Live Radio Streaming
Tampilkan postingan dengan label Ganjar Pranowo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ganjar Pranowo. Tampilkan semua postingan
Sejak Virus Corona (Covid-19) merebak dan penyebarannya telah
sampai ke Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Brebes masih negatif virus
tersebut. Karena salah satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dinyatakan
negatif.
Demikian laporan Bupati Brebes Hj
Idza Priyanti kepada Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo, saat Video
Conference koordinasi penanganan pandemi Virus Corona di Kantor Setda
Brebes, Selasa (17/3).
"Sampai sekarang Kabupaten Brebes masih
negatif, kemarin terdapat dua PDP yang diperiksa, satu dinyatakan
negatif. Namun satunya masih menunggu hasil," ucap Idza.
Selain
itu, kata Idza, Pemkab Brebes telah mengeluarkan Surat Edaran (SE)
tekait kesiapsiagaan penyebaran virus, diantaranya SE Dinas Pendidikan,
Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) yaitu libur sekolah selama 14 hari, SE
Sekda Brebes yaitu meniadakan apel dan fingerprint sementara bagi
pegawai, serta SE Bupati berupa himbauan masyarakat sudah diedarkan ke
tingkat kecamatan sampai RT dan RW.
"Kami juga menangguhkan
kegiatan yang bersifat mengumpulkan masyarakat, dan gugus tugas sudah
dibentuk, yang diketuai Sekda Brebes," terang Idza.
Untuk
rujukan pasien, Idza menunjuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes. Dan
38 Puskesmas juga turut dilibatkan untuk membantu penanganan pasien,
bila ada yang terpapar Covid-19.
"Tempat wisata sudah ditutup,
pabrik-pabrik yang ada di Kabupaten Brebes sudah kami beri SE, agar
melakukan aktifitas sesuai SOP," tambah Idza.
Untuk saat ini,
lanjut Idza, Pemkab Brebes masih kesulitan alat pelindung diri karena
jumlahnya terbatas, ambulance berkapsul belum ada serta alat pengukur
suhu masih sedikit.
Menanggapai laporan Bupati, Gubernur Jawa
Tengah Ganjar Pranowo memberi masukan, untuk segera dirembuk dengan
Dinas Kesehatan dan pihak RSUD, yang selanjutnya bisa dikonsultasikan
dengan Dinas Kesehatan Provinsi dan akan membantu.
"Untuk hal lainnya bisa disampaikan lewat Whatsapp, tetap jaga selalu kesehatan dan kebersihan," pungkas Ganjar.
Turut
hadir Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan
serta dinas terkait lainnya. Video Conference yang tersambung dengan 35
bupati dan wali kota se Jawa Tenagah berlangsung dari pukul 09.30 WIB
hingga 13.00 WIB. (ba/wsd/topfm)
Setelah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki
Hadimuljono, kini giliran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau
tanggul yang jebol di Sungai Babakan, Ketanggungan, Kabupaten Brebes.
Dalam kunjungannya, gubernur tiba di Koramil Ketanggungan menanyakan lokasi tanggul yang jebol serta kondisi tanggul yang sedang diperbaiki. Selain itu, Ganjar juga memberikan masukan kepada Pemerintah Kabupaten Brebes untuk mengantisiapsi banjir dengan menanam pohon atau reboisasi.
Melalui instruksi tersebut, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, segera mengambil tindakan yaitu penaman pohon yang rencananya akan dilakukan besok setelah kegiatan gerak jalan HUT ke 342 Kabupaten Brebes.
"Rabu besok, kita akan melaksanakan perintah gubernur, menaman pohon di desa-desa rawan banjir untuk mencegah banjir terjadi lagi," ucap Idza saat meninjau tanggul sungai Desa Cikeusal Lor, Ketanggungan, Selasa (14/1).
Dikatakan Idza, rute gerak jalan akan diubah yang sebelumnya dipusatkan di Rest Area Banjaratma, besok diubah ke Kecamatan Ketanggungan melewati desa terkena banjir, terutama Cikeusal untuk penanaman pohon.
Selain penanaman pohon, Ganjar memberi masukan untuk membentuk tim Jaga Kali untuk mengantisipasi kerusakan tanggul sungai yang jadi penyebab utama banjir di beberapa wilayah di Jawa Tengah. Tim tersebut melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai, Pemprov dan Pemkab ataupun Pemerintah Kota.
"Tanggul ini jangan dicangkul dan diotak-atik untuk apapun. Jangan ditanami, jangan bikin pintu air dan jangan ngambil air dengan membuat gorong-gorong. Ini harus kita rawat. Karena begitu ini rentan jika curah air hujan tinggi akan langsung dihajar. Kita bentuk tim Jaga Kali untuk patroli," kata Ganjar.
