Live Radio Streaming
Tampilkan postingan dengan label Sembako. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sembako. Tampilkan semua postingan
Komunitas Trail Adventure Brebes Raya Club (Tabrac) sembari
berolahraga melakukan bakti sosial dengan memberikan Masker dan Mie
Instan kepada masyarakat Dukuh Bangkelung, Desa Buara, Kec Ketanggungan
dan Pasar Banjarharjo, Minggu (17/5)
Ketua
Tabrac Kabupaten Brebes DR Drs Warsidin MH menjelaskan, bahwa kondisi
masyarakat terdampak Covid-19 perlu mendapatkan perhatian serius. Tabrac
turut prihatin sehingga perlu melakukan kegiatan sosial dalam upaya
memutus rantai penularan COVID-19, dengan membagi masker dan mie
instan.
"Sembari olah raga, kami membawa masker dan mie instan untuk masyarakat terdampak Covid-19," ujar Warsidin.
Warsidin
menjelaskan, lebih dari 50 anggota Tabrac membagi masker dan mie
instan. Sebenarnya lebih dari 8.500 anggota SE Kabupaten Brebes yang
ingin berpartisipasi tapi masih untuk menghindari sosial distancing
hanya anggota Tabrac dari kecamatan Ketanggungan saja.
"Komunitas
trabas, meski bulan puasa hoby olah raga menantang tersebut sulit
ditinggalkan. Sambil menunggu puasa, menerabas pegunungan," ujarnya.
Bupati
Brebes yang ikut serta dalam trabas tersebut mengaku senang. bisa
trabas di saat puasa. Selain menyalurkan hobinya, juga untuk menyapa dan
mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pencegahan Virus Corona.
"Saya ingin melihat langsung, sejauh mana kesadaran masyarakat dalam memakai masker dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.
Peserta
bakti sosial menempuhbjsrak sekitar 9 kilometer di daerah pegunungan
dengan rantangan yang tidak ringan. Start dari SMK Bisma Kersana, menuju
Pasar Banjarharjo, belok kiri menerobos pegunungan ke kampung Dukuh
Bangkelung, desa Buara Ketanggungan untuk membagi masker dan mie instan.
Selama setengah jam, pembagian masker dan mie instan selesai
selanjutnya berbalik lagi menuju Pasar Banjarharjo dan melanjutkan
pembagian masker dan mie instan. (Fatih/Wsd/topfm)
Ratusan abang becak tanpa di sangka mendapatkan bingkisan
paket sembako, masker dan sejumkah uang saku. Mereka tampak senyum
sumringah, begitu mendapat paket tersebut di depan Kantor Badan
Pertanahan Nasional (BPN), jalan Yos Sudarso Brebes, Sabtu (16/5,).
"Alhamdulillah, narik lagi sepi ternyata ada rejeki," ungkap Ratno salah seorang tukang becak dengan senyum gembira.
Ratno mengaku yang biasanya sehari bisa mengantongi Rp 50 ribu kini dimasa Pandemi Covid-19 hanya cukup buat makan sekeluarga.
"Ya... Paling-paling dapat sekilo asin, pa
(Ya, hanya cukup dapat sekilo beras sama lauk garam, pa," tuturnya memelas.
Ketua
Umum Gerakan Masyarakat Anti Pungli Indonesia (MAPI) Budi Suryo Santoso
melalui pengurus MAPI Regional 3 Jawa Tengah Hj Nur Chasanah SH
menjelaskan, sembako yang dibagi bersumber dari gotong royong MAPI,
Kantor ATR/BPN Brebes dan Satgas Saber Pungli Polhukam RI. Sebanyak 150
paket sembako dibagi lepada para abang becak. Juga menyisir dari rumah
ke rumah di empat desa untuk kaum dhuafa yang terdampak Covid-19.
Paket sembako, lanjutnya, antara lain berisi beras, minyak goreng, gula, teh, sirup, biskuit dan mie instan.
Sebelumnya,
kata Nur Chasanah, juga sudah di distribusikan bantuan sosial berupa
200 paket sembako, masker dan handsanitizer di Islamic Center beberapa
waktu lalu Juga pemberian menu paket buka puasa secara bergilir setiap
akhir pekan di beberapa desa.
Kepala
Kantor Pertanahan ATR/BPN Brebes Triyono SH MH menambahkan, semoga
bantuan bisa bermanfaat dan sedikit meringankan beban masyarakat.
Kepada
masyarakat, Triyono mengingatkan agar selalu mematuhi anjuran
Pemerintah selama masa Pandemi Covid-19. Seperti selalu menggunakan
masker, mencuci tangan pakai sabun, jaga jarak, dan jaga kebugaran tubuh
serta mengikuti petunjuk kesehatan. (Wsd/topfm)
Sebanyak 500 paket sembako di bagi untuk para abang becak,
juru parkir dan kaum dhuafa di Bumiayu. Pembagian sembako untuk
meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19.
