RADIO SINGOSARI TOPFM || 95.1 MHz ||MORE THAN JUST RADIO ||INSPIRING RADIO ||

Live Radio Streaming


KLIN MORE PLAYER
Tampilkan postingan dengan label Covid 19. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Covid 19. Tampilkan semua postingan



Brebes – Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE.MH bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Brebes, mengecek kesiapan sejumlah lokasi yang disiapkan sebagai tempat karantina covid-19. Selasa (15/6/2021).

Tampak dirinya didampingi Dandim 0713 Brebes Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan, Kapolres AKBP Gatot Yulianto SIK, M.HP, Kepala Dinas Perhubungan Jauhari, serta beberapa pejabat terkait lainnya, dan Forkopimcam Brebes, meninjau Islamic Centre, Hotel Kencana, dan PGRI Brebes.

Disampaikan Bupati selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Brebes, bahwa penyiapan tempat ini guna mengantisipasi jika terjadi lonjakan kasus orang terkonfirmasi positif covid-19 seperti beberapa daerah di Jawa Tengah, karena Brebes zona kuning covid-19.

“Kita siapkan beberapa tempat pemusatan pasien covid-19 untuk meminimalisir penyebaran virus,” ujarnya.

Lanjutnya, untuk Islamic Centre jumlah kamar yang disediakan ada 19 dengan 55 tempat tidur dan 100 bed/ranjang, Hotel Kencana 25 kamar 30 bed, Gedung PGRI 14 kamar 28 bed.

Idza meminta agar kebersihan tempat terus dijaga dan meminta petugasnya agar menerapkan protokol kesehatan ketat jika nantinya tempat digunakan.

Ditambahkannya, penyiapan tempat ini juga atas instruksi dari Gubernur Jateng, H. Ganjar Pranowo, SH, MIP.

Upaya lain sebelumnya adalah melakukan vaksinasi kepada para tenaga pengajar serta vaksinasi di 25 pasar secara serentak selama sepekan mulai tanggal 9 Juni 2021 lalu, dengan sasaran para pedagang dan pelaku ekonomi. (Aan/topfm)


Pemerintah Kabupaten Brebes kembali mendapatkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk pencegahan COVID-19. Kali ini bantuan datang dari PT Indomarco yang mengelola Indomart. Bantuan diserahkan Branch Manager Indomart Cabang Cirebon L Sanjaya Trio P diterima Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH di Pendopo, Jumat (24/4).
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH menyambut baik bantuan dari Indomart, karena bisa sedikit meringankan beban warga masyarakat terdampak pandemi Covid-19.
"Atas nama warga Brebes, saya mengucapkan terima kasih kepada Indomart Cabang Cirebon telah membantu masyarakat Brebes melalui gugus tugas percepatan penangangan covid-19,” ucap Idza Priyanti yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
Bantuan yang diserahkan berupa masker, mie instan, cairan karbol dan beras terkumpul di pendopo, yang selanjutnya akan disalurkan sesuai kebutuhannya.
Branch Managers Indomart Cabang Cirebon L Sanjaya Trio P mengatakan, pihaknya memberikan bantuan ini sebagai bentuk kepedulian Indomart kepada Pemerintah Kabupaten Brebes untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 di wilayah Brebes.
Indomart Peduli, lanjutnya, memprogramkan bantuan 250 ribu buah masker untuk penanganan Covid-19 di Indonesia. "Bantuan yang kita berikan yakni masker medis dan masker non medis mie instan, cairan karbol anti bakterial serta beras dengan kemasan 5 kg," jelasnya. (spt/wsd/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/04/angota-dpr-ri-paramitha-bagi-beras.html#more
Brebes: Merasa prihatin dengan kondisi yang serba sulit di tengah wabah virus corona, Hj Paramitha Widya Kusuma, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, membagikan 50 ton Beras yang terbagi dalam ribuan paket sembako kepada warga. Paket sembako berupa 2 Kg beras dan 3 bungkus mie instan itu dibagikan kepada sedikitnya 5000 kepala keluarga (KK) di 17 Kecamatan yang ada di wilayah kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
“Pemberian bantuan ini dilakukan serentak kepada warga yang sedang mengalami kesulitan ekonomi karena dampak wabah corona. InsyaAllah bantuan sembako ini akan kami turunkan kembali nanti menjelang hari raya idul fitri,” kata Paramitha, Selasa, 14 April 2020, di Brebes.
Saat ini banyak warga terutama para buruh atau pekerja lepas harian harus kehilangan mata pencahariannya karena mereka harus berdiam diri di rumah di tengah pandemi virus corona. Ia berharap semua pihak yang mampu turun bergerak bersama membantu masyarakat yang membuthkan.  
Paket bantuan yang diberikan oleh tim dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes sedianya bisa membantu warga dalam mencukupi kebetuhannya. Menurutnya politisi yang masuk ke parlemen dari dukungan masyarakat sudah seharusnya turun disaat warganya membutuhkan.
“Jadi jangan diam apalagi takut dikatakan pencitraan, Biarkan saja masyarakat yang menilai niat baik membantu mereka,” kata politisi muda asli Brebes ini yang menurunkan program Mbak Mitha Berbagi,
Sementara itu, Gatan Sujiwo salah seorang warga Desa Larangan yang menerima bantuan, merasa sangat senang dan bersyukur atas pembagian sembako tersebut. Pasalnya saat ini yang dibutuhkan warga adalah bantuan berupa bahan makanan pokok untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.
"Wabah Virus Korona ini menjadi semua serba sulit. Apalagi semenjak pemerintah menginstruksikan harus berdiam diri di rumah, cari pendapatan untuk kebutuhan sehari-hari jadi susah," kata Gatan.
Gatan berharap, selama musim pagebluk ini nantinya juga akan ada perhatian dari pemerintah untuk membantu warga.  Karena menurutnya saat ini kondisinya memang benar-benar serba sulit.
Sementara itu, hingga Senin (13/4), jumlah warga Brebes berstatus Orang dalam Pemantauan (ODP) 1.573 orang. Dari jumlah itu, 994 orang di antaranya selesai pemantauan. Sedangkan jumlah Pasien dengan Pengawasan (PDP) 43 orang dan 27 orang di antaranya sudah boleh pulang.(topfm)

