Live Radio Streaming
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Menghadapi era industrialisasi di Kabupaten Brebes, para pelajar Brebes
harus mahir berbahasa Inggris. Pasalnya, Kabupaten Brebes akan banyak
didatangi turis asing yang tentunya menggunakan bahasa Inggris sebagai
bahasa Internasional. Juga dalam bekerja didunia industri banyak
berinteraksi dengan masyarakat dunia yang berkomunikasi dengan bahasa
Inggris.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
(Dindikpora) Kabupaten Brebes melalui Kepala Bidang Pembinaan
Pendidikan Dasar Rojat SPd MPd saat membuka Lomba Pidato Bahasa Inggris
tingkat SMP se Kabupaten Brebes di SMP An Nuriyah Bumiayu, Kamis (20/2)
.
“Tantangan jaman ke depan lebih berat, khususnya dalam berkomunikasi sehingga siswa sejak dini harus bisa menggunakan Bahasa Inggris secara aktif,” ujar Rojat.
.
“Tantangan jaman ke depan lebih berat, khususnya dalam berkomunikasi sehingga siswa sejak dini harus bisa menggunakan Bahasa Inggris secara aktif,” ujar Rojat.
Untuk
bisa berbahasa asing, tidak bisa seperti membalikan telapak tangan.
Tetapi harus melalui proses latihan yang terus menerus. Termasuk lomba
pidato bahasa Inggris ini, semoga menjadi bekal kemahiran para siswa
untuk bisa berbahasa Inggris secara aktif.
Ketua Panitia Lomba Aditya Perdana SE MSi menjelaskan, lomba diikuti 40 pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten brebes. Lomba dibagi menjadi dua kategori yaitu kategori putra dan kategori putri. Jumlah peserta untuk kategori putra sebanyak 15 Siswa dan untuk Kategori Putri sebanyak 33 Siswi.
Setelah melalui tahapan seleksi yang cukup ketat, akhirnya Allefra Kautsar Devandra dari SMP Negeri 2 Brebes berhasil meraih juara 1 untuk kategori Putra dengan nilai 273. Sedangkan untuk kategori Putri diraih Arni Sastra Negara dari SMP Negeri 1 Bantarkawung dengan nilai 267,5.
Kategori putra juara 2 Abhinaya Naghamal I dari SMP N 1 Bumiayu (263) dan juara 3 Erzy Meinanda (SMP N 1 Salem (262). Untuk kategori putri juara 2 Lisana Sidqin Aliyya dari SMP N 2 Jatibarang (263,5) dan juara 3 Risqi Widia Astuti dari SMP N 3 Larangan (263). (Humas Dindikpora/dien/Wsd/topfm)
Ketua Panitia Lomba Aditya Perdana SE MSi menjelaskan, lomba diikuti 40 pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten brebes. Lomba dibagi menjadi dua kategori yaitu kategori putra dan kategori putri. Jumlah peserta untuk kategori putra sebanyak 15 Siswa dan untuk Kategori Putri sebanyak 33 Siswi.
Setelah melalui tahapan seleksi yang cukup ketat, akhirnya Allefra Kautsar Devandra dari SMP Negeri 2 Brebes berhasil meraih juara 1 untuk kategori Putra dengan nilai 273. Sedangkan untuk kategori Putri diraih Arni Sastra Negara dari SMP Negeri 1 Bantarkawung dengan nilai 267,5.
Kategori putra juara 2 Abhinaya Naghamal I dari SMP N 1 Bumiayu (263) dan juara 3 Erzy Meinanda (SMP N 1 Salem (262). Untuk kategori putri juara 2 Lisana Sidqin Aliyya dari SMP N 2 Jatibarang (263,5) dan juara 3 Risqi Widia Astuti dari SMP N 3 Larangan (263). (Humas Dindikpora/dien/Wsd/topfm)
Melihat masih banyak remaja yang belum bisa baca tulis Al Qur’an,
menjadi keprihatinan bagi Keluarga Besar SMP An Nuriyyah Bumiayu. Untuk
itu, didirikan Griya Quran, sebagai tempat untuk mendidik secara khusus
siswa-siswinya benar benar bisa memahami, menguasai dan mengerti Al
Quran.
Bupati
Brebes Hj Idza Priyanti SE MH meresmikan berdirinya Griya Quran disela
peringatan Milad ke-42 SMP An Nuriyyah Bumiayu, Selasa (28/1).
Idza
secara khusus mengapresiasi apa yang dilakukan keluarga besar SMP An
Nuriyyah Bumiayu. Menurut Bupati langkah tersebut patut dicontoh dan
ditiru di tempat-tempat lain.
“Remaja harus dibekali ilmu
agama sejak dini, salah satunya tentang Al Qur’an sebagai benteng diri
agar mereka tidak mudah terjerumus hal-hal negatif,” ujar Idza.
Bupati
menekankan pada Guru Agama, Tokoh Agama, Ustad dan Kyai untuk mendorong
lebih keras lagi pembelajaran Al Quran diberikan sedini mungkin.
Apalagi, masih banyak remaja yang tidak bisa bahkan tidak mengerti sama
sekali tentang bagai mana cara membaca Al Qur’an.
Termasuk, meminta tolong kepada para guru disekolah, khususnya SMP An Nuriyyah.
Sebagaimana
disampaikan Kepala SMP An Nuriyyah Bumiayu Ir Imamudin Amaith MM
menyampaikan alasanya mendirikan Griya Qur’an. Salah satunya adalah
rasa keprihatin saat menjumpai beberapa siswanya, terutama yang baru
masuk tidak tahu sama sekali cara membaca Al Qur’an.
“Jangankan hafal, bisa membaca hurufnya aja tidak,” ujar Imamudin.
Sehingga
menurut Imamudin Amaith perlu adanya tempat pembelajaran kusus untuk
mempelajari dan memahami Al Quran bagi para siswa siswinya.
Selain
peresmian Griya Quran, dalam kesempatan tersebut juga diselenggarakan
Pengajian Akbar dalam rangka memperingati milad ke 42 Tahun SMP An
Nuriyyah dengan 99 Ustadzah Kondang Mumpuni Handayayekti.
