Live Radio Streaming
Tampilkan postingan dengan label Halal Bi Halal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halal Bi Halal. Tampilkan semua postingan
Mantan
Sekretaris Daerah (Sekda) Brebes Bambang Muryantono mendesak kepada Bupati
Brebes Hj Idza Priyanti SE MH agar pejabat yang nakal supaya dislentik. sehingga menjadi efek jera
bagi dirinya dan pembelajaran bagi yang lainnya agar tidak nakal.
Demikian
disampaikan Bambang Muryantono saat
silaturahmi dan halal bihalal Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi
Kepamongprajaan (IKAPTK) Brebes di gedung Korpri Brebes, Sabtu (29/6).
"Bupati
tidak perlu segan, bagi Pejabat yang tidak benar, tidak disiplin, nakal, dislentik saja," desak sesepuh IKAPTK
dengan tegas.
Bambang juga
mengingatkan kepada anggota IKAPTK jangan terbawa arus pada hal hal negatif
dalam pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Dia mengajak agar IKAPTK
bekerja dengan baik, tingkatkan prestasi, inovatif dan krearif.
"Insya
Allah kalau prestasi kita bagus, pimpinan akan melihat kita sebagai anak buah
yang berkualitas, anak buah yang memberikan laporan sebelum diminta alias
kreatif," tandasnya.
Dirinya mengaku
dapat promosi tanpa membayar sepeserpun bahkan sampai jabatan Sekda. Jabatan
yang diperoleh dengan prestasi itu lebih enak, tidak memikirkan
bagaimana caranya mengembalikan uang-uang yg kita keluarkan. Bahkan tidak
berhutang budi kepada beberapa orang yang punya andil dalam keputusan
peningkatan jabatannya.
Bambang
berharap, kepada Alumni IKAPTK yang
masih aktif bisa gemilang prestasinya. Selaku sesepuh, dia menitipkan kepada
Sekda agar mereka yg berprestasi diberi kepercayaan yang lebih tinggi lagi.
Tapi jangan segan segan bahwa mereka
yang tidak benar dalam bekerja diselentik saja.
Sekda Brebes Ir
Djoko Gunawan MT dalam sambutannya mewakili Bupati atas nama Bupati mohon maaf
jika selama bergaul dan bekerjasama terdapat sikap, tutur kata ataupun perilaku
yang mungkin tidak berkenan dihati hadirin. Mudah-mudahan, selanjutnya akan
semakin mempererat ikatan dan
kerjasama dengan berlandaskan hati dan
jiwa yang kembali bersih suci guna
melanjutkan tekad membangun masyarakat Kab Brebes menuju kearah yg lebih baik
lagi.
Halal bihalal
diisi siraman Rohani oleh DR KH Jaffar Athayar Lc MA yang juga pimpinan Ponpes
Mubarokal Ulum Desa Penanggapan Kec Banjarharjo Kab Brebes.
Dalam ceramahnya
beliau mengatakan bahwa orang pertama yang masuk neraka adalah orang yang
selalu dengki Iri hati. Seperti, pertama, ulama yang karena membedakan dan
mengeluhkan kemajuan dan kesuksesan ulama yang satu dengan yang lain. Ponpes
yang satu dengan ponpes yang lain.
Kedua adalah
pengusaha yang iri dan dengki dengan kemajuan dan kesuksesan pengusaha yang
lain dan ketiga yang masuk neraka adalah pejabat yang merasa iri dan dengki
dengan keberhasilan pejabat yang menduduki jabatan yang lebih
tinggi. (BS/WSD/topfm)
Dokter Itu
Pejuang
Dokter itu, pada
hakekatnya seorang pejuang kemanusiaan yang tanpa pamrih. Bahkan dokter dokter
dahulu telah mempelopori Kebangkitan Nasional Indonesia. Seperti dokter Sutomo,
dokter Wahidin Sudiro Husodo, dan Cipto Mangunkusumo adalah contoh pejuang yang
telah membangkitkan Indonesia menuju kemerdekaan.
“Mereka,
berjuang dengan pemikirannya dan keikhlasannya untuk menegakan berdirinya
Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
Kabupaten Demak Dr Fuad Al Hamidy MKes saat menyampaikan tausiyah halal bihalal
Keluarga Besar IDI dan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IID) Cabang Brebes di
Rumah Sakit Bakti Asih Brebes, Rabu (26/6)
Menurutnya,
dokter sebagai pejuang era sekarang maka harus professional dan bermartabat.