Chiki Fawzi adalah seorang penyanyi-penulis lagu (singer-songwriter) multi talenta yang bisa bernyanyi, bermain gitar, akordeon, piano dan drum serta dikenal juga sebagai illustrator, aktris, TV Host (pembawa acara) dan pelukis mural. Selain itu Chiki juga aktif di berbagai kegiatan sosial terutama di bidang pendidikan. Beberapa waktu lalu, Chiki mengeluarkan singel berikutnya yang berjudul Panggilan Jiwa. Lagu ini merupakan ciptaan ayahnya sendiri, legenda hidup musik Indonesia, Ikang Fawzi yang dinyanyikannya bersama seorang legenda musik tanah air lainnya, Chandra Darusman di tahun 1981. Panggilan Jiwa versi Chiki ini diproduseri dan diaransemen ulang oleh Raditya Joko Bramantyo seorang musisI multitalenta dan produser muda berbakat yang juga merupakan bassist dari Vira Talisa. Nuansa city pop 80an masih terasa kental di lagu ini. Selain itu, Chiki pun mengajak dua orang singer/songwriter yang juga merupakan shabat-sahabat dari Chiki yaitu Vira Talisa dan Meda Kawu untuk ikut menyumbangkan suara emas mereka. Lagu ini ingin menggambarkan bahwa manusia itu terlahir beragam dan saling berbeda. Berbeda suku bangsa, latar belakang ekonomi, pendidikan, berbeda agama, pilihan politik, berbeda gender, berbeda selera musik, dan banyak lagi perbedaan lainnya. Namun kita justru jangan berfokus terhadap perbedaan yang dapat menimbulkan perpecahan namun justru harus mencari keselarasan di dalam perbedaan tersebut. Video klip Panggilan Jiwa sendiri telah rampung dikerjakan dan akan dirilis di kanal youtube Chiki Fawzi pada hari Senin 6 April 2020 pukul 00.000 WIB. Video ini diproduseri sendiri oleh Chiki dan disutradari oleh Yogie Gandanaya. Video ini dibuat dengan konsep yang sederhana. Menggambarkan proses rekaman lagu di lokasi studio dan menggabungkannya dengan footage berita-berita yang menggambarkan situasi Indonesia yang meresahkan akibat suhu politik yang memanas dalam kontestasi pemilihan presiden yang lalu. Selain itu mengingat kondisi sekarang dimana negeri ini sedang dilanda pandemi COVID-19, maka Chiki, Vira dan Meda berinisiatif untuk melakukan kampanye donasi Panggilan Jiwa bekerja sama dengan Kitabisa dan Dompet Dhuafa. Donasi bisa dilakukan lewat link https://kitabisa.com/campaign/barenganberibantuan Hasil donasi akan dikonversikan menjadi Alat Pelindung Diri (APD) dan sembako untuk tenaga medis dan masyarakat yang terdampak wabah ini terutama rakyat kecil seperti tukang ojek, supir angkutan, pedagang kaki lima, dll yang tidak mempunyai privilege untuk bekerja dari rumah . Semoga kita semua terpanggil jiwa nya untuk berbuat baik dan menolong sesama di tengah kesusahan ini. Diharapkan orang yang menonton video ini dapat menyadari bahwa manusia itu memang terlahir berbeda. Namun kita justru jangan berfokus terhadap perbedaan yang dapat menimbulkan perpecahan namun justru harus mencari keselarasan di dalam perbedaan tersebut. Jangan sampai karena perbedaan pilihan politik bangsa ini menjadi terpecah. Kita harus bersatu apalagi di masa sulit sekarang yang mana kita punya mush bersama yaitu pandemi COVID-19, kita harus bahu-membahu dan bersatu antara sesama manusia, sesama bangsa Indonesia untuk menghadapinya. Terimakasih atas perhatian nya untuk rekan rekan media selama ini yang sudah mendukung Chiki Fawzi, Stay Safe dan Health. Salam Musik Indonesia.
http://www.topfm951.net/2020/04/camat-dan-danramil-bantarkawung-pimpin.html#more