Untuk itu, lanjut Ganjar, tim Jaga Kali mesti segera dan sesering mungkin melakukan patroli untuk mengecek apakah ada kemungkinan kerusakan tanggul atau tidak.
"Kita perlu sosialisasi dan patroli jaga kali. Kenapa? Air mesti kita jaga terus dan semua menggunakan. Tapi selalu saja ada daerah rawan yang di situ perlu tanda peringatan dan sesekali ada patroli apakah di situ ada gangguan atau tidak," ucapnya.
Untuk jangka panjang, Ganjar mengatakan dari pemerintah pusat hingga daerah saat ini terus menggalakkan penanaman massal di hulu. (BA/WSD/TOPFM)
Dalam kunjungannya, gubernur tiba di Koramil Ketanggungan menanyakan lokasi tanggul yang jebol serta kondisi tanggul yang sedang diperbaiki. Selain itu, Ganjar juga memberikan masukan kepada Pemerintah Kabupaten Brebes untuk mengantisiapsi banjir dengan menanam pohon atau reboisasi.
Melalui instruksi tersebut, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, segera mengambil tindakan yaitu penaman pohon yang rencananya akan dilakukan besok setelah kegiatan gerak jalan HUT ke 342 Kabupaten Brebes.
"Rabu besok, kita akan melaksanakan perintah gubernur, menaman pohon di desa-desa rawan banjir untuk mencegah banjir terjadi lagi," ucap Idza saat meninjau tanggul sungai Desa Cikeusal Lor, Ketanggungan, Selasa (14/1).
Dikatakan Idza, rute gerak jalan akan diubah yang sebelumnya dipusatkan di Rest Area Banjaratma, besok diubah ke Kecamatan Ketanggungan melewati desa terkena banjir, terutama Cikeusal untuk penanaman pohon.
Selain penanaman pohon, Ganjar memberi masukan untuk membentuk tim Jaga Kali untuk mengantisipasi kerusakan tanggul sungai yang jadi penyebab utama banjir di beberapa wilayah di Jawa Tengah. Tim tersebut melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai, Pemprov dan Pemkab ataupun Pemerintah Kota.
"Tanggul ini jangan dicangkul dan diotak-atik untuk apapun. Jangan ditanami, jangan bikin pintu air dan jangan ngambil air dengan membuat gorong-gorong. Ini harus kita rawat. Karena begitu ini rentan jika curah air hujan tinggi akan langsung dihajar. Kita bentuk tim Jaga Kali untuk patroli," kata Ganjar.
Untuk itu, lanjut Ganjar, tim Jaga Kali mesti segera dan sesering mungkin melakukan patroli untuk mengecek apakah ada kemungkinan kerusakan tanggul atau tidak.
"Kita perlu sosialisasi dan patroli jaga kali. Kenapa? Air mesti kita jaga terus dan semua menggunakan. Tapi selalu saja ada daerah rawan yang di situ perlu tanda peringatan dan sesekali ada patroli apakah di situ ada gangguan atau tidak," ucapnya.
Untuk jangka panjang, Ganjar mengatakan dari pemerintah pusat hingga daerah saat ini terus menggalakkan penanaman massal di hulu. (BA/WSD/TOPFM)
Brebes – Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP, didampingi Forkopimda Kabupaten Brebes mengunjungi lokasi terdampak banjir akibat jebolnya 4 titik tanggul Sungai Babakan di Desa/Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Selasa (14/1/2020).
Diketahui, kunjungan kerja Gubernur ini untuk melihat dari dekat sejauh mana penanganan kerusakan tanggul yang jadi penyebab utama banjir di beberapa wilayah Jawa Tengah, termasuk kinerja Poskonya.
Di Ketanggungan Brebes, Posko penanganan banjir Sungai Babakan dipusatkan di Makoramil 15 Ketanggungan Kodim 0713 Brebes. Di tempat ini juga didirikan Dapur Umum (DU) BPBD serta tempat mangkalnya mobil ambulan untuk pelayanan medis.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menargetkan pekerjaan peninggian tanggul dan normalisasi Sungai Babakan sepanjang kurang lebih 14 kilometer yang akan dikerjakan dalam waktu 10 hari. Ini disampaikannya saat kunjungannya beberapa hari yang lalu di tempat yang sama (12/1).
Langkah ini ditempuh karena banjir telah merendam setidaknya 5 desa pada Rabu (8/1) lalu. Sedangkan 2 hari sebelumnya (6/1), banjir juga terjadi akibat limpasan air Sungai Babakan, akibat debit air yang melimpah dari hulu sungai.
