RADIO SINGOSARI TOPFM || 95.1 MHz ||MORE THAN JUST RADIO ||INSPIRING RADIO ||

Live Radio Streaming


KLIN MORE PLAYER
Tampilkan postingan dengan label Narjo SH MH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Narjo SH MH. Tampilkan semua postingan
http://www.topfm951.net/2020/03/narjo-pasokan-sembako-di-brebes-aman.html#more

Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH memastikan ketersediaan sembilan bahan pokok (Sembako) di Kabupaten Brebes dalam kondisi aman. Hal tersebut disampaikan Narjo setelah melakukan inspeksi mendadak untuk memastikan keamanan dan ketersediaan pangan di Kabupaten Brebes. Wabup didampingi Kapolres Brebes AKBP Gator Yulianto dan Kepala Dinas terkait memastikan bahan pokok seperti Beras, Gula, Minyak Sayur dan Bawang Merah di beberapa tempat, Senin (23/3).
Dari hasil pantauan langsung di gudang Bulog, stok beras masih sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Brebes, setidaknya untuk dua sampai tiga bulan kedepan, Stok Bawang Merah dan Bawang Putih yang ada di gudang di wilayah Kecamatan Wanasari juga masih memadai.
Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH menyampaikan dari hasil sidak yang dilakukan pada prinsipnya semua kebutuhan pokok masih tersedia dengan jumlah yang masih cukup aman. Untuk itu, Wabub menghimbau agar Masyarakat tidak perlu panik dengan melakukan pembelian yang berlebihan.
“Belilah bahan pokok sewajarnya, karena ketersediaan masih cukup,” himbau Wabup. 
Masyarakat juga diminta agar mematuhi seluruh himbauan yang sudah dikeluarkan oleh Pemerintah terkait pencegahan wabah Virus Corona, 
Sementara Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto menandaskan, akan menindak tegas pihak pihak yang tidak bertanggung jawab dalam hal pembelian Sembako. 
“Jangan sampai ada yang main-main melakukan penimbunan barang-barang yang dibutuhkan masyarakat,” tandas Gatot. 
Gatot juga mengajak masyarakat untuk mematuhi Maklumat Kapolri tentang pelarangan segala bentuk keramaian, pengumpulan massa baik itu kegiatan sosial, keagamaan maupun hiburan. 
“Kita semua harus berbuat bijak, demi kebaikan bersama dalam menghadapi situasi timbulnya wabah Corona,” ajaknya.
Kapolres juga menegur Pasar Swalayan yang ada di Brebes agar menerapkan protokoler kesehatan pencegahan Covid-19. Antara lain dengan melakukan cek suhu tubuh dan memastikan cuci tangan para konsumen dan karyawan sebelum masuk swalayan. (ys/wsd/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/01/bupati-ingatkan-masyarakat-agar-siapkan.html#more
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH menginginkan masyarakat agar menyiapkan mental dalam menyambut Kawasan Industri Brebes (KIB). Hal tersebut disampaikan Bupati saat
Sarasehan hari jadi ke-342 Kabupaten Brebes 2020 di pendopo Kabupaten Brebes,  Kamis (16/7).

Kata Idza, keberadaan Kawasan Industri Brebes (KIB) merupakan suatu keniscayaan yang benar benar akan terjadi. Untuk itu bupati mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Brebes untuk menyiapkan mental dan keterampilan diri guna menghadapinya.
Menurut Idza dijadikanya Brebes sebagai kawasan Industri sedikit banyak akan membawa perubahan dan pengaruh yang bermacam macam, baik pengaruh yang bersifat positif maupun negatif.
“Saya minta seluruh masyarakat siapkan mental dan keterampilan diri," ujar Idza.
Sementara itu Kepala Baperlitbangda Kabupaten Brebes Drs Edy Kusmartono MSi menyampaikan berbagai hal terkait Kawasan Industri dan Kawasan Peruntukan Industri. Salah satunya terkait akan terbukanya banyak lowongan pekerjaan yang sudah secara khussus diminta untuk diisi oleh masyarakat Brebes sendiri.
Sementara itu untuk menjawab kehawatiran banyak pihak akan terjadinya pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh suatu industry, Edy menyampaikan bahwa pabrik pabrik yang masuk di Brebes diutamakan adalah pabrik yang padat pekerja dan minim limbah.
“ Tenang saja, sudah ada Tim Khusus yang bertugas untuk mengawasi maslah limbah, sehingga pabrik dengan limbah tidak aman maka tidak akan di izinkan berdiri di Brebes," terang Edy.
Narasumber lain Cendekiawan Muda yang juga merupakan ahli sejarah dan  Editor sebuah media Online asal Kecamatan Ketanggungan Ivan Aulia Akhsan SS mengingatkan keberadaan Kawsan Industri Brebes memang akan menjadikan perubahan besar terhadap Kabupaten Brebes. Baik perubahan sosial budaya maupun taraf hidup dan perekonomian masyarakat sekitar.
Namun demikian menurut Ivan masyarakat diminta jangan terus bergantung pada Kawasan Industri yang ada sehingga kemudian anak muda Brebes enggan untuk menempuh pendidikan lebih tinggi lagi.
“Jangan sampai anak muda kita selesai tamat SMA/SMK kemudian stop untuk mempunyai niat melanjutkan kuliah, karena lulus SMA saja sudah bisa kerja di pabrik,” ujar Ivan mengingatkan.
Selasin itu Ivan juga mengingatkan agar adanya KIB harus bisa lebih mensejahterakan masyarakat, untuk itu perlu adanya peningkatan UMK. Sehingga dapat meningkatkan daya beli masyarakatnya.
Sementara itu Ketua Pengadilan Agama Brebes Abdul Basyir yang juga hadir dalam acara tersebut berpesan kepada pemerintah Kabupaten Brebes agar dapat memperhatikan dampak dampak yang ditimbulkan dari KIB, baik yang berupa dampak sosial dan dampak Kamtibmas.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH, Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, Ketua Pengadilan Agama Brebes Abdul Basyir, Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes, Camat se Kabupaten Brebes Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pelajar dan Mahasiswa. (ya/wsd/topfm)

