RADIO SINGOSARI TOPFM || 95.1 MHz ||MORE THAN JUST RADIO ||INSPIRING RADIO ||

Live Radio Streaming


KLIN MORE PLAYER
Tampilkan postingan dengan label Covid-19. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Covid-19. Tampilkan semua postingan


Gabungan Organisasi Wanita (GOW) mengajak anggotanya dan seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan imun dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19. Ajakan tersebut diwujudkan dalam bentuk senam sehat bersama di alun alun Brebes, Jumat (23/10)

Tampak mengikuti senam, Sekretaris Daerah (Sekda) Brebes Ir Djoko Gunawan MT, Asisten I Sekda Apriyanto,  dan beberapa kepala OPD di lingkungan pemerintah Kabupaten Brebes, pengurus GOW dan ratusan ibu-ibu dari berbagai organisasi wanita serta masyarakat.

Senam sehat bersama, digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 GOW 2020 tingkat Kabupaten Brebes.

"Kita harus tingkatkan imun, apalagi ibu-ibu yang padat dengan kegiatan rumahan, maka harus fresh antara lain dengan senam yang juga bisa mencegah Covid-19," kata Ketua GOW Kab Brebes Hj Aqilatul Munawaroh di sela kegiatan.

Organisasi wanita, kata Aqila, harus menjadi pelopor dalam penanggulangan Covid-19. Mengajari dan meneladani bagaimana penerapan protokol kesehatan, di keluarganya masing masing dan lingkungan sekitarnya. Antara lain dengan menerapkan 3 M, yakni Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan Menjaga jarak.

Sekda Brebes Djoko Gunawan atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, mengucapkan selamat HUT ke+1 GOW ke-57.

"Saya selaku pribadi dan atas nama Pemkab Brebes mengucapkan  selamat ulang tahun, mudah–mudahan di usianya yang ke-57, GOW mampu meningkatkan kualitas hidup para anggotanya, memperkokoh eksistensinya sehingga semakin mampu menyumbangkan darma baktinya kepada masyarakat, bangsa dan negara secara optimal," ujar Djoko.

Selanjutnya, melalui senam masal ini, dia berharap dapat mempererat jalinan silaturahmi serta komunikasi dengan pemerintah Kabupaten Brebes.

Pada bagian lain, kegiatan semacam ini juga dimaksudkan untuk mengingatkan pada seluruh masyarakat akan pentingnya olahraga. Terlebih, di tengah-tengah pandemi covid-19, yang belum bisa dipastikan kapan berakhir.

"Salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 adalah dengan memperkuat daya tahan tubuh seperti senam bersama," terangnya.

Selain memperkuat daya tahan tubuh, tujuan senam bersama ini adalah untuk kebugaran. Karena dengan fisik yang bugar maka diharapkan dalam melaksanakan kegiatan atau pekerjaan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing akan baik dan lancar.

Dikatakan Djoko, pada saat ini, tidak sedikit masyarakat merasakan dampak dengan adanya wabah virus corona. Terutama di sektor ekonomi, di mana faktor ekonomi sangat mendukung kelangsungan sistem kehidupan. Dampaknya pun sangat terasa di seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari pedagang, buruh dan lainnya.

Untuk itu, dia berharap kepada anggota gow agar memperhatikan lebih sekitar, meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Bantu masyarakat yang kurang mampu, hal ini insya Allah akan menjadi ladang pahala. Bantuan yang sangat bermanfaat bagi yang membutuhkan apalagi di tengah-tengah keprihatinan kita semua akan adanya wabah virus covid-19 yang tengah melanda saat ini.  

"Semua merupakan ujian dari Allah SWT, untuk itu saya berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Brebes agar bersabar dan senantiasa mendekatkan diri dan berdoa waspada namun tidak panik. Kita tidak pernah tau siapa-siapa yang menularkan virus ini, saat kita berinteraksi," ucapnya.

Turut hadir mengikuti senam Asisten I Sekda Drs Apriyanto Sudarmoko MSi, Plt Dinas Sosial Drs Masfuri MM, Kepala Dinas Perhubungan Johari SH, para Kepala Bagian di lingkungan pemerintah Kabupaten Brebes, Ketua GOW Aqilatul Munawaroh beserta jajaran pengurus GOW, dan perwakilan organisasi wanita yang ada di Kabupaten Brebes. (Suprapto/Wasdiun/topfm)

 http://www.topfm951.net/2020/05/idza-ada-covid-19-tetap-semangat.html#more
Meski dalam kondisi Pandemi Covid-19,   semangat perjuangan jangan pernah padam.  Anak-anak kita perjuangkan, jangan sampai anak kita putus sekolah maupun menganggur. Tetap belajar di rumah dan melanjutkan sekolahpun sekarang sudah mulai online.

