RADIO SINGOSARI TOPFM || 95.1 MHz ||MORE THAN JUST RADIO ||INSPIRING RADIO ||

Live Radio Streaming


KLIN MORE PLAYER
Tampilkan postingan dengan label Virus Corona. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Virus Corona. Tampilkan semua postingan


Gabungan Organisasi Wanita (GOW) mengajak anggotanya dan seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan imun dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19. Ajakan tersebut diwujudkan dalam bentuk senam sehat bersama di alun alun Brebes, Jumat (23/10)

Tampak mengikuti senam, Sekretaris Daerah (Sekda) Brebes Ir Djoko Gunawan MT, Asisten I Sekda Apriyanto,  dan beberapa kepala OPD di lingkungan pemerintah Kabupaten Brebes, pengurus GOW dan ratusan ibu-ibu dari berbagai organisasi wanita serta masyarakat.

Senam sehat bersama, digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 GOW 2020 tingkat Kabupaten Brebes.

"Kita harus tingkatkan imun, apalagi ibu-ibu yang padat dengan kegiatan rumahan, maka harus fresh antara lain dengan senam yang juga bisa mencegah Covid-19," kata Ketua GOW Kab Brebes Hj Aqilatul Munawaroh di sela kegiatan.

Organisasi wanita, kata Aqila, harus menjadi pelopor dalam penanggulangan Covid-19. Mengajari dan meneladani bagaimana penerapan protokol kesehatan, di keluarganya masing masing dan lingkungan sekitarnya. Antara lain dengan menerapkan 3 M, yakni Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan Menjaga jarak.

Sekda Brebes Djoko Gunawan atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, mengucapkan selamat HUT ke+1 GOW ke-57.

"Saya selaku pribadi dan atas nama Pemkab Brebes mengucapkan  selamat ulang tahun, mudah–mudahan di usianya yang ke-57, GOW mampu meningkatkan kualitas hidup para anggotanya, memperkokoh eksistensinya sehingga semakin mampu menyumbangkan darma baktinya kepada masyarakat, bangsa dan negara secara optimal," ujar Djoko.

Selanjutnya, melalui senam masal ini, dia berharap dapat mempererat jalinan silaturahmi serta komunikasi dengan pemerintah Kabupaten Brebes.

Pada bagian lain, kegiatan semacam ini juga dimaksudkan untuk mengingatkan pada seluruh masyarakat akan pentingnya olahraga. Terlebih, di tengah-tengah pandemi covid-19, yang belum bisa dipastikan kapan berakhir.

"Salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 adalah dengan memperkuat daya tahan tubuh seperti senam bersama," terangnya.

Selain memperkuat daya tahan tubuh, tujuan senam bersama ini adalah untuk kebugaran. Karena dengan fisik yang bugar maka diharapkan dalam melaksanakan kegiatan atau pekerjaan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing akan baik dan lancar.

Dikatakan Djoko, pada saat ini, tidak sedikit masyarakat merasakan dampak dengan adanya wabah virus corona. Terutama di sektor ekonomi, di mana faktor ekonomi sangat mendukung kelangsungan sistem kehidupan. Dampaknya pun sangat terasa di seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari pedagang, buruh dan lainnya.

Untuk itu, dia berharap kepada anggota gow agar memperhatikan lebih sekitar, meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Bantu masyarakat yang kurang mampu, hal ini insya Allah akan menjadi ladang pahala. Bantuan yang sangat bermanfaat bagi yang membutuhkan apalagi di tengah-tengah keprihatinan kita semua akan adanya wabah virus covid-19 yang tengah melanda saat ini.  

"Semua merupakan ujian dari Allah SWT, untuk itu saya berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Brebes agar bersabar dan senantiasa mendekatkan diri dan berdoa waspada namun tidak panik. Kita tidak pernah tau siapa-siapa yang menularkan virus ini, saat kita berinteraksi," ucapnya.

Turut hadir mengikuti senam Asisten I Sekda Drs Apriyanto Sudarmoko MSi, Plt Dinas Sosial Drs Masfuri MM, Kepala Dinas Perhubungan Johari SH, para Kepala Bagian di lingkungan pemerintah Kabupaten Brebes, Ketua GOW Aqilatul Munawaroh beserta jajaran pengurus GOW, dan perwakilan organisasi wanita yang ada di Kabupaten Brebes. (Suprapto/Wasdiun/topfm)


Perkembangan kasus virus corona (Covid-19) di Kabupaten Brebes kini makin membaik. Ini menyusul tambahnya sebanyak 7 orang pasien positif yang dinyatakan sembuh. Mereka secara resmi dilepas Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH untuk diantar pulang ke rumah masing-masing, pelepasan dilakukan di Islamic Center Brebes, Sabtu (16/5). 

Ketujuh orang yang telah dinyatakan sembuh tersebut, merupakan bagian dari klaster itijma Gowa. Dari tujuh orang ini, 5 orang di antaranya berasal dari Kecamatan Bantarkawung, 1 orang asal Bumiayu dan 1 orang asal Paguyangan. Mereka selama proses perawatan menjalani karantina di Islamic Center Brebes dan RSUD Brebes.

Sebelumnya, satu pasien positif Covid-19 asal Kecamatan Bumiayu juga dinyatakan sembuh. Satu pasien sembuh ini berasal dari klaster pemudik. Sehingga sampai saat ini sudah ada sebanyak 8 pasien positif yang sembuh, dan masih tersisa 17 pasien positif covid dalam perawatan.

Bupati Brebes Idza Priyanti yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Brebes mengatakan, ada sebanyak tujuh orang pasien positif yang telah dinyatakan sembuh. Mereka hari ini diantarkan pulang ke rumah masing-masing. Sehingga bisa berkumpul dengan keluarganya.

Idza juga menyampaikan, terima kasih sekaligus apresiasi ditujukan pada tim medis dan para dokter, serta TNI, Polri, dan seluruh jajaran gugus tugas yang selama ini telah bekerja keras demi memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kabupaten Brebes.

"Alhamdulillah, hari ini ada 7 pasien positif Covid yang sembuh, dan kami antar pulang ke rumah masing-masing. Diharapkan, 17 pasien positif lainnya bisa segera sembuh," ungkapnya di pelepasan kegiatan di Islamic Center, Brebes.

Menurutnya, ketujuh pasien tersebut secara medis dan protokoler kesehatan sudah benar-benar negatif dan sembuh dari Covid-19. Dari sebanyak 3 kali pemeriksaan swab, dua kali hasilnya negatif. Hal itu menjadi dasar secara medis pasien dinyatakan sembuh.

"Kami berharap masyarakat bisa memahami secara protokoler kesehatan, ketujuh orang ini sudah sembuh. Sehingga harus bisa diterima kembali ditengah-tengah masyarakat untuk kegiatan sosialnya," tandasnya.

Dalam pelepasan itu, ketujuh orang tersebut juga mendapatkan paket sembako dan uang saku dari Pemkab Brebes. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes dr Sartono mengatakan per, Jumat (15/5), pukul 21.00 WIB Dinkes mendapatkan informasi ada tambahan tujuh pasien yang sembuh. Sehingga, kalkulasinya ada delapan pasien yang sembuh dari virus corona.

Sartono menjelaskan, ketujuh pasien yang dinyatakan sembuh tersebut sebelumnya telah dilakukan uji pemeriksaan swab. Dimana, uji swab ke dua dan ketiga dinyatakan negatif.

“Setelah hasil swab dinyatakan negatif, ketujuhnya dinyatakan sembuh, maka sudah diperbolehkan pulang,” jelasnya.

