RADIO SINGOSARI TOPFM || 95.1 MHz ||MORE THAN JUST RADIO ||INSPIRING RADIO ||

Live Radio Streaming


KLIN MORE PLAYER
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Tata Cara Penyembelihan

* Sebaiknya pemilik qurban menyembelih hewan qurbannya sendiri.
* Apabila pemilik qurban tidak bisa menyembelih sendiri maka sebaiknya dia ikut datang menyaksikan penyembelihannya.
* Hendaknya memakai alat yang tajam untuk menyembelih.
* Hewan yang disembelih dibaringkan di atas lambung kirinya dan dihadapkan ke kiblat. Kemudian pisau ditekan kuat-kuat supaya cepat putus.
* Ketika akan menyembelih disyari’akan membaca “Bismillaahi wallaahu akbar” ketika menyembelih. Untuk bacaan bismillah hukumnya wajib menurut Imam Abu Hanifah, Malik dan Ahmad, sedangkan menurut Imam Syafi’i hukumnya sunnah. Adapun bacaan takbir – Allahu akbar – para ulama sepakat kalau hukum membaca takbir ketika menyembelih ini adalah sunnah dan bukan wajib. Kemudian diikuti bacaan:
o hadza minka wa laka.” (HR. Abu Dawud 2795) Atau
o hadza minka wa laka ‘anni atau ‘an fulan (disebutkan nama shahibul qurban).” atau
o Berdoa agar Allah menerima qurbannya dengan doa, “Allahumma taqabbal minni atau min fulan (disebutkan nama shahibul qurban)”

Sumber:

Hadits Web 3.0 yang bisa didownload di www.media-islam.or.id

Tanya:

Asslmwrwb. Iini dengan Peri di Padang, bagaimana puasa kalau air mani pagi hari keluar batal tidak. Tolong dijawab. Terima kasih. (+628126831xxx)

Jawab:

Perbuatan yang pasti membatalkan shaum adalah jima yang dilakukan suami istri sejak terbit fajar hingga maghrib tiba, baik saat jima itu si suami keluar mani atau pun tidak adalah sama saja. Hal itu karena yang dimaksudkan membatalkan shaum adalah jima bukan keluar atau tidak keluarnya mani. Sehingga jika keluar mani dari alat kelamin Peri bukan karena jima dengan istrinya, maka itu tidak membatalkan shaum termasuk jika keluarnya itu dengan cara sengaja yakni dengan melakukan onani atau masturbasi. Sekali lagi hal itu karena keluar mani bukan karena jima baik keluar dengan sendirinya maupun disengaja, adalah bukan jima sehingga tidak membatalkan shaum. [Ust. Ir. Abdul Halim]mediaislamnet.

Tanya:

Asslmwrwb. Dari Aan di BodaBoda- Sul-bar. Ust, saya mau brtanya. Apakah puasa kita sah bila kita tidak melaksanakan shalat fardlu? Syukron (+62852338XXX)

Jawab:

Waslm. Wr. Wb.

Shalat lima waktu adalah wajib dilakukan oleh setiap muslim alias فَرْضُ عَيْنٍ, sama halnya dengan shaum selama bulan Ramadlan, sehingga jika seorang yang sedang shaum Ramadlan namun dia tidak melaksanakan shalat lima waktu maka memang shaumnya tidak batal tapi dia telah berdosa besar karena tidak melaksanakan kewajiban lainnya yakni shalat lima waktu. Bahkan bisa saja shaumnya pun tidak sah jika alasan dia saat tidak melaksanakan shalat lima waktu itu adalah karena dia menolak hukum Allah SWT sehingga status dirinya adalah kafir dan orang kafir tidak sah melakukan shaum Ramadlan. Rasulullah saw menyatakan :

بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ (رواه البخاري

Islam itu dibangun di atas lima hal yakni syahadah Tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad itu adalah Rasulullah, melaksanakan shalat, membayar zakat, hajji dan shaum Ramadlan

