LPPL SINGOSARI TOPFM || 95.1 MHz ||MORE THAN JUST RADIO ||INSPIRING RADIO ||


Artis                    : ANGKASA
Album                 : Rahasia Terbesar
Single                  : “Cinta Dan Sakit Hati”
Ciptaan                : Ato ANGKASA
Aransemen         : ANGKASA
Label                   : Big Indie NAGASWARA
Rilis                     : September 2019


Masih pada album yang sama “Rahasia Terbesar”, Angkasa kembali merilis single ketiganya bertajuk “Cinta Dan Sakit Hati”,  setelah sebelumnya melepas single “Setelah Kau Pergi”. Lagu yang dirilis ini dijadikan single selanjutnya untuk dipersembahkan untuk para penikmat musik Indonesia.

Single ini juga merupakan pilihan dari teman-teman Angkasa yaitu para fans Angkasa yang disebut “Makluk Angkasa” serta para MD Radio.  Dari 10 lagu baru yang ada di album ke- 4 grup band Angkasa tersebut. Kini, single “Cinta Dan Sakit Hati” siap dirilis untuk seluruh stasiun radio se-Indonesia.

Lagunya sendiri bergenre Poprock dan bercerita tentang perasaan tersakiti, namun tak sanggup untuk membenci karena cinta dan sakit ini akan selalu ada di hati. Liriknya easy listening dan dijamin dapat mewakili orang orang yang sedang merasakannya. 

ANGKASA adalah grup band yang terbentuk pada tahun 2004 dan sukses menelurkan album “Jangan Pernah Selingkuh” (JPS) pada tahun 2007 – 2008 sampai meraih perolehan sebanyak 3 juta donwload dan single Recyle “Jangan Ada Dusta” sebesar 2 juta download diperolehan RBT.

Menuai banyak prestasi semakin memantapkan eksistensinya di jalur musik Indonesia membuat ANGKASA terus aktif berkarya, dan sampai saat ini sudah 4 album dia persembahkan. Dari mulai Album “Jangan Pernah Selingkuh” (2008), “Setia Itu Menyakitkan” (2010), “Sampai Kapanpun” (2013), dan yang teranyar di NAGASWARA melahirkan sebuah album dengan tittle “Rahasia Terbesar” (2018).

Album “Rahasia Terbesar” memang merupakan album yang dinantikan para fans setia ANGKASA (ANGKASA Family). Album ini memang mengalami proses yang panjang sampai 2 tahun untuk dirilis. Karena, selain persiapan yang matang dan penggarapan lagu serta konsep musiknya yang afik, rupanya para personil ANGKASA tidak mau terlalu terburu-buru tapi perlu melihat waktu yang tepat untuk mempersembahkannya menjadi sebuah karya yang bisa booming seperti lagu-lagu mereka sebelumnya. Tetapi untuk proses rekamannya sendiri album tersebut hanya butuh waktu 1 bulan.

Gayungpun bersambut, CEO NAGASWARA Bapak Rahayu Kertawiguna mengamini apa yang menjadi keinginan para personil ANGKASA, maka sebelum meluncurkan album tersebut dianggap sangat penting untuk hearing bersama rekan-rekan MD radio. Dan jatuh pilihan dari 10 Lagu yang ada di album baru hasil hearing dari para MD radio, yang juga disepakati oleh ANGKASA serta Bapak Rahayu Kertawiguna, adalah lagu “Rahasia Terbesar” menjadi judul album ke-4 dan yang pertama di NAGASWARA serta single “Dingin” dijadikan single pembuka di album tersebut.

Berkonsep musik pop rock alternatif ANGKASA yang terdiri dari Ato (vokal dan gitar), Rizky Manggala (gitar dan back vokal), Ahmad Ovik (bass), Anggi Ginanjar (drum), dan Gita Galinx (keyboard),  mempersembahkan single di album ke-4 ini, menjadi harapan optimisme yang tinggi, agar lagu ini banyak requestnya dan bisa diterima di seluruh lapisan masyarakat Indonesia. (PR)