"Kita harus tetap semangat di tengah Pandemi Covid-19," ajak Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH saat sambutan pembagian sembako kepada para abang becak dan tetangga Pendopo, di pendopo Bupati Brebes, Minggu (17/5)

Bila narik becak sepi penumpang, kata Idza, bisa nyambi jadi buruh bongkar muat, nyangkul dan lain lain yang penting halal. 

Idza mengingatkan, saat narik becak harus tertib, taati peraturan lalulintas, jangan melawan arus, begitupun saat parkir harus tertib.

"Tolong dibantu ketertiban saat membawa becak, parkir dan bawa penumpang juga harus hati hati, jangan melawan arus demi keselamatan bersama," pesan Idza.

Tentunya, lanjut Idza, anak-anak kita nasibnya harus lebih baik. Untuk itu harus semangat menyekolahkan anak-anak kita.

Dan Idza berharap, semuanya sehat, semangat dalam bekerja. Tidak boleh berkeluh kesah, tetaplah bersyukur dan mensyukuri apa yang Gusti Allah berikan.

"Semoga kita sehat, tidak tertular Covid-19 dan Brebes tambah maju dan tambah sejahtera," harapnya.

Idza menjelaskan, bahwa  Kabupaten Brebes telah ditetapkan menjadi Kawasan Industri Brebes (KIB) sebagai strategi nasional.

"Di Kabupaten Brebes dalam kurun waktu 5-10 tahun banyak berdiri pabrik bertaraf nasional dan internasional, tentu membutuhkan Sumberdaya Manusia, khususnya dari Brebes,"  ucap Idza.

Bupati juga meminta doa, agar Bupati selalu selalu sehat dan terus bisa bersama-sama membangun Kabupaten Brebes.

Selain pemberian sembako di Pendopo, didampingi suaminya DR Drs H Warsidin MH memberikan sembako di Kelurahan Brebes, dan rumah pribadi Bupati di Kampung Saditan Brebes. (Fatih/Wsd/topfm)

Perkembangan kasus virus corona (Covid-19) di Kabupaten Brebes kini makin membaik. Ini menyusul tambahnya sebanyak 7 orang pasien positif yang dinyatakan sembuh. Mereka secara resmi dilepas Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH untuk diantar pulang ke rumah masing-masing, pelepasan dilakukan di Islamic Center Brebes, Sabtu (16/5). 

Ketujuh orang yang telah dinyatakan sembuh tersebut, merupakan bagian dari klaster itijma Gowa. Dari tujuh orang ini, 5 orang di antaranya berasal dari Kecamatan Bantarkawung, 1 orang asal Bumiayu dan 1 orang asal Paguyangan. Mereka selama proses perawatan menjalani karantina di Islamic Center Brebes dan RSUD Brebes.

Sebelumnya, satu pasien positif Covid-19 asal Kecamatan Bumiayu juga dinyatakan sembuh. Satu pasien sembuh ini berasal dari klaster pemudik. Sehingga sampai saat ini sudah ada sebanyak 8 pasien positif yang sembuh, dan masih tersisa 17 pasien positif covid dalam perawatan.

Bupati Brebes Idza Priyanti yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Brebes mengatakan, ada sebanyak tujuh orang pasien positif yang telah dinyatakan sembuh. Mereka hari ini diantarkan pulang ke rumah masing-masing. Sehingga bisa berkumpul dengan keluarganya.

Idza juga menyampaikan, terima kasih sekaligus apresiasi ditujukan pada tim medis dan para dokter, serta TNI, Polri, dan seluruh jajaran gugus tugas yang selama ini telah bekerja keras demi memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kabupaten Brebes.

"Alhamdulillah, hari ini ada 7 pasien positif Covid yang sembuh, dan kami antar pulang ke rumah masing-masing. Diharapkan, 17 pasien positif lainnya bisa segera sembuh," ungkapnya di pelepasan kegiatan di Islamic Center, Brebes.

