Live Radio Streaming
Brebes – Wakil Bupati Brebes, H. Narjo SH, secara resmi membuka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II TA. 2021 yang berlangsung di Desa Ciputih, Kecamatan Salem, melalui acara yang disederhanakan di Pendopo Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Selasa (15/6/2021).
Membacakan amanat Bupati, Narjo mengatakan bahwa walaupun acara pembukaan TMMD disederhanakan terkait kewaspadaan pandemi covid-19, namun tidak mengurangi makna dari TMMD itu sendiri.
“TMMD merupakan salah satu wadah gotong-royong antara Pemkab, TNI-Polri, stakeholder terkait, Ormas, mahasiswa dan pelajar, serta masyarakat desa sasaran pembangunan, untuk bersama-sama memajukan wilayah,” ungkapnya.
Lanjutnya, Bupati meminta kegiatan-kegiatan edukasi kepada masyarakat melalui sosialisasi-sosialisasi dan penyuluhan (non fisik TMMD) agar dimaksimalkan sehingga masyarakat meningkat pengetahuan dan berbagai keterampilan, termasuk gerakan masyarakat hidup sehat 5M, agar tidak terpapar covid-19.
“Infrastruktur yang dibangun melalui TMMD diharapkan memudahkan transportasi warga, memangkas biaya distribusi barang dan jasa dari dan ke desa, serta memudahkan akses mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan,” sambungnya.
Tak lupa Bupati mengucapkan terima kasih kepada TNI melalui Kodim Brebes, karena menjadi promotor dalam membantu tugas-tugas Pemda mengakselerasi pemerataan pembangunan.
Sementara itu Dandim 0713 Brebes, Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan mengatakan, TMMD Sengkuyung adalah TMMD imbangan dari TMMD Reguler, dimana keduanya merupakan kegiatan operasi bakti TNI dalam membantu Pemda mengakselerasi pemerataan pembangunan infrastruktur di desa tertinggal dimana pelaksanaannya disengkuyung oleh seluruh pihak.
“TMMD Sengkuyung ini juga dilaksanakan selama 30 hari kedepan. Untuk sasarannya, selain pembangunan fisik desa juga ada kegiatan-kegiatan non fisik berupa penyuluhan-penyuluhan dan sosialisasi untuk meningkatkan SDM dan pengetahuan masyarakat,” bebernya selepas acara.
Lebih lanjut diutarakannya, untuk sasaran fisiknya meliputi peningkatan Jalan Usaha Tani (JUT) dan transportasi warga antar dusun dengan makadam I selebar 4 meter dengan panjang 1136 meter dan macadam II 190 meter, pelebaran jembatan 7 x 3 meter, pekerjaan rabat beton sepanjang 190 meter lebar 3 meter, rabat beton lebar 4 meter panjang 120 meter, serta pekerjaan plat duiker volume 1,5 x 0,6 meter dengan ketebalan 20 centimeter.
Kemudian untuk sasaran tambahan yaitu renovasi 2 unit Poskamling yaitu di Dusun Sundai RT. 01 RW. 03 dan di Dusun Tangerang RT. 02 RW. 03, serta rehab 5 unit RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) milik warga yang kurang mampu di Dusun Depok RW. 04 (2 unit) dan di Dusun Kurung Ciung RW. 02 (3 unit).
Untuk sasaran tambahan TMMD berupa rehab RTLH, cukup strategis untuk mengurangi angka kemiskinan, sedangkan Pos Kamling diharapkan kedepannya akan lebih memotivasi warga untuk ronda malam demi Kamtibmas.
Dengan sasaran yang bervariasi itu, maka pekerjaan pendahuluan telah dilakukan yaitu dengan pelaksanaan Pra TMMD sejak awal bulan lalu (2/6), sehingga diharapkan seluruh target akan selesai sebelum penutupan TMMD nanti (14/7).
Tak lupa dirinya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pelaksanaan target tersebut sejak Pra hingga TMMD resmi dibuka.