Brebes - Tidak mengenal lelah, begitu disematkan bagi Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang hingga kini terus berjibaku melakukan penyemprotan disinfektan maupun sosialisasi kepada masyarakat hingga sepanjang jalan provinsipun disemprot. Senin (13/04/2020).

Bahkan meski di hari libur (Jumat Agung) pada Jumat (10/4/2020) sabtu hingga minggu kemarin, tim yang pimpin langsung oleh Camat Bantarkawung Drs. Eko Supriyanto, M.Si. dan Danramil 12 Bantarkawung Kapten Infateri Nurhadi yang melibatkan Forkopimcam, Gugus Tugas Siaga Covid-19 Kecamatan, Tim Penggerak PKK serta Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 13 Dim 0713 Brebes, terlihat masih menjalankan tugas mereka, guna mencegah penyebaran Covid-19 tersebut.

Drs. Eko Supriyanto, M.Si menyatakan “Kurang lebih 30 km ruas jalan provinsi dan jalan kabupaten sudah di semprot disinfektan dengan menggunakan kendaraan roda empat”. Tutur Camat Bantarkawung.

“Target hari ini tuntas seluruh ruas jalan Provinsi dan jalan kabupaten dan 18 desa yang berada diwilayah kecamatan Bantarkawung” Tambah Drs. Eko Supriyanto, M.Si .

Dalam penyemrotan disinfektan tersebut, Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Bantarkawung sekaligus menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan, berpola hidup bersih dan sehat serta selalu gunakan masker dalam setiap keluar rumah. (Utsm/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/04/serka-sakur-imbau-pakai-masker-di.html#more
 Brebes – Peresmian Posko Pelayanan Terpadu Ruang Isolasi Khusus Pemudik banyak didirikan di seluruh desa bahkan di kecamatan pun dibuat posko dalam upaya pengawasan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Seperti yang ada di desa Buaran, kecamatan Jatibarang, kabupaten Brebes juga telah berdiri posko yang diresmikan dan dibuka oleh Kepala Desa Buaran Didik Setyiono, SH dan dihadiri Bintara Pembina Desa (Babinsa) Serka Sakur Purwanto, Kepala Puskesmas Klikiran dr. Arlinda, Bidan Desa Buaran Khodijah, Ketua BPD Sutono, S.Pd, Perangkat Desa dan Linmas setempat. Sabtu (11/04/2020).

