RADIO SINGOSARI TOPFM || 95.1 MHz ||MORE THAN JUST RADIO ||INSPIRING RADIO ||

Live Radio Streaming


KLIN MORE PLAYER
topfm951.net KH. Fikri Haikal MZ, putra pertama dai sejuta umat KH. Zainudin MZ berkesempatan bersilaturahim dengan masyarakat Brebes khususnya di sekitar Kecamatan Jatibarang. Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Masjid jami’ Al Ittihad Jatibarang Sabtu malam (18/2), ayah dari dua anak ini menggantikan almarhum dai sejuta umat yang sampai akhir hayatnya belum bisa berkesempatan hadir di Jatibarang.

“Semoga silaturahim ini menjadi yang pertama untuk silaturahim berikutnya di wilayah Kabupaten Brebes”, harap Bupati Brebes H. Agung Widyantoro, SH, MSi menyambut kehadiran Dai yang mempunyai gaya dan suara yang sama persis dengan Dai Sejuta Umat ini.

KH. Fikri Haikal MZ mengisahkan proses sejarah hidup Nabi Muhammad SAW dari lahir sampai akhir hayatnya. Begitu agung kemuliaan Nabi Muhammad dihadapan Allah SWT, para malaikat bahkan manusia di muka bumi ini. “Allah memerintahkan Malaikat Pencabut Nyawa sebelum mengambil ruh Nabi Muhammad untuk menawarkan dahulu kepada baginda Nabi penundaan pencabutan nyawa? Itulah bukti keistimewaan Nabi Muhammad SAW”. kata KH. Fikri.

Lanjutnya, kita sebagai umat muslim harus bangga mempunyai Nabi Muhammad SAW sebagai tauladan hidup kita. Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan cara memahami dan mengikuti sunahnya.

“Masyarakat Jatibarang terobati dengan kehadiran KH. Fikri Haikal, MZ yang telah lama merindukan Dai Sejuta Umat KH. Zainudin MZ”, kata Ketua panitia KH. Said Basalamah.

Turut hadir Ketua Tanfidiyah PC NU Brebes H. Athoillah MSi, pejabat di lingkungan Pemkab Brebes dan ribuan masyarakat sekitar Jatibarang.(humas)
topfm951.net Sirampog - Pemerintah kabupaten Brebes bersama dinas terkait telah menyalurkan bantuan keuangan untuk mereka yang menjadi korban bencana kebakaran di Dukuh Kubangbogo RT 01 RW 02 Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, pada Jumat (17/2/2012) sore.  

Bantuan sendiri diserahkan oleh Bupati Brebes H Agung Widyantoro SH MSi beserta wakil Bupati Hj Idza Priyanti AMd dengan didampingi kepala kantor Kesbangpolinmas Kabupaten Brebes Drs. Rais Khana kepada 15 korban kebakaran di halaman Masjid setempat dengan disaksikan warga. Bantuan keuangan ini senilai Rp. 4 juta per rumah, sehingga totalnya sekitar Rp.60 juta.

Mereka yang menerima bantuan keuangan untuk membangun rumah yang ludes terbakar antara lain Solihin (60), Suripto (55), Wamad (40), Jaenal (42), Wahyudin (40), Rasimah (35), Raso (60), Tahro (65), Kartem (40), Kasrun (45), Kursin (50), Asikin (45), Timah (55), Kamirin (53) dan Supri (30).

Wahyudin (40) salah seorang warga menyatakan kegemberian dan ungkapan terimakasih kepada pemda Brebes yang telah membatu dan mau peduli dengan nasib para korban kebakaran.
" kami senang sekali dengan bantuan ini dari pemerintah, paling tidak uang Rp 4 juta ini dapat kami pergunakan untuk membangun rumah kami kembali yang telah ludes terbakar sijago merah" katanya. 

Drs. Rais khana selaku kepala kantor kesbangpolinmas kabupaten Brebes menjelaskan, Selama ini pihak kabupaten melalui SKPD yang ada telah menerjunkan para petugas untuk menangani para korban kebakaran Kubangbogo, seperti Dinas kesehatan telah menyediakan posko kesehatan, dari Disnakertrans telah menyalurkan bantuan paket sembako dan pakaian begitupun dengan BPBD maupun PMI kabupaten Brebes juga turut menyalurkan bantuan. Bantuan keuangan ini sebagai bantuan stimulan paska bencana kebakaran yang telah terjadi dan semoga bantuan ini dapat meringankan beban para korban kebakaran kubangbogo. (D-DJ.12/TOPFM)
topfm951.net Bupati Brebes H Agung Widyantoro SH MSi berharap potensi lokal bisa disuarakan ke kancah nasional ketika digelar perhelatan organisasi. Sehingga kondisi masyarakat dan budaya yang berkembang di masyarakat lokal, bisa menjadi bahan pertimbangan, acuan dan pilihan utama dalam penentuan kebijakan di tingkat nasional. Pasalnya, banyak kebijakan-kebijakan pusat yang tidak selaras dengan kondisi daerah yang berakibat banyak terjadi ketidakseimbangan pembangunan.

”Antara kemauan pusat dan daerah, perlu sinkronisasi maka perlu penyampaian yang jujur dari daerah,” ujar Bupati saat menerima 6 orang pengurus Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) di Pendopo Bupati Brebes Kamis malam (16/2).

Selain itu, Bupati turut bangga dengan kelahiran organisasi intelektual di bawah naungan NU tersebut. Dia mengajak ISNU untuk bersama-sama urun rembug demi kemajuan pembangunan Brebes. ”Potensi Brebes sangat tinggi dan beragam, hanya saja belum tergali dengan maksimal,” ujar Bupati.

Ketika daerah membutuhkan, lanjutnya, para kaum intelektual wajib hukumnya berdiskusi, merumuskan langkah-langkah strategis dan melakukan aksi nyata untuk percepatan pembangunan Brebes di segala bidang. ”Walau sampai subuh, mari kita ambil langkah nyata demi rakyat Brebes,” ajak Bupati.

