JELANG SEMARAK 15 TH RADIO TOPFM

Live Radio Streaming

Post info

Labels: , , ,


Comments 0


Author: topfm Bumiayu

topfm951.net BREBES - Beras hitam, bagi sebagian masyarakat Indonesia belum banyak yang mengenal. Padahal, beras hitam selain pulen, enak, juga mengandung nilai gizi yang tinggi dan bisa dijadikan obat. Di Brebes, beras ini bisa di tanam dan didapatkan di dataran tinggi (1000-1500 DPL). Salah satunya di Desa Kaligiri, Kec. Sirampog lebih kurang 40 kilometer dari Kota Brebes.

Bagi warga Desa Kaligiri, Beras Hitam tidak asing lagi karena sejak bertahun-tahun yang silam beras ini sudah ditanam dan dikonsumsi warga setempat. Namun tidak ditanam secara besar-besaran karena tidak laku dipasaran umum dan belum diketahui manfaatnya. Beras hitam saat itu hanya dijadikan campuran jagung bagi masyarakat yang mengkonsumsi jagung, karena bisa menambah rasa dan aroma.

”Kalau paceklik, orang-orang pada makan jagung, nah beras hitam inilah campurannya, jadi enak, lezat dan nikmat,” terang petani asal Desa Kaligiri Slamet Yuwono (50) saat ditemui penulis di rumahnya, samping balai desa Kaligiri.

Slamet sendiri tidak tahu manfaat dari keunggulan beras hitam. Dia merasa tertantang untuk menanam dan mengembangkan beras hitam setelah mendapatkan penyuluhan dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian Kab Brebes. Karena disitu dia mendapatkan ilmu, manfaat, kandungan gizi dan prospek pasar beras hitam. ”Sejak tiga tahun yang lalu, saya nanam terus beras hitam,” kenang suami dari Suparti. Kata Slamet, Warga Sirampog banyak yang tidak berminat menanam beras hitam karena masa panennya lama, meskipun cara penanaman dan ongkos produksinya sama. ”Kalau beras putih hanya berumur 100 hari, beras hitam sampai 5 bulan, baru bisa dipanen,” kata Slamet.

Awalnya, ayah dari Panji Yuliansah (11) itu hanya menanam 1000 meter, meskipun sawahnya luas. Sekarang Slamet menanam beras hitam di lahan seluas 0,7 hektar. Untuk pemasaran, kebetulan dirinya punya teman-teman diluar kota yang mengetahui manfaat beras hitam, maka yang menjual temannya itu. ”Teman saya yang ada di Purwokerto, Guci Tegal, Yogya dan Bogor ikut menjualnya dengan menamakan obat beras hitam,” tuturnya.

Sehingga, lanjutnya, membuat harga beras hitam itu mahal. ”Saya menjual 15 ribu rupiah perkilogram, tapi bisa laku 40 sampai 50 ribu rupiah setelah dijual dikota,” ungkap Slamet yang juga Ketua Unit Pengelola Farmer Manage Activity (UP FMA) atau kegiatan penyuluhan yang dikelola petani sendiri. Untuk memudahkan pengiriman, Slamet menjualnya dengan kemasan 1 kilogram dengan bungkus plastik. Setiap sebulan sekali mengirim lewat jasa paket kepada teman-temannya diluar kota. ”Sebulan sekali saya bisa mengirim 1 ton kepada teman-teman saya di berbagai daerah,” ujarnya.

Kata Slamet, dengan dibungkus per 1 kilogram tidak mengesankan sebagai beras konsumsi tetapi benar-benar untuk obat. Cara menanaknyapun tidak seluruhnya dengan beras hitam. Tetapi hanya dicampurkan saja. Dengan perbandingan, setiap 1 kilogram beras putih hanya dicampurkan 1 ons beras hitam atau 1:10 bisa juga 1: 8. Slamet mendapat kunjungan istimewa dari Asisten II setda Brebes Ir Moh Iqbal MM dirumahnya Rabu (22/2). Iqbal menyarankan agar Slamet tidak jemu-jemu mau mengajak teman-temannya menanam beras hitam. Dan untuk pengemasan, sebanyaknya yang kedap udara dan penampilan yang menarik, sehingga bisa menambah nilai jual. Sekretaris Badan Pelaksana Penyuluhan (Bapelluh) Kab Brebes Ir Hartono menjelaskan, beras hitam mengandung kasiat untuk mencegah gangguan fungsi ginjal, memperbaiki kerusakan pada hati, membersihkan kolesterol dalam darah dan meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit.

Potensi beras hitam di Sirampog, kata Hartono, sedang dikembangkan di wilayah Sirampog. Semula hanya di desa Kaligiri kini merambah ke desa-desa di sekitarnya. Tercatat, tanaman padi beras hitam di Desa Kaligiri seluas 4,5 hektar, Manggis 3 ha, Sridadi 3 ha, Mendala 3 ha, Mlayang 2 ha dan Benda 1 ha. ”Mudah-mudahan dengan makin luasnya penanaman, bisa mencukupi permintaan konsumen yang makin tinggi juga,” pungkas Hartono.(*)

0 comments:


Live Radio Streaming topfm951.net # 05.00 MQ Pagi # 06.00 Warta Singosari # 07.00 IN Dangdut # 09.00 Tembang Jawa #11.00 Kenangan # 13.00 Dangdut Ngetop # 15.00 Tren Musik Indonesia # 17.00 VOI # 18.30 Warta Singosari # 19.00 Musik to Orang Muda # 21.00 Top Request # 23.00 Solusi malam @01.00 Closing

Google+ Followers

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online : 085602037951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj | 0815 651 6989|085326111234
Email: topfm951@yahoo.co.id
Copyright 2010 | topfm951 | bumiayu | Radio