RADIO SINGOSARI TOPFM || 95.1 MHz ||MORE THAN JUST RADIO ||INSPIRING RADIO ||

Live Radio Streaming


KLIN MORE PLAYER
Tampilkan postingan dengan label Penerangan Kodim Brebes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penerangan Kodim Brebes. Tampilkan semua postingan
http://www.topfm951.net/2020/05/sweeping-pemudik-ke-wilayah-salem-brebes.html#more
Brebes – Tim Gugus Cegah Covid-19 Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terus memberlakukan prosedur pencegahan covid-19 yang kemungkinan dibawa oleh para pemudik yang akan masuk wilayah Salem.

Tampak petugas pengamanan terpadu mendata dan mengecek setiap orang dengan menggunakan thermometer infrared, di Posko Gunung Lio. Jumat (15/5/2020).

Dikemukakan Danramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infantri Iskandar, bahwa selain di posko di perbatasan Kecamatan Salem-Banjarharjo tersebut, juga dilakukan di Posko Banjaran perbatasan Salem-Majenang, Kabupaten Cilacap, serta Posko Desa Gununglarang yang merupakan akses antara Salem dengan Kecamatan Bantarkawung.

“Selain dilakukan pengecekan suhu badan dan pendataan, juga dilakukan penyemprotan dengan cairan disinfektan oleh petugas gabungan baik dari TNI-Polri, Satpol PP, Puskesmas Bentar, Puskesmas Salem, perangkat desa, serta Ormas dari Relawan Bangbara dan Banser Salem,” ungkap Kapten Iskandar.

Adapun hasil pemeriksaan mulai dari tanggal 14 sampai dengan 15 Mei 2020 pagi, adalah mobil travel masuk sebanyak 5 unit, mobil pribadi 3 unit, dan sepeda motor 32 unit. Total adalah 64 orang pemudik.

“Dari 64 orang pemudik dan 46 orang warga setempat dan sekitarnya yang lalu lalang, belum ditemukan orang dengan gejala virus corona karena suhu tubuhnya normal dan tidak ada keluhan,” tandasnya.

Ditambahkannya, petugas tetap menghimbau bagi para perantau yang pulang kampung untuk mengisolasi diri atau karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari, selalu memakai masker dan rajin cuci tangan. (Aan/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/05/mitigasi-pandemi-tni-brebes-kembali.html#more

Brebes – Tim gugus tugas penanggulangan covid-19 dari Kodim 0713 Brebes, kembali melakukan dua orang untuk melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan karantina PDP (Pasien Dalam Pemantauan) Covid-19 Pemkab Brebes, di Islamic Centre, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Jumat (15/5/2020).

Dikemukakan Pasiops Kodim melalui Batiops, Pelda Abdul Kholik, upaya tersebut untuk mensterilisasi lingkungan isolasi sehingga meminimalisir para petugas pengawas dan perawat PDP terpapar virus corona.

“Kita melakukan mitigasi kembali dengan penyemprotan cairan disinfektan di setiap sudut Islamic Centre, termasuk pagar, jalan dan lapangan,” tegasnya.

Tampak Kopda Sugiharto dan Kopda Subarkah, melaksanakan tugasnya dengan memakai APD (Alat Pelindung Diri), yang merupakan prosedur untuk menghindarkan terjangkit wabah.

Untuk diketahui, saat ini PDP yang dikarantina berjumlah 13 orang, yang kesemuanya merupakan jamaah tabligh akhbar Ijtima Ulama Dunia 2020, Klaster Gowa, Sulawesi Selatan.

Para OTG (Orang Tanpa Gejala) tersebut sudah dinyatakan negatif virus corona melalui hasil tes swab PCR kedua yang dikeluarkan Labkesda Kemenkes RI, di Salatiga, Jateng (12/5).

Sesuai protokol penanganan covid-19, mereka masih harus menunggu hasil tes swab tahap ketiga untuk memastikan apakah benar-benar sembuh dan dapat pulang ke rumah masing-masing. (Aan/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/05/seribu-telur-buat-dapur-umum-kodim.html#more
Brebes – Dapur Umum (DU) lapangan yang didirikan Kodim 0713 Brebes di halaman Makodim, kembali mendapatkan bantuan dari pihak swasta perorangan yang peduli dengan musibah virus corona yang juga menghantam perekonomian masyarakat Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Dibenarkan Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE melalui Serda Danu, bahwa pihaknya mendapatkan bantuan berupa 1.000 butir telur ayam buras dari PT. Charoen Pokphand Jaya Farm, Unit Farm Baros, Kecamatan Ketanggungan, Brebes.

“Bantuan seribu butir telur untuk dapur lapangan Kodim Brebes kita terima dari pengelola peternakan Charoen Pokphand Jaya dari Baros, Ketanggungan, yaitu Pak Sugiyanto (49),” ungkapnya, Rabu (13/5/2020).

Dikatakannya juga, bantuan itu merupakan bentuk kepedulian dari masyarakat kepada sesamanya yang terdampak ekonomi dari pandemi.

“Kita sangat mengapresiasi dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan lauk pauk untuk dimasak dan nantinya dibagikan di jalan kepada masyarakat untuk berbuka puasa,” tandasnya.

Sementara dikatakan Sugiyanto, pengelola peternakan tersebut, bahwa sedikit bantuan tersebut diharapkannya dapat membantu baik pekerjaan pihak TNI dalam membantu masyarakat terdampak.

