Live Radio Streaming
Tampilkan postingan dengan label Pilkades. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilkades. Tampilkan semua postingan
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH menyampaikan beberapa point penting
yang harus dilakukan seluruh petugas keamanan Pemilihan Kepala Desa
(Pilkades) Serentak tahap II, Kabupaten Brebes. Petugas yang terlibat
dalam pengamanan harus mengenali wilayah tugas, dan bekerja sebaik
baiknya secara professional dan proporsional.
Demikian disampaikan Idza saat apel, gelar pasukan pengamanan Pilkades di Komplek Islamic Center Brebes, Rabu (11/12).
Kata Idza, dalam pilkades yang akan digelar Minggu (15/12) mendatang, point selanjutnya, kuasai cara bertindak baik dan selalu bersinergi antar semua elemen, jalin kordinasi dan kerjasama yang harmonis, persiapkan secara cermat berbagai kelengkapan sarana penunjang tugas.
"Dan yang terpenting hindari sikap dan tindakan yang tidak simpatik, arogan dan sewenang-wenang,"
Terakhir, pegang teguh komitmen netralitas, sehingga dapat berdiri di atas semua golongan tanpa memihak.
Idza mengajak kepada seluruh Kapolsek, Danramil Dan Perwira Pengendali agar senantiasa memberikan instruksi yang jelas tentang tupoksi. Sehingga pelaksanaan tugas pengamanan dapat berjalan aman, tertib dan lancar.
Bila ditemukan titik rawan yang perlu mendapat perhatian serius untuk berkoordinasi, bersinergi untuk mewujudkan situasi dan kondisi Kamtibmas yang kondusif pada proses dan tahapan Pilkades.
Kepada seluruh masyarakat, Idza juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun suasana yang penuh kedamaian. Kedepankan dan kembangkan sikap saling menghargai dan menghormati serta berupaya menghindari konflik.
Apel gelar pasukan yang di ikuti Polisi Militer (PM), TNI, Polri, Satpol PP, Linmas, Damkar dan Tim SAR. Turut hadir Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH, Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono, Ketua Pengadilan Negeri Brebes Edi Saputra Pelawi SH MH, Perwakilan Forkompimda lainya, Kaposek dan Danramil, Beberapa Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes serta tamu undangan lainya.
Selain gelar pasukan dalam kesempatan yang sama juga dilaksanakan gelar sarana dan prasarana penunjang tugas serta simulasi Pengamanan pelaksanaan Pilkades. (ys/wsd/topfm)
Demikian disampaikan Idza saat apel, gelar pasukan pengamanan Pilkades di Komplek Islamic Center Brebes, Rabu (11/12).
Kata Idza, dalam pilkades yang akan digelar Minggu (15/12) mendatang, point selanjutnya, kuasai cara bertindak baik dan selalu bersinergi antar semua elemen, jalin kordinasi dan kerjasama yang harmonis, persiapkan secara cermat berbagai kelengkapan sarana penunjang tugas.
"Dan yang terpenting hindari sikap dan tindakan yang tidak simpatik, arogan dan sewenang-wenang,"
Terakhir, pegang teguh komitmen netralitas, sehingga dapat berdiri di atas semua golongan tanpa memihak.
Idza mengajak kepada seluruh Kapolsek, Danramil Dan Perwira Pengendali agar senantiasa memberikan instruksi yang jelas tentang tupoksi. Sehingga pelaksanaan tugas pengamanan dapat berjalan aman, tertib dan lancar.
Bila ditemukan titik rawan yang perlu mendapat perhatian serius untuk berkoordinasi, bersinergi untuk mewujudkan situasi dan kondisi Kamtibmas yang kondusif pada proses dan tahapan Pilkades.
Kepada seluruh masyarakat, Idza juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun suasana yang penuh kedamaian. Kedepankan dan kembangkan sikap saling menghargai dan menghormati serta berupaya menghindari konflik.
Apel gelar pasukan yang di ikuti Polisi Militer (PM), TNI, Polri, Satpol PP, Linmas, Damkar dan Tim SAR. Turut hadir Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH, Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono, Ketua Pengadilan Negeri Brebes Edi Saputra Pelawi SH MH, Perwakilan Forkompimda lainya, Kaposek dan Danramil, Beberapa Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes serta tamu undangan lainya.
