RADIO SINGOSARI TOPFM || 95.1 MHz ||MORE THAN JUST RADIO ||INSPIRING RADIO ||

Live Radio Streaming


KLIN MORE PLAYER
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
http://www.topfm951.net/2020/02/era-industrialisasi-pelajar-brebes.html#more

Menghadapi era industrialisasi di Kabupaten Brebes, para pelajar Brebes harus mahir berbahasa Inggris. Pasalnya, Kabupaten Brebes akan banyak didatangi turis asing yang tentunya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional. Juga dalam bekerja didunia industri banyak berinteraksi dengan masyarakat dunia yang berkomunikasi dengan bahasa Inggris.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes melalui Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Rojat SPd MPd saat membuka Lomba Pidato Bahasa Inggris tingkat SMP se Kabupaten Brebes di SMP An Nuriyah Bumiayu, Kamis (20/2)
.
“Tantangan jaman ke depan lebih berat, khususnya dalam berkomunikasi sehingga siswa sejak dini harus bisa menggunakan Bahasa Inggris secara aktif,” ujar Rojat.
Untuk bisa berbahasa asing, tidak bisa seperti membalikan telapak tangan. Tetapi harus melalui proses latihan yang terus menerus. Termasuk lomba pidato bahasa Inggris ini, semoga menjadi bekal kemahiran para siswa untuk bisa berbahasa Inggris secara aktif.
Ketua Panitia Lomba Aditya Perdana SE MSi menjelaskan, lomba diikuti 40 pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten brebes. Lomba dibagi menjadi dua kategori yaitu kategori putra dan kategori putri. Jumlah peserta untuk kategori putra sebanyak 15 Siswa dan untuk Kategori Putri sebanyak 33 Siswi.
Setelah melalui tahapan seleksi yang cukup ketat, akhirnya Allefra Kautsar Devandra dari SMP Negeri 2 Brebes berhasil meraih juara 1 untuk kategori Putra dengan nilai 273. Sedangkan untuk kategori Putri diraih Arni Sastra Negara dari SMP Negeri 1 Bantarkawung dengan nilai 267,5.
Kategori putra juara 2 Abhinaya Naghamal I dari SMP N 1 Bumiayu (263) dan juara 3 Erzy Meinanda (SMP N 1 Salem (262). Untuk kategori putri juara 2 Lisana Sidqin Aliyya dari SMP N 2 Jatibarang (263,5) dan juara 3 Risqi Widia Astuti dari SMP N 3 Larangan (263). (Humas Dindikpora/dien/Wsd/topfm)

Melihat masih banyak remaja yang belum bisa baca tulis Al Qur’an, menjadi keprihatinan bagi Keluarga Besar SMP An Nuriyyah Bumiayu. Untuk itu, didirikan Griya Quran, sebagai tempat untuk mendidik secara khusus siswa-siswinya benar benar bisa memahami, menguasai dan mengerti Al Quran.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH meresmikan berdirinya Griya Quran disela peringatan Milad ke-42 SMP An Nuriyyah Bumiayu, Selasa (28/1).

Idza secara khusus mengapresiasi apa yang dilakukan keluarga besar SMP An Nuriyyah Bumiayu. Menurut Bupati langkah tersebut patut dicontoh dan ditiru di tempat-tempat lain.
“Remaja harus dibekali ilmu agama sejak dini, salah satunya tentang Al Qur’an sebagai benteng diri agar mereka tidak mudah terjerumus hal-hal negatif,” ujar Idza. 

Bupati menekankan pada Guru Agama, Tokoh Agama, Ustad dan Kyai untuk mendorong lebih keras lagi pembelajaran Al Quran diberikan sedini mungkin. Apalagi, masih banyak remaja yang tidak bisa bahkan tidak mengerti sama sekali tentang bagai mana cara membaca Al Qur’an. 

Termasuk, meminta tolong kepada para  guru disekolah, khususnya SMP An Nuriyyah.

Sebagaimana disampaikan Kepala SMP An Nuriyyah Bumiayu Ir Imamudin Amaith MM menyampaikan  alasanya mendirikan Griya Qur’an. Salah satunya adalah rasa keprihatin saat menjumpai beberapa siswanya, terutama yang baru masuk tidak tahu sama sekali cara membaca Al Qur’an.
“Jangankan hafal, bisa membaca hurufnya aja tidak,” ujar Imamudin. 