Puncak acara dilakukan penandatangan berita acara TMMD oleh Wabup ke Dandim, yang sebelumnya dibacakan oleh Pasiter Kodim Brebes, Kapten Infanteri Surikan, dengan disaksikan para undangan di lingkungan Pemkab Brebes yang meliputi Kejari Mernawati SH, Kepala Pengadilan Negeri Tornado Edmawan SH.MH, Kapolres diwakili AKP Suraedi Kasat Sabhara, Kepala Pengadilan Agama H. Drs. Kaharuddin SH.MH, Forkopimcam Salem, serta Kepala Desa Ciputih, Slamet Becho.
Untuk diketahui, anggaran TMMD Sengkuyung kali ini sebesar 951 juta yang bersumber dari APBD I dan II. Sedangkan untuk progres/capaian Pra TMMD meliputi, pekerjaan makadam II 190 meter (60 %), plat duiker (80%), jembatan 100 %, rehab 2 unit Poskamling 100 %, dan rehab 2 unit RTLH 25 %. (Aan/topfm)
Ratusan Relawan Gabungan Evakuasi Material Longsor Tebing di Bantarkawung Brebes
Brebes – Para relawan gabungan di Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan evakuasi material tanah longsor yang menutup badan jalan utama antar kedua desa tersebut. Selasa (8/12/2020).
Dijelaskan Danramil 12 Bantarkawung, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi, penyingkiran material longsor di Desa Banjarsari dilakukan dengan peralatan seadanya.
“Kami bersama anggota Polri, Perhutani, Satpol PP, dan Bagana, membantu seratus orang warga Desa Banjarsari dan Desa Cibentang, agar akses jalan dapat segera dilalui kendaraan bermotor.
Dijelaskannya lanjut, upaya bersama itu juga untuk membantu Pemda dalam mengatasi bencana alam di Kabupaten Brebes.
Sementara dikemukakan Kepala Desa Banjarsari, H. Armas S.Pd, kerja bakti yang dilangsungkan selama 2 jam yang dimulai pukul 08.00 WIB itu, berhasil menormalkan kembali lalu-lintas masyarakat. (Aan/topfm)
Brebes – Puluhan petani Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendapatkan pendampingan pertanian dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, BPP (Balai Penyuluh Pertanian) Kecamatan Tonjong, dan juga Babinsa setempat.
Dijelaskan Danramil 09 Tonjong, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infantri Ngadino melalui Babinsa Kutamendala, Serka Iskandar, bahwa pihak terkait tersebut terus melakukan pendampingan kepada para petani guna menjaga stok beras di Kabupaten Brebes khususnya.
“Di sawah areal persawahan milik Gapoktan Abdi Tani seluas 2 hektar, selain para petani dimotivasi melakukan gerakan tanam dan panen padi, mereka juga diberikan edukasi terkait pencegahan covid-19, dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya, Selasa (12/5/2020).
Tak hanya itu, mereka juga menerima pembagian masker kain yang disalurkan langsung oleh Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Ir. Yulia Hendrawati, M.Se.
Sementara dinyatakan Ketua Gapoktan Abdi Tani, Kutamendala, Rudiyanto (50), bahwa mewakili kelompok tani, dirinya mengucapkan terima kasih atas bantuan masker dan bibit padi jenis Inpari-32 program tahun 2020.
“Sebagai salah satu lumbung beras di Kecamatan Tonjong dan Kabupaten Brebes, bantuan ini jelas akan memicu kami untuk mensukseskan gerakan tanam padi agar stok beras terjaga di tengah krisis ekonomi terkait pandemi,” ujarnya.
Dinyatakannya juga, bantuan bibit padi bagi salah satu Gapoktan di desa tersebut, sangat tepat sasaran dan manfaat karena para buruh tani juga masih mendapatkan upah. (Aan/topfm)
Tebing di sisi Jalan Cigoreg setinggi 15 meter longsor sehingga menutup total akses antar pedesaan dari Desa Gandoang menuju Kadumanis.
Dibenarkan Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Iskandar, bahwa panjang tebing yang longsor mencapai 20 meter dengan lebar 3 meter.
