JELANG SEMARAK 15 TH RADIO TOPFM

Live Radio Streaming

Post info

Labels:


Comments 0


Author: topfm Bumiayu

PanturaNews (Bumiayu) - Enam warga RT 01 RW 01 Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah yang rumahnya rusak akibat diterjang arus deras Kalikeruh dapat bantuan dari Pemkab Brebes. Bantuan melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigasi itu diserahkan oleh Camat Bumiayu, Selasa 26 Oktober 2010 siang.

Bantuan berupa beras, mie instan, ikan kaleng, biskuit, family kit, selimut, teko, panci, sarung, kain, kaos dewasa dan daster diserahkan langsung kepada enam korban. Yakni, Tarkunah (49), Roni (62), Rukyat (56), Kasir (70), Sutrisno (37) dan Hadi Waryoto (55).

"Bantuan kemanusian dari Bupati Brebes ini sekedar untuk meringankan beban korban yang rumahnya rusak akibat bencana alam diterjang arus deras Kalikeruh, Sabtu 23 Oktober 2010 lalu," kata Camat Bumiayu, Eko Purwanto SIP saat menyerahkan bantuan.

Bantuan dari Pemkab Brebes itu diterima keenam korban tidak sama, sesuai dengan tingkat kerusakan dan kerugian yang dideritanya. Enam korban itu, dua rumah yang rusak parah adalah milik Tarkunah dan Rukyat. Sementara kerusakan paling ringan adalah milik Hadi Waryoto, yang kerusakannya hanya bagian dapurnya saja yang rusak.

Pada kesempatan tersebut, Eko juga sempat menyarankan kepada warga korban arus deras, untuk relokasi ke tempat yang lebih aman di Maribaya yang masuk wilayah Desa Kalinusu. Yakni, lokasi yang telah disediakan oleh Pemkab Brebes. "Bantarana sungai ini semestinya bukan tidak untuk tempat tinggal dan jika bersedia sebaiknya relokasi saja ke Maribaya," katanya.

Saran relokasi itu disambut baik oleh Sutrisno, salah satu korban yang juga diiyakan Tarkunah, korban lainnya. Namun keduanya meminta bantuan dari Pemkab untuk pelaksanaan relokasi itu. "Saya mau-mau saja relokasi, tapi mohon difasilitasi," ujar Sutrisno.

Sementara itu, Kepala Desa Dukuhturi, Ahmad Efendi saat ditemui usai penyerahan bantuan mengatakan, bantaran Kalikeruh bukan tempat yang layak untuk pemukiman. Warga yang tinggal di lokasi tersebut adalah pendatang dari daerah lain yang tidak memiliki lahan untuk tempat tinggal. "Mereka sudah bertahun-tahun tinggal di bantaran sungai dan kebanyakan juga pendatang dari luar daerah," ucapnya.

Dikatakan Efendi, pihaknya sudah memberikan peringatan agar tidak mendirikan bangunan di bantaran sungai yang aliran airnya sering meluap itu. Tapi dengan alasan tidak punya lahan dan tidak memiliki kemampuan untuk membeli tanah di tempat lain, mereka tetap bertahan. "Meski selalu was-was, mereka tetap tinggal di bantaran itu," tuturnya.

0 comments:


Live Radio Streaming topfm951.net # 05.00 MQ Pagi # 06.00 Warta Singosari # 07.00 IN Dangdut # 09.00 Tembang Jawa #11.00 Kenangan # 13.00 Dangdut Ngetop # 15.00 Tren Musik Indonesia # 17.00 VOI # 18.30 Warta Singosari # 19.00 Musik to Orang Muda # 21.00 Top Request # 23.00 Solusi malam @01.00 Closing

Google+ Followers

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online : 085602037951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj | 08156516989|085326111234
Email: topfm951@yahoo.co.id
Copyright 2010 | topfm951 | bumiayu | Radio