Sehingga menurut Imamudin Amaith perlu adanya tempat pembelajaran kusus untuk mempelajari dan memahami Al Quran bagi para siswa siswinya.
Selain peresmian Griya Quran,  dalam kesempatan tersebut juga diselenggarakan Pengajian Akbar dalam rangka memperingati milad ke 42 Tahun SMP An Nuriyyah dengan 99 Ustadzah Kondang Mumpuni Handayayekti.

Turut hadir mendampingi Bupati Brebes HIdza Priyanti SE MH, Ibunda Rugayah Ketua Dekranasda H Warsidin, beberapa Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes diantaranya Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga DR Tahroni MPd, Kepala Bagian Penanggulangan kemiskinan Dra Farikhah, Kepala Kantor Kesbangpol Slamet Arjono SH, Camat Bumiayu dan pejabat lainnya. (ys/wsd/topfm)

Dalam rangka mendorong kemampuan menulis di kalangan siswa, SMP Negeri 2 Brebes mengadakan Pelatihan Jurnalistik Selasa (28/1). Pelatihan yang ditujukan bagi 60 siswa ini digelar di ruang serba guna dengan menghadirkan narasumber Kabid Komunikasi dan Kehumasan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Brebes, Lusiana Indira Isni, S.Sos, M.Ikom dan wartawan  Suara Merdeka Bayu Setiawan, ST.
Saat membuka pelatihan, Kepala SMP Negeri 2 Brebes Murtadho menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat memberikan motovasi bagi siswa untuk menuangkan karya tulisnya. Bukan hanya berupa karya tulis yang serius tapi bisa juga berupa puisi maupun karya-karya fiksi. “kalian tahu, salah satu perempuan terkaya di Inggris, JK Rowlings mendapatkan kekayaannya dari hasil menulis fiksi terkenal di dunia yakni serial Harry Potter. Saya harap nantinya anak-anak dapat mengahsilkan karya-karya yang mendunia seperti itu. Untuk itu, seraplah ilmu-ilmu dalam dunia tulis-menulis antara lain dari kegiatan semacam ini.”
Sementara itu, Lusi membagikan pengalamannya yang telah akrab dengan dunia jurnalistik sejak duduk di bangku SMP, dimana dia menjadi salah satu pengurus mading dan hingga kini masih sesekali mengirimkan tulisan di media massa. “ketrampilan menulis itu adalah hal yang perlu terus diasah dengan latihan. Caranya ya dengan banyak dan sering menulis. Bisa dengan mengisi mading, atau dikirimkan ke media massa. Terlebih SMP Negeri 2 Brebes ini telah memiliki media sendiri berupa majalah Prestasi Spendabes. Media ini harus dimanfaatkan sebagai ajang mengasah kemampuan siswa dalam dunia jurnalistik.” Tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, seorang siswa bernama Alfiya bertanya bagaimana agar bisa menjadi penulis yang baik dan benar. Untuk itu Lusi memberikan tips yakni tulisan harus selalu berdasarkan fakta, “karena bahkan tulisan fiksi pun membutuhkan riset sebelumnya” dan yang kedua adalah teruslah menulis. “ibarat berlian yang diasah dari bongkahan tanah, ketika terus diasah baru terlihat sisi mengkilapnya”
Selain memberikan motivasi, Lusi juga Materi yang diberikan, antara lain berupa motivasi anak untuk gemar menulis, teori menulis berita, bahasa jurnalistik dan sekaligus praktik membuat berita. Bahkan dia menjanjikan hadiah bagi dua peserta dengan hasil tulisan terbaik. Ya, para peserta pelatihan diminta untuk membuat berita mengenai pelatihan jurnalistik tersebut dan mengirimkan pada narasumber untuk dinilai. (otz/topfm)

Terkait Tugas Mandiri mata pelajaran kepemimpinan apa saja yang ditanyakan Maydhika Arya Difayana siswa SMA Taruna Nusantara Magelang saat ketemu Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH?

Dhika, demikian panggilan akrabnya, datang ke Pendopo Kabupaten Brebes selain silahturahmi juga mewawancarai Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH, Kamis (2/1).