Brebes – Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP, didampingi Forkopimda Kabupaten Brebes mengunjungi lokasi terdampak banjir akibat jebolnya 4 titik tanggul Sungai Babakan di Desa/Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Selasa (14/1/2020).

Diketahui, kunjungan kerja Gubernur ini untuk melihat dari dekat sejauh mana penanganan kerusakan tanggul yang jadi penyebab utama banjir di beberapa wilayah Jawa Tengah, termasuk kinerja Poskonya.

Di Ketanggungan Brebes, Posko penanganan banjir Sungai Babakan dipusatkan di Makoramil 15 Ketanggungan Kodim 0713 Brebes. Di tempat ini juga didirikan Dapur Umum (DU) BPBD serta tempat mangkalnya mobil ambulan untuk pelayanan medis.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menargetkan pekerjaan peninggian tanggul dan normalisasi Sungai Babakan sepanjang kurang lebih 14 kilometer yang akan dikerjakan dalam waktu 10 hari. Ini disampaikannya saat kunjungannya beberapa hari yang lalu di tempat yang sama (12/1).

Langkah ini ditempuh karena banjir telah merendam setidaknya 5 desa pada Rabu (8/1) lalu. Sedangkan 2 hari sebelumnya (6/1), banjir juga terjadi akibat limpasan air Sungai Babakan, akibat debit air yang melimpah dari hulu sungai.

Setelah dari Posko, Ganjar selanjutnya meninjau ke Desa Cikeusal Lor, dimana sepanjang kurang lebih 700 meter belum memiliki tanggul sehingga di titik ini juga menjadi pemicu meluapnya air ke pemukiman warga.

“Selain faktor tanggul, sedimen di Sungai Babakan inilah yang mengakibatkan banjir kemarin. Setelah pekerjaan tanggul dan pengerukan Sungai Babakan, maka akan dilanjutkan penanaman pohon,” jelasnya.

Ganjar juga menekankan kepada seluruh elemen yang hadir, agar memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak mengambil tanah di tanggul untuk pembuatan batu bata sehingga nantinya akan merusak tanggul dan banjir kembali. Pun dengan membuat pintu air dan sodetan/gorong-gorong pembuangan air.

Termasuk pengawasan terhadap pohon yang nantinya ditanam, jangan sampai ada warga yang mencabut dan menebangnya. Pasalnya, fungsinya adalah untuk menguatkan tanggul.

Ia juga menginstruksikan Forkopimda agar segera membentuk Tim Jaga Kali untuk pengawasan ini, termasuk dengan melibatkan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Cimanuk-Cisanggarung, Muspika dan Pemdes setempat untuk melakukan patroli apakah ada kemungkinan kerusakan tanggul atau tidak.

“Saya mohon tanggul yang sedang diperbaiki agar dijaga dengan baik. Semua ikut merawat dan mengawasi,” imbuhnya.

Ganjar juga berpesan kepada jajaran Forkopimda (Bupati, Dandim dan Kapolres), agar bersinergi dalam penanggulangan bencana.

“Kekurangan apa saja disini silahkan disampaikan disini mumpung ada Bupati dan Dandim,” tandasnya.

Tak lupa ia mengapresiasi respon cepat Kementerian PUPR yang terjun langsung ke lokasi, BBWS, Bupati, Dandim dan Kapolres, di hadapan media. Tampak orang nomor satu di Jateng ini mendapatkan paparan singkat dari pihak BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Dr. Ir. Happy Mulya, SE, serta Forkopimda dan dinas terkait.

