RADIO SINGOSARI TOPFM || 95.1 MHz ||MORE THAN JUST RADIO ||INSPIRING RADIO ||

Live Radio Streaming


KLIN MORE PLAYER
Tampilkan postingan dengan label Dinda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dinda. Tampilkan semua postingan
Sirampog Brebes - Topmania, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE bergabung dalam kepengurusan Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Brebes . Idza menempati posisi Wakil Ketua II untuk masa bakti 2013/2018 hasil Konferensi Cabang (Konfercab) Fatayat pada 27 Desember 2012 lalu di Hotel Dedy Jaya Brebes.
Prosesi pelantikan PC Fatayat NU digelar dalam suasana hikmat oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU Dra Hj Ida Fauziyah MSi di Pondok Pesanteren Al Hikmah 2 Benda Sirampog Brebes, Ahad sore (3/2).
Jabatang Ketua Umum dipegang Mukminah MPdI menggantikan Hj Farah Evi SE. Kepengurusan periode 2013/2018 tersebut didominasi berlatar pendidikan guru dan dosen. Bertindak sebagai Sekretaris Titin Lutfiyatin SAg dan Bendahara Hj Eva Trisnawati AMd.
Susunan pengurus dilengkapi dengan berbagai kepala bidang. Yakni bidang pengembangan organisasi dengan koordinator Waisah Shut MPd, Kabid Hukum, Politik dan Advokasi Iim Soimah SPdI, Kabid Kesehatan dan Lingkungan Hidup Nur Hasanah AMd, Kabid Sosial, Seni dan Budaya Masykuroh SthI, Kabid Ekonomi dan Koperasi Nur Khatun SPd, Kabid Dakwah Sumiayati SPd dan Kabid Penelitian dan Pengembangan Endang Puji Astuti SPd
Menurut Ketua PW Fatayat NU Jateng ……….mengungkapkan, sepanjang sejarah baru ada 1 Bupati di Jateng yang bergabung menjadi pengurus Fatayat. Sehingga dirinya mengaku bangga, agar langkah Idza Priyant menginspirasi perempuan pejabat pemerintahan lahan untuk membaktikan diri di lahan Fatayat.
Begitupun dengan Ketua PP Fatayat NU Dra Hj Ida Fauziyah, mencermati baru sedikit perempuan fatayat yang menduduki jabatan-jabatan strategis dipemerintahan maupun anggota dewan.
Masih minimnya perempuan fatayat NU yang memegang tampuk kepemimpinan mengusik diri Ida Fauziyah akan mengadakan penelitian pemerintahan yang di nahkodai perempuan. “Brebes akan kami jadikan pilot project pemerintahan yang dikelola oleh kaum perempuan,” ucapnya disambut tepuk tangan hadirin.
Sekretaris Fatayat NU juga menyambut baik bergabungnya Idza Priyanti menjadi Wakil Ketua Fatayat NU Brebes. Menurut Farikha, saat yang tepat untuk membagi peran dalam pengembanan visi dan misi Fatayat yang diselaraskan dengan visi dan misi pemerintahan kabupaten Brebes. Sehingga tercapai sinerjisitas pengelolaan pembangunan peremnpuan di Brebes. “Perempuan Brebes, harus bangkit sejalan dengan perkembangan dunia dan teknologi,” tutur Farikha yang juga Kepala Bidang Pengarusutamaan Gender (PUG) Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Brebes.
Ketua PC NU Kab Brebes H Athoillah SE MSi bahkan mengucapkan terima kasih atas kesediaan Idza Priyanti yang notabene Bupati Brebes bergabung dengan keluarga besar NU Brebes melalui Fatayat NU Cabang Brebes.
Dalam sambutannya, bahkan mengaku bingung. Pasalnya dibirokrasi sebagai atasannya. Sedangkan di PC Fatayat NU beliau sebagai pengurus yang nota bene di bawah NU. “Tapi ya, gak masalah yang penting adanya kebersamaan di antara kita dalam membina umat pada khususnya dan masyarakat Brebes pada umumnya,” pungkas Athoillah.
Pelantikan disaksikan lebih dari 300 anggota Fatayat NU perwakilan dari 16 Pimpinan Anak Cabang se Kabupaten Brebes, Ketua PW Fatayat NU Jateng, Jajaran PC Muslimat, Fatayat, GP Ansor, IPNU-IPPNU dan undangan lainnya. (Wsd/topfm)
podPress Popup Player
Sirampog Brebes - Topmania, Kecerdasan yang rendah menjadi titik awal kaum perempuan dalam korban tindak kekerasan dan jadi obyek perdagangan anak dan perempuan. Sehingga menjadi tugas yang berat bagi perempuan Fatayat NU, untuk meningkatkan derajat kecerdasannya.
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU Dra Ida Fauziyah MSi saat menyampaikan hal tersebut pada sambutan Pelantikan Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Brebes masa bakti 2013-2018 di Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda Sirampog Brebes, Ahad Sore (3/2).
Menurutnya, dalam tahun 2012, Fatayat mencatat ada 119 ribu pertahun kasus tindakan kekerasan yang diderita kaum perempuan. Sedangkan korban perdagangan anak dan perempuan mencapai 100 ribu per tahun. “Hal itu berawal dari rendahnya tingkat kecerdasan perempuan dan anak sehingga gampang dihardik dan diperjualbelikan,” kata Ida Fauziyah.
Terlihat di tahun 2012, kaum perempuan menderita buta aksara hingga 12,28 persen. Sementara kaum pria hanya 5 persen saja. Dia tidak ingin ada anggota Fatayat NU yang sampai buta aksara. “Untuk mencapai membangun keluarga dan masyarakat cerdas, dibututhkan Fatayat NU yang cerdas,” ajaknya.
Tidak hanya itu, lanjutnya, dalam tahun 2012 masyarakat Indonesia yang miskin ada 29 juta atau 12 persen. Kemiskinan itu menimpa kaum perempuan sebanyak 70 persen dari 29 juta penduduk. Begitupun tingkat kesehatan perempuan sangat rendah karena tiap tahun dari 100 ribu Ibu Melahirkan, terdapat 102 ibu yang meninggal.
Ida Fauziyah mengajak Fatayat NU Brebes untuk meningkatkan dan menguatkan kapasitas kecerdasan, kapasitas organisasi dan membangun kapasitas SDM anggotanya.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PW Fatayat NU Jateng, Ketua PC NU Brebes H Athoillah SE MSi, Ketua Majelis Pengasuh Ponpes Al Hikmah 2 Benda KH Solahudin Masruri dan Sekretaris PC Muslimat NU Brebes Dra Hj Farikha dan undangan lainnya. (Wsd/topfm).
podPress Popup Player