Dia merupakan siswa SMA Taruna Nusantara Magelang kelas X Asal Kabupaten Brebes. Untuk memenuhi tugas belajarnya, dia harus melakukan wawancara dengan pemimpin diseluruh Indonesia, termasuk para kepala-kepala daerah.

Dhika mengaku bangga bisa berkesempatan mewawancarai seorang Bupati Brebes.
“Jujur, saya sangat bangga bisa wawancara Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH secara langsung. Beliau menerima saya dengan baik, semua pertanyaan yang saya ajukan juga dijawab semua dengan jelas,” papar remaja kelahiran Brebes 25 Mei 2014 tersebut.

Dhika menanyakan seputar pengalaman Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH, selama menjabat sebagai bupati Brebes. Juga suka duka dalam menjalani tugas sebagai kepala daerah serta nasehat dan harapan untuk Generasi Muda Kabupaten Brebes kedepan.

Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH merasa senang karena warganya ada lagi yang bersekolah di SMA Taruna Nusantara. Hal itu dianggap sebagai suatu prestasi, mengingat sekolah tersebut adalah sekolah yang telah banyak mencetak para pemimpin di negeri ini.

Menurut Idza, SMA Taruna Nusantara adalah sekolah Menengah Tingkat Atas yang ada di Magelang yang sudah dikenal karena konsep pembangunan karakter yang memberi penekanan pada nilai-nilai kejuangan, kebangsaan dan kebudayaan.

Filosofi pendidikan di SMA Taruna Nusantara adalah terpadunya tiga aspek yaitu prestasi akademik, kesamaptaan jasmani, dan kepribadian.

“Saya hafal filosofi SMA TN, wong anak saya juga sekolah disitu,” sambut Idza sambil tersenyum

Sementara Mia Andini, ibu dari Maydhika Arya Difayana yang ikut hadir mendampinginya mengucapkan banyak terimakasih kepada Bupati Brebes beserta jajaranya yang telah bersedia menerima anaknya dengan baik. Dan sebagai orang tua, Ia berharap kedepan buah hatinya tersebut bisa menjadi orang yang sukses, tercapai apa yang dicita-citakan dan akan selalu membanggakan orang tua, berguna bagi nusa, bangsa dan agama. (ya/wsd/topfm)

Belasan siswa dari tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) Oisca Academy Hamamatsu Jepang, melakukan kunjungan studi lapangan di Kabupaten Brebes. Kedatangan belasan siswa dari Jepang ini, merupakan salah satu program sekolahnya untuk mengetahui pengembangan Observasi Pantai di Organization for Industrial and Cultural Advancement (OISCA) yang berada di wilayah Kabupaten Brebes.
Sebanyak 16 siswa bersama dua Shinsenya (guru) pendamping diterima langsung Bupati Idza Priyanti SE MH di Pendopo Kabupaten Brebes, Senin (9/12).
Direncanakan, mereka akan berada di Brebes selama 3 hari ( 9-11/12).
Rombongan pelajar Jepang tersebut akan melakukan aktivitas diantaranya melihat penghijauan garis pantai Kabupaten Brebes yang ada di Hutan Mangrove, Dukuh Pandansari, Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes dan Pulau Cemara di Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.
Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH mengucapkan selamat datang kepada seluruh pelajar Jepang dan berharap bisa menikmati segala sesuatu yang ada di Kabupaten Brebes, terutama keindahan alam dan makanan tradisional yang dimiliki.
“selamat datang di Kabupaten Brebes, jangan lupa nikmati keindahan alam Brebes dan pastikan mencicipi makanan khas yang ada,” ucap Bupati yang diterjemahkan kedalam bahasa Jepang oleh pendamping rombongan.

Miss Suzuki Shinobi, yang mewakili seluruh Pelajar Jepang mengucapkan terimakasih atas sambutan yang diberikan Bupati Brebes secara langsung.
“Terima kasih Ibu Bupati Brebes atas sambutan dan jamuanya” ucap miss Suzuki Shinobi dengan bahasa Indonesia yang belum begitu lancar.