“Kita hanya mendukung inisiasi Kodim Brebes dalam mengoperasionalkan dapur umum untuk membantu masyarakat,” ujarnya.

Untuk diketahui, DU tersebut mulai beroperasi dari 23 April 2020 lalu dan masih konsisten membagikan makanan dan takjil berbuka puasa bagi masyarakat umum.

“Semoga dapur ini tetap eksis beroperasi sampai dengan pandemi virus corona berakhir,” pungkasnya. (Aan/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/05/pulang-ke-brebes-puluhan-pelajar-ponpes.html#more

Pulang ke Brebes, Puluhan Santri dan Santriwati Ponpes Lirboyo Kediri disambut Screening Test

Brebes – Sebanyak 44 orang santri dan 27 orang santriwati asal Kabupaten Brebes yang diliburkan Yayasan Pondok Pesantren Lirboyo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, disambut screening test suhu badan oleh Satuan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Brebes, di Islamic Centre Brebes. Rabu (13/5/2020).

Para pelajar dari berbagai kecamatan ini datang menggunakan dua bus dan kita arahkan ke Islamic Centre Brebes untuk pengecekan suhu tubuh dengan termometer infra merah.

Tampak satu persatu disemprot cairan disinfektan oleh petugas medis dengan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap dengan pengawalan TNI-Polri, anggota Satpol dan BPBD, serta Ketua Pengurus Cabang Himasal (Himpunan Santri Alumni Lirboyo) Kabupaten Brebes, M. Kholid Badrudin, S.PSi.

Disampaikan Bintara Tinggi Operasi Kodim 0713 Brebes, Pelda Abdul Kholik, bahwa tujuan dilaksanakannya tes skrining adalah untuk antisipasi penyebaran virus corona dari wilayah Kediri.

“Jawa Timur termasuk zona merah covid-19 sehingga antisipasi dini dengan prosedur covid-19 diterapkan kepada mereka,” tegasnya.

Sementara dinyatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melalui Kabid Yankes, Muchtar, dari hasil pemeriksaan terhadap 71 orang tersebut dinyatakan normal namun tetap disarankan untuk melaksanakan isolasi/karantina mandiri di rumah masing-masing minimal selama 14 hari.

Setelah mendapatkan arahan, mereka pulang ke rumah masing-masing dengan dijemput pihak keluarga. (Aan/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/05/pdp-positif-covid-19-klaster-gowa.html#more

Brebes – Sebanyak 12 orang PDP (Pasien Dalam Pengawasan) Covid-19 yang dikarantina Pemkab Brebes di Islamic Centre, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, masih harus bersabar untuk bertemu keluarganya di rumah masing-masing.

Mereka akan dipulangkan jika hasil tes swab PCR yang ketiga dinyatakan negatif, sementara jika yang masih positif akan tetap menjalani isolasi.

Disampaikan Danramil 01 Brebes, Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Zaenal Abidin, bahwa Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Brebes, terus memberikan pengertian kepada PDP Ijtima Ulama Dunia 2020, Klaster Gowa, Sulawesi Selatan, untuk tetap bersabar.

“Ke-12 pasien yang masih dikarantina di Islamic Centre Brebes ini masih harus menunggu hasil swab tenggorokan yang ketiga. Hal ini juga berlaku bagi 4 PDP lainnya yang dirawat isolasi di RSUD Brebes saat ini,” jelasnya.

Dijelaskannya lanjut, adapun perincian PDP meliputi 14 orang dari Kecamatan Bantarkawung, 1 orang dari Kecamatan Bumiayu, dan 1 orang dari Kecamatan Paguyangan.

Sepulang dari Kecamatan Bontomarannu, Gowa, awalnya ada 20 orang yang diisolasi di Islamic Centre Brebes, setelah dinyatakan positif dari hasil rapid test pertama (28-29/4). Namun setelah keluar hasil swab PCR dari Labkesda Kemenkes, Salatiga, pasien lainnya dipulangkan guna mencegah penularan dari para OTG (Orang Tanpa Gejala) tersebut sehingga hanya menyisakan 12 orang saat ini.

“Untuk pasien yang sudah pulang ke rumah masing-masing, kita himbau untuk sementara tetap melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Mereka juga diawasi oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 dari daerahnya masing-masing,” tandasnya.

Zaenal Abidin juga menghimbau kepada warga masyarakat Kabupaten Brebes umumnya agar tetap memakai masker jika harus keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan hidup mendesak, mencuci tangan dengan sabun/cairan disinfektan sesering mungkin, serta menerapkan physical distancing.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, dr. Sartono, juga hadir bersama Babinsa Kelurahan Pasarbatang Koramil 01, Serda Agus, juga ikut hadir meredam keinginan pulang ke-12 PDP, untuk menunggu hasil laboratorium. Pasalnya, sebelumnya masing-masing masyarakat desa tempat pasien berasal menolak kepulangan mereka sampai benar-benar dinyatakan sembuh secara medis. (Aan/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/05/di-tonjong-brebes-masker-juga-dibagikan.html#more


Brebes – Puluhan petani Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendapatkan pendampingan pertanian dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, BPP (Balai Penyuluh Pertanian) Kecamatan Tonjong, dan juga Babinsa setempat.

