LPPL SINGOSARI TOPFM || 95.1 MHz ||MORE THAN JUST RADIO ||INSPIRING RADIO ||

Live Radio Streaming


KLIK WINAMP
KLIN MORE PLAYER
KLIN MORE PLAYER

Luar biasa, ternyata warga masyarakat Kabupaten Brebes di Batam Kepulauan Riau punya perwakilan PBB. Setelah ditelusuri, ternyata bukan badan dunia Persatuan Bangsa-Bangsa (United Nation) tetapi Paguyuban Brebes Batam (PBB). Organisasi komunitas warga Brebes yang mengadu nasib di Kepulauan Riau tersebut, keberadaannya diakui Walikota setempat dan dikukuhkan kepengurusannya dalam Gebyar PBB 2020 di alun-alun Sentosa Perdana (SP), Batu Aji, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (23/2).

Pengukuhan dilakukan oleh Pemangku adat setempat disaksikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH dan jajaran OPD Brebes.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH melihat, di saat 3500 berada di perantauan, tepatnya di Batam, tentu banyak menghadapi tantangan. Untuk itu, diperlukan kemampuan untuk menghadapi persoalan.

Dan PBB, kata Bupati, salah satu jawaban untuk menghadapi berbagai persoalan dengan ikaran silaturahmi yang kukuh dan kompak dari seluruh warga Brebes di Batam.

Bupati juga membuka pintu bila ada persoalan di perantauan, disampaikan  saja kepada Bupati kendati cuna lewat WA.

Namun Bupati percaya, paguyuban yang telah dibentuk akan mampu menjawab semua persoalan yang mengemuka di perantauan.
"Mari kuateratkan persatuan dan kesatuan masyarakat Brebes di Batam," ajaknya 

Idza juga menginformasikan kalau Brebes telah dijadikan Kawasan Industri dan Kawasan Peruntukan Industri. Untuk itu, mari kita dorong anak-anak yang ada di Brebes supaya bisa menuntut ilmu setinggi mungkin, minimal tingkat SLTA.

"Diperantauan, Idza juga mendorong untuk terus bersemangat jangan putus asa. Juga supaya menjaga nama baik keluarga dan Kabupaten Brebes.
Terus bersatu jaga kekompakan," tandasnya.

Lewat Kawasan Industri Brebes, lanjutnya, Brebes mendapat keberkahan yang luar biasa, karena sebagai strategis Nasional dengan kucuran penambahan anggaran sarana prasarana di Brebes sebesar Rp 13,9 Triliyun.

Sebagai daerah pertanian, lanjutnya, Brebes masih mempertahankan daerah  potensial pertanian seluas 
67 ribu hektar. Intinya, Kawasan Industri Brebes tidak mencaplok lahan pertanian. KIB justru untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 7 persen.

"Saya mohon doa, semoga Brebes bisa seperti Batam, yang maju dan sejahtera," pintanya.

Kepada pemerintah Kota Batam, Bupati titip warga Brebes yang ada di Batam untuk bisa melakukan kegiatan bisnis dan pekerjaan lainnya, berdampingan dengan baik.

Kedatangan Bupati, Wakil Bupati Brebes dan rombongan disambut dengan grup kesenian Turangga Satria Budaya dan Tari persembahan sekapur sirih khas Melayu.

Gebyar Pengukuhan Pengurus
Paguyuban Brebes Batam Periode 2020-2023 digelar sangat meriah.

Adapun yang dikukuhkan, sebagai Ketua Khamsu Dermawan, Sekretaris Kardi, Bendahara Subiyanto dan berbagai perwakilan di kepulauan Riau.

Sebagai upaya merekatkan persaudaraan, Lembaga Adat Melayu Datuk H Ahmad Syair Ibrahim memberikan tanjak, kepada pengurus PBB.

Dalam programnya, Khamsu menargetkan, berdirinya sekretariat dan rumah singgah dan pembinaan UKM di Batam. 

"Warga Brebes yang datang ke Brebes tidak meminta-minta maupun berbuat kriminal, tetapi bekerja keras untuk anak istri yang halalan thoyiban.

Selain itu, Khamsu juga meminta Pemkab Brebes membantu dan mendukung PBB menjalin kemitraan, sosial kemasyarakatan, dan lain lainnya .