Sementara Oisca Brebes yang diwakili oleh Muhammad Bangit mengatakan, usai diterima langsung oleh Bupati Brebes, rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Pulau Cemara di desa Sawojajar untuk secara bersama sama melakukan praktek langsung penanaman Mangrove. Selanjutnya, menuju Hutan Mangrove  Dukuh Pandansari, Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH, Anggota DPRD Brebes Mashadi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah Drs Edy Kusmartono, Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMDTSP) Ratim, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Brebes Slamet Harjono, Kepala Bagian Penanggulangan kemiskinan Setda Brebes Hj Farikhah serta beberapa Kepala SKPD lainnya. (ys/wsd/topfm)
http://www.topfm951.net/2019/12/tingkatkan-sdm-bupati-gelontorkan-dana.html#more

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH menaruh perhatian penuh pada anak usia sekolah guna peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Wujudnya, dengan menggelontorkan dana pendidikan bagi anak-anak usia sekolah melalui Bantuan sosial Siswa Miskin (BSM), Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) dan Bidikmisi. Setidaknya, warga Brebes bisa menamatkan jenjang SLTA.

“Saya bertekad, seluruh warga masyarakat Brebes bisa mengenyam pendidikan minimal jenjang SLTA, baik itu SMA, SMK maupun MA,” ungkap Idza di ruang kerjanya, Senin (2/12).

Tahun 2019, lanjut Idza, bantuan BSM, GKB dan Bidikmisi sudah disalurkan seluruhnya. Dan untuk tahun berikutnya, akan dianggarkan sesuai dengan kebutuhan. “Tahun 2020, juga dianggarkan kembali dan ada peningkatan,” tuturnya.

“Apalagi, Brebes sudah menjadi Kawasan Industri dan Peruntukan Industri,  maka wajib hukumnya untuk menyediakan Sumber Daya Manusia yang unggul,” terang Idza.

Idza menegaskan, bantuan bagi warga kurang mampu dalam pendidikan selain memberikan kesempatan mengenyam pendidikan, juga agar Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Brebes semakin meningkat. Idza berkeyakinan bahwa semua warga Brebes menginginkan pendidikan yang tinggi, namun ada yang terbentur persoalan ekonomi. Sehingga pemerintah harus hadir.

Idza juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperhatikan pendidikan anak-anaknya dan juga ikut peduli dengan warga sekitarnya untuk dilaporkan bila tidak mampu bersekolah. Sehingga anak-anak Brebes tidak putus sekolah dan mau kembali bersekolah.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes Dr Tahroni menegaskan, dalam membangun SDM Brebes institusinya bertanggung jawab untuk keberlangsungan pendidikan masyarakat Brebes.  

Seperti program BSM misalnya, kata Tahroni, bertujuan untuk menghilangkan halangan siswa miskin bersekolah. Bantuan ini memberi jaminan kepada siswa miskin memperoleh akses pelayanan pendidikan yang layak, mencegah putus sekolah, menarik siswa miskin untuk kembali bersekolah, membantu siswa memenuhi kebutuhan dalam kegiatan pembelajaran.

“Dengan sekolah, bisa memutus rantai kemiskinan yang saat ini dialami orangtuanya,” ucap Tahroni penuh yakin.

Tahun 2019, Bupati telah menggelontorkan anggaran Rp 7,5 yang disalurkan kepada 25.000 siswa miskin yang tersebar di 149 sekolah. Dengan rincian SMA 5.383 siswa, SMK 17.016 siswa dan MA 2.601 siswa. Masing-masing siswa mendapatkan Rp 300 ribu pertahunnya.

Selanjutnya, Anak Tidak Sekolah (ATS) bisa dikembalikan sebanyak 1.395 yang menyebar di 17 kecamatan. Dengan rincian sebanyak 296 untuk jenjang SD/MI, 694 siswa untuk jenjang SMP/MTs, dan 405 siswa untuk jenjang SMA/SMK/MA.

“Dana GKB tahun 2019 telah tersalurkan sebesar Rp 1,49 miliar,” ungkapnya.

Sedangkan untuk Bidikmisi, lanjut Tahroni, diperuntukan bagi mahasiswa kurang mampu dengan persyaratan minimal IPK 3,0. Tahun 2019 Bupati telah menggelontorkan Rp 2 miliar untuk 800 Mahasiswa Brebes di 31 Perguruan Tinggi, masing-masing menerima Rp 2,5 juta pertahun. (wsd/topfm)
 http://www.topfm951.net/2019/10/kepala-sekolah-belajar-jurnalistik.html#more
Ratusan Kepala Sekolah SD dan SMP se Kabupaten Brebes dibekali ilmu jurnalistik. Tidak tanggung tanggung, mereka mendapatkan pembekalan dari Redaksi Suara Merdeka, Semarang. Tampak antusias, mereka mengikuti pelatihan yang digelar di aula SMP Negeri 2 Brebes, Senin (7/10).