Menurut Ketua Pengurus Cabang (PC) ISNU Kabupaten Brebes, kedatangan Pengurus bermaksud pamitan untuk mengikuti Kongres Nasional I ISNU, di Kampus UNIDA Lamongan Jawa Timur 17-19 Febr 2012.

Dalam kongres tersebut PC ISNU Brebes mengirimkan 6 orang utusan yakni H Edy Setiawan Lc MA (Ketua), Drs Moh Suaedi MPd (Wakil Ketua), M Rohidin M Hum (Wakil Ketua), Wahib Isma MpdI (Sekretaris), Ahmad Fauzi, SAg (Bendahara) dan Wasdiun SIKom (Wartawan NU Online). Mereka akan bertugas sesuai dengan jabatan yang melekat di masing-masing pengurus.  

Keberangkatan Kongres dari Kantor PC ISNU (Gedung NU) Jalan Yos Sudarso 36 Brebes dengan menggunakan mobil pribadi bada Ashar (17/2). (humas)
Bupati Brebes H.Agung Widyantoro Menandatangani Prasasti
topfm951.net Bumiayu - Harapan warga untuk memiliki sarana infrastruktur yang layak akhirnya terealisir dengan dibangunnya Jembatan Kubang Sari yang bersumber dari dana APBD 2009 dan APBD 2011 sebesar lebih kurang Rp 450 juta dan berlokasi di RW 04 desa Pruwatan Kecamatan Bumiayu. Hal ini ditandai dengan adanya penandatanganan prasasti dan pemotongan tumpeng sebagai tanda peresmian jembatan kubang sari oleh Bupati Brebes H Agung Widyantoro SH MSi, pada Kamis (16/2/2012) siang dilokasi jembatan kubang sari desa Pruwatan Kecamatan Bumiayu.

Acara peresmian dihadiri oleh Bupati Brebes H Agung Widyantoro SH MSi, Anggota DPRD Kabupaten Brebes, Muspika Bumiayu, jajaran DPU kabupaten Brebes, Tokoh masyarakat, Toga dan warga sekitar. Jembatan Kubangsari ini melintas di atas Sungai Pemali dengan panjang 26 meter lebar 260 centimeter dan tinggi 6 meter telah selesai Desember 2011 lalu.

Ketua panitia pembangunan Sunarto mengatakan, Jembatan Kubangsari dibangun untuk memperlancar transportasi 2 kecamatan yakni kecamatan Bumiayu dan Bantarkawung." Paling tidak sekarang untuk warga Dukuh Kubangsari dan sebagian warga Cinanas sudah merasa lega dengan adanya pembanguan jembatan ini" katanya pada TOP FM dilokasi jembatan.

Bupati Brebes H Agung Widyantoro SH MSi berpesan kepada Masyarakatan sekitar juga harus turut menjaga kelestarian jembatan dengan menanami pepohonan di sepanjang pinggiran sungai terlebih di pinggiran jembatan untuk ditanami pohon bambu, karena dengan adanya tanaman ini paling tidak sebagai penahan bilamana terjadi banjir. Bupati juga sempat memanggil seorang warga yang telah mengibarkan bendera merah putih dan memberikan hadiah. " Kami bangga dengan yang dilakukan dengan warga ini, karna semangatnya itu yang luar biasa" pungkasnya. (D-DJ.12/TOPFM)
topfm951.net Kabupaten Brebes yang memiliki luas wilayah kedua dan jumlah penduduk terpadat di Jawa Tengah, sangat berpotensi rawan pangan. Untuk itu, perlu dijaga ketahanan pangan seoptimal mungkin agar tidak terjadi rawan pangan. Apalagi, pola konsumsi masyarakat berupa padi-padian terutama beras mendominasi. Sehingga terjadi ketimpangan konsumsi pangan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Kabupaten Brebes Ir Iman Kridarso MSi saat dialog Moci Bareng Karo Uwane di Aula KKP Kamis (16/2).

Masyarakat, Kata Iman, diminta untuk menjaga diri ketahanan pangannya. Karena pada hakekatnya masyarakatlah yang paling utama sebagai objek dan subjek ketahanan pangan itu sendiri. Kita tidak bisa memaksa masyarakat untuk mengurangi makan nasi dengan mengganti konsumsi non beras. ”Meskipun sudah makan roti, jagung, ketela sampai kenyang, kalau belum makan nasi ya dikatakan belum makan,” tuturnya.

Tapi yang penting bagi kita, lanjutnya, terjaminnya ketersediaan dan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu dan bergizi seimbang hingga ketingkat rumah tangga (RT).

Lumbung Pangan, merupakan solusi handal untuk menjamin ketersediaan pangan. Lumbung itu sendiri tidak melulu untuk menyimpan gabah tetapi juga bahan pangan lainnya. Seperti jagung, ubi, kacang dan lain-lain. ”Tapi yang utama adalah untuk menyimpan gabah,” terangnya. Di Kabupaten Brebes, hingga kini masih ada 78 lumbung pangan dari 297 desa dan kelurahan. Namun demikian hanya 58 lumbung yang aktif sedangkan 20 lumbung tidak aktif. ”Tahun ini kami akan menargetkan 10 lumbung agar aktif dan membangun 3 lumbung lagi,” paparnya. Menurut Iman, menghidupkan kembali lumbung pangan, memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Karena perlu peran serta masyarakat yang sinergis dan terintegrasi. ”Pengurusnya harus aktif dan dinamis,” tuturnya.

Hal lain yang perlu diperhatikan, masyarakat perlu membudayakan keanekaragaman konsumsi pangan. Tidak hanya beras yang jadi konsumsi andalan, tetapi konsumsi hewani, umbi-umbian, sayur dan buah perlu ditingkatkan.

Tidak harus mahal, tetapi masyarakat bisa memproduksi sendiri dengan cara menanam dipekarangan masing-masing. ”Banyak sekali lahan produktif yang tidak dimanfaatkan oleh kita, yang sebenarnya bisa menjadi pangkal utama ketahanan pangan,” terangnya.

Dia juga menyarankan, agar jajanan di kantin-kantin sekolah tersedia anekaragam pangan. ”Jajanan anak-anak kita sangat tidak sehat dan tidak beraneka ragam,” ucapnya.

