LPPL SINGOSARI TOPFM || 95.1 MHz ||MORE THAN JUST RADIO ||INSPIRING RADIO ||
Post info


http://www.topfm951.net/2019/07/ruwatan-ketel-uap-mengenang-sejarah.html#more
Meruwat, ruwat, atau dalam bahasa Jawa disebut sebagai ngruwat atau ruwatan adalah sebuah cara membersihkan raga, jiwa, maupun prasarana seperti perangkat kerja, agar terhindar dari keburukan. Di Kabupaten Brebes terdapat tradisi meruwat ketel uap untuk mengenang sejarah berdirinya Perkebunan Teh Kaligua.
Ruwatan Ketel Uap dikemas dalam Kaligua Culture Festival (KCF). Terdapat replika ketel uap raksasa, gunungan hasil bumi serta sesaji diarak dari lapangan Argowisata Kaligua menuju tempat penyimpanan ketel uap pabrik teh Kaligua, Desa Pandansari, Kec Paguyangan, Brebes, Sabtu (27/7).
Administratur PT Perkebunan Nusantara (PN) IX Kaligua Yudhi Purnomo menceritakan, tradisi atau budaya di Kaligua tidak lepas dari sejarah berdirinya perkebunan. Awal mulanya adalah ketika perusahaan akan dibangun pada 1879, mulai dibuka lahan, dipersiapkan lahan dan pembibitan.
"Sepuluh tahun kemudian, tahun 1889 perusahaan yang dikelola oleh Van De Joeng, mulai mendatangkan mesin berat salah satunya mesin uap," ucap Yudhi.
Proses mendatangkan mesin, kata Yudhi, selama 20 hari perjalanan dari Kretek ke Kaligua. Diikut sertakan dalam rombongan kesenian tari ronggeng, untuk menghibur tenaga pemikul ketel uap saat beristirahat. Adanya kesenian ronggeng begitu kuat, lalu diangkat menjadi kesenian tari di Kaligua.
"Ke depan kegiatan KCF bisa menjadi event tahunan yang lebih besar lagi, setiap tahun dikemas lebih cantik dan lebih bagus lagi. Sehingga harapannya menjadi event nasional, yang dibutuhkan yaitu suport dan batuan dari pemerintah daerah," harap Yudhi.
Selain itu, menurut Yudhi, pihaknya sangat mendukung KCF karena mengandung nilai-nilai kebudayaan, yang selaras dengan visi perusahaan yaitu tumbuh berkembang bersama mitra dan misinya mengembangkan argowisata di Kaligua.
"Akan sangat membantu dalam pengembangan industri pariwisata di Kabupaten Brebes. KCF yang pertama ini, akan menjadi embrio terhadap pelestarian budaya," pungkas Yudhi.
Pembukaan KCF ditandai dengan prosesi penyerahan bendera merah putih dan bendera KCF kepada Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH oleh rombongan napak tilas yang berjalan dari Universitas Peradaban Bumiayu menuju lapangan pabrik Teh Kaligua.
Idza sangat berharap KCT mampu melestarikan dan mengembangkan potensi daerah. Ia melihat potensi KCF dapat menjadi momen memajukan sektor pariwisata.
"Semoga bisa menjadi event tahunan. Mampu memajukan pariwisata agar perekonomian masyarakat berkembang. Karena selain melihat kebun teh, wisatawan juga bisa membeli cindera mata Kaligua," kata Idza.
KCF yang menggusung tema "Berbudaya, Bersama, Berkarya dan Bergembira" dimaksudkan agar masyarakat sadar dan melestarikan kebudayaan, walaupun pahit masa lalu merupakan bagian dari sejarah.
"Kita jangan melupakan sejarah, meskipun itu pahit. Apalagi sejarah itu memiliki nilai arif dan kreatif. Menjaga agar budaya kita tidak pudar," beber Idza Priyanti.
Kata Idza, perhatian pemerintah daerah akan mendukung segala yang diupayakan, seperti pembangunan akses ke tempat wisata yang akan didorong bersama.
Selain prosesi ruwat ketel uap, ada pementasan tari ronggeng, musik kebun teh, pameran karya komunitas, creative sharing atau taklshow kreatif, sarasehan budaya, pesta seribu obor dan berbagai kegiatan kolaborasi dari para pelaku seni yang ada di wilayah Brebes Selatan.
Turut hadir, jajaran Forkopimda, SKPD Brebes, Forkopincam, serta ribuan masyarakat terlibat dalam kegiatan ruwatan sejarah perdana tersebut. (BYU/WSD/topfm)





0 comments:


PROGRAM ACARA UNGGULAN : 05-06 NGAJI PAGI * 06-07 INFO PAGI*07-09 INDONESIA DANGDUT*09-11 LAGU JAWA* 11-13 KENANGAN*13-15 DANGDUT NGETOP*15-17 TREN MUSIK INDO* 19-21 MUSIK TO ORANG MUDA*21-00 TOPREQUEST

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online / WA : 085602037951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj | WA|085326111234
Copyright 2010 | topfm951 | bumiayu | Radio