Menurutnya, ketujuh pasien tersebut secara medis dan protokoler kesehatan sudah benar-benar negatif dan sembuh dari Covid-19. Dari sebanyak 3 kali pemeriksaan swab, dua kali hasilnya negatif. Hal itu menjadi dasar secara medis pasien dinyatakan sembuh.

"Kami berharap masyarakat bisa memahami secara protokoler kesehatan, ketujuh orang ini sudah sembuh. Sehingga harus bisa diterima kembali ditengah-tengah masyarakat untuk kegiatan sosialnya," tandasnya.

Dalam pelepasan itu, ketujuh orang tersebut juga mendapatkan paket sembako dan uang saku dari Pemkab Brebes. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes dr Sartono mengatakan per, Jumat (15/5), pukul 21.00 WIB Dinkes mendapatkan informasi ada tambahan tujuh pasien yang sembuh. Sehingga, kalkulasinya ada delapan pasien yang sembuh dari virus corona.

Sartono menjelaskan, ketujuh pasien yang dinyatakan sembuh tersebut sebelumnya telah dilakukan uji pemeriksaan swab. Dimana, uji swab ke dua dan ketiga dinyatakan negatif.

“Setelah hasil swab dinyatakan negatif, ketujuhnya dinyatakan sembuh, maka sudah diperbolehkan pulang,” jelasnya.

Sekedar informasi, total pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 Brebes sebanyak 25 orang. Jumlah tersebut tersebar di Kecamatan Bantarkawung 23 orang serta Kecamatan Bumiayu dan Paguyangan masing-masing satu orang.

Dengan demikian, hingga kini masih ada 17 pasien terkonfirmasi positif covid-19 yang mendapatkan perawatan.

Sementara, Yayan salah seorang pasien mengaku, bersyukur setelah menjalani karantina selama 24 hari, dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Adanya kejadian ini, bisa diambil hikmahnya untuk bersama-sama melawan Covid-19. Sebab, tidak berarti orang sehat itu tidak ada virusnya. Justru dirinya dan teman-teman lain juga sehat, tetapi dari pemeriksaan tim medis diketahui positif.

"Adanya deteksi ini, kami sangat berterimakasih kepada tim medis dan Pemkab Brebes. Adanya kejadian ini, bisa menjadi contoh bagi masyarakat di Brebes untuk menjaga kesehatan diri, keluarga dan masyarakat, dengan mengikuti arahan pemerintah," paparnya.

Dia juga mengajak, bagi teman-temanya yang hadir dalam kegiatan di Gowa dan belum terdeteksi, untuk melapor karena telah difasilitasi pemerintah dalam pemeriksaan kesehatan. "Sekarang sudah tidak ada intimidasi lagi, silahkan tinggal menghubungi pemerintah agar bisa di rapidtest atau mengikuti protokoler kesehatan," pungkasnya
http://www.topfm951.net/2020/05/sweeping-pemudik-ke-wilayah-salem-brebes.html#more
Brebes – Tim Gugus Cegah Covid-19 Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terus memberlakukan prosedur pencegahan covid-19 yang kemungkinan dibawa oleh para pemudik yang akan masuk wilayah Salem.

Tampak petugas pengamanan terpadu mendata dan mengecek setiap orang dengan menggunakan thermometer infrared, di Posko Gunung Lio. Jumat (15/5/2020).

Dikemukakan Danramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infantri Iskandar, bahwa selain di posko di perbatasan Kecamatan Salem-Banjarharjo tersebut, juga dilakukan di Posko Banjaran perbatasan Salem-Majenang, Kabupaten Cilacap, serta Posko Desa Gununglarang yang merupakan akses antara Salem dengan Kecamatan Bantarkawung.

“Selain dilakukan pengecekan suhu badan dan pendataan, juga dilakukan penyemprotan dengan cairan disinfektan oleh petugas gabungan baik dari TNI-Polri, Satpol PP, Puskesmas Bentar, Puskesmas Salem, perangkat desa, serta Ormas dari Relawan Bangbara dan Banser Salem,” ungkap Kapten Iskandar.

Adapun hasil pemeriksaan mulai dari tanggal 14 sampai dengan 15 Mei 2020 pagi, adalah mobil travel masuk sebanyak 5 unit, mobil pribadi 3 unit, dan sepeda motor 32 unit. Total adalah 64 orang pemudik.

“Dari 64 orang pemudik dan 46 orang warga setempat dan sekitarnya yang lalu lalang, belum ditemukan orang dengan gejala virus corona karena suhu tubuhnya normal dan tidak ada keluhan,” tandasnya.

