Live Radio Streaming
Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan
Kabupaten
Brebes berhasil meraih penghargaan Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik
(KIPP) 2019. Penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi (MenPANRB) dikarenan Brebes telah membuat inovasi Gerakan
Kembali Bersekolah (GKB) yang telah dicontoh oleh daerah-daerah lain di
Indonesia. Penghargaan diserahkan langsung Men PAN-RB Syafruddin kepada Bupati
Brebes Hj Idza Priyanti SE MH di Gumaya Tower Hotel Semarang, Kamis (18/7) malam.
“Alhamdulillah,
semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi anak-anak Brebes agar semuanya
bisa mengenyam pendidikan setinggi mungkin,” ucap Idza usai menerima
penghargaan dengan wajah sumringah.
Menurutnya,
Pemkab Brebes telah menunjukkan komitmennya untuk memberikan pelayanan
masyarakat yang lebih baik. Terkhusus, menaruh perhatian penuh terhadap
kelangsungan pendidikan bagi anak-anak Brebes. Jangan sampai anak Brebes putus
sekolah, untuk itu semua pihak harus bersama-sama turut serta mengangkat derajat
pendidikan mereka.
“Minimal,
anak-anak Brebes mengenyam pendidikan hingga jenjang SLTA,” tandasnya.
Menurutnya,
Brebes dipandang telah berhasil menciptakan inovasi pelayanan dasar dalam
bidang pendidikan, berupa Gerakan Kembali Bersekolah. Inovasi GKB dirintis
sejak 2017 dengan target 1000 anak putus sekolah dan berhasil mengembalikan
sebanyak 1.212 anak Kembali Bersekolah.
Di
Brebes, lanjutnya, ada 16.874 anak tidak sekolah akibat putus sekolah dan tidak
melanjutkan sekolah pada jenjang pendidikan SMP dan SMA. Dan pada akhir tahun
2022, seluruh anak Brebes ditargetkan harus sekolah hingga jenjang SLTA, baik
formal maupun non formal.
Deputi
bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa menjelaskan, Top 99
Inovasi Pelayanan Publik merupakan event yang tidak hanya apresiasi, tetapi
juga kolaborasi berbagai instansi pemerintah dalam menciptakan sinergi untuk
masyarakat. Sebanyak 99 inovasi ini terpilih dari 3.156 proposal inovasi yang
diajukan secara online melalui Sistem Informasi Pelayanan Publik (Sinovik).
Kompetisi
Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) jumlahnya terus meningkat dari tahun 2018 yang
mencapai 2.824 proposal inovasi.
Peningkatan
ini, jelas Diah, tidak hanya kuantitas, tetapi juga dari segi kualitas
inovasinya. Sedangkan pemkab/pemkot yang berada di wilayah Jawa Tengah
mengikutsertakan 11 inovasi dalam ajang bergengsi ini, termasuk Gerakan Kembali
Bersekolah (GKB), Atasi Anak Tidak Sekolah (ATS) milik Kabupaten Brebes sebagai
Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019.
Adanya
penghargaan ini diharapkan merangsang dan menjadi motivasi bagi semua instansi
pemerintah untuk selalu menciptakan inovasi.
Kementerian
PANRB sebagai penggerak reformasi birokrasi di bidang pelayanan publik terus
mendorong inovasi-inovasi terbaik agar diterapkan secara nasional.
Hadir
mendampingi Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Kepala Dindikpora DR Tahroni
MPd, Kabid Komunikasi dan Kehumasan Dinkominfotik Lusiana Indira Isni SSos M
Ikom, Kabag Organisasi Perangkat Daerah Drs Khaerul Abidin MM. (Spt,wsd/topfm)
Lulusan
Sekolah Harus Berkualitas
Brebes
– Topmania, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE
berharap, siswa yang lulus dari sekolah harus berkualitas. Dalam artian
berkualitas secara fisik maupun mental sehingga memiliki daya saing yang tinggi
dengan siswa-siswi di daerah lain. Betapa bahagianya ketika Brebes makin
memiliki daya saing yang tinggi.
Demikian
disampaikan Bupati saat sambutan Refleksi Hari Pendidikan Nasional (Hardinas)
di Grand Dian Hotel Jalan Jenderal Sudirman Brebes, Selasa (3/5/16).
Berkualitas
itu, lanjutnya, tentu sesuai dengan target kurikulum yang telah menjadi acuan
pembelajaran. Jangan sampai, siswa tidak tuntas dalam pencapaian target
kurikulum. Kendati demikian, dia juga meminta kepada kalangan kepala sekolah
dan guru untuk mensinergikan program-program pemerintah kabupaten dengan
program sekolah. “Saya heran, kenapa program Adipura misalnya, para siswa belum
mengetahui, padahalkan program itu harus didukung semua pihak termasuk para
siswa,” tanya Bupati.