Dijelaskan Danramil 09 Tonjong, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infantri Ngadino melalui Babinsa Kutamendala, Serka Iskandar, bahwa pihak terkait tersebut terus melakukan pendampingan kepada para petani guna menjaga stok beras di Kabupaten Brebes khususnya.

“Di sawah areal persawahan milik Gapoktan Abdi Tani seluas 2 hektar, selain para petani dimotivasi melakukan gerakan tanam dan panen padi, mereka juga diberikan edukasi terkait pencegahan covid-19, dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya, Selasa (12/5/2020).

Tak hanya itu, mereka juga menerima pembagian masker kain yang disalurkan langsung oleh Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Ir. Yulia Hendrawati, M.Se.

Sementara dinyatakan Ketua Gapoktan Abdi Tani, Kutamendala, Rudiyanto (50), bahwa mewakili kelompok tani, dirinya mengucapkan terima kasih atas bantuan masker dan bibit padi jenis Inpari-32 program tahun 2020.

“Sebagai salah satu lumbung beras di Kecamatan Tonjong dan Kabupaten Brebes, bantuan ini jelas akan memicu kami untuk mensukseskan gerakan tanam padi agar stok beras terjaga di tengah krisis ekonomi terkait pandemi,” ujarnya.

Dinyatakannya juga, bantuan bibit padi bagi salah satu Gapoktan di desa tersebut, sangat tepat sasaran dan manfaat karena para buruh tani juga masih mendapatkan upah. (Aan/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/05/ratusan-masker-loreng-dibagikan-tni.html#more

Brebes – Sebanyak 150 buah masker loreng dibagikan anggota TNI Kodim 0713 Brebes dari Koramil 08 Bumiayu, kepada masyarakat di sekitar Koramil Bumiayu yang bermarkas di Jalan Pangeran Diponegoro No. 190, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Tampak Danramil, Kapten Armed Jupriadi, memimpin anggotanya secara langsung membagikan secara door to door ke masyarakat. Selasa (5/5/2020).

“Ini merupakan kegiatan untuk membantu Pemerintah mencegah penyebaran covid-19, khususnya di wilayah Kecamatan Bumiayu. Jadi masyarakat kita ajak dan di edukasi tentang pentingnya memakai masker,” ucapnya.

Menurutnya juga, maksud lainnya adalah membudayakan memakai masker serta bentuk kepedulian terhadap masyarakat agar terhindar dari pandemi virus corona, serta upaya terus menjalin silaturahmi dengan warga sekitar, serta memberikan rasa tenang dan nyaman jika banyak orang yang memakai masker.

“Dengan kita berikan masker, jika besok ketemu di jalan kami dapat menanyakan kenapa maskernya tidak dipakai,” tandasnya.

Tak lupa anggota TNI tersebut menekankan agar tidak mudah percaya terhadap berita hoax atau berita bohong yang berkembang saat ini terkait wabah tersebut

“Kita juga ajak masyarakat untuk saring berita sebelum share agar Kamtibmas di Bumiayu khususnya tetap aman dan kondusif,” pungkas Jupriadi. (Aan/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/04/camat-dan-danramil-bantarkawung-pimpin.html#more

Brebes - Tidak mengenal lelah, begitu disematkan bagi Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang hingga kini terus berjibaku melakukan penyemprotan disinfektan maupun sosialisasi kepada masyarakat hingga sepanjang jalan provinsipun disemprot. Senin (13/04/2020).

Bahkan meski di hari libur (Jumat Agung) pada Jumat (10/4/2020) sabtu hingga minggu kemarin, tim yang pimpin langsung oleh Camat Bantarkawung Drs. Eko Supriyanto, M.Si. dan Danramil 12 Bantarkawung Kapten Infateri Nurhadi yang melibatkan Forkopimcam, Gugus Tugas Siaga Covid-19 Kecamatan, Tim Penggerak PKK serta Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 13 Dim 0713 Brebes, terlihat masih menjalankan tugas mereka, guna mencegah penyebaran Covid-19 tersebut.

Drs. Eko Supriyanto, M.Si menyatakan “Kurang lebih 30 km ruas jalan provinsi dan jalan kabupaten sudah di semprot disinfektan dengan menggunakan kendaraan roda empat”. Tutur Camat Bantarkawung.

“Target hari ini tuntas seluruh ruas jalan Provinsi dan jalan kabupaten dan 18 desa yang berada diwilayah kecamatan Bantarkawung” Tambah Drs. Eko Supriyanto, M.Si .

Dalam penyemrotan disinfektan tersebut, Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Bantarkawung sekaligus menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan, berpola hidup bersih dan sehat serta selalu gunakan masker dalam setiap keluar rumah. (Utsm/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/04/serka-sakur-imbau-pakai-masker-di.html#more
 Brebes – Peresmian Posko Pelayanan Terpadu Ruang Isolasi Khusus Pemudik banyak didirikan di seluruh desa bahkan di kecamatan pun dibuat posko dalam upaya pengawasan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Seperti yang ada di desa Buaran, kecamatan Jatibarang, kabupaten Brebes juga telah berdiri posko yang diresmikan dan dibuka oleh Kepala Desa Buaran Didik Setyiono, SH dan dihadiri Bintara Pembina Desa (Babinsa) Serka Sakur Purwanto, Kepala Puskesmas Klikiran dr. Arlinda, Bidan Desa Buaran Khodijah, Ketua BPD Sutono, S.Pd, Perangkat Desa dan Linmas setempat. Sabtu (11/04/2020).