"PBB juga sudah melakukan aksi sosial, diantaranya mendonasikan lebih kurang Rp 100 jjuta saat terjadi longsor dan banjir  Brebes.

Ketua panitia, Abdul Kodir, menjelaskan, Gebyar Pengukuhan mengusung tema Guyub Rukun Salawase, Sauyunan Babarengan. Brebes ngomongnya ngapak, wonge kompak. Dimana bumi dipijak, disitu langit di junjung.

Pengukuhan juga dihadiri Asisten Umum Pemerintah Kota Batam Hariman. Menurutnya, pihaknya sangat terbantu oleh warga Brebes yang sekarang memiliki KTP Batam. Apalagi sekarang sudah bersatu dalam satuan komunitas  PBB.

Juga tampak jadir anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau dan DPRD setempat, serta berbagai satuan komunitas seperti Ortega Tegal, Pemalang, Banjarnegara, Banyumas dan lain lain. (wsd/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/02/hspn-2020-di-wilayah-brebes-dimaknai.html#more

Brebes – Gabungan ratusan orang relawan di Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan aksi pungut sampah di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Desa Kluwut, Bulakamba.

Mereka terdiri dari unsur pemerintahan, DLHPS Brebes, TNI-Polri, instansi sekolah, serta masyarakat setempat.

Dijelaskan pengambil apel yaitu Kepala DLHPS Brebes, Drs. Budhi Darmawan, bahwa aksi tersebut dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPN) yang akan jatuh pada hari ini. Jumat (21/2/2020).

“Kami menggandeng sejumlah unsur, masyarakat dan anak sekolah, untuk melakukan kegiatan yang mulia, yaitu bersih bersih lingkungan TPI Kluwut,” ucapnya.

Masih menurutnya, negara Indonesia akan maju jika masyarakatnya sehat. Pasalnya, jika masyarakat sehat maka anggaran kesehatan sedikit banyak dapat digunakan untuk membangun sektor lainnya.

“Kebersihan merupakan modal untuk meraih suatu kesehatan, maka dari itu mari kita sama sama jaga kebersihan yang merupakan juga sebagian dari iman,” pungkasnya.

Sementara ditambahkan Danramil 07 Bulakamba Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Tuteng, bahwa kegiatan yang dilangsungkan selama 2 jam itu (07.00-09.00 WIB), pasti bermanfaat untuk menggugah kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terlebih plastik.

"Sampah merupakan sisa aktivitas manusia, sehingga pengelolaan/penanggulangannya merupakan kewajiban bersama,” ucap Tuteng.

Mengulas kebelakang, bahwa HPSN ditetapkan pada tahun 2005 lalu tak terlepas dari terjadinya tragedi memilukan karena merenggut 150 korban jiwa dan menghapus 2 desa dari peta karena timbunan longsor sampah, di TPA Leuwigajah, Kampung Adat Cireundeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat (21/1/2015).

Pada waktu itu, hujan deras membuat gunung sampah sepanjang 200 meter dengan tinggi 60 meter longsor akibat ledakan gas metan yang sebelumnya mengguyur tumpukan sampah. Gunung sampah longsor seperti ombak yang menerjang para pemulung dan kedua desa.

Perayaan hari tersebut dimaknai dengan melakukan aksi nyata bersih-bersih sampah di seluruh pelosok Indonesia. Ini merupakan wujud kepedulian terhadap sampah yang semakin masif. Juga agar generasi muda tahu bahwa sangat penting menjaga kelestarian, kebersihan dan keindahan lingkungan. (Aan/topfm)

Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Brebes membidik sasaran sekolah-sekolah di Kecamatan Paguyangan dan Tonjong. Apa yang dilakukan tim BNK sampai terjun ke berbagai sekolah di daerah pegunungan tersebut?
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BNK Brebes Drs Moch Agus Wahid Mkes menjelaskan, pihaknya secara rutin merazia tas dan barang bawaan siswa dan guru. Sidak ini sebagai upaya dini antisipasi dan pencegahan peredaran Narkoba dikalangan pelajar dan lingkungannya.
Tidak hanya merazia barang bawaan, lanjutnya, Tim juga memberi edukasi berupa sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan Tes Urine kepada warga sekolah.
“Alhamdulillah, hasilnya negatif. Tim BNK tidak menemukan barang bawaan yang mengandung Narkoba maupun warga sekolah yang menggunakan narkoba,” ungkap Agus Wahid disela kegiatan, Kamis (20/2).
Sosialisasi P4GN yang dilakukan di SMP N 1 Tonjong dan SMK Muhammadiyah Paguyangan, kata Agus, agar para siswa lebih tahu dan memahami apa itu Narkoba dan Bahayanya. Dikenal untuk dihindarkan, dijauhi.
Kata Agus Wahid, BNK Brebes menargetkan Kabupaten Brebes bisa bebas dari Peredaran Gelap Narkoba dan razia serta sosialisasi P4GN sebagai upaya Mewujudkan Sekolah Bebas dari Narkoba. (humasBNKbrebes/Ade/Wsd/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/02/idza-tinjau-tanggul-jebol-masyarakat.html#more

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH meninjau tanggul jebol Sungai Cisanggarung di wilayah Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.Tanggul di sungai perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat tersebut, tengah ditangani pekerjaan excavator amphibi milik Dinas Pengairan Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (DPSDAPR) Kabupaten Brebes dan dukungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) 005 Cimanuk-Cisanggarung, di hari kedua, Rabu (19/2) lalu.
Tanggul jebol akibat derasnya air dan tingginya debit air di Desa Limbangan telah merendam lebih kurang 70 hektar lahan pertanian bawang dan pertambakan masyarakat Dukuh Limbangsari. Jebolnya tanggul anak Sungai Cisanggarung di Dukuh Limbangsari sepanjang 7 meter sangat merugikan masyarakat. Saluran ini merupakan terusan menuju Bendungan Karet Tawang Sari, Kabupeten Cirebon, Jawa Barat.
Pekerjaan excavator amphibi milik DPSDSPR Kabupaten Brebes menambal tanggul anak sungai yang jebol sepanjang 15 meter, tinggi 5 meter, dari rencana semula sepanjang 25 meter.
“Untuk penutupan tanggul anak Sungai Cisanggarung di Dukuh Limbangsari, Limbangan, adalah sepanjang 15 meter dan saat ini masih terus dilakukan,” Kata Kepala Dinas Pengairan Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (DPSDAPR) Kabupaten Brebes, Agus Ashari.
Dalam peninjauan, Bupati juga mendapat pengaduan warga mengenai jalan rusak menuju tanggul. Bupati memastikan apakah itu jalan masuk wilayah Brebes apa Cirebon. Kalau memang masuk wilayah Brebes, Bupati menyarankan kepada Kepala Desa untuk diusulkan pada musyawarah desa dan dimasukan dalam berkas usulan.
“Ya, nanti Pa Kades dan Pa Camat untuk mencermati dan membuat usulan ya,” jawab Idza.
Sekedar diketahui, banjir tersebut dipicu oleh hujan deras di wilayah hulu atau Selatan Brebes ditambah wilayah Kecamatan Losari. Untuk tanggul Sungai Cisanggarung sendiri sebelum jebol adalah terendam air di beberapa titik, namun jebol di Babakan-Bojongsari dan di Dukuh Limbangsari, Limbangan,Losari Brebes, (bs/wsd/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/02/koramil-bumiayu-brebes-turun-ke-jalan.html#more
Brebes – Danramil 08 Bumiayu, Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Jupriadi, kembali turun ke jalanan dan pasar di wilayah Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, untuk membagikan nasi bungkus kepada tukang becak, supir angkot, dan tukang ojek, Jumat pagi (21/02/2020).

Dibenarkan Kapten Jupriadi (kacamata), bahwa kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya sejak dirinya menjabat awal Februari lalu (2/2), pasca dilantik Dandim, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE.

“Jumat berkah dengan membagikan 120 bungkus sarapan pagi kali ini, sasarannya adalah Pasar Jatisawit dan Pasar Talok, RS. Amanah Bumiayu, jalan lingkar Pagojengan serta Terminal Bus Bumiayu,” ucapnya.

Menurutnya juga, kegiatan sosial tersebut untuk lebih meraih simpati masyarakat kepada TNI.

“Kegiatan ini sebagai upaya pendekatan TNI kepada masyarakat, sehingga jika ada informasi perkembangan situasi wilayah yang penting, masyarakat tidak canggung melaporkannya,” imbuhnya.