Itu
berarti, program Pemerintah Kabupaten belum disinergikan dengan program
sekolah. Untuk itu, sekolah harus turut serta mensosialisasikan dengan gencar
program-program Pemkab. Ketika saya menghadiri perpisahan kelas XII, anak-anak
ternyata belum banyak yang tahu tentang Adipura,” ungkitnya.
Kepala
Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes Dr
Tahroni MPd juga meminta kepada para guru untuk meningkatkan
profesionalismenya. Guru-guru Indonesia, kata Tahroni, harus mengulangi
kesuksesan tempo dulu yang bisa dikirim ke Negara-negara tetangga, karena
memang kualitasnya sangat tinggi. “Guru-guru Brebes harus mampu menjadi
duta-duta Negara sahabat, tentu dengan meningkatkan profesionalisme,”
tandasnya.
Meski
demikian, dia mengaku bangga dengan kebijakan yang telah diambil Bupati Brebes
yang telah menggelontorkan dana yang sangat besar untuk program pendidikan di
Kabupaten Brebes. Termasuk keberhasilan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia
(IPM) Brebes yang berhasil naik ke peringat 34.
Refleski
Hardiknas diisi dengan berbagai pementasan tari, nyanyi dan story telling dari
para siswa- siswi berprestasi di Kabupaten Brebes. Juga diserahkan piagam,
piala dan uang pembinaan bagi guru, pengawas dan Kepala Sekolah berprestasi
tingkat Kabupaten Brebes.
Refeleksi
diikuti 500 an Kepala Sekolah, guru, pengawas, Kepala UPTD Pendidikan, siswa
dan perwakilan orang tua siswa. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala
Bappeda Dr Angkatno, Staf Ahli Bupati bidang Kesra Dra Lely Mulyani, Staf Ahli
Bupati bidang Ekbang Diding Setiadi, Kepala Bagian Humas dan Protokol Yuta
Sugihyarti dan undangan lainnya. (wsd/topfm)
SMK
N 1 Brebes, Bertekad Raih Emas di Debat Bahasa Jateng
Brebes
– Topmania, Setelah dinobatkan sebagai peserta
terbaik, Tim Debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris SMK Negeri 1 Brebes
tingkat Kabupaten Brebes 2016, bertekad meraih emas di tingkat Jawa Tengah.
Tekad tersebut dibuktikan dengan latihan intensif dari anggota tim baik Tim
Debat Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris.
“Tahun
lalu, tim debat Bahasa Indonesia meraih perak, tahun ini harus mampu meraih
emas,” tekad Kepala SMK N 1 Brebes Drs H Ali Subchi MPd saat memberi pengarahan
di ruang loby sekolah setempat, Jumat (1/4/16).
Ali
menegaskan, para siswa secara periodik telah mengikuti bimbingan dengan guru
pembinanya seminggu sekali. Dengan semangat yang dibangun oleh anak-anak dan
gurunya, dia yakin prestasi ditingkat jawa tengah bisa diraihnya. “Saya
optimis, Tim debat sekolah kami bisa unggul ditingkat Jawa Tengah,” tekad Ali
penuh optimis.
SMK Negeri 1 Brebes berhasil
meraih juara 1 debat bahasa Ingris dan Bahasa Indonesia untuk tingkat SMK se
Kabupaten Brebes yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes beberapa waktu
lalu.
Kemenangan Tim SMK N 1 Brebes
mengulang sukses tahun lalu yang mampu memenangkan dua lomba tersebut untuk
sekolah tingkat kejuruan sehingga memupus harapan 20 sekolah lainnya.
Untuk juara 2 Debat Bahasa
Inggris diraih SMK N 1 Tonjong dan juara 3 SMK Karya Mandiri Ketanggungan.
Sedangkan juara 2 untuk Debat Bahasa Indonesia diraih SMK N 1 Kersana dan juara
3 SMK N 1 Bulakamba.
Atas keberhasilan tersebut, dia
berjanji akan memberikan bonus apalagi kalau bisa meraih peringkat di tingkat
Provinsi. “Kalau bisa menjadi juara 1,2,3 di Provinsi, Bapak akan kasih bonus
besar,” kata Ali menyemangati para siswa
SMK
N 1 dalam debat Bahasa Inggris mengirimkan Laela (XI AP2), Rama Kisara (X TKJ
2) dan Nur Aini (X TKJ 1). Sedangkan Bahasa Indonesia diwakili Nurul Qiram (XI
AP1), Komalasari (XI AK1) dan Ibnu Ikhsan Muhalal (X TKJ 1). (wsd/topfm)






