Live Radio Streaming
Tampilkan postingan dengan label cisanggarung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cisanggarung. Tampilkan semua postingan
Brebes – Upaya penanganan tanggul jebol Sungai Cisanggarung di wilayah Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, oleh pihak BBWS 005 Cimanuk-Cisanggarung, dilanjutkan kembali di hari ketiga. Kamis (20/2/2020).
Alat berat telah selesai melakukan pekerjaannya untuk mengurug dan menambal tanggul yang jebol di perbatasan antara Desa Babakan dengan Bojongsari sepanjang 25 meter tinggi 3 meter, yang menjadi salah satu penyebab banjir yang merendam setidaknya 85 rumah warga masyarakat sekitar sungai (50 rumah di Desa Kalibuntu dan 35 rumah di Babakan).
Ketinggian air di kedua desa ini bervariasi antara 0,5 sampai 1 meter. Sementara puluhan rumah lainnya yang tersebar di Desa Pekauman dan Karangsambung, juga kebanjiran akibat limpasan air yang melewati tanggul Cisanggarung. Walaupun tidak begitu parah, dampak banjir juga sampai ke desa lainnya yaitu Randusari, Bojongsari, Panggabean, Jatisawit dan Losari Kidul.
Dijelaskan Danramil 05 Losari Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Muhtadi, bahwa upaya perbaikan tanggul jebol di Babakan-Bojongsari, tak sebatas menambalnya saja, melainkan mempertebalnya dan meninggikannya 0,5 meter dari sebelumnya.
“Pekerjaan yang dilakukan Excavator SK200 dari BBWS Cimanuk-Cisanggarung, sekaligus meninggikan tanggul di Babakan-Bojongsari setengah meter dari semula, sepanjang 120 meter,” ucapnya, Kamis siang (20/2/2020).
Sedangkan banjir di Desa Limbangan pada waktu yang sama dan telah merendam kurang lebih 70 hektar lahan pertanian bawang dan pertambakan masyarakat Dukuh Limbangsari, dipicu akibat jebolnya tanggul anak Sungai Cisanggarung di Dukuh Limbangsari sepanjang 7 meter. Saluran ini merupakan terusan menuju Bendungan Karet Tawang Sari, Kabupeten Cirebon, Jawa Barat.
Pekerjaan excavator amphibi milik DPSDSPR Kabupaten Brebes disini adalah menambal tanggul anak sungai yang juga jebol tersebut sepanjang 15 meter, tinggi 5 meter, dari rencana semula sepanjang 25 meter.
“Untuk penutupan tanggul anak Sungai Cisanggarung di Dukuh Limbangsari, Limbangan, adalah sepanjang 15 meter dan saat ini masih terus dilakukan,” imbuhnya.
Ditambahkannya, relawan gabungan (perangkat desa, relawan DAS, BPBD dan TNI) bersama masyarakat RW. 05 Desa Babakan, juga telah selesai meninggikan tanggul di belakang Balai Desa Babakan, dengan 3000 karung berisi tanah sepanjang 50 meter, lebar dan tinggi 1 meter.
Ini dilakukan guna mencegah limpasan air terjadi lagi. Pasalnya, di titik ini air dari Sungai Cisanggarung kemarin (17/2), juga sebagai pemicu banjir akibat limpas/meluap.
Sekedar diketahui, banjir tersebut dipicu oleh hujan deras di wilayah hulu atau Selatan Brebes ditambah wilayah Kecamatan Losari. Untuk tanggul Sungai Cisanggarung sendiri sebelum jebol adalah terendam air di beberapa titik, namun jebol di Babakan-Bojongsari dan di Limbangan (anak sungai). (Aan/topfm)
Brebes – Unsur terkait penanganan bencana alam di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan mitigasi dengan mengecek daerah rawan bencana di aliran Sungai Cisanggarung. Selasa siang (7/1/2020).
Tampak Kepala BPBD Nurshy Mansur, bersama Kapolres AKBP Aris Supriyono dan Ketua Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Brebes Letkol Infanteri Faisal Amri, SE atau yaitu Dandim 0713 Brebes, mengecek secara langsung kondisi tanggul Cisanggarung, di wilayah Desa Karangsambung, Losari, yang dikhawatirkan jebol jika menerima debit air dan arus yang besar.
Disimpulkan tim melalui Ketua Gulbencal, Letkol Faisal Amri, bahwa tanggul yang berada di ujung desa tersebut harus segera ditangani secara cepat dan maksimal dengan melibatkan seluruh unsur terkait dengan mengerahkan alat berat.
“Kami juga menghimbau masyarakat agar lebih waspada dan siaga jika terjadi perubahan cuaca di wilayah Brebes Selatan,” ucapnya di depan Kades Kosim, perangkat desa serta masyarakat.