Bahkan ketika Rasulullah saw mengutus Mu’adz bin Jabbal ke Yaman, maka beliau menyatakan :

إِنَّكَ تَقْدَمُ عَلَى قَوْمٍ أَهْلِ كِتَابٍ فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ عِبَادَةُ اللَّهِ فَإِذَا عَرَفُوا اللَّهَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي يَوْمِهِمْ وَلَيْلَتِهِمْ (رواه البخاري

Sungguh kamu akan mendatangi suatu kaum dari kalangan ahli kitab, maka jadikanlah olehmu yang pertama kali kamu serukan kepada mereka adalah taat kepada Allah (عِبَادَةُ اللَّهِ) lalu jika mereka telah iman kepada Allah, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah memfardlukan kepada mereka lima kali shalat dalam sehari dan semalam.mediaislamnet.[Ust. Ir. Abdul Halim]
Oleh Umar Abdullah
Sebagai manusia, pastinya kita butuh seorang figur yang bisa jadi panutan kita dalam hal ilmu. Setidaknya bisa kita contoh pada sisi-sisi tertentu dari kehidupannya.

Dan sebagai seorang yang beriman tentu kita musti mencontoh Rasulullah saw atau paling tidak orang-orang shalih di sekitar Rasulullah saw yang selalu berusaha meneladani suri teladan dari Rasulullah saw. Orang-orang yang kini dikenal sebagai shahabat nabi.

Para sahabat nabi semuanya adalah orang yang shalih dan adil. Islami cara berfikir dan tingkah lakunya. Kepribadian mereka ini tidak hanya dipuji oleh manusia, tetapi juga oleh Sang Pencipta mereka.

Di antara sahabat Rasulullah yang menonjol keilmuannya adalah Ali bin Abi Thalib (karramallaahu wajhahu– semoga Allah memuliakan wajahnya). Keunggulannya ini semakin menyempunakan kepribadiannya, menyempurnakan cara berpikirnya dan tingkah lakunya. Ketinggian ilmunya ini membuat Ali bin Abi Thalib menjadi seorang muslim yang mulia.

Bagaimana kemuliaan kepribadian Ali bin Abi Thalib ini? Beginilah kisahnya…

* * *

Di hadapan masyarakat umum, Rasulullah saw pernah bersabda, “Anaa madiinatul ‘ilm wa ‘aliyu baabuha”

(Saya adalah kotanya ilmu dan Ali adalah pintu gerbangnya).

Keunggulan Ali bin Abi Thalib ini bisa kita lihat pada dialog yang pernah terjadi antara beliau dengan 10 orang penanya dari kalangan Khawarij tentang lebih utama mana, ilmu atau harta.

Ketinggian ilmu Ali bi Abi Thalib ini sungguh luar biasa. Salah satu keunggulan Ali bin Abi Thalib adalah luasnya pengetahuannya terhadap ayat-ayat Allah. Wajar saja, karena sejak usia 10 tahun, hatinya telah dipenuhi oleh keindahan Al Qur`an, keagungan dan rahasia-rahasianya. Disamping itu Ali menyaksikan turunnya ayat demi ayat secara langsung. Maka pantaslah jika dia berkata:

“Tanyailah aku, tanyailah aku, tanyailah aku tentang Kitab Allah sekehendak hatimu. Demi Allah, aku lebih tahu tentang ayat-ayat-Nya, baik yang diturunkan di waktu malam maupun di waktu siang.”

Hasan al Basri pernah berkomentar tentang pengetahuan Ali bin Abi Thalib soal ayat-ayat al-Qur`an: “Dia (Ali bin Abi Thalib) telah mencurahkan tekad dan ilmu serta amalnya kepada al-Qur`an. Baginya al-Qur`an ibarat kebun-kebun yang indah dan tanda-tanda yang jelas.”