Selain gelar pasukan dalam kesempatan yang sama juga dilaksanakan gelar sarana dan prasarana penunjang tugas serta simulasi Pengamanan pelaksanaan Pilkades. (ys/wsd/topfm)
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH mengajak kepada seluruh Calon
Kepala Desa (Cakades) untuk memberi pengertian kepada pendukungnya
jangan sampai ada adu jotos, cukup coblos saja saat pemilihan Kepala
Desa (Pilkades). Ciptakan Pilkades yang aman, tenang dan damai serta
sukses demi kesejahteraan bersama.
“Jangan main adu jotos, tapi bagaimana Pilkades berjalan dengan santun, beritikad baik, sehingga Pilkades berjalan aman dan sukses,” kata Bupati saat Deklarasi Damai Pilkades Serentak gelombang II Tahun 2019, di Pendopo Bupati, Rabu (4/12).
Menurut Bupati, Ikrar damai jangan hanya seremonial bersama tetapi harus dijaga komitmen bersama.
“Ikrar ini harus melekat dan menjadi komitmen bersama oleh para calon, pendukung dan panitia. Bila ada kesulitan, bisa dikonsultasikan ke camat, forkompinca, wakil bupati dan pihak pihak terkait sehingga mendapatkan solusi terbaik,” ucap Idza.
Idza menjelaskan, Pilkades akan digelar pada 15 Desember 2019. Surat suara harus sudah selesai dicetak dan distribusikan pada 10 Desember. Biaya cetak dibebankan pada APBD Murni sekitar Rp 30 juta hingga Rp 50 juta tergantung pada jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) masing-masing desa. Sedangkan surat undangan akan dikirim pada 5 Desember ke 108 desa yang menyelenggarakan Pilkades.
Karena desa sekarang mendapat kucuran dana desa 2020 sebanyak Rp 495 untuk 292 desa, maka pada saat kampanye silakan untuk menyampaikan visi dan misi pemberdayaan desa. Dengan Visi dan misi yang bagus tentu akan mendapat simpati masyarakat untuk maju bersama. Bupati beserta Forkompinda juga berjanji akan menengok langsung pelaksanaan Pilkades.
Jaga kesehatan, dihadiri 682 terdiri dari Forkompinda 8 orang,OPD terkait 8 Orang , anggota Desk Pilkades Kab Brebes 10 orang , Muspika 51 orang ,Pj Kades 108 orang ,Ketua Panitia Pilkades 108 orang , jumlah calon Kades 372 orang dan Tokoh masyarakat 17 orang
Ketua Panitia Pengarah dan Pemantau Pilkades tingkat Kab Brebes H Athoilah SE MSi melaporkan, dasar hukum pelaksanaan Pilkades serentak gelombang II Tahun 2019 yakni UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa, PP No 47 tahun 2015 tentang perubahan atas PP No 43 tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No 6 tahun 2014 tentang Desa, Permendagri No 65 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri RI No 112 tahun 2014 tentang Pilkades serta Perbup No 32 tahun 2019 tentang Pilkades serentak.
Adapun jumlah desa yang melaksanakan Pilkades serentak gelombang II tahun 2019 sebanyak 108 desa di 17 kecamatan, dengan jumlah calon Kades sebanyak 372 orang.
Untuk kampanye 12-13 Desember 2019, hari tenang 14 Des 2019, pelaksanaan pemungutan suara secara serentak Minggu 15 Desember 2019.
Adapun DPT terbanyak Desa Pamulihan Kecamatan Larangan sebanyak 17.055 pemilih sedangkan DPT terkecil Desa Windusakti Kecamatan Salem sebanyak 416 pemilih.
Deklarasi damai dibacakan perwakilan Cakades ditirukan oleh Peserta dilanjutkan penandatanganan pernyataan menciptakan Pilkades Damai.
Deklarasi damai dihadiri Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Faisal Amri, Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono, Ketua Pengadilan Agama Abdul Basyir, Kepala OPD terkait, Camat se-Kab Brebes dan undangan lainnya. (bs/wsd/topfm)
“Jangan main adu jotos, tapi bagaimana Pilkades berjalan dengan santun, beritikad baik, sehingga Pilkades berjalan aman dan sukses,” kata Bupati saat Deklarasi Damai Pilkades Serentak gelombang II Tahun 2019, di Pendopo Bupati, Rabu (4/12).