Tebing longsor dipicu tanah tebing yang tidak mampu menahan resapan air hujan yang sejak hari Rabu (4/3) mulai pukul 16.00 WIB, mengguyur wilayah Kecamatan Salem.
“Secara manual kami membantu masyarakat untuk membuka jalan agar dapat dilewati baik kendaraan roda dua maupun empat, karena jalan sangat vital bagi perekonomian dan anak sekolah,” ucapnya.
Sementara disampaikan Pelda Jahri, Bati Tuud Koramil yang merupakan putra daerah Salem, bahwa kondisi geografis Salem yang berbukit-bukit tanah menjadi labil jika diguyur hujan dengan intensitas lama dan tinggi.
“Kami menghimbau kepada warga masyarakat untuk lebih berhati-hati melintasi jalan di bawah tebing apabila wilayah Salem diguyur hujan dengan cukup lama dan lebat,” tegasnya.
Tidak ada korban jiwa atas bencana alam tersebut. Tampak kerja keras ratusan orang relawan gabungan dari segenap unsur di wilayah Kecamatan Salem berhasil membuka jalan. Mereka adalah TNI-Polri, Satpol PP, Ormas Bangbara, Pemuda Pancasila, serta 150 orang warga masyarakat.
“Pada pukul 11.00 WIB, akses sudah bisa dilewati baik kendaraan roda dua maupun empat,” pungkasnya. (Aan)
Dijelaskan Pengendali dan Pengawas Latihan (Dalwaslat), Kapten Infanteri Yatno, Danramil 04 Tanjung merangkap Pasi Intel Kodim, “UTP Triwulan I TA. 2020 ini sebagai momen untuk mengingatkan kembali bagi seorang prajurit tentang apa yang menjadi tugas dan fungsinya,” ucapnya, Kamis pagi (6/2/2020).
Lebih lanjut, UTP untuk menguji kemampuan perorangan yang dimiliki oleh masing-masing prajurit baik Bintara maupun Tamtama sesuai dengan pangkatnya, yaitu kecakapan 1-7 dari prajurit yang berpangkat Prada sampai dengan Pelda.
“Sesuai dengan pangkatnya, setiap prajurit Kodim Brebes diuji penguasaan tingkat kecakapan dari pengetahuan dan keterampilan umum seorang prajurit. UTP ini merupakan kegiatan lanjutan dari Latihan Perorangan Dasar (Latorsar),” imbuhnya.
Adapun latihan ini para prajurit harus menyelesaikan uji terampil di 10 pos. Sedangkan satu pos lagi dikhususkan hanya untuk prajurit intelijen/intel.
“Tujuan utama latihan adalah agar setiap prajurit di semua tingkatan mampu melaksanakan tugasnya secara profesional dan proporsional,” pungkas Yatno.
Diketahui, pemeliharaan latihan ini merupakan salah satu bentuk pembinaan satuan sesuai dengan program dari Mabesad, sebagai pertanggungjawaban terhadap rakyat. (Aan/topfm)
Pasalnya, sebelumnya pihak Kodim meminjam Lapangan Tembak Yonif 407 Padmakusuma, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, hanya untuk berlatih. Begitu juga pihak Polres Brebes, juga harus berlatih di Lapangan Tembak milik Polres Slawi, Tegal.
Kepastian ini setelah selesainya pembangunan lapangan tembak di lahan seluas 11,6 hektar, lahan milik TNI AD yang merupakan bekas Lapangan Terbang yang berlokasi di Jalan Raya Pejagan-Bumiayu, 1,5 kilometer ke arah utara tugu perbatasan Kabupaten Brebes-Tegal, Jawa Tengah, di wilayah Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes.
Diungkapkan Pasiops Kodim melalui Pelda Abdul Kholik, Bintara Tinggi Operasi, bahwa selesainya pemasangan ban bekas yang diisi tanah di tanggul sepanjang 60 meter, menandakan bahwa lapangan siap digunakan.
“Ban bekas yang difungsikan sebagai tanggul sasaran tembak kini sepenuhnya telah rampung dikerjakan sejak pertengahan November 2019 lalu (15/11), dengan 2.000 buah ban bekas sesuai instruksi pimpinan,” ucapnya.