Diketahui sebelumnya (13/1), Ganjar juga mengecek langsung pembuatan tanggul semi permanen di Sungai Tuntang di dua titik, Desa Trimulyo Guntur, Kabupaten Demak dan juga di Kabupaten Pati. (Aan/topfm)

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH meminta insan Pekerjaan Umum (PU) harus selalu menanamkan dalam diri sikap bekerja keras, cerdas dan ikhlas, bergerak cepat dengan sigap dan cermat serta bertindak tepat, agar hasil yang didapat bermanfaat bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan tertulis, yang dibacakan Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH saat mempimpin Apel Besar peringatan Hari Bakti PU ke-74, di halaman Kantor Bupati Brebes, Selasa (3/12).
"Karenanya, kita harus terus menjaga kekompakan dan kerja sama menyelesaikan pembangunan infrastruktur yang merata hingga ujung pelosok wilayah Kabupaten Brebes, sebagai bentuk kehadiran pemerintah dan upaya mempersatukan seluruh masyarakat," ucap Idza.
Menurut Idza, PU harus memberikan peran lebih untuk percepatan pembangunan baik jalan, air bersih, pengairan maupun gedung. Semuanya harus berkontribusi, karena PU merupakan prasarana penunjang suatu proses dengan perencanaan sebaik-baiknya.
"Selain itu, kesigapan insan PU dalam merespon aduan dan tuntutan masyarakat juga harus terus ditingkatkan," ajak Idza.
Saat ini, kata Idza, pemerintah sangat membuka diri terhadap laporan dan aduan masyarakat. Dirinya menerima banyak aduan tentang jalan, aduan tersebut disampaikan tidak hanya pada bupati namun langsung pada gubernur bahkan presiden.
"Kanal yang kita miliki yaitu Sambat maring bupati (Sambu), sekarang telah terintregasi dengan LAPOR! yang dikelola oleh kantor staf presiden dan dipantau langsung oleh kementerian PAN-RB. Untuk itu, tiap aduan yang masuk harus benar-benar segera ditanggapi dan ditindak lanjuti," tandasnya.
Idza juga turut menyampaikan selamat memperingati Hari Bakti PU ke-74. Dia berharap, di usia yang makin matang ini, insan PU dapat semakin meningkatkan dedikasinya terhadap bangsa dan membaktikan diri demi negeri.
Sejarah Peringatan Hari Bakti PU
Diketahui sebanyak 21 orang pegawai yang ditugasi menjaga Gedung Sate di Bandung, yang merupakan gedung Departemen Pekerjaan Umum kala itu, mendapat serangan dari pasukan sekutu dengan persenjataan berat. Namun, kekompakan, kebersamaan dan keberanian dengan daya juang tinggi dapat mempertahankan setiap jengkal Gedung Sate dan membuat mereka bertempur hingga tetes darah penghabisan.
Peristiwa tersebut menyebabkan gugurnya 7 orang pegawai PU, yakni Didi Hardianto kamarga, Muchtaruddin, Soehodo, Rio Soesilo, Soebengat, Ranu, dan Soerjono, yang kemudian disebut sebagai Pahlawan Sapta Taruna.
Hal itu menjadi tonggak sejarah, bukti dari semangat berbakti untuk bumi pertiwi. Kekompakan dan semangat juang yang luar biasa dari Pahlawan Sapta Taruna tersebut menjadi inspirasi setiap pegawai PU dalam menjalankan tugasnya. Terlebih saat ini, di mana pembangunan infrastruktur telah menjadi prioritas dalam rangka mengejar ketertinggalan dari bangsa-bangsa lain.
Demikian, setiap 3 Desember diperingati Hari Bakti Pekerjaan Umum bagi kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama pegawai PU serta masyarakat lainnya.
Apel yang dipimpin Wakil Bupati Brebes tersebut, diikuti ratusan peserta dari Forkopimda, DPU Kabupaten Brebes dan perwakilan OPD, TNI, Polri dan undangan lainnya. (ba/wsd/topfm)


http://www.topfm951.net/2019/10/ke-tmii-tak-sekadar-lihat-pentas-seni.html#more

Berkunjungnya Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH dan Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, Ketua  DPRD Moh Taufiq
dan Forkompinda, tak sekadar melihat pentas seni dan budaya Brebes. Tetapi ada yang lebih penting dari semua itu yakni merajut kebersamaan satu bersaudara keluarga Brebes.

"Saya bangga dan terharu bisa bersilaturahmi dengan warga Brebes yang merantau di Jabodetabek," ungkap Hj Idza Priyanti SE MH saat sambutan Pentas Seni dan Budaya Brebes di Anjungan Jawa Tengah, Minggu (27/10).

Menurut Bupati, ditengah kota Metropolitan ternyata warga Brebes masih bisa hidup bergotong royong menjalin silaturahmi. Perasaan senasib sepenanggungan kita kuat eratkan dengan jalinan silaturahmi.

"Alhamdulillah, persatuan dan kesatuan ini menjadi modal berharga untuk pembangunan Brebes. Ide ide dan gagasan cemerlang lahir dan telah diciptakan oleh masyarakat Brebes di Perantauan," ungkapnya.

