RADIO SINGOSARI TOPFM || 95.1 MHz ||MORE THAN JUST RADIO ||INSPIRING RADIO ||

Live Radio Streaming


KLIN MORE PLAYER



Curah hujan yang terus mengguyur di wilayah Kabupaten mengakibatkan bencana, diantaranya terjadi musibah tanah bergerak di beberapa Pedukuhan di  Desa Ragatunjung, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, selama beberapa pekan lalu.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH didampingi Asisten 1 Sekda, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes, Kepala Dinas Sosial serta jajaran Forkopimcam Kecamatan Paguyangan turun langsung ke lokasi rumah warga terdampak longsor dan tanah bergerak sekaligus menyerahkan bantuan di Dukuh Cirumyang Desa Ragatunjung, Kecamatan Paguyangan, Brebes. Sabtu (16/1) siang.

Idza menyarankan kepada warga masyarakat Brebes di musim penghujan agar tetap waspada terhadap bahaya banjir, longsor maupun tanah bergerak. Bagi masyarakat yang tertimpa musibah agar tetap sabar dan tetap semangat, karena semuanya merupakan ujian hidup dari Allah SWT.

"Terus waspada dan sabar dalam menghadapi segala cobaan," kata Idza di sela menyambangi para korban dan meninjau secara langsung kondisi lokasi bencana tanah gerak di Dukuh Cirumyang, Desa Ragatunjung, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes.

Bencana alam tanah gerak di Dukuh Cirumyang Desa Ragatunjung yang terjadi beberapa pekan lalu mengakibatkan 11 rumah milik warga rusak sedang dan berat.

Kepala Desa (Kades) Ragatunjung Masduki AM SE mengatakan, kegiatan peninjauan yang dilakukan Bupati Brebes beserta rombongan tersebut sekaligus juga pemberian bantuan secara simbolis kepada 11 korban yang merupakan wujud nyata kepedulian sosial dari Pemerintah Kabupaten Brebes terhadap masyarakatnya yang tengah tertimpa musibah bencana.

Warga yang rumahnya rusak berat terpaksa harus pindah ke tempat yang lebih aman, yakni mengungsi ke rumah saudaranya.

"Penyebabnya karena hujan yang akhir-akhir ini terus turun terutama kalau sore hari," ujar Kades Ragatunjung, Masduki pada Bupati usai peninjauan.

Turut mendampingi Bupati Brebes saat peninjauan lokasi tanah bergerak, Asisten I Sekda, Kepala BPBD, Kepala PU, Tagana, Kepala DLHPS, Koordinator TKSK-PKH, kepala Dinas Sosial, jajaran Forkompincam Paguyangan, dan Kades Ragatunjung. (spt/wsd/topfm)

 


