Live Radio Streaming
Peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober 2010, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes menghimbau kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di wilayah Kabupaten Kabupaten Brebes dan seluruh masyarakat untuk mengenakan pakaian batik pada Sabtu, 2 Oktober mendatang.Hal ini berdasarkan dengan surat dari Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo Nomor 430/02014 tentang himbauan pemakaian pakaian batik pada hari peringatan Hari Batik Nasional 2 Oktober 2010.
Penetapan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional ini bertepatan dengan momentum dunia dengan ditetapkannya batik sebagai kebudayaan warisan leluhur bangsa Indonesia dari Unesco. Penetapan ini oleh Unesco ini momentum bagi Indonesia karena batik telah diakui dunia milik Indonesia, bukan negara lain.
Perinagatan Hari Batik Nasional dengan mengenakan busana batik bagi seluruh masyarakat diharapkan semakin mencintai kebudayaan dan warisan leluhur bangsa Indonesia yang penuh dengan nilai peradaban tinggi. Bahwa batik merupakan salah satu simbol keperkasaan budaya leluhur kita yang terwariskan secara turun-temurun dan menjadi salah satu ikon seni budaya kita di mata dunia. Pengakuan dunia internasional ini penting karena kalau kita tidak mengupayakannya, bisa saja satu saat batik diakui sebagai warisan budaya bangsa lain.
Wakil Bupati Brebes H. Agung Widyantoro SH MSi memimpin Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat Kabupaten Brebes di halaman kantor Bupati Brebes Jum’at pagi tadi
Upacara yang digelar di Halaman Kantor Bupati Brebes tersebut di hadiri oleh Kepala pengadilan Negeri Brebes, kejaksaan Negeri Brebes.Dandim 0713 Brebes serta Wakapolres Brebes Kepala SKPD Dilingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes Organisasi Wanita serta di ikuti oleh TNI POLRI dan Pegawai Negeri sipil di jajaran Pemerintah Kabupaten Brebes.
Wakil Bupati Brebes selaku Pembina Upacara berharap peringatan Hari Kesaktian Pancasila hendaknya tidak hanya menjadi acara seremonial semata melainkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Upacara yang digelar di Halaman Kantor Bupati Brebes tersebut di hadiri oleh Kepala pengadilan Negeri Brebes, kejaksaan Negeri Brebes.Dandim 0713 Brebes serta Wakapolres Brebes Kepala SKPD Dilingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes Organisasi Wanita serta di ikuti oleh TNI POLRI dan Pegawai Negeri sipil di jajaran Pemerintah Kabupaten Brebes.
Wakil Bupati Brebes selaku Pembina Upacara berharap peringatan Hari Kesaktian Pancasila hendaknya tidak hanya menjadi acara seremonial semata melainkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Bandung - Salah seorang maestro lagu pop Sunda, Nano Suratno atau Nano S, meninggal dunia di RS Immanuel Kota Bandung, Rabu (29/9) malam karena sakit yang memicu pembuluh darahnya pecah.Pencipta lagu "Kalangkang" itu menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 23.30 WIB ditunggui keluarga besarnya.
Nano S yang akrab disapa Mang Nano S, dirawat di ruang ICU RS Immanuel Kota Bandung sejak Jumat (24/9) malam setelah terjatuh di rumahnya di Jalan M Toha Kota Bandung dan tak sadarkan diri hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
Tim dokter menyatakan Mang Nano menderita pecah pembuluh darah pada bagian kanan kepalanya.
Rencananya jenazah almarnum akan dimakamkan di pemakaman yang tidak jauh dari rumahnya di Jalan M Toha Kota Bandung.
Sejumlah seniman dan budayawan Sunda hadir melayat ke rumah duka, selain itu karangan bunga juga berjejer di sekitar kediamannya baik dari pejabat pemerintah, BUMN maupun kalangan seniman.(ant)
Bersuara emas, gape mamainkan instument musik serta pintar menciptakan lagu, adalah perpaduan skill yang sudah sangat langka di jagat hiburan Indonesia, terutama bila skill tersebut di miliki oleh seorang wanita. Fia adalah salah satu musisi yang beruntung memiliki karunia tersebut. Sebagai composer Fia bersama dengan Anji "Drive" adalah pencipta lagu "Resah Tanpamu" yang di nyanyikan oleh Titi Kamal dan Anji "Drive" dan berhasil meraih penjualan RBT hampir 2 juta download. Karya Fia yang lain "Aw Aw Awas" yang di nyanyikan oleh Thalita Latief dan lagi - lagi di ciptakan bersama dengan Anji "Drive", menjadi salah satu lagu yang populer di radio - radio seluruh Indonesia.
Setelah meraih kesuksesan sebagai orang di belakang layar, kini saat nya Fia meraih kesuksesan yang lain yaitu sebagai penyanyi dengan hadir di blantika musik Indonesia menyanyikan karya - karya ciptaannya sendiri. Persembahan pertamanya di blantika musik Indonesia sebagai penyanyi adalah sebuah lagu pop balad dengan beat yang medium berjudul "Menebus Dosa".
"Menebus Dosa” adalah lagu ciptaan Fia yang berkolaborasi dengan Piyu "Padi” dalam penciptaannya, mengisahkan tentang upaya seorang wanita untuk menebus dosa kepada pasangannya karena telah melakukan penghianatan ketika dia terpisah jarak dengan pasangannya. Penebusan tersebut di lakukan dengan cara memenuhi apapun yang di inginkan dan di maui oleh pasangannya tersebut. Penebusan dosa ini di lakukan padahal sang pasangan tidak mengetahui penghianatan yang di lakukannya tersebut. Hal ini di karenakan kesadaran dan begitu besar cinta yang di miliki untuk pasangannya tersebut. Kisah yang di hadirkan oleh lagu "Menebus Dosa” adalah sebuah kisah yang benar-benar terjadi dan di alami oleh seorang teman Fia, Personil band yang di karenakan kegiatan tour yang di jalani bersama dengan badannya membuat dia khilaf dan melakukan penghianatan terhadap pasangnnya.
