Live Radio Streaming
Gabungan Organisasi Wanita (GOW) mengajak anggotanya dan seluruh elemen
masyarakat untuk meningkatkan imun dalam rangka mencegah penyebaran
Covid-19. Ajakan tersebut diwujudkan dalam bentuk senam sehat bersama di
alun alun Brebes, Jumat (23/10)
Tampak mengikuti senam,
Sekretaris Daerah (Sekda) Brebes Ir Djoko Gunawan MT, Asisten I Sekda
Apriyanto, dan beberapa kepala OPD di lingkungan pemerintah Kabupaten
Brebes, pengurus GOW dan ratusan ibu-ibu dari berbagai organisasi wanita
serta masyarakat.
Senam sehat bersama, digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 GOW 2020 tingkat Kabupaten Brebes.
"Kita
harus tingkatkan imun, apalagi ibu-ibu yang padat dengan kegiatan
rumahan, maka harus fresh antara lain dengan senam yang juga bisa
mencegah Covid-19," kata Ketua GOW Kab Brebes Hj Aqilatul Munawaroh di
sela kegiatan.
Organisasi wanita, kata Aqila, harus menjadi
pelopor dalam penanggulangan Covid-19. Mengajari dan meneladani
bagaimana penerapan protokol kesehatan, di keluarganya masing masing dan
lingkungan sekitarnya. Antara lain dengan menerapkan 3 M, yakni Memakai
masker, Mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan Menjaga
jarak.
Sekda Brebes Djoko Gunawan atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, mengucapkan selamat HUT ke+1 GOW ke-57.
"Saya
selaku pribadi dan atas nama Pemkab Brebes mengucapkan selamat ulang
tahun, mudah–mudahan di usianya yang ke-57, GOW mampu meningkatkan
kualitas hidup para anggotanya, memperkokoh eksistensinya sehingga
semakin mampu menyumbangkan darma baktinya kepada masyarakat, bangsa dan
negara secara optimal," ujar Djoko.
Selanjutnya, melalui senam
masal ini, dia berharap dapat mempererat jalinan silaturahmi serta
komunikasi dengan pemerintah Kabupaten Brebes.
Pada bagian lain,
kegiatan semacam ini juga dimaksudkan untuk mengingatkan pada seluruh
masyarakat akan pentingnya olahraga. Terlebih, di tengah-tengah pandemi
covid-19, yang belum bisa dipastikan kapan berakhir.
"Salah satu
cara untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 adalah dengan
memperkuat daya tahan tubuh seperti senam bersama," terangnya.
Selain
memperkuat daya tahan tubuh, tujuan senam bersama ini adalah untuk
kebugaran. Karena dengan fisik yang bugar maka diharapkan dalam
melaksanakan kegiatan atau pekerjaan sesuai dengan tugas dan fungsi
masing-masing akan baik dan lancar.
Dikatakan Djoko, pada saat
ini, tidak sedikit masyarakat merasakan dampak dengan adanya wabah virus
corona. Terutama di sektor ekonomi, di mana faktor ekonomi sangat
mendukung kelangsungan sistem kehidupan. Dampaknya pun sangat terasa di
seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari pedagang, buruh dan lainnya.
Untuk
itu, dia berharap kepada anggota gow agar memperhatikan lebih sekitar,
meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Bantu masyarakat yang kurang
mampu, hal ini insya Allah akan menjadi ladang pahala. Bantuan yang
sangat bermanfaat bagi yang membutuhkan apalagi di tengah-tengah
keprihatinan kita semua akan adanya wabah virus covid-19 yang tengah
melanda saat ini.
"Semua merupakan ujian dari Allah SWT, untuk
itu saya berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Brebes agar
bersabar dan senantiasa mendekatkan diri dan berdoa waspada namun tidak
panik. Kita tidak pernah tau siapa-siapa yang menularkan virus ini, saat
kita berinteraksi," ucapnya.
Turut hadir mengikuti senam Asisten
I Sekda Drs Apriyanto Sudarmoko MSi, Plt Dinas Sosial Drs Masfuri MM,
Kepala Dinas Perhubungan Johari SH, para Kepala Bagian di lingkungan
pemerintah Kabupaten Brebes, Ketua GOW Aqilatul Munawaroh beserta
jajaran pengurus GOW, dan perwakilan organisasi wanita yang ada di
Kabupaten Brebes. (Suprapto/Wasdiun/topfm)
Tampak petugas pengamanan terpadu mendata dan mengecek setiap orang dengan menggunakan thermometer infrared, di Posko Gunung Lio. Jumat (15/5/2020).
