LPPL SINGOSARI TOPFM || 95.1 MHz ||MORE THAN JUST RADIO ||INSPIRING RADIO ||
Post info

Labels: , , ,


Comments 0


Author: topfmbumiayu





Maksimalkan Irigasi Pertanian, Pemkab Brebes Kucurkan Dana Rp 6 Milyar


Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengucurkan dana Rp 6 milyar lebih, untuk pembangunan infrastruktur irigasi pertanian. Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019.

Hal tersebut disampaikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH saat melakukan Pembinaan, Monitoring, dan Evalusi Bantuan Pemerintah Program Kegiatan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, di Balai Desa Dukuhturi, Kecamatan Ketanggungan, Jumat (22/3).

“Saat kekurangan air pun petani di Brebes masih bisa menanam bawang merah dan padi. Maka dari itu, kita harus memaksimalkan pembangunan irigasi pertanian. Karena selama ini hasil produksi pertanian Brebes masuk dalam konsumsi pangan nasional,” ucap Idza.

Idza mengatakan, di Indonesia ada 514 kabupaten/kota sebagai wilayah produksi pertanian. Kabupaten Brebes sendiri menempati peringkat tiga teratas. Di mana Brebes terkenal sebagai central produksi bawang merah.

“Oleh karenanya, saya menyampaikan terima kasih, atas perjuangan petani selama 5 tahun telah membantu Pemkab Brebes di sektor pertanian,” ungkap Idza.

Petani Brebes, kata Idza, juga mendapat apresiasi dari pemerintah provinsi dan pusat. Karenanya pemerintah memberikan dana bantuan pertanian semakin banyak, guna mendorong pencapaian hasil produksi pertanian ke depan lebih baik lagi.

“Ayo, kita dorong bersama, misi Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada 2045 bos sa tercapai,” ajak Idza.

Selain itu, Idza bertekad, akan meningkatkan suplai padi menjadi 400 ton, yang tahun kemarin hanya 50 ton kepada Badan Urusan Logistik (Bulog). Terkait pemberian bantuan kepada Program Keluarga Harapan (PKH). Artinya bantuan PKH di Kabupaten Brebes akan bersumber dari pasokan padi dari petani Brebes.

“Untuk itu, selain menanam bawang merah. Padi juga jangan sampai ditinggalkan agar dapat memasok kebutuhan bantuan PKH dari Bulog,” tandas Idza.

Dilanjutkan Idza, kepada Gabungan Kelompok Pertanian (Gapoktan), Kabupaten Brebes beberapa hari kedepan akan mendapat kunjungan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kedatangannya akan memberikan pendidikan dan pelatihan kepada 500 orang mengenai pemasaran bawang merah dan telor asin secara online.

“Mari bersama-sama giatkan lagi sektor pertanian yang ada, mulai dari proses budidaya, hasil produksi, serta pemasarannya,” pungkas Idza. 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes Yulia Hendrawati, menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan guna mendapatkan laporan hasil pemberian program pertanian tahun 2014-2019. Selain itu juga untuk mengetahui sejauh mana penggunaannya.

“Apakah terjadi peningkatan atau penurunan terhadap produksi pertanian, setelah mendapat fasilitas pertanian dari pemerintah,” ucap Yulia.

Dikatakan Yulia, di Kabupaten Brebes ada 1.596 kelompok tani yang di dalamnya ada Gapoktan, Poktan, P3A, UPJA, dan lainnya. Mereka telah mendapat bantuan pemerintah sesuai programnya masing-masing.

“Di antaranya, program peningkatan ketahanan pangan, program pemberdayaan penyuluh pertanian/perkebunan, program peningkatan produktivitas tanaman pangan, program peningkatan produktivitas hortikultura dan perkebunan, serta program pengelolaan sumber daya lahan dan sarana prasarana pertanian,” terang Yulia.

Yulia juga melaporkan, terkait irigasi teknis sudah hampir 70 persen dari 63 ribu sudah 46 sekian. Artinya pembangunan irigasi sudah mulai lancar. Untuk 2019, peningkatan infrastruktur irigasi dengan jumlah 54 lokasi, sasaran luas 1.590 ha. Digelontorkan total anggaran sejumlah Rp 6.046.800.000 milyar.

“Rinciannya, Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal (PIATD) 17 lokasi, sasaran luas 425 ha, dengan anggaran Rp 1.713.600.000,-. Pengembangan Irigasi Air Permukaan (PIAP) 5 lokasi, sasaran luas 150 ha, dengan anggaran Rp 537.600.000,-” jelas Yulia.

Dilanjutkannya, Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier/Desa 15 lokasi, sasaran luas 660 ha, dengan anggaran Rp 1.070.000.000,- Rehabilitasi Embung 1 lokasi, sasaran luas 100 ha, dengan anggaran Rp 830.000.000,- Pengembangan Irigasi Perpompaan 3 lokasi, sasaran luas 90 ha, dengan anggaran Rp 263.600.000,-.

Kemudian, Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) 5 lokasi, sasaran luas 135 ha, dengan anggaran Rp 710.000.000,- Pengembangan Irigasi Perpipaan 1 lokasi, sasaran luas 30 ha, dengan anggaran Rp 84.000.000,- Jalan Usaha Tani (JUT) 7 lokasi, sasaran luas 4 km, dengan anggaran Rp 838.000.000,-    

“Keseluruhan dana bantuan pertanian selama 4 tahun ada Rp 136 milyar. Rata-rata pertahun berjumlah Rp 40 milyar. Dana tersebut untuk meningkatkan produksi dan mensejahterahkan petani di Kabupaten Brebes,” ucap Yulia.

Terakhir Yulia, menyampaikan agar semua petani untuk wajib lapor. Laporan tersebut, nantinya akan menjadi pertimbangan. Dan sebagai bahan evaluasi pemerintah untuk memperbaiki.
Pembinaan, Monitoring, dan Evalusi Bantuan Pemerintah kali ini, di wilayah Brebes Tengah yaitu Kecamatan Ketanggungan, Kersana, Larangan, Songgom, dan Banjarharjo.(by,  Wsd/topfm)

0 comments:


PROGRAM ACARA UNGGULAN : 05-06 NGAJI PAGI * 06-07 INFO PAGI*07-09 INDONESIA DANGDUT*09-11 LAGU JAWA* 11-13 KENANGAN*13-15 DANGDUT NGETOP*15-17 TREN MUSIK INDO* 19-21 MUSIK TO ORANG MUDA*21-00 TOPREQUEST

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online / WA : 085602037951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj | WA|085326111234
Copyright 2010 | topfm951 | bumiayu | Radio