 “ Alhamdulillah pada hari ini kita telah diberikan kesehatan dan keselamatan maka dari itu saya sebagai kepala desa menghimbau agar para mendatang di desa Buaran segera didata dan perlu adanya pengawasan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19” Sambut Didik Setyiono.

Sementara dalam sambutan dr. Arlinda Kepala Puskesmas Klikiran menyampaikan “Mari kita bersama-sama membantu dan melaksanakan program pemerintah agar masalah Corona (Covid-19) cepat selesai dan kita bisa beraktivitas seperti biasanya, saya menghimbau agar para pendatang di data dan melapor ke pihak Satgas Covid supaya diperiksa kesehatannya untuk mencegah dan menghindari wabah Corona, Bidan Desa supaya selalu ada dan standby di posko”. Tutur Arlinda.

Kemudian Babinsa Sakur Purwanto menambahkan disela-sela kehadirannya menyampaikan bahwa TNI (Babinsa) selalu akan berkoordinasi dengan seluruh pihak dan menghimbau kepada seluruh warga Buaran untuk selalu memakai masker bila keluar rumah, ini adalah salah satu bentuk kewajiban warga negara yang patuh dan taat akan peraturan dan kebijakan dari pemerintah. (Utsm/topfm).

Brebes – Banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kali ini melanda wilayah Desa Petunjungan, Kecamatan Bulakamba. Kamis pagi (5/3/2020).

Dijelaskan Danramil 07 Bulakamba Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Tuteng Aryolona, bahwa banjir merupakan dampak meluapnya Sungai Poting akibat tak mampu menampung debit air yang melimpah pasca wilayahnya diguyur hujan dengan intensitas yang tinggi sejak Rabu sore (4/3).

“Hujan deras terjadi sejak kemarin sore mulai 15.00 WIB sehingga menyebabkan air Sungai Poting limpas ke pemukiman warga masyarakat,” ungkapnya.

Dijelaskannya lanjut, walaupun hanya banjir ringan namun aktivitas masyarakat sempat terhenti akibat musibah tersebut. Mereka mengamankan barang-barang berharga dan ternak ke tempat yang lebih tinggi.

“Warga masyarakat tidak mengungsi ke tempat lain karena hanya banjir limpasan. Pada saat banjir, mereka hanya mengamankan barang-barang berharga dan ternak ke tempat yang lebih tinggi biar lebih aman,” imbuhnya.

Tidak ada korban jiwa atas banjir ini. Untuk ketinggian wilayah terdampak meliputi jalan di Petunjungan RT/RW. 01 sempat terendam air setinggi kurang lebih 20 centimeter dan sebagian rumah warga terendam antara 10-20 centimeter, kemudian wilayah RW. 05 terendam air berkisar antara 30 centimeter, serta jalan di RT. 04 RW. 06 terendam air juga dengan ketinggian 30 centimeter.

“Di RT. 04 RW. 06, sebagian air masuk ke rumah warga setempat dengan ketinggian mencapai 10 centimeter,” pungkasnya.

Saat berita ini diturunkan, kondisi air sudah berangsur-angsur surut dan masyarakat melaksanakan pembersihan rumah dari lumpur dan air serta menjemur perabotan rumahnya yang terendam air.

Untuk penyebab banjir diduga karena pendangkalan sungai karena sedimentasi serta kurang berfungsinya drainase di wilayah tersebut. Masyarakat berharap adanya normalisasi dan pelebaran sungai tersebut sehingga saat hujan mendatang musibah serupa tidak terulang. (Aan/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/03/relawan-gabungan-di-salem-brebes.html#more

Brebes – Tanah longsor kembali terjadi di wilayah Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada pukul 03.00 WIB, Kamis pagi (5/3/2020).

Tebing di sisi Jalan Cigoreg setinggi 15 meter longsor sehingga menutup total akses antar pedesaan dari Desa Gandoang menuju Kadumanis.

Dibenarkan Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Iskandar, bahwa panjang tebing yang longsor mencapai 20 meter dengan lebar 3 meter.

Tebing longsor dipicu tanah tebing yang tidak mampu menahan resapan air hujan yang sejak hari Rabu (4/3) mulai pukul 16.00 WIB, mengguyur wilayah Kecamatan Salem.

“Secara manual kami membantu masyarakat untuk membuka jalan agar dapat dilewati baik kendaraan roda dua maupun empat, karena jalan sangat vital bagi perekonomian dan anak sekolah,” ucapnya.

Sementara disampaikan Pelda Jahri, Bati Tuud Koramil yang merupakan putra daerah Salem, bahwa kondisi geografis Salem yang berbukit-bukit tanah menjadi labil jika diguyur hujan dengan intensitas lama dan tinggi.

“Kami menghimbau kepada warga masyarakat untuk lebih berhati-hati melintasi jalan di bawah tebing apabila wilayah Salem diguyur hujan dengan cukup lama dan lebat,” tegasnya.

Tidak ada korban jiwa atas bencana alam tersebut. Tampak kerja keras ratusan orang relawan gabungan dari segenap unsur di wilayah Kecamatan Salem berhasil membuka jalan. Mereka adalah TNI-Polri, Satpol PP, Ormas Bangbara, Pemuda Pancasila, serta 150 orang warga masyarakat.

