RADIO SINGOSARI TOPFM || 95.1 MHz ||MORE THAN JUST RADIO ||INSPIRING RADIO ||

Live Radio Streaming


KLIN MORE PLAYER
Tampilkan postingan dengan label Halal Bi Halal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halal Bi Halal. Tampilkan semua postingan

http://www.topfm951.net/2019/07/pejabat-yang-tidak-benar-tidak-disiplin.html#more

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Brebes Bambang Muryantono mendesak kepada Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH agar pejabat yang nakal  supaya dislentik. sehingga menjadi efek jera bagi dirinya dan pembelajaran bagi yang lainnya agar tidak nakal.

Demikian disampaikan Bambang  Muryantono saat silaturahmi dan halal bihalal Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Brebes di gedung Korpri Brebes, Sabtu (29/6).

"Bupati tidak perlu segan, bagi Pejabat yang tidak benar, tidak disiplin, nakal,  dislentik saja," desak sesepuh IKAPTK dengan tegas.

Bambang juga mengingatkan kepada anggota IKAPTK jangan terbawa arus pada hal hal negatif dalam pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Dia mengajak agar IKAPTK bekerja dengan baik, tingkatkan prestasi, inovatif dan krearif.

"Insya Allah kalau prestasi kita bagus, pimpinan akan melihat kita sebagai anak buah yang berkualitas, anak buah yang memberikan laporan sebelum diminta alias kreatif," tandasnya.

Dirinya mengaku dapat promosi tanpa membayar sepeserpun bahkan sampai jabatan Sekda.  Jabatan  yang diperoleh dengan prestasi itu lebih enak, tidak memikirkan bagaimana caranya mengembalikan uang-uang yg kita keluarkan. Bahkan tidak berhutang budi kepada beberapa orang yang punya andil dalam keputusan peningkatan jabatannya.

Bambang berharap, kepada Alumni IKAPTK  yang masih aktif bisa gemilang prestasinya. Selaku sesepuh, dia menitipkan kepada Sekda agar mereka yg berprestasi diberi kepercayaan yang lebih tinggi  lagi.  Tapi jangan segan segan bahwa mereka  yang tidak benar dalam bekerja diselentik saja.

Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT dalam sambutannya mewakili Bupati atas nama Bupati mohon maaf jika selama bergaul dan bekerjasama terdapat sikap, tutur kata ataupun perilaku yang mungkin tidak berkenan dihati hadirin. Mudah-mudahan, selanjutnya akan semakin mempererat  ikatan dan kerjasama  dengan berlandaskan hati dan jiwa yang kembali bersih  suci guna melanjutkan tekad membangun masyarakat Kab Brebes menuju kearah yg lebih baik lagi.

Halal bihalal diisi siraman Rohani oleh DR KH Jaffar Athayar Lc MA yang juga pimpinan Ponpes Mubarokal Ulum Desa Penanggapan Kec Banjarharjo Kab Brebes.

Dalam ceramahnya beliau mengatakan bahwa orang pertama yang masuk neraka adalah orang yang selalu dengki Iri hati. Seperti, pertama, ulama yang karena membedakan dan mengeluhkan kemajuan dan kesuksesan ulama yang satu dengan yang lain. Ponpes yang satu dengan ponpes yang lain.

Kedua adalah pengusaha yang iri dan dengki dengan kemajuan dan kesuksesan pengusaha yang lain dan ketiga yang masuk neraka adalah pejabat yang merasa iri dan dengki dengan  keberhasilan  pejabat yang menduduki jabatan yang lebih tinggi. (BS/WSD/topfm)

http://www.topfm951.net/2019/06/dokter-itu-pejuang.html#more

Dokter Itu Pejuang

Dokter itu, pada hakekatnya seorang pejuang kemanusiaan yang tanpa pamrih. Bahkan dokter dokter dahulu telah mempelopori Kebangkitan Nasional Indonesia. Seperti dokter Sutomo, dokter Wahidin Sudiro Husodo, dan Cipto Mangunkusumo adalah contoh pejuang yang telah membangkitkan Indonesia menuju kemerdekaan.