Lanjutnya, kegiatan pada Jumat sebelumnya (14/2), adalah pembagian 100 bungkus nasi kepada tukang becak, sopir angkot, tukang ojek dan tuna susila di lingkungan Pasar Bumiayu.

Mukminin (62), salah satu abang becak yang biasa mangkal di Terminal Bus Bumiayu, mengaku senang dan bangga dengan pembagian puluhan nasi bungkus tersebut. (Aan/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/02/sempat-lumpuh-akses-pengasinan-suruh.html#more

Brebes – Hujan deras dengan intensitas yang cukup tinggi sejak dua hari lalu (19/2) yang hampir merata di wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan, juga menjadi pemicu longsornya tebing di samping jalan antar dusun di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Jalan utama masyarakat antar pedukuhan, Pengasinan-Suruh Sunda, lumpuh total tertutup material longsor tebing sepanjang kurang lebih 20 meter.

Disampaikan Danramil 10 Sirampog Kodim 0713 Brebes, Kapten Infantri Mukhrodi, bahwa tebing setinggi 7 meter di areal Perhutani BKPH Pekalongan Barat di wilayah Kecamatan Sirampog, longsor Kamis pagi (20/2) pada pukul 09.00 WIB. Jumat pagi (21/2/2020).

“Evakuasi material longsor yang berupa tanah, batu dan batang pinus, dilakukan oleh masyarakat setempat dengan dibantu unsur TNI-Polri dan BPBD,” ucapnya.

Tampak foto, dengan peralatan manual para relawan tersebut membuka jalan yang tertutup longsoran. Danramil beserta Muspika Sirampog juga terjun ke lokasi guna memompa semangat masing-masing anggotanya dan masyarakat yang bekerja.

“Tidak ada korban jiwa atas bencana alam ini. Sekitar pukul 16.30 WIB kemarin sore, arus transportasi sudah kembali normal,” imbuhnya.

Dibenarkan Kades Sridadi, Sudiryo, bahwa material longsor menutup badan jalan dan mulut jembatan antar pedukuhan tersebut dengan ketebalan antara 1-1,5 meter.

Untuk itulah mewakili masyarakat di kedua pedukuhan tersebut, Sudiryo mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu. (Aan/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/02/era-industrialisasi-pelajar-brebes.html#more

Menghadapi era industrialisasi di Kabupaten Brebes, para pelajar Brebes harus mahir berbahasa Inggris. Pasalnya, Kabupaten Brebes akan banyak didatangi turis asing yang tentunya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional. Juga dalam bekerja didunia industri banyak berinteraksi dengan masyarakat dunia yang berkomunikasi dengan bahasa Inggris.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes melalui Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Rojat SPd MPd saat membuka Lomba Pidato Bahasa Inggris tingkat SMP se Kabupaten Brebes di SMP An Nuriyah Bumiayu, Kamis (20/2)
.
“Tantangan jaman ke depan lebih berat, khususnya dalam berkomunikasi sehingga siswa sejak dini harus bisa menggunakan Bahasa Inggris secara aktif,” ujar Rojat.
Untuk bisa berbahasa asing, tidak bisa seperti membalikan telapak tangan. Tetapi harus melalui proses latihan yang terus menerus. Termasuk lomba pidato bahasa Inggris ini, semoga menjadi bekal kemahiran para siswa untuk bisa berbahasa Inggris secara aktif.
Ketua Panitia Lomba Aditya Perdana SE MSi menjelaskan, lomba diikuti 40 pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten brebes. Lomba dibagi menjadi dua kategori yaitu kategori putra dan kategori putri. Jumlah peserta untuk kategori putra sebanyak 15 Siswa dan untuk Kategori Putri sebanyak 33 Siswi.
Setelah melalui tahapan seleksi yang cukup ketat, akhirnya Allefra Kautsar Devandra dari SMP Negeri 2 Brebes berhasil meraih juara 1 untuk kategori Putra dengan nilai 273. Sedangkan untuk kategori Putri diraih Arni Sastra Negara dari SMP Negeri 1 Bantarkawung dengan nilai 267,5.
Kategori putra juara 2 Abhinaya Naghamal I dari SMP N 1 Bumiayu (263) dan juara 3 Erzy Meinanda (SMP N 1 Salem (262). Untuk kategori putri juara 2 Lisana Sidqin Aliyya dari SMP N 2 Jatibarang (263,5) dan juara 3 Risqi Widia Astuti dari SMP N 3 Larangan (263). (Humas Dindikpora/dien/Wsd/topfm)