DIDIKAN PEMIKIRAN ISLAM

Hasil pendidikan Rasulullah saw ini memang luar biasa. Sejak awal Ali bin Abi Thalib dididik oleh Rasulullah dengan pemikiran-pemikiran Islam.

Dialah laki-laki pertama dari kalangan anak-anak yang menerima ajakan Rasulullah saw untuk masuk Islam. Lihatlah bagaimana Rasulullah saw mendidik Ali dengan pemikiran Islam yang menyebabkan Ali mengambil Islam sebagai jalan hidupnya.

Saat itu, Ali kecil yang berumur sekitar 8 tahun tinggal bersama Rasulullah saw sebagai sepupu sekaligus pengayomnya. Saat itu Ali belum masuk Islam. Suatu saat Ali melihat Rasulullah saw dan Khadijah, istri Rasulullah, shalat.

Ali bertanya kepada Rasulullah saw usai beliau mengerjakan shalat, “Wahai sepupuku, perbuatan apa yang kulihat engkau mengerjakannya?”

Rasul saw. menjawab, “Aku shalat kepada Allah, Tuhan yang memiliki seluruh alam.”

Ali bertanya lagi, “Siapakah yang memiliki sekalian alam?”

Rasulullah saw. menjelaskan, “Wahai Ali, sesungguhnya Dia adalah Tuhan yang satu, tiada sekutu bagi-Nya. Dia memiliki segala makhluk dan di tangan-Nya terdapat segala urusan. Dia menghidupkan dan mematikan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Apa yang terjadi setelah Rasulullah mengucapkan kalimat-kalimat tadi? Tak berapa lama setelah itu tanpa ragu-ragu lagi, Ali bin Abi Thalib remaja belia yang penuh berkah itu pun mengambil Islam sebagai jalan hidupnya, dia pun masuk Islam….

DIDIKAN NAFSIYAH ISLAMIYAH

Selain mendidik masyarakat Islam dengan pemikiran yang islami, Rasulullah saw juga mendidik nafsiyah atau pola kejiwaan masyarakatnya, termasuk di dalamnya Sahabat Nabi yang bernama Ali bin Abi Thalib. Didikan Nafsiyah Islamiyah ini menjadikan masyarakat Islam menjadi masyarakat yang enerjik, penuh vitalitas melaksanakan aturan-aturan Allah, namun tetap rendah hati dan santun terhadap orang-orang yang beriman.

MEMBANGUN PERADABAN

Ketika Rasulullah saw dan para sahabat ra berhijrah ke Madinah untuk membangun peradaban Islam dalam bentuk Negara Islam, Ali turut serta berhijrah dan membangun peradaban dunia yang baru itu. Dalam struktur pemerintahan Islam , Ali bin Abi Thalib sempat ditugaskan oleh Rasulullah saw menjadi seorang wali (gubernur) di wilayah Yaman selama beberapa tahun. Beliau juga pernah jadi Qadhi/ hakim.

Di masa pemerintahan Amirul Mu’minin Utsman bin Affan ra. Beliau diminta menjadi Muawin Tafwidh atau wakil khalifah, suatu kedudukan dan tanggung jawab satu tingkat di bawah khalifah sang kepala negara Islam.

Dan menjelang akhir hidupnya beliau dibaiat oleh kaum muslimin untuk menjadi Kepala Negara Islam, dengan sebutan Imam Ali.

MEMENTINGKAN PERSATUAN

Pemuda hasil didikan Islam ini memiliki jiwa yang besar yang selalu mengutamakan persatuan umat Islam di atas kepentingan kelompok. Ketika ia mengetahui ada dua orang pendukungnya yang memaki dan mengutuk Muawiyah yang saat itu memberontak kepada negara Khilafah Islam, maka disuruhlah dua orang pendukungnya itu untuk menghentikan makian dan kutukan itu.

Kedua orang itu datang kepada Ali dan bertanya, “Ya Amirul Mukminin, bukankah kita di atas kebenaran dan mereka di atas kebatilan?“

Imam Ali menjawab, “Benar, demi Tuhan yang memiliki Ka’bah.” Mereka bertanya lagi, “Kalau begitu, mengapa engkau mencegah kami memaki dan mengutuk mereka?”