Menurut Bupati, Ikrar damai jangan hanya seremonial bersama tetapi harus dijaga komitmen bersama.
“Ikrar ini harus melekat dan menjadi komitmen bersama oleh para calon, pendukung dan panitia. Bila ada kesulitan, bisa dikonsultasikan ke camat, forkompinca, wakil bupati dan pihak pihak terkait sehingga mendapatkan solusi terbaik,” ucap Idza.
Idza menjelaskan, Pilkades akan digelar pada 15 Desember 2019. Surat suara harus sudah selesai dicetak dan distribusikan pada 10 Desember. Biaya cetak dibebankan pada APBD Murni sekitar Rp 30 juta hingga Rp 50 juta tergantung pada jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) masing-masing desa. Sedangkan surat undangan akan dikirim pada 5 Desember ke 108 desa yang menyelenggarakan Pilkades.
Karena desa sekarang mendapat kucuran dana desa 2020 sebanyak Rp 495 untuk 292 desa, maka pada saat kampanye silakan untuk menyampaikan visi dan misi pemberdayaan desa. Dengan Visi dan misi yang bagus tentu akan mendapat simpati masyarakat untuk maju bersama. Bupati beserta Forkompinda juga berjanji akan menengok langsung pelaksanaan Pilkades.
Jaga kesehatan, dihadiri 682 terdiri dari Forkompinda 8 orang,OPD terkait 8 Orang , anggota Desk Pilkades Kab Brebes 10 orang , Muspika 51 orang ,Pj Kades 108 orang ,Ketua Panitia Pilkades 108 orang , jumlah calon Kades 372 orang dan Tokoh masyarakat 17 orang
Ketua Panitia Pengarah dan Pemantau Pilkades tingkat Kab Brebes H Athoilah SE MSi melaporkan, dasar hukum pelaksanaan Pilkades serentak gelombang II Tahun 2019 yakni UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa, PP No 47 tahun 2015 tentang perubahan atas PP No 43 tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No 6 tahun 2014 tentang Desa, Permendagri No 65 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri RI No 112 tahun 2014 tentang Pilkades serta Perbup No 32 tahun 2019 tentang Pilkades serentak.
Adapun jumlah desa yang melaksanakan Pilkades serentak gelombang II tahun 2019 sebanyak 108 desa di 17 kecamatan, dengan jumlah calon Kades sebanyak 372 orang.
Untuk kampanye 12-13 Desember 2019, hari tenang 14 Des 2019, pelaksanaan pemungutan suara secara serentak Minggu 15 Desember 2019.
Adapun DPT terbanyak Desa Pamulihan Kecamatan Larangan sebanyak 17.055 pemilih sedangkan DPT terkecil Desa Windusakti Kecamatan Salem sebanyak 416 pemilih.
Deklarasi damai dibacakan perwakilan Cakades ditirukan oleh Peserta dilanjutkan penandatanganan pernyataan menciptakan Pilkades Damai.
Deklarasi damai dihadiri Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Faisal Amri, Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono, Ketua Pengadilan Agama Abdul Basyir, Kepala OPD terkait, Camat se-Kab Brebes dan undangan lainnya. (bs/wsd/topfm)
Penyelenggaraan
Pilkades Serentak gelombang ke-2 dengan sistim elektronik atau E-Voting perlu
disosialisakan secara masif. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang belum
mengetahui apa itu E-Voting. Persoalan tersebut, menjadi pokok bahasan utama
dalam Rakor Ipoleksosbudkam yang digelar Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik
(Kesbangpol) Kabupaten Brebes di Aula Serbaguna Gedung DPRD, Kamis (25/7).
Untuk
itu, Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH melalui Asisten I Setda Brebes Athoillah
SE MSi meminta semua pihak untuk ikut serta mensosialisasikan dan memberikan
pemahaman secara benar terkait penyelenggaraan Pilkades dengan sistim E-Voting.
Termasuk adanya penolakan dari kelompok warga, karena ketidaktahuan proses E-Voting.
“Adanya
penolakan, karena mereka tidak tahu. Untuk itu, menjadi kewajiban kita untuk
mensosialisasikan kepada masayrakat secara masif,” ajak Athoillah.
Staf
Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik yang juga PLt Kabag
Pemerintahan Desa Laode Vindar mengatakan Pilkades e-voting lebih praktis.