Ketua Majelis Silaturahmi Keluarga Brebes (Masigab) Carto MSi mengaku bangga dengan Pentas Seni Budaya yang menjadi alat perekat dan simpul persatuan dan kesatuan masyarakat Brebes di Perantauan.

Carto menunjukkan kepada  hadirin kalau Masigab telah berbuat untuk menjembatani antara masyarakat perantau Brebes dengan Pemerintah Kabupaten Brebes. Berbagai kegiatan sosial, ekonomi dan pendidikan telah dilakukan. Bidang sosial seperti pemberian bantuan air bersih,  pertolongan kepada masyarakat Brebes yang sakit ataupun korban KDRT, bidang ekonomi telah dibentuknya paguyuban UMKM Remojong, dan pendidikan akan membuat Kampung Literasi.

"Paguyuban perantau Brebes, ternyata ada 45 yang hadir pada kesempatan hari ini dengan jumlah sekitar 500 orang," ujar Carto sembari mengabsen nama-nama  paguyuban dan ketuanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kab Brebes Diding Setiyadi menjelaskan, pentas seni budaya mengusung tajuk Batu Batu Bertutur Takir. Tema ini mengeksplorasi kearifan ekologi
ekologi menjadi sumber ide  yang tak habisnya bagi ruang pertunjukan seni. I

Didalamnya mengetengahkan harmoni alam dan sifat manusia berkorelasi dengan ekologi. Salah satunya tersaji dalam musikalisasi musik batu yang menghasilkan nada nada yang mempesona.

Kabid Kebudayaan Dinbudpar Brebes Wijanarto menegaskan, bahwa Batu Batu Bertutur Takir merupakan kolaborasi etnik musik batu dan perkusi yang mengiringi sendratari kreasi dari Dewan Kesenian Brebes Wilayah Selatan bersama sanggar seni wilayah Selatan.

Kreasi garapan seniman kelas internasional asli Brebes Jimy Faizin, Uye, Agep Zulfikar tersebut disuguhkan sangat mengundang decak kagum. Termasuk para turis dari Korea dan Komisi C DPRD Jateng menikmatinya hingga usai pertunjukan.

Selain pentas Seni Budaya pertunjukan tahunan di TMII Jakarta juga digelar Bazar Produk Unggulan Lokal diantaranya aneka kuliner khas Brebes, seni kriya, Batik Brebesan / Salem, olahan kopi dan industri kreatif lainnya.

Stand bazar diisi OPD yang berkaitan dengan pembinaan UMKM seperti Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Dinas Koperasi, Usaha Menemgah dan Perdagangan, Dinas Perikanan, Dinas Peternakan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Juga Masigab, UMKM Remojong dan Warung Seafood Brebes di Jabodetabek.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Brebes, jajaran Forkompinda, Pimpinan DPRD Brebes, Pimpinan OPD se Kab.Brebes serta 45 lembaga perantauan Warga Brebes di Jabodetabek serta tamu undangan lainnnya. (bs/wsd/topfm)
http://www.topfm951.net/2019/10/wabup-bangga-dengan-saka-milenial.html#more

Wabup Bangga Dengan Saka Milenial Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH selaku Wakamabicab Kwarcab Brebes menghadiri Pelantikan Pengurus Saka Milenial Kwarda Jawa Tengah masa bakti 2019-2023, di kampus 4 Universitas PGRI Semarang (Upgris) Jalan Gajah Raya, Semarang, Selasa (8/10).

Narjo di dampingi Ketua Kwarcab XI.29 Brebes beserta pengurus dan andalan lainnya hadir untuk menyaksikan pelantikan dan mengikuti seminar jaga privasimu yang digelar Dinas Kominfo Provinsi Jateng bekerja sama dengan Google Indonesia.

Wabup Narjo mengaku bangga dengan berdirinya Satuan Karya Pramuka Milenial, karena menjadi jawaban era kekinian bagi generasi milenial.

"Mudah-mudahan, di Brebes cepat berdiri Saka Milenial," ujar Narjo.

Mengenai susunan pengurus Saka Milenial, sudah diterbitkan SK nya oleh Ketua Kwarcab. Dalam waktu dekat, para pengurus nantinya juga akan dilantik dan disosialisasikan ke gugus depan.

Rektor Upgris DR Muhdi mengaku seneng kampusnya dipenuhi kaum milenial. Juga dengan dihadiri Gubernur pilihan Kaum milenial, Ganjar Pranowo.

"Pak Ganjar itu gubernurnya kaum milenial, terbukti mencetuskan berdirinya saka milenial," ungkapnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo  mengajak generasi milenial untuk mengasah diri, dengan meningkatkan pemahaman literasi digital. Sehingga mampu memfilter informasi.

Jejak digital, kata Ganjar, jejaknya mudah dilacak. Untuk itu, ketinggian karakter, kualitas hidup akan berpengaruh pada bagaimana secara bijak menggunakan media sosial.