Dalam penggarapan single "Menebus Dosa” Fia yang sempat juga terlibat dalam project band Immortal Legend bersama dengan Titi Syuman, Tere, Sherina, dan Kikan (coklelat) ini cukup beruntung, Karena di produseri oleh Piyu "Padi” yang juga berperan sebagai arranger sekaligus. Tidak hanya itu saja Piyu "Padi” juga turut menyumbangkan permainan gitarnya yang khas, dan apik pada lagu tersebut. Sehingga terasa begitu berkarakter dan kokoh.
Akhirnya sebuah karya dari musisi multi talenta wanita bersiap untuk hadir dan mewarnai blantika musik Indonesia. Semoga Lebih Indah.(e-motion)
"Segar" adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan group band Volume yang berpersonelkan Fawdy Irianto (Gitar), Wafda Saifan (Vocal), Nico Suryadarma (Bass), dan Ryan Hazairin (Drum) ini. Tidak hanya dari segi usia para personilnya yang memang masih belia tapi juga karakter musik yang mereka suguhkan yang kemudian mereka sebut dengan Pop Urban. Pop Urban ala Volume adalah musik pop yang banyak di pengaruhi oleh sound - sound ala musisi favorit mereka Jason Mraz, John Mayer dll. Nikmati saja kesegaran yang luar biasa dari Volume lewat single pertama mereka yang berjudul "Hey Cantik". Hey Cantik adalah satu buah lagu yang di suguhkan dengan tempo Mediun Up , di awali dengan sound gitar yang crunchy oleh Fawdy di sahuti oleh sound bass Nico dan kemudian di lanjutkan dengan gebukan drum yang konstan dari Ryan baru kemudian muncul suara dari Wafda yang sedikit tipis, ringan dan powerfull benar - benar membentuk satu kesatuan yang asyik dan menyenangkan, Light dan sangat bernuansa positif meskipun secara lirik lagu ini mengisahkan tentang seorang playboy yang gagal merayu seorang wanita cantik karena wanita tersebut telah memiliki seorang kekasih.
Volume adalah group band yang bermula sebagai group band 'sekolahan' dengan memainkan lagu - lagu favorit mereka dari musisi - musisi favorit mereka seperti Jason Mraz, John Mayer , The Beatles dll. Memasuki tahun 2008 Fawdy Irianto (Gitar), Wafda Saifan (Vocal), Nico Suryadarma (Bass), dan Ryan Hazairin (Drum) sepakat untuk terjun secara serius ke dunia musik dan memulai perjuangan mereka untuk masuk ke blantika musik Indonesia. Berkat bantuan dari Lolita dan Ichwan Ramlan yang menemukan mereka, Beberapa karya mereka sempat di produseri oleh Anang Hermansyah, Serta Budi "Drive" turut menjadi Music Director pada beberapa lagu mereka.
"Volume" di pilih sebagai nama band oleh Fawdy Irianto (Gitar), Wafda Saifan (Vocal), Nico Suryadarma (Bass), dan Ryan Hazairin (Drum) . Karena "Volume" memiliki dua arti yaitu "Isi" dan "ukuran suara" dengan maksud Band Volume berniat menyuguhkan karya - karya musik yang ber'isi' berikut segala vareasinya baik itu bernada pelan , medium atau kencang sekalipun, semuanya akan tersuguh dengan musik yang be"isi" segar dan Crunchy.(e-motion)
Seminar kesehatan deteksi dini dan pencegahan kanker serviks diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Brebes bekerja sama dengan Rumah Sakit Mitra Keluarga Tegal, Selasa (28/9). Bertempat di Pendopo Kabupaten Brebes, seminar yang dihadiri oleh ibu-ibu ini menghadirkan dr. Yudha Rizki Kusuma, Sp.Og, M.Kes sebagai pembicara dan dimoderatori dr. Damar Maskhun Rizki.Hadir pula Penasehat GOW Kabupaten Brebes Ny. Amy Agung Widyantoro beserta seluruh jajaran anggota dan pengurus GOW Kabupaten Brebes.
Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Kanker ini dapat hadir dengan pendarahan vagina, tetapi gejala kanker ini tidak terlihat sampai kanker memasuki stadium yang lebih jauh, yang membuat kanker leher rahim fokus pengamatan menggunakan Pap smear.
Human papilloma virus (HPV) 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di dunia. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 hingga 20 tahun. Namun proses penginfeksian ini seringkali tidak disadari oleh para penderita, karena proses HPV kemudian menjadi pra-kanker sebagian besar berlangsung tanpa gejala.
Pencegahan terhadap kanker serviks dapat dilakukan dengan program skrinning dan pemberian vaksinasi. Di negara maju, kasus kanker jenis ini sudah mulai menurun berkat adanya program deteksi dini melalui pap smear. Vaksin HPV akan diberikan pada perempuan usia 10 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan ke nol, satu, dan enam. Dari penelitian yang dilakukan, terbukti bahwa respon imun bekerja dua kali lebih tinggi pada remaja putri berusia 10 hingga 14 tahun dibanding yang berusia 15 hingga 25 tahun
Penularan virus HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital. Karenanya, penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak terlalu berpengaruh mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit.
Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu sebabnya, Anda yang sudah aktif secara seksual amat dianjurkan untuk melakukan tes pap smear setiap dua tahun sekali. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut. Yaitu, munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding), keputihan yang berlebihan dan tidak normal, perdarahan di luar siklus menstruasi, serta penurunan berat badan drastis. Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung, hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.(Humas&Protokol Brbs)
Peranan orang tua dalam memerangi bahaya peredaran narkoba di kalangan remaja sangat dibutuhkan utamanya sebagai filter dan pengawas terhadap pola perkembangan kehidupan remaja dan pengaruh lingkungan pergaulan. Demikian pesan yang disampaikan oleh wakil Bupati Brebes H. Agung Widyantoro, SH, M.Si, dalam sambutannya yang dibacakan oleh assisten I sekda Brebes Drs. H. Supriyono pada acara Advokasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bagi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat yang berlangsung di Operation Room (OR) Sekretariat Daerah Kabupaten Brebes Selasa (28/3).
Namun demikian perang terhadap narkoba juga tidak bisa dengan hanya mengandalkan peran orang tua atau keluarga, partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat juga sangat diperlukan, termasuk diantaranya dari tokoh agama dan tokoh masyarakat. Oleh karenanya Wakil Bupati menyambut baik terselenggaranya acara ini, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Badan Narkotika Propinsi Jawa Tengah dan Badan Narkotika Kabupaten Brebes atas diselenggarakannya kegiatan ini, prakarsa dan dorongan dari Instansi terkait untuk menularkan pengetahuan akan bahaya narkoba diharapkan bisa menjadi salah satu faktor dalam membendung peredaran narkoba.
Sementara itu Kepala bidang pencegahan Badan Narkotika Propinsi Jawa Tengah Drs. Supriyanto dalam sambutannya menyampaikan saat ini rata-rata usia pengguna narkoba antara 15-20 tahun, dimana usia tersebut masuk dalam kategori usia remaja dengan pendidikan SMU dan Mahasiswa. Berawal dari rasa ingin tahu dan ikut-ikutan mencoba, serta anggapan dengan menggunakan atau memakai narkoba dapat menyelesaikan masalah dan solidaritas terhadap teman sepergaulan dinilai menjadi beberapa faktor utama remaja akhirnya mulai menjadi pecandu narkoba.
Berdasarkan data hasil survey yang ada di BNP Jawa Tengah menunjukkan bahwa sebanyak 74,15% pengguna narkoba berawal dari rasa iseng atau ingin tahu, 51,14% karena pengaruh teman sebaya, 70,2% karena pengaruh pola asuh orang tua yang otoriter, sebanyak 47,15% karena pengaruh film dan terbesar adalah pengaruh dari lingkungan dengan prosentase mencapai 86,67%.
Dia menambahkan dari survey yang dilakukan terhadap responden remaja dengan usia antara 15-20 tahun ditemukan beberapa faktor dominan yang dapat membantu mencegah meningkatnya peredaran dan perkembangan jaringan pemakai narkoba diantaranya adalah faktor keteladanan perilaku kehidupan rumah tangga orang tua dengan prosentase 59,12%, disiplin dalam keluarga sebesar 32%, keharmonisan dalam hubungan keluarga sebanyak 28,32%, dan terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah pendidikan agama sebesar 47,33%.
Namun demikian perang terhadap narkoba juga tidak bisa dengan hanya mengandalkan peran orang tua atau keluarga, partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat juga sangat diperlukan, termasuk diantaranya dari tokoh agama dan tokoh masyarakat. Oleh karenanya Wakil Bupati menyambut baik terselenggaranya acara ini, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Badan Narkotika Propinsi Jawa Tengah dan Badan Narkotika Kabupaten Brebes atas diselenggarakannya kegiatan ini, prakarsa dan dorongan dari Instansi terkait untuk menularkan pengetahuan akan bahaya narkoba diharapkan bisa menjadi salah satu faktor dalam membendung peredaran narkoba.
Sementara itu Kepala bidang pencegahan Badan Narkotika Propinsi Jawa Tengah Drs. Supriyanto dalam sambutannya menyampaikan saat ini rata-rata usia pengguna narkoba antara 15-20 tahun, dimana usia tersebut masuk dalam kategori usia remaja dengan pendidikan SMU dan Mahasiswa. Berawal dari rasa ingin tahu dan ikut-ikutan mencoba, serta anggapan dengan menggunakan atau memakai narkoba dapat menyelesaikan masalah dan solidaritas terhadap teman sepergaulan dinilai menjadi beberapa faktor utama remaja akhirnya mulai menjadi pecandu narkoba.
Berdasarkan data hasil survey yang ada di BNP Jawa Tengah menunjukkan bahwa sebanyak 74,15% pengguna narkoba berawal dari rasa iseng atau ingin tahu, 51,14% karena pengaruh teman sebaya, 70,2% karena pengaruh pola asuh orang tua yang otoriter, sebanyak 47,15% karena pengaruh film dan terbesar adalah pengaruh dari lingkungan dengan prosentase mencapai 86,67%.
Dia menambahkan dari survey yang dilakukan terhadap responden remaja dengan usia antara 15-20 tahun ditemukan beberapa faktor dominan yang dapat membantu mencegah meningkatnya peredaran dan perkembangan jaringan pemakai narkoba diantaranya adalah faktor keteladanan perilaku kehidupan rumah tangga orang tua dengan prosentase 59,12%, disiplin dalam keluarga sebesar 32%, keharmonisan dalam hubungan keluarga sebanyak 28,32%, dan terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah pendidikan agama sebesar 47,33%.
Brebes - Puluhan petani bawang di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengikuti pelatihan penguatan kapasitas mereka agar mampu menghadapi persaingan pada era pasar bebas.Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Brebes, Masrukhi Backhro, Senin, mengatakan, 30 petani dari berbagai tempat di daerah itu dilatih selama sehari oleh narasumber peneliti Lembaga Penelitian, Pelatihan, dan Pengabdian Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Tobirin.