Turut
hadir mendampingi Bupati Brebes HIdza Priyanti SE MH, Ibunda Rugayah
Ketua Dekranasda H Warsidin, beberapa Kepala OPD dilingkungan Pemerintah
Kabupaten Brebes diantaranya Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan
olahraga DR Tahroni MPd, Kepala Bagian Penanggulangan kemiskinan Dra
Farikhah, Kepala Kantor Kesbangpol Slamet Arjono SH, Camat Bumiayu dan
pejabat lainnya. (ys/wsd/topfm)
Dalam rangka mendorong kemampuan menulis di kalangan siswa, SMP Negeri 2
Brebes mengadakan Pelatihan Jurnalistik Selasa (28/1). Pelatihan yang
ditujukan bagi 60 siswa ini digelar di ruang serba guna dengan
menghadirkan narasumber Kabid Komunikasi dan Kehumasan Dinas Komunikasi
Informatika dan Statistik Kabupaten Brebes, Lusiana Indira Isni, S.Sos,
M.Ikom dan wartawan Suara Merdeka Bayu Setiawan, ST.
Saat membuka pelatihan, Kepala SMP Negeri 2 Brebes Murtadho menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat memberikan motovasi bagi siswa untuk menuangkan karya tulisnya. Bukan hanya berupa karya tulis yang serius tapi bisa juga berupa puisi maupun karya-karya fiksi. “kalian tahu, salah satu perempuan terkaya di Inggris, JK Rowlings mendapatkan kekayaannya dari hasil menulis fiksi terkenal di dunia yakni serial Harry Potter. Saya harap nantinya anak-anak dapat mengahsilkan karya-karya yang mendunia seperti itu. Untuk itu, seraplah ilmu-ilmu dalam dunia tulis-menulis antara lain dari kegiatan semacam ini.”
Sementara itu, Lusi membagikan pengalamannya yang telah akrab dengan dunia jurnalistik sejak duduk di bangku SMP, dimana dia menjadi salah satu pengurus mading dan hingga kini masih sesekali mengirimkan tulisan di media massa. “ketrampilan menulis itu adalah hal yang perlu terus diasah dengan latihan. Caranya ya dengan banyak dan sering menulis. Bisa dengan mengisi mading, atau dikirimkan ke media massa. Terlebih SMP Negeri 2 Brebes ini telah memiliki media sendiri berupa majalah Prestasi Spendabes. Media ini harus dimanfaatkan sebagai ajang mengasah kemampuan siswa dalam dunia jurnalistik.” Tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, seorang siswa bernama Alfiya bertanya bagaimana agar bisa menjadi penulis yang baik dan benar. Untuk itu Lusi memberikan tips yakni tulisan harus selalu berdasarkan fakta, “karena bahkan tulisan fiksi pun membutuhkan riset sebelumnya” dan yang kedua adalah teruslah menulis. “ibarat berlian yang diasah dari bongkahan tanah, ketika terus diasah baru terlihat sisi mengkilapnya”
Selain memberikan motivasi, Lusi juga Materi yang diberikan, antara lain berupa motivasi anak untuk gemar menulis, teori menulis berita, bahasa jurnalistik dan sekaligus praktik membuat berita. Bahkan dia menjanjikan hadiah bagi dua peserta dengan hasil tulisan terbaik. Ya, para peserta pelatihan diminta untuk membuat berita mengenai pelatihan jurnalistik tersebut dan mengirimkan pada narasumber untuk dinilai. (otz/topfm)
Saat membuka pelatihan, Kepala SMP Negeri 2 Brebes Murtadho menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat memberikan motovasi bagi siswa untuk menuangkan karya tulisnya. Bukan hanya berupa karya tulis yang serius tapi bisa juga berupa puisi maupun karya-karya fiksi. “kalian tahu, salah satu perempuan terkaya di Inggris, JK Rowlings mendapatkan kekayaannya dari hasil menulis fiksi terkenal di dunia yakni serial Harry Potter. Saya harap nantinya anak-anak dapat mengahsilkan karya-karya yang mendunia seperti itu. Untuk itu, seraplah ilmu-ilmu dalam dunia tulis-menulis antara lain dari kegiatan semacam ini.”
Sementara itu, Lusi membagikan pengalamannya yang telah akrab dengan dunia jurnalistik sejak duduk di bangku SMP, dimana dia menjadi salah satu pengurus mading dan hingga kini masih sesekali mengirimkan tulisan di media massa. “ketrampilan menulis itu adalah hal yang perlu terus diasah dengan latihan. Caranya ya dengan banyak dan sering menulis. Bisa dengan mengisi mading, atau dikirimkan ke media massa. Terlebih SMP Negeri 2 Brebes ini telah memiliki media sendiri berupa majalah Prestasi Spendabes. Media ini harus dimanfaatkan sebagai ajang mengasah kemampuan siswa dalam dunia jurnalistik.” Tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, seorang siswa bernama Alfiya bertanya bagaimana agar bisa menjadi penulis yang baik dan benar. Untuk itu Lusi memberikan tips yakni tulisan harus selalu berdasarkan fakta, “karena bahkan tulisan fiksi pun membutuhkan riset sebelumnya” dan yang kedua adalah teruslah menulis. “ibarat berlian yang diasah dari bongkahan tanah, ketika terus diasah baru terlihat sisi mengkilapnya”
Selain memberikan motivasi, Lusi juga Materi yang diberikan, antara lain berupa motivasi anak untuk gemar menulis, teori menulis berita, bahasa jurnalistik dan sekaligus praktik membuat berita. Bahkan dia menjanjikan hadiah bagi dua peserta dengan hasil tulisan terbaik. Ya, para peserta pelatihan diminta untuk membuat berita mengenai pelatihan jurnalistik tersebut dan mengirimkan pada narasumber untuk dinilai. (otz/topfm)
Terkait Tugas Mandiri mata pelajaran kepemimpinan apa saja yang
ditanyakan Maydhika Arya Difayana siswa SMA Taruna Nusantara Magelang
saat ketemu Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH?