 “ Alhamdulillah pada hari ini kita telah diberikan kesehatan dan keselamatan maka dari itu saya sebagai kepala desa menghimbau agar para mendatang di desa Buaran segera didata dan perlu adanya pengawasan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19” Sambut Didik Setyiono.

Sementara dalam sambutan dr. Arlinda Kepala Puskesmas Klikiran menyampaikan “Mari kita bersama-sama membantu dan melaksanakan program pemerintah agar masalah Corona (Covid-19) cepat selesai dan kita bisa beraktivitas seperti biasanya, saya menghimbau agar para pendatang di data dan melapor ke pihak Satgas Covid supaya diperiksa kesehatannya untuk mencegah dan menghindari wabah Corona, Bidan Desa supaya selalu ada dan standby di posko”. Tutur Arlinda.

Kemudian Babinsa Sakur Purwanto menambahkan disela-sela kehadirannya menyampaikan bahwa TNI (Babinsa) selalu akan berkoordinasi dengan seluruh pihak dan menghimbau kepada seluruh warga Buaran untuk selalu memakai masker bila keluar rumah, ini adalah salah satu bentuk kewajiban warga negara yang patuh dan taat akan peraturan dan kebijakan dari pemerintah. (Utsm/topfm).

http://www.topfm951.net/2020/04/mapi-bagi-sembako-masyarakat-terdampak.html#more

Masyarakat Anti Pungli Indonesia (MAPI) Regional 3 Jawa Tengah dan Satgas Saber Pungli (Kemenkopolhukam) membagi paket sembako, masker dan handsanitizer. Paket dibagi kepada warga terdampak virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Brebes di halaman Islamic Center Brebes, Jumat (10/4).

“Ini bentuk donasi penanganan Covid-19, kepada masyarakat terdampak di Kabupaaten Brebes,” ungkap salah seorang pengurus perwakilan MAPI Regional 3 Jawa Tengah Nurhasanah di sela pembagian bantuan.

Nurhasanah menceritakan, MAPI dan Satgas Saber Pungli membagi bantuan secara serentak di 6 Provinsi sejak 7-11 April 2020. “Untuk pemberian donasi di Brebes sebanyak 200 paket, dan dibagikan kepada masyarakat terdampak wabah Covid 19,” tuturnya.

Adapun yang diberikaan berupa 200 paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula pasir, kecap dan mie instan, 200 botol handsanitizer dan 200 buah masker kain.

Donasi ini, kata Nurhasanah, dihimpun dari penggalangan dana secara swadaya anggota MAPI dan pihak lain yang mendukung kegiatan donasi tersebut. Nurhasanah berharap, donasi ini bisa meringankan beban peerintah dalam upaya penanggulangan penyebaran Covid 19.

“Semoga, kita semua diberi kekuatan dan kemampuan untuk menghadapi musibah ini dan secepatnya berakhir,” ucap Nurhasanah penuh harap.

Asisten 1 Bidang Pemerintahan Sekda Brebes Apriyanto yang turut hadir dalam pembagian paket sembako tersebut mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu masyarakat dalam penanggulangan Covid 19, termasuk MAPI dan Satgas Saber Pungli.

Pemerintah Kabupaten Brebes juga sedang menyiapkan gelontoran bantuan kepada masyarakat, untuk mengurangi beban masyarakat yang terdampak Covid 19.  Saat ini sedang dalam proses pendataan karena ada rencana bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi, sehingga tidak tumpang tindih.

“Dalam waktu dekat, berbagai bantuan insya allah akan segera gulirkan kepada masyarakat terdampak Covid-19,” pungkasnya. (wsd/topfm)

Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid 19 Kecamatan Salem melakukan edukasi kepada para pedagang dan pengunjung Pasar Manis di Desa Bentar Kecamatan Salem Kabupaten Brebes. Edukasi dilakukan dalam rangka upaya pencegahan penyebaran Covid 19, khususnya di wilayah Kecamatan Salem.

Menurut Camat Salem Ari Haris Yuwanto, edukasi yang dilakukan meliputi sosialisasi seputar Covid 19, pendataan pedagang, sampai pada pemeriksaan pedagang dan pengunjung sebelum memasuki area pasar. "Kami fokuskan ke pasar manis dan pahing karena dua pasar ini yang jadi pasar terbesar di Kecamatan Salem" papar Ari.