"Hingga saat ini petani yang tergabung dalam kelompok tani hanya sedikit mendapat informasi tentang perkembangan era pasar bebas termasuk menyangkut harga bawang di pasaran," katanya.
Tobirin mengemukakan, petani bawang setempat selama ini umumnya telah berpikir memroduksi komoditas itu dengan kualitas yang terbaik.
Namun mereka belum mengimbanginya dengan strategi pemasaran yang baik sehingga tidak bisa mengendalikan harga di pasaran.
"Petani bawang harus memperhitungkan ongkos produksi dan operasional sehingga tidak rugi saat panen," katanya.
Ia mengatakan, pelatihan tersebut memberikan pemahaman kepada petani agar secara mandiri mampu memasarkan produknya dan menyediakan bahan seperti bibit dan pupuk untuk kepentingan produksi. (*ant)
Sebanyak 307 Mahasiswa Universitas Pancasakti tegal yang akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Ketanggungan dan Kecamatan Songgom senin pagi tadi secara resmi diterima oleh Wakil Bupati Brebes H. Agung Widyantoro SH. MSi. Dalam sambutanya Wakil Bupati Brebes H. Agung Widyantoro SH. MSi mengucapan selamat datang di Kabupaten Brebes kepada Seluruh Mahasiswa, serta ucapan terima kasih juga disampaikan kepada civitas akademika UPS tegal atas kepercayaan dan kerjasama sehingga di tahun 2010 ini, kembali memilih wilayah Kabupaten Brebes menjadi lokasi pelaksanaan KKN.semoga jalinan kerjasama ini dapat menjadi sarana umpan balik antara pemerintah Kabupaten Brebes dengan kaum akademisi, khususnya dalam melaksanakan pembenahan dan pembangunan masyarakat di Kabupaten Brebes.
Lebih lanjut dikatakan berangkat dari dasar pemikiran bahwa para mahasiswa dan dunia perguruan tinggi adalah merupakan masyarakat ilmiah yang diharapkan dapat memberikan berbagai konsep dan teori yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat. hal ini tentu merupakan manifestasi penerapan tri dharma perguruan tinggi yang mengedepankan pendidikan, penelitian serta pengabdian pada masyarakat, sebagaimana ditegaskan pada pasal 20 undang – undang republik Indonesia nomor 20 tahun 2003, tentang sistem pendidikan nasional.@(Humas & Protokol Brebes)
Bandung - Pemblokiran situs/konten porno di internet yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika sudah mencapai 90 persen."Masalah pemblokiran konten porno di internet sudah 90 persen terblokir," kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Tifatul Sembiring, usai menghadiri Hari Bakti Pos dan Telekomunikasi di Bandung, Senin.
Ia mengatakan, setiap operator atau pelayanan jasa internet melakukan "up date" sistem sebanyak tiga kali dalam sehari untuk memblokir konten porno.
"Kalau kita memang ada posko pengaduan konten negatif di dunia maya untuk masyarakat, tapi untuk semua operator itu wajib melakukan `up date` sistem sebanyak tiga kali dalam sehari untuk memblokir situs porno," katanya.
Untuk ke depan, pihaknya akan melakukan inovasi-inovasi terbaru untuk memblokir situs porno di dunia maya seperti memberikan hadiah kepada masyarakat yang melaporkan adanya konten berbau porno di internet.
"Kami akan terus melakukan pemblokiran konten porno dengan berbagi inovasi misalnya memberikan hadiah kepada warga yang melaporkan," ujar Tifatul.
Ia menambahkan, bahwa pelayanan jasa internet yang tidak melaksanakan pemblokiran terhadap situs porno akan langsung berurusan dengan kepolisian.
"Bagi semua pelayanan jasa internet, kami tegaskan wajib melaksanakan ini (pemblokiran), jika mereka tidak melakukannya maka berurusan dengan polisi nanti," kata Tifatul.(ANT)
Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Dra. Yuliati mengatakan bahwa minat baca masyarakat hingga kini dipandang masih rendah. Menurutnya hal itu disebabkan masih kentalnya budaya lisan, mahalnya harga buku, rendahnya tingkat pendidikan khususnya di pelosok pedesaan dan dampak dari perkembangan teknologi.Terkait hal tersebut dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat Jawa Tengah Badan Arsip dan Perpustakan Provinsi Jawa Tengah akan menyelenggarakan Talkshow bertema “Pemberdayaan Perpustakaan Dalam Mewujudkan Masyarakat Gemar Membaca”, Sabtu, 9 Oktober 2010 bertempat di Gedung Gradhika Bhakti Praja Jl. Pahlawan – Semarang.
Menurut rencana Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo akan hadir sebagai pembicara bersama Tantowi Yahya (Duta Baca Indonesia), Kepala Perpustakaan Nasional RI, dan Prof. Dr. Eko Budihardjo.
Bedah Buku Tahun 2010
Badan Arsip Dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah mulai Selasa (28/9) besok menyelenggarakan Bedah Buku selama dua hari.
Hari Pertama bedah buku yang berjudul “Sekolahku Bukan Sekolah”, karya Maia Razidha dengan Pembahas Dwi Surtiawan, SE dan Drs. Mulyohadi Purnomo, M.Hum, hari Selasa, 28 September 2010, pukul 08.00 – 14 WIB tempat di Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Tengah, Jl. Sriwijaya 29-A – Semarang.
Hari Kedua bedah buku yang berjudul “Dahsyatnya Indra Keenam”, karya Eko Kaf (Konsultan Numerologi dan Metafisika) dengan Pembahas Drs. Mulyohadi Purnomo, M.Hum dan Gilang, hari Rabu, 29 September 2010, pukul 08.00 – 14 WIB tempat di Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Tengah, Jl. Sriwijaya 29-A – Semarang.*(Biro Humas Prov.Jateng)
Makassar - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Imam Sufaat mengungkapkan TNI AU sedang melakukan perundingan dengan Pemerintah Rusia bagi pengadaan peluru kendali atau misil guna melengkapi pesawat tempur tersebut."Kami sedang merundingkan pembelian rudal bagi Sukhoi," katanya kepada pers di Makassar, Senin, usai serah terima tiga pesawat tempur Sukhoi tipe SU-27 SKM dari Pemerintah Rusia.
