JELANG SEMARAK 15 TH RADIO TOPFM

Live Radio Streaming

Post info

Labels:


Comments 0


Author: topfm Bumiayu

LEGENDA HUTAN IGIR BENDERA  
Ditulis oleh Dishubkominfo

Di Desa Kalinusu, termasuk Kecamatan Bumiayu, ada sebuah hutan yang disebut dengan Hutan Igir Bendera. Tidak jauh dari hutan itu terdapat sebuah dukuh kecil yang hanya berpenduduk dua puluh empat kepala keluarga.

Sebagai sesepuhnya ialah Kebayan Kaki Semprung. Anak-anak disitu semuanya menggembalakan ternak orang tuanya, kerbau atau lembu di sawah ladang yang sudah dipungut hasil tanamannya atau di padang yang banyak rumput hijaunya. Salah seorang diantara mereka ada yang bertabiat agak nakal, dia sering mengganggu maupun mengusik kawan sebayanya.

Pada suatu hari si anak nakal itu merencanakan sesuatu untuk menakut-nakuti teman-temannya. Diam-diam dia pergi menyendiri kemudian memanjat pohon yang sudah tua. Dibeberapa dahannya ditemukan sarang anai-anai ( sumpyuh ). Dipungutnya sumpyuh itu dari dahan pohon sempur yang dipanjatnya dan dibawa turun. Lalu dicarinya ranting-ranting kering yang berserakan di bawah pohon sempur kemudian disusun dan disulutnya sumpyuh tadi dibakarnya, sehingga hangus sama sekali kemudian ditummbuknya di atas permukaan batu yang lebar dan rata, sampai halus seperti debu. Serbuk hitam itu lalu dicoreng-morengkan pada mukanya sendiri, sehingga bagaikan orang hitam, sehingga sulit untuk mengenalinya siapa dia.

Setelah selesai persiapan yang direncanakan lalu keluarlah ia dari dalam hutan sambil berteriak-teriak menantang teman-temannya, Hai anak-anak! Aku adalah syaitan yang menguasai hutan ini. Siapa berani melawan aku, marilah datang kesini, pasti akan kumatikan dan kumakan dagingnya, ayo lekas, majulah.

Anak-anak penggembala itu keheran-heranan semuanya. Mereka dapat mendengarkan suara tantangan dengan jelas, tetapi tidak bisa melihat siapa yang berseru-seru itu. Karenanya larilah mereka tunggang langgang, semuanya pulang ke rumah masing-masing, dan sudah barang tentu sesuatu yang ajaib dan menakutkan itu diceritakan kepada orang tuanya. Seketika itu juga para penghuni dusun keluar ingin menyaksikan apa kiranya yang telah terjadi di hutan itu, namun tiada sesuatu yang aneh. Karena anak yang mengaku sebagai syaitan hutan tadi sebenarnya sudah ikut pulang kerumah bersama-sama teman lainnya tetapi tidak ada seorang anakpun yang mengetahuinya. Setibanya dirunah, anak aneh itu minta makan kepada ibunya, tetapi ibunya sangat heran, karena ia hanya mendengar suara saja, wujud tubuh anaknya tidak bias dilihat, lalu bertanya “ Nak, dimanakah engkau?” si anak menjawab “Aku berdiri dibelakangmu bu”. Ibunya bertambah heran. “ Engkau telah berbuat apa dihutan sana dan mengapa tubuhmu tidak tampak. Tanya ibunya. Si anak mulai memberikan penjelasan tentang apa yang telah dilakukan, katanya “ tadi aku mengoles mukaku dari serbu hitam dari sarang anai-anai yang kubakar sampai hangus. Akibatnya semua teman-teman dan ibu sendiri tidak dapat melihat wujud tubuhku. Aduh, bagaimana bu?
Setelah berpikir sejenak ibunya berkata “ cepatlah pergi ke sumur di belakang dan cucilah mukamu bersih-bersih.
Apa yang diperintahkan oleh ibunya cepat-cepat dan ternyata sesudah bersih mukanya dari orengan hitam tadi, si ibu dapatmelihat tubuh anaknya jelas-jelas. Mengetahui akan kejadian yang ajaib ini mereka berdua ibu beranak pergi ke rumah Kebayan Kaki Semprung untuk melaporkan peristiwa aneh tersebut.
“ Apakah serbuk hitam yang kau ceritakan masih ada sisanya?” Tanya bapak Kebayan. “masih banyak pak”, jawab si anak di atas batu besar di tepi hutan sana.

Mendengar penjelasan itu Kaki Semprung lalu lari cepat-cepat menuju ke hutan di luar dusun. Semua serbuk hitam yang masih tersisa di atas batu di ambilnya dan di bawa pulang. Setibanya di rumah, Kaki Kebayan lalu memukul tabuh bertalu-talu, maka semua penduduk dusun berkumpullah di depan rumah Kaki Kebayan.
Saudara-saudaraku sekalian,”Kebayan mulai berpidato, “ serbuk hitam inilah yamg menjadi penyebab anak ini tidak nampak tubuhnya. Kalu serbuk ini ku taburkan di sekitar dusun kita, maka dusun kita bersama kita semua tidak akan nampak di mata orang. Dengan demikian kita akan menjadi orang bebas merdeka, tidak diperintah oleh orang lain.
Bagaimana? Setuju hal ini kulakukan?” Tanya Kebayan. “ Setuju! Setuju! Setuju!” jawab penduduk semua


Memang betul seperti yang diperkirakan,
dukuh dengan seluruh penduduknya
tidak lagi kelihatan lagi di mata yang lalu lalang di situ.

Dengan persetujuan itu, Kaki Kebayan Semprung menaburkan serbukl hitan tersebut disekitar dusunnya. Memang betul seperti yang diperkirakan, dukuh dengan seluruh penduduknya tidak kelihatan lagi di mata yang lalu lalang di situ. Kaki Kebayan Semprung sendiri berubah menjadi seekor harimau besar.
Dusun yang musnah itu akhirnya disebut Hutan Igir Bendera.

(disadur ulang dari Buku Legenda dan Kumpulan Ceritera Rakyat Kabupaten Brebes).

0 comments:


Live Radio Streaming topfm951.net # 05.00 MQ Pagi # 06.00 Warta Singosari # 07.00 IN Dangdut # 09.00 Tembang Jawa #11.00 Kenangan # 13.00 Dangdut Ngetop # 15.00 Tren Musik Indonesia # 17.00 VOI # 18.30 Warta Singosari # 19.00 Musik to Orang Muda # 21.00 Top Request # 23.00 Solusi malam @01.00 Closing

Google+ Followers

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online : 085602037951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj | 08156516989|085326111234
Email: topfm951@yahoo.co.id
Copyright 2010 | topfm951 | bumiayu | Radio