*Pasar sempat ditutup*
Kepala Desa Bentar, Sucarko menjelaskan, pasar manis yang berada di wilayahnya sebelumnya sempat ditutup sebagai bentuk respons cepat menangkal penyebaran Covid 19. "Kami merespons cepat Kebijakan Bupati Brebes, maka kemarin kita tutup sementara" kata Kades yang menjabat untuk periode kedua ini.

Kemudian setelah dilakukan evaluasi, lanjut Sucarko tim gugus tugas Covid 19 memutuskan untuk kembali membuka pasar dengan berbagai pertimbangan, khususnya terkait terjaminnya ketersediaan pangan dan pendapatan para pedagang kecil yang berada di sekitar Kecamatan Salem. "Kami buka kembali setelah 14 hari ditutup, tetapi dengan melakukan edukasi dan memperketat pedagang dan pengunjung" tegas Sucarko.

Melalui pantauan di lapangan Pasar Manis Desa Bentar Kecamatan Salem, pada hari Jumat 10/4, setiap pedagang dan pengunjung diminta mencuci tangan dan dichek suhu tubuhnya oleh tim kesehatan dari Puskesmas Bentar Kecamatan Salem. Pedagang sebelumnya dikumpulkan dan diberikan keterangan seputar covid 19 dan mereka diminta untuk waspada dengan menjaga jarak, menyiapkan handsanitizer, dan tidak berjualan apabila dalam keadaan sakit. "Alhamdulillah sampai saat ini pedagang dan pengunjung pasar belum ditemukan tanda-tanda covid 19" kata Pulung Subagyo, tim medis dari Puskesmas Bentar saat melakukan pengchekan subu tubuh kepada salah satu pengunjung pasar. (Bakohumas Salem/wasdiun)

Pada tanggal Rab, 1 Apr 2020 15.37, Dinkominfotik Brebes <humasbrebes@gmail.com> menulis:
Bupati Beebes Hj Idza Priyanti SE MH mengaku optimis, dalam tahun 2020 Pemerintah Kabupaten Brebes bakal meraih opini pemeriksaan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).  Optimisme itu disampaikan Bupati saat teleconference Serah Terima Laporan Keuangan Unaudited Pemerintah Kabupaten Brebes Tahun Anggaran 2019 bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah  Ayub Amali SE MM Ak CA  di aula Mangrove Baperlitbangda Brebes, Selasa (31/3)

Keyakinan Idza tergambar, karena seluruh pihak sudah melaksanakan pembenahan, khususnya untuk pelaksanaan pengelolaan aset daerah.

"Semoga harapan kami bersama Pemerintah Kabupaten Brebes untuk bisa memperoleh opini pemeriksaan dari BPK Provinsi Jawa Tengah yang mendapatkan predikat WTP, bisa terwujud," harapnya. 

Yang lainnya, kata Idza; kami memohon kepada BPK Provinsi Jawa Tengah agar bisa membantu koreksi baik kepada saya, Pak Sekda dan yang lain-lainnya, terutama dalam tata kelola keuangan pemerintah Kabupaten Brebes. 

Atas nama Pemkab Brebes kepada BPK RI provinsi Jawa Tengah menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah RKPD kabupaten Brebes Tahun Anggaran 2019 secara online atau video conference karena dalam situasi yang tidak memungkinkan akibat adanya wabah Corona (Covid-19).

Kepada BPK RI provinsi Jawa Tengah, Idza antara lain melaporkan, laporan realisasi anggaran, kinerja, laporan arus kas, laporan operasional, laporan perubahan ekuitas, laporan perubahan saldo anggaran lebih, catatan atas laporan keuangan dan tiga laporan keuangan lainnya, yang pertama laporan keuangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yang kedua laporan kinerja dan yang ketiga laporan sisa pelaksanaan Anggaran Pelaksanaan Belanja Desa (APBDes).

Usai sambutan, Bupati Brebes memperlihatkan dokumen LKPD TA 2019 yang telah selesai disusun dan ditandatangani, kepada Kepala BPK RI Perwakilan Jawa Tengah Ayub Amali.