"Tebarkan kebaikan, jangan jadi bagian dari pembawa masalah,' pungkasnya.

Pelantikan dilakukan Ketua Kwarda Jsteng Siti Atikoh Suprianti dalam suasana hidmat

Adapun yang dilantik antara lain Ketua Mabi dipegang Kepala Dinas Kominfo Prov Jateng dan Pimpinan Saka Millenial dipegang Mohammad Agung. (WSD/TOPFM)

http://www.topfm951.net/2019/10/melek-hukum-cara-menghindari-jeratan.html#more

Seluruh warga negara Indonesia harus melek hukum, agar terhindar dari jeratan hukum. Pasalnya, pelanggaran terhadap hukum akan berdampak pada suramnya masa depan karena di penjara ataupun denda yang besar. Untuk itu, masyarakat harus benar-benar mengetahui hukum yang berlaku di negara Indonesia.
Demikian disampaikan Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH pada pembukaan Lomba Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) di Pendopo Bupati, Selasa (1/10) kemarin.
Narjo wanti-wanti kepada hadirin, agar dalam menjalani kehidupan jangan sampai melanggar hukum. Pelanggaran hukum tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga keluarga, masyarakat dan bangsa. Sudah seharusnya, sejak dini masyarakat paham akan hukum yang dimulai dari keluarga ataupun komunitasnya.
“Mari, kita tanamkan kesadaran hukum semenjak dini yang diawali dari keluarga masing-masing,” pesan Narjo.
Narjo mengaku bangga karena remaja Kabupaten Brebes sudah banyak yang telah sadar dan mengerti akan Hukum. Terbukti dari lomba kadarkum ini mayoritas berstatus pelajar.
Narjo berharap, ketika nanti bertanding di tingkat provinsi mampu menunjukan prestasi demi mengharumkan Kabupaten Brebes. Dia juga berharap, perwakilan Brebes bisa melaju hingga ke tingkat Nasional.
Lomba Kadarkum dalam bentuk cerdas cermat tersebut akhirnya di menangkan oleh regu dari Madrasah Aliyah (MA) Negeri 1 Brebes. Juara 2 diraih PGRI Brebes, juara 3 Bhayangkari Polres Brebes dan juara 4 SMA N 2 Brebes.
Juara I mewakili Kabupaten Brebes dalam lomba yang sama yg diselenggarakan Tingkat Propinsi Jawa tengah .
Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Brebes Moh Samsul Kharis SH MH menjelaskan, Lomba Kadarkum 2019 diikuti 16 regu yang berasal dari berbagai elemen masyarakat, dari pelajar hingga organisasi kemasyarakatan.
Tujuan dari kegiatan ini, kata Kharis, antara lain untuk mengajak masyarakat sadar dan mengerti tentang aturan Hukum yang berlaku. Sehingga kedepan, pelanggaran hukum di Kabupaten Brebes dapat diminimalisir. (Yaser Arafat/Wasdiun)

