LPPL SINGOSARI TOPFM || 95.1 MHz ||MORE THAN JUST RADIO ||INSPIRING RADIO ||

http://www.topfm951.net/2019/07/wujudkan-umkm-sejahtera-tpakd-brebes.html#more

Untuk mewujudkan kesejahteran pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Brebes. Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Brebes, melaunching Kredit Mikro Sejahtera (KMS) guna membantu permodalan yang menjadi kendala para pelaku UMKM saat ini.
“Launching KMS untuk memerangi rentenir, dengan menyediakan kredit murah, layanan cepat, dan tanpa agunan,” ucap Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cabang Tegal Ludi Arliyanto saat Rapat Penetapan Program dan sosialisasi Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida), di OR Sekda Brebes. Jumat (19/7).
Sasaran KMS, Kata Ludi, diperuntukan bagi pedagang pasar dan UMKM dengan suku bunga murah dan layanan cepat. Fitur produk yang ditawarkan yaitu suku bunga murah maksimal sebesar 7 persen flat per tahun, dengan plafon maksimal 2 juta tanpa potongan provisi dan administrasi serta tanpa agunan.
“TPAKD akan memfasilitasi 3 BUMD milik Pemerintah Kabupaten Brebes, yaitu PD BPR BKK Banjarharjo, Perumda BPR Bank Brebes, dan PT BKK Jawa Tengah KC Brebes sebagai penyalur KMS bekerja sama dengan PT Jamkrida Jateng,” terang Ludi yang juga sebagai Pengarah 2 TPAKD.
Untuk menunjang KMS, kata Ludi, akan melakukan transformasi Badan Keuangan Desa (BKD) menjadi BUMDesa. Program ini bertujuan untuk memperkuat kelembagaan BKD dalam rangka perluasan akses keuangan masyarakat Kabupaten Brebes. Saat ini, total 89 BKD dari 92 BKD non aktif sudah diberikan pencabutan izin usaha, sedangkan sejumlah 3 BKD kategori non aktif belum dicabut izin operasionalnya.
“Sebanyak 22 BKD Desa telah selesai bertansformasi menjadi BUMDesa mandiri, masih terdapat 65 BKD aktif yang belum bertransformasi. Pada 6 Maret 2019 telah diadakan asistensi perizinan transformasi bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Brebes kepada perwakilan 34 Desa yang terdapat BKD,” urai Ludi.
Dilanjutkan Ludi, saat ini terdapat 8 BKD sedang dalam proses pecabutan izin usaha BKD di DPIP. Permasalahan yang dihadapi yaitu Batas waktu transformasi BKD samapi 31 Desember. Apabila tidak bisa diselesaikan ada 2 alternatif transformasi BKD, diantaranya melebur ke Perumda BPR Bank Brebes atau bertransformasi menjadi LKM.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jamkrida Jateng Nazir Siregar mengatakan, pihaknya akan membantu UMKM sesuai tupoksi yaitu melakukan akses permodalan yang fisibel. Adanya program dari TPAKD, tentunya Jamkrida memberikan dana sumbangan apa bila diperlukan.
“Kami adalah panjang tangan dari pemerintah daerah, melalui sinergi akan kami support dan menjamin program yang ada di daerah sesuai kemampuan,” kata Nazir.
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH melalui Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH dalam sambutan tertulis mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada segenap anggota TPAKD atas kerja kerasnya selama ini, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Brebes serta mewujudkan masyarakat yang lebih unggul dan sejahtera.
“Saya berharap, program TPAKD benar-benar dapat membantu masyarakat dan pelaku UMKM,” harap Bupati.
Menurutnya, TPAKD dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dan dirasakan kiprahnya bagi peningkatkan kesejahteraan masyarakat dan peningkatkan kapasitas usaha UMKM di Kabupaten Brebes.
Dikatakan Idza, jumlah UMKM di Kabupaten Brebes yang telah terdata, tercatat by name by address sebanyak 25.214, terdiri dari 17.358 usaha mikro, 7.244 usaha kecil dan 636 usaha menengah. Dari data tersebut, masih ada pelaku usaha yang belum terdata dan belum tersentuh dengan program-program maupun pelatihan untuk kemajuan usahanya.
“Kita yakin, dengan kerja keras dan kerja nyata, permasalahan maupun kendala dapat teratasi. Semoga program TPAKD Kabupaten Brebes dapat terus berjalan dan berkembang, yang muaranya pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Idza.
Launching ditandai dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama dari pihak Perumda BPR Bank Brebes dan PD BPR BKK Banjarharjo dengan Jamkrida Jateng. Disaksikan Asisten II Sekda Brebes Muhammad Iqbal, Kepala OPD terkait, Direktur PT BKK Jateng Cabang Brebes, serta anggota TPAKD. (Bayu Arfi / Wasdiun)