Dikemukakan Danramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infantri Iskandar, bahwa selain di posko di perbatasan Kecamatan Salem-Banjarharjo tersebut, juga dilakukan di Posko Banjaran perbatasan Salem-Majenang, Kabupaten Cilacap, serta Posko Desa Gununglarang yang merupakan akses antara Salem dengan Kecamatan Bantarkawung.
“Selain dilakukan pengecekan suhu badan dan pendataan, juga dilakukan penyemprotan dengan cairan disinfektan oleh petugas gabungan baik dari TNI-Polri, Satpol PP, Puskesmas Bentar, Puskesmas Salem, perangkat desa, serta Ormas dari Relawan Bangbara dan Banser Salem,” ungkap Kapten Iskandar.
Adapun hasil pemeriksaan mulai dari tanggal 14 sampai dengan 15 Mei 2020 pagi, adalah mobil travel masuk sebanyak 5 unit, mobil pribadi 3 unit, dan sepeda motor 32 unit. Total adalah 64 orang pemudik.
“Dari 64 orang pemudik dan 46 orang warga setempat dan sekitarnya yang lalu lalang, belum ditemukan orang dengan gejala virus corona karena suhu tubuhnya normal dan tidak ada keluhan,” tandasnya.
Ditambahkannya, petugas tetap menghimbau bagi para perantau yang pulang kampung untuk mengisolasi diri atau karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari, selalu memakai masker dan rajin cuci tangan. (Aan/topfm)
Brebes – Sebanyak 12 orang PDP (Pasien Dalam Pengawasan) Covid-19 yang dikarantina Pemkab Brebes di Islamic Centre, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, masih harus bersabar untuk bertemu keluarganya di rumah masing-masing.
Mereka akan dipulangkan jika hasil tes swab PCR yang ketiga dinyatakan negatif, sementara jika yang masih positif akan tetap menjalani isolasi.
Disampaikan Danramil 01 Brebes, Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Zaenal Abidin, bahwa Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Brebes, terus memberikan pengertian kepada PDP Ijtima Ulama Dunia 2020, Klaster Gowa, Sulawesi Selatan, untuk tetap bersabar.
“Ke-12 pasien yang masih dikarantina di Islamic Centre Brebes ini masih harus menunggu hasil swab tenggorokan yang ketiga. Hal ini juga berlaku bagi 4 PDP lainnya yang dirawat isolasi di RSUD Brebes saat ini,” jelasnya.
Dijelaskannya lanjut, adapun perincian PDP meliputi 14 orang dari Kecamatan Bantarkawung, 1 orang dari Kecamatan Bumiayu, dan 1 orang dari Kecamatan Paguyangan.
Sepulang dari Kecamatan Bontomarannu, Gowa, awalnya ada 20 orang yang diisolasi di Islamic Centre Brebes, setelah dinyatakan positif dari hasil rapid test pertama (28-29/4). Namun setelah keluar hasil swab PCR dari Labkesda Kemenkes, Salatiga, pasien lainnya dipulangkan guna mencegah penularan dari para OTG (Orang Tanpa Gejala) tersebut sehingga hanya menyisakan 12 orang saat ini.
“Untuk pasien yang sudah pulang ke rumah masing-masing, kita himbau untuk sementara tetap melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Mereka juga diawasi oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 dari daerahnya masing-masing,” tandasnya.
Zaenal Abidin juga menghimbau kepada warga masyarakat Kabupaten Brebes umumnya agar tetap memakai masker jika harus keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan hidup mendesak, mencuci tangan dengan sabun/cairan disinfektan sesering mungkin, serta menerapkan physical distancing.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, dr. Sartono, juga hadir bersama Babinsa Kelurahan Pasarbatang Koramil 01, Serda Agus, juga ikut hadir meredam keinginan pulang ke-12 PDP, untuk menunggu hasil laboratorium. Pasalnya, sebelumnya masing-masing masyarakat desa tempat pasien berasal menolak kepulangan mereka sampai benar-benar dinyatakan sembuh secara medis. (Aan/topfm)