http://www.topfm951.net/2019/09/warga-jatibarang-kidul-terlindungi-bpjs.html#more
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH melalui Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan La Ode Vindar Aris Nugroho melaunching Desa Jatibarang Kidul, Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes ditetapkan sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan 2019. Launching ditandai dengan penyerahan secara simbolis Kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan pengguntingan pita yang melintang di pintu pagar Desa Jatibarang Kidul, Senin (16/9).
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tegal Cep Nandi Yunandar menjelaskan, program Desa Sadar Jaminan Sosial merupakan inovasi dari BPJS Ketenagakerjaan untuk bekerja sama dengan aparat desa dalam memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat pekerja di desa.
“Masyarakat desa diharapkan mampu memahami manfaat dari program BPJS Ketenagakerjaan diantaranya manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun,” ujar Cep Nandi.
Selain itu, lanjut Cep Nandi, ditetapkannya desa Jatibarang Kidul sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial bertujuan agar masyarakat desa mengenal lebih dekat program-program BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga timbul kesadaran akan pentingnya perlindungan jaminan sosial dan juga agar muncul kesadaran para perangkat desa untuk mensejahterakan masyarakatnya. Diantaranya, para pelaku ekonomi antara lain dalam bidang Yayasan/BUMDes, Karang Taruna dan BPD yang ada didesa tersebut serta tenaga ahli atau pendamping desa.
Nandi juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemkab Brebes terhadap kesejahteraan masyarakatnya dengan mengimplementasikan Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
“Kontribusi ini bukan saja untuk menjalankan kewajiban sebagai penyelenggara negara, melainkan bentuk hadirnya negara untuk merealisasikan hak hidup aman, nyaman, dan sejahtera,” tandasnya.
Desa Jatibarang Kidul terpilih karena telah memenuhi beberapa persyaratan yang telah ditetapkan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Diantaranya telah terdaftarnya Kepala Desa dan Perangkatnya serta Para Ketua RT dan RW di Desa Jatibarang Kidul.
Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan La Ode Vindar AN atas nama Bupati, mendukung penuh program BPJS Ketenagakerjaan untuk jaminan ketenagakerjaan bagi masyarakat Desa Jatibarang Kidul. Sebab perlindungan Jaminan Sosial yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan merupakan program pemerintah yang sangat penting dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.
Banyak manfaat yang bisa diambil diantaranya, memberikan perlindungan dari resiko sosial dan ekonomi serta dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya masyarakat pekerja dan keluarganya.
“Karena BPJS Ketenagakerjaan ini besar manfaatnya, maka saya menghimbau dan mendorong desa lain untuk mencontoh Desa Jatibarang Kidul agar dapat segera bergabung di BPJS Ketenagakerjaan dengan menjadi peserta,” ajak La Ode.
Secara simbolis Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan diserahkan Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan kepada Kepala Desa Jatibarang Kidul Ahmad Sofyan. Setelah itu Staf Ahli  dan rombongan berbegas menuju gerbang jalan masuk Desa Jatibarang Kidul, tepatnya disebelah Selatan Eks Pabrik Gula Jatibarang. Di gerbang tersebut, La Ode menggunting pita yang melintang dipintu gerbang sebagai tanda launching Desa Jatibarang Kidul Kecamatan Jatibarang sebagai Desa Sadar Jaminan Ketenagakerjaan.
Kepala Kantor Cabang Perintis BPJS Ketenagakerjaan Brebes Agus Pandu Indra Putra mengungkapkan, selain Desa Jatibarang Kidul, ada beberapa lagi desa yang telah di launching yakni Desa Kluwut Kecamatan Bulakamba dan Desa Klampok Kecamatan Wanasari.
“Tiap tahun, kami menargetkan 1 desa yang sadar akan jaminan ketenagakerjaan. Apalagi Brebes telah memasuki era industrialisasi, menjadi Kawasan Industri Brebes,” imbuhnya.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Sosial Khambali, Camat Jatibarang Supriyadi, tokoh masyarakat dan calon peserta. (spt/wsd/topfm)

http://www.topfm951.net/2019/09/kali-kalong-kudu-resik.html#more
Kalo Kalong Darurat Sampah. Tidak dipungkiri, kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih relatif rendah. Terlebih bagi mereka yang tinggal di sekitar bantaran sungai, masih menganggap bahwa sungai merupakan tempat pembuangan sampah.
Kesadaran lingkungan ini yang terus didorong Pemprov Jateng melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Brebes. Salah satunya melalui Gerakan Operasi Bersih-bersih di Kali Kalong, sekitar Pasar Linggapura, Kecamatan Tonjong, Minggu (15/9).
Kegiatan tersebut dikuti oleh DLHPS, KODIM 0713/Brebes, Dinas Kesehatan, Forkopimcam, BPBD, TAGANA, SENKOM, Pramuka Kwaran Kecamatan Tonjong, RAPI, instansi terkait, berbagai komunitas peduli sungai serta masyarakat umum.
Tanpa bantuan alat berat, secara manual memungut sampah dengan alat seadanya. Ada 3 titik yang menjadi fokus pembersihan. Namun, yang paling parah berada di bawah jembatan dekat Pasar Linggapura. Di sana, sampah dengan berbagai jenis menumpuk sampai menutupi sungai.
“Ini adalah gerakan dari masyarakat yang peduli terhadap lingkungan. Ada sekitar 45 elemen masyarakat peduli sungai yang ikut serta,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Brebes, Edi Kusmartono yang ikut dalam bersih-bersih.
Sedikitnya 5 truk yang dikerahkan untuk mengangkut sampah. Rencananya, sampah akan dibuang ke TPA Desa Kalijurang. “Selain itu, sampah juga diangkut dengan sepeda motor roda 3 dan lainnya,” katanya.
Menurutnya, gerakan ini muncul karena tumpukan sampah di Sungai Kalong ini sudah sangat parah. Ibarat gunung es, sampah yang tampak di permukaan jumlahnya tidak seberapa, di banding sampah di dalam sungai.
“Ini baru mulai saja, sudah 10 truk yang diangkut ke TPA Kalijurang. Dan tidak habis-habis,” katanya.
Edi menyatakan aksi kerja bakti ini adalah langkah jangka pendek. Karena itu, harus ada rencana jangka panjang agar tidak lagi terjadi penumpukan sampah di sungai.
“Harus ada rencana ke depan. Terutama dari pihak pemerintah desa dan masyarakat setempat. Jangan sampai setelah bersih-bersih ini, sungainya kembali kotor,” ungkapnya.
Pihaknya berharap masyarakat untuk secara rutin mengelola sampah. Hal tersebut bisa dimulai dari sampah rumah tangga, termasuk mengurangi penggunaan plastik.
“Pengelolaan sampah dapat berdampak baik untuk diri sendiri dan lingkungan. Lingkungan yang bersih dan sehat, menjadi dambaan bagi setiap orang. Jika lingkungan bersih, beragam penyakit pun bisa dicegah. Untuk itu, kita mendorong agar kesadaran masyarakat akan pengelolaan sampah ini bisa terus ditingkatkan,”pungkasnya. (spt/wsd/topfm) 