Dhika, demikian panggilan akrabnya, datang ke Pendopo Kabupaten Brebes selain silahturahmi juga mewawancarai Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH, Kamis (2/1).
Dia merupakan siswa SMA Taruna Nusantara Magelang kelas X Asal Kabupaten Brebes. Untuk memenuhi tugas belajarnya, dia harus melakukan wawancara dengan pemimpin diseluruh Indonesia, termasuk para kepala-kepala daerah.
Dhika mengaku bangga bisa berkesempatan mewawancarai seorang Bupati Brebes.
“Jujur, saya sangat bangga bisa wawancara Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH secara langsung. Beliau menerima saya dengan baik, semua pertanyaan yang saya ajukan juga dijawab semua dengan jelas,” papar remaja kelahiran Brebes 25 Mei 2014 tersebut.
Dhika menanyakan seputar pengalaman Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH, selama menjabat sebagai bupati Brebes. Juga suka duka dalam menjalani tugas sebagai kepala daerah serta nasehat dan harapan untuk Generasi Muda Kabupaten Brebes kedepan.
Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH merasa senang karena warganya ada lagi yang bersekolah di SMA Taruna Nusantara. Hal itu dianggap sebagai suatu prestasi, mengingat sekolah tersebut adalah sekolah yang telah banyak mencetak para pemimpin di negeri ini.
Menurut Idza, SMA Taruna Nusantara adalah sekolah Menengah Tingkat Atas yang ada di Magelang yang sudah dikenal karena konsep pembangunan karakter yang memberi penekanan pada nilai-nilai kejuangan, kebangsaan dan kebudayaan.
Filosofi pendidikan di SMA Taruna Nusantara adalah terpadunya tiga aspek yaitu prestasi akademik, kesamaptaan jasmani, dan kepribadian.
“Saya hafal filosofi SMA TN, wong anak saya juga sekolah disitu,” sambut Idza sambil tersenyum
Sementara Mia Andini, ibu dari Maydhika Arya Difayana yang ikut hadir mendampinginya mengucapkan banyak terimakasih kepada Bupati Brebes beserta jajaranya yang telah bersedia menerima anaknya dengan baik. Dan sebagai orang tua, Ia berharap kedepan buah hatinya tersebut bisa menjadi orang yang sukses, tercapai apa yang dicita-citakan dan akan selalu membanggakan orang tua, berguna bagi nusa, bangsa dan agama. (ya/wsd/topfm)
Dhika, demikian panggilan akrabnya, datang ke Pendopo Kabupaten Brebes selain silahturahmi juga mewawancarai Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH, Kamis (2/1).
Dia merupakan siswa SMA Taruna Nusantara Magelang kelas X Asal Kabupaten Brebes. Untuk memenuhi tugas belajarnya, dia harus melakukan wawancara dengan pemimpin diseluruh Indonesia, termasuk para kepala-kepala daerah.
Dhika mengaku bangga bisa berkesempatan mewawancarai seorang Bupati Brebes.
“Jujur, saya sangat bangga bisa wawancara Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH secara langsung. Beliau menerima saya dengan baik, semua pertanyaan yang saya ajukan juga dijawab semua dengan jelas,” papar remaja kelahiran Brebes 25 Mei 2014 tersebut.
Dhika menanyakan seputar pengalaman Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH, selama menjabat sebagai bupati Brebes. Juga suka duka dalam menjalani tugas sebagai kepala daerah serta nasehat dan harapan untuk Generasi Muda Kabupaten Brebes kedepan.
Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH merasa senang karena warganya ada lagi yang bersekolah di SMA Taruna Nusantara. Hal itu dianggap sebagai suatu prestasi, mengingat sekolah tersebut adalah sekolah yang telah banyak mencetak para pemimpin di negeri ini.
Menurut Idza, SMA Taruna Nusantara adalah sekolah Menengah Tingkat Atas yang ada di Magelang yang sudah dikenal karena konsep pembangunan karakter yang memberi penekanan pada nilai-nilai kejuangan, kebangsaan dan kebudayaan.
Filosofi pendidikan di SMA Taruna Nusantara adalah terpadunya tiga aspek yaitu prestasi akademik, kesamaptaan jasmani, dan kepribadian.
“Saya hafal filosofi SMA TN, wong anak saya juga sekolah disitu,” sambut Idza sambil tersenyum
Sementara Mia Andini, ibu dari Maydhika Arya Difayana yang ikut hadir mendampinginya mengucapkan banyak terimakasih kepada Bupati Brebes beserta jajaranya yang telah bersedia menerima anaknya dengan baik. Dan sebagai orang tua, Ia berharap kedepan buah hatinya tersebut bisa menjadi orang yang sukses, tercapai apa yang dicita-citakan dan akan selalu membanggakan orang tua, berguna bagi nusa, bangsa dan agama. (ya/wsd/topfm)
Belasan siswa dari tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) Oisca Academy
Hamamatsu Jepang, melakukan kunjungan studi lapangan di Kabupaten
Brebes. Kedatangan belasan siswa dari Jepang ini, merupakan salah satu
program sekolahnya untuk mengetahui pengembangan Observasi Pantai di
Organization for Industrial and Cultural Advancement (OISCA) yang berada
di wilayah Kabupaten Brebes.
Sebanyak 16 siswa bersama dua Shinsenya (guru) pendamping diterima langsung Bupati Idza Priyanti SE MH di Pendopo Kabupaten Brebes, Senin (9/12).
Direncanakan, mereka akan berada di Brebes selama 3 hari ( 9-11/12).
Rombongan pelajar Jepang tersebut akan melakukan aktivitas diantaranya melihat penghijauan garis pantai Kabupaten Brebes yang ada di Hutan Mangrove, Dukuh Pandansari, Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes dan Pulau Cemara di Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.
Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH mengucapkan selamat datang kepada seluruh pelajar Jepang dan berharap bisa menikmati segala sesuatu yang ada di Kabupaten Brebes, terutama keindahan alam dan makanan tradisional yang dimiliki.