http://www.topfm951.net/2019/07/konsen-layani-gkb-brebes-raih-top-99.html#more

Kabupaten Brebes berhasil meraih penghargaan Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2019. Penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) dikarenan Brebes telah membuat inovasi Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) yang telah dicontoh oleh daerah-daerah lain di Indonesia. Penghargaan diserahkan langsung Men PAN-RB Syafruddin kepada Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH di Gumaya Tower Hotel Semarang, Kamis (18/7) malam.
“Alhamdulillah, semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi anak-anak Brebes agar semuanya bisa mengenyam pendidikan setinggi mungkin,” ucap Idza usai menerima penghargaan dengan wajah sumringah.
Menurutnya, Pemkab Brebes telah menunjukkan komitmennya untuk memberikan pelayanan masyarakat yang lebih baik. Terkhusus, menaruh perhatian penuh terhadap kelangsungan pendidikan bagi anak-anak Brebes. Jangan sampai anak Brebes putus sekolah, untuk itu semua pihak harus bersama-sama turut serta mengangkat derajat pendidikan mereka.
“Minimal, anak-anak Brebes mengenyam pendidikan hingga jenjang SLTA,” tandasnya.
Menurutnya, Brebes dipandang telah berhasil menciptakan inovasi pelayanan dasar dalam bidang pendidikan, berupa Gerakan Kembali Bersekolah. Inovasi GKB dirintis sejak 2017 dengan target 1000 anak putus sekolah dan berhasil mengembalikan sebanyak 1.212 anak Kembali Bersekolah.
Di Brebes, lanjutnya, ada 16.874 anak tidak sekolah akibat putus sekolah dan tidak melanjutkan sekolah pada jenjang pendidikan SMP dan SMA. Dan pada akhir tahun 2022, seluruh anak Brebes ditargetkan harus sekolah hingga jenjang SLTA, baik formal maupun non formal.
Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa menjelaskan, Top 99 Inovasi Pelayanan Publik merupakan event yang tidak hanya apresiasi, tetapi juga kolaborasi berbagai instansi pemerintah dalam menciptakan sinergi untuk masyarakat. Sebanyak 99 inovasi ini terpilih dari 3.156 proposal inovasi yang diajukan secara online melalui Sistem Informasi Pelayanan Publik (Sinovik).
Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) jumlahnya terus meningkat dari tahun 2018 yang mencapai 2.824 proposal inovasi.
Peningkatan ini, jelas Diah, tidak hanya kuantitas, tetapi juga dari segi kualitas inovasinya. Sedangkan pemkab/pemkot yang berada di wilayah Jawa Tengah mengikutsertakan 11 inovasi dalam ajang bergengsi ini, termasuk Gerakan Kembali Bersekolah (GKB), Atasi Anak Tidak Sekolah (ATS) milik Kabupaten Brebes sebagai Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019.
Adanya penghargaan ini diharapkan merangsang dan menjadi motivasi bagi semua instansi pemerintah untuk selalu menciptakan inovasi.
Kementerian PANRB sebagai penggerak reformasi birokrasi di bidang pelayanan publik terus mendorong inovasi-inovasi terbaik agar diterapkan secara nasional.
Hadir mendampingi Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Kepala Dindikpora DR Tahroni MPd, Kabid Komunikasi dan Kehumasan Dinkominfotik Lusiana Indira Isni SSos M Ikom, Kabag Organisasi Perangkat Daerah Drs Khaerul Abidin MM. (Spt,wsd/topfm)

