Live Radio Streaming
Tampilkan postingan dengan label Dinda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dinda. Tampilkan semua postingan
Sirampog Brebes - Topmania, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE bergabung
dalam kepengurusan Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Brebes .
Idza menempati posisi Wakil Ketua II untuk masa bakti 2013/2018 hasil
Konferensi Cabang (Konfercab) Fatayat pada 27 Desember 2012 lalu di
Hotel Dedy Jaya Brebes.
Prosesi pelantikan PC Fatayat NU digelar dalam suasana hikmat oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU Dra Hj Ida Fauziyah MSi di Pondok Pesanteren Al Hikmah 2 Benda Sirampog Brebes, Ahad sore (3/2).
Jabatang Ketua Umum dipegang Mukminah MPdI menggantikan Hj Farah Evi SE. Kepengurusan periode 2013/2018 tersebut didominasi berlatar pendidikan guru dan dosen. Bertindak sebagai Sekretaris Titin Lutfiyatin SAg dan Bendahara Hj Eva Trisnawati AMd.
Susunan pengurus dilengkapi dengan berbagai kepala bidang. Yakni bidang pengembangan organisasi dengan koordinator Waisah Shut MPd, Kabid Hukum, Politik dan Advokasi Iim Soimah SPdI, Kabid Kesehatan dan Lingkungan Hidup Nur Hasanah AMd, Kabid Sosial, Seni dan Budaya Masykuroh SthI, Kabid Ekonomi dan Koperasi Nur Khatun SPd, Kabid Dakwah Sumiayati SPd dan Kabid Penelitian dan Pengembangan Endang Puji Astuti SPd
Menurut Ketua PW Fatayat NU Jateng ……….mengungkapkan, sepanjang sejarah baru ada 1 Bupati di Jateng yang bergabung menjadi pengurus Fatayat. Sehingga dirinya mengaku bangga, agar langkah Idza Priyant menginspirasi perempuan pejabat pemerintahan lahan untuk membaktikan diri di lahan Fatayat.
Begitupun dengan Ketua PP Fatayat NU Dra Hj Ida Fauziyah, mencermati baru sedikit perempuan fatayat yang menduduki jabatan-jabatan strategis dipemerintahan maupun anggota dewan.
Masih minimnya perempuan fatayat NU yang memegang tampuk kepemimpinan mengusik diri Ida Fauziyah akan mengadakan penelitian pemerintahan yang di nahkodai perempuan. “Brebes akan kami jadikan pilot project pemerintahan yang dikelola oleh kaum perempuan,” ucapnya disambut tepuk tangan hadirin.
Sekretaris Fatayat NU juga menyambut baik bergabungnya Idza Priyanti menjadi Wakil Ketua Fatayat NU Brebes. Menurut Farikha, saat yang tepat untuk membagi peran dalam pengembanan visi dan misi Fatayat yang diselaraskan dengan visi dan misi pemerintahan kabupaten Brebes. Sehingga tercapai sinerjisitas pengelolaan pembangunan peremnpuan di Brebes. “Perempuan Brebes, harus bangkit sejalan dengan perkembangan dunia dan teknologi,” tutur Farikha yang juga Kepala Bidang Pengarusutamaan Gender (PUG) Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Brebes.
Ketua PC NU Kab Brebes H Athoillah SE MSi bahkan mengucapkan terima kasih atas kesediaan Idza Priyanti yang notabene Bupati Brebes bergabung dengan keluarga besar NU Brebes melalui Fatayat NU Cabang Brebes.
Dalam sambutannya, bahkan mengaku bingung. Pasalnya dibirokrasi sebagai atasannya. Sedangkan di PC Fatayat NU beliau sebagai pengurus yang nota bene di bawah NU. “Tapi ya, gak masalah yang penting adanya kebersamaan di antara kita dalam membina umat pada khususnya dan masyarakat Brebes pada umumnya,” pungkas Athoillah.
Pelantikan disaksikan lebih dari 300 anggota Fatayat NU perwakilan dari 16 Pimpinan Anak Cabang se Kabupaten Brebes, Ketua PW Fatayat NU Jateng, Jajaran PC Muslimat, Fatayat, GP Ansor, IPNU-IPPNU dan undangan lainnya. (Wsd/topfm)
Prosesi pelantikan PC Fatayat NU digelar dalam suasana hikmat oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU Dra Hj Ida Fauziyah MSi di Pondok Pesanteren Al Hikmah 2 Benda Sirampog Brebes, Ahad sore (3/2).
Jabatang Ketua Umum dipegang Mukminah MPdI menggantikan Hj Farah Evi SE. Kepengurusan periode 2013/2018 tersebut didominasi berlatar pendidikan guru dan dosen. Bertindak sebagai Sekretaris Titin Lutfiyatin SAg dan Bendahara Hj Eva Trisnawati AMd.