Ditambahkannya, petugas tetap menghimbau bagi para perantau yang pulang kampung untuk mengisolasi diri atau karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari, selalu memakai masker dan rajin cuci tangan. (Aan/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/05/mitigasi-pandemi-tni-brebes-kembali.html#more

Brebes – Tim gugus tugas penanggulangan covid-19 dari Kodim 0713 Brebes, kembali melakukan dua orang untuk melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan karantina PDP (Pasien Dalam Pemantauan) Covid-19 Pemkab Brebes, di Islamic Centre, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Jumat (15/5/2020).

Dikemukakan Pasiops Kodim melalui Batiops, Pelda Abdul Kholik, upaya tersebut untuk mensterilisasi lingkungan isolasi sehingga meminimalisir para petugas pengawas dan perawat PDP terpapar virus corona.

“Kita melakukan mitigasi kembali dengan penyemprotan cairan disinfektan di setiap sudut Islamic Centre, termasuk pagar, jalan dan lapangan,” tegasnya.

Tampak Kopda Sugiharto dan Kopda Subarkah, melaksanakan tugasnya dengan memakai APD (Alat Pelindung Diri), yang merupakan prosedur untuk menghindarkan terjangkit wabah.

Untuk diketahui, saat ini PDP yang dikarantina berjumlah 13 orang, yang kesemuanya merupakan jamaah tabligh akhbar Ijtima Ulama Dunia 2020, Klaster Gowa, Sulawesi Selatan.

Para OTG (Orang Tanpa Gejala) tersebut sudah dinyatakan negatif virus corona melalui hasil tes swab PCR kedua yang dikeluarkan Labkesda Kemenkes RI, di Salatiga, Jateng (12/5).

Sesuai protokol penanganan covid-19, mereka masih harus menunggu hasil tes swab tahap ketiga untuk memastikan apakah benar-benar sembuh dan dapat pulang ke rumah masing-masing. (Aan/topfm)

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH menyambut hangat kedatangan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah saat melakukan kunjungan kerja di Tol Gate Pejagan Brebes. Idza berharap, kedatangan Kapolda bisa memberi suport kepada jajaran Polri, TNI dan relawan pencegahan Covid-19 dalam upaya mencegah penyebaran Virus Corona. Sebab, dengan penyekatan para pemudik di daerah perbatasan Jawa Tengah-Jawa Barat akan memutus rantai penyebaran penularan Covid-19.
“Saya sangat berterima kasih dengan kunjungan Kapolda, semoga kunjungan Kapolda Jawa Tengah akan membawa manfaat bagi Brebes, sehingga kedepannya lebih baik,” ucap Idza saat saambutan selamat datang kunjungan Kapolda Jateng di Pos Terpadu Pejagan Brebes, Rabu (13/5). 
Idza mengucapkan banyak terima kasih kepada jajaran TNI, Polri yang telah bersinergi membantu Pemerintah Kabupaten Brebes mengawal proses kebijakan Pemerintah Pusat dalam hal Pemutusan Mata Rantai Penularan Covid-19.
Idza juga melaporkan kondisi terkini Covid-19 di Kabupaten Brebes yakni pada Selasa (12/5), yakni Orang Dalam Pemantauan (ODP) : sebanyak 1.831 orang dan 1.587 sudah dinyatakan sehat, tersisa 240 orang dalam pemantauan, 4 orang meninggal. Selanjutnya Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau suspect : sebanyak 90 orang, 9 orang dirawat, 75 orang sudah dipulangkan, 6 orang meninggal. Terkonfirmasi  positip (+) : sebanyak 17 orang, 5 orang dirawat, 12 orang dikarantina.
Kabar gembira juga disampaikan bahwa untuk hasil swab kedua dari 17 pasien terkonfirmasi positif covid, sebanyak 14 orang hasil negatif, dan 3 orang positif. selanjutnya, akan di lakukan lagi test swab tahap ketiga.
“Meski demikian, saya tekankan bahwa warga kabupaten brebes harus terus waspada, karena masih zona merah,” tanda Idza.
Idza juga mengajak semuanya untuk terus berdoa, agar semua yang dinyatakan Positif dapat secepatnya sembuh dan wabah Corona mudah mudahan cepat hilang  sehingga semuanya dapat kembali normal.
Kedatangan Kapolda Jawa Tengah Brigjen Polisi Ahmad Lutfhi ke Brebes untuk memberi dukungan dan motifasi agar tetap semangat dalam menjalankan tugas, terutama kepada anggotanya yang bertugas di lapangan. Kapolda didampingi pejabat Polda lainnya tiba di Pos Pantau Terpadu Oprasi Ketupat Candi 2020 di Gerbang Tol Pejagan Brebes. 
Kapolda disambut langsung Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH, Kapolres Brebes AKBP Gatot Yuliyanto, Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Inf Faizal Amri serta beberapa kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes dan pejabat di jajaran Polres Brebes.
Ahmad Lutfhi menjelaskan, bahwa dalam oprasi Ketupat Candi tahun 2020 anggota memiliki berlipat tugas, yang harus dilaksanakan sinergi dengan TNI dan Pemerintah Daerah.
“Oprasi Ketupat Candi selain untuk memastikan kelancaran dan keamanaan arus lalu lintas menjelang dan usai hari raya Idul Fitri. Namun tahun ini sangat berbeda karena anggotanya dilapangan disamping harus memastikan keamanan mereka, karena menjadi bagian dari pencegahan penularan virus Corona,” terangnya.
Untuk itu menurut Lutfhi perlu adanya dukungan dan motifasi bagi seluruh anggota yang bertugas sehingga timbul rasa semangat dalam menjalankan tugas yang semakin berat.
Lutfi juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI dan Pemerintah Daerah yang sudah bersinergi secara baik sehingga dapat bersama sama mengawal kebijakan Pemerintah Pusat dalam menghadapi situasi wabah Covid-19. (ys/wsd/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/05/pdp-positif-covid-19-klaster-gowa.html#more