http://www.topfm951.net/2019/07/tanah-bengkok-bukan-lagi-hak-kepala.html#more

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH menandaskan bahwa Kepala Desa sekarang tidak lagi memiliki hak menggarap tanah bengkok. Tetapi tanah bengkok tersebut menjadi tanah kas desa yang bila dikelola maka penghasilannya harus dilaporkan ke dalam kas negara.
Demikian disampaikan Bupati saat mengambil sumpah dan melantik kades terpilih se kecamatan brebes wilayah pantura di Pendopo Bupati, Kamis (18/7).
“Desa telah diberi kepercayaan mengelola dana desa yang bisa digunakan untuk pemberdayaan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat desa serta inovasi pembangunan desa,”  terangnya.
Hal tersebut sesuai dengan Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. Untuk itu, segera laksanakan dengan sungguh-sungguh amanat masyarakat desa. Kepala Desa juga menjadi wakil pemerintah yang ada di desa sehingga harus mampu memahami masalah di desanya dengan cermat dan menemukan solusi yang jitu.
Bupati juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran panitia tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa yang telah mengantarkan penyelenggaraan Pilkades serentak gelombang pertama berjalan lancar dan sukses.
Ucapan terima kasih juga disampaikan Bupati Brebes kepada jajaran TNI/Polri yang telah mengawal dan menjaga keamanan dan ketertiban pesta demokrasi tersebut. Sebab, tanpa kerja keras semua pihak yang terlibat penyelenggaraan, Pilkades tidak akan dapat berjalan lancar, rasa aman dan damai selama proses tahapan pilkades berlangsung.
Bupati juga berharap Pilkades serentak gelombang kedua yang akan segera dilaksanakan dapat berjalan lancar dan sukses.seperti halnya Pilkades tahap pertama.
Pelantikan terhadap 54 Kades terpilih berlangsung hikmat dan meriah usai pengambilan sumpah dan pelantikan. Para kepala desa yang dilantik berasal dari Kecamatan Brebes, Wanasari, Bulakamba, Larangan, Jatibarang dan Songgom.
Kepada istri maupun suami Kades terpilih, Idza berharap dukungan dengan mendampingi pasanganya dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai Kepala Pemerintahan di tingkat desanya masing-masing.
“Buat suami maupun istri para Kades, ayo dampingi pasanganya dan selalu ingatkan agar selalu menjalankan tugas dengan baik, sesuai aturan agar selamat sampai akhir jabatan,” pesannya.
Hadir dalam kesempatan tersebut suami Bupati Drs H Kompol Warsidin MH, Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono, Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Faisal Amri, Ketua Pengadilan Negeri Brebes Edi Saputra Pelawi SH MH,  Anggota DPRD Brebes Pamor Wicaksono, Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT, Asisten I Sekda Brebes H Athoillah Syatori MSi, Kepala SKPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes, camat dan undangan lainya. (YA / WSD/topfm)