Sekedar informasi, total pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 Brebes sebanyak 25 orang. Jumlah tersebut tersebar di Kecamatan Bantarkawung 23 orang serta Kecamatan Bumiayu dan Paguyangan masing-masing satu orang.

Dengan demikian, hingga kini masih ada 17 pasien terkonfirmasi positif covid-19 yang mendapatkan perawatan.

Sementara, Yayan salah seorang pasien mengaku, bersyukur setelah menjalani karantina selama 24 hari, dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Adanya kejadian ini, bisa diambil hikmahnya untuk bersama-sama melawan Covid-19. Sebab, tidak berarti orang sehat itu tidak ada virusnya. Justru dirinya dan teman-teman lain juga sehat, tetapi dari pemeriksaan tim medis diketahui positif.

"Adanya deteksi ini, kami sangat berterimakasih kepada tim medis dan Pemkab Brebes. Adanya kejadian ini, bisa menjadi contoh bagi masyarakat di Brebes untuk menjaga kesehatan diri, keluarga dan masyarakat, dengan mengikuti arahan pemerintah," paparnya.

Dia juga mengajak, bagi teman-temanya yang hadir dalam kegiatan di Gowa dan belum terdeteksi, untuk melapor karena telah difasilitasi pemerintah dalam pemeriksaan kesehatan. "Sekarang sudah tidak ada intimidasi lagi, silahkan tinggal menghubungi pemerintah agar bisa di rapidtest atau mengikuti protokoler kesehatan," pungkasnya
http://www.topfm951.net/2020/05/sweeping-pemudik-ke-wilayah-salem-brebes.html#more
Brebes – Tim Gugus Cegah Covid-19 Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terus memberlakukan prosedur pencegahan covid-19 yang kemungkinan dibawa oleh para pemudik yang akan masuk wilayah Salem.

Tampak petugas pengamanan terpadu mendata dan mengecek setiap orang dengan menggunakan thermometer infrared, di Posko Gunung Lio. Jumat (15/5/2020).

Dikemukakan Danramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infantri Iskandar, bahwa selain di posko di perbatasan Kecamatan Salem-Banjarharjo tersebut, juga dilakukan di Posko Banjaran perbatasan Salem-Majenang, Kabupaten Cilacap, serta Posko Desa Gununglarang yang merupakan akses antara Salem dengan Kecamatan Bantarkawung.

“Selain dilakukan pengecekan suhu badan dan pendataan, juga dilakukan penyemprotan dengan cairan disinfektan oleh petugas gabungan baik dari TNI-Polri, Satpol PP, Puskesmas Bentar, Puskesmas Salem, perangkat desa, serta Ormas dari Relawan Bangbara dan Banser Salem,” ungkap Kapten Iskandar.

Adapun hasil pemeriksaan mulai dari tanggal 14 sampai dengan 15 Mei 2020 pagi, adalah mobil travel masuk sebanyak 5 unit, mobil pribadi 3 unit, dan sepeda motor 32 unit. Total adalah 64 orang pemudik.

“Dari 64 orang pemudik dan 46 orang warga setempat dan sekitarnya yang lalu lalang, belum ditemukan orang dengan gejala virus corona karena suhu tubuhnya normal dan tidak ada keluhan,” tandasnya.

Ditambahkannya, petugas tetap menghimbau bagi para perantau yang pulang kampung untuk mengisolasi diri atau karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari, selalu memakai masker dan rajin cuci tangan. (Aan/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/05/mitigasi-pandemi-tni-brebes-kembali.html#more

Brebes – Tim gugus tugas penanggulangan covid-19 dari Kodim 0713 Brebes, kembali melakukan dua orang untuk melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan karantina PDP (Pasien Dalam Pemantauan) Covid-19 Pemkab Brebes, di Islamic Centre, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Jumat (15/5/2020).

Dikemukakan Pasiops Kodim melalui Batiops, Pelda Abdul Kholik, upaya tersebut untuk mensterilisasi lingkungan isolasi sehingga meminimalisir para petugas pengawas dan perawat PDP terpapar virus corona.

“Kita melakukan mitigasi kembali dengan penyemprotan cairan disinfektan di setiap sudut Islamic Centre, termasuk pagar, jalan dan lapangan,” tegasnya.

Tampak Kopda Sugiharto dan Kopda Subarkah, melaksanakan tugasnya dengan memakai APD (Alat Pelindung Diri), yang merupakan prosedur untuk menghindarkan terjangkit wabah.

Untuk diketahui, saat ini PDP yang dikarantina berjumlah 13 orang, yang kesemuanya merupakan jamaah tabligh akhbar Ijtima Ulama Dunia 2020, Klaster Gowa, Sulawesi Selatan.

Para OTG (Orang Tanpa Gejala) tersebut sudah dinyatakan negatif virus corona melalui hasil tes swab PCR kedua yang dikeluarkan Labkesda Kemenkes RI, di Salatiga, Jateng (12/5).

Sesuai protokol penanganan covid-19, mereka masih harus menunggu hasil tes swab tahap ketiga untuk memastikan apakah benar-benar sembuh dan dapat pulang ke rumah masing-masing. (Aan/topfm)

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH menyambut hangat kedatangan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah saat melakukan kunjungan kerja di Tol Gate Pejagan Brebes. Idza berharap, kedatangan Kapolda bisa memberi suport kepada jajaran Polri, TNI dan relawan pencegahan Covid-19 dalam upaya mencegah penyebaran Virus Corona. Sebab, dengan penyekatan para pemudik di daerah perbatasan Jawa Tengah-Jawa Barat akan memutus rantai penyebaran penularan Covid-19.
“Saya sangat berterima kasih dengan kunjungan Kapolda, semoga kunjungan Kapolda Jawa Tengah akan membawa manfaat bagi Brebes, sehingga kedepannya lebih baik,” ucap Idza saat saambutan selamat datang kunjungan Kapolda Jateng di Pos Terpadu Pejagan Brebes, Rabu (13/5). 
Idza mengucapkan banyak terima kasih kepada jajaran TNI, Polri yang telah bersinergi membantu Pemerintah Kabupaten Brebes mengawal proses kebijakan Pemerintah Pusat dalam hal Pemutusan Mata Rantai Penularan Covid-19.
Idza juga melaporkan kondisi terkini Covid-19 di Kabupaten Brebes yakni pada Selasa (12/5), yakni Orang Dalam Pemantauan (ODP) : sebanyak 1.831 orang dan 1.587 sudah dinyatakan sehat, tersisa 240 orang dalam pemantauan, 4 orang meninggal. Selanjutnya Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau suspect : sebanyak 90 orang, 9 orang dirawat, 75 orang sudah dipulangkan, 6 orang meninggal. Terkonfirmasi  positip (+) : sebanyak 17 orang, 5 orang dirawat, 12 orang dikarantina.
Kabar gembira juga disampaikan bahwa untuk hasil swab kedua dari 17 pasien terkonfirmasi positif covid, sebanyak 14 orang hasil negatif, dan 3 orang positif. selanjutnya, akan di lakukan lagi test swab tahap ketiga.
“Meski demikian, saya tekankan bahwa warga kabupaten brebes harus terus waspada, karena masih zona merah,” tanda Idza.
Idza juga mengajak semuanya untuk terus berdoa, agar semua yang dinyatakan Positif dapat secepatnya sembuh dan wabah Corona mudah mudahan cepat hilang  sehingga semuanya dapat kembali normal.
Kedatangan Kapolda Jawa Tengah Brigjen Polisi Ahmad Lutfhi ke Brebes untuk memberi dukungan dan motifasi agar tetap semangat dalam menjalankan tugas, terutama kepada anggotanya yang bertugas di lapangan. Kapolda didampingi pejabat Polda lainnya tiba di Pos Pantau Terpadu Oprasi Ketupat Candi 2020 di Gerbang Tol Pejagan Brebes. 
Kapolda disambut langsung Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH, Kapolres Brebes AKBP Gatot Yuliyanto, Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Inf Faizal Amri serta beberapa kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes dan pejabat di jajaran Polres Brebes.
Ahmad Lutfhi menjelaskan, bahwa dalam oprasi Ketupat Candi tahun 2020 anggota memiliki berlipat tugas, yang harus dilaksanakan sinergi dengan TNI dan Pemerintah Daerah.
“Oprasi Ketupat Candi selain untuk memastikan kelancaran dan keamanaan arus lalu lintas menjelang dan usai hari raya Idul Fitri. Namun tahun ini sangat berbeda karena anggotanya dilapangan disamping harus memastikan keamanan mereka, karena menjadi bagian dari pencegahan penularan virus Corona,” terangnya.
Untuk itu menurut Lutfhi perlu adanya dukungan dan motifasi bagi seluruh anggota yang bertugas sehingga timbul rasa semangat dalam menjalankan tugas yang semakin berat.
Lutfi juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI dan Pemerintah Daerah yang sudah bersinergi secara baik sehingga dapat bersama sama mengawal kebijakan Pemerintah Pusat dalam menghadapi situasi wabah Covid-19. (ys/wsd/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/05/pdp-positif-covid-19-klaster-gowa.html#more