http://www.topfm951.net/2019/08/rp-5-miliar-berputar-di-brebes-expo.html#more
Lebih dari Rp 5 Miliar terjadi perputaran omset dari transaksi perdagangan di Brebes Expo 2019. Gelaran tahunan selama lima hari itu dalam rangka Peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI. Dan resmi ditutup Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH pukul 21.00 WIB di komplek GOR Sasana Krida Adhikarsa Brebes, Selasa (20/8) malam. 
“Perkiraan transaksi keuangan yang terjadi sebesar lebih kurang Rp 5 Miliar,” ujar Ketua Panita HUT Kemerdekaan RI ke 74 Kabupaten Brebes Sutaryono SH MSi.
Taryono menjelaskan, penyelenggaraan pasar malam dan Brebes Expo 2019 berjalan lancar dan berdampak sangat positif dalam upaya meningkatkan roda perekonomian masyarakat. Ajang ini bisa menjadi promosi bagi produk-produk unggulan selain sebagai rekreasi dan hiburan bagi masyarakat.
Dijelaskannya, Peserta Brebes Expo 2019 sebanyak 125 stand instansi pemerintah, Setda, Badan, Dinas, Kantor dan Kecamatan. Juga BUMN dan BUMD, instansi Vertikal, RSU Swasta dan PMI, Lembaga Pendidikan, Sekolah dan Pramuka, serta Industri Kecil dan Menengah.
Sedangkan pedagang umum, tercatat 320 pedagang yang mampu menyedot pengunjung sebanyak 2000 orang setiap harinya.
Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH yang membacakan Sambutan Bupati Brebes, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak. Terutama kepada unsur keamanan khususnya TNI dan Polri sehingga pelaksanaan Brebes Expo 2019 berjalan tertib, aman dan kondusif.
Selaku kepala daerah, Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja keras seluruh panitia penyelenggara, karena Brebes Expo telah berlangsung lancar. Pun kepada instansi, para pengusaha, elemen swasta yang telah mengikuti Brebes Expo.
Bupati menyakini, produk–produk lokal, produk dalam negeri banyak yang sudah memiliki pangsa pasar ekspor dan memiliki kualitas unggul, tidak kalah produk luar negeri.
“Mari kita buang gengsi jauh-jauh. Cintai dan gunakan produk dalam negeri,” ajaknya.
Pada penutupan Brebes Expo Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH didampingi Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH beserta Kepala OPD menyerahkan pemenang piala Pemenang Brebes Expo dan Karnaval Budaya.
Berikut juara Brebes Expo, untuk kategori OPD, juara 1 Dinas Lingkungan Hidup Dan Pengelolaan Sampah, juara 2 Dinas Perwaskim, juara 3 Dinas Pengairan, Sumber Daya Alam dan Tata Ruang. Harapan 1-3 diraih Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Koperasi, Usaha Menengah dan Perdagangan.
Kategori Instansi Vertikal : Juara 1 Polres Brebes, juara 2 Samsat Brebes dan juara 3 Kodim 0713/Brebes dan harapan 1 Lapas Brebes. Untuk kategori BUMN/BUMD juara 1 Bank Jateng Cabang Brebes, juara 2 RSUD Brebes, juara 3 RS Dedy Jaya Brebes. Harapan 1-2 RSU Mutiara Bunda dan PDAM Brebes.
Kategori Organisasi Kemasyarakatan, juara 1 PMI, juara 2 Mitra DPKP, juara 3 Apindo, dan juara harapan 1-2 Kospin Jasa dan Toyota.
Sedang Karnaval Budaya, Kategori Seni Tradisional, juara 1 Dindikpora, juara 2 SMPN 1 Brebes, juara 3 SMPN 2 Bulakamba. Kategori Drumband, juara 1 SDN 01 Brebes, juara 2 SDN 03 Brebes, juara 3 SMPN 3 Songgom. Kategori Batik Karnival, juara 1 SMAN 2 Brebes, juara 2 Mts Negeri 2 Brebes, juara 3 SMPN 3 Brebes. Kategori Mobil Hias, juara 1 Kantor Kecamatan Brebes, juara 2 Dinas Perikanan Brebes, juara 3 Kantor Kecamatan Songgom.
Turut hadir dalan acara penutupan Brebes Expo 2019 Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, Ketua Pengadilan Agama Abdul Basyir, Asisten III Kustoro, Kapolsek Brebes AKP Suharti, para Kepala OPD dan kepala Bagian dilingkungan Pemkab Brebes serta tamu undangan lainnya. (spt/wsd/topfm)
http://www.topfm951.net/2019/08/karnaval-budaya-brebes-meriah.html#more

Brebes - Puluhan ribu penonton tumpah ruwah memadati  jalur protokol Kota Brebes guna menyaksikan Karnaval Budaya dalam rangka HUT ke-74 Kemerdekaan RI, Selasa (20/8).

Antusias masyarakat untuk menyaksikan karnaval budaya atau  pawai pembangunan terlihat sejak pagi hari meskioun rombongan baru dilepas pukul 09.00 WIB. Terlihat, anak-anak hingga orang dewasa berjubel,  saling berebut, mencari tempat ternyaman dan terdepan demi mendapatkan posisi strategis dan melihat lebih dekat kemeriahan yang ditampilkan peserta karnaval.

Rombongan Pawai tingkat Kabupaten Brebes  tersebut, dilepas Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH didampingi Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH beserta jajaran Forkompinda di depan gedung DPRD Jalan Gajah Mada Brebes.

Usai melepas keberangkatan peserta karnaval,  Bupati Brebes seserta Wakil Bupati Brebes dan Forkompinda mendahului peserta lainya untuk memudian berada di panggung kehormatan yang berada di depan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) guna menyaksikan dan menyambut seluruh peserta Karnava.

Sebanyak 115 Kontingen yang terdiri dari jajaran SKPD Kabupaten Brebes, Pelajar dan Masyarakat Umum berpartisipasi dalam perhelatan tahunan itu.

Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH di sela sela acara karnaval mengatakan, bahwa dirinya sangat senang atas kemeriahan penyelenggaraan karnaval tahun ini. Dia berharap kemeriahan semacam ini dapat memberikan hiburan tersendiri untuk seluruh masyarakat dan menumbuhkan semangat kebangsaan.

Bupati senang bisa menyaksikan kreatifitas anak bangsa dan dapat menemui bakat bakat terpendam yang dimiliki Warga Brebes.

“coba lihat betapa indah dan eloknya batik carnival yang dibuat dan ditampilkan, tidak kalah dengan daerah lain bukan,” ungkap Idza.

Ketua Panitia Karnaval Budaya drh Ismu Subroto yang juga Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes mengatakan, dalam karnaval tahun ini fokusnya menampilkan seni dan budaya demi melestarikan tradisi bangsa. Ismu juga mengatakan peserta karnaval kali ini bukan hanya dari wilayah Brebes Kota saja, tapi juga ada yang dari kecamatan Jatibarang, Songgom, Wanasari, Bulakamba dan kecamatan lainya.