Kepala BPK RI Perwakilan Jawa Tengah Ayub Amali menyampaikan terima kasih, walaupun dalam kesempatan silaturahmi ini tidak bisa bertatap muka secara langsung dan hanya melalui video conference. Ayub menyambut baik serta mengapresiasi pimpinan dan jajarannya atas kinerja pemkab Brebes dalam pembenahan laporan keuangan.

Perlu diketahui, BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah tetap menjalankan tugas sesuai prosedur atas apa yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Meskipun BPK sedikit merubah metode pemeriksaannya tidak dengan bertatap muka.  

"Dikarenakan Kantor kami telah kami tutup, dan kami menunggu anjuran dari pemerintah pusat dan ternyata kemarin malam kami dapat laporan untuk bekerja dirumah diperpanjang sampai dengan tanggal 14 April mendatang, maka bisa dilakukan kerja kita lewat teleconference, Sedangkan data-datanya nanti bisa dikirim via email.," terangnya

Kita berharap, semoga wabah covid-19 ini segera berakhir, dan kita semua bisa beraktivitas kembali normal untuk membangun negara Indonesia khususnya Jawa Tengah dan Kabupaten Brebes. Sehingga BPK pun dapat menerapkan prosedur pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Teleconference didampingi Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT, Inspektorat Drs Sri Teguh Pambudi MM, Kepala Baperlitbangda Drs Edi Kusmartono MSi, Kepala BPPKAD DR Angkatno MPd, serta Sekretaris BPPKAD, dan beberapa Kepala Dinas terkait lainnya.  (Suprapto/Wasdiun).

Pada tanggal Sel, 31 Mar 2020 20.20, Dinkominfotik Brebes <humasbrebes@gmail.com> menulis:
Pemerintah Kabupaten Brebes bersama  Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan Penyemprotan Disinfektan Massal, guna tekan penyebaran Virus Corona (Covid-19) di sejumlah fasilitas umum dan jalan di Kabupaten Brebes.

Sebelum penyemprotan, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH memimpin apel gelar pasukan di halaman Polres Brebes, Selasa (31/3).

"Alkhamdulillah siang ini, bersama jajaran Forkopimda, kita bersama-sama akan melakukan penyemprotan disinfektan massal ke lapangan," ucap Idza.

Idza menyampaikan, berdasarkan data perkembangan kondisi Kabupaten Brebes, untuk data terpapar virus corona, diantaranya Orang Dalam Pengawasan (ODP) sejumlah 624 orang, Pasien Dalam Pemantauan (PDP) 22 orang, sudah sembuh 10 orang dan 12 lainnya masih dirawat. 

"Hasil uji Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Yogyakarta, 5 orang yang sebelum dinyatakan suspect telah ditetapkan negatif," terangnya.

Kata Idza, penyemprotan massal ini untuk pencegahan agar semua warga terhindar virus corona serta masyarakat Brebes sehat.

"Kami mengerahkan 260 personil, terdiri dari Polri, TNI, BPBD, Dinkes, Satpol PP, Dishub dan dibagi beberapa tim," ucapnya.

Untuk tim, lanjut Idza, ada dua tim disebar. Tim pertama, menyemprot di RSUD Brebes, Stasiun, dan Jalan Pusponegoro RT 03/RW 09. Tim kedua, Alun-alun Brebes, Puskesmas, Jalan Tritura, dan Desa Pulosari RT 01/RW 01.

"Masyarakat yang dalam perantauan untuk tidak mudik, yang sudah pulang agar segera memeriksakan kesehatannya di puskesmas terdekat. Jangan lupa olahraga serta makan makanan sehat. Semoga kita semua terbebas dari virus ini," ajak Idza.

Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto, mengatakan penyemprotan sebelumnya sudah dilakukan, salah satunya dengan TNI dan Pemda, selanjutnya hari ini dilakukan secara serentak.