Brebes - Topmania, Gerakan Pemuda (GP) Ansor harus memiliki kekuatan dengan memberdayakan berbagai potensi yang dimiliki. Hal tersebut sebagai bekal untuk menolong sesama, sebagaimana misi utama Ansor sebagai penolong. Pemberdayaan tersebut meliputi pemberdayaan organisasi, administrasi, ekonomi, dan ketrampilan, serta pengkaderan.
                Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Drs Jabir Al Faruqi saat konsolidasi GP Ansor Kabupaten Brebes di Gedung NU Jalan Yos Sudarso 36 Brebes, Ahad (3/2).
                Pergerakan yang perlu dilakukan diawali dengan pemberdayaan ekonomi, sebagai dasar untuk menguatkan organisasi dan kemandirian yang tinggi. Berkaca pada peristiwa sejarah pendirian Nahdlatul Ulama (NU)  yang tidak bergantung pada penjajah. “NU mengawali pergerakannya dengan mendirikan Nahdlatul Tujar, yang bergerak di bidang ekonomi,” terang Jabir.
                Atas perkumpulan para sodagar pada saat itu, menjadikan NU kuat dan tidak bergantung dengan penjajah. “Nah, Ansor pun harus menapakan langkahnya dengan penguatan ekonomi, dengan mendirikan Koperasi,” ajaknya.
                Pendirian Koperasi, lanjut Jabir, merupakan keniscayaan yang harus dilakukan oleh Pimpinan Cabang (PC). Bila serius mendirikan Koperasi, maka akan diberi stimulan modal awal dari PW sebesar Rp 150 Juta.
                Yang perlu diperhatikan, kata dia, mendirikan Koperasi Ansor bukan dimiliki oleh segelintir orang Ansor. Tetapi Koperasi tersebut dimiliki oleh organisasi.  
Ansor juga harus berani berebut masa depan, dengan menyiapkan kader. Termasuk menyiapkan pemimpin masa depan. “Kalau pengkaderannya lemah, bagaimana akan bisa menggolkan pemimpin kalau tidak di kader dari awal?” tandas Jabir.
Sementara Ketua PC Ansor Brebes Agus Mudrik Khaelani Al Hafidz menyatakan, organisasinya komit menjadi penolong. Termasuk dalam pembangunan daerah dengan menguatkan anggotanya diberbagai lini.  
Kegiatan konsolidasi diikuti oleh jajaran pengurus PC dan  Pimpinan Anak Cabang (PAC) se Kabupaten Brebes.  (wsd/topfm).