Setelah dari Posko, Ganjar selanjutnya meninjau ke Desa Cikeusal Lor, dimana sepanjang kurang lebih 700 meter belum memiliki tanggul sehingga di titik ini juga menjadi pemicu meluapnya air ke pemukiman warga.
“Selain faktor tanggul, sedimen di Sungai Babakan inilah yang mengakibatkan banjir kemarin. Setelah pekerjaan tanggul dan pengerukan Sungai Babakan, maka akan dilanjutkan penanaman pohon,” jelasnya.
Ganjar juga menekankan kepada seluruh elemen yang hadir, agar memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak mengambil tanah di tanggul untuk pembuatan batu bata sehingga nantinya akan merusak tanggul dan banjir kembali. Pun dengan membuat pintu air dan sodetan/gorong-gorong pembuangan air.
Termasuk pengawasan terhadap pohon yang nantinya ditanam, jangan sampai ada warga yang mencabut dan menebangnya. Pasalnya, fungsinya adalah untuk menguatkan tanggul.
Ia juga menginstruksikan Forkopimda agar segera membentuk Tim Jaga Kali untuk pengawasan ini, termasuk dengan melibatkan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Cimanuk-Cisanggarung, Muspika dan Pemdes setempat untuk melakukan patroli apakah ada kemungkinan kerusakan tanggul atau tidak.
“Saya mohon tanggul yang sedang diperbaiki agar dijaga dengan baik. Semua ikut merawat dan mengawasi,” imbuhnya.
Ganjar juga berpesan kepada jajaran Forkopimda (Bupati, Dandim dan Kapolres), agar bersinergi dalam penanggulangan bencana.
“Kekurangan apa saja disini silahkan disampaikan disini mumpung ada Bupati dan Dandim,” tandasnya.
Tak lupa ia mengapresiasi respon cepat Kementerian PUPR yang terjun langsung ke lokasi, BBWS, Bupati, Dandim dan Kapolres, di hadapan media. Tampak orang nomor satu di Jateng ini mendapatkan paparan singkat dari pihak BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Dr. Ir. Happy Mulya, SE, serta Forkopimda dan dinas terkait.
Diketahui sebelumnya (13/1), Ganjar juga mengecek langsung pembuatan tanggul semi permanen di Sungai Tuntang di dua titik, Desa Trimulyo Guntur, Kabupaten Demak dan juga di Kabupaten Pati. (Aan/topfm)
Diketahui, kunjungan kerja Gubernur ini untuk melihat dari dekat sejauh mana penanganan kerusakan tanggul yang jadi penyebab utama banjir di beberapa wilayah Jawa Tengah, termasuk kinerja Poskonya.
Di Ketanggungan Brebes, Posko penanganan banjir Sungai Babakan dipusatkan di Makoramil 15 Ketanggungan Kodim 0713 Brebes. Di tempat ini juga didirikan Dapur Umum (DU) BPBD serta tempat mangkalnya mobil ambulan untuk pelayanan medis.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menargetkan pekerjaan peninggian tanggul dan normalisasi Sungai Babakan sepanjang kurang lebih 14 kilometer yang akan dikerjakan dalam waktu 10 hari. Ini disampaikannya saat kunjungannya beberapa hari yang lalu di tempat yang sama (12/1).
Langkah ini ditempuh karena banjir telah merendam setidaknya 5 desa pada Rabu (8/1) lalu. Sedangkan 2 hari sebelumnya (6/1), banjir juga terjadi akibat limpasan air Sungai Babakan, akibat debit air yang melimpah dari hulu sungai.
Setelah dari Posko, Ganjar selanjutnya meninjau ke Desa Cikeusal Lor, dimana sepanjang kurang lebih 700 meter belum memiliki tanggul sehingga di titik ini juga menjadi pemicu meluapnya air ke pemukiman warga.
“Selain faktor tanggul, sedimen di Sungai Babakan inilah yang mengakibatkan banjir kemarin. Setelah pekerjaan tanggul dan pengerukan Sungai Babakan, maka akan dilanjutkan penanaman pohon,” jelasnya.
Ganjar juga menekankan kepada seluruh elemen yang hadir, agar memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak mengambil tanah di tanggul untuk pembuatan batu bata sehingga nantinya akan merusak tanggul dan banjir kembali. Pun dengan membuat pintu air dan sodetan/gorong-gorong pembuangan air.
Termasuk pengawasan terhadap pohon yang nantinya ditanam, jangan sampai ada warga yang mencabut dan menebangnya. Pasalnya, fungsinya adalah untuk menguatkan tanggul.