http://www.topfm951.net/2019/09/ini-dia-sinok-sitong-brebes-2019.html#more
Anton Sugiarto dan Dhia Aulia Salma akhirnya terpilih menjadi Sinok dan Sitong Duta Wisata Kabupaten Brebes 2019, setelah berhasil menyisihkan 155 Peserta. Keduanya dinobatkan sebagai Sinok-Sitong dalam Grand Final Pemilihan Sinok Sitong Duta Wisata 2019, yang dihelat di Aula SMK Bina Bangsa Kersana. Sabtu (14/9) kemarin.
Anton Sugiarto merupakan mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) Semarang asal Brebes. Sedangkan Dhia Aulia Salma merupakan siswi SMA N 1 Brebes.
Selain memilih juara satu Sinok dan Sitong, ada beberapa kategori juara lainnya. Di antaranya juara favorit, juara persahabatan, juara intelegensia dan juara kepribadian.
Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti SH MH mengatakan, Sinok Sitong yang telah terpilih, harus bisa memasarkan ikon Kabupaten Brebes, termasuk wisata atau hal lain dari keunggulan produk ke masyarakat luas, dari daerah sampai nasional bahkan internasional.
“Karena tak hanya melulu mempromosikan sektor pariwisata saja, namun semua bidang. Termasuk produk UMKM, kuliner dan lainnya,” terang Idza.
Ditambahkan Idza, mensosialisasikan pembangunan dan kebijakan pemerintah kepada masyarakat luas, juga perlu dilakukan.
“Oleh karenanya, mari kita dukung terus gelaran pemilihan Sinok dan Sitong Duta Wisata Kabupaten Brebes, karena event ini berlangsung setiap setahun sekali,” tandas Idza.
Ketua penyelenggara Pemilihan Duta Wisata Sinok Sitong yang juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Brebes Diding Setadi mengatakan, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memilih duta wisata sinok sitong guna mempromosikan dan mengenalkan potensi kepariwisataan di Kabupaten Brebes baik di tingkat lokal regional, maupun nasional.
“Tidak hanya memilih rupa yang cantik dan gagah saja, namun Sinok Sitong yang cantik dan gagah dalam prilaku, kepribadian serta berwawasan luas,” ungkap Diding.
Menurut Diding, nantinya mereka akan ditugaskan di acara kepariwisataan juga kenegaraan. Penguasaan wawasan seni dan budaya juga harus mereka miliki.
“Jumlah pendaftar 155 orang, dilakukan seleksi tahap pertama yaitu uji tertulis, menghasilkan 60 orang. Kemudian seleksi tahap kedua yaitu wawancara dan penampilan bakat menghasilkan 20 orang,” terang Diding.
Adapun grand final, kata Diding, panitia telah memilih 10 pasang Sinok Sitong atau 20 peserta. Mereka adalah peserta yang telah mengikuti karantina dengan serangkaian pemantapan dalam wawasan kepariwisataan.
Pada saat karantina, mereka dibekali berbagai wawasan. Di antaranya tentang kepariwisataan, kebudayaan, lingkungan hidup, motivasi diri, ngadi saliro, ngadi busono, bahasa inggris, tabel manner, hospitality, pemandu wisata, serta beauty class.
Pemenang pertama mendapatkan piala serta uang pembinaan masing-masing 2,5 juta, diserahkan langsung Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE. MH didampingi suami Kompol. Drs. H. Warsidin.
Bertindak sebagai dewan juri, perwakilan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah Soepomo, perwakilan Samsat Brebes Retno Palupi, serta Putri Indonesia Favorit Jawa Tengah 2019 Adinda Agustin. (wsd.ba/topfm)
PROGRAM ACARA UNGGULAN : 05-06 NGAJI PAGI * 06-07 INFO PAGI*07-09 INDONESIA DANGDUT*09-11 LAGU JAWA* 11-13 KENANGAN*13-15 DANGDUT NGETOP*15-17 TREN MUSIK INDO* 19-21 MUSIK TO ORANG MUDA*21-00 TOPREQUEST

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online / WA : 085602037951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj | WA|085326111234
Copyright 2010 | topfm951 | bumiayu | Radio