Susunan pengurus dilengkapi dengan berbagai kepala bidang. Yakni bidang pengembangan organisasi dengan koordinator Waisah Shut MPd, Kabid Hukum, Politik dan Advokasi Iim Soimah SPdI, Kabid Kesehatan dan Lingkungan Hidup Nur Hasanah AMd, Kabid Sosial, Seni dan Budaya Masykuroh SthI, Kabid Ekonomi dan Koperasi Nur Khatun SPd, Kabid Dakwah Sumiayati SPd dan Kabid Penelitian dan Pengembangan Endang Puji Astuti SPd
Menurut Ketua PW Fatayat NU Jateng ……….mengungkapkan, sepanjang sejarah baru ada 1 Bupati di Jateng yang bergabung menjadi pengurus Fatayat. Sehingga dirinya mengaku bangga, agar langkah Idza Priyant menginspirasi perempuan pejabat pemerintahan lahan untuk membaktikan diri di lahan Fatayat.
Begitupun dengan Ketua PP Fatayat NU Dra Hj Ida Fauziyah, mencermati baru sedikit perempuan fatayat yang menduduki jabatan-jabatan strategis dipemerintahan maupun anggota dewan.
Masih minimnya perempuan fatayat NU yang memegang tampuk kepemimpinan mengusik diri Ida Fauziyah akan mengadakan penelitian pemerintahan yang di nahkodai perempuan. “Brebes akan kami jadikan pilot project pemerintahan yang dikelola oleh kaum perempuan,” ucapnya disambut tepuk tangan hadirin.
Sekretaris Fatayat NU juga menyambut baik bergabungnya Idza Priyanti menjadi Wakil Ketua Fatayat NU Brebes. Menurut Farikha, saat yang tepat untuk membagi peran dalam pengembanan visi dan misi Fatayat yang diselaraskan dengan visi dan misi pemerintahan kabupaten Brebes. Sehingga tercapai sinerjisitas pengelolaan pembangunan peremnpuan di Brebes. “Perempuan Brebes, harus bangkit sejalan dengan perkembangan dunia dan teknologi,” tutur Farikha yang juga Kepala Bidang Pengarusutamaan Gender (PUG) Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Brebes.
Ketua PC NU Kab Brebes H Athoillah SE MSi bahkan mengucapkan terima kasih atas kesediaan Idza Priyanti yang notabene Bupati Brebes bergabung dengan keluarga besar NU Brebes melalui Fatayat NU Cabang Brebes.
Dalam sambutannya, bahkan mengaku bingung. Pasalnya dibirokrasi sebagai atasannya. Sedangkan di PC Fatayat NU beliau sebagai pengurus yang nota bene di bawah NU. “Tapi ya, gak masalah yang penting adanya kebersamaan di antara kita dalam membina umat pada khususnya dan masyarakat Brebes pada umumnya,” pungkas Athoillah.
Pelantikan disaksikan lebih dari 300 anggota Fatayat NU perwakilan dari 16 Pimpinan Anak Cabang se Kabupaten Brebes, Ketua PW Fatayat NU Jateng, Jajaran PC Muslimat, Fatayat, GP Ansor, IPNU-IPPNU dan undangan lainnya. (Wsd/topfm)
Sirampog Brebes - Topmania, Kecerdasan yang rendah menjadi titik awal
kaum perempuan dalam korban tindak kekerasan dan jadi obyek perdagangan
anak dan perempuan. Sehingga menjadi tugas yang berat bagi perempuan
Fatayat NU, untuk meningkatkan derajat kecerdasannya.
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU Dra Ida Fauziyah MSi saat
menyampaikan hal tersebut pada sambutan Pelantikan Pimpinan Cabang (PC)
Fatayat NU Brebes masa bakti 2013-2018 di Pondok Pesantren Al Hikmah 2
Benda Sirampog Brebes, Ahad Sore (3/2).
Menurutnya, dalam tahun 2012, Fatayat mencatat ada 119 ribu pertahun
kasus tindakan kekerasan yang diderita kaum perempuan. Sedangkan korban
perdagangan anak dan perempuan mencapai 100 ribu per tahun. “Hal itu
berawal dari rendahnya tingkat kecerdasan perempuan dan anak sehingga
gampang dihardik dan diperjualbelikan,” kata Ida Fauziyah.
Terlihat di tahun 2012, kaum perempuan menderita buta aksara hingga
12,28 persen. Sementara kaum pria hanya 5 persen saja. Dia tidak ingin
ada anggota Fatayat NU yang sampai buta aksara. “Untuk mencapai
membangun keluarga dan masyarakat cerdas, dibututhkan Fatayat NU yang
cerdas,” ajaknya.
Tidak hanya itu, lanjutnya, dalam tahun 2012 masyarakat Indonesia yang
miskin ada 29 juta atau 12 persen. Kemiskinan itu menimpa kaum perempuan
sebanyak 70 persen dari 29 juta penduduk. Begitupun tingkat kesehatan
perempuan sangat rendah karena tiap tahun dari 100 ribu Ibu Melahirkan,
terdapat 102 ibu yang meninggal.
