjid, namun demikian baru terlaksana yang sekarang berlokasi di Dukuh Karangjati, Desa Laren, Bumiayu.
Pelaksanaan pembangunan dimulai November 2018 hingga akhir Maret 2019. “Sambil menunggu kesempurnaan, akhirnya pada 19 April 2019 masjid Multazam diresmikan,” terangnya.
Masjid Multazam di bangun diatas areal tanah seluas 420 meter persegi dengan luas bangunan 150 meter persegi.
"Masih banyak yang harus di tata, mulai dari pengurugan halaman depan dan samping masjid yang nantinya akan di paving," terangnya.
Sebentar lagi, lanjutnya,  Ramadhan tiba, sehingga warga masyarakat bisa shalat tarawih berjamaah di Multazam.
Pembangunan Masjid Multazam menelan dana lebih kurang Rp 400 juta. Dana tersebut berasal dari para donatur, masyarakat khususnya warga  Karangjati dan Bumiayu secara swadaya.
"Sumbangan terkumpul selama proses pembangunan,” papar Widagdo.
Ucapan terima kasih juga di sampaikan oleh Widagdo pada pada Zaenudin warga Bumiayu yang telah menambah wakaf sebidang  tanah sawah untuk dibangun Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) di samping masjid.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SH MH, beserta suami Drs Kompol H Warsidin MH, H Ahmad Gozali beserta keluarga, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan La Ode Vindar Aris AP MSi,, Kepala Desa Laren, Kaliwadas, Pruwatan, Ketua RW Dukuh Karangjati, para tokoh agama, alim ulama, masyarakat  serta para tamu undangan lainnya. (Otz/ Wsd/topfm)


http://www.topfm951.net/2019/04/pastikan-pemilu-kondusif-bupati-brebes.html#more


Pastikan Pemilu Kondusif, Bupati Brebes Pantau TPS
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH bersama rombongan tergabung dalam Tim Utama Monitoring Desk Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 melakukan pemantauan di hari pemungutan suara, di 8 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 8 kecamatan, Rabu (17/4).
Tim Utama yang dipimpin Bupati, diantaranya memantau TPS 1 Keluarahan Brebes, TPS 1 Desa Klampok Kecamatan Wanasari, TPS 1 Desa Bulusari Kecamatan Bulakamba, TPS 18 Desa Kemurang Kulon Kecamatan Tanjung, TPS 1 Desa Bulakelor Kecamatan Ketanggungan, TPS 1 Desa Slatri Kecamatan Larangan, TPS 1 Desa Kebonagung Kecamatan Jatibarang,  dan TPS 9 Desa Karangsembung Kecamatan Songgom.
“Kami ingin memastikan suasana Pemilu serentak ini, berjalan tertib dan kondusif,” kata Idza saat memantau di TPS 18 Kemurang Kulon Kecamatan Tanjung.
Setiap kunjungan ke TPS, Idza menanyakan kehadiran dan ketidakhadiran peserta pemilu. Sehingga benar-benar bisa mengentahui tingkat partisipasi pemilih pada pemilu kali ini.
“Saya juga berpesan kepada para personil Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang ada di TPS, untuk terus berjaga sampai perhitungan suara, apapun hasilnya masyarakat harus kondusif,” tambah Idza.
Pantauan terbagi 4 tim. Tim Utama terdiri dari Bupati Brebes, Wakil Bupati, Forkopimda, Sekretaris Daerah (Sekda) Brebes, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Sosial, Kabag Tata Pemerintahan, Kabag Umum, Kepala Satuan Intelkam Polres Brebes, dan Kepala Satpol PP.
Tim 1 terdiri dari Staf Ahli Bupati bidang Pemerintahan dan Ekbang, Inspektur, Kabid Komunikasi dan Informasi Dinas Kominfotik, Pasi Intel Kodim 0713 Brebes, Kasubbag Hubungan Antar Lembaga Bagian Tata Pemerintahan, dan Kasubbag Rumah Tangga Setda Brebes. Memantau Brebes wilayah utara, diantaranya Kecamatan Brebes, Wanasari, Tanjung, Bulakamba, dan Losari.
Tim 2 terdiri dari Kepala Baperlitbangda, Sekertaris DPPK dan Aset Daerah, Kasubbag Perundang-undangan Bagian Hukum, Komandan Sub Denpom IV/1-4 Brebes, Kasubbag Pemerintahan Umum, dan Kasi Kewaspadaan Nasional Kesbangpol. Memantau Brebes wilayah tengah, diantaranya Kecamatan Kersana, Songgom, Larangan, Banjarharjo, Ketanggungan dan Jatibarang.
Kemudian Tim 3 terdiri dari Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kasi Intelejen Kejaksaan Negeri, Kasubbag Otonomi Daerah Bagian Tata Pemerintahan Setda Brebes. Memantau Brebes wilayah selatan, diantaranya Kecamatan Sirampog, Tonjong, Bumiayu, Paguyangan, Bantarkawung dan Salem. (By,Wsd).