Brebes – Sebanyak 12 orang PDP (Pasien Dalam Pengawasan) Covid-19 yang dikarantina Pemkab Brebes di Islamic Centre, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, masih harus bersabar untuk bertemu keluarganya di rumah masing-masing.

Mereka akan dipulangkan jika hasil tes swab PCR yang ketiga dinyatakan negatif, sementara jika yang masih positif akan tetap menjalani isolasi.

Disampaikan Danramil 01 Brebes, Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Zaenal Abidin, bahwa Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Brebes, terus memberikan pengertian kepada PDP Ijtima Ulama Dunia 2020, Klaster Gowa, Sulawesi Selatan, untuk tetap bersabar.

“Ke-12 pasien yang masih dikarantina di Islamic Centre Brebes ini masih harus menunggu hasil swab tenggorokan yang ketiga. Hal ini juga berlaku bagi 4 PDP lainnya yang dirawat isolasi di RSUD Brebes saat ini,” jelasnya.

Dijelaskannya lanjut, adapun perincian PDP meliputi 14 orang dari Kecamatan Bantarkawung, 1 orang dari Kecamatan Bumiayu, dan 1 orang dari Kecamatan Paguyangan.

Sepulang dari Kecamatan Bontomarannu, Gowa, awalnya ada 20 orang yang diisolasi di Islamic Centre Brebes, setelah dinyatakan positif dari hasil rapid test pertama (28-29/4). Namun setelah keluar hasil swab PCR dari Labkesda Kemenkes, Salatiga, pasien lainnya dipulangkan guna mencegah penularan dari para OTG (Orang Tanpa Gejala) tersebut sehingga hanya menyisakan 12 orang saat ini.

“Untuk pasien yang sudah pulang ke rumah masing-masing, kita himbau untuk sementara tetap melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Mereka juga diawasi oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 dari daerahnya masing-masing,” tandasnya.

Zaenal Abidin juga menghimbau kepada warga masyarakat Kabupaten Brebes umumnya agar tetap memakai masker jika harus keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan hidup mendesak, mencuci tangan dengan sabun/cairan disinfektan sesering mungkin, serta menerapkan physical distancing.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, dr. Sartono, juga hadir bersama Babinsa Kelurahan Pasarbatang Koramil 01, Serda Agus, juga ikut hadir meredam keinginan pulang ke-12 PDP, untuk menunggu hasil laboratorium. Pasalnya, sebelumnya masing-masing masyarakat desa tempat pasien berasal menolak kepulangan mereka sampai benar-benar dinyatakan sembuh secara medis. (Aan/topfm)

Setelah diketahui ada 16 warga Kabupaten Brebes yang terpapar Virus Corona (Covid-19), Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH menetapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM). PKM berlaku selama 28 hari ke depan terhitung mulai 6 Mei 2020. Langkah ini ditempuh untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kabupaten Brebes.
“Mulai hari ini (6/5), Pemkab menetapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Kabupaten Brebes,” ujar Idza Priyanti yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Brebes saat menggelar jumpa pers di ruang rapat Bupati Operation Room Setda Brebes, Rabu (6/5). 
Pemkab, kata Idza, tidak menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hanya PKM seperti yang sudah dilaksanakan di Kota Semarang. 
Idza menjelaskan, 16 orang yang terpapar Covid-19 adalah alumni Ijtima Gowa Sulawesi Selatan. Sebelumnya, dari hasil test SWAB hanya ada 1 orang yang terkonfirmasi positif, dan pada hari ini Rabu (6/5) bertambah 15 orang. Sehingga jumlah yang terkonfirmasi positif total ada 16 orang yang ke semuanya klaster Alumni Ijtima Gowa. 
Lanjut Idza, pemeriksaan swab yang dikirim sampai 4 Mei 2020 sebanyak 50 orang. Sedangkan hasil yang sudah keluar ada 41 orang. Diantaranya pasien transmisi lokal 20 orang dengan hasil negatif. Dan untuk Alumni Ijtima jamaah Gowa sebanyak 23 orang yang di SWAB. Yang sudah turun sebanyak 21 orang dengan hasil 16 orang positif,  sebanyak 5 orang negatif dan 2 orang hasil SWAB nya belum keluar. 
Untuk itu, kata Idza, Pemerintah daerah bersinergi dengan TNI, Polri dan elemen lainnya melaksanakan pembatasan kegiatan masyarakat seperti yang sudah di laksanakan di Kota semarang. 
Idza menegaskan warga masyarakat harus patuh yakni wajib menggunakan masker. Dari 297 desa dan keluarahan sudah merealisasikan pembelian masker untuk satu orang satu masker. 

Pembatasan kegiatan masyarakat berupa pembatasan aktivitas keluar rumah dalam rangka pelaksanaan percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Brebes. PKM itu, diwujudkan dengan pertama, penghentian pelaksanaan kegiatan di sekolah dan atau institusi pendidikan lainnya. Kedua, pembatasan kegiatan bekerja di tempat kerja. Ketiga, pembatasan kegiatan keagamaan di rumah ibadah. Keempat, pembatasan kegiatan di tempat umum, kelima, pembatasan kegiatan sosial dan budaya dan keenam pembatasan pergerakan orang menggunakan moda transportasi.
Selama pemberlakuan PKM setiap orang di Brebes wajib melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau cairan penyanitasi tangan (handsanitizier) setelah melakukan aktivitas sehari-hari. Menggunakan masker di luar rumah dan melaksanakan pembatasan sosial (Social Distancing) dan pembatasan fisik (Physical Distancing)
Masyarakat yang berdomisili atau melakukan aktivitas di Kabupaten Brebes, wajib memenuhi ketentuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. 
Jumpa pers yang di moderatori Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT juga dihadiri Kapolres Brebes Gatot Yulianto, Kajari Brebes Edy Hartoyo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dr Sartono, Kepala BPBD Nushy Mansur, Anggota DPRD Jateng Dr Umar Utoyo, Anggota DPRD Brebes, Para Asisten Sekda, Kepala Dishub Johari dan pejabat lainnya. (wsd/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/05/ratusan-masker-loreng-dibagikan-tni.html#more

Brebes – Sebanyak 150 buah masker loreng dibagikan anggota TNI Kodim 0713 Brebes dari Koramil 08 Bumiayu, kepada masyarakat di sekitar Koramil Bumiayu yang bermarkas di Jalan Pangeran Diponegoro No. 190, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Tampak Danramil, Kapten Armed Jupriadi, memimpin anggotanya secara langsung membagikan secara door to door ke masyarakat. Selasa (5/5/2020).