Imam Sufaat mengatakan, proses pembelian rudal tersebut dilakukan karena produsen pesawat Sukhoi tidak sama dengan produsen rudal.
"Pembelian rudal ini memang dilakukan dari Rusia," kata Imam Sufaat saat mendampingi Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.
Imam Sufaat mengatakan, ada hal-hal teknis yang harus dibicarakan dengan pabrik rudal tersebut karena misil tersebut harus sesuai dengan sistem komputer yang ada pada Sukhoi.
Sementara itu, Menhan Purnomo mengatakan, sekali pun sukhoi tidak dilengkapi dengan rudal, bukan berarti di dalam pesawat itu tidak ada senjata sama sekali. "Kita membeli bom dari Turen," kata Purnomo.
Di Turen, Malang, terdapat pabrik amunisi milik PT Pindad yang mempunyai spesialisasi untuk pembuatan senjata serta amunisi.
Kasau Imam Sufaat menambahkan, pembelian pesawat Sukhoi tersebut satu paket dengan program pemeliharaan dan perawatan.
Ia mengatakan, untuk 2010, TNI AU mendapat anggaran pemeliharaan sebesar Rp1,3 triliun, sementara pada 2008, Mabes TNI AU hanya menerima biaya perawatan dan pemeliharaan sebesar Rp500 juta.
Kasau menjelaskan, penggunaan anggaran perawatan pesawat itu berdasarkan instruksi Menhan Purnomo Yusgiantoro yang meminta seluruh jajaran TNI AU untuk merawat dan memelihara alat utama sistem senjata mereka secara maksimal.
"Jadi, jangan hanya masalah penyediaan peswat yang harus dibicarakan, tapi juga masalah pemeliharaan dan perawatan," kata Menhan.
Hadir pada acara tersebut Dubes Indonesia untuk Rusia, Hamid Awaluddin, serta Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin yang merupakan mantan sekretaris militer kepresidenan pada era pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.
(ANT/A024)
Tahukah anda bila makanan berempah memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh kita? Cabe misalnya, berfungsi menurunkan berat badan dan baik bagi kesehatan jantung.Berikut ini manfaat rempah-rempah bagi tubuh kita, seperti dikutip dari Self.
Menurunkan Berat Badan
Bagi seseorang, sambal dan irisan cabe bisa membuat makanan yang disantap lebih nikmat. Selain itu juga bisa meningkatkan metabolisme. Penelitian menunjukkan senyawa utama dalam cabe memiliki pengaruh termogenik dan bisa menyebabkan tubuh membakar kalori selama 20 menit setelah makan.
Kesehatan Jantung
Penelitian menunjukkan bahwa dalam budaya yang memakan paling banyak makanan pedas memiliki kejadian serangan jantung dan stroke terendah. Kemungkinan karena cabe bisa mnegurangi pengaruh buruk dari LDL (kolesterol buruk) dan capsaicin mungkin memerangi peradangan, yang dianggap sebagai faktor risiko bagi masalah jantung.
Mencegah Kanker
Menurut American Association for Cancer Research, capsaicin memiliki kemampuan membunuh beberapa sel kanker dan leukimia. Kunyit yang terdapat dalam bubuk kari dan mustard, bisa memperlambat penyebaran kanker dan pertumbuhan tumor. "Kunyit memiliki pengaruh sama pada tubuh seperti yang obat kanker," kata Gregory A. Plotnikoff, M.D., konsultan senior untuk inovasi perawatan kesehatan di Allina Hospitals and Clinics di Minnesota. Pasangkan dengan lada hitam untuk menyerapa 2.000 persen kunyit lebih banyak.
Menurunkan Tekanan Darah
Vitamin A dan C memperkuat dinding otot jantung, dan panas dari lada menambah aliran darah di seluruh tubuh anda. Semua ini setara dengan sistem kardiovaskuler yang lebih kuat.
Meningkatkan Mood
Makanan berempah menaikkan produksi hormon yang membuat kita merasa baik, seperti serotonin. Jadi makanan berempah ini bisa membantu mengurangi depresi dan stres.(ANT/TEK)
Jimbaran -Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tampaknya melihat peluang "memanfaatkan" Julia Roberts untuk mempromosikan keindahan alam Bali dan keramahan warganya kepada dunia."Bali, baru-baru ini menjadi lokasi dari syuting "Eat, Pray, and Love" yang dibintangi Julia Roberts," kata Presiden saat membuka pertemuan internasional akses keuangan di Jimbaran, Bali, Senin.
Kepala Negara menjelaskan film yang menceritakan pencarian seorang perempuan akan cinta dan kedamaian tersebut bisa memberikan inspirasi peserta pertemuan internasional itu untuk kembali lagi ke Bali bersama keluarga dan menemukan cinta serta kedamaian di Pulau Dewata yang indah.
"Saya berharap anda akan kembali lagi ke Bali bersama keluarga untuk bersama-sama merasakan, "eat,pray and love" di Bali nanti," kata Presiden yang diikuti oleh tepuk tangan para hadirin.