Artinya, dokter bermartabat dan professional
harus melekat pada sikap dan etika saat menjalankan tugas, karena dua
hal tersebut sangat penting bila dibandingkan dengan kecerdasan.
Meskipun tidak
dipungkiri, dokter juga harus sejahtera maka harus ada kebijakan pemerintah
untuk meningkatkan kesejahteraan dokter, bukan pada pasien.
“Kepada Ibu
Idza, tolong perhatikan kesejahteraan dokter, khususnya yang bertugas di
pedesaan,” ungkitnya.
Kiai Fuadz
menjelaskan, hendaknya seorang dokter mampu mengimplementasikan hakekat ibadah
puasa. Karena orang berpuasa bagai jelmaan malaikat. Kenapa dibilang malaikat,
dikarenakan bisa menahan hawa nafsunya selama menjalani puasa. Pada diri orang
berpuasa senantiasa melakukan kebaikan semata dan menghindari perbuatan tercela
dalam upaya memperjuangkan nilai nilai kemanusiaan.
Halal bihalal
IDI dan IIDI dihadiri Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE.MH pejabat terkait lainnya. Lebih kurang 200
dokter beserta istri hadir dalam kesempatan tersebut.
Senada, Bupati
Brebes dalam kata sambutannya mengajak profesionalisme diutamakan dalam
melayani kesehatan masyarakat. Brebes sudah memiliki Rumah Sakit Negeri dan
Swasta serta 35 Puskesmas se Kabupaten Brebes. Ini berarti, ketersediaan,
fasilitas kesehatan telah terpenuhi meskipun belum memadai karena jumlah
penduduk brebes sangat banyak,
“Pembangunan
RSUD Brebes dan RSUD Bumiayu juga sudah bagus, dalam waktu dekat kita akan
membangun RSUD Ketanggungan,” tutur Bupati.
Ketua IDI Cabang
Brebes dokter Rasipin menjelaskan, halal bihalal sekaligus sebagai rangkain
Hari Ulang Tahun ke-111 IDI. Selain halal bihalal, digelar jalan sehat dan
santunan yatim piatu. (BS/WSD/TOPFM)
Organisasi
Wanita Harus Jadi Srikandi Hebat
Peran wanita
sekarang ini tidak hanya sekedar mengurus keluarga. Namun melalui
keorganisasian dapat melahirkan wanita berdaya dan menjadi srikandi hebat.
Berkontribusi dalam pembangunan maupun pelayanan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut
disampaikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH saat Halal bi halal Organisasi
Wanita seKabupaten Brebes, di antaranya Tim Penggerak Pemberdayaan
Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan Dharma
Wanita Persatuan (DWP) di pendopo Brebes, Senin (24/6).
"Siapa
bilang wanita tidak bisa sukses, banyak dari mereka yang telah berhasil di
pemerintahan maupun menjadi anggota legislatif," ucap Idza.
Menurut Idza,
adanya penyetaraan gender, kaum wanita dapat menjadi berkualitas dan berbobot.
Dengan bimbingan dan pendidikan yang baik serta setara dengan kaum laki-laki.
"Mari kita
dorong wanita-wanita kita agar semakin maju, berikan pendidikan yang layak
sejak usia anak-anak," ajak Idza.
Halal bi halal,
kata Idza, supaya kaum wanita dapat bersama-sama merajut kebersamaan untuk
pembangunan serta pelayanan masyarakat.
"Semakin
bertambahnya populasi penduduk di Brebes, memungkinkan banyak permasalahan yang
akan muncul, seperti kemiskinan dan pengangguran. Olehnya peran keorganisasian
wanita harus dimaksimalkan," ungkap Idza.
Idza juga
berpesan kepada seluruh organisai wanita agar terus mensosialisasikan program
Keluarga Berencana (KB) sehingga dapat mengantisipasi membengkaknya pertumbuhan
penduduk.
Ketua panitia
pelaksanaan halal bi halal Sri Amini Joko Gunawan menyampaikan, kegiatan ini
penting untuk menjalin silaturahmi dan tali persaudaraan yang harmonis antar
organisasi wanita di Kabupaten Brebes.