“Mereka, berjuang dengan pemikirannya dan keikhlasannya untuk menegakan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Demak Dr Fuad Al Hamidy MKes saat menyampaikan tausiyah halal bihalal Keluarga Besar IDI dan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IID) Cabang Brebes di Rumah Sakit Bakti Asih Brebes, Rabu (26/6)

Menurutnya, dokter sebagai pejuang era sekarang maka harus professional dan bermartabat. Artinya, dokter bermartabat dan professional  harus melekat pada sikap dan etika saat menjalankan tugas, karena dua hal tersebut sangat penting bila dibandingkan dengan kecerdasan.

Meskipun tidak dipungkiri, dokter juga harus sejahtera maka harus ada kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dokter, bukan pada pasien.

“Kepada Ibu Idza, tolong perhatikan kesejahteraan dokter, khususnya yang bertugas di pedesaan,” ungkitnya.

Kiai Fuadz menjelaskan, hendaknya seorang dokter mampu mengimplementasikan hakekat ibadah puasa. Karena orang berpuasa bagai jelmaan malaikat. Kenapa dibilang malaikat, dikarenakan bisa menahan hawa nafsunya selama menjalani puasa. Pada diri orang berpuasa senantiasa melakukan kebaikan semata dan menghindari perbuatan tercela dalam upaya memperjuangkan nilai nilai kemanusiaan.

Halal bihalal IDI dan IIDI dihadiri Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE.MH  pejabat terkait lainnya. Lebih kurang 200 dokter beserta istri hadir dalam kesempatan tersebut.

Senada, Bupati Brebes dalam kata sambutannya mengajak profesionalisme diutamakan dalam melayani kesehatan masyarakat. Brebes sudah memiliki Rumah Sakit Negeri dan Swasta serta 35 Puskesmas se Kabupaten Brebes. Ini berarti, ketersediaan, fasilitas kesehatan telah terpenuhi meskipun belum memadai karena jumlah penduduk brebes sangat banyak,

“Pembangunan RSUD Brebes dan RSUD Bumiayu juga sudah bagus, dalam waktu dekat kita akan membangun RSUD Ketanggungan,” tutur Bupati.

Ketua IDI Cabang Brebes dokter Rasipin menjelaskan, halal bihalal sekaligus sebagai rangkain Hari Ulang Tahun ke-111 IDI. Selain halal bihalal, digelar jalan sehat dan santunan yatim piatu.  (BS/WSD/TOPFM)


http://www.topfm951.net/2019/06/organisasi-wanita-harus-jadi-srikandi.html#more

Organisasi Wanita Harus Jadi Srikandi Hebat

Peran wanita sekarang ini tidak hanya sekedar mengurus keluarga. Namun melalui keorganisasian dapat melahirkan wanita berdaya dan menjadi srikandi hebat. Berkontribusi dalam pembangunan maupun pelayanan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH saat Halal bi halal Organisasi Wanita seKabupaten Brebes, di antaranya Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) di pendopo Brebes, Senin (24/6).

"Siapa bilang wanita tidak bisa sukses, banyak dari mereka yang telah berhasil di pemerintahan maupun menjadi anggota legislatif," ucap Idza.

Menurut Idza, adanya penyetaraan gender, kaum wanita dapat menjadi berkualitas dan berbobot. Dengan bimbingan dan pendidikan yang baik serta setara dengan kaum laki-laki.

"Mari kita dorong wanita-wanita kita agar semakin maju, berikan pendidikan yang layak sejak usia anak-anak," ajak Idza.

Halal bi halal, kata Idza, supaya kaum wanita dapat bersama-sama merajut kebersamaan untuk pembangunan serta pelayanan masyarakat.

"Semakin bertambahnya populasi penduduk di Brebes, memungkinkan banyak permasalahan yang akan muncul, seperti kemiskinan dan pengangguran. Olehnya peran keorganisasian wanita harus dimaksimalkan," ungkap Idza.

Idza juga berpesan kepada seluruh organisai wanita agar terus mensosialisasikan program Keluarga Berencana (KB) sehingga dapat mengantisipasi membengkaknya pertumbuhan penduduk.

Ketua panitia pelaksanaan halal bi halal Sri Amini Joko Gunawan menyampaikan, kegiatan ini penting untuk menjalin silaturahmi dan tali persaudaraan yang harmonis antar organisasi wanita di Kabupaten Brebes.

"Sebanyak 350 orang hadir pada kegiatan halal bihalal. Semuanya merupakan jajaran pengurus maupun anggota dari tiga organisasi wanita yaitu TP PKK, GOW dan DWP Kabupaten Brebes," jelas Sri Amini.