http://www.topfm951.net/2019/07/kekeringan-landa-14-kecamatan-di-brebes.html#more
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes mengambil tindakan cepat terkait kekeringan yang melanda 14 Kecamatan se Kabupaten Brebes. Langkah yang ditempuh dengan membentuk Posko Mitigasi Kekeringan agar dampak kekeringan tidak makin parah dan meluas.
“Karena negara harus hadir di tengah masyarakat, mudahan-mudahan pembentukan posko tidak berdampak luas,” kata Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH saat meresmikan Posko Kekeringan di Aula Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Desa Losari Lor, Kecamatan Losari, Kab Brebes, Rabu (17/7).
Idza berharap, dengan adanya Posko Kekeringan bisa memberikan mitigasi bencana kekeringan. Upaya mitigasi kekeringan ini, dengan pemanfaatan sumber-sumber air yang ada sehingga segera identifikasi sumber air alternatif yang masih tersedia dan dapat dimanfaatkan melalui perpompaan dan irigasi air tanah dangkal.
“Prioritaskan dan kawal pemanfaatan sumber-sumber air sebagai suplesi pada lahan sawah ysng terdampak kekeringan,” perintah Bupati.
Termasuk memanfaatkan semua pompa air yang tersedia di daerah dan kerahkan Brigade Alat mesin pertanian (Alsintan) untuk membantu petani dalam mengamankan pertanaman dan memitigasi kekeringan.
Selain itu, koordinasi dan pengawalan air berupa monitor ketersediaan air di waduk dan bendungan. Dan utamakan jadwal irigasi pada wilayah yang terdampak kekeringan, terapkan dan kawal gilir giring air pada daerah irigasi, yang airnya terbatas dan lakukan penertiban  pompa pompa air ilegal disepanjang saluran irigasi utama.
Bila tanaman diikutsertakan dalam Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) segera lakukan pengajuan ganti rugi bagi petani yang lahan sawahnya terkena puso.
“Upaya mitigasi kekeringan, tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang unggul sejahtera dan berkeadilan,” tandasnya.
Peresmian Posko Kekeringan, ditandai dengan menghidupkan pompa diesel dan menyalurkan air menggunakan pipa selang ke saluran irigasi persawahan milik masyarakat desa Losari Lor Kecamatan Losari Brebes.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes Ir Yuliana Hendrawati MSi menjelaskan, 14 Kecamatan dari 17 Kecamatan di Kab Brebes berpotensi terancam kekeringan.
Kabupaten Brebes, memeliki luas tanam per 15 Juli 2019 seluas 18.929 hektar. Total lahan pertanian yang mengalami kekeringan seluas 1.790 hektar. Dengan rincian kekeringan ringan 598 hektar, kekeringan sedang 646 hektar, dan kekeringan berat seluas 546 hektar.
Yuli berkeyakinan, bila tidak dilakukan mitigasi maka kekeringan akan makin meluas hingga 3 ribu hektar lebih.
“Hanya ada tiga Kecamatan yang tidak mengalami kekeringan yakni Salem, Tonjong dan Sirampog,” papar Yuli.
Sementara Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Faisal Amri memberikan Apresiasi Kepada Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yang telah bertindak dengan cepat dalam mengatasi kekeringan di Kabupaten Brebes yang diwujudkan dengan mendirikan Posko kekeringan di tiap kecamatan yang mengalami kekeringan. (BS/WSD/topfm)
http://www.topfm951.net/2019/07/berkawan-dengan-rindu-hanin-dhiya.html#more
 “Berkawan Dengan Rindu” – Hanin Dhiya
 
  Beragam cara bisa dilakukan untuk mengapresiasi sebuah karya –lagu dalam hal ini. Yang paling umum dan banyak dilakukan dengan membuat cover version; aransemen musik baru dengan menggunakan lirik yang sama. Apresiasi pun bisa dilakukan dengan proses adaptasi dan interpretasi, hingga melahirkan karya dan lagu baru; aransemen musik dan lirik yang baru, dengan sudut pandang dan inti kisah yang senada.
 
Menantang? Tentu saja! Terlebih ketika proses adaptasi dilakukan pada lagu berbahasa Tagalog berjudul “Tagpuan” yang dibawakan Moira Dela Torre dan menjadi hits di Filipina. Tantangan inilah yang diambil Hanin Dhiya untuk terus dan semakin meningkatkan kualitas dan levelnya di industri musik Indonesia, Asia, hingga dunia.
 
Dan diciptakanlah lagu berjudul “Berkawan Dengan Rindu”, sebuah adaptasi dari “Tagpuan”. Tentang Perempuan dengan kisah cinta dan hubungan asmaranya yang sempat kandas di tengah jalan, walaupun pada akhirnya menemukan jalannya sendiri untuk akhir cerita yang manis dan bahagia. Sebuah anthem bagi mereka yang percaya untuk mengubah elegi menjadi energi.
 