"Sebanyak
350 orang hadir pada kegiatan halal bihalal. Semuanya merupakan jajaran
pengurus maupun anggota dari tiga organisasi wanita yaitu TP PKK, GOW dan DWP
Kabupaten Brebes," jelas Sri Amini.
Dikatakan Sri
Amini, organisasi wanita siap memotivator masyarakat sesuai amanat bupati.
Dalam jiwa dan semangat kebersamaan, agar dapat mewujudkan Kabupaten Brebes
yang unggul, sejahterah dan berkeadilan.
Hadir sebagai
pembicara Sekretaris FKUB KH Akrom Jangka Daosat MSi dan Pengasuh Pondok
Pesanteren Al Hikmah 2 Sirampog Brebes Dr KH Gus Najib Afandi. (BA/WSD/topfm)
Salah Satu Ciri
Orang Takwa, Berjalan Hati-hati
Rais Suriah PBNU
KH Subhan Makmun menjelaskan, melewati Ramadhan maka mengingajk bulan syawal,
bulan peningkatan. Semasa Ramadhan dituntun oleh Allah SWT menjadi orang yang
takwa melalui puasa. Orang beriman yang telah mencapai derajat takwa,
diantaranya ketika menjalani kehidupannya selalu berhati-hati.
“Puasa pada umat
yang dahulu juga ada, tiada.lain dengan tujuan untuk mencapai derajat takwa,”
kata Pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Brebes pada Halal Bihalal
dan Pembinaan Mental PNS Brebes, di Pendopo Bupati, Jumat (14/6).
Kiai
menerangkan, dalam tafsir Ibnu Kasir bahwasanya Sahabat Umar mengambil sikap
apa yang harus dilakukan ketika berjalan di jalan yang banyak duriya, tentu
bersiaga, berhati-hati. Kalau orang takwa, cirinya ketika berjalan
berhati-hati. Yakni mementingkan keselamatan diri sendiri dan orang lain tidak
serampangan, apalagi sembrono.
Seperti halnya
Lebah, ketika hinggap di dahan mana saja, tidak merusaknya.
Seorang mukmin orang
yang bertakwa pun demikian, harus pandai mewujudkan kehidupan yang bermanfaat.
Khoerunas anfahulinas, bukan khoerunas anfahu lahu. Manfaat untuk semua
manusia, bukan untuk lahu atau golongannya sendiri saja.
“Sebaik-baik
manusia adalah yang bermanfaat bagi
orang lain, Nas itu, majemuk, untuk siapa saja baik itu orang nasrani, hindu,
budha dan manusia lainnya,” tandas Kiai
Kharismatik di Brebes ini.
Bila pemahaman
Islamnya dangkal, tentu akan ada pemaksaan kehendak. Seakan-akan dunia miliknya
sendiri, tidak rahmatan lil alamin.
Orang yang
bertakwa akan selalu mendatangkan kebaikan kepada orang lain. Punya ilmu
diamalakan ke orang lain maka ilmu tersebut bermanfaat. Bupati yang menetapkan
kebijakan yang mendatangkan kebaikan orang lain maka Bupati bermanfaat.
Demikian juga dengan karyawan bila membawa kebaikan kepada orang lain juga
artinya kedudukannya bermanfaat.
Kiai Subhan
mengungkapkan kalau halal bihalal tidak menjadi tradisi dijaman Nabi Muhammad.
Tetapi pada intinya ada pada saat jaman Rasulullah terbukti Nabi menegaskan
kalau kedua muslim berjabat tangan maka akan diampuni dosa-dosanya kedua orang
tersebut. Dan juga tidak boleh ada pertengkaran hingga tiga hari lamanya.
Termasuk penghormatan kepada tetangga, kepada tamu-tamu.
Di mekah tidak
ada takbiran seperti di Indonesia saat Idhul Fitri, di Maroko juga tidak ada
malam takbiran. Saudi dan Maroko tidak ada takbiran,
Maka jangan
bangga dengan Arabnya, karena kebudayaan Islam di Indonesia lebih hebat.
Masyarakat Islam Indonesia mampu mengejawantahkan kebudyaan Islam. “Kalau
Sumber ilmu ada di Mekkah, Gudang ilmu ada di Mesir sedangkan Amaliyah ada di
Indonesia,” tandas Kiai Subhan.