Memasuki usia ke-343 pada 18 Januari 2021, Kabupaten Brebes mengusung tema Brebes Aman Covid-19, Teteg, Tutug, Bangkit. Dalam artian, Kabupaten Brebes harus teteg atau tegar dalam menghadapi Pandemi Covid-19 hingga tutug atau tuntas masa pandemi itu, untuk kembali bangkit. Diakui, hampir setahun, Covid-19 menjadi tantangan tersendiri dalam mengayuh roda pembangunan di berbagai sektor.
Demikian disampaikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH saat berbincang dengan penulis di Pendopo Bupati, Minggu (17/1).
“Tentu dengan adanya kendala tersebut, harus kita kendalikan semaksimal mungkin agar Brebes aman dari Pandemi Covid-19,” kata Idza.
Menurut Idza, langkah refokusing anggaran pemerintah misalnya, menjadi pilihan dilematis namun harus dilakukan. Karena berbagai program kegiatan yang seharusnya mendapatkan alokasi anggaran, terpaksa dialihkan untuk kegiatan penanganan wabah.
Idza memaparkan, sampai 16 Januari 2021 kondisi penanganan Covid-19 di Kabupaten Brebes tercatat di Dinas Kesehatan Brebes adalah, pertama, Kasus Suspek sebanyak 1.213 dengan rincian 590 diisolasi, 606 selesai dipantau, dan Meninggal 17 orang.
Kedua, Kasus Probable sebanyak 106 orang, dirawat 0, selesai dipantau 63, meninggal 43. Ketiga, Kasus Konfirmasi 3.444 orang, 557 dirawat, 448 isolasi mandiri, sembuh 2.262 dan meninggal 177. Keempat, Kasus Kontak Erat sebanyak 1.245 dan 185 dalam pemantauan/isolasi, Menjadi Kasus Konfirmasi 4, Menjadi suspek 3, dan selesai dipantau 1053.
“Dari data diatas, menjadi keprihatinan tersendiri sehingga Kabupaten Brebes masuk dalam daerah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 25 Januari mendatang,” ungkapnya.
Untuk itu, Idza mengajak kepada seluruh warga Kabupaten Brebes untuk terus waspada dan jangan putus asa. Tetaplah mematuhi protokol kesehatan agar Brebes kembali aman dan bangkit melanjutkan pembangunan daerah.
Meski Pandemi, lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Brebes tetap melayani kebutuhan masyarakat dengan mematuhi protokol kesehatan. Pelayanan tetap berjalan diberbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sesuai dengan situasi dan kondisi yang memungkinkan. Pelayanan ada yang dilakukan tatap muka langsung ada juga layanan dengan fasilitas daring atau online.
Bupati menjelaskan, di masa Pandemi, ada beberapa program pembangunan yang bisa dilakukan oleh Pemkab Brebes selama 2020. Diantaranya Pembangunan RSUD Ketanggungan dengan pagu anggaran Rp 63 miliar. Kemudian untuk peningkatan jalan Sigempol Rp 4,5 miliar, jalan Limbangan-Randusanga Rp 2,8 miliar, jalan Gegerkunci-cenang Rp 4 miliar dan jalan waduk penjalin Rp 4,5 miliar.
Istri dari Dr Drs AKBP H Warsidin MH ini menjelaskan, untuk tahun 2021 pembangunan yang sudah dianggarkan dan sedang dalam proses lelang yakni Kantor Pemerintah Terpadu multi year 2021 dan 2022 dengan pagu anggaran sebesar Rp 110 miliar. Juga akan melanjutkan pembangunan RSUD Ketanggungan tahap 2 sebesar Rp 29,750 miliar dan Pembangunan Pendopo Bumiayu Rp 10 miliar.
“Juga peningkatan jalan dan pelengkap jalan yang dianggarkan hingga Rp 25 miliar selama 2021. Adapun anggaran tidak terduga kami siapkan Rp 20 miliar untuk penanganan covid 19,” ungkap Idza.
“Saya mohon doa restu semoga pembangunan bisa berjalan lancar dan yang sudah selesai bisa membawa manfaat untuk sebesar-besarnya kepentingan masyarakat,” harap Idza.
Di masa Pandemi, sambung Idza, berbagai prestasi juga ditorehkan oleh Pemkab Brebes yang tentunya atas kerja keras dan bantuan seluruh elemen masyarakat. Diantaranya, Perumda Tirta Baribis mendapatkan tiga penghargaan Top BUMD Award 2020 tingkat nasional, Brebes juga meraih dua penghargaan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Award Jateng untuk Pemkab Brebes dan Bawaslu Brebes kategori Menuju Informatif 2020.
Dalam pelestarian hutan, Kampung Adat Jalawastu, Desa Ciseureuh, Ketanggungan telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai Hutan Adat seluas lebih kurang 64 hektar. Prestasi ini sangat membanggakan karena masyarakat adat Kampung Jalawastu telah berkontribusi langsung terhadap kelestarian hutan di Brebes.
Prestasi lain, lanjut Idza. Kabupaten Brebes secara resmi bergabung menjadi anggota Open Goverment Patnership (OGP) Lokal tahun 2020. Menjadi OGP Lokal karena Kab Brebes telah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan efesien.
“Dalam waktu dekat, Insya Allah saya akan paparan di Australia dan Korea tentang OGP Lokal ini,” tutur Wanita Kelahiran 19 Januari 1971 itu.
Di bidang pertanian, lanjut Idza, Kabupaten Brebes masih memiliki keunggulan di Bawang Merah dan Telor Asin. Kabar menggembirakan, yakni Varietas Beras Hitam Sirampog secara resmi telah terdaftar di Kementerian Pertanian sebagai Varietas unggulan.
“Sektor pertanian, ternyata tangguh juga menghadapi pageblug ini, karena produksi beras dan palawijanya tak tergoyahkan,” terang Idza.
Menyinggung kelanjutan Kawasan Industri Brebes (KIB) dan Kawasan Peruntukan Industri Brebes (KPIB), Idza menegaskan masih tetap berproses. Berbagai perusahaan nasional dan internasional juga sudah banyak yang beroperasi. Sehingga menambah gairah anak-anak muda Brebes untuk mendapatkan pekerjaan dan juga ada geliat peningkatan ekonomi disekitar kawasan.
“Mari kita doakan terus, semoga pembangunan KIB dan KPIB berjalan sukses dan lancar,” pungkas Idza.
Selamat Hari Jadi ke-343 Kabupaten Brebes aman covid19, teteg, tutug, bangkit! (wsd/topfm)
 