“selamat datang di Kabupaten Brebes, jangan lupa nikmati keindahan alam Brebes dan pastikan mencicipi makanan khas yang ada,” ucap Bupati yang diterjemahkan kedalam bahasa Jepang oleh pendamping rombongan.
Miss Suzuki Shinobi, yang mewakili seluruh Pelajar Jepang mengucapkan terimakasih atas sambutan yang diberikan Bupati Brebes secara langsung.
“Terima kasih Ibu Bupati Brebes atas sambutan dan jamuanya” ucap miss Suzuki Shinobi dengan bahasa Indonesia yang belum begitu lancar.
Sementara Oisca Brebes yang diwakili oleh Muhammad Bangit mengatakan, usai diterima langsung oleh Bupati Brebes, rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Pulau Cemara di desa Sawojajar untuk secara bersama sama melakukan praktek langsung penanaman Mangrove. Selanjutnya, menuju Hutan Mangrove Dukuh Pandansari, Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH, Anggota DPRD Brebes Mashadi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah Drs Edy Kusmartono, Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMDTSP) Ratim, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Brebes Slamet Harjono, Kepala Bagian Penanggulangan kemiskinan Setda Brebes Hj Farikhah serta beberapa Kepala SKPD lainnya. (ys/wsd/topfm)
Sebanyak 16 siswa bersama dua Shinsenya (guru) pendamping diterima langsung Bupati Idza Priyanti SE MH di Pendopo Kabupaten Brebes, Senin (9/12).
Direncanakan, mereka akan berada di Brebes selama 3 hari ( 9-11/12).
Rombongan pelajar Jepang tersebut akan melakukan aktivitas diantaranya melihat penghijauan garis pantai Kabupaten Brebes yang ada di Hutan Mangrove, Dukuh Pandansari, Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes dan Pulau Cemara di Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.
Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH mengucapkan selamat datang kepada seluruh pelajar Jepang dan berharap bisa menikmati segala sesuatu yang ada di Kabupaten Brebes, terutama keindahan alam dan makanan tradisional yang dimiliki.
“selamat datang di Kabupaten Brebes, jangan lupa nikmati keindahan alam Brebes dan pastikan mencicipi makanan khas yang ada,” ucap Bupati yang diterjemahkan kedalam bahasa Jepang oleh pendamping rombongan.
Miss Suzuki Shinobi, yang mewakili seluruh Pelajar Jepang mengucapkan terimakasih atas sambutan yang diberikan Bupati Brebes secara langsung.
“Terima kasih Ibu Bupati Brebes atas sambutan dan jamuanya” ucap miss Suzuki Shinobi dengan bahasa Indonesia yang belum begitu lancar.
Sementara Oisca Brebes yang diwakili oleh Muhammad Bangit mengatakan, usai diterima langsung oleh Bupati Brebes, rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Pulau Cemara di desa Sawojajar untuk secara bersama sama melakukan praktek langsung penanaman Mangrove. Selanjutnya, menuju Hutan Mangrove Dukuh Pandansari, Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH, Anggota DPRD Brebes Mashadi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah Drs Edy Kusmartono, Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMDTSP) Ratim, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Brebes Slamet Harjono, Kepala Bagian Penanggulangan kemiskinan Setda Brebes Hj Farikhah serta beberapa Kepala SKPD lainnya. (ys/wsd/topfm)
Bupati Brebes Hj Idza
Priyanti SE MH menaruh perhatian penuh pada anak usia sekolah guna peningkatan
Sumber Daya Manusia (SDM). Wujudnya, dengan menggelontorkan dana pendidikan
bagi anak-anak usia sekolah melalui Bantuan sosial Siswa Miskin (BSM), Gerakan Kembali
Bersekolah (GKB) dan Bidikmisi. Setidaknya, warga Brebes bisa menamatkan
jenjang SLTA.
“Saya bertekad, seluruh
warga masyarakat Brebes bisa mengenyam pendidikan minimal jenjang SLTA, baik
itu SMA, SMK maupun MA,” ungkap Idza di ruang kerjanya, Senin (2/12).
Tahun 2019, lanjut Idza,
bantuan BSM, GKB dan Bidikmisi sudah disalurkan seluruhnya. Dan untuk tahun
berikutnya, akan dianggarkan sesuai dengan kebutuhan. “Tahun 2020, juga
dianggarkan kembali dan ada peningkatan,” tuturnya.
“Apalagi, Brebes sudah
menjadi Kawasan Industri dan Peruntukan Industri, maka wajib hukumnya untuk menyediakan Sumber
Daya Manusia yang unggul,” terang Idza.
Idza menegaskan,
bantuan bagi warga kurang mampu dalam pendidikan selain memberikan kesempatan
mengenyam pendidikan, juga agar Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Brebes semakin
meningkat. Idza berkeyakinan bahwa semua warga Brebes menginginkan pendidikan
yang tinggi, namun ada yang terbentur persoalan ekonomi. Sehingga pemerintah
harus hadir.
Idza juga mengajak
seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperhatikan pendidikan
anak-anaknya dan juga ikut peduli dengan warga sekitarnya untuk dilaporkan bila
tidak mampu bersekolah. Sehingga anak-anak Brebes tidak putus sekolah dan mau
kembali bersekolah.
Terpisah, Kepala Dinas
Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes Dr Tahroni
menegaskan, dalam membangun SDM Brebes institusinya bertanggung jawab untuk
keberlangsungan pendidikan masyarakat Brebes.
Seperti program BSM misalnya,
kata Tahroni, bertujuan untuk menghilangkan halangan siswa miskin bersekolah.
Bantuan ini memberi jaminan kepada siswa miskin memperoleh akses pelayanan
pendidikan yang layak, mencegah putus sekolah, menarik siswa miskin untuk
kembali bersekolah, membantu siswa memenuhi kebutuhan dalam kegiatan
pembelajaran.
“Dengan sekolah, bisa
memutus rantai kemiskinan yang saat ini dialami orangtuanya,” ucap Tahroni
penuh yakin.