“Pada pukul 11.00 WIB, akses sudah bisa dilewati baik kendaraan roda dua maupun empat,” pungkasnya. (Aan)
http://www.topfm951.net/2020/02/akses-anak-sekolah-di-galuh-timur-ambles.html#more

Brebes – Puluhan masyarakat Dukuh Ketabasa, Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melaksanakan kerja bakti pemindahan jembatan kayu bambu penyeberangan anak sekolah diatas Kalen/Kali Pancur. Kamis pagi (27/2/2020).

Dibenarkan Danramil 09 Tonjong, Kapten Infanteri Ngadino melalui Babinsa setempat, Sertu Ali Mahfur, bahwa pekerjaan yang telah selesai dilakukan adalah pembuatan jembatan dari bahan kayu dan anyaman bambu di samping jembatan lama yang tebingnya longsor akibat tergerus air.

“Pekerjaan yang dilakukan adalah membuat jembatan sepanjang 6 meter dan lebar 1,5 meter yang sebelumnya sempat miring dan akhirnya ambruk akibat longsor,” ucapnya.

Dijelaskannya lanjut, selain akses anak warga setempat yaitu RT. 01 RW. 03, yang hendak sekolah di SDN 04 Galuhtimur, Ketabasa, sarana kayu dan bambu tersebut juga digunakan untuk berbagai aktivitas.

Disampaikan Sekdes Galuhtimur, Muhajir, untuk pembangunan secara permanen jembatan tersebut akan dilakukan pada bulan September 2020 mendatang.

“Sebelumnya sudah disepakati dalam Musdes tahun 2019 bahwa jembatan akan dibangun permanen pada bulan September nanti. Untuk panjangnya adalah 2 x 6 meter dengan anggaran kurang lebih Rp. 74 juta,” jelasnya.

Ditambahkannya, mengingat pentingnya sarana tersebut dan faktor keamanan, maka jembatan darurat itu dibuat ulang. (Aan/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/02/longsor-tebing-di-tonjong-brebes-tutup.html#more

Brebes – Bencana alam tanah longsor menutup total akses utama penghubung Dukuh Karang Anjog, Desa Tonjong dengan Dukuh Balai Kambang, Desa Linggapura, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kamis dini hari (27/2/2020).

Longsor tebing dipicu hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur beberapa desa di wilayah Kecamatan Tonjong sejak sore mulai pukul 17.00-21.15 WIB.

“Tebing setinggi kurang lebih 15 meter tepatnya di atas samping Jembatan Kali Salak, Dukuh Karang Anjog RT. 03 RW. 09, Desa Tonjong, longsor pada pukul 01.00 WIB,” papar Danramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Ngadino.

Dijelaska Danramil, bahwa panjang jalan yang tertutup material longsor sekitar 100 meter. Adapun kondisi jalan saat ini belum bisa dilewati kendaraan bermotor. Warga maupun anak sekolah harus melewati jalan setapak dan pematang sawah.

“Pagi ini upaya membuka jalan secara manual dan bergotong royong akan dilakukan masyarakat dengan dibantu segenap unsur di Kecamatan Tonjong,” imbuhnya.

Mereka akan membuat jalan darurat dengan memangkas tebing. Masyarakat setempat berharap bantuan penanganan secara lebih permanen (talud) ataupun bantuan bronjong sehingga tanah yang labil di titik tersebut tidak longsor lagi. Pasalnya, akses merupakan jalan utama warga pedukuhan antar desa.

“Tidak ada korban jiwa akibat bencana ini. Kami menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati atau mempertimbangkan saat akan melewati jalanan di bawah tebing, terutama jika hujan deras telah turun lebat dan melihat tanah tebing lembab,” himbaunya. (Aan/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/02/hspn-2020-di-wilayah-brebes-dimaknai.html#more

Brebes – Gabungan ratusan orang relawan di Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan aksi pungut sampah di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Desa Kluwut, Bulakamba.

Mereka terdiri dari unsur pemerintahan, DLHPS Brebes, TNI-Polri, instansi sekolah, serta masyarakat setempat.

Dijelaskan pengambil apel yaitu Kepala DLHPS Brebes, Drs. Budhi Darmawan, bahwa aksi tersebut dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPN) yang akan jatuh pada hari ini. Jumat (21/2/2020).

“Kami menggandeng sejumlah unsur, masyarakat dan anak sekolah, untuk melakukan kegiatan yang mulia, yaitu bersih bersih lingkungan TPI Kluwut,” ucapnya.

Masih menurutnya, negara Indonesia akan maju jika masyarakatnya sehat. Pasalnya, jika masyarakat sehat maka anggaran kesehatan sedikit banyak dapat digunakan untuk membangun sektor lainnya.

“Kebersihan merupakan modal untuk meraih suatu kesehatan, maka dari itu mari kita sama sama jaga kebersihan yang merupakan juga sebagian dari iman,” pungkasnya.

Sementara ditambahkan Danramil 07 Bulakamba Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Tuteng, bahwa kegiatan yang dilangsungkan selama 2 jam itu (07.00-09.00 WIB), pasti bermanfaat untuk menggugah kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terlebih plastik.

"Sampah merupakan sisa aktivitas manusia, sehingga pengelolaan/penanggulangannya merupakan kewajiban bersama,” ucap Tuteng.

Mengulas kebelakang, bahwa HPSN ditetapkan pada tahun 2005 lalu tak terlepas dari terjadinya tragedi memilukan karena merenggut 150 korban jiwa dan menghapus 2 desa dari peta karena timbunan longsor sampah, di TPA Leuwigajah, Kampung Adat Cireundeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat (21/1/2015).