Ditambahkannya, jangan mudah mempercayai dan menyebarkan berita bencana alam yang belum tentu kebenarannya sehingga dapat mengganggu kondusifitas Kamtibmas.
Sementara disampaikan Danramil 05 Losari, Kapten Infanteri Sutarno, bahwa sebelumnya di hari yang sama, jajaran Muspika baru saja membentuk Destana (Desa Tangguh Bencana) di Aula Balai Desa Karangsambung dalam rangka mengantisipasi banjir di puncak musim penghujan 2019-2020 ini (Januari-Februari).
Dalam kesempatan ini Kepala BPBD Brebes melalui Kasi Kesiapsiagaan BPBD, Wibowo Budi Santoso, SE.ST menyatakan bahwa, selain pembentukan Destana yang merupakan misi dari BPBD dalam menanggulangi bencana alam secara mandiri di Karangsembung, kader-kadernya/relawan ini juga diberikan pelatihan penanganan bencana secara bertahap.
Apa yang dilakukan pihak terkait tersebut diapresiasi Camat Losari, Sumarno, S.Pd, M.Pd. Ia berharap para relawan dapat dengan cepat menyerap ilmu yang ditransfer sehingga cekatan dan tepat saat mengaplikasikannya di lapangan, yaitu menanggulangi dan mengevakuasi jika terjadi bencana.
“Saya berharap Destana Karangsambung akan segera melakukan aksi nyata untuk mengurangi dampak bencana banjir karena terdapat tanggul yang rawan, dengan membuat tanggul darurat menggunakan karung diisi tanah sambil menunggu perbaikan tanggul secara permanen dari pemerintah,” ucapnya.
Selain itu Sumarno menghimbau kepada masyarakat setempat yang tergabung dalam Destana, agar segera membuat jadwal piket siaga banjir, dengan tugas salah satunya adalah melakukan patroli tanggul. (Aan/topfm)
Tampak Kepala BPBD Nurshy Mansur, bersama Kapolres AKBP Aris Supriyono dan Ketua Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Brebes Letkol Infanteri Faisal Amri, SE atau yaitu Dandim 0713 Brebes, mengecek secara langsung kondisi tanggul Cisanggarung, di wilayah Desa Karangsambung, Losari, yang dikhawatirkan jebol jika menerima debit air dan arus yang besar.
Disimpulkan tim melalui Ketua Gulbencal, Letkol Faisal Amri, bahwa tanggul yang berada di ujung desa tersebut harus segera ditangani secara cepat dan maksimal dengan melibatkan seluruh unsur terkait dengan mengerahkan alat berat.
“Kami juga menghimbau masyarakat agar lebih waspada dan siaga jika terjadi perubahan cuaca di wilayah Brebes Selatan,” ucapnya di depan Kades Kosim, perangkat desa serta masyarakat.
Ditambahkannya, jangan mudah mempercayai dan menyebarkan berita bencana alam yang belum tentu kebenarannya sehingga dapat mengganggu kondusifitas Kamtibmas.
Sementara disampaikan Danramil 05 Losari, Kapten Infanteri Sutarno, bahwa sebelumnya di hari yang sama, jajaran Muspika baru saja membentuk Destana (Desa Tangguh Bencana) di Aula Balai Desa Karangsambung dalam rangka mengantisipasi banjir di puncak musim penghujan 2019-2020 ini (Januari-Februari).
Dalam kesempatan ini Kepala BPBD Brebes melalui Kasi Kesiapsiagaan BPBD, Wibowo Budi Santoso, SE.ST menyatakan bahwa, selain pembentukan Destana yang merupakan misi dari BPBD dalam menanggulangi bencana alam secara mandiri di Karangsembung, kader-kadernya/relawan ini juga diberikan pelatihan penanganan bencana secara bertahap.
Apa yang dilakukan pihak terkait tersebut diapresiasi Camat Losari, Sumarno, S.Pd, M.Pd. Ia berharap para relawan dapat dengan cepat menyerap ilmu yang ditransfer sehingga cekatan dan tepat saat mengaplikasikannya di lapangan, yaitu menanggulangi dan mengevakuasi jika terjadi bencana.
“Saya berharap Destana Karangsambung akan segera melakukan aksi nyata untuk mengurangi dampak bencana banjir karena terdapat tanggul yang rawan, dengan membuat tanggul darurat menggunakan karung diisi tanah sambil menunggu perbaikan tanggul secara permanen dari pemerintah,” ucapnya.
Selain itu Sumarno menghimbau kepada masyarakat setempat yang tergabung dalam Destana, agar segera membuat jadwal piket siaga banjir, dengan tugas salah satunya adalah melakukan patroli tanggul. (Aan/topfm)