Tahun 2019, Bupati
telah menggelontorkan anggaran Rp 7,5 yang disalurkan kepada 25.000 siswa
miskin yang tersebar di 149 sekolah. Dengan rincian SMA 5.383 siswa, SMK 17.016
siswa dan MA 2.601 siswa. Masing-masing siswa mendapatkan Rp 300 ribu pertahunnya.
Selanjutnya, Anak Tidak
Sekolah (ATS) bisa dikembalikan sebanyak 1.395 yang menyebar di 17 kecamatan. Dengan
rincian sebanyak 296 untuk jenjang SD/MI, 694 siswa untuk jenjang SMP/MTs, dan 405
siswa untuk jenjang SMA/SMK/MA.
“Dana GKB tahun 2019
telah tersalurkan sebesar Rp 1,49 miliar,” ungkapnya.
Sedangkan untuk Bidikmisi,
lanjut Tahroni, diperuntukan bagi mahasiswa kurang mampu dengan persyaratan
minimal IPK 3,0. Tahun 2019 Bupati telah menggelontorkan Rp 2 miliar untuk 800
Mahasiswa Brebes di 31 Perguruan Tinggi, masing-masing menerima Rp 2,5 juta
pertahun. (wsd/topfm)
Ratusan
Kepala Sekolah SD dan SMP se Kabupaten Brebes dibekali ilmu
jurnalistik. Tidak tanggung tanggung, mereka mendapatkan pembekalan dari
Redaksi Suara Merdeka, Semarang. Tampak antusias, mereka mengikuti
pelatihan yang digelar di aula SMP Negeri 2 Brebes, Senin (7/10).
Pelatihan dibuka Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes DR Tahroni MPd, serta jajaran Perwakilan Suara Merdeka Pantura.
Bupati Idza Priyanti SE MH dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Narjo SH MH mengatakan, Kepala Sekolah sebagai pemimpin tertinggi di sekolah harus memiliki kemampuan lebih yang dapat menunjang kinerjanya. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki Kepala Sekolah adalah kemampuan menulis.
Bupati juga menyampaikan kiprah Suara Merdeka dalam dunia jurnalistik tidak dapat diragukan lagi. Untuk itu, Bupati berpesan agar Kepala Sekolah selaku Peserta Pelatihan dapat dengan seksama dan serius mendengarkan dan menyimak apa saja yang disampaikan Narasumber.
Kepala Sekolah tidak hanya menjadi leader atau pemimpin bagi Guru dan Murid, tapi lebih dari itu Kepala Sekolah harus pandai mensikapi satu fenomena maupun kejadian yang ada dilingkungan kerjanya.
Wartawan Senior Suara Merdeka Rony Yuwono selaku Narasumber menyampaikan, pada dasarnya semua orang bisa menulis dan membuat sebuah berita. Hanya saja yang menjadi persoalan adalah yang bersangkutan mau atau ogah menulis.
Menurut Rony, sekolah merupakan salah satu sumber informasi dan berita. Sehingga tidak jarang sekolah sekolah sering di datangi wartawan maupun yang hanya mengaku ngaku sebagai wartawan.
Dengan pembekalan jurnalistik, kata Rony, Kepala Sekolah akan memahami seluk beluk tentang dunia jurnalistik yang di dalamnya termasuk cara mengenali wartawan sungguhan dengan oknum yang hanya mengaku ngaku sebagai wartawan.
Rony menandaskan, dengan dikuasainya ilmu jurnalistik, para Kepala Sekolah, bisa menulis sendiri berita yang ada di lingkup sekolahnya untuk kemudian bisa dikirimkan ke semua media yang ada. (ys/wsd/topfm)
Pelatihan dibuka Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes DR Tahroni MPd, serta jajaran Perwakilan Suara Merdeka Pantura.
Bupati Idza Priyanti SE MH dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Narjo SH MH mengatakan, Kepala Sekolah sebagai pemimpin tertinggi di sekolah harus memiliki kemampuan lebih yang dapat menunjang kinerjanya. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki Kepala Sekolah adalah kemampuan menulis.
Bupati juga menyampaikan kiprah Suara Merdeka dalam dunia jurnalistik tidak dapat diragukan lagi. Untuk itu, Bupati berpesan agar Kepala Sekolah selaku Peserta Pelatihan dapat dengan seksama dan serius mendengarkan dan menyimak apa saja yang disampaikan Narasumber.
Kepala Sekolah tidak hanya menjadi leader atau pemimpin bagi Guru dan Murid, tapi lebih dari itu Kepala Sekolah harus pandai mensikapi satu fenomena maupun kejadian yang ada dilingkungan kerjanya.
Wartawan Senior Suara Merdeka Rony Yuwono selaku Narasumber menyampaikan, pada dasarnya semua orang bisa menulis dan membuat sebuah berita. Hanya saja yang menjadi persoalan adalah yang bersangkutan mau atau ogah menulis.
Menurut Rony, sekolah merupakan salah satu sumber informasi dan berita. Sehingga tidak jarang sekolah sekolah sering di datangi wartawan maupun yang hanya mengaku ngaku sebagai wartawan.
Dengan pembekalan jurnalistik, kata Rony, Kepala Sekolah akan memahami seluk beluk tentang dunia jurnalistik yang di dalamnya termasuk cara mengenali wartawan sungguhan dengan oknum yang hanya mengaku ngaku sebagai wartawan.
Rony menandaskan, dengan dikuasainya ilmu jurnalistik, para Kepala Sekolah, bisa menulis sendiri berita yang ada di lingkup sekolahnya untuk kemudian bisa dikirimkan ke semua media yang ada. (ys/wsd/topfm)
Meski hidup di pucuk
Gunung Slamet, tepatnya Desa Banjaran Kecamatan Salem Kabupaten Brebes, Ina
Kurniasih terpilih menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka)
Provinsi Jawa Tengah 2019. Ina menjadi wakil satu satunya dari Kabupaten Brebes
yang lolos pada seleksi Paskibraka yang akan bertugas pada 17 Agustus 2019
mendatang.