Pelatihan dibuka Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes DR Tahroni MPd, serta jajaran Perwakilan Suara Merdeka Pantura.

Bupati Idza Priyanti SE MH dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Narjo SH MH mengatakan,  Kepala Sekolah sebagai pemimpin tertinggi di sekolah harus memiliki kemampuan lebih yang dapat menunjang kinerjanya. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki Kepala Sekolah adalah kemampuan menulis.
Bupati juga menyampaikan kiprah Suara Merdeka dalam dunia jurnalistik tidak dapat diragukan lagi. Untuk itu, Bupati berpesan agar Kepala Sekolah selaku Peserta Pelatihan dapat dengan seksama dan serius mendengarkan dan menyimak apa saja yang disampaikan Narasumber.

Kepala Sekolah tidak hanya menjadi leader atau pemimpin bagi Guru dan Murid, tapi lebih dari itu Kepala Sekolah harus pandai mensikapi satu fenomena maupun kejadian yang ada dilingkungan kerjanya.

Wartawan Senior Suara Merdeka Rony Yuwono selaku Narasumber menyampaikan, pada dasarnya semua orang bisa menulis dan membuat sebuah berita. Hanya saja yang menjadi persoalan adalah yang bersangkutan mau atau ogah menulis.

Menurut Rony, sekolah merupakan salah satu sumber informasi dan berita. Sehingga tidak jarang sekolah sekolah sering di datangi wartawan maupun yang hanya mengaku ngaku sebagai wartawan.

Dengan pembekalan jurnalistik, kata Rony,  Kepala Sekolah akan memahami seluk beluk tentang dunia jurnalistik yang di dalamnya termasuk cara mengenali wartawan sungguhan dengan oknum yang hanya mengaku ngaku sebagai wartawan.

Rony menandaskan, dengan dikuasainya ilmu jurnalistik, para Kepala Sekolah, bisa menulis sendiri berita yang ada di lingkup sekolahnya untuk kemudian bisa dikirimkan ke semua media yang ada. (ys/wsd/topfm)

http://www.topfm951.net/2019/07/anak-pucuk-gunung-pun-jadi-paskibra.html#more

Meski hidup di pucuk Gunung Slamet, tepatnya Desa Banjaran Kecamatan Salem Kabupaten Brebes, Ina Kurniasih terpilih menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Jawa Tengah 2019. Ina menjadi wakil satu satunya dari Kabupaten Brebes yang lolos pada seleksi Paskibraka yang akan bertugas pada 17 Agustus 2019 mendatang.

“Alhamdulillah, berkat doa orang tua dan spirit dari guru dan teman-teman akhirnya saya bisa lolos ke tingkat Jawa Tengah,” ucap Ina saat menghadap Camat Salem Nur Ari HY guna pamitan ke Semarang, di kantor kecamatan setempat, Senin (29/7).

Dara Kelahiran Salem 22 Juni 2003 itu pamit ke Camat, karena akan melaksanakan tugas dan karantina sebagai anggota Paskibraka Provinsi Jawa Tengah, pada 4-21 Agustus 2019 di Semarang.

“Saya mohon pamit dan doakan semoga sukses melaksanakan tugas sebagai Paskibraka Jateng,” ucapnya kalem.

Anak dari pasangan Waryanto dan Tarsah dihadapan camat mengaku bangga tetapi juga mengemban tugas yang berat karena menyangkut nama baik dan prestasi Brebes. Menurutnya, sebagai satu satunya siswi utusan Kabupaten Brebes yang menjadi delegasi Paskibraka Provinsi Jawa Tengah, membutuhkan doa dan spirit lainnya dari masyarakat Kabupaten Brebes.

Siswi  kelas XI MIPA 4 SMA Negeri 1 Salem, menurut penuturan  Pembina Paskibra disekolahnya, cenderung pendiam. Meski demikian  memiliki kecerdasan yang tinggi dan potensi yang baik dalam baris berbaris yang didukung postur tubuh dengan tinggi badan 171 centi meter.