Imam Ali menjawab, “Aku tidak suka kalian menjadi orang-orang yang suka memaki dan mengutuk. Akan tetapi katakanlah: ‘Ya Allah, jangan tumpahkan darah kami dan darah mereka. Perbaikilah hubungan antara kami dengan mereka, dan sadarkanlah mereka dari kesesatan hingga siapa yang tidak tahu bisa mengetahui kebenaran, dan yang membangkang bisa sadar dari kesesatannya.’”

PENDEKAR JIHAD

Sesuatu yang menonjol dari sosok Ali bin Abi Thalib ini adalah bahwa dia seorang pendekar sejati. Kejantanan seorang laki-laki dan kesucian hati seorang muslim telah membentuk cara bertarung dan akhlaqnya dalam pertempuran. Kita bisa lihat hal itu saat Perang Khaibar….

Saat itu Benteng Khaibar, benteng Yahudi Khaibar, sulit ditembus, bahkan oleh pasukan yang dipimpin oleh Abu Bakar dan Umar bin Khaththab. Saat itulah dibutuhkan seorang yang Rasulullah dengan penuh optimis berkata tentangnya: “Besok, akan kuberikan bendera ini kepada seorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya dan dicintai Allah dan Rasul-Nya serta melalui kedua tangannya Allah memberikan kemenangan.”

Pagi harinya, setelah semua pasukan bersiap, Rasulullah dengan lantang berteriak: “Dimana Ali bin Abi Thalib?”

Maka bersegeralah Ali memenuhi seruan Rasul Allah itu, walau matanya sedang sakit, “Inilah aku, ya Rasulullah,” jawab Ali.

Rasulullah saw memberi isyarat dengan tangan kanannya agar Ali tampil ke depan. Maka tampillah pahlawan itu. Melihat kepedihan di mata Ali, Rasulullah saw membasahi jari-jarinya yang bercahaya dengan air ludahnya yang suci dan mengusap mata pahlawan itu. Kemudian Rasul saw menyuruh mengambil bendera. Dipegangnya bendera itu, diangkatnya ke atas serta dikibar-kibarkannya tiga kali. Setelah itu diletakkannya bendera tadi di tangan kanan Ali seraya berkata, “Ambillah bendera ini, lalu pergilah dengannya, sampai Allah memberikan kemenangan padamu.”

Maka, segeralah Ali membawa bendera dan pasukannya maju. Di depan pintu benteng ia berseru, “Aku, Ali bin Abi Thalib.” Sesaat kemudian Ali menerima pukulan kuat yang untungnya tidak mencederainya, namun berhasil melemparkan perisai dari tangannya.

Melihat dirinya harus menghadapi penjaga benteng yang bersenjata, berserulah Ali, “Demi Tuhan yang nyawaku ada di tangan-Nya, biarlah aku mati seperti Hamzah atau Allah memberikan kemenangan kepadaku.”

Mendapati dirinya tanpa perisai, Ali menuju salah satu pintu benteng, menjebol pintu benteng, seraya berteriak: “Allahu Akbar”. Maka, lepaslah pintu benteng itu dan jadilah pintu benteng itu sebagai perisainya. Kemudian pasukan Islam pimpinan Ali menyerbu, dan dalam waktu singkat pasukan Islam menang.

Maka berulang-ulanglah pasukan Islam meneriakkan “Allahu Akbar, robohlah Khaibar 2X.”

MENGHORMATI TEMAN-TEMAN SEPERJUANGANNYA

Ali bin Abi Thalib adalah orang yang sangat mencintai dan menghormati para shahabat Rasulullah ra. Teman-teman seperjuangannya menegakkan syariat Islam dalam bentuk Negara Islam. Penghormatan Ali itu bisa kita lihat saat beliau usai mengimami shalat subuh di kota Kufah sebagai Amirul Mukminin.