Ia juga menginstruksikan Forkopimda agar segera membentuk Tim Jaga Kali untuk pengawasan ini, termasuk dengan melibatkan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Cimanuk-Cisanggarung, Muspika dan Pemdes setempat untuk melakukan patroli apakah ada kemungkinan kerusakan tanggul atau tidak.
“Saya mohon tanggul yang sedang diperbaiki agar dijaga dengan baik. Semua ikut merawat dan mengawasi,” imbuhnya.
Ganjar juga berpesan kepada jajaran Forkopimda (Bupati, Dandim dan Kapolres), agar bersinergi dalam penanggulangan bencana.
“Kekurangan apa saja disini silahkan disampaikan disini mumpung ada Bupati dan Dandim,” tandasnya.
Tak lupa ia mengapresiasi respon cepat Kementerian PUPR yang terjun langsung ke lokasi, BBWS, Bupati, Dandim dan Kapolres, di hadapan media. Tampak orang nomor satu di Jateng ini mendapatkan paparan singkat dari pihak BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Dr. Ir. Happy Mulya, SE, serta Forkopimda dan dinas terkait.
Diketahui sebelumnya (13/1), Ganjar juga mengecek langsung pembuatan tanggul semi permanen di Sungai Tuntang di dua titik, Desa Trimulyo Guntur, Kabupaten Demak dan juga di Kabupaten Pati. (Aan/topfm)
Ketika bangsa Cina dan India telah bergerak
menuju bulan, Amerika telah bersiap membangun perumahan di Mars sedangkan
bangsa kita belum mampu untuk itu, maka jangan biarkan biarkan anak-anak kita
hanya jadi penonton atas keberhasilan bangsa lain. Kita harus siapkan mereka,
kita bekali mereka dengan ilmu pengetahuan dan semangat toleran, agar mereka
juga bisa sampai ke Bulan, ke Mars, dan Galaksi lainnya.
Demikian disampaikan Gubernur Jawa Tengah
Ganjar Pranowo dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Bupati Brebes Idza
Priyanti SE MH pada Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Peringatan
Proklamasi Kemerdekaan Ke-74 Republik Indonesia di Alun-alun Brebes, Sabtu
(17/8) kemarin.
Menurut Ganjar, Kita lah yang menanggung
dosa besar jika mereka tertinggal. Kitalah yang menanggung dosa besar jika
mereka diremehkan. Dan Kita juga yang menanggung dosa besar jika mereka
dilecehkan.
Gubernur ganteng berambut perak itu
berharap, Gold Generation harus
benar-benar tercipta di tahun 2040.
Untuk itu, mulai sekarang segala daya upaya, tenaga dan pikiran, jiwa
dan raga kita kerahkan untuk masa depan cemerlang bagi anak-anak kita.
“Kita rebut kembali kejayaan Majapahit,
yang mampu ekspansi ke bagian bumi di Utara,” kata Ganjar sebagaimana diucapkan
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH dengan lantang.
Ganjar juga mewanti-wanti, jangan lagi ada
niatan mengganti ideologi bangsa, jangan lagi ada ungkapan yang membeda
bedakan. Tekad kebersamaan, senasib sepenanggungan itu lah yang terus kita emban
untuk menghadapi tantangan zaman.
“Kita semua bersaudara, maka jangan lagi
ada kata: Ah kamu Batak, ah kamu Irian, ah kamu Bugis, ah kamu Sunda, ah kamu
Madura, ah kamu Jawa,” tuturnya.
Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan
ke-74 RI tingkat Kabupaten Brebes
diikuti berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, Korpri, Satpol PP, Dinas
Perhubungan, Pramuka, Organisasi Kemasyarakatan dan Kepemudaan, Pelajar dan
Mahasiswa.
Bertindak sebagai petugas, Inspektur
Upacara Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Kapten Inf Agus Sulistyo
(Komandan Upacara), Kapten Inf Kunpriyanto (Perwira Upacara). Untuk pembaca
Undang Undang Dasar 1945 Pamor Wicaksono, Komandan Kompi Paskibraka adalah
Danramil Losari Kapten Inf Sutarno, Komandan Pasukan 17 Caisar Nurazni Pamungkas
(siswa SMA Negeri 1 Larangan), Pembawa Bendera Merah Putih Tanza Indriyanti
(siswi SMA Negeri 1 Tanjung), Pembentang Bendera Anggriawan Rizqi Mulia
Ramadhan (Siswa SMA Negeri 1 Tanjung), Pengerek Bendera Burhanudin (siswa SMA
Negeri 1 Bulakamba) dan Mohammad Ardi Wiyanto (Siswa SMA Negeri 2 Brebes). (YA/wsd/topfm).