Pada waktu itu, hujan deras membuat gunung sampah sepanjang 200 meter dengan tinggi 60 meter longsor akibat ledakan gas metan yang sebelumnya mengguyur tumpukan sampah. Gunung sampah longsor seperti ombak yang menerjang para pemulung dan kedua desa.

Perayaan hari tersebut dimaknai dengan melakukan aksi nyata bersih-bersih sampah di seluruh pelosok Indonesia. Ini merupakan wujud kepedulian terhadap sampah yang semakin masif. Juga agar generasi muda tahu bahwa sangat penting menjaga kelestarian, kebersihan dan keindahan lingkungan. (Aan/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/02/koramil-bumiayu-brebes-turun-ke-jalan.html#more
Brebes – Danramil 08 Bumiayu, Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Jupriadi, kembali turun ke jalanan dan pasar di wilayah Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, untuk membagikan nasi bungkus kepada tukang becak, supir angkot, dan tukang ojek, Jumat pagi (21/02/2020).

Dibenarkan Kapten Jupriadi (kacamata), bahwa kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya sejak dirinya menjabat awal Februari lalu (2/2), pasca dilantik Dandim, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE.

“Jumat berkah dengan membagikan 120 bungkus sarapan pagi kali ini, sasarannya adalah Pasar Jatisawit dan Pasar Talok, RS. Amanah Bumiayu, jalan lingkar Pagojengan serta Terminal Bus Bumiayu,” ucapnya.

Menurutnya juga, kegiatan sosial tersebut untuk lebih meraih simpati masyarakat kepada TNI.

“Kegiatan ini sebagai upaya pendekatan TNI kepada masyarakat, sehingga jika ada informasi perkembangan situasi wilayah yang penting, masyarakat tidak canggung melaporkannya,” imbuhnya.

Lanjutnya, kegiatan pada Jumat sebelumnya (14/2), adalah pembagian 100 bungkus nasi kepada tukang becak, sopir angkot, tukang ojek dan tuna susila di lingkungan Pasar Bumiayu.

Mukminin (62), salah satu abang becak yang biasa mangkal di Terminal Bus Bumiayu, mengaku senang dan bangga dengan pembagian puluhan nasi bungkus tersebut. (Aan/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/02/progres-penutupan-tanggul-jebol-sungai.html#more

Brebes – Upaya penanganan tanggul jebol Sungai Cisanggarung di wilayah Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, oleh pihak BBWS 005 Cimanuk-Cisanggarung, dilanjutkan kembali di hari ketiga. Kamis (20/2/2020).

Alat berat telah selesai melakukan pekerjaannya untuk mengurug dan menambal tanggul yang jebol di perbatasan antara Desa Babakan dengan Bojongsari sepanjang 25 meter tinggi 3 meter, yang menjadi salah satu penyebab banjir yang merendam setidaknya 85 rumah warga masyarakat sekitar sungai (50 rumah di Desa Kalibuntu dan 35 rumah di Babakan).

Ketinggian air di kedua desa ini bervariasi antara 0,5 sampai 1 meter. Sementara puluhan rumah lainnya yang tersebar di Desa Pekauman dan Karangsambung, juga kebanjiran akibat limpasan air yang melewati tanggul Cisanggarung. Walaupun tidak begitu parah, dampak banjir juga sampai ke desa lainnya yaitu Randusari, Bojongsari, Panggabean, Jatisawit dan Losari Kidul.

Dijelaskan Danramil 05 Losari Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Muhtadi, bahwa upaya perbaikan tanggul jebol di Babakan-Bojongsari, tak sebatas menambalnya saja, melainkan mempertebalnya dan meninggikannya 0,5 meter dari sebelumnya.

“Pekerjaan yang dilakukan Excavator SK200 dari BBWS Cimanuk-Cisanggarung, sekaligus meninggikan tanggul di Babakan-Bojongsari setengah meter dari semula, sepanjang 120 meter,” ucapnya, Kamis siang (20/2/2020).

Sedangkan banjir di Desa Limbangan pada waktu yang sama dan telah merendam kurang lebih 70 hektar lahan pertanian bawang dan pertambakan masyarakat Dukuh Limbangsari, dipicu akibat jebolnya tanggul anak Sungai Cisanggarung di Dukuh Limbangsari sepanjang 7 meter. Saluran ini merupakan terusan menuju Bendungan Karet Tawang Sari, Kabupeten Cirebon, Jawa Barat.

Pekerjaan excavator amphibi milik DPSDSPR Kabupaten Brebes disini adalah menambal tanggul anak sungai yang juga jebol tersebut sepanjang 15 meter, tinggi 5 meter, dari rencana semula sepanjang 25 meter.

“Untuk penutupan tanggul anak Sungai Cisanggarung di Dukuh Limbangsari, Limbangan, adalah sepanjang 15 meter dan saat ini masih terus dilakukan,” imbuhnya.

Ditambahkannya, relawan gabungan (perangkat desa, relawan DAS, BPBD dan TNI) bersama masyarakat RW. 05 Desa Babakan, juga telah selesai meninggikan tanggul di belakang Balai Desa Babakan, dengan 3000 karung berisi tanah sepanjang 50 meter, lebar dan tinggi 1 meter.