Brebes – Sebanyak 12 orang PDP (Pasien Dalam Pengawasan) Covid-19 yang dikarantina Pemkab Brebes di Islamic Centre, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, masih harus bersabar untuk bertemu keluarganya di rumah masing-masing.

Mereka akan dipulangkan jika hasil tes swab PCR yang ketiga dinyatakan negatif, sementara jika yang masih positif akan tetap menjalani isolasi.

Disampaikan Danramil 01 Brebes, Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Zaenal Abidin, bahwa Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Brebes, terus memberikan pengertian kepada PDP Ijtima Ulama Dunia 2020, Klaster Gowa, Sulawesi Selatan, untuk tetap bersabar.

“Ke-12 pasien yang masih dikarantina di Islamic Centre Brebes ini masih harus menunggu hasil swab tenggorokan yang ketiga. Hal ini juga berlaku bagi 4 PDP lainnya yang dirawat isolasi di RSUD Brebes saat ini,” jelasnya.

Dijelaskannya lanjut, adapun perincian PDP meliputi 14 orang dari Kecamatan Bantarkawung, 1 orang dari Kecamatan Bumiayu, dan 1 orang dari Kecamatan Paguyangan.

Sepulang dari Kecamatan Bontomarannu, Gowa, awalnya ada 20 orang yang diisolasi di Islamic Centre Brebes, setelah dinyatakan positif dari hasil rapid test pertama (28-29/4). Namun setelah keluar hasil swab PCR dari Labkesda Kemenkes, Salatiga, pasien lainnya dipulangkan guna mencegah penularan dari para OTG (Orang Tanpa Gejala) tersebut sehingga hanya menyisakan 12 orang saat ini.

“Untuk pasien yang sudah pulang ke rumah masing-masing, kita himbau untuk sementara tetap melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Mereka juga diawasi oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 dari daerahnya masing-masing,” tandasnya.

Zaenal Abidin juga menghimbau kepada warga masyarakat Kabupaten Brebes umumnya agar tetap memakai masker jika harus keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan hidup mendesak, mencuci tangan dengan sabun/cairan disinfektan sesering mungkin, serta menerapkan physical distancing.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, dr. Sartono, juga hadir bersama Babinsa Kelurahan Pasarbatang Koramil 01, Serda Agus, juga ikut hadir meredam keinginan pulang ke-12 PDP, untuk menunggu hasil laboratorium. Pasalnya, sebelumnya masing-masing masyarakat desa tempat pasien berasal menolak kepulangan mereka sampai benar-benar dinyatakan sembuh secara medis. (Aan/topfm)