Bupati
Brebes Hj Idza Priyanti SE MH menyerahkan bantuan sembako tersebut
secara bergilir, satu persatu di Pendopo Bupati 2, Bumiayu Brebes, Jumat
(15/5).
Idza berpesan, kondisi
Kabupaten Brebes yang berzona merah, harus kita waspadai. Jangan lengah,
ataupun meremehkan kondisi yang membahayakan.
"Tentu
kita pengin lebaran bisa salaman, bisa bergembira bersama keluarga.
Tetapi kalau Pandemi Covid-19 ini belum berakhir, maka lebaran juga akan
tetap dirumah saja," kata Idza.
Idza
juga selalu menekankan bahwa dirinya sudah membuat Surat Instruksi
tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM). Seluruh warga Brebes yang
berdomisili atau melakukan aktivitas di Brebes harus mematuhi instruksi
tersebut.
Bupati juga
mengingatkan, kalau Kabupaten Brebes akan menjadi Kawasan Industri
Brebes (KIB) yang luar biasa. Tersiar kabar juga, kalau pabrik pabrik di
China yang dimiliki Amerika akan di pindah ke Brebes. Ini berarti,
kemajuan Brebes harus disambut baik oleh masyarakat Brebes. Penyambutan
nya dengan ketersediaan SDM setempat. Untuk itu, warga Brebes harus pada
sekolah.
"Anak-anak kita, minimal lulusan SLTA,: untuk bisa bekerja di pabrik," kata Idza
Turut
hadir dalam pemberian sembako Ketua Dekranasda Brebes Dr H Warsidin MH,
Asisten III Sekda BrebesYutha Sugiharti, Camat Bumiayu, beserta
Forkopinca. (bs/wsd/topfm)
Sebanyak 58.054 Kepala Keluarga Se Kabupaten Brebes terdampak
pandemi virus Corona (Covid-19) mendapat bantuan sosial tunai (BST) Rp
600 ribu. Setiap keluarga mendapat bantuan hingga tiga bulan ke depan.
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH memantau langsung pencarian dana
tersebut di Kantor Pos Brebes, Jumat (8/5).
"Saya
lihat, penerima tampak gembira, penyaluran juga lancar, tertib dan
sesuai protokoler kesehatan," ujar Bupati Brebes yang juga Ketua Gugus
Tugas Covid-19 Kabupaten Brebes, Hj Idza Priyanti SE MH.
Dalam sambutannya Idza menjelaskan,
Para
penerima bantuan merupakan warga terdampak Covid-19. Mereka akan
menerima bantuan tunai selama 3 bulan kedepan, mulai April, Mei dan
Juni.
"Pencairan hari ini adalah
untuk bulan April kemarin. Dan bantuan bulan Mei diberikan nanti pada
akhir Mei, dan untuk Juni diberikan bulan Juni," ucapnya.
Lanjut
Idza, penerima bantuan ini merupakan keluarga yang masuk dalam data
terpadu kesejahteraan sosial. Dan bantuan sosial ini juga bisa dicairkan
di kantor-kantor pos dan Bank yang ditunjuk.
"Kalau ada yang tidak mendapat bantuan dari Kemensos, akan dapat dari desa. Jumlahnya sama," ujarnya.
Selain
dari Kemensos RI, warga terdampak pandemi Covid-19 juga akan mendapat
bantuan tunai dari desa masing-masing. Penerima bantuan dari desa ini
khusus bagi warga yang tidak mendapat bantuan dari Kemensos RI,
pungkasnya.
Kepala Kantor Pos
Brebes Omay Gunawan menambahkan, tidak semua pembayaran bansos bagi
warga terdampak pandemi virus Corona di lakukan di kantor pos. Dari
58.054 KK penerima bantuan ini, yang bantuannya dicairkan melalui kantor
pos sebanyak 50.943 KK dan sisanya 7.111 KK dicairkan melalui kantor
bank yang ditunjuk.
Omay juga
menyampaikan laporannya, hari ini kantor pos Brebes mencairkan untuk
Kelurahan Gandasuli sebanyak 388 KK dan beberapa waktu yang lalu Desa
Banjaranyar telah mencairkan sebanyak 312 KK, namun baru tercaikan 271
KK selanjutnya yang belum nanti akan dicairkan ketahap berikutnya,.
"Mekanismenya,
mereka yang mengambil sudah mendapat surat pemberitahuan melalui desa
atau kelurahan. Kemudian datang ke kantor pos dengan membawa KTP dan
Kartu Keluarga. Jadi boleh diwakilkan pengambilannya oleh orang yang ada
dalam KK itu," jelas Omay.