Dijelaskannya mendetail, dengan pemasangan ban bekas, secara otomatis tanggul pengamanan/tanggul lesan kini menjadi setebal 8 meter dari sebelumnya yang hanya 6 meter.
“Jelas, penebalan tanggul dengan memasang ban bekas akan lebih menjamin faktor keamanan saat lapangan digunakan. Proyektil peluru tidak akan menembus tanggul di belakang lesan sehingga aman bagi masyarakat,” imbuhnya.
Dikatakannya juga, selain upaya itu, juga direncanakan akan dilakukan penambahan ketinggian tanggul sampai dengan 8 meter.
Lapangan ini kedepan juga dapat digunakan oleh pihak lainnya dalam berlatih, semisal Polres, Perbakin dan KONI Brebes dalam pembinaan atlet petembak.
“Saya mewakili pimpinan Kodim mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dengan menyumbangkan ban bekas. Kini pekerjaan selanjutnya adalah lapangan tembak pistol,” pungkasnya.
Untuk diketahui, pembangunan lapangan tembak ini dimulai sejak Maret 2018 dengan pembuatan tanggul setinggi 4 meter melingkar 100 meter dengan tanah urug swadaya Kodim. (Aan/topfm)
Diakhir latihan, Danramil yakin bahwa pemuda-pemudi yang sudah merasakan belajar di Koramil (pangkalan militer) nantinya akan menjadi ujung tombak dan menjadi contoh dikehidupan bermasyarakat. (Utsm/topfm)
Pelda (Purnawirawan) H.M. Masyuri selaku Kepala Desa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada TNI Kodim 0713 Brebes, Polsek Wanasari dan seluruh warga yang ikut andil dalam pelaksanaan Karya Bhakti Bersih-bersih aliran air ini. Tuturnya.
“Mudah-mudahan kedepan saluran air ini menjadi lancar kedepannya”, Tambah H. Masyuri.
Kapten Infanteri Turiman "Beginilah suasana di Desa Dukuhwringin ini, dalam berbagai kegiatan, lebih-lebih yang sifatnya untuk kepentingan bersama, warganya selalu kompak dan bersatu".
Danramil melanjutkan, "Bisa kita lihat hari ini, warga tampak antusias dalam melakukan pembersihan got atau aliran air di sepanjang kanan dan kiri jalan. Masing-masing orang merasa bertanggung jawab dan merasa memiliki terhadap lingkungannya,". (Utsm)
“Mereka juga kami berikan materi dasar pertempuran (teknik pertempuran dasar), yang nantinya akan menjadi bekal saat mengikuti Diksar Menwa bersama para calon lainnya yang berasal dari semua universitas di Jawa Tengah,” ucapnya, Rabu pagi (22/1/2020).
Ditambahkannya, selain materi pihaknya juga memberikan dorongan atau motivasi sehingga nantinya akan terbentuk Menwa di kampus yang siap melaksanakan tugas sesuai dengan Tupoksinya (Tugas Pokok dan Fungsi).
“Sesuai namanya, Menwa adalah salah satu kekuatan sipil yang dilatih dan dipersiapkan secara militer untuk mempertahankan NKRI sebagai salah satu perwujudan Sishankamrata (Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta). Jadi mereka adalah komponen cadangan pertahanan negara,” tandas Turiman.
Agus Supriyanto, Komandan Batalyon 963 Arlaya Umus, mewakili pihak universitas menyatakan terima kasih. Diharapkannya, melalui pendidikan militer tersebut mereka akan mempunyai karakter kejuangan yang kuat saat melanjutkan tongkat estafet sebagai pemimpin bangsa.
“Dengan Diksar militer, nantinya mereka diharapkan menjadi generasi penerus bangsa yang mumpuni dalam berorganisasi dan berjiwa patriotisme,” ucapnya. (Aan/topfm)
Ia melihat dari dekat 5 titik tanjakan/turunan di wilayah Banjarharjo, yang meliputi Panginuman, Saninten, Muncang, Simpur dan Kiyara. Namun jalur tengkorak yang sering terjadi laka-lalin adalah di 4 titik tanjakan/turunan yaitu Panginuman, Saninten, Muncang dan Simpur.