Brebes – Jembatan kereta api jalur Jakarta-Surabaya (jalur hulu) di atas Sungai Glagah, di Dukuh Timbang, Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terputus pada Senin malam (11/1).
Disampaikan Danramil 09 Tonjong, Kapten Infantri Ngadino, melalui Babinsa setempat, Serka Iskandar, kerusakan jembatan terjadi pada pukul 21.30 WIB di KM 305/56, yaitu pilar penyangga jembatan setinggi 22 meter ambruk/ambrol sehingga menyebabkan rangkaian besi penyangga rel kereta api sepanjang 50 meter ambruk.
“Putusnya jembatan disebabkan karena salah satu pilar jembatan roboh karena diterjang banjir besar Kali Glagah sejak Senin petang,” bebernya, Selasa pagi (12/1/2020).
Dijelaskannya lanjut, banjir terjadi karena sebelumnya wilayah Kecamatan Tonjong diguyur hujan lebat dalam waktu yang cukup lama, yaitu mulai pukul pukul 16.00-21.00 WIB.
Dibenarkan Tatang Iratmaja, pegawai PJKA/PDR Tonjong, sebelum banjir terjadi kenaikan debit air sungai mulai pukul 18.15 WIB, dan puncaknya pada pukul 21.30 WIB, pilar jembatan jembatan itu terputus karena tak kuat menahan derasnya air sungai.
Untuk perjalanan kereta api jurusan Jakarta-Surabaya melalui Purwokerto/Yogyakarta, baik melewati jalur hulu/jalur 2 maupun jalur hilir (1), sementara ditutup.
“Masing-masing jembatan mempunyai 4 pilar, dan yang roboh adalah salah satu pilar di jalur hulu atau sebelah barat,” terangnya.
Untuk rel kereta api masih menggantung. Sedangkan untuk kerugian belum bisa ditaksir.
Menurutnya, peristiwa itu baru pertama kali terjadi sejak jalur kereta api itu dibangun puluhan tahun lalu.
Petugas PJKA bersama TNI-Polri sudah mengamankan lokasi dengan memasang police line, untuk menghindarkan masyarakat yang terus berdatangan untuk melihat agar mereka tidak terlalu dekat sehingga membahayakan jiwa. (Aan/TOPFM)

 


Logo peringatan Hari Jadi ke-343 Tahun Kabupaten Brebes, diluncurkan. Pembuatan Logo tahun ini dilombakan, untuk mendapatkan hasil terbaik yang mencerminkan dinamika Kabupaten Brebes dalam menapaki perjalanan selama 343 tahun.
"Sebanyak 92 peserta ikut berkompetisi secara fair, yang kemudian diseleksi 30 besar hingga 5 besar dan dipilih terbaik 1, 2 dan 3," ujar Ketua Panitia Lomba Wijanarto di sela peluncuran di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Brebes, Rabu (5/1).
Wijanarto mengaku bangga karena lomba ditanggapi antusias peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Brebes, terbukti ada 92 peserta yang mayoritas berusia remaja.