podPress Popup Player
Brebes – Topmania, Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Komisariat Brebes Kamis (31/01) menggelar olimpiade sejarah Indonesia untuk siswa – siswi SMA/ MA/ SMK se-eks karesidenan Pekalongan Barat. Kegiatan yang dihadiri dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Brebes Narjo, diikuti 57 siswa dari 20 sekolah.
Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wabup menyampaikan pentingnya mengetahui dan mempelajari sejarah, khususnya bagi generasi muda. Istilah Jas Merah (Jangan sekali-kali melupakan sejarah) yang sering disampaikan oleh presiden Sukarno adalah pesan konkret untuk generasi penerus agar selalu ingat pada sejarah.
Melalui sejarah, kita akan mampu memahami dan mengerti betapa sulitnya perjuangan yang harus dilakukan oleh para pejuang pendahulu untuk mendirikan negara Republik Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Perjuangan mesti dilalui dengan mengorbankan jiwa raga, tetesan darah dan air mata.
“ Sejarah adalah refleksi perjuangan bangsa dalam melalui masa-masa penuh tantangan. Kita harus ingat bahwa negara ini ada, bukan karena pemberian penjajah, negara ini ada hanya dengan ridho Allah melalui perjuangan tanpa kenal lelah dari seluruh rakyat Indonesia “ kata Bupati.
Lebih jauh Bupati menyampaikan dukungan, apresiasi dan penghargaan yang tinggi pada jajaran pengurus Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) atas terlaksananya kegiatan ini.
“ Yang paling utama saya harapkan dari hasil kegiatan ini adalah bukan menang atau kalahnya dalam persaingan lomba, namun kesadaran siswa akan pentingnya pengetahuan sejarah dapat terus meningkat. Kearifan kita sebagai bangsa tercermin dari sikap kita dalam menghargai jasa dan perjuangan para pahlawan ” tutup Bupati. (HP/topfm)
podPress Popup Player
PROGRAM ACARA UNGGULAN : 05-06 NGAJI PAGI * 06-07 INFO PAGI*07-09 INDONESIA DANGDUT*09-11 LAGU JAWA* 11-13 KENANGAN*13-15 DANGDUT NGETOP*15-17 TREN MUSIK INDO* 19-21 MUSIK TO ORANG MUDA*21-00 TOPREQUEST

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online | WA : 0856 0203 7951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj |085326111234
Email: topfm951@yahoo.co.id