Ini dilakukan guna mencegah limpasan air terjadi lagi. Pasalnya, di titik ini air dari Sungai Cisanggarung kemarin (17/2), juga sebagai pemicu banjir akibat limpas/meluap.

Sekedar diketahui, banjir tersebut dipicu oleh hujan deras di wilayah hulu atau Selatan Brebes ditambah wilayah Kecamatan Losari. Untuk tanggul Sungai Cisanggarung sendiri sebelum jebol adalah terendam air di beberapa titik, namun jebol di Babakan-Bojongsari dan di Limbangan (anak sungai). (Aan/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/02/benda-bersumbu-yang-ditemukan-di-jalan.html#more

Brebes – Tim Gegana Brimob Kabupaten Pekalongan meledakkan penemuan benda yang diduga bom di depan pagar besi dealer sepeda motor Viar, Jalan Gajah Mada No. 31 (termasuk Jalan Raya Pantura Brebes), wilayah Desa Limbangan Kulon, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Tim yang datang dengan pakaian lengkap Jihandak (Penjinakan Bahan Peledak), meledakkan langsung di lokasi pada pukul 10.25 WIB.

Dibenarkan Danramil 01 Brebes Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Zaenal Abidin, bahwa rangkaian besi bersumbu yang yang dibalut/diplester dengan perekat (lakban) berwarna coklat itu, diledakkan untuk memisahkan rangkaian dari kabelnya.

“Setelah diledakkan ditempat, rangkaian yang diduga bom tersebut dibawa ke Pantai Randusanga Indah, Desa Limbangan Kulon, Kecamatan Brebes, untuk diledakkan total,” imbuhnya.

Wakapolres Brebes, Kompol M. Faisal Perdana, menyatakan bahwa setelah dilakukan peledakan pertama, Tim Jihandak selanjutnya membersihkan dan mengambil serpihan-serpihan ledakan untuk diteliti.

Sterilisasi juga dilakukan hingga radius 200 meter. Rekayasa lalu-lintas dua arah dalam satu jalur juga diberlakukan pihak Satlantas Polres Brebes di Jalan Raya Pantura itu guna mengurai kemacetan atau antrian panjang kendaraan. Pasca diledakkan pertama, rekayasa lalu-lintas kembali dinormalkan untuk dua jalur.

Selanjutnya benda tersebut dibawa ke pantai tersebut untuk diledakkan total pada pukul 11.30 WIB.

Hasil dari pemusnahan total, didapati bahwa ternyata benda itu bukan bom melainkan rangkaian tiga batang besi berisi cor-coran semen sepanjang 32 centimeter, dengan dilengkapi satu buah timer dan kabel.

“Kita belum tahu pasti apakah mengandung bahan peledak atau tidak. Yang, jelas tadi kita pecah dulu untuk memutuskan rangkaian," ucapnya.

Masih menurutnya, apapun penemuan benda yang mencurigakan dan mengarah kepada bahan peledak, harus ditangani secara serius.

Para petugas masih terus melakukan pengembangan tentang motif apa dibalik diletakkannya benda di tempat itu sehingga sempat menimbulkan teror di masyarakat serta para pengguna jalan yang melintas.

“Untuk penanganan kita sudah berkoordinasi dengan pihak Gegana Brimob, dan untuk masyarakat diminta jangan panik,” pungkasnya.

Untuk diketahui, benda tersebut ditemukan pertama kali oleh salah satu pekerja dealer sepeda motor tersebut yaitu Sarifudin (39), yang merupakan warga setempat sekitar pukul 07.30 WIB saat hendak membuka pintu gerbang sorum.

Ia pun lantas memberitahukan penemuan kepada Aiptu Cecep Subarkah, anggota Polres Brebes melalui istrinya yaitu Siti Fariha (53) yang berada tak jauh. Akhirnya Siti Fariha menghubungi suaminya untuk ditindak lanjuti. (Aan/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/02/rumpun-bambu-tutup-akses-antar-pedesaan.html#more

Brebes – Bencana alam berupa tebing longsor terjadi di wilayah Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sehingga menutup total akses antar pedesaan yaitu Desa Linggapura menuju Tajurmanis. Kamis pagi (20/2/2020).

Dijelaskan Danramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Ngadino, bahwa tebing setinggi 3 meter yang terdapat rumpun bambu longsor karena dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Sirampog.

“Longsor terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.30 WIB, tepatnya di wilayah Dukuh Lemah Duwur RT. 03 RW. 06, Desa Linggapura, karena dipicu hujan mulai pukul 17.00-03.00 WIB,” bebernya.

Untuk volume longsor adalah sepanjang 8 meter dan lebar 4 meter. Diketahui pemilik tanah dan bambu yang mengalami longsor tersebut adalah H. Amad (75), warga asal Desa Linggapura RT. 01 RW. 02.

“Tidak ada korban jiwa atas kejadian ini. Pihak kami membantu masyarakat setempat melaksanakan kerja bakti untuk menyingkirkan material longsoran agar jalan kembali normal untuk dilalui,” imbuh Ngadino.