Hukuman disiplin, bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak memandang bulu siapa pelakunya. Bila terjadi pelanggaran, penjatuhan hukuman atau sangsi akan diberlakukan melalui mekanisme sebagaimana digariskan dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 53 tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Untuk itu, ASN wajib mengetahui PP tersebut agar tidak terjadi pelanggaran disiplin.
Demikian disampaikan Kepala Bidang Pengolahan Sekretariat Badan Pertimbangan Kepegawaian Badan Kepegawaian Nasional Pusat Jakarta Heri Purwanto SH pada Sosialisasi PP 53 tahun 2010 di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Brebes, Rabu (19/2) lalu. 
Kata Heri, dalam bekerja PNS atau ASN memeiliki kewajiban yang harus dipenuhi dan larangan yang harus dihindari. Dalam pasal 3 PP 53 tahun 2010, terdapat 17 kewajiban yang harus dilaksanakan, antara lain ASN berkwajiban untuk bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan negara. Melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara atau Pemerintah terutama di bidang keamanan, keuangan, dan materiil. Masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja, mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan, menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya, memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat dan kewajiban lainnya.
Sedangkan dalam Pasal 4 PP 53 tahun 2010, lanjut Heri,  terdapat 15 larangan bagi PNS, yang apabila dilanggar akan dijatuhi hukuman. Diantaranya dilarang menyalahgunakan wewenang. Menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain.  Tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional, bekerja pada perusahaan asing, konsultan asing, atau lembaga swadaya masyarakat asing. Memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan, atau meminjamkan barang-barang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah. Melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara.
ASN juga dilarang memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun baik secara langsung atau tidak langsung dan dengan dalih apapun untuk diangkat dalam jabatan. Menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya. 
ASN dilarang bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya. Melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayan. Menghalangi berjalannya tugas kedinasan. 
Di bidang politik, PNS dilarang memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Heri juga memberikan penjelasan mengenai bagaimana tatacara penjatuhan hukuman disiplin dan  studi kasus yang antara lain disiplin. 
“Ada tiga tingkatan hukuman disiplin, yakni tingkat ringan, sedang dan berat,” tandasnya.
Acara yang digelar Bidang Pembinaan, Kesejahteraan dan Informasi BKPSDMD Kab Brebes berlangsung semangat. Banyak pertanyaan yang diajukan para peserta yang terdiri dari Pejabat yang menangani kepegawaian di masing-masing OPD, Kecamatan se-Kab Brebes dan Satuan Koordinasi Wilayah Satuan Pendidikan Kecamatan di lingkungan Pemerintah Kab Brebes sejumlah 70 orang.
Kepala BKPSDMD Sutrisno SH MH saat membuka sosialisasi mengatakan, masih banyak PNS yg belum memahami atau bahkan belum mengetahui aturan-aturan yang menjadi pedoman serta kaidah sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil. Maka pihaknya memandang perlu untuk memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai Peraturan Perundang-undangan di bidang kepegawian khususnya PP No 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS.
“Saya berharap, sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman tentang Tata Cara Penjatuhan Hukuman Disiplin dan Pengawasan Melekat sesuai dengan PP No 53 Tahun 2010,” pungkasnya.
Dengan disiplin, akan terwujud PNS yang kompeten dan profesional serta sadar akan kedudukan, hak dan kewajibannya sehingga dapat mendukung kelancaran pelaksaan tugas pelayanan kepada masyarakat.(Humas BKPSDMD/wsd/topfm)
PROGRAM ACARA UNGGULAN : 05-06 NGAJI PAGI * 06-07 INFO PAGI*07-09 INDONESIA DANGDUT*09-11 LAGU JAWA* 11-13 KENANGAN*13-15 DANGDUT NGETOP*15-17 TREN MUSIK INDO* 19-21 MUSIK TO ORANG MUDA*21-00 TOPREQUEST

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online | WA : 0856 0203 7951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj |085326111234
Email: topfm951@yahoo.co.id