Camat Salem Nur Ari HY,  turut bangga dengan prestasi yang ditorehkan Ina. Ari  berpesan agar Ina tetap menjaga kesehatan, bersemangat dan penuh percaya diri dalam menjalankan tugasnya sebagai Paskibraka Provinsi. Dan jangan lupa senantiasa berdoa agar diberi kemampuan bertugas dengan baik, berjalan lancar dan sukses sesuai harapan.

Semoga pada masa masa yang akan datang,dari Kabupaten Brebes mengirimkan delegasi delegasi lagi ke tingkat provinsi atau bahkan tingkat nasional.

Senada, Waryanto, orang tua Ani yang turut mengantar pamitan mengaku sangat bersyukur dan bangga karena putri ketiganya dapat mengikuti dan lolos menjadi anggota Paskibra Prov Jateng.

“Selaku orang tua, saya merasa bersyukur dan bangga, semoga sukses. Dan kami mohon doa restu seluruh masyarakat Brebes,” pungkas Waryanto yang setiap hari sebagai wiraswastawan. (WSD/TOPFM)
http://www.topfm951.net/2019/07/pelda-m-hakim-ingatkan-siswa-untuk.html#more
Brebes – Pelda M. Hakim mewakili Danramil 07/Bulakamba Kodim 0713/Brebes menjadi inspektur upacara di SMP Negeri 2 Bulakamba. Senin (22/07/19).
Pada kesempatannya, Pelda M. Hakim menyampaikan sambutan sekaligus amanat kepada seluruh siswa yang hadir dalam upacara menekankan kembali tentang kedisiplinan pelajar di era modern sekarang ini.
“Gadget merupakan tantangan dan juga kebutuhan dimana siswa harus bisa memilah berita di media sosial yang baik dan positif” Sambut M. Hakim.
Rangkaian upacara ini juga ada 335 siswa yang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimana siswa harus mencintai sekolahnya sendiri dan juga wajib cinta kepada Tanah Air Indonesia, Tambahnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Sekolah Sutanto, M.Pd, Bamin Wanwil Koramil Bulakamba Sertu Dulkarim Efendi, Guru dan Staf Karyawan serta siswa-siswi SMPN 2 Bulakamba sejumlah 895 orang.

“Saya sangat senang dan bangga karena kehadiran dari TNI masuk di kegiatan MPLS sekolah kami, karena sosok yang tegas dan kecintaannya kepada Tanah Air tidak diragukan lagi, maka dari itu saya berkeinginan agar siswa-siswi di sekolah ini memiliki hal yang sama, yaitu mereka cinta kepada sekolah, orang tua, guru dan Tanah Air Indonesia” Tutur Sutanto, M.Pd.

Kegiatan MPLS di mulai (15/7) dan hari ini merupakan penutupan kegiatan tersebut. (Utsm/topfm).