Demikian juga dengan berbagai dinas, kantor dan swasta dalam menyajikan konsumsi rapat perlu memperhatikan potensi lokal yang bahan dasarnya menu non beras. Seperti ubi kayu, ubi jalar, kentang, talas, sagu, jagung, gandum dan lain-lain.(humas)  
topfm951.net Nahdliyin (Warga Nahdlatul Ulama) se Kabupaten Brebes saat ini tengah di data status keanggotaannya oleh Pengurus Cabang (PC) dengan cara pembuatan Kartu Anggota NU (Kartanu). Dengan Kartanu tersebut, akan didapat data riil Nahdliyin dari berbagai tingkatan. Sehingga data dapat dipertanggungjawabkan dan tidak hanya berupa laporan lisan, yang terkesan simpang siur.

Hal tersebut disampaikan Ketua PC NU Brebes H Athoillah MSi, disela monitoring pembuatan Kartanu di Kecamatan Jatibarang, Kamis (16/2).

Selama ini, kata Atho, data tidak valid akibat pengurus di tingkat Majelis Wakil Cabang (MWC) maupun Pengurus Ranting (PR) dan Pengurus Anak Ranting (PAR) melaporkannya secara lisan. Tapi dengan Kartanu ini, bisa didapat data base yang valid baik dari segi usia, pendidikan, profesi dan lain-lain.

Athoillah merasa bangga dengan antusiasme Nahdliyin yang berbondong-bondong mendaftarkan diri sebagai anggota NU. Semangat mereka membuktikan kalau keanggotaanya tidak sekadar ikut-ikutan saja. ”Mereka terdorong oleh semangat yang membara sebagai Nahdliyin yang militan,” ungkapnya.

Mereka juga dengan suka rela menginfaqkan sebesar 5 ribu rupiah per-Kartanu. Ada juga donatur yang sengaja membiaya warganya, sehingga digratiskan. ”Program Kartanu Jawa Tengah ini dengan biaya 7 ribu rupiah per orang, tapi untuk Brebes hanya 5 ribu perak saja, karena tidak mengambil untung, hanya untuk biaya operasional saja,” terangnya.

Pembuatan Kartanu menggandeng pihak ketiga yakni CV Martindo Jakarta. Pemotretan dilakukan secara maraton dari desa ke desa dan langsung jadi ditempat. Masjid, Mushola dan Balai Desa setempat menjadi sentra pemotretan dari jam 08.00 hingga jam 22.00 WIB.

Ketua Panitia pemotretan Ali Nurdin MPd menjelaskan, hingga saat ini telah dilakukan pemotretan di 4 kecamatan. Yakni Larangan, Ketanggungan, Wanasari dan Jatibarang. Data sementara, untuk kecamatan Larangan 12.589 anggota, Ketanggungan 6.700 anggota, Wanasari 20.197 anggota. ”Bagi yang belum sempat potret, bisa nimbrung ke desa lain yang sedang melakukan pemotretan. Saat ini sedang berlangsung di Kecamatan Wanasari dan Jatibarang,” imbuh Ali Nurdin.(humas)
topfm951.net Pengasuh Pesantren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes KH Subekhan Makmun menilai, pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Brebes Oktober mendatang, memberi gairah tersendiri bagi politikus Brebes. Termasuk banyaknya bakal calon yang mendaftar pada partai tertentu agar diusung menjadi calon Bupati atau Wakil Bupati.

Kiai kharismatik Brebes ini, memandang boleh-boleh saja calon Bupati atau Wakil Bupati banyak, asal damai. ”Calon boleh saja banyak, asal tidak tabrakan yang ujungnya terjadi perpecahan,” tuturnya saat berbincang dengan penulis di rumahnya, kompleks pesantren Rabu Sore (14/2).

Banyaknya calon, kata Kiai, menunjukan dinamika demokrasi di tanah Brebes kian hidup. Rakyat diberi kebebasan memilih tanpa harus diintimidasi ataupun diberi janji-janji. Rakyat ingin hidup damai, jangan sampai setiap pemilihan kepala daerah diakhiri dengan perpecahan. ”Brebes itu daerah yang adem ayem tentrem, jangan sampai diusik-usik oleh oknum-oknum dengan mempermainan Pilkada menjadi keruh, kotor. Pilkada, biarlah berjalanlah sesuai dengan koridor undang-undang yang berlaku sehingga mendatangkan kemaslahatan rakyat Brebes,” ujarnya.

Hanya rakyatlah yang berdaulat, tidak boleh ada yang ’main-main’ apalagi dengan politik uang. ”Politik uang itu haram, seberapapun besarnya dan dengan dalih apapun,” tandasnya.

Begitupun dengan masyarakat, hendaknya ikhlas dalam memilih pemimpin. Jangan sampai membebani para calon yang berakibat fatal dikemudian hari. ”Rakyat jangan memberi beban pada calon pemimpin, karena nantinya beban itu akan ditimpakan kembali pada rakyat,” ucapnya lembut.

Kiai Subekhan enggan berkomentar siapa yang didukungnya. Namun hanya memberi kriteria pemimpin Brebes yang terbaik diantara yang baik. Menurutnya, pemimpin yang terbaik itu akan mendapatkan hidayah dari yang Maha Agung. Yakni pemimpin yang pertama, mampu membedakan jalan yang baik dan buruk. Kedua, mampu mengubah sifat jelek menjadi sifat baik dan ketiga bisa berbuat baik kepada semua manusia tanpa pandang bulu.

Dia mencontohkan, kadang disuatu desa ketika dalam pandangan umum terlihat orang itu seperti ’bajingan’ tiba-tiba menjadi Kepala Desa. ”Tentu, orang tersebut pada hakekatnya mampu mengubah sifat jeleknya menjadi bersifat baik,” ungkapnya sembari tersenyum.

Terkait, kepemimpinan wanita, Kiai Subekhan tidak mempermasalahkannya. Asalkan mampu mewujudkan tiga kriteria diatas. ”Siapapun masyarakat Brebes yang mampu merealisasikan tiga hal tersebut, pilihlah nanti pada oktober mendatang,” pesan Kiai.

