Live Radio Streaming
Tampilkan postingan dengan label IPNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPNU. Tampilkan semua postingan
Pimpinan Cabang (PC)
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama
(IPPNU) Kabupaten Brebes bertekad turut serta mensukseskan program Gerakan
Kembali Bersekolah (GKB). GKB yang membutuhkan uluran tangan dari seluruh
komponen masyarakat tersebut, maka pelajar NU dari berbagai tingkatan akan
terjun bersama-sama mensukseskan GKB.
Pernyataan tersebut
disampaikan Ketua PC IPNU Brebes Dwi Satrio saat audiensi dengan jajaran Dinas
Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes, Jumat (26/7).
“Dari tingkatan ranting
hingga PC, kami siap mendata, mengajak hingga mendampingi anak-anak Brebes yang
tidak sekolah atau putus sekolah agar bisa kembali bersekolah,” ujar Satrio.
Meraih pendidikan yang
tinggi, kata Satrio, menjadi cita cita utama para pelajar NU dalam meniti
kehidupan di dunia baik formal maupun non formal. Jadi ketika ada warga Brebes
yang tidak bisa sekolah menjadi keprihatinan bersama.
Selain menyampaikan tekad
mensukseskan GKB, berkaitan maraknya radikalisme di kalangan pelajar juga
disampaikan Satrio. Tidak sedikit pelajar yang sudah terpapar paham
radikalisme, maka dibutuhkan pendampingan khusus atau pengawalan kepada
pelajar. IPNU di setiap jenjangnya telah berupaya melakukan kontra narasi.
“Karena persoalan ini
tidak bisa dilawan oleh seorang saja atau satu lembaga saja, maka langkah
bersama akan lebih cepat mengurangi dan mengentaskan paham radikalisme di
kalangan pelajar,” ucapnya.
Maraknya kenakalan remaja
dan tawuran pelajar juga menjadi sorotan IPNU-IPPNU Brebes. Satrio
mengungkapkan, kalau kenakalan remaja dan tawuran pelajar di Brebes juga kerap
terjadi. Kata Satrio, penyebabnya antara lain kurangnya pengawasan dari sekolah
dan orang tua sendiri. Untuk itu, Dindikpora harus mengambil langkah langah
strategis untuk meminimalisir terjadinya kenakalan dan tawuran.
“Kami mengajak Dindikpora
untuk menjalin kerjasama ke dalam tiga hal tersebut,” ungkap Satrio.
Audiensi IPNU-IPPNU Brebes
di ruang Meeting Dindikpora Kab Brebes diterima Sekretaris Dindikpora Ujang Puri didampingi Kabid Dikdas Rojat dan Kasi Kurikulum Aditya dan pejabat
lainnya.
Sekdin Dikpora Ujang Puri menyambut
baik kunjungan dari PC IPNU-IPPNU Brebes. Dia menyepakati apa yang menjadi
keinginan pelajar NU dan memberikan dorongan dan motivasi kepada seluruh
pelajar baik yang tergabung dalam organisasi pelajar NU maupun pelajar lain di sekolah.
Pihak Dindikpora
menyampaikan dengan tegas, siap membantu dan bekerja sama dengan siapapun demi
kemajuan Brebes, termasuk dari pelajar NU. Ujang meminta agar IPNU-IPPNU menindaklanjuti
hasil dari audiensi, yakni progam pencegahan radikalisme, kenakalan remaja dan
Gerakan Kembali Bersekolah. (wsd/topfm)
Gali Potensi Atlet,
Pelajar NU Ketanggungan Gelar Futsal
Sebagai upaya menggali
potensi dibidang olahraga futsal, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Putra
Nahdlatul Ulama (IPNU) Ketanggungan Brebes menggelar Turnamen Futsal. Dengan turnamen
ini, diharapkan bibit bibit unggul dari pelajar dan santri NU akan tumbuh
dengan sendirinya. Sehingga bisa menghasilkan atlet Futsal profesional.
"Adanya turnamen
futsal, disamping menyemarakan Hari lahir (harlah) ke-65 IPNU juga sebagai upaya
menggali potensi pelajar dan santri NU dibidang olahraga Futsal,” tutur Pembina
IPNU Ahmad Fauzan El Azizi di sela pertandingan final Futsal di lapangn AD
Futsal Arena, Ketanggungan, Minggu (10/3).
Sebagaimana tahun lalu,
lanjutnya, kader IPNU Ketanggungan juga ada yang masuk squad Liga Santri
Nusantara Region Jateng 3. Walaupun hanya Runner-Up karena kalah difinal regional,
setidaknya bisa menggugah talenta mereka. Untuk itu, bakat dan kemampuan pelajar
dan santri Ketanggungan perlu diasah terus dengan mengadakan turnamen futsal maupun
sepak bola.
Ketua PAC IPNU Ketanggungan
Akbar Wibawa menambahkan, pelajar NU tidak hanya mahir dalam bidang pengajian,
sholawatan, istighosah, maulidan, manaqib dan kegiatan islami lainnya. Pelajar
NU juga memiliki kemampuan sebagai atlet guna menguatkan dan meningkatkan jiwa sportifitas.
Ketua Panitia Abdul
Wahab menjelaskan, Turnamen diikuti 32 tim berasal dari Ranting IPNU, pimpinan
Komisariat, Pesantren dan Madrasah Diniyah.
Setelah melalui
pertarungan yang melelahkan, akhirnya juara 1 diraih ranting IPNU Cikeusal Lor,
Juara 2 ranting IPNU Ketanggungan 2, dan juara 3 anak ranting Rimpak-Kubangjati.
Para juara mendapatkan piagam, piala dan sejumlah uang pembinaan. (wsd/topfm)





