LPPL SINGOSARI TOPFM || 95.1 MHz ||MORE THAN JUST RADIO ||INSPIRING RADIO ||

Live Radio Streaming


KLIK WINAMP
KLIN MORE PLAYER
KLIN MORE PLAYER
 http://www.topfm951.net/2020/03/ansor-dan-elemen-desa-wangandalem-rame.html#more
Gerakan Pemuda Ansor dan Banser, Bidan Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Karang Taruna, dan Remaja Irmush  Desa Wangandalem, Brebes mengadakan giat aksi Sosialisasi Pencegahan Corona dengan Keliling Desa dan Penyemprotan Desinfektan.

Kegiatan yang digawangi Pemerintah Deaa Wangandalem, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes itu dipimpin langsung Kepala Desa Wangandalem Makmuri Rosidin.

Mereka bergerak melakukan edukasi keliling desa tentang kewaspadaan virus Corona dan gerakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Sasaran penyemprotan desinfektan antara lain Kantor Balai Desa, Masjid dan Musholla, serta beberapa tempat umum lainnya, pada Selasa (24/03)

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut instruksi Bupati Brebes dan Camat Brebes supaya Pemerintahan Desa beserta segenap elemen masyarakat melakukan kegiatan pencegahan persebaran Virus Corona.

Karena masyarakat perlu diberi edukasi (pemahaman) terkait dengan informasi Virus Corona seperti apa, sampai dengan pencegahannya. Sehingga masyarakat tidak panik dalam menghadapi wabah ini dan menjadi paham akan cara yang baik untuk mencegah wabah yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga.

Kepala Desa Wangandalem, Makmuri Rosidin mengatakan semua harus saling bahu membahu dalam menghadapi wabah Virus Corona.

Lebih lanjut lagi Makmuri menegaskan, agar segenap masyarakat desa Wangandalem, agar senantiasa menjaga lingkungan yang bersih, tidak jorok dan kotor. Pola hidup sehat harus menjadi pedoman hidup kita, disamping tetap berikhtiar dan berdoa semoga virus Corona ini tidak sampai di Wangandalem, Brebes.

"Saya instruksikan kepada Ketua RT dan Ketua RW untuk segera membuat jadwal penyemprotan secara bergilir. Supaya perumahan warga juga ikut disemprot disinfektan. Demi menjaga lingkungan dan masyarakat agar terhindar dari Corona," ujar Kades.

Kepala Satkorkel Banser Wangandalem sekaligus Tim Satgas Ansor Cegah Corona Covid 19 desa Wangandalem Yusuf Dzazuki menuturkan, Ansor dan Banser akan  selalu support kegiatan yang berada di Desa Wangandalem, termasuk lawan Korona.

"Ini bagian tugas dari Satgas Ansor," ucapnya.

Dewan Pembina GP Ansor Wangandalem sekaligus Tim Satgas Pencegahan Covid 19 PC GP Ansor Brebes M Muzaqi, mengapresiasi langkah cepat pemerintah desa Wangandalem dalam melakukan pencegahan Covid-19.

"Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Pemdes Wangandalem, GP Ansor Wangandalem, dan segenap unsur yang mau bekerjasama untuk melakukan pencegahan persebaran Corona. Kami menghimbau kepada tim Satgas Wangandalem, untuk segera berkoordinasi dengan Pemdes terkait dengan masyarakat yang baru saja pulang dari luar kota atau dari perantauan. Ini sangat penting, supaya kita bisa sama-sama mengawasi orang tersebut, bilamana terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, maka kita perlu ambil tindakan sebagaimana mestinya. Karena ini sangat penting untuk menekan terjadinya persebaran virus Corona yang datang dari luar," tandasnya. (wsd/topfm)

Masyarakat kini tak lagi resah tentang informasi yang valid terkait perkembangan penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Brebes. Pemkab Brebes resmi meluncurkan Situs Informasi Virus Corona guna memantau, menghimbau serta mencegah penyebaran virus tersebut. Berbagai informasi bisa diakses di http://www.corona.brebeskab.go.id/.

Bekerja sama dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Dinkominfotik) data dan informasi yang dihimpun Dinas Kesehatan, dikelola di situs tersebut.

Hal demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dr Sartono saat konferensi pers di Rumah Makan Djitoe Brebes, Rabu (25/3).

"Situs tersebut memuat informasi yang bersifat promotif dan preventif penyebaran virus corona, hingga data terkini Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP)," ujar Sartono.

Hari ini, kata Sartono, terdapat ODP 139 orang dan PDP 15 orang. Untuk PDP tersebar di beberapa rumah sakit, diantaranya RSUD Brebes ada 7 orang, RS Kardinah Tegal 2, RS Islam Harapan Anda Tegal 3 orang dan di RS Bakti Asih Brebes 3 orang.

"Kriteria PDP, ditentukan setelah ada hasil rontgen dan diperiksa oleh dokter paru atau penyakit dalam, baru bisa masuk dalam kategori PDP," jelasnya.

Sedangkan ODP, lanjut Sartono, diluar itu, misalnya orang bersuhu tubuh masih panas 38 derajat, mengalami batuk pilek, serta sesak napas.