“Alhamdulillah, berkat
doa orang tua dan spirit dari guru dan teman-teman akhirnya saya bisa lolos ke
tingkat Jawa Tengah,” ucap Ina saat menghadap Camat Salem Nur Ari HY guna
pamitan ke Semarang, di kantor kecamatan setempat, Senin (29/7).
Dara Kelahiran Salem 22
Juni 2003 itu pamit ke Camat, karena akan melaksanakan tugas dan karantina sebagai
anggota Paskibraka Provinsi Jawa Tengah, pada 4-21 Agustus 2019 di Semarang.
“Saya mohon pamit dan
doakan semoga sukses melaksanakan tugas sebagai Paskibraka Jateng,” ucapnya
kalem.
Anak dari pasangan
Waryanto dan Tarsah dihadapan camat mengaku bangga tetapi juga mengemban tugas
yang berat karena menyangkut nama baik dan prestasi Brebes. Menurutnya, sebagai
satu satunya siswi utusan Kabupaten Brebes yang menjadi delegasi Paskibraka Provinsi
Jawa Tengah, membutuhkan doa dan spirit lainnya dari masyarakat Kabupaten
Brebes.
Siswi kelas XI MIPA 4 SMA Negeri 1 Salem, menurut
penuturan Pembina Paskibra disekolahnya,
cenderung pendiam. Meski demikian memiliki kecerdasan yang tinggi dan potensi
yang baik dalam baris berbaris yang didukung postur tubuh dengan tinggi badan
171 centi meter.
Camat Salem Nur Ari
HY, turut bangga dengan prestasi yang
ditorehkan Ina. Ari berpesan agar Ina
tetap menjaga kesehatan, bersemangat dan penuh percaya diri dalam menjalankan
tugasnya sebagai Paskibraka Provinsi. Dan jangan lupa senantiasa berdoa agar diberi
kemampuan bertugas dengan baik, berjalan lancar dan sukses sesuai harapan.
Semoga pada masa masa
yang akan datang,dari Kabupaten Brebes mengirimkan delegasi delegasi lagi ke
tingkat provinsi atau bahkan tingkat nasional.
Senada, Waryanto, orang
tua Ani yang turut mengantar pamitan mengaku sangat bersyukur dan bangga karena
putri ketiganya dapat mengikuti dan lolos menjadi anggota Paskibra Prov Jateng.
“Selaku orang tua, saya
merasa bersyukur dan bangga, semoga sukses. Dan kami mohon doa restu seluruh
masyarakat Brebes,” pungkas Waryanto yang setiap hari sebagai wiraswastawan.
(WSD/TOPFM)
Brebes –
Pelda M. Hakim mewakili Danramil 07/Bulakamba Kodim 0713/Brebes menjadi
inspektur upacara di SMP Negeri 2 Bulakamba. Senin (22/07/19).
Pada kesempatannya, Pelda M. Hakim menyampaikan sambutan sekaligus
amanat kepada seluruh siswa yang hadir dalam upacara menekankan kembali
tentang kedisiplinan pelajar di era modern sekarang ini.
“Gadget merupakan tantangan dan juga kebutuhan dimana siswa harus bisa memilah berita di media sosial yang baik dan positif” Sambut M. Hakim.
Rangkaian upacara ini juga ada 335 siswa yang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimana siswa harus mencintai sekolahnya sendiri dan juga wajib cinta kepada Tanah Air Indonesia, Tambahnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Sekolah Sutanto, M.Pd, Bamin Wanwil Koramil Bulakamba Sertu Dulkarim Efendi, Guru dan Staf Karyawan serta siswa-siswi SMPN 2 Bulakamba sejumlah 895 orang.
“Saya sangat senang dan bangga karena kehadiran dari TNI masuk di kegiatan MPLS sekolah kami, karena sosok yang tegas dan kecintaannya kepada Tanah Air tidak diragukan lagi, maka dari itu saya berkeinginan agar siswa-siswi di sekolah ini memiliki hal yang sama, yaitu mereka cinta kepada sekolah, orang tua, guru dan Tanah Air Indonesia” Tutur Sutanto, M.Pd.
Kegiatan MPLS di mulai (15/7) dan hari ini merupakan penutupan kegiatan tersebut. (Utsm/topfm).
“Gadget merupakan tantangan dan juga kebutuhan dimana siswa harus bisa memilah berita di media sosial yang baik dan positif” Sambut M. Hakim.
Rangkaian upacara ini juga ada 335 siswa yang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimana siswa harus mencintai sekolahnya sendiri dan juga wajib cinta kepada Tanah Air Indonesia, Tambahnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Sekolah Sutanto, M.Pd, Bamin Wanwil Koramil Bulakamba Sertu Dulkarim Efendi, Guru dan Staf Karyawan serta siswa-siswi SMPN 2 Bulakamba sejumlah 895 orang.
“Saya sangat senang dan bangga karena kehadiran dari TNI masuk di kegiatan MPLS sekolah kami, karena sosok yang tegas dan kecintaannya kepada Tanah Air tidak diragukan lagi, maka dari itu saya berkeinginan agar siswa-siswi di sekolah ini memiliki hal yang sama, yaitu mereka cinta kepada sekolah, orang tua, guru dan Tanah Air Indonesia” Tutur Sutanto, M.Pd.
Kegiatan MPLS di mulai (15/7) dan hari ini merupakan penutupan kegiatan tersebut. (Utsm/topfm).
Kabupaten
Brebes berhasil meraih penghargaan Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik
(KIPP) 2019. Penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi (MenPANRB) dikarenan Brebes telah membuat inovasi Gerakan
Kembali Bersekolah (GKB) yang telah dicontoh oleh daerah-daerah lain di
Indonesia. Penghargaan diserahkan langsung Men PAN-RB Syafruddin kepada Bupati
Brebes Hj Idza Priyanti SE MH di Gumaya Tower Hotel Semarang, Kamis (18/7) malam.
“Alhamdulillah,
semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi anak-anak Brebes agar semuanya
bisa mengenyam pendidikan setinggi mungkin,” ucap Idza usai menerima
penghargaan dengan wajah sumringah.