Setelah diketahui ada 16 warga Kabupaten Brebes yang terpapar Virus Corona (Covid-19), Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH menetapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM). PKM berlaku selama 28 hari ke depan terhitung mulai 6 Mei 2020. Langkah ini ditempuh untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kabupaten Brebes.
“Mulai hari ini (6/5), Pemkab menetapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Kabupaten Brebes,” ujar Idza Priyanti yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Brebes saat menggelar jumpa pers di ruang rapat Bupati Operation Room Setda Brebes, Rabu (6/5). 
Pemkab, kata Idza, tidak menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hanya PKM seperti yang sudah dilaksanakan di Kota Semarang. 
Idza menjelaskan, 16 orang yang terpapar Covid-19 adalah alumni Ijtima Gowa Sulawesi Selatan. Sebelumnya, dari hasil test SWAB hanya ada 1 orang yang terkonfirmasi positif, dan pada hari ini Rabu (6/5) bertambah 15 orang. Sehingga jumlah yang terkonfirmasi positif total ada 16 orang yang ke semuanya klaster Alumni Ijtima Gowa. 
Lanjut Idza, pemeriksaan swab yang dikirim sampai 4 Mei 2020 sebanyak 50 orang. Sedangkan hasil yang sudah keluar ada 41 orang. Diantaranya pasien transmisi lokal 20 orang dengan hasil negatif. Dan untuk Alumni Ijtima jamaah Gowa sebanyak 23 orang yang di SWAB. Yang sudah turun sebanyak 21 orang dengan hasil 16 orang positif,  sebanyak 5 orang negatif dan 2 orang hasil SWAB nya belum keluar. 
Untuk itu, kata Idza, Pemerintah daerah bersinergi dengan TNI, Polri dan elemen lainnya melaksanakan pembatasan kegiatan masyarakat seperti yang sudah di laksanakan di Kota semarang. 
Idza menegaskan warga masyarakat harus patuh yakni wajib menggunakan masker. Dari 297 desa dan keluarahan sudah merealisasikan pembelian masker untuk satu orang satu masker. 

Pembatasan kegiatan masyarakat berupa pembatasan aktivitas keluar rumah dalam rangka pelaksanaan percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Brebes. PKM itu, diwujudkan dengan pertama, penghentian pelaksanaan kegiatan di sekolah dan atau institusi pendidikan lainnya. Kedua, pembatasan kegiatan bekerja di tempat kerja. Ketiga, pembatasan kegiatan keagamaan di rumah ibadah. Keempat, pembatasan kegiatan di tempat umum, kelima, pembatasan kegiatan sosial dan budaya dan keenam pembatasan pergerakan orang menggunakan moda transportasi.
Selama pemberlakuan PKM setiap orang di Brebes wajib melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau cairan penyanitasi tangan (handsanitizier) setelah melakukan aktivitas sehari-hari. Menggunakan masker di luar rumah dan melaksanakan pembatasan sosial (Social Distancing) dan pembatasan fisik (Physical Distancing)
Masyarakat yang berdomisili atau melakukan aktivitas di Kabupaten Brebes, wajib memenuhi ketentuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. 
Jumpa pers yang di moderatori Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT juga dihadiri Kapolres Brebes Gatot Yulianto, Kajari Brebes Edy Hartoyo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dr Sartono, Kepala BPBD Nushy Mansur, Anggota DPRD Jateng Dr Umar Utoyo, Anggota DPRD Brebes, Para Asisten Sekda, Kepala Dishub Johari dan pejabat lainnya. (wsd/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/05/ratusan-masker-loreng-dibagikan-tni.html#more

Brebes – Sebanyak 150 buah masker loreng dibagikan anggota TNI Kodim 0713 Brebes dari Koramil 08 Bumiayu, kepada masyarakat di sekitar Koramil Bumiayu yang bermarkas di Jalan Pangeran Diponegoro No. 190, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Tampak Danramil, Kapten Armed Jupriadi, memimpin anggotanya secara langsung membagikan secara door to door ke masyarakat. Selasa (5/5/2020).

“Ini merupakan kegiatan untuk membantu Pemerintah mencegah penyebaran covid-19, khususnya di wilayah Kecamatan Bumiayu. Jadi masyarakat kita ajak dan di edukasi tentang pentingnya memakai masker,” ucapnya.

Menurutnya juga, maksud lainnya adalah membudayakan memakai masker serta bentuk kepedulian terhadap masyarakat agar terhindar dari pandemi virus corona, serta upaya terus menjalin silaturahmi dengan warga sekitar, serta memberikan rasa tenang dan nyaman jika banyak orang yang memakai masker.