Disamping itu, dia juga mengingatkan pentingnya perioritas pembangunan pertanian di Brebes. Mengingat Brebes daerah agraris, yang nota bene sebagai petani bawang maka produk unggulan itu jangan sampai ditinggalkan. Dalam artian, keterpurukan bawang akan menjadi indikator rendahnya masyarakat Brebes. ”Pemimpin Brebes, harus pula mampu menjembatani petani bawang dari rongrongan pihak luar. ingat bawang, pasti ingat Brebes,” tegasnya.

Kiai Subekhan berdoa, mudah-mudahan Brebes mendapatkan pemimpin yang amanah, diridlo dan dilindungi yang maha kuasa. ”Pemimpin yang rahmatan lil alamin yang mampu mewujudkan negara baldatun toyibatun warobun gofur”, pungkasnya.(humas)
Tak tanggung-tanggung enam Grammy Awards ia bawa pulang. Termasuk penghargaan bergengsi untuk album terbaik tahun ini 21 dan rekaman terbaik untuk lagu Rolling In the Deep.

Adele pun terlihat tak menyangka dengan kemenangannya ini. Ia sempat meneteskan air mata ketika diminta memberi pidato kemenangan.

“Rekaman ini terinspirasi oleh sesuatu yang normal dan setiap orang melaluinya. Hubungan omong kosong dan itu telah berlalu. Saya tidak dapat menceritakan kepada anda bagaimana perasaan saya tentang itu. Itu merupakan tahun yang mengubah hidup saya,” kata Adele. 

Tak hanya menerima penghargaan, penampilan Adele dalam acara penghargaan tersebut mampu membius semua penonton yang terpukau akan suara emasnya. 

Tak akan ada yang menyangkan jika penyanyi berusia 23 tahun tersebut baru saja menjalani operasi tenggorokan yang hampir membuatnya tak bisa bernyanyi lagi.

Ajang Grammy Awards ke 54 tidak hanya menampilkan suka cita para pemenang. Panitia memberi sesi khusus untung mengenang kematian penyanyi luar biasa Whitney Houston yang meninggal 1 hari sebelumnya.

Jennifer Hudson didaulat untuk menyanyikan I Will Always Love You untuk mengenang mantan istri Bobby Brown tersebut.(sidominews)
topfm951.net Salem - Undang-undang Sisdiknas tahun 2003 pasal 28 menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal (Taman Kanak-kanak, Raudatul Athfal, atau bentuk lain yang sederajat), jalur pendidikan nonformal (Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak, atau bentuk lain yang sederajat) dan jalur pendidikan informal yang berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.

Maka sewajarnya bila peran Pendidikan Luar Sekolah yang mencakup pendidikan nonformal dan informal dalam memberikan pelayanan pendidikan dini pada anak-anak yang tak memperoleh pendidikan di jalur pendidikan formal sangatlah penting dan mendesak. Demikian yang dikatakan Ketua Penggerak PKK Kabupaten Brebes Dra Amy widyantoro MKes saat menyerahkan satu setel seragam pakaian kepada 137 anggota IGTKI (Ikatan Guru Tingkat Kanak-kanak Indonesia) dalam acara pembinaan Tiga komponen pendidikan TK kabupaten Brebes, pada Selasa (14/2/2012) di aula balai desa Salem.

Acara yang di hadiri oleh Camat salem M Adnan SIP, Kepala UPTD pendidikan Salem Drs Wastar, Kasi Paud Dinas Kabupaten Brebes Dra Roisah dan anggota IGTKI dua kecamatan ( Bantarkawung dan Salem) berlangsung meriah. Ketua IGTKI Linda Rosiana Bantarkawung mengatakan, pihaknya merasa senang sekali dengan pemberian batuan seragam dari PKK Kabupaten Brebes, pasalnya selama ini belum pernah ada bantuan seragam kepada anggota IGTKI. Hal senada juga dikatakan Wiwin winarti ketua IGTKI dan mereka yang menerima seragam, untuk kecamatan Salem sebanyak 90 orang dan untuk kecamatan Bantarkawung sebanyak 47 orang.

Sementara Ketua penggerak PKK Kabupaten Brebes Amy Agung Widyantoro MKes mengatakan, pendidikan paud merupakan pemilihan lahan. Sehingga nanti jika akan dibangun menjadi apa tergantung dari lahan yang dipilih. Pendidikan yang diberikan kepada anak didik sebaiknya imbang antara ilmu agama dan ilmu umum karena jika sesuatu tidak berimbang akan terjadi ketimpangan. (D-DJ.12/TOPFM)
topfm951.net Tak banyak orang yang diberi kelebihan dengan beragam talenta. Itu sebabnya, kata artis cantik Della Puspita, tidak ada ungkapan yang lebih patut baginya kecuali; bersyukur. “Ini (syukur) satu jenis perasaan yang jarang bermukim permanen di hati kita. Bahkan kita kerap lupa dan alpa,” paparnya saat dijumpai para wartawan, di Rumah Singgah Bunda Lenny Humaniora Foundation, Bekasi, Senin (12/12).

Apa yang harus disyukuri bagi artis kelahiran Malang, ini? “Kuasa-Nya telah merancang bakatku sebagai modal sukses. Aku merasa Allah begitu baik yang telah menganugerahi aku dengan beragam talenta. Setidaknya dari bakatku menyanyi dan akting, alhamdulillah aku mendapat berkah kehidupan,” ungkap Della, yang saat ini terlibat peran di sinetron ‘Sampean Muslim?’ yang ditayangkan MNC-TV.

Jika diruntut ke belakang, eksistensi Della pun tak luput dari riak gelombang dan pasang surut dalam berkarir. Della mengawali karirnya sebagai foto model sampul berbagai majalah, menjadi penyanyi, hingga mencicipi pahit getirnya seni peran, baik di film bioskop maupun sinetron (film televisi). ”Menjadi pekerja seni atau berprofesi apa saja, saya kira perlu dedikasi. Dimulai dari menyintai pekerjaan itu. Sehingga ketika jatuh atau mengalami hambatan kita tak mudah putus asa,” ujar artis yang kerap terlibat di acara Misi Kemanusiaan Universal Humaniora Foundation ini.