Hanin Dhiya menulis sendiri adaptasi liriknya. Caranya berkisah, pemilihan kata dan frasanya, rima di antara liriknya, seolah membuat kita sulit percaya bahwa lagu ini ditulis oleh remaja berusia 18 tahun. Dan itulah yang disebut dengan talenta.

http://www.topfm951.net/2019/07/idza-kades-hebat-itu-taat-aturan-hukum.html#more

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH kembali melantik Kepala Desa (Kades) terpilih hasil Pilkades serentak gelombang pertama 2019 sebanyak 52 Kades se Brebes wilayah tengah Rabu (17/7). Sebelumnya, Senin (15/7) Bupati melantik 42 Kades terpilih se Brebes wilayah Selatan. Bupati menekankan pentingnya menaati aturan sesuai dengan Undang-undang yang berlaku.
“Kades hebat itu, kalau selalu mematuhi aturan dalam menjalankan tugas dan kewajibannya,” ujar Idza saat mengambil sumpah dan melantik Kades terpilih se Brebes wilayah Tengah di lapangan PG Kersana Brebes, Rabu (17/7).
Idza dengan tegas memerintahkan kepada seluruh Kades agar taat aturan. Dia tidak ingin ada Kepala Desa yang tersandung Kasus Hukum, lantaran tidak mematuhi hukum. Kepala Desa setelah disumpah dan dilantik harus mampu menjalankan tugas dengan baik sesuai aturan dan menjadi panutan yang baik bagi warga masyarakatnya.
“Saya tidak ingin ada lagi Kades yang terjerat kasus hukum, makanya jalankan tugas sesuai aturan yang ada,” tandas Idza.
Pelantikan yang berlangsung hikmat dan disaksikan ribuan masyarakat kecamatan Losari, Tanjung, Kersana, Banjarharjo dan Ketanggungan juga terlihat meriah meski tertib.
Bupati juga meminta Kepala Desa untuk melek teknologi informasi guna mengikuti kemajuan zaman  yang menuntut kemajuan yang berbasis elektronik,
Ucapan terima kasih dan selamat disampaikan Bupati kepada seluruh kepala desa terpilih dan berharap secepatnya bekerja menjalankan roda pemerintahan dengan sepenuh hati. Bekerja dengan sungguh-sungguh, selesaikan semua urusan yang ada  dan memajukan desanya masing masing demi kesejahteraan masyarakatnya. Jangan lupa belajar terus untuk menambah ilmu, disela-sela menjalankan tugasnya.
Selain itu, Bupati mengingatkan dengan dilantiknya Kades terpilih berarti tidak ada lagi permusuhan, karena Kepala Desa terpilih adalah Kepala Desanya semua Warga.
“Jadilah Kepala Desa milik semua warga, rangkul semuanya, dan ingat jangan ada perlakuan yang pilih kasih  dalam pelayanan kepada masyarakat,” ajaknya.
Turut menghadiri pelantikan, antara lain Bupati Brebes Idza Prianti SE MH beserta suami Drs  H Kompol Warsidin MH, Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono, Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol Inf Faisal Amri, Ketua Pengadilan Negeri Brebes Edi Saputra Pelawi SH MH, beberapa  Anggota DPRD Brebes, Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT, Asisten I Sekda Brebes H Athoillah Syatori MSi, Kepala SKPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes, camat dan undangan lainya. (YA/WSD/topfm)
http://www.topfm951.net/2019/07/inilah-program-p4gn-kodim-0713-brebes.html#more
Brebes - Guna mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba di semua lini, jajaran BNK Brebes melakukan sidak test urine di kalangan TNI Kodim 0713/Brebes. BNK juga memberikan sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Rabu 17 Juli 2019.
Usai melakukan upacara bendera rutin setiap Senin, seluruh anggota Kodim 0713/Brebes menjalani test urine yang digelar oleh BNK Brebes. Baik prajurit angkatan darat maupun PNS semua tak luput dari sidak tersebut.
Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol Inf Faisal Amri, SE, mengapresiasi sidak tersebut. "Terimakasih kepada BNK Brebes karena telah membantu Kodim dalam mewujudkan institusi yang bebas Narkoba," tururnya.
Dandim menegaskan, jika ada salah satu prajurit Kodim 0713/Brebes yang terindikasi positif menggunakan narkoba, maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku di lingkungan angkatan Darat. "Bagi prajurit yang melakukan penyalahgunaan Narkoba baik sebagai pengguna maupun pengedar, hukumannya hanya satu yaitu pecat dengan tidak hormat. Tidak ada tawar menawar," tegasnya.
Kasi Pencegahan pada BNK Brebes Lukman Suyanto mengatakan, Brebes merupakan tempat yang sangat potensial bagi perlintasan dan peredaran narkoba karena merupakan wilayah perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat apalagi jalur Tol sepanjang Brebes terurai di beberapa exit tol dari Pejagan Tanjung, Brebsit Brebes Barat dan Brebes Timur yang memudahkan keluarnya jalur kendaraan.
"Ini menjadi tugas kita semua, karena narkoba lebih berbahaya jika dibandingkan dengan terorisme," ungkap Lukman.
Dalam sidak test urine tersebut, semua jajaran Kodim 0713/Brebes dinyatakan terbebas dari narkoba. (Utsm/topfm)
http://www.topfm951.net/2019/07/pengelola-sipbm-ditingkatkan.html#more