“Ini merupakan kegiatan untuk membantu Pemerintah mencegah penyebaran covid-19, khususnya di wilayah Kecamatan Bumiayu. Jadi masyarakat kita ajak dan di edukasi tentang pentingnya memakai masker,” ucapnya.

Menurutnya juga, maksud lainnya adalah membudayakan memakai masker serta bentuk kepedulian terhadap masyarakat agar terhindar dari pandemi virus corona, serta upaya terus menjalin silaturahmi dengan warga sekitar, serta memberikan rasa tenang dan nyaman jika banyak orang yang memakai masker.

“Dengan kita berikan masker, jika besok ketemu di jalan kami dapat menanyakan kenapa maskernya tidak dipakai,” tandasnya.

Tak lupa anggota TNI tersebut menekankan agar tidak mudah percaya terhadap berita hoax atau berita bohong yang berkembang saat ini terkait wabah tersebut

“Kita juga ajak masyarakat untuk saring berita sebelum share agar Kamtibmas di Bumiayu khususnya tetap aman dan kondusif,” pungkas Jupriadi. (Aan/topfm)

Berdasarkan hasil Test SWAB di laboratorium Corona Salatiga, akhirnya Kabupaten Brebes masuk zona merah setelah salah seorang warganya terpapar positif Virus Corona (Covid-19). Dari 49  Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang di test SWAB, baru ada 21 orang yang hasil Test SWAB nya keluar dan 28 orang lainnya masih menunggu hasil. 
“Dari 21 hasil test SWAB yang turun, sebanyak 20 orang dinyatakan negatif dan seorang dinyatakan terkonfirmasi Positif. Yang terkonfirmasi positif adalah Mr YK (36) dari Bantarkawung,” demikian disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Hj Idza Priyanti SE MH pada jumpa pers di Operation Room Setda Brebes, Selasa (5/5).
Tuan YK, lanjutnya, sekarang tengah menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Brebes. Idza Priyanti yang juga Bupati Brebes menjelaskan, seorang warga yang positif merupakan klaster alumni jamaah Gowa.
Dengan demikian, Kabupaten Brebes mulai 5 Mei 2020 dinyatakan Zona Merah Covid-19. Sehingga dengan sendirinya seluruh Warga Brebes harus mengikuti instruksi aturan pemerintah daerah. 
Untuk itu, Idza mengintruksikan kepada seluruh warga Kabupaten Brebes untuk meningkatkan kewaspadaan, diantaranya wajib hukumnya memakai masker dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19. 
Pihaknya tidak menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Brebes karena masih membutuhkan pengkajian lebih lanjut. 
Untuk kewajiban Maskerisasi, lanjut Idza, bisa diambilkan penganggarannya dari Dana Desa (DD) dengan alokasi minimal satu orang satu masker. 
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dr Sartono menambahkan, seluruh PDP dalam penanganannya dianggap seolah-olah positif, agar seluruh tenaga medis dalam menanganinya waspada dan tidak kebobolan. Seluruh tenaga medis juga sudah dilakukan Rapid Test dan hasilnya negatif. 
“Yang dilakukan Test Swab, merupakan PDP di RSUD Brebes sebanyak 35 orang dan di RSUD Bumiayu 14 orang,” ungkapnya.
Sartono juga menjelaskan, kondisi Mr YK, masih diisolasi dan akan di lakukan SWAB ulang.
Sartono menambahkan, pasukan kesehatan Dinkes dan pihak-pihak terkait, saat ini juga tengah melakukan penanganan tindak lanjut di Bantarkawung.
Dan yang perlu diperhatikan, kata Sartono, bagi warga yang mempunya riwayat penyakit Asma, Kencing Manis Dan Paru Paru, untuk meningkatkan kewaspadaan karena rentan tertular. “Mereka harus ekstra-ekstra waspada,” tandas Sartono.
Termasuk warga masyarakat juga harus meningkatkan imunitas (kekebalan tubuhnya) dengan berbagai aktivitas yang sehat, meski di rumah saja. 
Turut hadir dalam Konfrensi Pers, yang dipandu Kepala Dinas Kominfotik Tatag Koes Adiyanto dihadiri juga Sekda Brebes yang juga Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Ir Djoko Gunawan MT, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dr Sartono, Kepala BPBD Nushy Mansur, Anggota DPRD Jateng Dr Umat Utoyo, Para Asisten Sekda, Kepala Dishub Johari dan pejabat lainnya. (spt/wsd/topfm)

Guna meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19, khususnya warga Kecamatan Sirampog dan Kecamatan Tonjong mendapatkan sembako dam masker dari Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada perwakilan warga di dua kecamatan tersebut, Minggu, (26/4).

"Alhamdulillah, matur nuwun bu, sembakonya," ucap Kepala Desa Kaliloka Nanang, mewakili warga kepada Bupati saat pembagian sembako di Desa Kaliloka, Kecamatan Sirampog, Brebes, Minggu (26/4).

Bupati menjelaskan,  secara bertahap bantuan paket sembako yang berisikan antara lain  beras, gula, minyak goreng, Mie instan dan Susu secara simbolis.

Bantuan yang bersumber dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SD dan SMP berjumlah 12.750 paket.

"Kami akan terus bergerak bersilaturahmi ke warga dengan jaga jarak sambil menyalurkan bantuan, kemarin di Kecamatan Bumiayu dan Paguyangan, dan hari ini di Kecamatan Tonjong dan Sirampog," jelas Idza.

Pembagian ini, lanjutnya, sebagai bentuk kepedulian dapam upaya meringankan beban masyarakat akibat dampak pandemi virus corona atau Covid-19. Setidaknya bisa sedikit meringankan beban masyarakat dalam menghadapi  masa-masa sulit seperti sekarang ini.

Idza juga menghimbau kepada warga agar selalu menggunakan masker manakala keluar rumah, dan dapat berperilaku hidup sehat dan bersih, dengan sering melakukan cuci tangan dan jaga jarak. Selain itu ikuti anjuran Pemerintah.

Kegiatan pembagian paket sembako dan masker di wilayah kecamatan Sirampog dan Tonjong diikuti Muspika, Kades, Kadin Dikpora dan perwakilan warga penerima paket sembako.(bs/wsd/topfm)

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH turun langsung ke desa desa guna  menyalurkan sembako. Idza sengaja turun langsung untuk melihat kondisi  masyarakatnya yang terdampak Covid-19.

"Kami akan terus bergerak bersilaturahmi ke warga dengan jaga jarak sambil menyalurkan bantuan. Bentuk kepedulian ini,  sebagai upaya meringankan beban masyarakat akibat dampak pandemi virus corona atau Covid-19. Setidaknya bisa swdikit meringankan beban masyarakat dalam menghadapi  masa-masa sulit sekarang ini.

Kita bantuan  paket sembako untuk warga kurang mampu di dua Kecamatan, Sabtu (25/4)


"Saat ini, kita bagi cara simbolis paket sembako kepada perwakilan warga di Kecamatan Bumiayu dan Paguyangan," ujar Idza disela kegiatan Sabtu (25/4).