Contoh lain,
muliakanlah tamu, tetapi di Arab tidak ada istilah tamu. Sangat mulia sekali
kebudayaan Islamiyah yang ada di Indonesia dalam hal menghormati tamu.
Sampai-sampai anak-anak Pramuka yang lagi jambore pun ketika membutuhkan sarana
mandi, langsung dipersilahkan oleh masyarakat setempat.
Halal Bihalal
juga telah dicontohkan Nabi Yusuf ketika mengumpulkan keluarganya disinggasana
kerajaan ketika Nabi Yusuf sudah menjadi raja, Meskipun dahulu di dzolimi oleh
saudara-saudaranya namun Nabi Yusuf memberi contoh untuk saling meminta maaf,
tidak ada lagi dendam.
“Tidak ada
saling salah menyalahkan, hari ini mari kita lupakan. Kita saling maaf memaafkan,” ujar Yusuf
dengan rendah hatinya.
Bupati Brebes Hj
Idza Priyanti SE MH memohon maaf lewat halal bihalal di Pendopo. Diharapkan
tali silaturahim antara atasan dan bawahan atau pimpinan dengan staf maupun
antara staf dengan staf saling maaf dan memberi manfaat sesuai tugas dan
kewajibannya masing-masing. (BS, Wsd/topfm)
Idza : Halal
Bihalal, Upaya Meneguhkan Kesalehan Sosial
Bupati Brebes Hj
Idza Priyanti SE MH mengajak seluruh jajaran Dinas Sosial, saat halal bihal
sebagai momentum untuk meneguhkan kesalehan sosial. Sebagai pekerja sosial,
tugas mulia ini harus terus berkobar dengan semangat keikhlasan. Jangan sampai
berhenti demi mewujudkan Kabupaten Brebes yang sejahtera.
Demikian
disampaikan Bupati saat menghadiri Halal Bihalal jajaran Dinas Sosial Kabupaten
Brebes di Grand Dian Hotel Brebes, Selasa (11/6).
“Dengan bekerja
sungguh sungguh dibidang pelayanan masalah sosial, secara bertahap seluruh
permasalahan sosial yang ada di Brebes akan dapat tertangani dan
terselesaikan,” ajak Idza penuh yakin.
Pengejawantahan
kesalehan sosial, lanjutnya, bisa diwujudkan dengan mengulurkan tangan bakti
dan peduli kepada sesama. Untuk dia mengucapkan terima kasih kepada seluruh
jajaran yang ada di dinas sosial Kabupaten Brebes yang telah secara nyata
berkiprah mewujudkan kesalehan sosial. Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun
masyarakat.
Idza pun meminta
maaf atas segala salah dan hilaf, baik secara pribadi, keluarga maupun sebagai
Bupati.
Kepala Dinas
Sosial Kabupaten Brebes Drs Khambali SH juga turut memohon maaf kepada
jajaranya bila mana selama memimpin ada kesalahan baik yang disengaja maupun
tidak.
Menurut
Khambali, sebagai manusia biasa tentunya kita semua tidak luput dari salah dan
dosa. Melalui forum yang mulia ini, dia mengajak untuk saling maaf memaafkan
agar kedepan bisa kembali menjalin hubungan yang lebih baik lagi.
Ketua Panitia
penyelenggara Halal Bihalal yang juga Kordinator PPKH Kabupaten Brebes Fatah El
Zaman mengungkapkan, halal bihalal dihadiri seluruh keluarga besar Dinas Sosial
Kabupaten Brebes lebih kurang 414 peserta. Mereka, berasal dari unsur pegiat
PKH, TKSK, Tagana, Karang Taruna, PSM, PKSA dan lainnya.
Halal Bihalal
yang mengambil tema ‘Dengan halal bi halal kita tingkatkan layanan sosial untuk
kesejahteraan masyarakat’ berlangsung meriah penuh keakraban diiringi grup
Hadarah IPNU-IPPNU Ranting Pesantunan Wanasari, Brebes.
Dosen Sekolah
Tinggi Agama Islam (STAI) Brebes Edy Kusnaedi memberikan tausiyah. Antara lain
menjelaskan tiga perkara yang dapat meredam murka Allah, yakni ketika Masjid
dan mushola serta majelis taklim masih ramai dikunjungi, masih banyak orang
yang istighfar di tengah malam dan masih banyak orang yang cinta karena Allah
SWT. (ys, wsd/topfm).