Guna meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang Teknologi Informasi, Pengelola Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) mendapatkan pelatiihan. Mereka ditingkatkan kapasitasnya agar tercapai peningkatan kinerja pembangunan berdasarkan partisipasi masyarakat.

"Pengelola SIPBM akan lebih mahir lagi setelah memanfaatkan  Android dan tercapai singgle data yang valid," ujar Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Dinkominfotik) Kabupaten Brebes Johari SH disela kegiatan di Aula Gedung PKK, Senin (15/7).

Kata Johari, SIPBM dikembangkan dalam rangka memberi peluang kepada para penentu kebijakan, pemangku kepentingan, dan anggota masyarakat untuk berpartisipasi menuntaskan dan mencari solusi permasalahan pembangunan di daerahnya, yang meliputi pembangunan pendidikan, kesehatan dan pembangunan bidang-bidang lainnya.

Melalui teknologi informasi, lanjutnya, sumber data yang diperoleh dari masyarakat akan cepat dan akurat.

Karena SIPBM menjadi pangkalan data dan informasi pembangunan yang dikembangkan berdasarkan partisipasi masyarakat, maka pengelolanya harus  profesional.

"Mudah mudahan terwujud peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia(SDM) dalam bidang teknologi dan informasi bagi pengelola SIPBM di lingkungan Pemerintah Kab Brebes,' pungkas Johari.

Kabid Informatika dan Statistik Dinkominfotik Kab Brebes Andri Fidaus SH M Pd  melaporkan, kegiatan ini diikuti 100 peserta. Mereka terdiri dari Operator SID 34 orang , Pendamping Lokal Desa 34 orang , Admin Data Kecamatan 17 orang,  RTIK Brebes 5 orang , Dinpermades 1 orang dan Dinkominfotik 9 orang.

Kegiatan berlangsung mulai  15-19 Juli 2019 yang dibagi menjadi 5 hari dengan   peserta perhari 20 orang.

Pemateri dari Forum Data Kabupaten Bambang Setiawan SP MSi dari Dinpermades. Single data  oleh Andi Kurniwan S.ST MSi dan SIPBM berbasis Android oleh Bayu Setiawan S.Kom dari Baperlitbangda.(BS/ WSD/topfm)
PROGRAM ACARA UNGGULAN : 05-06 NGAJI PAGI * 06-07 INFO PAGI*07-09 INDONESIA DANGDUT*09-11 LAGU JAWA* 11-13 KENANGAN*13-15 DANGDUT NGETOP*15-17 TREN MUSIK INDO* 19-21 MUSIK TO ORANG MUDA*21-00 TOPREQUEST

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online / WA : 085602037951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj | WA|085326111234
Copyright 2010 | topfm951 | bumiayu | Radio