Dilihat dari segi biaya lebih hemat bila dibandingkan dengan pilkades sistim
manual. Sistem e-voting juga dapat meminimalisir permasalahan yang muncul saat
pelaksanaan maupun pasca Pilkades.
Laode
menandaskan, E-voting telah digunakan 981 kali Pilkades di 18 kabupaten dan 11
provinsi dan semuanya berjalan baik.
Sementara
itu Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono melalui Kabag Ops Kompol Harry Sutadi
menyampaikan, kalau pihaknya mendukung Pilkades E-Voting. Dukungan tersebut
dalam bentuk kesiapsiagaan jajaran Polri sesuai dengan tupoksi yang dimiliki.
Dia
mengungkapkan, jajarannya merasa senang karena proses dan tahapan Pilkades
serentak gelombang pertama dapat berjalan sukses dan lancar hingga pasca
dilantiknya Kades terpilih. Pihaknya juga berharap, Pilkades gelombang kedua
bisa berjalan lancar dan sukses meskipun harus ada upaya sosialisasi kepada
masyarakat, mengingat sistim yang digunakan berbeda dari pilkades sebelumnya.
Rakor
diikuti para Kepala SKPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes, Camat,
Danramil, dan Kapolsek Se kabupaten Brebes. Kabag Ops Polres Brebes Kompol
Harry Sutadi, Pasi Intel Kodim 0713 Brebes Kapten Inf Tuteng Aryalona,
perwakilan Kejaksaan Negeri Brebes, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum
dan Politik yang juga PLt Kabag Pemerintahan Desa Laode Vindar Aris dan Kasi
Politik Dan Antar Lembaga Kantor Kesbangpol Kukuh Prasetyo. (YA/WSD)
Gelar
Pilkades Serentak E-Voting, Brebes Gandeng BPPT
Menjelang
Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang kedua secara Elektroni
Voting (E-Voting), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes menggandeng Badan
Pengkajian dan Penerapan Teknologi Republik Indonesia (BPPT RI). Wujud dari
itu, dengan ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU). MoU
ditandatangani antara Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH dengan , Pejabat
Ahli Utama Perekayasa Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPTRI, Andari
Grahitandaru, di pendopo Bupati Brebes, Kamis (4/7).
"Dengan
sistem e-Voting ini bisa dijamin keamanan data dan informasi, serta evaluasi
hasil pelaksanaan Pilkades juga secara elektronik," kata Idza.
Menurut
Idza, Pilkades serentak E-Voting akan dilaksanakan di 108 desa se Kabupaten
Brebes pada secara pada Desember 2019 mendatang.
Idza
menjelaskan, kerja sama tersebut meliputi pelaksanaan Pilkades dengan sistem
e-Voting, pendampingan pengolahan data dan informasi digital, peningkatan
kapasitas sumber daya manusia, dan pendampingan penyelesaian permasalahan
melalui jejak audit.
Idza
berharap penerapan sistem e-Voting mampu mewujudkan penyelenggaraan Pilkades
yang akurat, akuntabel, efektif, dan efisien. Diketahui bahwa penerapan sistem
ini menjadi yang pertama di Brebes. Sebelumnya, Pemilihan Kepala Desa gelombang
pertama di 148 desa di Kabupaten Brebes pada 16 Juni 2019 lalu masih
menggunakan sistem manual.
"Kami
berterima kasih kepada BPPTRI telah memfasilitasi pelaksanaan Pemilihan Kepala
Desa gelombang kedua bulan Desember tahun 2019 dengan sistem E-Voting.
Mudah-mudahan berjalan lancar dan sukses," ungkap Idza.
Sementara,
Pejabat Ahli Utama Perekayasa Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPTRI, Andari
Grahitandaru, mengatakan penandatanganan MoU itu bertujuan untuk menciptakan
kepala desa yang jujur dan adil. Hal itu karena pemilih hanya bisa menggunakan
hak pilihnya menggunakan KTP elektronik.
"Sehingga
kemungkinan besar tidak ada penyelewengan suara dengan undangan pemilih yang
bisa dimanipulasi," ucap Andrari Grahitandaru.
Penjabat
Kepala Bagian Pemerintahan Desa Pemkab Brebes Aris Laode Vindar menambahkan,
hingga kini pihaknya masih terus melakukan sosialisasi dan melakukan persiapan
terkait rencana pelaksanaan pemilihan kepala desa secara elektronik.