http://www.topfm951.net/2019/07/konsen-layani-gkb-brebes-raih-top-99.html#more

Kabupaten Brebes berhasil meraih penghargaan Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2019. Penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) dikarenan Brebes telah membuat inovasi Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) yang telah dicontoh oleh daerah-daerah lain di Indonesia. Penghargaan diserahkan langsung Men PAN-RB Syafruddin kepada Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH di Gumaya Tower Hotel Semarang, Kamis (18/7) malam.
“Alhamdulillah, semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi anak-anak Brebes agar semuanya bisa mengenyam pendidikan setinggi mungkin,” ucap Idza usai menerima penghargaan dengan wajah sumringah.
Menurutnya, Pemkab Brebes telah menunjukkan komitmennya untuk memberikan pelayanan masyarakat yang lebih baik. Terkhusus, menaruh perhatian penuh terhadap kelangsungan pendidikan bagi anak-anak Brebes. Jangan sampai anak Brebes putus sekolah, untuk itu semua pihak harus bersama-sama turut serta mengangkat derajat pendidikan mereka.
“Minimal, anak-anak Brebes mengenyam pendidikan hingga jenjang SLTA,” tandasnya.
Menurutnya, Brebes dipandang telah berhasil menciptakan inovasi pelayanan dasar dalam bidang pendidikan, berupa Gerakan Kembali Bersekolah. Inovasi GKB dirintis sejak 2017 dengan target 1000 anak putus sekolah dan berhasil mengembalikan sebanyak 1.212 anak Kembali Bersekolah.
Di Brebes, lanjutnya, ada 16.874 anak tidak sekolah akibat putus sekolah dan tidak melanjutkan sekolah pada jenjang pendidikan SMP dan SMA. Dan pada akhir tahun 2022, seluruh anak Brebes ditargetkan harus sekolah hingga jenjang SLTA, baik formal maupun non formal.
Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa menjelaskan, Top 99 Inovasi Pelayanan Publik merupakan event yang tidak hanya apresiasi, tetapi juga kolaborasi berbagai instansi pemerintah dalam menciptakan sinergi untuk masyarakat. Sebanyak 99 inovasi ini terpilih dari 3.156 proposal inovasi yang diajukan secara online melalui Sistem Informasi Pelayanan Publik (Sinovik).
Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) jumlahnya terus meningkat dari tahun 2018 yang mencapai 2.824 proposal inovasi.
Peningkatan ini, jelas Diah, tidak hanya kuantitas, tetapi juga dari segi kualitas inovasinya. Sedangkan pemkab/pemkot yang berada di wilayah Jawa Tengah mengikutsertakan 11 inovasi dalam ajang bergengsi ini, termasuk Gerakan Kembali Bersekolah (GKB), Atasi Anak Tidak Sekolah (ATS) milik Kabupaten Brebes sebagai Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019.
Adanya penghargaan ini diharapkan merangsang dan menjadi motivasi bagi semua instansi pemerintah untuk selalu menciptakan inovasi.
Kementerian PANRB sebagai penggerak reformasi birokrasi di bidang pelayanan publik terus mendorong inovasi-inovasi terbaik agar diterapkan secara nasional.
Hadir mendampingi Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Kepala Dindikpora DR Tahroni MPd, Kabid Komunikasi dan Kehumasan Dinkominfotik Lusiana Indira Isni SSos M Ikom, Kabag Organisasi Perangkat Daerah Drs Khaerul Abidin MM. (Spt,wsd/topfm)
http://www.topfm951.net/2019/07/babinsa-koramil-11-paguyangan-sukseskan.html#more

Brebes - Pelaksanaan kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) di sekolah dapat bekerja sama dengan pihak lain. Hal ini dimaksudkan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan dan tercapainya hasil yang optimal.

Kerja sama dengan pihak lain sesuai dengan program dan materi kegiatan Masa PLS bagi siswa baru yang telah disusun oleh Sekolah SMK Ma’arif NU Desa Winduaji, Hal ini telah dilaksanakan oleh panitia masa tahun pelajaran 2019/2020. Rabu (10/7/2019).

Seperti diinformasikan sebelumnya, materi kegiatan masa PLS berkaitan dengan tata tertib siswa, program Extra Kurikuler dan cara belajar, wawasan Kebangsaan, kepramukaan, pengenalan bahaya narkoba disampaikan oleh guru-guru di sekolah serta dari narasumber dari TNI AD.

Materi peraturan baris berbaris (PBB), pihak panitia bekerja sama dengan TNI dari Koramil 11/Paguyangan Kodim 0713/Brebes, ada 2 personil TNI yang melatih materi PBB di bawah pimpinan Danramil 11/Paguyangan Kapten Cpl Harsono, kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari ini bertempat di Kompleks Area SMK Maarif NU.
Jumlah peserta 306 orang. Kata Sertu Alik S., Babinsa Koramil 11/Paguyangan di sela-sela istirahatnya.
Dalam penyampaiannya, Sertu Alik S. memberikan materi PBB dalam bentuk teori dilaksanakan di aula terlebih dahulu, kemudian akan dilanjutkan praktek di lapangan, bertujuan untuk membekali siswa baru dengan keterampilan tentang baris-berbaris dan membentuk sikap mental disiplin sebagai siswa di sekolah, Peserta didik baru SMK Maarif NU Desa Winduaji mengikuti materi dan latihan PBB tersebut dengan serius. Dengan bekal keterampilan PBB ini, siswa dapat menerapkannya di sekolah sehingga tercipta disiplin dalam berbaris.