Setelah dilakukan seleksi yang sangat ketat, akhirnya juara 1 diraih Muhammad Faza Adiyat, dari Kelurahan Gandasuli, Kec Brebes. Juara 2 M Aufal Audi Arkham dari Desa Benda, Kec Sirampog Dan Juara 3 Tri Irma Septiana dari Desa Jagalempeni Kec Wanasari.
Di dalam logo Hari Lahir ke-343 Brebes yang luncurkan, mengandung nilai filosofi sebagai berikut :
Angka tiga (3) di depan berwarna biru yang identik dengan warna telur asin dan laut serta dapat diartikan sebagai kedamaian. Terdapat ornamen gelombang di ujung angka tiga menandakan Kabupaten Brebes memiliki laut dan pantai yang panjang membentang dari Kecamatan Losari hingga Kecamatan Brebes. Di bawah angka tiga terdapat ornamen hewan Bebek atau Blengong yang menjadi ciri khas produk unggulan Kabupaten Brebes.
Angka Empat (4) di tengah berwarna merah yang identik dengan warna bawang merah serta dapat diartikan sebagai berani. Terdapat ornamen bawang merah yang mempertegas makna dari warna merah.
Angka tiga (3) di belakang memiliki warna hijau yang dapat diartikan sebagai daerah yang asri serta mempunyai kondisi alam yang baik. Terdapat ornamen gunung di atas angka tiga yang berarti Kabupaten Brebes memiliki daerah pegunungan yang asri seperti di daerah Kecamatan Paguyangan dan Kecamatan Salem. Juga terdapat ornamen motif batik tumbuhan khas Salem yang mempercantik angka tiga.
Dengan diluncurkannya logo Hari Jadi ke-343 Brebes maka mulai hari secara resmi bisa digunakan untuk kegiatan rangkaian hari jadi seperti spanduk, pamflet, baju, kaos, topi dan asesoris lainnya.
“Logo bisa diunggah di alamat drive.google.com berikut ini : https://drive.google.com/drive/folders/1g19kjIssrfSn24vIWpMcbNlkz9V-veC4?usp=sharing ,” tutur Wijan yang juga Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes.
Selain lomba design logo hari jadi, lanjutnya, juga digelar lomba Kebersihan Lingkungan, Lomba Vlog Anti Covid-19, dan Lomba Virtual Tari Unggulan Daerah.
Ketua Panitia Hari Jadi Brebes Supriyadi menambahkan, acara Hari Jadi Brebes digelar secara sederhana mengingat masih dalam Pandemi Covid-19. Antara lain Sidang Paripurna Istimewa, Istighosah, Ziarah Makam Bupati Terdahulu dan Anjangsana.
“Hari Jadi tahun ini, mengusung tema: Brebes Aman Covid-19, Teteg, Tutug, Bangkit,” tandas Supriyadi. (Wsd/topfm)



 


Sertifikat Untuk Rakyat yang digulirkan Presiden Joko Widodo, merupakan wujud nyata pemerintah dalam mensejahterakan rakyat. Hal ini patut disyukuri dan berterima ksih kepada pemerintahan Jokowi karena telah memberikan kemudahan dalam penerbitan Sertifikat Tanah. Sehingga hak atas tanah masyarakat memiliki kekuatan hukum dan bisa dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat.
Demikian disampaikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH usai mengikuti penyerahan Sertipikat Tanah Untuk Rakyat di Istana Negara yang disaksikan virtual dari Pendopo Bupati Brebes, Selasa (5/1).
“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Brebes, kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden dan jajaran ATR/BPN,” ungkap Idza.
Bupati memuji upaya dan kerja keras jajaran Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Brebes. Sehingga program Pendftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Brebes berjalan lancar dan sesuai target yang telah ditentukan.
Untuk itu, Bupati Idza mengajak kepada warganya yang telah menerima sertifikat hak atas agar dapat menjaga, merawat dan menyimpannya dengan baik. Sehingga kerusakan atau kehilangan dokumen tersebut dapat dihindari.
Penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat dilakukan Presiden Jokowi dari Istana Negara Jakarta dan saksikan seluruh Kepala Daerah se- Indonesia. Termasuk Bupati Brebes menyaksikan dari Pendopo bersama Forkopimda, Sekda, Kepala ATR BPN Brebes, Kepala OPD terkait serta perwakilan masyarakat penerima sertifikat.
Dalam Virtual tersebut Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan, seluruh bidang tanah di Indonesia harus sudah bersertifikat di tahun 2025. Di kandung maksud untuk memberikan kepastian hukum kepada seluruh pemilik tanah, dan mencegah timbulnya sengketa dan konflik.
Presiden juga mengapresiasi kinerja jajaran Kementrian Agraria dan jajaran ATR BPN yang ada di daerah yang telah bekerja keras dalam upaya pencapaian target program tersebut. Jokowi menjelaskan, sebanyak 6,8 juta sertifikat yang harus diselesaikan di seluruh Indonesia.
“Hari ini, Saya serahkan 584.407 sertifikat untuk 26 propinsi dan 273 kab/kota se Indonesia,” kata Jokowi sambil meminta kepada para penerima sertifikat untuk mengangkat sertifikat yang telah dipegangnya.
Kata Jokowi, PTSL telah menerbitkan Sertifikat di tahun 2017 sebanyak 5,4 juta sertifikat,  tahun 2018 sebanyak 9,3 juta, tahun 2019 sebanyak 9 juta, dan tahun 2020 sebanyak 6,8 juta sertifikat
Presiden juga menyinggung masalah Pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Kepada seluruh masyarakat dihimbau untuk tetap waspada serta tetap patuhi protokol kesehatan.
“Meski di pertengahan bulan ini Vaksinasi sudah akan kita lakukan, namun saya minta seluruh rakyar untuk tetap waspada dan patuhi protocol kesehatan sampai vaksinasi benar benar selesai secara merata dan corona benar benar sudah bisa dikendalikan,” ujar Joko Widodo.
Kepala ATR BPN Brebes Juaring Jaka Sulistiyo menambahkan, untuk tercapainya tarjet penerbitan sertifikat seluruh bidang tanah yang ada di Kabupaten Brebes , dia berharap bantuan dari seluruh elemen masyarakat. Terutama jajaran Pemkab Brebes yang didalamnya ada unsur Kepolisian, TNI, Kejaksaan dan sebagainya agar dapat memberikan pendampingan dan pengawalan program PTSL agar dapat berjalan Lancar.
Juaring juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Brebes beserta seluruh jajaranya yang telah bersinergi dalam pelaksanaan program yang di gagas langsung oleh Presiden Joko Widodo.
Di Kabupaten Brebes, kata Juaring, Tahun 2020 sudah diselesaikan sebanyak 35.766 bidang tanah. Dan untuk program tahun 2021 akan diselesaikan 92.051 bidang yang dibiayai APBN dan 3.600 bidang akan dibiayai APBD
Nampak hadir Kepala Kejaksaan Negeri Brebes, Wakapolres Brebes, Komandan Kodim atau yang mewakili, Sekda Brebes, beberapa Kepala OPD, Kepala ATR BPN Brebes serta 50 perwakilan Masyarakat Penerima Sertipikat. (ys/wsd/topfm)