"Koordinasi juga kami Lakukan kepelosok desa, melalui Polsek bergabung dengan Koramil, juga melakukan penyemprotan serentak," pungkasnya. (Bayu Arfi/Wasdiun)

Pada tanggal Sen, 30 Mar 2020 15.40, Dinkominfotik Brebes <humasbrebes@gmail.com> menulis:
Semangat membasmi virus corona (Covid-19) terus menggelora. Masyarakat diberbagai desa bahu membahu melakukan gerakan kewaspadaan dan pencegahan penularan Virus Corona. Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH didampingi suami DR Warsidin, Camat Brebes Eko Purwanto dan Jajaran Pemerintah Desa Terlangu, Kecamatan Brebes melakukan penyemprotan disinfektan. 
Penyemprotan dilakukan di berbagai tempat seperti Masjid, Mushola, Balai Desa dan perumahan warga. Terlihat, Bupati Brebes ikut menyemprotkan disinfektan di SD Negeri Terlangu 1 Kecamatan Brebes. Bupati melakukan penyemprotan di halaman teras dan ruang kelas SDN Terlangu 01, Senin (30/3).
Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH berharap masyarakat jangan bosan melakukan upaya-upaya nyata  pencegahan Covid-19.  Antara lain dnegan penyemprotan disinfektan di tempat umum dan pemukiman warga, woro woro dan sosialisasi gerakan hidup bersih dan sehat, sehingga warga dapat terlindungi dari bahaya virus corona.
Bupati  mengajak kepada warga agar selalu berdoa semoga wabah virus corona dapat secepatnya berlalu, terselesaikan dan hilang dari muka bumi sehingga kehidupan dapat berjalan normal seperti biasanya.
Selain melakukan penyemprotan disinfektan, Bupati juga meninjau lokasi yang akan digunakan sebagai Posko Pantau dan pemeriksaan atau screening buat warga Desa Terlangu yang baru pulang dari perantauan. 
Kepala Desa Terlangu Happy Agung menjelaskan, posko yang dibangun diperuntukan khusus untuk melakukan Pemeriksaan warganya yang pulang dari perantauan sebelum bertemu dengan keluarga di rumah dan lingkunganya.
“Disini mereka akan di kontrol kesehatanya, di cek suhu tubuh dan dilakukan penyemprotan, dan jika dinyatakan aman baru diperbolehkan pulang kerumah,” ungkap Agung
Bupati Brebes berharap langkah Kepala Desa Terlangu bisa dicontoh desa-desa lain dalam rangka pemantauan warga yang baru datang dari perantauan.  (Yaser Arafat/Wasdiun)

Pada tanggal Rab, 25 Mar 2020 21.20, Dinkominfotik Brebes <humasbrebes@gmail.com> menulis:
Gerakan Pemuda Ansor dan Banser, Bidan Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Karang Taruna, dan Remaja Irmush  Desa Wangandalem, Brebes mengadakan giat aksi Sosialisasi Pencegahan Corona dengan Keliling Desa dan Penyemprotan Desinfektan.

Kegiatan yang digawangi Pemerintah Deaa Wangandalem, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes itu dipimpin langsung Kepala Desa Wangandalem Makmuri Rosidin.

Mereka bergerak melakukan edukasi keliling desa tentang kewaspadaan virus Corona dan gerakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Sasaran penyemprotan desinfektan antara lain Kantor Balai Desa, Masjid dan Musholla, serta beberapa tempat umum lainnya, pada Selasa (24/03)

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut instruksi Bupati Brebes dan Camat Brebes supaya Pemerintahan Desa beserta segenap elemen masyarakat melakukan kegiatan pencegahan persebaran Virus Corona.

Karena masyarakat perlu diberi edukasi (pemahaman) terkait dengan informasi Virus Corona seperti apa, sampai dengan pencegahannya. Sehingga masyarakat tidak panik dalam menghadapi wabah ini dan menjadi paham akan cara yang baik untuk mencegah wabah yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga.

Kepala Desa Wangandalem, Makmuri Rosidin mengatakan semua harus saling bahu membahu dalam menghadapi wabah Virus Corona.

Lebih lanjut lagi Makmuri menegaskan, agar segenap masyarakat desa Wangandalem, agar senantiasa menjaga lingkungan yang bersih, tidak jorok dan kotor. Pola hidup sehat harus menjadi pedoman hidup kita, disamping tetap berikhtiar dan berdoa semoga virus Corona ini tidak sampai di Wangandalem, Brebes.

"Saya instruksikan kepada Ketua RT dan Ketua RW untuk segera membuat jadwal penyemprotan secara bergilir. Supaya perumahan warga juga ikut disemprot disinfektan. Demi menjaga lingkungan dan masyarakat agar terhindar dari Corona," ujar Kades.