Ia didampingi pejabat di lingkungan Pemprov Jateng yaitu Ir. Rudi Widiatmanto, MT Kabid Rancang Bangun dan Pengawasan PU Bina Marga dan Cipta Karya dan Andi Kumoro, Kasi Perhubungan Wilayah VI Dinas Perhubungan.
Sementara pejabat daerah maupun setempat yang juga mendampingi diantaranya Wahyu Untoro Soetarno Kepala BPJ Wilayah Tegal, Johari Kepala Dinas Perhubungan Brebes, Iptu Suprapto Kanit Lakalantas Polres Brebes, Muspika Salem dan Banjarharjo. Selain itu Paguyuban Kades se-Kecamatan Salem serta Ormas Salem-Banjarharjo.
Sebelum survey lokasi, dilaksanakan diskusi untuk mencari solusi di Kantor Balai Desa Pasirpanjang, Salem.
Disepakati bahwa pemasangan guardrail dan delineator (patok jalan) sebagai pembatas jalan dan rambu-rambu lalu-lintas, rencananya akan dilakukan pada Februari ini karena harus ada tender dulu. Sedangkan dari Dishub Brebes disepakati menyiapkan anggaran untuk pemasangan guardrail sepanjang 200 meter, yang semuanya akan dipasang di lima titik rawan tersebut.
“Untuk pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU), akan dipasang dengan metode solar lights atau tenaga surya,” terangnya.
Dibenarkan Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Iskandar, bahwa survey dilakukan untuk menindaklanjuti hasil pertemuan antara Muspika Salem dengan Paguyuban Kades di Kantor BPJS Kabupaten Tegal (27/12/19), tentang sarana penunjang jalan, di sekitar titik yang telah menyebabkan 13 korban jiwa serta luka berat.
Insiden terakhir menimpa pasangan Dwi Mulyo Aji (27) dan istrinya Septia Bestari (24), akibat motor masuk jurang tepat berada di lokasi yang sebelumnya dipasang tanggul pengaman jalan darurat (21/11), swadaya masyarakat untuk meminimalisir jatuhnya korban susulan. Panjang tanggul darurat ini adalah 200 meter, terbagi dua yaitu di Simpur sepanjang 100 meter dan Panginuman 100 meter.
Mereka ditemukan tewas masuk ke jurang dengan kedalaman 5 meter. Motor matic yang dikemudikan Dwi Mulyo mengalami gagal fungsi pengereman/blong karena terus dipaksa untuk mengerem dari puncak Lio. (Aan/TOPFM)
Dibenarkan Danramil 15 Ketanggungan, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Sugeng Wiratno, bahwa wilayah tersebut sudah menjadi langganan banjir jika debit air Sungai Babakan melimpah sehingga air limpas ke pemukiman yang berada di sekitar sungai.
“Banjir lewat ini sudah sering terjadi kurang lebih lima tahun ke belakang, akibat dari limpasan air Sungai Babakan yang melewati tanggul,” ucapnya, Rabu (8/1/2020).
Dikatakannya juga, pihaknya bersama unsur terkait dan masyarakat, melanjutkan penebalan dan peninggian tanggul secara darurat dengan menggunakan karung yang diisi dengan tanah.
Sehari sebelumnya telah dilakukan penutupan lubang-lubang di tanggul sungai, , tepatnya di Desa Ketanggungan RT. 004 RW. 003, dengan memasukkan karung berisikan tanah/pasir kedalam lubang.
Ditambahkannya, untuk penanganan tanggul yang mengalami abrasi, dilakukan dengan menata karung tanah sebagai tanggul darurat yang ditopang oleh pagar kayu/bambu.
Kades Ketanggungan, Sofani, sangat mengapresiasi upaya unsur terkait dan para relawan yang membantu pihaknya dalam menangani masalah klasik di musim penghujan. (Aan/TOPFM)
Selaku Ketua Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kabupaten Brebes, Dandim 0713 Brebes Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, bersama Kepala BPBD Brebes Nurshy Mansur (sepatu boot orange) dan Kapolres AKBP Aris Supriyono, SIK, M.Si memastikan kerja bakti penutupan lubang-lubang di tanggul Sungai Babakan, Kecamatan Ketanggungan.