 


Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH memastikan tidak ada kerumunan di malam pergantian tahun baru 2021. Penegasan Idza disampaikan saat memimpin Apel Kesiapan Pengamanan Tahun Baru 2021 di halaman Mapolres Brebes, Kamis (31/12) sore.

Apel Kesiapan Pengamanan Tahun Baru 2021 diikuti unsur Polri, TNI, Polisi militer, Satpol PP, Dishub, Dinas Kesehatan, Banser, Kokam, Palang Merah Indonesia (PMI).

Tampak hadir Kapolres Brebes, Komandan Kodim 0713 Brebes yang diwakili oleh Kasdim 0713/Brebes, Ketua DPRD Brebes serta Anggota Forkopimda dan Kepala OPD lainya.

Dalam Sambutannya Bupati menyampaikan, Apel gelar pasukan ini bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan pengamanan, soliditas para pemangku kepentingan untuk menciptakan kondusifitas wilayah serta meningkatkan kewaspadaan terkait upaya antisipasi kegiatan masyarakat di pergantian tahun 2021 di tengah pandemi covid-19.

Idza berharap kepada seluruh personel yang terlibat dari kodim 0713/brebes, polres brebes, satpol pp serta personel lainnya, dapat melakukan upaya pencegahan dini serta pemetaan wilayah terhadap kegiatan masyarakat yang memicu kerumunan baik di malam pergantian tahun maupun libur tahun baru.

Pemerintah Kabupaten Brebes melarang bentuk kegiatan apapun yang dapat menimbulkan kerumunan masyarakat. Oleh karena itu, seluruh personel harus melakukan penegakan disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat, dengan bertindak tegas kepada siapa pun yang melanggar protokol kesehatan. Apalagi, penyebaran covid-19 di Kabupaten Brebes masih cukup tinggi. Dia berharap seluruh personel benar-benar dapat bekerja serta berkoordinasi dengan baik, demi keamanan, kesehatan dan keselamatan masyarakat Kabupaten Brebes.

Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto SIK MHP dalam konferensi persnya menyampaikan, untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona, Polres Brebes tidak mengeluarkan izin keramaian pada saat malam tahun baru. Bahkan Polres Brebes akan menindak tegas bila ada kerumunan.