Tak lupa pihaknya menghimbau kepada masyarakat yang melintas agar lebih berhati-hati, terutama saat hujan turun cukup deras dan lama. Pasalnya, di sepanjang jalan wilayah Lemah Duwur terdapat tebing-tebing yang berpotensi longsor. (Aan/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/02/penanaman-pohon-di-lereng-gunung-slamet.html#more
Brebes – Ribuan relawan gabungan melakukan penanaman ribuan bibit pohon campuran di lereng Gunung Slamet, wilayah Dukuh Kaliwadas, Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Kegiatan yang dilakukan selama dua hari ini (8-9/2), sebagai upaya menghijaukan kembali khususnya lereng Gunung Slamet yang mengalami kebakaran hutan hebat 2019 lalu (17/9), yaitu di hutan produksi milik Perhutani BKPH Pekalongan Barat petak 15 F, sebelah timur Dukuh Kaliwadas.
Dibenarkan Danramil 10 Sirampog Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Mukhrodi, bahwa pihaknya turut melakukan penanaman 46 ribu bibit pohon di lahan seluas 106 hektar.
“Setidaknya 1.200 orang dari segenap unsur yang meliputi TNI-Polri, BPBD, Perhutani, Kokam, Banser, Pelajar, serta masyarakat Dawuhan dan sekitarnya, beramai-ramai menanami hutan di lereng Gunung Slamet,” ucapnya membenarkan, Senin pagi (10/2/2020).
Ini juga merupakan upaya bersama dalam meminimalisir bencana banjir di Kabupaten Brebes akibat melimpahnya air yang masuk ke Sungai Pemali.
“Salah satu upaya penanganan banjir adalah memperbaiki hutan di hulu sungai,” imbuhnya.
Lebih lanjut, reboisasi ini juga sebagai tindak lanjut dari apa yang telah dilakukan Forkopimda sebelumnya (8/2), dengan menanam bibit pohon macadamia di Desa Igirklanceng, Sirampog. Di desa yang memiliki ketinggian 800 mdpl ini, 4.000 bibit ditanam diantara sayuran milik warga setempat.
Upaya tersebut kedepan justru akan menguntungkan petani. Pasalnya, pohon macadamia di samping untuk mengantisipasi banjir dan tanah longsor di pegunungan, pohon ini juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi melalui buahnya yang disebut kacang macadamia, dengan harga mencapai Rp 300 ribu per kilogramnya.
Sementara dari penyampaian Bupati Brebes, Idza Priyanti melalui Wigiyanto, SIP, bahwa penanaman pohon sangat tepat dilakukan pada musim penghujan ini. Pohon keras yang ditanam akan sangat tepat sebagai penahan erosi dan tanah longsor di daerah rawan bencana.
Lebih lanjut, pohon campuran yang ditanam itu diharapkan di kemudian hari akan menjadi penyuplai air bagi kebutuhan air bersih maupun pengairan sayur mayur untuk petani Desa Dawuhan dan sekitarnya, terlebih di saat musim kering.
Bupati berpesan agar masyarakat yang berada di lereng Gunung Slamet agar merawat pohon yang sudah ditanam, supaya tumbuh menjadi besar untuk generasi selanjutnya.
Ketua panitia penanaman pohon, M. Sukoco, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak dan relawan yang telah terlibat dan peduli akan kelestarian lingkungan hutan dan ekosistem di lereng lereng Gunung Slamet. (Aan/topfm)

Brebes – Ratusan anggota TNI Kodim 0713 Brebes, dilatihkan kembali materi dasar keprajuritan di wilayah Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dalam kegiatan Uji Terampil Perorangan (UTP) yang digelar selama dua hari mulai tanggal 5 sampai 6 Februari 2020.

Dijelaskan Pengendali dan Pengawas Latihan (Dalwaslat), Kapten Infanteri Yatno, Danramil 04 Tanjung merangkap Pasi Intel Kodim, “UTP Triwulan I TA. 2020 ini sebagai momen untuk mengingatkan kembali bagi seorang prajurit tentang apa yang menjadi tugas dan fungsinya,” ucapnya, Kamis pagi (6/2/2020).

Lebih lanjut, UTP untuk menguji kemampuan perorangan yang dimiliki oleh masing-masing prajurit baik Bintara maupun Tamtama sesuai dengan pangkatnya, yaitu kecakapan 1-7 dari prajurit yang berpangkat Prada sampai dengan Pelda.

“Sesuai dengan pangkatnya, setiap prajurit Kodim Brebes diuji penguasaan tingkat kecakapan dari pengetahuan dan keterampilan umum seorang prajurit. UTP ini merupakan kegiatan lanjutan dari Latihan Perorangan Dasar (Latorsar),” imbuhnya.

Adapun latihan ini para prajurit harus menyelesaikan uji terampil di 10 pos. Sedangkan satu pos lagi dikhususkan hanya untuk prajurit intelijen/intel.

“Tujuan utama latihan adalah agar setiap prajurit di semua tingkatan mampu melaksanakan tugasnya secara profesional dan proporsional,” pungkas Yatno.

Diketahui, pemeliharaan latihan ini merupakan salah satu bentuk pembinaan satuan sesuai dengan program dari Mabesad, sebagai pertanggungjawaban terhadap rakyat. (Aan/topfm)
PROGRAM ACARA UNGGULAN : 05-06 NGAJI PAGI * 06-07 INFO PAGI*07-09 INDONESIA DANGDUT*09-11 LAGU JAWA* 11-13 KENANGAN*13-15 DANGDUT NGETOP*15-17 TREN MUSIK INDO* 19-21 MUSIK TO ORANG MUDA*21-00 TOPREQUEST

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online | WA : 0856 0203 7951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj |085326111234
Email: topfm951@yahoo.co.id