Single Song 'Alhamdulillah Sesuatu' Mengenapi kiprahnya selama 20 tahun di dunia seni hiburan (Tahun 1992-2012) , ada sesuatu yang ingin disuguhkan Della untuk masyarakat dan penggemarnya. Bulan Februari 2012 ini Della akan merilis single song terbarunya berjudul 'Alhamdulillah Sesuatu' karya Tjahjadi Djajanata.

Di Single Song '”Alhamdulillah Sesuatu” Della digandeng Sani Music Indonesia sebagai eksekutor recording company-nya. “Ini adalah impianku dari tujuh tahun lalu. Alhamdulillah di penghujung tahun 2011 dan mengawali tahun 2012 ini bisa terlaksana. Lagu 'Alhamdulillah Sesuatu' menjadi simbiosis mutualis bakatku di seni. Pastinya enak didengar. Sederhana tapi nancep di kuping,” ujarnya berpromosi.
“Ku cari mencari hati seperti hatimu, Ku selalu mencari dan tak ku temukan. Membual cintamu menjadi kesalahan yang menghancurkan aku. Aku tak mengerti cinta….” Penggalan kalimat di atas adalah lirik dari single tebaru Rayendie Rohy Pono, akrab disapa Rayen, yang berjudul Tak Mengerti Cinta. Uniknya, lagu yang diciptakan sendiri oleh Rayen ini terinspirasi dari imajinasinya sendiri. “Ceritanya tentang seseorang yang menyia-nyiakan pacarnya. Trus, setelah nggak bareng lagi, dia baru menyesal setengah mati. Intinya, kisah di lagu ini mewakili banyak orang, terutama buat mereka yang pernah pacaran dan pernah nggak peduliin pasangannya bahkan selingkuh,” ungkap Rayen. Lagu Tak Mengerti Cinta merupakan tanda kembalinya Rayen dengan jati dirinya dalam bermusik, mengingat sebelumnya dia sempat bereksperimen dengan merilis single Kecanduan yang bernuansa pop dance. “Pas gue ngeluarin Kecanduan banyak fans dan teman-teman yang protes karena menurut mereka itu nggak gue banget. Nah, di lagu Tak Mengerti Cinta ini gue mau menunjukkan kalau gue udah kembali sebagai Rayen yang musiknya memang pop balad dengan lirik melow galau tapi nggak jadi cengeng,” jelas Rayen. Banyak musisi muda yang terlibat dalam pembuatan single Tak Mengerti Cinta ini, di antaranya Fitri “Bule”, Andre “Dinuth” dan Excel Mangare. Kelahiran 30 Januari 1983 ini memang sengaja memilih bekerjasama dengan para musisi muda karena menurutnya mereka lebih open-minded, energinya sama sehingga nggak ada istilah digurui dan hasilnya pun jadi lebih fresh. Rayen juga merasa puas dan bangga dengan Tak Mengerti Cinta karena ini pertama kalinya dia benar-benar memproduksi karyanya sendiri. Rayen optimis Tak Mengerti Cinta bisa diterima dengan baik oleh para pecinta musik Indonesia, karena dia bakal terus memberikan sesuatu yang berbeda dalam setiap penampilannya di panggung. Rayen juga akan mengubah style-nya jadi casual mature agar penggemarnya tidak bosan. Saat ini Rayen juga sedang dalam proses pengerjaan album perdananya di mana single Tak Mengerti Cinta juga bakal ada di dalamnya. Yup! Lepas dari Pasto memang tidak membuat Rayen berhenti berkarya di musik. Justru dia jadi lebih produktif. Belum lama ini, Rayen juga menciptakan lagu buat penyanyi muda, Latinka, yang berjudul Aku Bisa Mati dan sukses menduduki chart berbagai radio di Indonesia.
topfm951.net Bantarkawung - Sebanyak 5 rumah kondisinya kini telah terancam longsong, pasalnya lokasi rumah-rumah ini berada di atas tebing Cikuning yang setiap hari kian mengikis dan hal ini sangat dipandang perlu untuk penanganan yang serius, demikian dikatakan kades Terlaya Ujang Muhaemin kepada Top FM

Ujang memaparkan, Tebing sepanjang 57 meter dan tinggi 12 meter ini terus mengalami longsor sejak tahun 2011 lalu hingga sekarang ini serta mengancam kelima rumah milik dari Hadi (55), Ade (40), Tarno (40), Wahyuni (56) dan Wati (42), mereka masing-masing warga dukuh Cikuning Rt 04 Rw 01 desa Terlaya kecamatan Bantarkawung Brebes.

Ujang juga menambahkan, melihat kondisi ini pihaknya meminta ada perhatian dari pemerintah dalam bentuk relokasi. "jika kelima rumah tersebut tidak sesegera di relokasi maka kemungkinan besar beberapa rumah yang berada di tepi tebing itu akan terbawa longsor. Dan jika tebing itu dibangunpun akan menelan biaya yang tidak sedikit sehingga langkah yang tepat yakni relokasi" harapnya. (D-DJ.12/TOPFM)
topfm951.net Sirampog - Kecil menjadi sahabat besar menjadi musuh itulah keberadaan sijago merah yang telah meludeskan sebanyak 15 rumah warga di Dukuh Kubangbogo RT 01 RW 02 Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, pada Senin (13/2/2011) siang. Dari sekian rumah yang terbakar umumnya terbuat dari kontruksi kayu dan jarak yang berdekatan membuat api cepat menjalar.

Mereka yang rumahnya ludes terbakar antaralain Solihin (60), Suripto (55), Wamad (40), Jaenal (42), Wahyudin (40), Rasimah (35), Raso (60), Tahro (65), Kartem (40), Kasrun (45), Kursin (50), Asikin (45), Timah (55), Kamirin (53) dan Supri (30). 15 rumah tersebut dihuni 20 kepala keluarga atau 75 jiwa, yang kini terpaksa mengungsi di rumah-rumah tetangga dan keluarganya.