"Untuk itu kita harus meningkatkan kewaspadaan, karena masyarakat Brebes banyak yang merantau ke kota besar, terlebih Jakarta. Itu yang harus terus kita pantau," ucapnya.

Terkait PDP menjadi negatif atau positif Corona, kata Sartono, pihak RSUD Brebes telah mengambil sampel lima PDP, dan tinggal menunggu hasil dari tiga lembaga kesehatan, yaitu Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Yogyakarta, Bandung dan Jakarta.

"Negatif atau positif hanya bisa ditentukan dari hasil Swab atau usap tenggorokan, kita telah mengambil sampel tiga hari lalu. Alhamdulillah, kondisi klinis pasien sekarang sudah membaik," terangnya.

Masalah Alat Pelindung Diri (APD) tenaga medis, tambah Sartono, Pemkab Brebes telah memesan dan sudah datang 114 unit, bantuan dari Provinsi Jateng 160 unit. Alat yang dipesan akan didistribusikan ke rumah sakit seluruh Brebes.

"RSUD Brebes bekerja dalam senyap, artinya agar tidak menimbulkan kecemasan masyarakat. Kami telah menyiapkan skenario terburuk apabila terjadi lonjakan pasien yang luar biasa," tegasnya.

Skenario itu, Lanjut Sartono, RSUD Brebes telah menyiapkan dan mengkosongkan salah satu gedung untuk kapasitas 100 tempat tidur pasien, juga di rumah sakit lain, baik pemerintah maupun swasta. Telah dalam proses persiapan skenario terburuk apabila terjadi lonjakan pasien. (ba/wsd/topfm)

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH mengecek ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) yang sudah dimiliki oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes untuk penangan kasus Corona atau Covid-19. Pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi riil antara kebutuhan dan ketersediaan APD yang ada. Sehingga benar-benar bisa dilakukan antisipasi dini dengan pembelian maupun permohonan permintaan kepada pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat.
Dari hasil pengecekan, kata Bupati, keberadaan logistik untuk pencegahan Covid-19 sudah ada.
“Alhamdulillah sudah ada persiapan Alat Pelindung Diri (ADP) sebanyak 114 unit. Dan nanti akan datang lagi sebanyak 150 unit bantuan dari Gubernur Jawa Tengah,” ungkap Bupati disela pengecekan logistik APD di Gudang Farmasi Dinkes Brebes, Selasa (24/3).
Pihaknya juga tengah menengok Rumah Sakit Bhakti Asih di Jatibarang yang dipersiapkan untuk perawatan. Namun demikian, lanjut Idza, RSUD Brebes juga sudah disiapkan, yang tadinya hanya 20 bad kini sudah disiapkan 100 bad khusus untuk penanganan kasus Corona.
Idza mengaku bahwa kesiapan Pemkab sudah dilakukan semaksimal mungkin, termasuk dengan menggandeng berbagai unsur seperti TNI, Polri, Ormas, hingga aparatur desa hingga RT/RW untuk melakukan edukasi dan kesiapan lainnya.
“Kita sudah melakukan gerakan edukasi hingga tingkat RT RW mencegah diri dan berdiam diri dirumah, belajar di rumah. Bila tidak ada kepentingan yang mendesak, lebih baik stay at home. Belajar dan Bekerja dari Rumah,” tandas Idza.
“Dengan perilaku hidup bersih dan sehat serta mampu menahan diri di rumah, mudah-mudahan penyebaran Covid-19 tidak terlalu banyak,” harap Idza.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dr Messy Widiastuti MARS yang mengikuti peninjauan menyarankan, agar kita tidak boleh lengah. Walau saat ini di Brebes belum ada yang positif, namun banyak sekali warga Brebes yang bekerja di berbagai kota seperti Jakarta, DKI Jakarta dekat sekali dengan Brebes mereka  gampang pulang. Dan DKI Jakarta sedang outbreak.
Juga banyak warga Brebes yang jadi TKI. Mereka yang dari luar negeri cukup berbahaya, seperti Hongkong dan Singapura yang outbreak juga.
“Untuk itu, harus selalu kita perhatikan, tetap waspada dan harus selalu aktif mencari Orang Dalam Pantauan (ODP) dan secepatnya dilakukan screening test untuk mengetahui secara cepat bila kemungkinan ada kasus yang positif maupun negatif.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dr Sartono menjelaskan, hingga saat ini Pasien Dalam Pantauan (PDP) di Kabupaten Brebes sudah 12 orang. Yang sudah dilakukan Swab sebanyak 5 orang. Namun hingga kini hasilnya belum diketahui.
“Dari lima orang yang sudah dilakukan Swab, sampai saat ini belum bisa dikatakan positif apa negatif, karena masih menunggu hasil tes Swab,” pungkasnya. (ys/wsd/topfm)
PROGRAM ACARA UNGGULAN : 05-06 NGAJI PAGI * 06-07 INFO PAGI*07-09 INDONESIA DANGDUT*09-11 LAGU JAWA* 11-13 KENANGAN*13-15 DANGDUT NGETOP*15-17 TREN MUSIK INDO* 19-21 MUSIK TO ORANG MUDA*21-00 TOPREQUEST

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online | WA : 0856 0203 7951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj |085326111234
Email: topfm951@yahoo.co.id