“Dengan kita berikan masker, jika besok ketemu di jalan kami dapat menanyakan kenapa maskernya tidak dipakai,” tandasnya.

Tak lupa anggota TNI tersebut menekankan agar tidak mudah percaya terhadap berita hoax atau berita bohong yang berkembang saat ini terkait wabah tersebut

“Kita juga ajak masyarakat untuk saring berita sebelum share agar Kamtibmas di Bumiayu khususnya tetap aman dan kondusif,” pungkas Jupriadi. (Aan/topfm)

Berdasarkan hasil Test SWAB di laboratorium Corona Salatiga, akhirnya Kabupaten Brebes masuk zona merah setelah salah seorang warganya terpapar positif Virus Corona (Covid-19). Dari 49  Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang di test SWAB, baru ada 21 orang yang hasil Test SWAB nya keluar dan 28 orang lainnya masih menunggu hasil. 
“Dari 21 hasil test SWAB yang turun, sebanyak 20 orang dinyatakan negatif dan seorang dinyatakan terkonfirmasi Positif. Yang terkonfirmasi positif adalah Mr YK (36) dari Bantarkawung,” demikian disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Hj Idza Priyanti SE MH pada jumpa pers di Operation Room Setda Brebes, Selasa (5/5).
Tuan YK, lanjutnya, sekarang tengah menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Brebes. Idza Priyanti yang juga Bupati Brebes menjelaskan, seorang warga yang positif merupakan klaster alumni jamaah Gowa.
Dengan demikian, Kabupaten Brebes mulai 5 Mei 2020 dinyatakan Zona Merah Covid-19. Sehingga dengan sendirinya seluruh Warga Brebes harus mengikuti instruksi aturan pemerintah daerah. 
Untuk itu, Idza mengintruksikan kepada seluruh warga Kabupaten Brebes untuk meningkatkan kewaspadaan, diantaranya wajib hukumnya memakai masker dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19. 
Pihaknya tidak menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Brebes karena masih membutuhkan pengkajian lebih lanjut. 
Untuk kewajiban Maskerisasi, lanjut Idza, bisa diambilkan penganggarannya dari Dana Desa (DD) dengan alokasi minimal satu orang satu masker. 
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dr Sartono menambahkan, seluruh PDP dalam penanganannya dianggap seolah-olah positif, agar seluruh tenaga medis dalam menanganinya waspada dan tidak kebobolan. Seluruh tenaga medis juga sudah dilakukan Rapid Test dan hasilnya negatif. 
“Yang dilakukan Test Swab, merupakan PDP di RSUD Brebes sebanyak 35 orang dan di RSUD Bumiayu 14 orang,” ungkapnya.
Sartono juga menjelaskan, kondisi Mr YK, masih diisolasi dan akan di lakukan SWAB ulang.
Sartono menambahkan, pasukan kesehatan Dinkes dan pihak-pihak terkait, saat ini juga tengah melakukan penanganan tindak lanjut di Bantarkawung.
Dan yang perlu diperhatikan, kata Sartono, bagi warga yang mempunya riwayat penyakit Asma, Kencing Manis Dan Paru Paru, untuk meningkatkan kewaspadaan karena rentan tertular. “Mereka harus ekstra-ekstra waspada,” tandas Sartono.
Termasuk warga masyarakat juga harus meningkatkan imunitas (kekebalan tubuhnya) dengan berbagai aktivitas yang sehat, meski di rumah saja. 
Turut hadir dalam Konfrensi Pers, yang dipandu Kepala Dinas Kominfotik Tatag Koes Adiyanto dihadiri juga Sekda Brebes yang juga Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Ir Djoko Gunawan MT, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dr Sartono, Kepala BPBD Nushy Mansur, Anggota DPRD Jateng Dr Umat Utoyo, Para Asisten Sekda, Kepala Dishub Johari dan pejabat lainnya. (spt/wsd/topfm)
PROGRAM ACARA UNGGULAN : 05-06 NGAJI PAGI * 06-07 INFO PAGI*07-09 INDONESIA DANGDUT*09-11 LAGU JAWA* 11-13 KENANGAN*13-15 DANGDUT NGETOP*15-17 TREN MUSIK INDO* 19-21 MUSIK TO ORANG MUDA*21-00 TOPREQUEST

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online | WA : 0856 0203 7951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj |085326111234
Email: topfm951@yahoo.co.id