Forum ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari pembahasan mengenai "financial inclusion" - G20.(ANT/A024)
Enam nama batik salem di telinga masyarakat awam masih belum setenar batik asal Solo, Yogyakarta, atau Pekalongan. Batik produksi itu pun masih sebatas industri rumah tangga. Namun, siapa sangka batik buatan masyarakat Desa Bentar dan Bentarsari, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes tersebut mempunyai keunggulan yang tidak dimiliki batik mana pun di daerah lain. Rumah mungil Hj Ratminah (62) tampak asri di tengah perkampungan warga Desa Bentar yang padat. Sederetan tanaman hias terawat dengan baik di halaman rumah yang cukup sempit. Tidak ada tanda khusus yang dipasang di depan rumah, baik papan nama maupun sekadar tulisan di dinding. Namun manakala memasuki ruang tamu rumah, akan terlihat aktivitas perusahaan batik milik sang empu rumah. Sebuah etalase kecil dari bahan kayu menjadi penyekat ruang tamu dengan ruang keluarga.
Di dalam etalase tampak kain-kain bermotif batik ditata secara rapi dalam dua sap rak. Dari cara penataan, tercermin pemilik etalase adalah orang yang teliti dan sabar. Setiap kain ditata secara terpisah menurut jenis motif dan bahan kain. "Beginilah, kami memajang kain-kain batik untuk pengunjung yang ingin memesan," kata Ratminah dengan roman cerah. Bagaimana sejarah keberadaan batik di tengah masyarakat Salem yang berkultur Sunda itu? Menurut kisah yang diceritakan Ratminah, sekitar 1917 seorang putri pejabat dari Pekalongan mengunjungi wilayah Salem. Di daerah itu, sang putri jatuh hati pada pemuda setempat. Mereka akhirnya menikah dan menetap di Desa Bentar. Sejak saat itu masyarakat, terutama kaum wanita mulai mengenal kerajinan batik yang ditularkan sang putri.
Ratminah yang merupakan cucu putri Pekalongan itu termasuk salah satu perajin batik terbesar di desa tersebut. Selain Ratminah, terdapat sekitar 140 perajin batik di Desa Bentar dan 200 orang di Desa Bentarsari. Uniknya, mereka yang menguasai keterampilan batik berasal dari kalangan wanita yakni ibu rumah tangga dan pelajar sekolah. Skala Rumah Tangga Perajin batik Salem tidak sama dengan perajin dari Yogya, Solo, ataupun Pekalongan. Di ketiga daerah itu perajin membuat batik secara industrial, sedangkan di Salem produksi batik masih berskala rumah tangga. Para ibu membuat batik hanya untuk mengisi waktu luang seusai melakukan tugas rumah.
Sebagian lainnya ada yang sambil menunggu kios atau warung di depan rumah. Meski hanya pengisi waktu luang, produk batik salem tidak kalah dibandingkan dengan batik produksi daerah lain. Menurut H Ilyas, suami Ratminah, dalam pameran kerajinan daerah yang digelar Pemerintah Provinsi Jateng di Semarang beberapa tahun lalu, batik salem diakui paling orisinal di antara semua jenis batik. Ketika itu, Ny Ginanjar Kartasasmita yang hadir dalam acara tersebut menyatakan kekagumannya pada keaslian dan keunikan batik salem. Di mana letak orisinalitas batik salem? Ilyas mengemukakan, ciri khas yang tetap dipertahankan perajin batik salem hingga sekarang adalah 100% bikinan tangan. "Justru karena pakai tangan, mereka tidak diburu waktu dan bikin sebaik-baiknya," ujar Ilyas.
Di daerah lain, kebiasaan itu telah lama ditinggalkan para perajin, karena dianggap kurang produktif dan efisien. Terdapat beberapa kelebihan batik tangan dibandingkan dengan batik yang dibuat dengan cap. Yang paling utama, hasil karya batik tangan lebih artistik. Nilai lebih itulah yang membuat batik tangan diburu para kolektor batik. Selain itu, batik tangan juga lebih panjang dari segi usia. Ilyas menambahkan, terdapat 20 jenis motif yang dibuat perajin batik salem. Dari ke-20 motif, tiga di antaranya merupakan yang terbaik dan paling diminati pembeli. Ketiga jenis motif tersebut tidak dapat diproduksi secara industrial, tetapi hanya dapat dibuat dengan tangan. Itu pun hanya perajin yang berpengalaman bertahun-tahun dan memiliki ketelitian ekstra yang mampu melakukannya. Ketiga motif tersebut adalah motif kopi pecah, manggar, dan sawat rantai.