Menurutnya,
Pemkab Brebes telah menunjukkan komitmennya untuk memberikan pelayanan
masyarakat yang lebih baik. Terkhusus, menaruh perhatian penuh terhadap
kelangsungan pendidikan bagi anak-anak Brebes. Jangan sampai anak Brebes putus
sekolah, untuk itu semua pihak harus bersama-sama turut serta mengangkat derajat
pendidikan mereka.
“Minimal,
anak-anak Brebes mengenyam pendidikan hingga jenjang SLTA,” tandasnya.
Menurutnya,
Brebes dipandang telah berhasil menciptakan inovasi pelayanan dasar dalam
bidang pendidikan, berupa Gerakan Kembali Bersekolah. Inovasi GKB dirintis
sejak 2017 dengan target 1000 anak putus sekolah dan berhasil mengembalikan
sebanyak 1.212 anak Kembali Bersekolah.
Di
Brebes, lanjutnya, ada 16.874 anak tidak sekolah akibat putus sekolah dan tidak
melanjutkan sekolah pada jenjang pendidikan SMP dan SMA. Dan pada akhir tahun
2022, seluruh anak Brebes ditargetkan harus sekolah hingga jenjang SLTA, baik
formal maupun non formal.
Deputi
bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa menjelaskan, Top 99
Inovasi Pelayanan Publik merupakan event yang tidak hanya apresiasi, tetapi
juga kolaborasi berbagai instansi pemerintah dalam menciptakan sinergi untuk
masyarakat. Sebanyak 99 inovasi ini terpilih dari 3.156 proposal inovasi yang
diajukan secara online melalui Sistem Informasi Pelayanan Publik (Sinovik).
Kompetisi
Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) jumlahnya terus meningkat dari tahun 2018 yang
mencapai 2.824 proposal inovasi.
Peningkatan
ini, jelas Diah, tidak hanya kuantitas, tetapi juga dari segi kualitas
inovasinya. Sedangkan pemkab/pemkot yang berada di wilayah Jawa Tengah
mengikutsertakan 11 inovasi dalam ajang bergengsi ini, termasuk Gerakan Kembali
Bersekolah (GKB), Atasi Anak Tidak Sekolah (ATS) milik Kabupaten Brebes sebagai
Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019.
Adanya
penghargaan ini diharapkan merangsang dan menjadi motivasi bagi semua instansi
pemerintah untuk selalu menciptakan inovasi.
Kementerian
PANRB sebagai penggerak reformasi birokrasi di bidang pelayanan publik terus
mendorong inovasi-inovasi terbaik agar diterapkan secara nasional.
Hadir
mendampingi Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Kepala Dindikpora DR Tahroni
MPd, Kabid Komunikasi dan Kehumasan Dinkominfotik Lusiana Indira Isni SSos M
Ikom, Kabag Organisasi Perangkat Daerah Drs Khaerul Abidin MM. (Spt,wsd/topfm)
Brebes - Pelaksanaan kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah)
di sekolah dapat bekerja sama dengan pihak lain. Hal ini dimaksudkan
untuk menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan dan tercapainya hasil
yang optimal.
Kerja sama dengan pihak lain sesuai dengan program dan materi kegiatan Masa PLS bagi siswa baru yang telah disusun oleh Sekolah SMK Ma’arif NU Desa Winduaji, Hal ini telah dilaksanakan oleh panitia masa tahun pelajaran 2019/2020. Rabu (10/7/2019).
Seperti diinformasikan sebelumnya, materi kegiatan masa PLS berkaitan dengan tata tertib siswa, program Extra Kurikuler dan cara belajar, wawasan Kebangsaan, kepramukaan, pengenalan bahaya narkoba disampaikan oleh guru-guru di sekolah serta dari narasumber dari TNI AD.
Materi peraturan baris berbaris (PBB), pihak panitia bekerja sama dengan TNI dari Koramil 11/Paguyangan Kodim 0713/Brebes, ada 2 personil TNI yang melatih materi PBB di bawah pimpinan Danramil 11/Paguyangan Kapten Cpl Harsono, kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari ini bertempat di Kompleks Area SMK Maarif NU.
Jumlah peserta 306 orang. Kata Sertu Alik S., Babinsa Koramil 11/Paguyangan di sela-sela istirahatnya.
Dalam penyampaiannya, Sertu Alik S. memberikan materi PBB dalam bentuk teori dilaksanakan di aula terlebih dahulu, kemudian akan dilanjutkan praktek di lapangan, bertujuan untuk membekali siswa baru dengan keterampilan tentang baris-berbaris dan membentuk sikap mental disiplin sebagai siswa di sekolah, Peserta didik baru SMK Maarif NU Desa Winduaji mengikuti materi dan latihan PBB tersebut dengan serius. Dengan bekal keterampilan PBB ini, siswa dapat menerapkannya di sekolah sehingga tercipta disiplin dalam berbaris.
Disiplin siswa dalam berbaris akan terlihat manakala siswa mengikuti upacara bendera rutin setiap hari Senin maupun upacara hari besar nasional. Sasaran yang lebih jauh adalah peserta didik baru menjadi calon pelaksana upacara bendera di SMK Ma'arif NU Desa Winduaji.(Utsm/topfm)
Kerja sama dengan pihak lain sesuai dengan program dan materi kegiatan Masa PLS bagi siswa baru yang telah disusun oleh Sekolah SMK Ma’arif NU Desa Winduaji, Hal ini telah dilaksanakan oleh panitia masa tahun pelajaran 2019/2020. Rabu (10/7/2019).
Seperti diinformasikan sebelumnya, materi kegiatan masa PLS berkaitan dengan tata tertib siswa, program Extra Kurikuler dan cara belajar, wawasan Kebangsaan, kepramukaan, pengenalan bahaya narkoba disampaikan oleh guru-guru di sekolah serta dari narasumber dari TNI AD.