http://www.topfm951.net/2019/04/bupati-brebes-dampingi-gubernur-jateng.html#more


Bupati Brebes Dampingi Gubernur Jateng Serahkan Insentif Guru Ngaji


Bupati Brebes Idza Priyanti mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyerahkan program bantuan insentif guru ngaji di Kabupaten Brebes. Bantuan tersebut diserahkan kepada 4.238 ribu guru ngaji di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Bukhori Desa Sengon, Kecamatan Tanjung. Senin (15/4) kemarin.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, lahirnya program tersebut berkat pasangannya memimpin Jateng kali ini, yakni Taj Yasin Maimoen, yang merupakan seorang kiai. Menggandeng guru ngaji se-Jateng menjadi impiannya bersama Gus Yasin, (sapaan wagub) untuk membangun sumber daya manusia.

“Ketika itu (kampanye Pilgub 2018) Gus Yasin bilang, harus melakukan pembangunan manusia, maka dipilihlah guru ngaji yang digandeng. Ini adalah ungkapan terima kasih saya kepada para guru ngaji yang selama ini sangat ikhlas mengajar dan memberi contoh pada santri,” bebernya.

Di hadapan ribuan guru ngaji Kabupaten Brebes, Ganjar lantas mengenang sosok Imam Bukhori, yang kebetulan nama imam perawi hadits tersebut menjadi nama Ponpes yang dijadikan lokasi pembagian insentif. Ganjar mengisahkan telah ziarah ke Imam Bukhori di Samarkand, Uzbekistan, yang konon ditemukan oleh Bung Karno.

Alhamdulillah saya sudah ke sana. Konon, makam itu ditemukan Bung Karno. Dari cerita itu,  semua orang memuji Indonesia karena membangun makam Imam Bukhori,” tandasnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah Farhani melaporkan, jumlah penerima bantuan insentif guru ngaji se-Jateng ada 171.131 ribu orang. Adapun jumlah bantuan sebesar Rp 205 milyar.

“Mekanisme pemberiannya melalui Bank Jateng, karena kami telah bekerja sama guna pendistibusian bantuan tersebut,” terang Farhani.

Salah seorang penerima bantuan, Machwani Sulaiman, menyampikan Syukron katsiron jazakumullah (sangat bersyukur, mudah-mudahan Allah membalasnya). Semoga seterusnya lebih banyak dan para pemimpin negeri ini diberi panjang umur.

“Saya telah menjadi guru ngaji selama 57 tahun, usia saya sekarang 77 tahun. Baru kali ini menerima bisyaroh atau insentif dari Pemerintah Provinsi Jateng,” terang Sulaiman.

Pemberian insentif dalam bentuk tabungan, sejumlah Rp 1,2 juta dibagi per tri wulan. Wajar rasanya jika Sulaiman begitu menggebu mengungkapkan kebahagiaannya itu. Bukan sekadar persoalan pemberian insentif, namun program pemerintah yang menggandeng guru ngaji itulah yang membuat hatinya berbunga-bunga.

“Senang, alhamdulillah bersyukur. Orang yang tidak bisa bersyukur (berterima kasih) pada manusia, dia tidak bisa bersyukur pada Allah. Semoga pemerintah kita terus merawat Islam,” kata Sulaiman yang merupakan warga Siwungkuk Wanasari Brebes.

Dia juga mengatakan, selama ini mengajar Madin dianggap medan perjuangan, karena minimnya insentif yang mereka terima. Meski begitu, tekadnya tidak menciut, bahkan semakin bangga ketika mengetahui banyak santrinya yang lebih cemerlang pemikirannya dibanding dirinya.

“Banyak santri yang alim, bahkan lebih alim dari saya. Insya Allah ini bisa meningkatkan kemampuan guru ngaji,” ujarnya. (by, wsd/topfm)
PROGRAM ACARA UNGGULAN : 05-06 INFO PAGI*07-09 INDONESIA DANGDUT*09-11 LAGU JAWA* 11-13 KENANGAN*13-15 DANGDUT NGETOP*15-17 TREN MUSIK INDO* 19-21 MUSIK TO ORANG MUDA*21-00 TOPREQUEST

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online : 085602037951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj | WA|085326111234
Email: topfm951@yahoo.co.id
Copyright 2010 | topfm951 | bumiayu | Radio