Upaya Mengangkat Batik Salem MEMBATIK ternyata bukan pekerjaan gampang. Selain membutuhkan ketelatenan, harus punya jiwa seni dan kreasi yang tinggi. Salah menorehkan canting di kain bisa merusak ciri khas batik tersebut. Tapi lain halnya ketika ibu-ibu Tim Penggerak PKK Kabupaten Brebes, berkunjung ke perajin batik salem. Mereka justru penasaran melihat ketekunan perajin wanita dalam melakukan pembatikan. Ketua Tim Penggerak PKK Ny Hj Maryatun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencoba langsung proses pembuatan batik salem di rumah kediaman H Ilyas, salah seorang perajin. Dibantu Ny Hj Ratminah, istri H Ilyas, istri Bupati Brebes itu langsung menorehkan pola tertentu yang menjadi ciri khas batik salem. ''Ternyata membatik sangat sulit. Perlu belajar lama,'' ujar Hj Maryatun, di depan pengurus dan anggota PKK Kecamatan Salem. Melihat keuletan perajin, Bupati Brebes H Indra Kusuma SSos yang menyertai kunjungan, spontan memberikan bantuan berupa alat canting cap kepada Kelompok Perajin Batik Salem. Dia mengharap, alat tersebut dapat meningkatkan produktivitas para perajin, sehingga ke depan nama batik salem dapat sejajar dengan batik solo atau pekalongan. Batik salem memang belum setenar batik solo, yogyakarta, atau pekalongan. Meski demikian Pemkab Brebes terus berupaya mengangkat nama batik lokal ini, agar sejajar dengan batik asal daerah lain. Salah satunya, melalui promosi dan pameran yang digelar di kota besar seperti Jakarta, Semarang, dan kota lainnya. Seragam PNS Pemkab juga mengupayakan agar batik lokal tersebut dipergunakan untuk seragam PNS pada hari Kamis. Di samping itu juga menggelar berbagai lomba rancang busana dengan kain batik salem. Dampaknya memang cukup bagus, omzet penjualan dari perajin di Desa Salem, Bentar, dan Bentarsari kian meningkat. ''Penjualan batik salem memang terus meningkat. Banyak pesanan luar kota datang ke sini,'' papar Ny Ratminah (62). Produksi batik salem hingga kini masih sebatas industri rumah tangga. Namun, karya perajin ini mempunyai keunggulan yang tidak dimiliki batik mana pun di daerah lain. Salah satu orisinalitasnya adalah 100% bikinan tangan. Ciri khas ini tetap dipertahankan perajin, sejak keberadaannya tahun 1917 lalu. Menurut H Ilyas, karena membatik dengan tangan dan dikerjakan secara hati-hati, akan menghasilkan kualitas batik yang bagus. ''Batik salem diakui paling orisinal di antara semua jenis batik,'' ujar seorang perajin. Hal itu terbukti ketika Ny Ginandjar Kartasasmita mengunjungi sebuah pameran kerajinan daerah yang digelar Pemprov Jateng di Semarang beberapa tahun lalu, istri mantan menteri semasa rezim Soeharto tersebut menyatakan kekagumannya pada keaslian dan keunikan batik salem. Di tiga desa di wilayah Salem, terdapat lebih kurang 340 perajin batik. Uniknya, yang menguasai keterampilan batik sebagian besar kalangan wanita yakni ibu rumah tangga dan pelajar sekolah.
Sementara itu, motifnya ada 20 jenis. Dari 20 motif tersebut, tiga di antaranya merupakan yang terbaik dan paling diminati pembeli. Yakni, motif kopi pecah, manggar, dan sawat ranta. Ketiga jenis motif tersebut tidak dapat diproduksi secara massal, tetapi hanya dapat dibuat dengan tangan. Itu pun hanya perajin yang berpengalaman bertahun-tahun dan memiliki ketelitian ekstra yang mampu melakukannya. Di mana mencari batik salem? Beberapa toko di Brebes menyediakannya. Jika ingin mendapatkan langsung datang ke perajin di Desa Bentar dan Bentarsari. (Allsumber)
Waduk Malahayu adalah sebuah waduk yang menjadi Obyek Wisata di kabupaten Brebes yang terletak + 30 km dari kota Tanjung/Jalan raya Brebes-Cirebon, tepatnya di desa Malahayu kecamatan Banjarharjo sebuah tempat wisata waduk yang menawarkan kesejukan, suasana yang nyaman dan keindahan alam yang nyaman dan keindahan alam yang mempesona dilengkapi perahu (sampan), kolam renang anak dan becak air. Selain itu juga dapat diperoleh kerajinan tangan khas daerah tersebut yaitu keramik Malahayu, tape ketan daun jambu dan pisang khas Banjarharjo.
Pantai Randusanga Indah Berlokasi di Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes yakni sekitar 7 km dari jalan raya Pantura kota Brebes. Di sepanjang jalan menuju pantai Randusanga akan banyak ditemui perkebunan bawang merah yang terhampar luas, sedangkan mendekati lokasi pantai, akan banyak di temui tambak- tambak yang umumnya di-gunakan untuk budidaya bandeng dan rumput laut.Di lokasi pantainya sendiri akan di-jumpai panorarama pantai yang masih alami disertai fasilitas mainan anak, mandi laut, panggung gembira, arena balap motor (grass track), camping ground, kafe dan rumah makan khas ikan laut bakar serta kios-kios yang menjual oleh-oleh khas Brebes berupa telur asin dan bawang merah. Menjelang senja hari, para pengunjung dapat menikmati indah- nya panorama terbenamnya matahari di cakrawala pantai Randu- sanga.
Telaga Ranjeng yang berJarak tempuh +/- 10 km kearah pabrik Teh Kaligua, sebuah hutan lindung dengan telaga alam yang dipenuhi oleh ribuan ikan lele.
Telaga Ranjeng, berlokasi di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Telaga Ranjeng merupakan objek wisata air potensial di kabupaten Brebes.
Telaga Ranjeng yang dibangun tahun 1924, berada di bawah kaki Gunung Slamet dan merupakan bagian dari kawasan cagar alam milik Perhutani Pekalongan Timur. Cagar alam tersebut memiliki luas empat puluh delapan setengah hektar terdiri dari hutan damar dan pinus yang mengelilingi telaga, yang sebelumnya merupakan tempat mandi para tokoh kerajaan di Jawa.
Daya tarik dari Telaga Ranjeng adalah udara pegunungan yang sejuk, hutan lindung, cagar alam, serta terdapat beribu-ribu ikan lele yang jinak dan dianggap keramat, yang dianggap sebagai penghuni telaga. Namun kini ikan lele tidak sebanyak dulu.
Konon ikan lele penunggu Telaga Ranjeng yang memiliki kedalaman tiga meter, hanya bisa diajak bermain -main dan tidak diperkenankan untuk diambil meski hanya satu ekor.
Penunggu telaga menceritakan pernah ada seorang wisatawan yang mencoba mengambilnya namun sampai di rumah orang tersebut kemudian sakit-sakitan baru sembuh setelah mengembalikan ikan lele ke Telaga Ranjeng.
Benar atau tidaknya cerita tersebut, yang jelas Telaga Ranjeng merupakan aset wisata yang memiliki daya tarik tersendiri sehingga dibutuhkan peran serta masyarakat sekitar dan pemerintah untuk mengembangkan tempat tersebut.