Dibenarkan Danramil 15 Ketanggungan, bahwa pekerjaan tersebut dilakukan di titik rawan pemicu bencana yaitu tanggul di Desa Ketanggungan RT. 004 RW. 003.
“Pekerjaan massal ini dilakukan baik TNI-Polri, instansi terkait, masyarakat di sekitar Sungai Babakan serta relawan lainnya,” bebernya.
penutupan lubang tanggul dilakukan dengan memasukkan karung berisikan tanah/pasir kedalam lubang, sedangkan untuk tanggul yang terkikis dengan membuat tanggul darurat dari karung yang juga diisi tanah/pasir dan ditahan menggunakan pagar kayu/bambu.
“Langkah ini dilakukan untuk memperkuat tanggul Babakan serta meminimalisir bencana banjir di puncak musim penghujan ini,” tandasnya.
Muspika Ketanggungan serta Kepala Desa Ketanggungan, Sofani, memimpin pasukannya masing-masing untuk bekerja bakti.
Diketahui, mitigasi ini dilakukan guna mencegah banjir yang melanda Provinsi Jawa Barat dan sekitarnya serta banjir Brebes yang pernah terjadi pada Februari 2018 silam. (Aan/TOPFM)
Dijelaskan Danramil 08 Bumiayu Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Ngadino, bahwa Ropiah (60) warga Dukuh Sepur Timur RT/RW. 01, Negaradaha, tersambar Kereta Api (KA) Kutojaya dengan nomor lokomotif 259 A, tepatnya di BH 1182 kilometer 317+4/5, petak BMA-PWT, Negaradaha.
“Korban yang merupakan warga setempat tersambar kereta api yang sedang melintas dari arah selatan di jalur hilir Bh 1182 sekitar pukul 20.05 WIB,” terangnya.
Dijelaskannya lanjut, diduga Almarhumah tidak melihat dan mendengar klakson yang dibunyikan masinis sehingga kejadian tak dapat dielakkan.
Korban yang masih hidup atau selamat, segera dilarikan oleh masyarakat ke RSUD Bumiayu untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Setelah mendapatkan perawatan intensif, akhirnya Mbah Ropiah menghembuskan nafas terakhir karena lukanya yang sangat serius,” pungkasnya.
Saat ini kasus sedang ditangani oleh pihak kepolisian setempat, sedangkan jenazah akan segera dimakamkan oleh pihak keluarga.
Ngadino menghimbau kepada masyarakat agar lebih memperhatikan keluarganya baik lansia maupun anak-anak saat beraktivitas di sekitar jalan raya, perairan maupun saat akan melintasi rel kereta api. (Aan/topfm)
Brebes – Petani asal Dukuh Jetak RT. 03 RW. 01, Desa Sindangwangi, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di teras rumah mertuanya, Suni, di RT. 01 RW. 02. Senin malam (6/1/2020).
Dibenarkan Danramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi bahwa, Almarhum Kasmin (48) ditemukan sudah meninggal dunia oleh adik iparnya, Tohir (37), petani asal Desa/Kecamatan Bantarkawung RT. 08 RW. 03, saat mengunjungi rumah orang tuanya tersebut sekitar pukul 22.00 WIB.
“Saat akan memarkir sepeda motornya di samping rumah Bu Suni, Saudara Tohir kaget saat melihat saudara Kasmin sudah tergantung di kaso/kayu usuk teras rumah ibunya,” jelas Danramil.
Kasmin diketahui istrinya, Taswi (39), sebelumnya keluar dari rumah sekitar pukul 20.00 WIB. Kemudian ditemukan sudah tergantung di tali tambang warna putih dengan memakai kaos warna putih dan celana pendek kolor warna biru.
Ia menggunakan papan gebyokan padi sebagai pijakan saat ditemukan. Melihat hal ini, iparnya segara masuk ke dalam rumah dan memberitahukan kepada istri Almarhum yang sedang di dalam kamar tidur.