Dikatakan Sri Amini, organisasi wanita siap memotivator masyarakat sesuai amanat bupati. Dalam jiwa dan semangat kebersamaan, agar dapat mewujudkan Kabupaten Brebes yang unggul, sejahterah dan berkeadilan.

Hadir sebagai pembicara Sekretaris FKUB KH Akrom Jangka Daosat MSi dan Pengasuh Pondok Pesanteren Al Hikmah 2 Sirampog Brebes Dr KH Gus Najib Afandi. (BA/WSD/topfm)


http://www.topfm951.net/2019/06/salah-satu-ciri-orang-takwa-berjalan.html#more

Salah Satu Ciri Orang Takwa, Berjalan Hati-hati

Rais Suriah PBNU KH Subhan Makmun menjelaskan, melewati Ramadhan maka mengingajk bulan syawal, bulan peningkatan. Semasa Ramadhan dituntun oleh Allah SWT menjadi orang yang takwa melalui puasa. Orang beriman yang telah mencapai derajat takwa, diantaranya ketika menjalani kehidupannya selalu berhati-hati.

“Puasa pada umat yang dahulu juga ada, tiada.lain dengan tujuan untuk mencapai derajat takwa,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Brebes pada Halal Bihalal dan Pembinaan Mental PNS Brebes, di Pendopo Bupati, Jumat (14/6).

Kiai menerangkan, dalam tafsir Ibnu Kasir bahwasanya Sahabat Umar mengambil sikap apa yang harus dilakukan ketika berjalan di jalan yang banyak duriya, tentu bersiaga, berhati-hati. Kalau orang takwa, cirinya ketika berjalan berhati-hati. Yakni mementingkan keselamatan diri sendiri dan orang lain tidak serampangan, apalagi sembrono.

Seperti halnya Lebah, ketika hinggap di dahan mana saja, tidak merusaknya.

Seorang mukmin orang yang bertakwa pun demikian, harus pandai mewujudkan kehidupan yang bermanfaat. Khoerunas anfahulinas, bukan khoerunas anfahu lahu. Manfaat untuk semua manusia, bukan untuk lahu atau golongannya sendiri saja.

“Sebaik-baik manusia  adalah yang bermanfaat bagi orang lain, Nas itu, majemuk, untuk siapa saja baik itu orang nasrani, hindu, budha dan manusia lainnya,”  tandas Kiai Kharismatik di Brebes ini.

Bila pemahaman Islamnya dangkal, tentu akan ada pemaksaan kehendak. Seakan-akan dunia miliknya sendiri, tidak rahmatan lil alamin.

Orang yang bertakwa akan selalu mendatangkan kebaikan kepada orang lain. Punya ilmu diamalakan ke orang lain maka ilmu tersebut bermanfaat. Bupati yang menetapkan kebijakan yang mendatangkan kebaikan orang lain maka Bupati bermanfaat. Demikian juga dengan karyawan bila membawa kebaikan kepada orang lain juga artinya kedudukannya bermanfaat.

Kiai Subhan mengungkapkan kalau halal bihalal tidak menjadi tradisi dijaman Nabi Muhammad. Tetapi pada intinya ada pada saat jaman Rasulullah terbukti Nabi menegaskan kalau kedua muslim berjabat tangan maka akan diampuni dosa-dosanya kedua orang tersebut. Dan juga tidak boleh ada pertengkaran hingga tiga hari lamanya. Termasuk penghormatan kepada tetangga, kepada tamu-tamu.

Di mekah tidak ada takbiran seperti di Indonesia saat Idhul Fitri, di Maroko juga tidak ada malam takbiran. Saudi dan Maroko tidak ada takbiran,

Maka jangan bangga dengan Arabnya, karena kebudayaan Islam di Indonesia lebih hebat. Masyarakat Islam Indonesia mampu mengejawantahkan kebudyaan Islam. “Kalau Sumber ilmu ada di Mekkah, Gudang ilmu ada di Mesir sedangkan Amaliyah ada di Indonesia,” tandas Kiai Subhan.

Contoh lain, muliakanlah tamu, tetapi di Arab tidak ada istilah tamu. Sangat mulia sekali kebudayaan Islamiyah yang ada di Indonesia dalam hal menghormati tamu. Sampai-sampai anak-anak Pramuka yang lagi jambore pun ketika membutuhkan sarana mandi, langsung dipersilahkan oleh masyarakat setempat.