Kepala Satkorkel Banser Wangandalem sekaligus Tim Satgas Ansor Cegah Corona Covid 19 desa Wangandalem Yusuf Dzazuki menuturkan, Ansor dan Banser akan  selalu support kegiatan yang berada di Desa Wangandalem, termasuk lawan Korona.

"Ini bagian tugas dari Satgas Ansor," ucapnya.

Dewan Pembina GP Ansor Wangandalem sekaligus Tim Satgas Pencegahan Covid 19 PC GP Ansor Brebes M Muzaqi, mengapresiasi langkah cepat pemerintah desa Wangandalem dalam melakukan pencegahan Covid-19.

"Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Pemdes Wangandalem, GP Ansor Wangandalem, dan segenap unsur yang mau bekerjasama untuk melakukan pencegahan persebaran Corona. Kami menghimbau kepada tim Satgas Wangandalem, untuk segera berkoordinasi dengan Pemdes terkait dengan masyarakat yang baru saja pulang dari luar kota atau dari perantauan. Ini sangat penting, supaya kita bisa sama-sama mengawasi orang tersebut, bilamana terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, maka kita perlu ambil tindakan sebagaimana mestinya. Karena ini sangat penting untuk menekan terjadinya persebaran virus Corona yang datang dari luar," tandasnya. (wsd/topfm)

Sejak Virus Corona (Covid-19) merebak dan penyebarannya telah sampai ke Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Brebes masih negatif virus tersebut. Karena salah satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dinyatakan negatif.
Demikian laporan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti kepada Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo, saat Video Conference koordinasi penanganan pandemi Virus Corona di Kantor Setda Brebes, Selasa (17/3).
"Sampai sekarang Kabupaten Brebes masih negatif, kemarin terdapat dua PDP yang diperiksa, satu dinyatakan negatif. Namun satunya masih menunggu hasil," ucap Idza.
Selain itu, kata Idza, Pemkab Brebes telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tekait kesiapsiagaan penyebaran virus, diantaranya SE Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) yaitu libur sekolah selama 14 hari, SE Sekda Brebes yaitu meniadakan apel dan fingerprint sementara bagi pegawai, serta SE Bupati berupa himbauan masyarakat sudah diedarkan ke tingkat kecamatan sampai RT dan RW.
"Kami juga menangguhkan kegiatan yang bersifat mengumpulkan masyarakat, dan gugus tugas sudah dibentuk, yang diketuai Sekda Brebes," terang Idza.
Untuk rujukan pasien, Idza menunjuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes. Dan 38 Puskesmas juga turut dilibatkan untuk membantu penanganan pasien, bila ada yang terpapar Covid-19.
"Tempat wisata sudah ditutup, pabrik-pabrik yang ada di Kabupaten Brebes sudah kami beri SE, agar melakukan aktifitas sesuai SOP," tambah Idza.
Untuk saat ini, lanjut Idza, Pemkab Brebes masih kesulitan alat pelindung diri karena jumlahnya terbatas, ambulance berkapsul belum ada serta alat pengukur suhu masih sedikit.
Menanggapai laporan Bupati, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberi masukan, untuk segera dirembuk dengan Dinas Kesehatan dan pihak RSUD, yang selanjutnya bisa dikonsultasikan dengan Dinas Kesehatan Provinsi dan akan membantu.
"Untuk hal lainnya bisa disampaikan lewat Whatsapp, tetap jaga selalu kesehatan dan kebersihan," pungkas Ganjar.
Turut hadir Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan serta dinas terkait lainnya. Video Conference yang tersambung dengan 35 bupati dan wali kota se Jawa Tenagah berlangsung dari pukul 09.30 WIB hingga 13.00 WIB. (ba/wsd/topfm)
PROGRAM ACARA UNGGULAN : 05-06 NGAJI PAGI * 06-07 INFO PAGI*07-09 INDONESIA DANGDUT*09-11 LAGU JAWA* 11-13 KENANGAN*13-15 DANGDUT NGETOP*15-17 TREN MUSIK INDO* 19-21 MUSIK TO ORANG MUDA*21-00 TOPREQUEST

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online | WA : 0856 0203 7951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj |085326111234
Email: topfm951@yahoo.co.id