Untunglah dalam tragedi mengerikan tersebut tak ada korban jiwa namun untuk kerugian material sekitar ratusan juta rupiah. Berdasarkan data sementara dari kecamatan sirampog, Dugaan sementara pemicu kebakaran akibat arus pendek listrik dari rumah milik Kasrun (45) warga setempat. Api pertama kali muncul sekitar pukul 09.30 WIB dan bisa dipadamkan sekitar pukul 11.00 WIB. Warga yang ada saat itu berusaha memadamkannya dengan peralatan seadanya.

Kapolsek Sirampog, AKP Abdul Ghofir membenarkan peristiwa kebakaran tersebut, pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran tersebut. (D-DJ.12/TOPFM)
topfm951.net Romani SPd MPd akhirnya terpilih menjadi Ketua Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Sejahtera Kecamatan Brebes. Dia meraih suara 150 mengungguli rival kuatnya Tohirin SPd MM yang hanya meraih 109 suara dari 717 suara yang diperebutkan. Sementara, calon lain yang berjumlah 18 orang memperoleh suara berkisar antara 9 sampai 97 suara.

Penobatan Romani menjadi Ketua KPRI untuk periode 2012-2014 itu dalam pemilihan pengurus yang berlangsung berbarengan dengan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2011 di Islamic Center Brebes Sabtu (11/2).

Dia menggantikan pengurus lama H Dar’an Erosyadi SPd. Sebelumnya, Romani menjabat sebagai sekretaris KPRI yang beranggotakan guru-guru SD se Kecamatan Brebes itu. “Ini amanah, tentu harus kita terima yang tentunya juga harus mendapatkan dukungan penuh dari seluruh pengurus dan anggota lainnya,” tutur Romani usai dilantik menjadi Ketua. Penilik PAUD UPTD Kecamatan Brebes itu, berjanji dalam kepengurusannya nanti akan mengedepankan kesejahteraan anggota. Sebagaimana nama koperasi ‘Sejahtera’. Pelantikan dilakukan oleh Kepala Bidang Koperasi, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Brebes Arifinjaya ST sedangkan Janji Pengurus dipimpin oleh Ketua Pusat Koperasi Pegawai RI (PKPRI) Kab Brebes Suwatno MPd.

Untuk Sekretaris dipegang Darsono SPd dan Bendahara dipercayakan kepada Tohirin SPd MM. Sedangkan untuk Badan Pengawas (BP) masih tetap dipegang Drs Abdul Kodir dengan anggota Masruhin SPd MPd dan Toto Susilo SPd. KPRI Sejahtera Brebes yang beranggotakan guru-guru SD dan Pegawai UPTD se Kecamatan Brebes itu bergerak dalam bidang usaha Simpan pinjam, pengkaplingan tanah, pertokoan, persewaan dan arisan motor.

Dalam LPJ Pengurus, di jelaskan KPRI sejahtera memiliki modal sendiri sebesar Rp 4,2 Milyar sedangkan modal dari pihak luar sebesar Rp. 1 Milyar. “Tahun buku 2011, bisa meraup SHU sebesar 92,5 juta rupiah,” tambah Dar’an Eros.(humas)
topfm951.net Bupati Brebes H. Agung Widyantoro, SH. Msi kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Brebes bahwa Pendidikan anak sejak dini sangatlah penting untuk membentuk generasi penerus bangsa yang memiliki kwalitas kecerdasan dan ilmu pengetahuan yang mumpuni, hal tersebut disampaikan dalam acara Gebyar Paudisasi yang diselenggarakan oleh jajaran UPTD pendidikan Kecamatan Bulakamba yang mengambil tempat di lapangan Banjaratma.

Acara di ikuti tidak kurang dari 800 lebih siswa siswi Pendidikan anak Usia Dini (PAUD) se Kecamatan Bulakamba dengan berbagai kegiatan perlombaan kreatifitas yang di adakan penyelenggara, yang antara lain Jalan sehat dan lomba mewarnai. Selain Bupati Brebes Hadir dalam acara tersebut Ketua TP PKK Kabupaten brebes, Kepala Dinas Pendidikan, camat Bulakamba, kepala desa se Kecamatan Bulakamba, kepala UPTD serta tamu undangan lainya.

Bupati Brebes dalam sambutanya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Brebes pada umumnya dan warga Kecamatan Bulakamba pada Khususnya yang memiliki anak untuk mengenalkan pendidikan sejak dini salah satunya dengan mengikut sertakan putra putrinya PAUD dan TK sehingga mereka memiliki bekal keberanian, kecerdasan serta pengetahuan untuk menuju pendidikan yang lebih tinggi.

Bupati Brebes berharap semua anak di wilayah Kabupaten brebes dapat seluruhnya mengenyam pendidikan dasar hingga kejenjang pendidikan yang lebih tinggi, mengingat tidak lagi ada alasan bagi masyarakat tidak menyekolahkan anaknya karena selama ini baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sudah mengalokasikan dana untuk membantu masyarakatnya yang kurang mampu, salah satunya dana BOS dan PKH yang programnya telah berjalan di wilayah Kabupaten Brebes.
topfm951.net Memperingati Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke-65, Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Brebes akan menggelar pelayanan KB gratis. Pelayanan ini sebagai bentuk kepedulian Muslimat NU kepada warganya dalam upaya membentuk keluarga yang berkualitas.

Hal tersebut disampaikan Ketua PC Muslimat NU Brebes Dra Hj Nurhalimah usai Rapat koordinasi di Gedung IBI Pesantunan Brebes Senin (13/2).

Pelayanan akan diberikan mulai 20 sampai 25 Februari, dimasing-masing Pimpinan Anak Cabang (PAC). “Pelayanan ini sekaligus akan dilombakan, bagi PAC yang mampu menjaring akseptor dan memberi pelayanan terbanyak, akan menjadi juara,” ujarnya.