Setelah shalat, beliau duduk dengan murung dan sedih. Dia tetap berada di tempatnya sedang orang-orang yang tadi jadi makmumnya mereka ikut tidak bergerak dari tempatnya, karena menghormati sikap diam Ali. Ketika matahari naik dan sinarnya masuk ke dinding-dinding dalam masjid Imam Ali bangkit dan salat dua rakaat, lalu menggelengkan kepalanya dalam kesedihan seraya berkata: “Demi Allah, telah kulihat sahabat-sahabat Rasulullah saw, dan tidak kulihat sekarang ini orang-orang yang menyerupai mereka. Dulu, bila tiba waktu pagi, di antara kedua mata mereka terdapat bekas sujud kepada Allah di waktu malam sambil membaca Kitab-Nya dan bergerak melakukannya antara bersujud dan berdiri (dalam shalat). Apabila mereka menyebut Allah, tubuh mereka bergetar seperti pohon yang digoyang angin dan mata mereka berlinang air mata hingga baju mereka basah.”

MENJADI TELADAN KESEDERHANAAN SEBAGAI PEJABAT

Ali bin Abi Thalib. Sosok hasil didikan Islam ini menjadi teladan kesederhanaan bagi para pejabat. Saat beliau menjadi kepala negara, kerap kali dia memakai baju yang sangat bersahaja. Para sahabatnya menawarkan untuk memberinya hak yang pantas bagi diri dan jabatannya, namun dia justru berkata: “Baju ini menjauhkan kesombongan dariku dan membantuku untuk bersikap khusyu` dalam shalatku, dan ini adalah contoh yang baik bagi orang-orang, supaya mereka tidak boros dan bermewah-mewah.”

* * *

Demikian tadi sekelumit kisah tentang Ali bin Abi Thalib. Sosok hasil didikan Rasulullah saw. Didikan yang mencetak seorang manusia memiliki kepribadian yang Islami, yang cemerlang cara berpikirnya dan lurus pula tingkah lakunya.

Bisa kita bandingkan dengan para pemuda hasil sistem pendidikan sekuler yang ada di sekitar kita. Pendidikan yang hanya menambah barisan pemuda yang lemah cara berpikirnya, dangkal pengetahuannya, salah orientasi hidupnya, dan rusak tingkah lakunya.

Insya Allah, jika kita mulai mengkaji hukum Islam tentang Sistem Pendidikan Islam dan menerapkannya dalam sistem yang Islami yaitu Khilafah Islam, maka insya Allah Ali Ali baru akan segera muncul seperti Ali bin Abi Thalib kw. Amin allahumma amin.[]

(Doa)

Ya Allah, ya Alim ya Fattah ya Arhamar raahimin, jadikanlah kami para pemuda seperti Ali bin Abi Thalib.

Ya Allah jadikanlah kami para pemuda yang kaya dengan ilmu, yang berjiwa besar, yang selalu berpikir ke arah perbaikan.

Ya Allah jadikanlah kami para pendekar yang sejati, yang keras terhadap musuh-musuh agama-Mu dan kasih sayang terhadap pejuang-pejuang agama-Mu sebagaimana Ali bin Abi Thalib.

Ya Allah jadikanlah kami para pemuda yang mencintai, menghormati dan meneladani para shahabat Rasulullah yang telah berjuang di jalan-Mu dengan ikhlas sesuai syari’ah-Mu ya Allah. Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa ash-haabihi wat taabi`in wat taabi`it taabi`iin wa man tabi’ahu ilaa yaumil qiyamah.

Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamin. Amin ya Allah, ya mujiibas saa`iliin…
Bagi penggemar sepak bola dunia, tentu sudah tak asing dengan nama Franck Ribery, gelandang serang asal Prancis yang kini bermain di klub raksasa Bundesliga (Jerman), Bayern Muenchen.