Ida Fauziyah mengajak Fatayat NU Brebes untuk meningkatkan dan
menguatkan kapasitas kecerdasan, kapasitas organisasi dan membangun
kapasitas SDM anggotanya.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PW Fatayat NU Jateng, Ketua PC NU
Brebes H Athoillah SE MSi, Ketua Majelis Pengasuh Ponpes Al Hikmah 2
Benda KH Solahudin Masruri dan Sekretaris PC Muslimat NU Brebes Dra Hj
Farikha dan undangan lainnya. (Wsd/topfm).
Brebes - Topmania, Gerakan Pemuda (GP) Ansor harus
memiliki kekuatan dengan memberdayakan berbagai potensi yang dimiliki. Hal
tersebut sebagai bekal untuk menolong sesama, sebagaimana misi utama Ansor
sebagai penolong. Pemberdayaan tersebut meliputi pemberdayaan organisasi, administrasi,
ekonomi, dan ketrampilan, serta pengkaderan.
Pernyataan tersebut disampaikan
Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Drs Jabir Al Faruqi saat konsolidasi GP Ansor
Kabupaten Brebes di Gedung NU Jalan Yos Sudarso 36 Brebes, Ahad (3/2).
Pergerakan yang perlu dilakukan
diawali dengan pemberdayaan ekonomi, sebagai dasar untuk menguatkan organisasi
dan kemandirian yang tinggi. Berkaca pada peristiwa sejarah pendirian Nahdlatul
Ulama (NU) yang tidak bergantung pada
penjajah. “NU mengawali pergerakannya dengan mendirikan Nahdlatul Tujar, yang
bergerak di bidang ekonomi,” terang Jabir.
Atas perkumpulan para sodagar
pada saat itu, menjadikan NU kuat dan tidak bergantung dengan penjajah. “Nah,
Ansor pun harus menapakan langkahnya dengan penguatan ekonomi, dengan
mendirikan Koperasi,” ajaknya.
Pendirian Koperasi, lanjut
Jabir, merupakan keniscayaan yang harus dilakukan oleh Pimpinan Cabang (PC). Bila
serius mendirikan Koperasi, maka akan diberi stimulan modal awal dari PW sebesar
Rp 150 Juta.
Yang perlu diperhatikan, kata
dia, mendirikan Koperasi Ansor bukan dimiliki oleh segelintir orang Ansor.
Tetapi Koperasi tersebut dimiliki oleh organisasi.
Ansor
juga harus berani berebut masa depan, dengan menyiapkan kader. Termasuk
menyiapkan pemimpin masa depan. “Kalau pengkaderannya lemah, bagaimana akan
bisa menggolkan pemimpin kalau tidak di kader dari awal?” tandas Jabir.
Sementara
Ketua PC Ansor Brebes Agus Mudrik Khaelani Al Hafidz menyatakan, organisasinya
komit menjadi penolong. Termasuk dalam pembangunan daerah dengan menguatkan
anggotanya diberbagai lini.
Kegiatan
konsolidasi diikuti oleh jajaran pengurus PC dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se Kabupaten
Brebes. (wsd/topfm).
Brebes – Topmania, Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Komisariat
Brebes Kamis (31/01) menggelar olimpiade sejarah Indonesia untuk siswa –
siswi SMA/ MA/ SMK se-eks karesidenan Pekalongan Barat. Kegiatan yang
dihadiri dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Brebes Narjo, diikuti 57
siswa dari 20 sekolah.
Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE dalam sambutannya yang dibacakan
oleh Wabup menyampaikan pentingnya mengetahui dan mempelajari sejarah,
khususnya bagi generasi muda. Istilah Jas Merah (Jangan sekali-kali
melupakan sejarah) yang sering disampaikan oleh presiden Sukarno adalah
pesan konkret untuk generasi penerus agar selalu ingat pada sejarah.
Melalui sejarah, kita akan mampu memahami dan mengerti betapa sulitnya
perjuangan yang harus dilakukan oleh para pejuang pendahulu untuk
mendirikan negara Republik Indonesia yang merdeka dan berdaulat.
Perjuangan mesti dilalui dengan mengorbankan jiwa raga, tetesan darah
dan air mata.
“ Sejarah adalah refleksi perjuangan bangsa dalam melalui masa-masa
penuh tantangan. Kita harus ingat bahwa negara ini ada, bukan karena
pemberian penjajah, negara ini ada hanya dengan ridho Allah melalui
perjuangan tanpa kenal lelah dari seluruh rakyat Indonesia “ kata
Bupati.
Lebih jauh Bupati menyampaikan dukungan, apresiasi dan penghargaan yang
tinggi pada jajaran pengurus Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) atas
terlaksananya kegiatan ini.
“ Yang paling utama saya harapkan dari hasil kegiatan ini adalah bukan
menang atau kalahnya dalam persaingan lomba, namun kesadaran siswa akan
pentingnya pengetahuan sejarah dapat terus meningkat. Kearifan kita
sebagai bangsa tercermin dari sikap kita dalam menghargai jasa dan
perjuangan para pahlawan ” tutup Bupati. (HP/topfm)