Selain pelayanan KB Gratis, dalam harlah Muslimat NU Kab Brebes yang dipusatkan di Jatibarang, juga akan mengadakan bakti social, lomba barzanji dan pengajian akbar. Rakor dibuka Bupati Brebes H Agung Widyantoro SH MSi, dalam sambutannya, beliau sangat berharap peran aktif dari organisasi kemasyarakatan dalam mensukseskan program KB. Diperolehnya penghargaan dari Presiden berupa Parahita Eka Praya, memacu kepada kita untuk mengembangkan potensi wanita dan member penghargaan yang layak kepada anak. “KB, merupakan bentuk nyata penghargaan kepada wanita dan anak-anak,” terangnya.(humas)
Grup band asal Lampung, Jendral kembali akan merilis album teranyarnya dengan hits single “Inilah Aku”. Pada album terbaru ini, grup musik berlatar belakang aliran Pop Rock ini akan memeperkenalkan lima buah lagu. Di antaranya, tiga buah lagu baru dan dua lagu aransemen ulang.

Gitaris Jendral, Angga mengungkapkan, pada album baru ini bandnya akan membawakan musik yang berbeda dari album sebelumnya. Pun demikian, tentunya ia berjanji bakal menampilkan kulaitas musik yang lebih fresh, modern dan lebih nge-bit. Adapun keunikannya, yakni dengan menggabungkan fenomena modern dengan notasi musik Chinese, British, dan music pop rock ala Jendral.

“Sebagai tahap awal, sejauh ini kami tengah menyelesaikan pembuatan single klip terbaru. Mudah – mudahan pada awal tahun 2012, album ini sudah dapat dinikmati oleh para pecinta di seluruh tanah air.

Di album ini kami bermain musik dengan apa adanya, yakni dengan menampilkan gaya bermusik kami sendiri. Harapannya, dengan kembali hadirnya album kami ini mampu memenuhi kebutuhan pasar music Indonesia,” katanya.

Dia menambahkan, ciri khas dari Jendral adalah keunikan suara vokalis yang punya karakter lebih variatif, dengan suara yang tinggi. Pun demikian, keberadaan para personil lainnya yang memiliki karakter dan cirri berbeda. Menghasilkan tatanan apik untuk menghasilkan warna musik dan lirik yang berpadu sempurna dan mampu membuat nyaman para personil dan para penikmat jenis musik ini.

“Secara umum, tema lagu yang kami ciptakan bernuansa cinta. Alasan memilih tema ini, karena sesuai dengan realita dan menyesuaikan dengan para penikmatnya. Adapun konsep yang dihadirkan, lebih pada renyah, ngebit, easy listening, santai dan simple.

Meski begitu, pada sejumlah lagu ini tetap memainkan emosi dan adrenalin para pendengarnya, atau dengan kata lain dari sisi penjiwaan (soul). Misalnya, keadaan senang, sedih, emosi dan lain sebagainya, namun tetap dengan gaya music yang nge-bit,” ujarnya.

Terlepas dari hal itu, lanjutnya, terpenting dalam kesatuan grup musik ini adalah seluruh personil band mampu untuk saling menjaga kebersamaan, kekompakan dan saling “mencintai” serta menutupi kekurangan satu dan lainnya dengan rasa kekeluargaan. Terbukti sejak 10 tahun silam terbentuk, personil Jendral tetap solid.
topfm951.net Lagu One Night Lover merupakan single kedua dari album The Best of Rossa, setelah lagu Jangan Ada Dusta di Antara Kita. Tentang sebuah kisah crush on the first sight dalam sebuah keriaan dia suatu malam. Seorang cewek yang menggoda seorang cowok di sebuah pesta, namun urung begitu mengetahui si cowok tersebut telah mempunyai kekasih. Ini pertama kalinya Rossa menyanyikan lagu bergenre club anthem. Di lagu One Night Lover, Rossa juga berkolaborasi dengan rapper asal Malaysia: Joe Flizzow (ex. Too Phat) yang juga menciptakan lagu ini. Joe memasukkan sepenggal unsur rap, liriknya menggambarkan jawaban dari ‘godaan’ si penyanyi. Awalnya, Joe ingin menyanyikan sendiri lagu ciptaannya ini namun ia menganggap vokal Rossa lah yang paling tepat untuk membawakannya. Akhirnya Joe menawarkan kepada Rossa, dan dengan pertimbangan bahwa musik seperti ini merupakan gebrakan baru baginya maka Rossa menerina tawaran Joe. “Saat itu Joe yang berada di Kuala Lumpur menelepon aku yang ada di Jakarta. Dia bilang: check this song out, Rossa. This song is perfect for you. Dan begitu mendengar demonya, aku langsung jatuh hati sama lagu ini”, jelas Rossa. One Night Lover sangat playful dan flirty, namun dalam cara yang elegan. Pesan lagu ini lebih mengarah pada ajakan untuk let loose namun tetap bertanggung jawab. Hey, if u’re taken, be faithful but it’s ok to chill out sometimes! Konsep video clip: menampilkan kehebohan suatu pesta, Rossa sebagai center point of view. Shootingnya akan berlokasi di New York, AS pada pertengahan Februari ini
topfm951.net Belantika Musik Indonesia akan diramaikan dengan kemunculan satu lagi Girlband anyar, Girlband yang bukan sekedar Girlband seperti yg bermunculan saat ini, Girlband ini mempunyai misi untuk mengisi kekosongan penyanyi penyanyi cilik yang saat ini bisa dikatakan mati suri. Dengan satu kebulatan tekad untuk membangkitkan musik anak2 serta keprihatinan akan situasi saat ini dimana anak2 sering menyanyikan lagu2 orang dewasa. Raina, Raissa, Atha, Sherly dan Ela yang bernaung dibawah FIA MUSIK INDONESIA pada pertengahan tahun 2011 membentuk GirlBand bernama CANDYGIRLS. Raina, Raissa, Atha, Sherly dan Ela adalah 5 bocah cilik ini rata-rata berumur 5 tahun, dunia entertainment sudah tidak asing lagi bagi mereka, dengan dukungan dan do’a dari orangtua mereka sejak berumur 3 tahun juga sudah terjun kedunia modelling anak-anak dan sering mengisi berbagai macam event. Diawal tahun 2012 ini, dibawah arahan tangan dingin Sang Arranger muda bernama Fandie Embun serta materi lagu yang juga ciptaannya berjudul “MUAAAACHHH”, dipercaya sebagai single pertama yang akan menghantar CANDYGIRLS ke Belantika Musik Indonesia. “Saya sangat yakin bahwa materi MUAAAACHHH dari CANDYGIRLS dengan dukungan seluruh media Radio, TV, elektronik dan cetak akan segera akrab di telinga anak-anak Indonesia.” Ungkap Phia sang Produser. Selamat datang CANDYGIRLS di Blantika Musik Indonesia Semoga CANDYGIRLS membawa warna tersendiri disaat ketatnya persaingan boy/girlband saat ini, Amin…