Begitu juga, dengan mantan pemain terbaik dunia asal Prancis, Zinedine Zidane, Nicholas Anelka (Chelsea/Prancis), Frederik Kanoute (Sevilla/Mali), Khalid Bouhlahrouz (Sevilla), Zlatan Ibrahimovic (Inter Milan/Swedia), Eric Abidal (Barcelona/Prancis), Kolo Toure (Chelsea), dan Yaya Toure (Barcelona). Mereka adalah pemain sepak bola yang beragama Islam dan menjadi andalan klub maupun negaranya masing-masing.

Berbeda dengan pesepak bola Muslim lainnya, yang lebih dulu memeluk Islam, Franck Ribery justru memeluk Islam setelah bermain di klub asal Turki

Berbeda dengan pesepak bola Muslim lainnya, yang lebih dulu memeluk Islam, Franck Ribery justru memeluk Islam setelah bermain di klub asal Turki, Galatasaray, pada 2005. Secara singkat, Ribery mengatakan, dia memilih ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW ini karena menemukan kedamaian dalam Islam.

Baginya, Islam adalah sumber kekuatan dan keselamatan. ''Islam adalah sumber kekuatan saya di dalam dan di luar lapangan sepak bola. Saya mengalami kehidupan yang cukup keras dan saya harus menemukan sesuatu yang membawa saya pada keselamatan dan saya menemukan Islam,'' kata Ribery.

Pesepak bola bermata biru yang memperkuat tim Prancis itu memulai karier sepak bolanya, dengan bergabung dengan tim Boulogne di tanah kelahirannya. Kemudian, ia pindah ke tim Ales, Brest and FC Metz.

Kepindahannya ke Olympique Marseille membawanya ke posisi pertama bintang sepak bola Prancis paling populer pada bulan Agustus, Oktober, dan November 2005. Ribery terpilih untuk memperkuat tim Prancis pada Piala Dunia FIFA tahun 2006 yang digelar di Jerman.

Pada 2006 itulah, jati diri Ribery yang telah menjadi mualaf dan memeluk agama Islam terkuak dan menjadi pemberitaan di tengah pertandingan pembukaan antara tim Prancis melawan tim Swiss saat acara Piala Dunia 2006.

Ketika itu, Ribery tersorot publik tengah menengadahkan tangan sebelum pertandingan dimulai. Ribery tengah berdo'a, seperti yang dilakukan seorang Muslim. Saat itulah, banyak orang terkaget-kaget dengan sikapnya. Namun, berkat kecemerlangannya dalam bermain bola, publik pun tak menghiraukan perilaku dan kebiasaan Ribery.

Namun, rutinitas berdo'a sebelum pertandingan itu akhirnya terkuak juga. Dan, Ribery mengaku sebagai penganut Islam. Ia menemukan kedamaian dalam agama Islam dan menjadi spiritnya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, tak terkecuali saat bermain bola.

Kabar Ribery masuk Islam, menyeruak sejak awal tahun 2006. Kabar itu mula-mula dilansir L'Express. Majalah ini menyebut adanya pemain nasional Prancis yang secara teratur beribadah di masjid di selatan Marseille. Mingguan itu tidak menyebut nama secara eksplisit, namun yang dimaksud adalah Ribery.

Kendati aksi berdo'anya di lapangan hijau telah menarik perhatian publik Prancis, Ribery tetap enggan mengemukakan keyakinan barunya itu secara terbuka. Gelandang kanan klub Olympique Marseille ini mengatakan, keimanan barunya adalah perkara pribadi, tak perlu publikasi.

Alhasil, sejumlah spekulasi pun bermunculan. Ada yang menyebut perubahan itu terjadi sejak Ribery bermain bersama klub Galatasaray pada 2005. Ia membantu klub raksasa Turki tersebut memenangi Piala Turki pada tahun 2005. Semasa menetap di Turki, pemain kelahiran Boulogne-sur-Mer, Prancis, 7 April 1983, ini dikabarkan kerap berbaur dan berdiskusi dengan komunitas Muslim di sana.