"Untuk
tahapannya saat ini kita masih lakukan sosialisasi dan persiapannya. Termasuk
koordinasi dengan seluruh camat di Kabupaten Brebes," ucap Aris.
Hadir
dalam acara tersebut, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Kajari, Kapolres,
Dandim 0713/Brebes, Sekda Ir Djoko Gunawan MT, Pejabat Ahli Utama Perekayasa
Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPTRI Andari Grahitandaru, para Kepala OPD
di lingkungan Pemkab Brebes, para Camat dan juga tamu undangan lainnya. (SPT/WSD/TOPFM)
Idza : Antusiasme Warga Bukti Peningkatan Kesadaran Berdemokrasi
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH mengaku bangga dengan tingginya antusiasme warga pada pemilihan kepala desa serentak di masing masing desa yang menggelar Pilkades. Tingginya antusiasme warga menunjukan adanya peningkatan kesadaran berdemokrasi.
"Saya bangga dan bahagia dengan tingginya antusiasme warga pada pilkades ini," ujar Idza disela pemantauan Pilkades Serentak di Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba Brebes, Minggu (16/6).
Idza juga berterima kasih kepada seluruh warga yang telah menunjukan kedewasaannya dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban sehingga suasana tetap kondusif.
Kepada warga masyarakat, Idza mengajak agar pasca pemilihan menerima hasil apa adanya. Tidak perlu membuat kegaduhan.
"Terimalah hasil pilkades dengan senang hati dan tidak perlu membuat kegaduhan," ajaknya.
Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono meminta kepada para calon kades untuk siap menang siap kalah. Karena dalam suatu kompetisi pasti ada yang menang dan tentunya ada yang kalah juga. Dan kepada yang menang untuk merangkul semuanya, baik kawan maupun lawan.
"Usai pilkades, yang ada yakni warga masyarakat, maka harus dirangkul semuanya," kata Aris.
Pantauan Pilkades Serentak Gelombang I, Kabupaten Brebes antara memantau TPS Desa Klampok Kec Wanasari, TPS Desa Kluwut Kec Bulakamba, TPS Desa Pejagan Kec Tanjung, TPS Desa Sutamaja Kec Kersana, dan TPS desa Kedungbokor Kec Larangan, dan Desa Karanglo Kecamatan Jatibarang.
Pemantauan dilakukan oleh tim inti yang terdiri dari Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono, Dandim 0713/Brebes Letkol Faisal Amri, Sekda Brebes Djoko Gunawan MT, Ketua Dekranasda Drs H Kompol Warsidin SHMH, Asisten 1 Setda H Athoillah Syatori MSi, dan pejabat lainnya.
Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH memantau di daerah Salem dan sekitarnya, sedangkan 8 tim lainnya, menyebar di Kecamatan lain.
Asisten 1 Sekda Brebes H Athoillah Syatori selaku Kerua Panitia Pilkades Serentak se Kabupaten Brebes menjelaskan, Pilkades Serentak Gelombang 1 Kabupaten Brebes diikuti 530 peserta dari 148 desa di 17 Kecamatan se Kabupaten Brebes.
"Alhamdulllah, secara umum pilkades berjalan tertib, lancar aman dan damai," pungkasnya. (wsd/topfm)
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH mengaku bangga dengan tingginya antusiasme warga pada pemilihan kepala desa serentak di masing masing desa yang menggelar Pilkades. Tingginya antusiasme warga menunjukan adanya peningkatan kesadaran berdemokrasi.
"Saya bangga dan bahagia dengan tingginya antusiasme warga pada pilkades ini," ujar Idza disela pemantauan Pilkades Serentak di Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba Brebes, Minggu (16/6).
Idza juga berterima kasih kepada seluruh warga yang telah menunjukan kedewasaannya dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban sehingga suasana tetap kondusif.
Kepada warga masyarakat, Idza mengajak agar pasca pemilihan menerima hasil apa adanya. Tidak perlu membuat kegaduhan.
"Terimalah hasil pilkades dengan senang hati dan tidak perlu membuat kegaduhan," ajaknya.
Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono meminta kepada para calon kades untuk siap menang siap kalah. Karena dalam suatu kompetisi pasti ada yang menang dan tentunya ada yang kalah juga. Dan kepada yang menang untuk merangkul semuanya, baik kawan maupun lawan.
"Usai pilkades, yang ada yakni warga masyarakat, maka harus dirangkul semuanya," kata Aris.
Pantauan Pilkades Serentak Gelombang I, Kabupaten Brebes antara memantau TPS Desa Klampok Kec Wanasari, TPS Desa Kluwut Kec Bulakamba, TPS Desa Pejagan Kec Tanjung, TPS Desa Sutamaja Kec Kersana, dan TPS desa Kedungbokor Kec Larangan, dan Desa Karanglo Kecamatan Jatibarang.
Pemantauan dilakukan oleh tim inti yang terdiri dari Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono, Dandim 0713/Brebes Letkol Faisal Amri, Sekda Brebes Djoko Gunawan MT, Ketua Dekranasda Drs H Kompol Warsidin SHMH, Asisten 1 Setda H Athoillah Syatori MSi, dan pejabat lainnya.
Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH memantau di daerah Salem dan sekitarnya, sedangkan 8 tim lainnya, menyebar di Kecamatan lain.
Asisten 1 Sekda Brebes H Athoillah Syatori selaku Kerua Panitia Pilkades Serentak se Kabupaten Brebes menjelaskan, Pilkades Serentak Gelombang 1 Kabupaten Brebes diikuti 530 peserta dari 148 desa di 17 Kecamatan se Kabupaten Brebes.
"Alhamdulllah, secara umum pilkades berjalan tertib, lancar aman dan damai," pungkasnya. (wsd/topfm)
Gelar
Pasukan, Upaya Menjamin Pilkades Serentak Aman dan Damai
Untuk
mewujudkan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Kabupaten Brebes yang
aman, damai dan kondusif, Polres Brebes menggelar Apel Gelar Pergeseran Pasukan
Pengamanan Pilkades serentak tahap I di halaman Mapolres Brebes, Sabtu (15/6).
Apel
Gelar Pasukan dipimpin bersama oleh Bupati Brebes Hj Idza Priyanti, Kapolres
Brebes AKBP Aris Supriyono serta Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Faizal Amri.
Di
Apel tersebut, Dandim 0713/Brebes membacakan sambutan Kapolres Brebes. Kapolres
menyampaikan bahwa Apel pergeseran pasukan bertujuan untuk melakukan pengecekan
pasukan dan mengecek kesiapsiagaan anggota dalam pengamanan pada pemungutan
suara pilkades serentak tahap I, Minggu 16 Juni besok.
“Pilkades
yang dilaksanakan di 148 desa dari 17 kecamatan, memerlukan pengamanan yang
cukup ekstra serta membutuhkan banyak personel pengamanan,” kata Aris.
Menurut
Aris, dalam pengamanan harus bersinergi dengan instansi terkait agar pilkades
terlaksana dengan baik. Perlu diketahui bahwa tahapan pilkades serentak
terdapat potensi kerawanan yang harus menjadi perhatian.
“Perlu
kita sikapi dengan profesional baik itu TNI, Polri, Linmas dan instansi
terkait. Artinya, harus benar-benar mempersiapkan diri agar dapat bekerja sama
dengan baik, pahami tugas dan tanggungjawab, pahami lingkungan tempat tugas
rekan-rekan serta pelajari dinamika sosial yang ada,” terang Aris.
Adapun
hal yang perlu perhatikan, lanjut Aris, pertama kenali wilayah tugas dan
laksanakan tanggungjawab sebaik-baiknya dengan mengedepankan profesionalitas
dan proporsionalitas serta senantiasa bersikap tegas dan humanis dalam
pelaksanaan tugas.
Kedua,
kuasai cara bertindak baik secara teknis dan taktis serta selalu bersinergi
dengan TNI, Linmas, panitia pemilihan kepala desa, dan mitra pengamanan
lainnya. Ketiga koordinasi dan kerja sama yang baik serta bangun komunikasi
yang harmonis antar unsur pengamanan di lapangan, sehingga mampu mewujudkan
team work yang solid dan dapat mencapai hasil kinerja yang optimal.
Keempat,
persiapkan secara cermat berbagai kelengkapan pendukung tugas, baik perorangan
maupun kesatuan. Kelima, hindari sikap dan tindakan yang tidak simpatik, arogan
dan sewenang-wenang, serta pegang teguh komitmen netralitas.