Idza menjelaskan, bantuan yang bersumber dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga serta paguyuban Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SD dan SMP. Dialokasikan, untuk masing-masing Kecamatan sebanyak 750 paket. Sehingga total keseluruhan bantuan diserahkan 12.750 paket se Kabupaten Brebes.

"Hari ini kita bagi sebanyak 1.500 paket untuk Kecamatan Bumiayu dan Paguyangan,” ujar Bupati.

Idza berharap, semoga sembako yang disalurkan bermanfaat bagi masyarakat dalam menghadapi wabah Covid-19.

Idza juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus melawan Corona, tentunya dengan cara mematuhi semua himbauan yang di sampaikan oleh pemerintah. Seperti membiasakan hidup bersih dan sehat, selalu cuci tangan pakai sabun, selalu memakai masker saat bepergian, jaga jarak dan bekerja, belajar, beribadah di rumah saja.

Adapun paket sembako yang dibagikan berisi antara lain beras, mie instan dan minyak sayur serta kecap.
Turut mendampingi Bupati Brebes Hj idza Priyanti SE MH, dam pembagian sembako, Ka Dindikpora DR Tahroni MPd dan pejabat lainnya. (spt/wsd/topfm)

Pemerintah Kabupaten Brebes kembali mendapatkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk pencegahan COVID-19. Kali ini bantuan datang dari PT Indomarco yang mengelola Indomart. Bantuan diserahkan Branch Manager Indomart Cabang Cirebon L Sanjaya Trio P diterima Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH di Pendopo, Jumat (24/4).
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH menyambut baik bantuan dari Indomart, karena bisa sedikit meringankan beban warga masyarakat terdampak pandemi Covid-19.
"Atas nama warga Brebes, saya mengucapkan terima kasih kepada Indomart Cabang Cirebon telah membantu masyarakat Brebes melalui gugus tugas percepatan penangangan covid-19,” ucap Idza Priyanti yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
Bantuan yang diserahkan berupa masker, mie instan, cairan karbol dan beras terkumpul di pendopo, yang selanjutnya akan disalurkan sesuai kebutuhannya.
Branch Managers Indomart Cabang Cirebon L Sanjaya Trio P mengatakan, pihaknya memberikan bantuan ini sebagai bentuk kepedulian Indomart kepada Pemerintah Kabupaten Brebes untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 di wilayah Brebes.
Indomart Peduli, lanjutnya, memprogramkan bantuan 250 ribu buah masker untuk penanganan Covid-19 di Indonesia. "Bantuan yang kita berikan yakni masker medis dan masker non medis mie instan, cairan karbol anti bakterial serta beras dengan kemasan 5 kg," jelasnya. (spt/wsd/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/04/angota-dpr-ri-paramitha-bagi-beras.html#more
Brebes: Merasa prihatin dengan kondisi yang serba sulit di tengah wabah virus corona, Hj Paramitha Widya Kusuma, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, membagikan 50 ton Beras yang terbagi dalam ribuan paket sembako kepada warga. Paket sembako berupa 2 Kg beras dan 3 bungkus mie instan itu dibagikan kepada sedikitnya 5000 kepala keluarga (KK) di 17 Kecamatan yang ada di wilayah kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
“Pemberian bantuan ini dilakukan serentak kepada warga yang sedang mengalami kesulitan ekonomi karena dampak wabah corona. InsyaAllah bantuan sembako ini akan kami turunkan kembali nanti menjelang hari raya idul fitri,” kata Paramitha, Selasa, 14 April 2020, di Brebes.
Saat ini banyak warga terutama para buruh atau pekerja lepas harian harus kehilangan mata pencahariannya karena mereka harus berdiam diri di rumah di tengah pandemi virus corona. Ia berharap semua pihak yang mampu turun bergerak bersama membantu masyarakat yang membuthkan.  
Paket bantuan yang diberikan oleh tim dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes sedianya bisa membantu warga dalam mencukupi kebetuhannya. Menurutnya politisi yang masuk ke parlemen dari dukungan masyarakat sudah seharusnya turun disaat warganya membutuhkan.
“Jadi jangan diam apalagi takut dikatakan pencitraan, Biarkan saja masyarakat yang menilai niat baik membantu mereka,” kata politisi muda asli Brebes ini yang menurunkan program Mbak Mitha Berbagi,
Sementara itu, Gatan Sujiwo salah seorang warga Desa Larangan yang menerima bantuan, merasa sangat senang dan bersyukur atas pembagian sembako tersebut. Pasalnya saat ini yang dibutuhkan warga adalah bantuan berupa bahan makanan pokok untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.
"Wabah Virus Korona ini menjadi semua serba sulit. Apalagi semenjak pemerintah menginstruksikan harus berdiam diri di rumah, cari pendapatan untuk kebutuhan sehari-hari jadi susah," kata Gatan.
Gatan berharap, selama musim pagebluk ini nantinya juga akan ada perhatian dari pemerintah untuk membantu warga.  Karena menurutnya saat ini kondisinya memang benar-benar serba sulit.
Sementara itu, hingga Senin (13/4), jumlah warga Brebes berstatus Orang dalam Pemantauan (ODP) 1.573 orang. Dari jumlah itu, 994 orang di antaranya selesai pemantauan. Sedangkan jumlah Pasien dengan Pengawasan (PDP) 43 orang dan 27 orang di antaranya sudah boleh pulang.(topfm)

Chiki Fawzi adalah seorang penyanyi-penulis lagu (singer-songwriter) multi talenta yang bisa bernyanyi, bermain gitar, akordeon, piano dan drum serta dikenal juga sebagai illustrator, aktris, TV Host (pembawa acara) dan pelukis mural. Selain itu Chiki juga aktif di berbagai kegiatan sosial terutama di bidang pendidikan. Beberapa waktu lalu, Chiki mengeluarkan singel berikutnya yang berjudul Panggilan Jiwa. Lagu ini merupakan ciptaan ayahnya sendiri, legenda hidup musik Indonesia, Ikang Fawzi yang dinyanyikannya bersama seorang legenda musik tanah air lainnya, Chandra Darusman di tahun 1981. Panggilan Jiwa versi Chiki ini diproduseri dan diaransemen ulang oleh Raditya Joko Bramantyo seorang musisI multitalenta dan produser muda berbakat yang juga merupakan bassist dari Vira Talisa. Nuansa city pop 80an masih terasa kental di lagu ini. Selain itu, Chiki pun mengajak dua orang singer/songwriter yang juga merupakan shabat-sahabat dari Chiki yaitu Vira Talisa dan Meda Kawu untuk ikut menyumbangkan suara emas mereka. Lagu ini ingin menggambarkan bahwa manusia itu terlahir beragam dan saling berbeda. Berbeda suku bangsa, latar belakang ekonomi, pendidikan, berbeda agama, pilihan politik, berbeda gender, berbeda selera musik, dan banyak lagi perbedaan lainnya. Namun kita justru jangan berfokus terhadap perbedaan yang dapat menimbulkan perpecahan namun justru harus mencari keselarasan di dalam perbedaan tersebut. Video klip Panggilan Jiwa sendiri telah rampung dikerjakan dan akan dirilis di kanal youtube Chiki Fawzi pada hari Senin 6 April 2020 pukul 00.000 WIB. Video ini diproduseri sendiri oleh Chiki dan disutradari oleh Yogie Gandanaya. Video ini dibuat dengan konsep yang sederhana. Menggambarkan proses rekaman lagu di lokasi studio dan menggabungkannya dengan footage berita-berita yang menggambarkan situasi Indonesia yang meresahkan akibat suhu politik yang memanas dalam kontestasi pemilihan presiden yang lalu. Selain itu mengingat kondisi sekarang dimana negeri ini sedang dilanda pandemi COVID-19, maka Chiki, Vira dan Meda berinisiatif untuk melakukan kampanye donasi Panggilan Jiwa bekerja sama dengan Kitabisa dan Dompet Dhuafa. Donasi bisa dilakukan lewat link https://kitabisa.com/campaign/barenganberibantuan Hasil donasi akan dikonversikan menjadi Alat Pelindung Diri (APD) dan sembako untuk tenaga medis dan masyarakat yang terdampak wabah ini terutama rakyat kecil seperti tukang ojek, supir angkutan, pedagang kaki lima, dll yang tidak mempunyai privilege untuk bekerja dari rumah . Semoga kita semua terpanggil jiwa nya untuk berbuat baik dan menolong sesama di tengah kesusahan ini. Diharapkan orang yang menonton video ini dapat menyadari bahwa manusia itu memang terlahir berbeda. Namun kita justru jangan berfokus terhadap perbedaan yang dapat menimbulkan perpecahan namun justru harus mencari keselarasan di dalam perbedaan tersebut. Jangan sampai karena perbedaan pilihan politik bangsa ini menjadi terpecah. Kita harus bersatu apalagi di masa sulit sekarang yang mana kita punya mush bersama yaitu pandemi COVID-19, kita harus bahu-membahu dan bersatu antara sesama manusia, sesama bangsa Indonesia untuk menghadapinya. Terimakasih atas perhatian nya untuk rekan rekan media selama ini yang sudah mendukung Chiki Fawzi, Stay Safe dan Health. Salam Musik Indonesia.
http://www.topfm951.net/2020/04/camat-dan-danramil-bantarkawung-pimpin.html#more

