LPPL SINGOSARI TOPFM || 95.1 MHz ||MORE THAN JUST RADIO ||INSPIRING RADIO ||
Post info

Labels: , , ,


Comments 0


Author: topfmbumiayu


http://www.topfm951.net/2019/09/fk-metra-brebes-raih-harapan-2.html#more
Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kabupaten berhasil meraih juara harapan kedua dari 35 Kabupaten Kota Se Jawa Tengah pada Grand Final Festival Pertunjukan Rakyat tingkat Jawa Tengah di Kebun Raya Indrokilo Boyolali, Jumat (13/9) malam. Meski mengakui keunggulan peserta lain, Brebes mengalami kemajuan dibanding pada pertunjukan tahun tahun yang lalu.
"Kami merasa bengga dan puas dengan hasil ini," ucap Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Dinkominfotik) Kab Brebes Johari SH yang ikut mendampingi pementasan.
Brebes mengakui keunggulan pertunjukan dari Kabupaten Temanggung yang berhasil menjadi Juara I, juara 2 Karanganyar, Juara 3 Boyolali.  Sedang harapan 1 Kota Tegal dan harapan 3 Kota Surakarta.
Dari enam Finalis, mayoritas mengusung tema hoaks. Hanya tuan rumah Kabupaten Boyolali yang menutup keseluruhan penampilan finalis dengan mengusung tema Bhinneka Tunggal Ika. Melalui seni ketoprak bertajuk "Goro Kliro", pesan yang disampaikan di akhir pentas, cukup mengena. Di mana hanya Pancasila yang bisa menjadikan negara ini jaya, jayeng bawana (pemenang di dunia). Negara akan lestari jika masyarakatnya memegang jatidiri bangsa, yakni Pancasila.
“Jadilah Islam tapi bukan Arab, jadilah Kristen atau Katholik tapi bukan Yahudi. Jadilah Hindu atau Budha tapi bukan India, jadilah Konghucu tapi bukan Cina. Jadilah Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Konghucu, tapi tetap Indonesia,” tegas salah satu pemain, yang memerankan Lurah Sukomulyo.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo  yang diwakili Plh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah Akhmat Syaifillah mengapresiasi pelaksanaan Festival Pertunjukan Rakyat.
Diakui, publikasi informasi tentang budaya tradisional tidak hanya digaungkan, namun terus ditingkatkan. Jika dulu publikasi, seperti kesenian tradisional wayang dan kethoprak disampaikan melalui media maenstream seperti media cetak, televisi dan radio, saat ini bisa dikembangkan melalui media sosial. Sehingga bisa lebih populer, termasuk di kalangan generasi muda.
“Itu sebabnya kita harus terus berupaya agar seni budaya bisa menjadi alat diplomasi. Sekaligus indikasi peradaban bangsa dan masa depan. Jadi kita harus pandai-pandai menyiasati agar kesenian dan atau pertunjukan rakyat dapat terintegratif antara pakem, dengan kreasi dan kolaborasi. Harapannya, tetap dapat tumbuh secara alamiah dan konstruktif di zaman yang semakin maju,” ujarnya.
Gubernur berpesan agar segala pertunjukkan rakyat dan kekayaan yang ada, didata dan diinventarisasi. Kemudian diusulkan dan didaftarkan ke UNESCO agar tak diakui negara lain. Atau setidaknya catatkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ke Kemendikbud.
Ditambahkan, pada 2019, sebanyak sembilan karya budaya Jateng ditetapkan sebagai WBTB Indonesia. Yakni, Dolalak dari Purworejo, Suran Tutup Ngisor (Kabupaten Magelang), Lengger (Banyumas), Jaranan Margowati (Temanggung), Tari Prajuritan, Ngasa (Brebes), Sintren (Kabupaten Pekalongan), Jamu Jateng, dan Dakon Jawa Tengah.

Gubernur yakin, masih banyak potensi Jateng yang biasa diangkat sebagai WBTB. Karenanya, Ganjar mengajak bupati/wali kota dan semua pihak untuk terus menggali potensi yang ada. Tidak hanya tarian, tapi juga makanan, dan sebagainya.
“Mari kita amankan, kembangkan dan manfaatkan budaya yang ada, termasuk seni tradisional, supaya lestari dan tidak punah tertelan zaman, juga supaya tidak diakui oleh pihak lain, termasuk Negara tetangga,” pintanya.
Pekerjaan rumah (PR) yang tak kalah penting, mengajak masyarakat dan anak-anak muda agar mampu memiliki rasa handarbeni pada kesenian tradisional. Salah satunya, dengan menampilkan kesenian tradisional pada acara-acara formal maupun nonformal di masyarakat, lembaga-lembaga pemerintahan dan swasta, serta membagikan informasi melalui berbagai media secara periodik agar digandrungi oleh anak-anak muda.
“Syaratnya harus dikemas secara apik sehingga tidak menjadi tontonan yang ngisin-isini, monoton dan membosankan. Ikuti trend kekinian dengan tidak meninggalkan kekhasan yang ada,” tandas gubernur. (spt/wsd/topfm).

0 comments:


PROGRAM ACARA UNGGULAN : 05-06 NGAJI PAGI * 06-07 INFO PAGI*07-09 INDONESIA DANGDUT*09-11 LAGU JAWA* 11-13 KENANGAN*13-15 DANGDUT NGETOP*15-17 TREN MUSIK INDO* 19-21 MUSIK TO ORANG MUDA*21-00 TOPREQUEST

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online / WA : 085602037951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj | WA|085326111234