Karnaval HUT ke-47 Kemerdekaan RI tahun 2019 di meriahkan oleh berbagai pertunjukan diantaranya Marching Band, Angklung, Mobil hias, hingga berbagai miniatur berbagai bentuk yang sengaja dibuat peserta semenarik mungkin.

Tak kalah menarik adalah penampilan batik carnival yang mendapat sambutan hangat dari seluruh penonton.  (YA/WSD/TOPFM)
http://www.topfm951.net/2019/08/istighosah-tasyakuran-dan-sarasehan.html#more

Brebes - Tema SDM Unggul, Indonesia Maju, menjadi renungan bersama bagi masyarakat Indonesia. Seperti halnya di Kabupaten Brebes, tema tersebut menjadi bahan kajian bersama saat Sarasehan Memperingati HUT ke-74 RI di Pendopo Bupati Brebes, Jumat (16/8) malam.
“Apa barometer SDM Unggul? Apakah warganya berpendidikan S3 semua? Orangnya kaya kaya semua? Ataukah yang unggul orang tersebut karena mampu menjadi pejabat dan raja?” ungkit Narasumber Sarasehan Direktur Kanzul Ilmi Center Bumiayu, Brebes DR KH Gus Najib Afandi.
Menurut Gus Najib, Indonesia maupun Brebes tidak kurang dari orang orang pintar dan berpendidikan tinggi hingga sekolah ke luar negeri. Namun kenyataan di lapangan banyak yang berpendidikan tinggi dan juga pejabat serta artis yang tersandung kasus Korupsi, Kolusi, Nepotisme, penyalahgunaan Narkoba serta kejahatan lain.
Najib menegaskan, hanya akhlakul karimah lah yang menjadi ukuran unggul dan mandulnya Sumber Daya Manusia.
Kasus gadis membuang bayinya, merupakan contoh mandulnya SDM meskipun dia berpendidikan.
Belajar dari Rasulullah, lanjut Najib, setelah Merdeka atau hijrah, yang pertama dibangun Rasul adalah Masjid-masjid, mushola-mushola.
Indonesia merdeka, juga mendapat kekuatan luar biasa ketika para Kiai membangun suro-suro, pesantren-pesantren. Para Ulama telah meletakan pondasi yang sangat kokoh dalam kecintaan terhadap bangsanya.
“Kiai-kiai kita sudah membangun Indonesia dengan Islam banget. Jadi tidak perlu ada NKRI Syariah, Indonesia sudah bersyariah sejak jaman baheula,” tandasnya.
Gus Najib menandaskan, era sekarang harus memperkuat peran masjid dan pesantren. Kedua tempat ini menjadi tempat pertama dan utama untuk menggembleng SDM unggul.
Tapi sayangnya, pesantren di Indonesia masih sangat jarang. Untuk itu, perlu adanya kebijakan nyata untuk pengembangan dan dana operasional dari pemerintah untuk pesantren dan masjid.
“Agar Brebes lebih unggul, maka harus pula mengalokasikan untuk masjid dan pesantren yang lebih besar,” tandasnya.
Kedua, SDM unggul, bila terjadi penguatan persaudaraan yang tidak ada hubungan apapun. Paseduluran, adalah konsep yang dibangun antara kaum Ansor dan Muhajirin pada masa Kenabian. Indonesia, juga Brebes masih terlihat terkotak-kotak. Ada gerakan separatisme, terorisme, radikalisme yang berupaya memecah belah Indonesia dari berbagai sisi.
“Maka, ayo kita menyatupadukan, gerakan sinergitas. Membangun bersama, dengan Paseduluran ala NU dengan menjaga ukhuwah Islamiah, ukhuwah Basyariyah dan Ukhuwah Wathoniyah,” pungkas Najib yang juga Pengasuh Ponpes Al Hikmah 2 Benda, Sirampog, Brebes.
Perlu diingat pula, bahwa membangun negara, membangun daerah pasti ada musuhnya. Dan musuh sekarang tidak kelihatan, yakni Kemunafikan.
Najib juga menandaskan bahwa NKRI sudah bersyariah, jadi tidak perlu NKRI Syariah, yang perlu syariah orangnya. Indonesia sudah final tidak perlu ada NKRI Bersyariah.
Istighosah Tasyakuran dan Sarasehan peringatan HUT Kemerdekaan ke-74 RI Tingkat Kabupaten Brebes dengan tema "SDM Unggul Indonesia Maju" di Pendopo Brebes. Jumat (16/8) malam.
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH dalam kata sambutannya berharap,. Indonesia menjadi bangsa yang maju, sejahtera, aman dan bermartabat sesuai cita-cita kemerdekaan yang tertuang dalam pembukaan uud 1945.
Untuk itu, lanjut Idza, sudah saatnya segera bangkit berbenah diri, mengejar segala ketertinggalan dan menguatkan kebersamaan. Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah, memperkokoh rasa nasionalisme kita. Jika pada masa penjajahan, nasionalisme diekspresikan dengan perlawanan kita pada penjajah, dan ketidaksukaan sebagai bangsa terjajah, pada saat ini nasionalisme semestinya, diwujudkan dalam bentuk olah rasa, olah karsa dan olah karya. Di semua bidang yang memberikan nilai positif, bagi bangsa dengan berdasar kecintaan pada bangsa dan negara kita.
Strategi pembangunan, lanjut Idza, fokus utama bangsa Indonesia adalah pembangunan sumber daya manusia yang terampil dan unggul berkontribusi membangun bangsa.
Hadir dalam acara tersebut, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, Sekda Brebes Djoko Gunawan, perwakilan Dandim 0713 Brebes, Asisten 1 Sekda Drs H Athoillah Syatori, Ketua Pengadilan Agama Abdul Basyir, Para Kepala OPD Kabupaten Brebes, para Kepala Bagian dilingkungan pemkab Brebes, Camat se Kabupaten Brebes, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan tamu Undangan lainnya.
Istighosah Tasyakuran dan Sarasehan ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH didampingi perwakilan jajaran Forkopimda dan Kepala OPD yang diberikan kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Brebes. (spt/wsd/topfm)