Brebes - Tidak mengenal lelah, begitu disematkan bagi Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang hingga kini terus berjibaku melakukan penyemprotan disinfektan maupun sosialisasi kepada masyarakat hingga sepanjang jalan provinsipun disemprot. Senin (13/04/2020).

Bahkan meski di hari libur (Jumat Agung) pada Jumat (10/4/2020) sabtu hingga minggu kemarin, tim yang pimpin langsung oleh Camat Bantarkawung Drs. Eko Supriyanto, M.Si. dan Danramil 12 Bantarkawung Kapten Infateri Nurhadi yang melibatkan Forkopimcam, Gugus Tugas Siaga Covid-19 Kecamatan, Tim Penggerak PKK serta Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 13 Dim 0713 Brebes, terlihat masih menjalankan tugas mereka, guna mencegah penyebaran Covid-19 tersebut.

Drs. Eko Supriyanto, M.Si menyatakan “Kurang lebih 30 km ruas jalan provinsi dan jalan kabupaten sudah di semprot disinfektan dengan menggunakan kendaraan roda empat”. Tutur Camat Bantarkawung.

“Target hari ini tuntas seluruh ruas jalan Provinsi dan jalan kabupaten dan 18 desa yang berada diwilayah kecamatan Bantarkawung” Tambah Drs. Eko Supriyanto, M.Si .

Dalam penyemrotan disinfektan tersebut, Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Bantarkawung sekaligus menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan, berpola hidup bersih dan sehat serta selalu gunakan masker dalam setiap keluar rumah. (Utsm/topfm)
http://www.topfm951.net/2020/04/serka-sakur-imbau-pakai-masker-di.html#more
 Brebes – Peresmian Posko Pelayanan Terpadu Ruang Isolasi Khusus Pemudik banyak didirikan di seluruh desa bahkan di kecamatan pun dibuat posko dalam upaya pengawasan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Seperti yang ada di desa Buaran, kecamatan Jatibarang, kabupaten Brebes juga telah berdiri posko yang diresmikan dan dibuka oleh Kepala Desa Buaran Didik Setyiono, SH dan dihadiri Bintara Pembina Desa (Babinsa) Serka Sakur Purwanto, Kepala Puskesmas Klikiran dr. Arlinda, Bidan Desa Buaran Khodijah, Ketua BPD Sutono, S.Pd, Perangkat Desa dan Linmas setempat. Sabtu (11/04/2020).

 “ Alhamdulillah pada hari ini kita telah diberikan kesehatan dan keselamatan maka dari itu saya sebagai kepala desa menghimbau agar para mendatang di desa Buaran segera didata dan perlu adanya pengawasan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19” Sambut Didik Setyiono.

Sementara dalam sambutan dr. Arlinda Kepala Puskesmas Klikiran menyampaikan “Mari kita bersama-sama membantu dan melaksanakan program pemerintah agar masalah Corona (Covid-19) cepat selesai dan kita bisa beraktivitas seperti biasanya, saya menghimbau agar para pendatang di data dan melapor ke pihak Satgas Covid supaya diperiksa kesehatannya untuk mencegah dan menghindari wabah Corona, Bidan Desa supaya selalu ada dan standby di posko”. Tutur Arlinda.

Kemudian Babinsa Sakur Purwanto menambahkan disela-sela kehadirannya menyampaikan bahwa TNI (Babinsa) selalu akan berkoordinasi dengan seluruh pihak dan menghimbau kepada seluruh warga Buaran untuk selalu memakai masker bila keluar rumah, ini adalah salah satu bentuk kewajiban warga negara yang patuh dan taat akan peraturan dan kebijakan dari pemerintah. (Utsm/topfm).

http://www.topfm951.net/2020/04/mapi-bagi-sembako-masyarakat-terdampak.html#more

Masyarakat Anti Pungli Indonesia (MAPI) Regional 3 Jawa Tengah dan Satgas Saber Pungli (Kemenkopolhukam) membagi paket sembako, masker dan handsanitizer. Paket dibagi kepada warga terdampak virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Brebes di halaman Islamic Center Brebes, Jumat (10/4).

“Ini bentuk donasi penanganan Covid-19, kepada masyarakat terdampak di Kabupaaten Brebes,” ungkap salah seorang pengurus perwakilan MAPI Regional 3 Jawa Tengah Nurhasanah di sela pembagian bantuan.

Nurhasanah menceritakan, MAPI dan Satgas Saber Pungli membagi bantuan secara serentak di 6 Provinsi sejak 7-11 April 2020. “Untuk pemberian donasi di Brebes sebanyak 200 paket, dan dibagikan kepada masyarakat terdampak wabah Covid 19,” tuturnya.

Adapun yang diberikaan berupa 200 paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula pasir, kecap dan mie instan, 200 botol handsanitizer dan 200 buah masker kain.

Donasi ini, kata Nurhasanah, dihimpun dari penggalangan dana secara swadaya anggota MAPI dan pihak lain yang mendukung kegiatan donasi tersebut. Nurhasanah berharap, donasi ini bisa meringankan beban peerintah dalam upaya penanggulangan penyebaran Covid 19.

“Semoga, kita semua diberi kekuatan dan kemampuan untuk menghadapi musibah ini dan secepatnya berakhir,” ucap Nurhasanah penuh harap.

Asisten 1 Bidang Pemerintahan Sekda Brebes Apriyanto yang turut hadir dalam pembagian paket sembako tersebut mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu masyarakat dalam penanggulangan Covid 19, termasuk MAPI dan Satgas Saber Pungli.

Pemerintah Kabupaten Brebes juga sedang menyiapkan gelontoran bantuan kepada masyarakat, untuk mengurangi beban masyarakat yang terdampak Covid 19.  Saat ini sedang dalam proses pendataan karena ada rencana bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi, sehingga tidak tumpang tindih.