“Kami siap menindak tegas dengan membubarkan kerumunan pada saat malam pergantian tahun malam ini. Alun-alun Brebes dan Taman Juang kita tutup satu malam. Titik lainnya secara situasional kita pantau secara ketat,” kata Kapolres Brebes

Untuk pengamanan, lanjutnya, pihaknya sudah menyiapkan personel, baik yang ada di Polres maupun petugas yang berada di Polsek. Termasuk, dari 26 anggota Brimob Polda Jateng dan gabungan dari TNI dan Satpol PP.

“Total 277 anggota kami di Polsek dan Polres kita kerahkan. Dan juga, kami akan gelar patroli di beberapa titik tempat areal publik seperti di Alun-alun dan Taman Juang serta tempat ibadah. Agar kebijakan ini bisa diterapkan dengan maksimal,” jelasnya.

Kapolres meminta kepada seluruh jajarannya bersiaga dengan menggelar operasi guna memastikan Kamtibmas tetap terjaga pada saat malam tahun baru. Menurut dia, upaya antisipasi harus dilakukan.

“Saya minta kepada seluruh kapolsek berkoordinasi untuk melakukan patroli Kamtibmas secara bersama-sama pada saat malam tahun baru,” pungkasnya. (spt/wsd/topfm)

 


Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH didampingi suami Dr H Warsidin SH MH, Sekda Brebes Ir. Djoko Gunawan MT bersama Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto SIK MHP serta Ketua DPRD Kabupaten Brebes M Taufiq S. SN meresmikan gedung pelayanan Sanika Satyawada Polres Brebes, Kamis (31/12) sore.

Peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua DPRD Moh Taufiq S. SN dan dilanjutkan
penandatanganan prasasti oleh Bupati Brebes Hj Idza Priyanti diikuti Polres Brebes.

Usai penandatangan prasasti, Bupati beserta rombongan, meninjau beberapa ruangan yang telah selesai direnovasi.

Dalam sambutannya Bupati Brebes mengucapkan selamat kepada Polres Brebes beserta jajarannya, yang kini memiliki gedung baru. Fasilitas ini sebagai upaya besar kita bersama untuk menunjang kinerja agar lebih baik lagi.

Sehingga tugas seorang polisi yakni memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, dan memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat bisa terwujud.

Perlu diketahui, lanjut Bupati, pembangunan gedung Sanika Satyawada ini, merupakan hibah dari pemerintah daerah Kabupaten Brebes melalui Dinas Pekerjaan Umum. Hal tersebut adalah wujud kerja sama dari pemerintah dengan pihak lain, tak terkecuali Polres Brebes yang membutuhkan pembangunan gedung baru. Sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Brebes yang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

Pembangunan gedung Sanika Satyawada bersumber dari APBD Kabupaten Brebes, dikerjakan secara dua tahap dan memiliki dua lantai dengan total anggaran sebesar Rp 5 miliar.

"Saya berharap, nantinya gedung ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk pelaksanaan tugas-tugas kepolisian. Dengan kata lain, keberadaan gedung ini, akan menjadi satu kesatuan dan akan dikembangkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ujar Idza.

Selanjutnya, Idza juga menyampaikan banyak terima kasih pada jajaran Polres Brebes, yang tak pernah henti dan tak kenal lelah menjaga kondisi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Brebes.  Terutama di masa Pandemi Covid-19, Polres Brebes telah menunjukan kepeduliannya kepada masyarakat melalui upaya pencegahan, penanganan penyebaran Covid-19 bahkan memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19.

Bupati berharap Polres Brebes dapat terus menjaga kondisi dan ketertiban masyarakat, terlebih di malam tahun baru karena biasanya animo masyarakat sangat tinggi dalam merayakan malam pergantian tahun.

Namun sesuai Surat Edaran Bupati kegiatan perayaan tahun baru yang menimbulkan kerumunan dilarang atau tidak diperbolehkan. Untuk itu Idza berpesan agar Polres Brebes dapat memantau serta mengantisipasi agar tidak terjadi kerumunan masyarakat.

Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto SIK MHP dalam sambutannya mengucapkan, terima kasih kepada Bupati, Sekda dan Ketua DPRD sekaligus semua pihak yang telah bekerja keras menyelesaikan pembangunan gedung Sanika Satyawada.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya gedung ini semoga semakin menambah semangat anggota Polres Brebes untuk lebih meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Gedung ini sebagai bukti sinergitas yang baik antara Polres Brebes dan Pemkab Brebes,” ungkapnya.