Artis: CANDYGIRLS (Raina, Raissa, Atha, Sherly dan Ela)
Singel: MUAAAACHHH
Ciptaan: Fandie Embun
Produser: Phia
Produksi: FIA MUSIK INDONESIA 
topfm951.net Bumiayu - Dalam rangka kepedulian menjelang persiapan Ujian Nasional (UN), SMA Islam Bumiayu mengadakan bedah soal bagi para pelajar yang duduk dibangku sekolah kelas IX, sementara mata pelajaran (mapel) yang saat ini di pandang sangat sulit alias rumit dijadikan materi utama.

Para peneliti menemukan bahwa mempersiapkan diri untuk ujian atau tes sebenarnya meningkatkan daya ingat dengan jalan membuat otak menghasilkan cara yang lebih efisien dalam menyimpan serta mengingat fakta-fakta atau informasi. Secara khusus otak menghasilkan kata kunci yang disebut mediator yang memicu ingatan atau memori. Hal tersebut tidak akan terjadi ketika hanya belajar saja.

Pembekalan UN tingkat SMP ini mengambil tema "Siap UN dengan Strategi cerdas Magasing dan Fisitaru" dan kegiatan ini diikuti sekitar lebih dari 850 pelajar SMP se Brebes selatan. Kepala Sekolah SMA Islam Bumiayu Drs.Munggal Purnomo mengatakan, Kegiatan ini sebagai langkah kepedulian terhadap siswa SMP kelas IX menjelang persiapan UN yang sebentar lagi akan berlangsung.

Materi yang diberikan dalam Bedah soal mapel yang dianggap rumit adalah Magasing (Matematika ga bikin Pusing) dan Fisitaru (Fisika Tanpa Rumus) dengan pemateri Asep Subagyo S.T S.Kom M.Eng dan Ari Budi Setiawan ST dari Tim Smart Nasional salah satu bimbingan Belajar Primagama Yogyakarta.

" Sehingga bedah soal ini sangat bermanfaat untuk persiapan menjelang UN bagi siswa SMP kelas IX dan semoga dengan adanya bedah soal ini mereka tak perlu takut lagi dengan mapel matematika dan fisika" pungkasnya. (D-DJ.12/TOPFM)
topfm951.net Paguyangan - Bangkit dari kesesakan yang semakin parah dengan memberikan ruang untuk alam agar bisa lebih leluasa untuk bernafas dan inilah yang membangkitkan semangat para pemuda dari Brebes selatan yang tergabung dalam sebuah Assosiasi Masyarakat Tanggap Bencana (Asmara Tagana).

Akmari salah seorang pengurus harian organisasi sosial ini mengatakan, Asmara Tagana terbentuk di Kecamatan Paguyangan pada 2010 lalu dengan anggota yang masih sedikit dan seiring berjalannya waktu anggota organisasi sosial ini terus bertambah hingga tiap kecamatan kini telah terbentuk. Kemudian organisasi sosial ini dikukuhkan oleh Ir Amin Budiarto kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Brebes, pada Minggu (12/2/12) di lapangan desa Wanatirta Kecamatan Paguyangan. Acara ini dihadiri oleh Muspika se Brebes selatan, beberapa anggota DPRD Brebes, Tomas se Brebes selatan dan beberapa undangan yang lain.

Acara pengukuan sendiri diawali dengan kegiatan bakti sosial dengan mengumpulkan sampah yg tercecer di sepanjang jalan Paguyangan dan Pasar Grengseng, kemudian dilanjut pembacaan ikrar oleh para pengurus beserta anggota dan ditandai pemotongan tumpeng oleh Ir Amin Budiarto Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Brebes yang diserahkan kepada ketua umum Asmara tagana Edwin Dedi Purnomo.

Selain itu juga dilakukan penanaman pohon secara simbolis oleh Ka Dinsosnakertrans, Camat Paguyangan dan perwakilan anggota dewan. Ir Amin Budiarto mengucapkan kekaguman yang telah dilakukan oleh organisasio sosial ini. Dia berharap dengan adanya organisasi sosial ini tentunya akan memberikan sisi positif baik bagi masyrakat lingkungan dan juga pemerintah.

" Kami sambut baik adanya organisasi sosial ini, pasalnya beberapa yang lalu dimana adanya bencal yang menimpa warga masyarakat brebes utara, ternyata Asmara Tagana ini telah ujuk aksi dengan membantu mereka yang tengah dilanda bencana dan semoga ini bisa terus berkesinambungan" pungkasnya. (D-DJ.12/TOPFM)
PROGRAM ACARA UNGGULAN : 05-06 NGAJI PAGI * 06-07 INFO PAGI*07-09 INDONESIA DANGDUT*09-11 LAGU JAWA* 11-13 KENANGAN*13-15 DANGDUT NGETOP*15-17 TREN MUSIK INDO* 19-21 MUSIK TO ORANG MUDA*21-00 TOPREQUEST

Studio/Office :

Jl. Raya Paguyangan No.12 Paguyangan (Bumiayu) Kab.Brebes 52276

Telp.0289 432995 | SMS Online | WA : 0856 0203 7951 | www.topfm951.net
CP | dispa dj |085326111234
Email: topfm951@yahoo.co.id