“Dalam waktu dekat, berbagai bantuan insya allah akan segera gulirkan kepada masyarakat terdampak Covid-19,” pungkasnya. (wsd/topfm)

Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid 19 Kecamatan Salem melakukan edukasi kepada para pedagang dan pengunjung Pasar Manis di Desa Bentar Kecamatan Salem Kabupaten Brebes. Edukasi dilakukan dalam rangka upaya pencegahan penyebaran Covid 19, khususnya di wilayah Kecamatan Salem.

Menurut Camat Salem Ari Haris Yuwanto, edukasi yang dilakukan meliputi sosialisasi seputar Covid 19, pendataan pedagang, sampai pada pemeriksaan pedagang dan pengunjung sebelum memasuki area pasar. "Kami fokuskan ke pasar manis dan pahing karena dua pasar ini yang jadi pasar terbesar di Kecamatan Salem" papar Ari.

*Pasar sempat ditutup*
Kepala Desa Bentar, Sucarko menjelaskan, pasar manis yang berada di wilayahnya sebelumnya sempat ditutup sebagai bentuk respons cepat menangkal penyebaran Covid 19. "Kami merespons cepat Kebijakan Bupati Brebes, maka kemarin kita tutup sementara" kata Kades yang menjabat untuk periode kedua ini.

Kemudian setelah dilakukan evaluasi, lanjut Sucarko tim gugus tugas Covid 19 memutuskan untuk kembali membuka pasar dengan berbagai pertimbangan, khususnya terkait terjaminnya ketersediaan pangan dan pendapatan para pedagang kecil yang berada di sekitar Kecamatan Salem. "Kami buka kembali setelah 14 hari ditutup, tetapi dengan melakukan edukasi dan memperketat pedagang dan pengunjung" tegas Sucarko.

Melalui pantauan di lapangan Pasar Manis Desa Bentar Kecamatan Salem, pada hari Jumat 10/4, setiap pedagang dan pengunjung diminta mencuci tangan dan dichek suhu tubuhnya oleh tim kesehatan dari Puskesmas Bentar Kecamatan Salem. Pedagang sebelumnya dikumpulkan dan diberikan keterangan seputar covid 19 dan mereka diminta untuk waspada dengan menjaga jarak, menyiapkan handsanitizer, dan tidak berjualan apabila dalam keadaan sakit. "Alhamdulillah sampai saat ini pedagang dan pengunjung pasar belum ditemukan tanda-tanda covid 19" kata Pulung Subagyo, tim medis dari Puskesmas Bentar saat melakukan pengchekan subu tubuh kepada salah satu pengunjung pasar. (Bakohumas Salem/wasdiun)

Pada tanggal Rab, 1 Apr 2020 15.37, Dinkominfotik Brebes <humasbrebes@gmail.com> menulis:
Bupati Beebes Hj Idza Priyanti SE MH mengaku optimis, dalam tahun 2020 Pemerintah Kabupaten Brebes bakal meraih opini pemeriksaan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).  Optimisme itu disampaikan Bupati saat teleconference Serah Terima Laporan Keuangan Unaudited Pemerintah Kabupaten Brebes Tahun Anggaran 2019 bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah  Ayub Amali SE MM Ak CA  di aula Mangrove Baperlitbangda Brebes, Selasa (31/3)

Keyakinan Idza tergambar, karena seluruh pihak sudah melaksanakan pembenahan, khususnya untuk pelaksanaan pengelolaan aset daerah.

"Semoga harapan kami bersama Pemerintah Kabupaten Brebes untuk bisa memperoleh opini pemeriksaan dari BPK Provinsi Jawa Tengah yang mendapatkan predikat WTP, bisa terwujud," harapnya. 

Yang lainnya, kata Idza; kami memohon kepada BPK Provinsi Jawa Tengah agar bisa membantu koreksi baik kepada saya, Pak Sekda dan yang lain-lainnya, terutama dalam tata kelola keuangan pemerintah Kabupaten Brebes. 

Atas nama Pemkab Brebes kepada BPK RI provinsi Jawa Tengah menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah RKPD kabupaten Brebes Tahun Anggaran 2019 secara online atau video conference karena dalam situasi yang tidak memungkinkan akibat adanya wabah Corona (Covid-19).

Kepada BPK RI provinsi Jawa Tengah, Idza antara lain melaporkan, laporan realisasi anggaran, kinerja, laporan arus kas, laporan operasional, laporan perubahan ekuitas, laporan perubahan saldo anggaran lebih, catatan atas laporan keuangan dan tiga laporan keuangan lainnya, yang pertama laporan keuangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yang kedua laporan kinerja dan yang ketiga laporan sisa pelaksanaan Anggaran Pelaksanaan Belanja Desa (APBDes).

Usai sambutan, Bupati Brebes memperlihatkan dokumen LKPD TA 2019 yang telah selesai disusun dan ditandatangani, kepada Kepala BPK RI Perwakilan Jawa Tengah Ayub Amali.

Kepala BPK RI Perwakilan Jawa Tengah Ayub Amali menyampaikan terima kasih, walaupun dalam kesempatan silaturahmi ini tidak bisa bertatap muka secara langsung dan hanya melalui video conference. Ayub menyambut baik serta mengapresiasi pimpinan dan jajarannya atas kinerja pemkab Brebes dalam pembenahan laporan keuangan.

Perlu diketahui, BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah tetap menjalankan tugas sesuai prosedur atas apa yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Meskipun BPK sedikit merubah metode pemeriksaannya tidak dengan bertatap muka.  

"Dikarenakan Kantor kami telah kami tutup, dan kami menunggu anjuran dari pemerintah pusat dan ternyata kemarin malam kami dapat laporan untuk bekerja dirumah diperpanjang sampai dengan tanggal 14 April mendatang, maka bisa dilakukan kerja kita lewat teleconference, Sedangkan data-datanya nanti bisa dikirim via email.," terangnya

Kita berharap, semoga wabah covid-19 ini segera berakhir, dan kita semua bisa beraktivitas kembali normal untuk membangun negara Indonesia khususnya Jawa Tengah dan Kabupaten Brebes. Sehingga BPK pun dapat menerapkan prosedur pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Teleconference didampingi Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT, Inspektorat Drs Sri Teguh Pambudi MM, Kepala Baperlitbangda Drs Edi Kusmartono MSi, Kepala BPPKAD DR Angkatno MPd, serta Sekretaris BPPKAD, dan beberapa Kepala Dinas terkait lainnya.  (Suprapto/Wasdiun).

Pada tanggal Sel, 31 Mar 2020 20.20, Dinkominfotik Brebes <humasbrebes@gmail.com> menulis:
Pemerintah Kabupaten Brebes bersama  Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan Penyemprotan Disinfektan Massal, guna tekan penyebaran Virus Corona (Covid-19) di sejumlah fasilitas umum dan jalan di Kabupaten Brebes.

Sebelum penyemprotan, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH memimpin apel gelar pasukan di halaman Polres Brebes, Selasa (31/3).

"Alkhamdulillah siang ini, bersama jajaran Forkopimda, kita bersama-sama akan melakukan penyemprotan disinfektan massal ke lapangan," ucap Idza.

Idza menyampaikan, berdasarkan data perkembangan kondisi Kabupaten Brebes, untuk data terpapar virus corona, diantaranya Orang Dalam Pengawasan (ODP) sejumlah 624 orang, Pasien Dalam Pemantauan (PDP) 22 orang, sudah sembuh 10 orang dan 12 lainnya masih dirawat. 

"Hasil uji Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Yogyakarta, 5 orang yang sebelum dinyatakan suspect telah ditetapkan negatif," terangnya.