Turut hadir dalam acara peresmian gedung Sanika Satyawada, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH didampingi suami Dr H Warsidin SH MH, Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT, Ketua DPRD Moh Taufiq S SN, para kepala OPD, serta tamu undangan lainnya. (spt/wsd/topfm) 

 


Direktur RSUD Brebes dr Oo Suprana dalam pandangan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, adalah sosok dokter yang inspiratif. Di bawah nahkodanya, dia mampu mengantarkan RSUD pertama di Kabupaten Brebes itu sebagai rumah sakit mengalami kemajuan. Diantaranya, dengan dibangunnya gedung lima lantai dan alat kesehatan serta tenaga kesehatan yang makin bertambah dan berkualitas.
Demikian disampaikan Bupati Brebes saat pelepasan purna tugas drg Oo Suprana MKes di Gedung Korpri Jalan MT Haryono Brebes, Rabu (30/12).
“Dokter Oo Suprana adalah  sosok yang sangat bertanggung jawab akan tugas-tugasnya, memiliki pemikiran inspiratif, inovatif untuk kemajuan RSUD Brebes,” puji Idza.
Kata Idza, berbagai prestasi sudah ditorehkan. Terbukti, perubahan besar terjadi di RSUD Brebes dari mulai infrastruktur, peralatan dan pelayanan yang semakin baik.  Perkembangan tersebut, tidak lepas dari pemikiran, ide, dan gagasan dokter Oo Suprana.
Yang lebih istimewa dokter Oo, ungkap Idza, adalah sosok yang sangat perhatian dan mudah bergaul. Kebiasaan yang tidak hilang dari dokter Oo adalah selalu menyapa ucapan Selamat Ulang Tahun kepada rekan-rekannya termasuk juga pada Bupati dan keluargannya.
“Setiap tanggal 9 Januari pukul 24.00, saya mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari Pak Oo,” ungkap Idza.
Prestasi dan kenangan manis itulah selalu membekas dan diingat rekan-rekan dokter Oo. Untuk itu, meski dokter Oo sudah purna tugas tali silaturahmi jangan sampai terputus.
Idza juga mengapresiasi atas kinerja dokter Oo selama memimpin RSUD Brebes. Bupati juga mengucapkan terima kasih atas jalinan yang baik dengan seluruh tenaga kesehatan di RSUD. Apalagi saat Pandemi, jajaran RSUD berjuang bertaruh nyawa dalam menghadapi wabah Virus Corona.
drg Oo Suprana didampingi istri mohon pamit dan mohon maaf, apabila selama bergaul banyak melakukan kesalahan baik yang disengaja maupun tidak. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Brebes dan kepada seluruh jajaran RSUD Brebes atas dukungan dan kerjasamanya sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik.
Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT menjelaskan, dengan purna tugasnya drg Oo Suprana tentunya jabatan RSUD Brebes untuk sementara waktu kosong. Namun demikian sembari menunggu penetapan pejabat baru, maka akan disiapkan Plt Direktur RSUD agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Djoko, juga berharap siapa pun yang nanti menggantikan posisi drg Oo Suprana harus bisa lebih baik lagi serta mampu menjaga dan meningkatkan prestasi yang sudah diraih. Sehingga masyarakat bisa semakin puas dalam menerima pelayanan RSUD Brebes.
Pelepasan purna tugas drg OO Suprana digelar secara sederhana dengan menerapkan protokol kesehatan. Tampak hadir, Kepala Kejaksaan Negeri Brebes, perwakilan Kapolres Brebes, perwakilan Komandan Kodim 0713, Sekda Brebes, Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes dan keluarga besar RSUD Brebes. (ys/wsd/topfm)

PROGRAM ACARA UNGGULAN : 05-06 NGAJI PAGI * 06-07 INFO PAGI*07-09 INDONESIA DANGDUT*09-11 LAGU JAWA* 11-13 KENANGAN*13-15 DANGDUT NGETOP*15-17 TREN MUSIK INDO* 19-21 MUSIK TO ORANG MUDA*21-00 TOPREQUEST

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online | WA : 0856 0203 7951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj |085326111234
Email: topfm951@yahoo.co.id