Waduk Penjalin memiliki luas 1,25 km2 dan isi 9,5 juta m3, terletak di tengah-tengah Desa Winduaji , 2,4 km arah selatan ibu kota Kecamatan Paguyangan . Dari ibu kota kecamatan ke arah selatan jurusan Purwokerto , kemudian sampai Desa Winduaji belok kanan ke lokasi waduk. Dari kota Paguyangan jaraknya 6 km, dari kota Bumiayu 12 km. Sedangkan dari Purwokerto 30 km. Waduk Penjalin terletak perbatasan Kab Banyumas dan Kab. Brebes.
Waduk ini dibangun tahun 1930 oleh pemerintah kolonial Belanda bersamaan dengan Waduk Malahayu. Air waduk ini dipersiapkan untuk menyuplai irigasi Sungai Pemali bawah dan areal persawahan. Penjalin dalam Bahasa Jawa berati rotan.
Di bagian muka waduk ini terdapat tanggul dengan ketinggian 16 m, lebar 4 m, dan panjang 850 m. Keliling waduk dikitari pedukuhan Mungguhan, Keser Kulon, Kali Garung, Kedung Agung, Soka, Karangsempu, Pecikalan, dan Karangnangka. Sedangkan di sebelah timur yang merupakan tanggul dan pintu gerbang waduk adalah dukuh Keser Tengah.
Warga sekitar memanfaatkan kekayaan alam sekitar waduk sebagai tempat mencari nafkah, antara lain mencari ikan, memelihara keramba apung, dan pada saat Lebaran warga menyewakan perahu untuk rekreasi air keliling waduk. Sekarang, waduk itu banyak dimanfaatkan warga kota untuk berlibur dan bersantai seperti pengunjung dari Purwokerto, Cilacap, dan Purbalingga.
Pada setiap Idul Fitri diselenggarakan Pekan Wisata Idul Fitri dengan acara lomba menangkap itik, pentas dangdut dan permainan ketangkasan anak.
Cipanas dan Tirta Husada adalah Tempat pemandian air panas untuk terapi penyakit diantaranya penyakit pegal-pegal, rheumatik, dan juga sebagai tempat rekreasi yang cukup nyaman apalagi waktu musim liburan datang, terletak di desa Kedungoleng Kecamatan Paguyangan.
Air Panas Cipanas Buarana
* Lokasi : Desa Pangebatan kecamatan Bantarkawung.
* Jarak Tempuh : Dari Ibu Kota Kabupaten 70 Km dan dari Kota Bumiayu 6 Km
* Luas Kawasan : 1 Ha
* Di Bangun : Tahun 1976
* DayaTarik Wisata : Pemandangan alam pegunungan hutan pinus , Air panas yang dapat menyembuhkan penyakit kulit , rematik dan lain lain.
* Fasilitas : Kamar mandi, penginapan ekonomi dan utama, kolam renang anak dan mushola, warung makan dan tempat parkir.
Pemandian Air Panas Tirta Husada Kedungoleng.
* Lokasi : Desa Kedungoleng
* Jarak Tempuh : Dari Ibukota Kabupaten 75Km, Ibukota Kecamatan 6 Km, Dari Kota Bumiayu 12 Km.
* Daya Tarik Wisata : Pemandangan Alam Pegunungan Hutan pinus , mandi air panas yang dapat menyembuhkan penyakit kulit, rematik dan lain lain.
* Fasilitas : Kamar Mandi, tempat bermain anak anak, gasebo, tempat parkir, dan warung makan.
MEDAN-Operator telepon selular diharapkan menghentikan pengiriman pesan singkat atau SMS yang tidak penting dan dinilai mengganggu kenyamanan pengguna alat komunikasi tersebut. "SMS seperti itu tidak penting dan seperti SMS sampah," kata Direktur Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) Farid Wajdi di Medan, Minggu (26/9).
Farid mengatakan, cukup banyak keluhan yang disampaikan masyarakat akibat sering menerima SMS sampah dari berbagai operator telepon selular tersebut. Banyaknya keluhan itu dapat dilihat sejumlah pemberitaan di media massa, bahkan di jaringan internet seperti Google hanya dengan mengetikkan kata SMS sampah atau SMS spam.
Berdasarkan infromasi yang didapatkan, hampir seluruh operator telepon selular di Indonesia melakukan pengiriman SMS sampah itu, baik operator GSM mau pun CDMA.
Padahal, menurut Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia, SMS sampah seperti itu termasuk dilarang sebagaimana yang dimaksudkan dalam UU Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.
Dalam Pasal 21 UU itu disebutkan, penyelenggara jasa telekomunikasi dilarang melakukan kegiatan dinilai bertentangan dengan kepentingan umum, kesusilaan, keamanan atau ketertiban umum.
"Namun, meski tidak berkenan (dengan SMS sampah itu), konsumen tidak bisa berbuat banyak atau menolaknya," kata Farid yang juga Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) itu.
Menurut dia, pengiriman SMS sampah itu telah menerobos privacy atau ruang pribadi konsumen sehingga terkesan kurang perlindungan terhadap kenyamanan pengguna jasa telekomunikasi tersebut.
Hal itu disebabkan penerima SMS Sampah tersebut telah dijadikan sebagai objek dalam "telemarketing" dari perusahaan tertentu.
Jika dikaitkan dengan ketentuan UU Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, masyarakat dapat menuntut operator telepon selular karena tidak mengindahkan kenyamanan mereka selaku konsumen telekomunikasi.
"Penyelenggara telekomunikasi itu wajib memberikan ganti rugi, kecuali mereka dapat membuktikan bahwa kerugian tersebut bukan diakibatkan oleh kesalahan dan atau kelalaiannya," tambahnya. (Ant)