Kata Idza, penyemprotan massal ini untuk pencegahan agar semua warga terhindar virus corona serta masyarakat Brebes sehat.

"Kami mengerahkan 260 personil, terdiri dari Polri, TNI, BPBD, Dinkes, Satpol PP, Dishub dan dibagi beberapa tim," ucapnya.

Untuk tim, lanjut Idza, ada dua tim disebar. Tim pertama, menyemprot di RSUD Brebes, Stasiun, dan Jalan Pusponegoro RT 03/RW 09. Tim kedua, Alun-alun Brebes, Puskesmas, Jalan Tritura, dan Desa Pulosari RT 01/RW 01.

"Masyarakat yang dalam perantauan untuk tidak mudik, yang sudah pulang agar segera memeriksakan kesehatannya di puskesmas terdekat. Jangan lupa olahraga serta makan makanan sehat. Semoga kita semua terbebas dari virus ini," ajak Idza.

Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto, mengatakan penyemprotan sebelumnya sudah dilakukan, salah satunya dengan TNI dan Pemda, selanjutnya hari ini dilakukan secara serentak.

"Koordinasi juga kami Lakukan kepelosok desa, melalui Polsek bergabung dengan Koramil, juga melakukan penyemprotan serentak," pungkasnya. (Bayu Arfi/Wasdiun)

Pada tanggal Sen, 30 Mar 2020 15.40, Dinkominfotik Brebes <humasbrebes@gmail.com> menulis:
Semangat membasmi virus corona (Covid-19) terus menggelora. Masyarakat diberbagai desa bahu membahu melakukan gerakan kewaspadaan dan pencegahan penularan Virus Corona. Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH didampingi suami DR Warsidin, Camat Brebes Eko Purwanto dan Jajaran Pemerintah Desa Terlangu, Kecamatan Brebes melakukan penyemprotan disinfektan. 
Penyemprotan dilakukan di berbagai tempat seperti Masjid, Mushola, Balai Desa dan perumahan warga. Terlihat, Bupati Brebes ikut menyemprotkan disinfektan di SD Negeri Terlangu 1 Kecamatan Brebes. Bupati melakukan penyemprotan di halaman teras dan ruang kelas SDN Terlangu 01, Senin (30/3).
Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH berharap masyarakat jangan bosan melakukan upaya-upaya nyata  pencegahan Covid-19.  Antara lain dnegan penyemprotan disinfektan di tempat umum dan pemukiman warga, woro woro dan sosialisasi gerakan hidup bersih dan sehat, sehingga warga dapat terlindungi dari bahaya virus corona.
Bupati  mengajak kepada warga agar selalu berdoa semoga wabah virus corona dapat secepatnya berlalu, terselesaikan dan hilang dari muka bumi sehingga kehidupan dapat berjalan normal seperti biasanya.
Selain melakukan penyemprotan disinfektan, Bupati juga meninjau lokasi yang akan digunakan sebagai Posko Pantau dan pemeriksaan atau screening buat warga Desa Terlangu yang baru pulang dari perantauan. 
Kepala Desa Terlangu Happy Agung menjelaskan, posko yang dibangun diperuntukan khusus untuk melakukan Pemeriksaan warganya yang pulang dari perantauan sebelum bertemu dengan keluarga di rumah dan lingkunganya.
“Disini mereka akan di kontrol kesehatanya, di cek suhu tubuh dan dilakukan penyemprotan, dan jika dinyatakan aman baru diperbolehkan pulang kerumah,” ungkap Agung
Bupati Brebes berharap langkah Kepala Desa Terlangu bisa dicontoh desa-desa lain dalam rangka pemantauan warga yang baru datang dari perantauan.  (Yaser Arafat/Wasdiun)

Pada tanggal Rab, 25 Mar 2020 21.20, Dinkominfotik Brebes <humasbrebes@gmail.com> menulis:
Gerakan Pemuda Ansor dan Banser, Bidan Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Karang Taruna, dan Remaja Irmush  Desa Wangandalem, Brebes mengadakan giat aksi Sosialisasi Pencegahan Corona dengan Keliling Desa dan Penyemprotan Desinfektan.

Kegiatan yang digawangi Pemerintah Deaa Wangandalem, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes itu dipimpin langsung Kepala Desa Wangandalem Makmuri Rosidin.

Mereka bergerak melakukan edukasi keliling desa tentang kewaspadaan virus Corona dan gerakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Sasaran penyemprotan desinfektan antara lain Kantor Balai Desa, Masjid dan Musholla, serta beberapa tempat umum lainnya, pada Selasa (24/03)

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut instruksi Bupati Brebes dan Camat Brebes supaya Pemerintahan Desa beserta segenap elemen masyarakat melakukan kegiatan pencegahan persebaran Virus Corona.

Karena masyarakat perlu diberi edukasi (pemahaman) terkait dengan informasi Virus Corona seperti apa, sampai dengan pencegahannya. Sehingga masyarakat tidak panik dalam menghadapi wabah ini dan menjadi paham akan cara yang baik untuk mencegah wabah yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga.

Kepala Desa Wangandalem, Makmuri Rosidin mengatakan semua harus saling bahu membahu dalam menghadapi wabah Virus Corona.

Lebih lanjut lagi Makmuri menegaskan, agar segenap masyarakat desa Wangandalem, agar senantiasa menjaga lingkungan yang bersih, tidak jorok dan kotor. Pola hidup sehat harus menjadi pedoman hidup kita, disamping tetap berikhtiar dan berdoa semoga virus Corona ini tidak sampai di Wangandalem, Brebes.

"Saya instruksikan kepada Ketua RT dan Ketua RW untuk segera membuat jadwal penyemprotan secara bergilir. Supaya perumahan warga juga ikut disemprot disinfektan. Demi menjaga lingkungan dan masyarakat agar terhindar dari Corona," ujar Kades.

Kepala Satkorkel Banser Wangandalem sekaligus Tim Satgas Ansor Cegah Corona Covid 19 desa Wangandalem Yusuf Dzazuki menuturkan, Ansor dan Banser akan  selalu support kegiatan yang berada di Desa Wangandalem, termasuk lawan Korona.

"Ini bagian tugas dari Satgas Ansor," ucapnya.

Dewan Pembina GP Ansor Wangandalem sekaligus Tim Satgas Pencegahan Covid 19 PC GP Ansor Brebes M Muzaqi, mengapresiasi langkah cepat pemerintah desa Wangandalem dalam melakukan pencegahan Covid-19.

"Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Pemdes Wangandalem, GP Ansor Wangandalem, dan segenap unsur yang mau bekerjasama untuk melakukan pencegahan persebaran Corona. Kami menghimbau kepada tim Satgas Wangandalem, untuk segera berkoordinasi dengan Pemdes terkait dengan masyarakat yang baru saja pulang dari luar kota atau dari perantauan. Ini sangat penting, supaya kita bisa sama-sama mengawasi orang tersebut, bilamana terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, maka kita perlu ambil tindakan sebagaimana mestinya. Karena ini sangat penting untuk menekan terjadinya persebaran virus Corona yang datang dari luar," tandasnya. (wsd/topfm)
PROGRAM ACARA UNGGULAN : 05-06 NGAJI PAGI * 06-07 INFO PAGI*07-09 INDONESIA DANGDUT*09-11 LAGU JAWA* 11-13 KENANGAN*13-15 DANGDUT NGETOP*15-17 TREN MUSIK INDO* 19-21 MUSIK TO ORANG MUDA*21-00 TOPREQUEST

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online | WA : 0856 0203 7951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj |085326111234
Email: topfm951@yahoo.co.id