Materi peraturan baris berbaris (PBB), pihak panitia bekerja sama dengan TNI dari Koramil 11/Paguyangan Kodim 0713/Brebes, ada 2 personil TNI yang melatih materi PBB di bawah pimpinan Danramil 11/Paguyangan Kapten Cpl Harsono, kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari ini bertempat di Kompleks Area SMK Maarif NU.
Jumlah peserta 306 orang. Kata Sertu Alik S., Babinsa Koramil 11/Paguyangan di sela-sela istirahatnya.
Dalam penyampaiannya, Sertu Alik S. memberikan materi PBB dalam bentuk teori dilaksanakan di aula terlebih dahulu, kemudian akan dilanjutkan praktek di lapangan, bertujuan untuk membekali siswa baru dengan keterampilan tentang baris-berbaris dan membentuk sikap mental disiplin sebagai siswa di sekolah, Peserta didik baru SMK Maarif NU Desa Winduaji mengikuti materi dan latihan PBB tersebut dengan serius. Dengan bekal keterampilan PBB ini, siswa dapat menerapkannya di sekolah sehingga tercipta disiplin dalam berbaris.
Disiplin siswa dalam berbaris akan terlihat manakala siswa mengikuti upacara bendera rutin setiap hari Senin maupun upacara hari besar nasional. Sasaran yang lebih jauh adalah peserta didik baru menjadi calon pelaksana upacara bendera di SMK Ma'arif NU Desa Winduaji.(Utsm/topfm)
Brebes - Komandan Koramil (Danramil) 05/Losari, Kapten Inf Sutarno
memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan Bela Negara pada
kegiatan pendidikan dan latihan kepemimpinan pada para pelajar di SMK
Annur Karangjunti Kecamatan Losari, Brebes. Rabu (10/7/19).
Kegiatan yang digelar oleh sekolah SMK tersebut bertempat di Aula dengan jumlah siswa 350 orang peserta, Tutur Kapten Sutarno.
Danramil 05/Losari mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter dan kepribadian generasi muda sebagai penerus tongkat estafet pemimpin bangsa dimasa mendatang.
Dengan Wawasan Kebangsaan dan semangat Bela Negara, diharapkan tercipta jiwa Nasionalisme serta rasa Patriotisme yang tinggi sebagai landasan dalam mengemban cita-cita bangsa.
Pada kesempatan itu, Danramil menyampaikan kepada seluruh peserta tentang empat pilar kebangsaan, proxy war, bahaya narkoba yang sedang hangat menjadi perbincangan akhir-akhir ini di media sosial maupun di lingkungan sekitar.
Dengan materi Wawasan Kebangsaan yang telah diberikan, banyak memberikan manfaat bagi para generasi muda sehingga memiliki jiwa dan semangat juang yang tinggi, serta dapat mengisi kemerdekaan RI dengan membangun dan menciptakan masyarakat yang adil makmur dan sentosa. (Utsm/TOPFM)
Kegiatan yang digelar oleh sekolah SMK tersebut bertempat di Aula dengan jumlah siswa 350 orang peserta, Tutur Kapten Sutarno.
Danramil 05/Losari mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter dan kepribadian generasi muda sebagai penerus tongkat estafet pemimpin bangsa dimasa mendatang.
Dengan Wawasan Kebangsaan dan semangat Bela Negara, diharapkan tercipta jiwa Nasionalisme serta rasa Patriotisme yang tinggi sebagai landasan dalam mengemban cita-cita bangsa.
Pada kesempatan itu, Danramil menyampaikan kepada seluruh peserta tentang empat pilar kebangsaan, proxy war, bahaya narkoba yang sedang hangat menjadi perbincangan akhir-akhir ini di media sosial maupun di lingkungan sekitar.
Dengan materi Wawasan Kebangsaan yang telah diberikan, banyak memberikan manfaat bagi para generasi muda sehingga memiliki jiwa dan semangat juang yang tinggi, serta dapat mengisi kemerdekaan RI dengan membangun dan menciptakan masyarakat yang adil makmur dan sentosa. (Utsm/TOPFM)
Kabupaten
Brebes berhasil menjadi Nominator Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik.
Ajang bergengsi inovasi yang digelar Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) diikuti lebih dari 1500 peserta se Indonesia.
Keberhasilan Brebes ditopang atas kesuksesan dalam inovasi program Gerakan
Kembali Bersekolah (GKB).
"Tadi, Saya mewakili Bupati Brebes untuk presentasi
tentang GKB di hadapan 11 juri berlatar belakang berbagai disiplin ilmu dan
keahlian," ujar Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT usai presentasi di
Kementerian PAN RB, Jakarta, Selasa
(9/7).
Menurutnya,
Brebes dipandang telah berhasil menciptakan inovasi pelayanan dasar dalam
bidang pendidikan, berupa Gerakan Kembali Bersekolah.
Dipaparkan
Djoko, inovasi GKB dirintis sejak 2017 dengan target 1000 anak putus sekolah
dan berhasil mengembalikan sebanyak 1.212 anak Kembali Bersekolah.
Di
Brebes, lanjutnya, ada 16.874 anak tidak sekolah akibat putus sekolah dan tidak
melanjutkan sekolah pada jenjang pendidikan SMP dan SMA. Dan pada akhir tahun
2022, seluruh anak Brebes harus sekolah hingga jenjang SLTA, baik formal maupun
non formal.
Berbagai
kendala dan kendali dalam pelaksanaan GKB di lapangan, juga di paparkan kepada
dewan juri oleh Djoko Gunawan.
Dewan
juri sangat terkesan dengan pemaparan yang disampaikan Sekda. Terbukti, mereka
memberi dukungan atas langkah Pemkab Brebes dalam inovasi GKB.
Kepala
Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperlitbangda)
Dr Angkatno menambahkan, usai presentasi, Kabupaten Brebes diharapkan bisa
masuk Nominator 45, yang akan digelar di Gumaya Tower Semarang, 18 Juli
mendatang.
Turut
mendampingi dalam presentasi Kepala Bapperlitbangda Dr Drs Angkatno SH MPd dan Kabag Organisasi Setda
Brebes Drs Khaerul Abidin MM. (Wsd/topfm)
