Ada pula yang menyebut istri Ribery, Wahiba Belhami, yang asli Maroko itu memainkan peran penting terhadap perubahan Ribery. Ribery memang setahun tinggal di negara berpenduduk mayoritas Muslim itu. Di sana, Ribery berkenalan dengan Wahiba yang kemudian ia peristri. Konon Wahiba berperan besar menuntun Ribery mengenal ajaran Islam. Dari pernikahan tersebut, Wahiba memberinya dua anak, Hizsya dan Shahinez.

Kedua versi itu tak pernah dibantah atau dibenarkan oleh Ribery. Namun, kepada majalah Paris Match, ia mengungkapkan, Islam telah membawanya pada keselamatan.

''Islam juga yang menjadi sumber kekuatan saya di dalam maupun di luar lapangan," ujar Ribery kepada majalah Match

''Islam juga yang menjadi sumber kekuatan saya di dalam maupun di luar lapangan," ujar Ribery kepada majalah Match tanpa menjelaskan sejak kapan memeluk Islam. Ia menambahkan, ''Saya menjalani karier yang berat. Saya kemudian berketetapan hati untuk menemukan kedamaian. Akhirnya, saya menemukan Islam.''

Keimanan dan kepribadian Ribery sebagai seorang Muslim tampaknya tak perlu diragukan. Di tengah padatnya jadwal pertandingan, bapak dua anak ini tak pernah lupa dengan kewajibannya sebagai Muslim. Ia senantiasa melaksanakan shalat lima waktu, di mana pun dan dalam kondisi apa pun. Baginya, shalat merupakan tiang agama yang harus ditegakkan.

Selain rajin melaksanakan shalat, Ribery juga dikenal sebagai pribadi yang santun dan rendah hati. Islam benar-benar telah mengubah perangainya yang keras dan arogan menjadi seorang pribadi yang santun dan memiliki akhlak mulia.

Sifat dan akhlaknya ini tak heran membuat kagum rekan-rekannya di timnas Prancis, FC Bayern Muenchen (tempat ia bermain bola saat ini), maupun kerabatnya.

Steve Bradore dari Organisasi Syuhada, yang melayani para mualaf Prancis, telah mengatakan bahwa muslim Prancis merasa bangga sekali dengan Ribery. ''Dia adalah sumber kebanggaan kami karena penampilannya yang khas dan kerendahhatiannya,'' kata Steve, seperti dikutip dari situs Islamonline.net.

Saat ini, Ribery membela klub sepak bola Jerman, FC Bayern Muenchen. Di Bayern Muenchen, ia menempati posisi sebagai pemain gelandang. Kontrak Ribery bersama 'FC Hollywood' - julukan Bayern Muenchen - akan berakhir pada 2011.

Ribery termasuk pesepak bola sukses. Di usianya yang baru 26 tahun, dia sudah mengoleksi berbagai gelar. Antara lain, satu gelar Fortis Piala Turki bersama Galatasaray di musim 2004/2005, Piala Intertoto bersama Olympique Marseille di tahun 2005, Piala Liga Jerman bersama Bayern Muenchen di tahun 2007, Piala Jerman dan Bundesliga Jerman di tahun 2008. Selain itu, penghargaan Pemain Terbaik Prancis di tahun 2007 dan 2008, juga pesepak bola Jerman terbaik di tahun 2008.

Franck Ribery memiliki tinggi badan 175 cm. Sebelum bermain di FC Bayern Muenchen, Jerman, pemain yang beroperasi sebagai gelandang serang ini berkarir di klub US Boulogne (2001-2002), Olympique Ales (2002-2003), Stade Brestois 29 (2003-2004), FC Metz (2004), Galatasaray (2005), dan Olympique Marseille (2005-2007).

Di lapangan, ia hebat. Dalam kehidupan sosial, ia berkepribadian hangat. Sebagai individu, ia pun rajin shalat. Franck Ribery adalah figur kesayangan publik Allianz Arena saat ini.