“Sehingga
dapat berdiri di atas semua golongan tanpa memihak,” tegas Aris.
Keenam,
kepada seluruh kapolsek dan perwira pengendali agar senantiasa memberikan apa
yang jelas tentang tupoksi sehingga pelaksanaan tugas pengamanan dapat berjalan
aman, tertib dan lancar.
Ketujuh,
himbau warga masyarakat, bahwa pilkades yang diselenggarakan ini merupakan alat
bukan tujuan, untuk itu perlu kesadaran bersama bahwa untuk mencapai tujuan
yang di cita-citakan perlu proses yang baik sehingga diharapkan hasilnya pun
akan membawa kemaslahatan dan kesejahteraan bagi masyarakat.
Terakhir,
Aris berpesan, laksanakan tugas pengamanan ini sebagai amanah dan ibadah kepada
Tuhan yang Maha Esa, dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.
Aris
juga mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada
semua pihak yang turut berpatisipasi dalam pelaksanaan pengamanan pilkades.
“Semoga
pengabdian yang saudara lakukan dengan penuh keiklasan, akan menjadi catatan
amal baik di hadapan Tuhan yang Maha Esa,” pungkas Aris.
Hadir
dalam apel, jajaran Forkopimda, Muspika, serta rekan-rekan TNI, Polisi dan
Linmas yang akan diterjunkan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Kampanye
Pilkades Serentak, Jadi Ajang Penyampaian Visi Misi Cakades
Tahapan
Pemilihan Kepala Desa Serentak Tahap I di Kabupaten Brebes memasuki masa
kampanye. Berbagai cara dilakukan Calon Kepala Desa (Cakades) untuk menarik
simpati pemilih. Diantaranya, dengan menyampaikan visi dan misi serta rencana
program kerja dari Cakades yang akan dijalankan pada masa periode
kepemimpinannya.
Seperti yang
terlihat dibeberapa tempat Kecamatan Brebes berlangsung meriah. Masing masing
Cakades dengan semangat membara bersama tim suksesnya menyampaikan visi
misinya.
Untuk
menghindari pertemuan antar masa pendukung yang dapat menimbulkan gesekan maka
kampanye masing masing Calon Kepala Desa dibedakan waktunya. Yakni pukul 08.30
sampai 11.00, 11.30 sampai 14.00 dan 14.30 sampai 17.00 sesuai jadwal yang
telah ditetapkan oleh Panitia Pemilihan.
Seperti yang
telah dikatakan Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH pada saat deklarasi damai
yang dilaksanakan di Pendopo Kabupaten beberapa hari yang lalu bahwa seluruh
calon Kepala desa harus bisa menjaga keamanan dan ketertiban. Sehingga
wilayahnya tetap kondusif. Diharapkan para calon Kades agar tidak menghalalkan
berbagai cara terutama yang dapat menimbulkan konflik sosial di masyarakatnya.
“Mari kita
sukseskan bersama dan pastikan Pilkades harus berjalan lancar, aman dan damai”
ujar Idza.
Dari beberapa
tempat yang sempat dikunjungi Sekertaris Dinas Komunikasi dan Informatika
Sudiyanto beserta tim liputan Humas, secara umum kampanye berlangsung lancar,
aman dan damai.
Menurut Sekdin Kominfotik
Sudiyanto, masyarakat sekarang sudah cerdas sehingga tidak mudah untuk
terprovokasi. “Mudah-mudahan, semua proses yang ada berjalan lancar dan Brebes
tetap aman,” ucap Sudiyanto.
Kampanye
Pilkades serentak dijadwalkan Kamis (13/5) dan Jumat (14/5) sebagaimana
ditetapkan Panitia Pilkades. para Calon Kepala Desa yang sudah terdaftar untuk
melakukan kampanye terbuka dengan jadwal waktu yang telah ditetapkan
sebelumnya.
Pemilihan Kepala
Desa Serentak tahap I se Kabupaten Brebes akan berlangsung 16 Juni 2019
mendatang. Sebanyak 530 orang Cakades dari 148 desa se Kabupaten Brebes akan
bertarung pada pesta demokrasi tingkat desa tersebut. (ys, wsd/topfm)