“Jasad Almarhum diturunkan oleh istri dan iparnya yaitu Saudara Tohir. Selanjutnya Mas Tohir segera memberitahukan kepada tokoh masyarakat sekitar serta melapor kepada pihak Koramil, Polsek dan Puskesmas Bantarkawung,” imbuh Kapten Nurhadi.
Sedangkan dari penuturan istrinya, Almarhum yang merupakan sosok pendiam ini, diduga depresi karena mengidap penyakit menahun yang tak kunjung sembuh. Ia juga baru saja pulang bekerja sebagai buruh di daerah Sumatera.
Sementara dari pemeriksaan awal pihak medis, Juhanah (37) perawat sekaligus bidan Puskesmas tersebut, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan/penganiayaan pada tubuh, hanya luka bekas jeratan tali di leher, alat kelamin mengeluarkan sperma dan dubur mengeluarkan kotoran besar.
Pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian Kasmin dan jenazahnya akan dimakamkan di TPU Desa. (Aan/topfm)
Audiensi ini dilakukan di balai desa setempat, dengan dihadiri berbagai unsur dan komponen masyarakat. Pejabat sementara Danramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes, Kapten Arhanud Suryadi, SH, juga hadir mendampingi Kepala Desa Pandansari Irwan Susanto, ST. Selain itu Babinsa setempat Serda Sugeng W dan Bhabinkamtibmas Aiptu Zenuri, turut mengawal pihak PT. Etira saat bertemu dengan perwakilan masyarakat.
Disampaikan Kapten Suryadi, ”Masyarakat Dukuh Taman sangat mengeluhkan amdal yaitu limbah bau yang menyengat. Untuk itulah dilakukan mediasi bersama pihak desa,” terangnya.
Hasil audensi tersebut, PT. Etira melalui pimpinannya Agus Setiawan, dan manajer Yudo, menyatakan bahwa pihaknya siap menangani limbah air kompos dengan cara memperbaiki drainase/saluran air pembuangan sehingga tidak menggenang atau menumpuk.
Selanjutnya adalah melakukan pengapuran kompos dengan abu kapur sampai baunya hilang, mencari lahan yang agak jauh dari perkampungan sebagai saluran pembuangan kompos alternatif.
Memindahkan cerobong asap ke bawah Desa Wanatirta dalam jangka waktu 4 bulan dari audiensi ini dengan tujuan untuk mengurangi polusi.
“PT. Etira juga menyatakan akan merekrut tenaga kerja dari masyarakat setempat sebesar 95 %, dan jika masyarakat setempat membeli kompos yang dihasilkan maka akan diberikan nilai jual yang rendah,” tandas Suryadi.
Gejolak masyarakat ini akhirnya dapat diredam dengan penanganan secepatnya oleh unsur terkait di wilayah Paguyangan. (Aan/topfm)
Diawal tahun 2020 Kodim 0713 Brebes melaksanakan senam senjata di halaman Makodim yang diikuti oleh seluruh anggota staf.Selasa (07/01/2020).
Kegembiraan, keceriaan, serta kekompakan yang penuh semangat tampak dari raut wajah para Prajurit saat melaksanakan gerakan demi gerakan.
Kegiatan ini juga untuk menjaga dan meningkatkan ketahanan fisik, serta kekuatan dan stamina agar semakin baik.
Pelda Abdul Kholik Batih ops melalui sertu Muslim yang memimpin senam tersebut mengatakan, “Senam senjata juga sebagai sarana untuk meningkatkan serta memacu semangat prajurit di dalam melaksanakan pembinaan fisik serta menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh prajurit, guna menunjang pelaksanaan tugas pokok,” ujarnya.
Setelah melaksanakan senam senjata Seluruh prajurit melaksanakan kegiatan pembinaan fisik tambahan yakni Push-up, Sit-up, dan Pull-up, dan dilanjutkan dengan senam pelemasan yang menandai berakhirnya kegiatan tersebut. (Utsm/topfm)





