http://www.topfm951.net/2019/07/cegah-sampah-menggunung-pengelola-bank.html#more
Sampah telah menjadi persoalan bersama hingga merambah ke pelosok pedesaan. Apalagi dengan jumlah penduduk yang besar maka sampah menjadi persoalan sendiri. Termasuk di Kabupaten Brebes dengan jumlah penduduk kurang lebih 1.800.300 jiwa.
"Untuk mengurangi timbunan sampah, maka pengelola bank sampah harus bekerja maksimal," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah Kabupaten Brebes Edy Kusmartono, di sela seminar Bank Sampah di Hotel Anggraeni Ketanggungan Brebes, Sabtu (21/7).
Menurut Edy, penting bagi pengelola bank sampah untuk meningkatkan kapasitasnya sehingga perlu duduk bersama dalam seminar bank sampah.
Di Kabupaten Brebes, lanjutnya, setidaknya ada timbunan sampah 1.083, 78 Ton perhari atau sekitar 395.579,70 Ton pertahun dimana dengan jumlah sebesar itu cukup untuk menutupi lahan seluas 1.582.318,80 meter dengan ketebalan tidak kurang dari 1 meter.
Data tersebut dianggap sangat luar biasa dan menjadi sebuah tantangan yang sangat tidak mudah untuk mengatasinya jika tidak ada kesadaran dan tanggung jawab bersama.
Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH saat membuka sarasehan menegaskan, kebijakan sebagus apa pun dengan anggaran tak terbatas sekali pun dalam pengelolaan persampahan akan terasa sia sia jika tidak ada kerjasama yang harmonis dari semua pihak.
Menurut Narjo, permasalahan sampah merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya Pemerintah, melainkan juga semua lapisan Masyarakat yang ada.
Narjo mengatakan salah satu peran masyarakat untuk mewujudkan kepedulian akan sampah bisa dilakukan dengan mendirikan bank sampah. Karena melalui bank sampah kegiatan pengurangan sampah dari sumbernya dan pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dapat dilakukan.
Mengingat peran setrategis yang dapat dilakukan bank sampah maka Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH berharap disetiap desa ada bank sampah yang dapat menjadi Agen Pengedukasi sekaligus sebagai Mitra Pemerintah dalam segala kegiatan pengembangan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah Kabupaten Brebes Agus Kholik SE  dalam laporanya mengatakan kegiatan Sarasehan Bank Sampah mengambil  tema Biru Langitku, Hijau Bumiku.
Saresehan diikuti 50 peserta yang berasal dari perwakilan pengelola Bank Sampah yang ada di  Brebes wilayah tengah dan utara  dengan narasumber antara lain Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah Kabupaten Brebes Drs Edy Kusmartono Msi, Direktur Bank Sampah Dewi Sinta Kota Tegal Rochimatin, Direktur Bank Sampah Mawar biru Kota tegal dan komunitas Rutela Nurlaelatul Aqifah.
Peserta mendapatkan materi antara lain kebijakan dan pelaksanaan pengelolaan persampahan di Kabupaten Brebes, membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, dan pelaksanaan 3R melalui Bank Sampah. (YA / WSD/topfm)
PROGRAM ACARA UNGGULAN : 05-06 NGAJI PAGI * 06-07 INFO PAGI*07-09 INDONESIA DANGDUT*09-11 LAGU JAWA* 11-13 KENANGAN*13-15 DANGDUT NGETOP*15-17 TREN MUSIK INDO* 19-21 MUSIK TO ORANG MUDA*21-00 TOPREQUEST

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online | WA : 0856 0203 7951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj |085326111234
Email: topfm951@yahoo.co.id