Hadir
dalam acara tersebut Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Kepala Kantor
Pos Brebes Omay Gunawan, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda dan Kapolsek
Brebes serta tamu undangan lainnya. (Spt/wsd/topfm)
Masyarakat Anti Pungli Indonesia
(MAPI) Regional 3 Jawa Tengah dan Satgas Saber Pungli (Kemenkopolhukam) membagi
paket sembako, masker dan handsanitizer. Paket dibagi kepada warga terdampak
virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Brebes di halaman Islamic Center
Brebes, Jumat (10/4).
“Ini bentuk donasi penanganan
Covid-19, kepada masyarakat terdampak di Kabupaaten Brebes,” ungkap salah
seorang pengurus perwakilan MAPI Regional 3 Jawa Tengah Nurhasanah di sela pembagian
bantuan.
Nurhasanah menceritakan, MAPI dan
Satgas Saber Pungli membagi bantuan secara serentak di 6 Provinsi sejak 7-11
April 2020. “Untuk pemberian donasi di Brebes sebanyak 200 paket, dan dibagikan
kepada masyarakat terdampak wabah Covid 19,” tuturnya.
Adapun yang diberikaan berupa 200
paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula pasir, kecap dan mie instan,
200 botol handsanitizer dan 200 buah masker kain.
Donasi ini, kata Nurhasanah,
dihimpun dari penggalangan dana secara swadaya anggota MAPI dan pihak lain yang
mendukung kegiatan donasi tersebut. Nurhasanah berharap, donasi ini bisa
meringankan beban peerintah dalam upaya penanggulangan penyebaran Covid 19.
“Semoga, kita semua diberi
kekuatan dan kemampuan untuk menghadapi musibah ini dan secepatnya berakhir,”
ucap Nurhasanah penuh harap.
Asisten 1 Bidang Pemerintahan
Sekda Brebes Apriyanto yang turut hadir dalam pembagian paket sembako tersebut
mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu masyarakat
dalam penanggulangan Covid 19, termasuk MAPI dan Satgas Saber Pungli.
Pemerintah Kabupaten Brebes juga
sedang menyiapkan gelontoran bantuan kepada masyarakat, untuk mengurangi beban
masyarakat yang terdampak Covid 19. Saat
ini sedang dalam proses pendataan karena ada rencana bantuan dari pemerintah
pusat dan provinsi, sehingga tidak tumpang tindih.
“Dalam waktu dekat, berbagai
bantuan insya allah akan segera gulirkan kepada masyarakat terdampak Covid-19,”
pungkasnya. (wsd/topfm)
Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH memastikan ketersediaan
sembilan bahan pokok (Sembako) di Kabupaten Brebes dalam kondisi aman.
Hal tersebut disampaikan Narjo setelah melakukan inspeksi mendadak untuk
memastikan keamanan dan ketersediaan pangan di Kabupaten Brebes. Wabup
didampingi Kapolres Brebes AKBP Gator Yulianto dan Kepala Dinas terkait
memastikan bahan pokok seperti Beras, Gula, Minyak Sayur dan Bawang
Merah di beberapa tempat, Senin (23/3).
Dari
hasil pantauan langsung di gudang Bulog, stok beras masih sangat cukup
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Brebes, setidaknya untuk dua sampai
tiga bulan kedepan, Stok Bawang Merah dan Bawang Putih yang ada di
gudang di wilayah Kecamatan Wanasari juga masih memadai.
Wakil
Bupati Brebes Narjo SH MH menyampaikan dari hasil sidak yang dilakukan
pada prinsipnya semua kebutuhan pokok masih tersedia dengan jumlah yang
masih cukup aman. Untuk itu, Wabub menghimbau agar Masyarakat tidak
perlu panik dengan melakukan pembelian yang berlebihan.
“Belilah bahan pokok sewajarnya, karena ketersediaan masih cukup,” himbau Wabup.
Masyarakat
juga diminta agar mematuhi seluruh himbauan yang sudah dikeluarkan oleh
Pemerintah terkait pencegahan wabah Virus Corona,
Sementara
Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto menandaskan, akan menindak tegas
pihak pihak yang tidak bertanggung jawab dalam hal pembelian Sembako.
“Jangan sampai ada yang main-main melakukan penimbunan barang-barang yang dibutuhkan masyarakat,” tandas Gatot.
Gatot
juga mengajak masyarakat untuk mematuhi Maklumat Kapolri tentang
pelarangan segala bentuk keramaian, pengumpulan massa baik itu kegiatan
sosial, keagamaan maupun hiburan.
“Kita semua harus berbuat bijak, demi kebaikan bersama dalam menghadapi situasi timbulnya wabah Corona,” ajaknya.
Kapolres
juga menegur Pasar Swalayan yang ada di Brebes agar menerapkan
protokoler kesehatan pencegahan Covid-19. Antara lain dengan melakukan
cek suhu tubuh dan memastikan cuci tangan para konsumen dan karyawan
sebelum masuk swalayan. (ys/wsd/topfm)









