LPPL SINGOSARI TOPFM || 95.1 MHz ||MORE THAN JUST RADIO ||INSPIRING RADIO ||
Post info

Labels: , , , ,


Comments 0


Author: topfmbumiayu

http://www.topfm951.net/2019/09/dewan-pendidikan-brebes-ngangsu-kawruh.html#more

Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Brebes ngangsu kawruh (bahasa Jawa) yang artinya menimba ilmu, atau dengan istilah lain studi banding, seputar dunia pendidikan ke Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Selasa (24/9) kemarin.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Brebes Ir Iskandar SH MM menyatakan, kegiatan ini merupakan salah satu agenda Dewan Pendidikan untuk menambah wawasan serta pengetahuan.

"Alkhamdulillah, saya bersama rombongan bisa sampai di Dindikpora Kabupaten Kulon Progo. Kami ucapkan terima kasih, karena telah disambut dengan ramah," ucap Iskandar saat disambut di aula Dindikpora.

Selain bersilaturahmi, kata Iskandar, DP ingin mengetahui kebijakan Dikpora mengenai pendidikan, peningkatan mutu pendidikan, hubungan yang dijalin dengan Dewan Pendidikan, serta yang menarik yaitu penguatan pendidikan karakter (PPK) di sekolah.

"Ini yang perlu ditanyakan dan digali kepada Dindikpora Kabupaten Kulon Progo, bagaimana cara menanamkan PPK kepada siswa di sekolah. Apalagi Kulon Progo melalui Dindikpora telah melakukan deklarasi penguatan pendidikan karakter.

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo telah menyatakan serius dalam menerapkan pendidikan karakter di seluruh sekolah, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama, pada 2018.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kulon Progo, Sumarsana menjelaskan, dalam acuan kurikulum secara nasional, ada 18 poin yang diberlakukan dalam menerapkan pendidikan karakter.

"Namun, khusus untuk Kabupaten Kulon Progo, akan ada sejumlah poin tambahan, di antaranya adalah gotong royong, patuh kepada orang tua, pengamalan Pancasila dalam bentuk ekstrakurikuler wajib, serta budaya kemataraman," ungkap Sumarsana.

Poin lainnya, lanjut Sumarsana, pendidikan karakter juga menerapkan target atau indikator capaian, menyesuaikan jenjang pendidikan. Pendidikan karakter ini dalam rangka menanamkan nasionalisme, agar siswa tidak melupakan budaya Jawa.

"Sejumlah poin tadi yang membedakan pelaksanaan pendidikan karakter di Kulon Progo dengan penerapan nasional. Karena, pendidikan karakter di Kulon Progo memiliki target, sedangkan nasional tidak menekankan target," jelas Sumarsana.

Sumarsana menambahkan, budaya kemataraman yang akan diajarkan mulai dari membaca dan menulis aksara jawa bagi sekolah dasar, kemudian bahasa dan sastra jawa untuk siswa jenjang SMP.



Selain itu, siswa juga diajarkan pakaian adat, permainan tradisional, bangunan rumah adat, budaya jawa, makanan tradisional, tata etika jawa, hingga bumbu tradisional.

"Semua kegiatan, terutama pengaplikasian budaya kemataraman. Tiap sekolah melapor kepada Dindikpora melalui aplikasi yang terintergrasi yaitu Pendekarku. Hal tersebut memudahkan kami untuk memantau dan melalukan pengawasan," pungkas Sumarsana.
Usai pertemuan di Kantor Dindikpora, rombongan Dewan Pendidikan Kabupaten Brebes meninjau ke sekolah yaitu SD N 2 Wates dan SMP N 1 Wates. Turut mendampingi rombongan, kepala sekolah, komite, serta pengawas sekolah setempat. (ba/topfm)

0 comments:


PROGRAM ACARA UNGGULAN : 05-06 NGAJI PAGI * 06-07 INFO PAGI*07-09 INDONESIA DANGDUT*09-11 LAGU JAWA* 11-13 KENANGAN*13-15 DANGDUT NGETOP*15-17 TREN MUSIK INDO* 19-21 MUSIK TO ORANG MUDA*21-00 TOPREQUEST

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online / WA : 085602037951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj | WA|085326111234
Copyright 2010 | topfm951 | bumiayu | Radio