Halal Bihalal juga telah dicontohkan Nabi Yusuf ketika mengumpulkan keluarganya disinggasana kerajaan ketika Nabi Yusuf sudah menjadi raja, Meskipun dahulu di dzolimi oleh saudara-saudaranya namun Nabi Yusuf memberi contoh untuk saling meminta maaf, tidak ada lagi dendam.

“Tidak ada saling salah menyalahkan, hari ini mari kita lupakan.  Kita saling maaf memaafkan,” ujar Yusuf dengan rendah hatinya.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH memohon maaf lewat halal bihalal di Pendopo. Diharapkan tali silaturahim antara atasan dan bawahan atau pimpinan dengan staf maupun antara staf dengan staf saling maaf dan memberi manfaat sesuai tugas dan kewajibannya masing-masing. (BS, Wsd/topfm)

http://www.topfm951.net/2019/06/idza-halal-bihalal-upaya-meneguhkan.html#more

Idza : Halal Bihalal, Upaya Meneguhkan Kesalehan Sosial
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH mengajak seluruh jajaran Dinas Sosial, saat halal bihal sebagai momentum untuk meneguhkan kesalehan sosial. Sebagai pekerja sosial, tugas mulia ini harus terus berkobar dengan semangat keikhlasan. Jangan sampai berhenti demi mewujudkan Kabupaten Brebes yang sejahtera.
Demikian disampaikan Bupati saat menghadiri Halal Bihalal jajaran Dinas Sosial Kabupaten Brebes di Grand Dian Hotel Brebes, Selasa (11/6).
“Dengan bekerja sungguh sungguh dibidang pelayanan masalah sosial, secara bertahap seluruh permasalahan sosial yang ada di Brebes akan dapat tertangani dan terselesaikan,” ajak Idza penuh yakin.
Pengejawantahan kesalehan sosial, lanjutnya, bisa diwujudkan dengan mengulurkan tangan bakti dan peduli kepada sesama. Untuk dia mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran yang ada di dinas sosial Kabupaten Brebes yang telah secara nyata berkiprah mewujudkan kesalehan sosial. Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat.
Idza pun meminta maaf atas segala salah dan hilaf, baik secara pribadi, keluarga maupun sebagai Bupati.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes Drs Khambali SH juga turut memohon maaf kepada jajaranya bila mana selama memimpin ada kesalahan baik yang disengaja maupun tidak.
Menurut Khambali, sebagai manusia biasa tentunya kita semua tidak luput dari salah dan dosa. Melalui forum yang mulia ini, dia mengajak untuk saling maaf memaafkan agar kedepan bisa kembali menjalin hubungan yang lebih baik lagi.
Ketua Panitia penyelenggara Halal Bihalal yang juga Kordinator PPKH Kabupaten Brebes Fatah El Zaman mengungkapkan, halal bihalal dihadiri seluruh keluarga besar Dinas Sosial Kabupaten Brebes lebih kurang 414 peserta. Mereka, berasal dari unsur pegiat PKH, TKSK, Tagana, Karang Taruna, PSM, PKSA dan lainnya.
Halal Bihalal yang mengambil tema ‘Dengan halal bi halal kita tingkatkan layanan sosial untuk kesejahteraan masyarakat’ berlangsung meriah penuh keakraban diiringi grup Hadarah IPNU-IPPNU Ranting Pesantunan Wanasari, Brebes.
Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Brebes Edy Kusnaedi memberikan tausiyah. Antara lain menjelaskan tiga perkara yang dapat meredam murka Allah, yakni ketika Masjid dan mushola serta majelis taklim masih ramai dikunjungi, masih banyak orang yang istighfar di tengah malam dan masih banyak orang yang cinta karena Allah SWT. (ys, wsd/topfm).
PROGRAM ACARA UNGGULAN : 05-06 NGAJI PAGI * 06-07 INFO PAGI*07-09 INDONESIA DANGDUT*09-11 LAGU JAWA* 11-13 KENANGAN*13-15 DANGDUT NGETOP*15-17 TREN MUSIK INDO* 19-21 MUSIK TO ORANG MUDA*21-00 TOPREQUEST

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online | WA : 0856 0203 7951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj |085326111234
Email: topfm951@yahoo.co.id