Disiplin siswa dalam berbaris akan terlihat manakala siswa mengikuti upacara bendera rutin setiap hari Senin maupun upacara hari besar nasional. Sasaran yang lebih jauh adalah peserta didik baru menjadi calon pelaksana upacara bendera di SMK Ma'arif NU Desa Winduaji.(Utsm/topfm)
http://www.topfm951.net/2019/07/350-pelajar-terima-materi-wawasan.html#more

Brebes - Komandan Koramil (Danramil) 05/Losari, Kapten Inf Sutarno memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan Bela Negara pada kegiatan pendidikan dan latihan kepemimpinan pada para pelajar di SMK Annur Karangjunti Kecamatan Losari, Brebes. Rabu (10/7/19).

Kegiatan yang digelar oleh sekolah SMK tersebut bertempat di Aula dengan jumlah siswa 350 orang peserta, Tutur Kapten Sutarno.

Danramil 05/Losari mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter dan kepribadian generasi muda sebagai penerus tongkat estafet pemimpin bangsa dimasa mendatang.

Dengan Wawasan Kebangsaan dan semangat Bela Negara, diharapkan tercipta jiwa Nasionalisme serta rasa Patriotisme yang tinggi sebagai landasan dalam mengemban cita-cita bangsa.

Pada kesempatan itu, Danramil menyampaikan kepada seluruh peserta tentang empat pilar kebangsaan, proxy war, bahaya narkoba yang sedang hangat menjadi perbincangan akhir-akhir ini di media sosial maupun di lingkungan sekitar.

Dengan materi Wawasan Kebangsaan yang telah diberikan, banyak memberikan manfaat bagi para generasi muda sehingga memiliki jiwa dan semangat juang yang tinggi, serta dapat mengisi kemerdekaan RI dengan membangun dan menciptakan masyarakat yang adil makmur dan sentosa. (Utsm/TOPFM)

http://www.topfm951.net/2019/07/gkb-brebes-masuk-99-karya-inovatif.html#more

Kabupaten Brebes berhasil menjadi Nominator Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik. Ajang bergengsi inovasi yang digelar Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) diikuti lebih dari 1500 peserta se Indonesia. Keberhasilan Brebes ditopang atas kesuksesan dalam inovasi program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB).
"Tadi,  Saya mewakili Bupati Brebes untuk presentasi tentang GKB di hadapan 11 juri berlatar belakang berbagai disiplin ilmu dan keahlian," ujar Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT usai presentasi di Kementerian PAN RB,  Jakarta, Selasa (9/7).
Menurutnya, Brebes dipandang telah berhasil menciptakan inovasi pelayanan dasar dalam bidang pendidikan, berupa Gerakan Kembali Bersekolah.
Dipaparkan Djoko, inovasi GKB dirintis sejak 2017 dengan target 1000 anak putus sekolah dan berhasil mengembalikan sebanyak 1.212 anak Kembali Bersekolah.
Di Brebes, lanjutnya, ada 16.874 anak tidak sekolah akibat putus sekolah dan tidak melanjutkan sekolah pada jenjang pendidikan SMP dan SMA. Dan pada akhir tahun 2022, seluruh anak Brebes harus sekolah hingga jenjang SLTA, baik formal maupun non formal.
Berbagai kendala dan kendali dalam pelaksanaan GKB di lapangan, juga di paparkan kepada dewan juri oleh Djoko Gunawan.
Dewan juri sangat terkesan dengan pemaparan yang disampaikan Sekda. Terbukti, mereka memberi dukungan atas langkah Pemkab Brebes dalam inovasi GKB.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperlitbangda) Dr Angkatno menambahkan, usai presentasi, Kabupaten Brebes diharapkan bisa masuk Nominator 45, yang akan digelar di Gumaya Tower Semarang, 18 Juli mendatang.
Turut mendampingi dalam presentasi Kepala Bapperlitbangda Dr Drs  Angkatno SH MPd dan Kabag Organisasi Setda Brebes Drs  Khaerul Abidin MM. (Wsd/topfm)
PROGRAM ACARA UNGGULAN : 05-06 NGAJI PAGI * 06-07 INFO PAGI*07-09 INDONESIA DANGDUT*09-11 LAGU JAWA* 11-13 KENANGAN*13-15 DANGDUT NGETOP*15-17 TREN MUSIK INDO* 19-21 MUSIK TO ORANG MUDA*21-00 TOPREQUEST

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online | WA : 0856 0203 7951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj |085326111234
Email: topfm951@yahoo.co.id