Bayern Munich selalu dihuni pemain berlabel bintang, tapi yang paling menonjol tergantung waktu dan kesempatan. Duet striker Miroslav Klose dan Luca Toni boleh menyita perhatian lewat produktivitas golnya, tapi Ribery amat menonjol dalam hal kreasi permainan di lapangan tengah.

Tidak salah Bayern memecahkan rekor transfernya untuk memboyong pria berusia 26 tahun itu. Faktanya, dalam tujuh bulan sejak bergabung dengan Bayern Muenchen, Ribery sudah berhasil menancapkan pengaruhnya, baik di klubnya maupun Bundesliga.

Pemain seharga 26 juta euro makin disenangi orang karena pembawaannya yang menyenangkan dan sikapnya selalu profesional. Di saat cuaca dingin bulan Februari masih mengakrabi Munich dan ia tengah berkutat dengan cedera kaki, Ribery tidak malas untuk tetap menghangatkan tubuhnya dengan muncul di kamp latihan.

Ia juga tak pernah menolak fans yang menginginkan tanda tangannya ataupun berfoto bersama, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Dan, itu senantiasa ia lakukan dengan senyum mengembang di bibirnya.

"Mereka mungkin tak pernah melihat seorang pemain, seperti saya yang senang tertawa dan biasa berkelakar," seloroh Ribery. "Saya ini orang yang sederhana dan simpel saja."

Di koridor berbagai fasilitas kamp latihan Bayern, lelaki Prancis ini selalu menyapa orang-orang. "Saya ingin menjadi teman (siapa pun)," ujarnya sambil tersenyum, seperti dikutip AFP. "Dua menit untuk berfoto dan memberi tanda tangan buat fans amatlah penting karena buat mereka hal-hal ini sangat berarti."

Senyum, tawa, dan sikap yang ramah untuk sementara menjadi "andalan" Ribery dalam berkomunikasi dengan penggemarnya, sebelum ia bisa menyempurnakannya dengan bahasa Jerman. Ia masih belum fasih, tapi setiap minggu rajin mengikuti kursus.

Ribery juga merasa bersyukur dirinya telah berhasil dalam kariernya, mengingat di masa kecil ia harus menjalani kehidupan yang sulit bersama keluarganya di daerah Boulogne-sur-Mer.

Namun, ia pun menyadari kesuksesan bukanlah sesuatu yang abadi. Roda nasib dalam kehidupan selalu berputar. "Atas semua yang telah saya alami, saya menyikapinya dengan tenang, tapi saya pun sadar pada semua nasib yang saya miliki."

Yang jelas, Ribery telah menjadi sosok istimewa buat warga Munich. Jangan heran kalau di depan Theatinerkirche, yang ada di pusat kota tersebut, terpampang billboard raksasa bergambarkan Ribery memakai jubah raja, disertai tulisan "Bayern Hat Wieder Einen Konig" alias "Bavaria punya raja lagi". Bavaria adalah julukan lain dari Bayern Muenchen selain FC Hollywood.

Lelaki yang di wajahnya ada bekas luka karena kecelakaan mobil yang dialaminya waktu kecil itu, sudah dianggap sangat penting untuk FC Hollywood. Di sebuah surat kabar, ada sebuah komentar berbunyi, "Bayern Munich tanpa Ribery seperti sekelompok anak-anak tanpa ibu." [rojul/rol]
Sumber: Voa-Islam.com
PROGRAM ACARA UNGGULAN : 05-06 NGAJI PAGI * 06-07 INFO PAGI*07-09 INDONESIA DANGDUT*09-11 LAGU JAWA* 11-13 KENANGAN*13-15 DANGDUT NGETOP*15-17 TREN MUSIK INDO* 19-21 MUSIK TO ORANG MUDA*21-00 TOPREQUEST

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online | WA : 0856 0203 7951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj |085326111234
Email: topfm951@yahoo.co.id